Posted in School Life

9. School Life (New Vers)

image

Story by @siskameliaaa
Pairing: Park Jiyeon&Choi Minho and others pairing.
Genre: friendship, school life, drama
Type: MC (Multi Chapter)
Warning: typo(s), abal, OOC, gajenes, dll.

                        Rated M (for save)

                             School Life

Minho pov.

Aku tidak mengerti kenapa aku bisa sekacau ini, pagi-pagi sekali Jiyeon menendang ku keluar dari apartemennya dan mengatakan untuk tidak menemuinya lagi, dan lagi. Jika aku tidak salah ingat, semalam aku sudah hampir berhasil meluluhkan hatinya. Dan yang lebih membuat ku tidak mengerti lagi, aku merasakan udara sekitar yang terasa hampa.

“Morning handsome boy,”

Cup

Ini aneh, biasanya aku akan merasa senang jika mendapat kecupan selamat pagi. Tapi kali ini aku merasa tidak senang, pikiran ku membayang kepada seseorang.

“Apa yang kau lakukan semalam? Bahkan pesan singkat ku tidak kau balas.” Aku menatap wanita ini terkejut, pesan? Semalam? Oh tidak, semalam Jiyeon yang memegang handphone ku.

Aku melepas kasar rangkulan wanita ini, tidak perduli dengan rengekannya karena kelakuan ku yang kurang ajar, takut-takut aku membaca pesan text yang di maksud.. dan aku seperti merasakan kejutan listrik menyengat seluruh tubuh.

Brengsek, aku tau apa yang membuat Jiyeon marah.

“Kita putus.” Kasar ku, sial.. aku merasa seperti seorang pria yang tertangkap selingkuh, rengekan wanita itu yang memohon untuk tidak diputuskan membuat kepala ku semakin terasa pening.

Dia hanya satu dari sekian wanita yang ku kencani, bahkan aku sendiri heran kenapa aku harus repot-repot memberi pesan text keseluruh wanita yang ada di kontak untuk tidak menghubungi ku lagi. Dan gila nya aku menghapus seluruh kontak wanita yang aku tau tidak lah sedikit.

Kekesalan ku bertambah saat memasuki ruang kelas, tatapan tajam Krystal yang menusuk sukses membuat ku terganggu dan membuat lidah ku gatal untuk bertanya, “apa yang kau lihat?” Gadis itu tersenyum sinis dan memutar kedua bola matanya. Ekspresi itu mengingatkan ku akan Jiyeon, gadis itu selalu memutar kedua bola matanya jika tengah bosan atau kesal pada ku. Tunggu! Apa barusan aku mengatakan kebiasaan Jiyeon? Bagaimana bisa aku bisa mengetahui kebiasaan gadis itu dalam waktu singkat? Ini gila.

“Aku hanya berpikir bagaimana cara membuat Jiyeon untuk menjauhi playboy kelas teri seperti mu.”

Tidak usah! Jiyeon sudah melakukannya.

“Jiyeon tidak mungkin bisa menjauhi ku,”

“Well, kita lihat apa yang akan terjadi. Tuan sombong,”

Aku jelas tau apa yang akan terjadi, dan aku memilih untuk tidak tau. Terkadang mulut ku harus dilatih agar tidak bicara sembarangan.

Aku tidak siap melihat Krystal mentertawakan ku karena di acuh kan Jiyeon. Itu hal memalukan yang pernah ku bayangkan. Oh ayolah, seorang Choi Minho di acuhkan seorang gadis? Aku akan di coret dalam nama keluarga Choi jika itu sampai terjadi.

“Kau terlihat kacau.”

Aku heran kenapa semua orang terlihat ikut campur.

“Bukan urusan mu.”

“Tentu, tapi aku senang melihat mu seperti ini.”

Aku menatap tidak suka Yoseop, sahabat macam apa yang senang melihat sahabat nya tersiksa seperti ini? Kalian akan menjawab hal yang sama jika berada di posisi ku.

Aku tersiksa? Hell no! Tapi itu memang kenyataannya dan aku berat mengatakan bahwa penyebabnya lagi-lagi gadis berbau cherry itu.

“because of deeds in a previous life.”

Yeah, ini penantian mu ‘kan? Karena sejak dulu hanya kau yang tidak suka melihat kelakuan ku.

.
.
.
.
.
.

Morning darl..” Jiyeon menyapa riang kedua sahabatnya yang tengah duduk manis sambil berbincang di bangku masing-masing.

Cup

Cup

“Hey, honey. Kau terlihat bahagia hari ini, mau bercerita sesuatu?” Tanya Suzy seraya membalas kecupan Jiyeon, Sulli yang duduk persis sibelakang Jiyeon ikut nimbrung menunggu jawaban gadis beriris onyx tersebut.

Mata Jiyeon menyipit saat bibir nya menciptakan sebuah lengkungan seperti bulan sabit, “oh darl.. kalian memang yang paling mengerti.” Gurau Jiyeon, gadis itu masih belum bisa menghilangkan senyum yang membuat wajah nya makin terlihat cantik.

“Apa bertele-tele adalah kebiasaan mu? Dimana Jiyeon yang selalu to the point?” Jiyeon kembali terkekeh saat Sulli menyindirnya, kelakuannya itu lantas membuat dua gadis didekatnya gemas ingin mencubit. Bahkan saat Sulli mencubit pipi nya cukup keras pun gadis itu malah semakin tertawa lebar, terakhir melihat Jiyeon tertawa seperti ini adalah dua tahun yang lalu, terhitung waktu yang lama ‘kan?

“Kau menang lotre?” Tebak Suzy yang kemudian mendapat pukulan main-main Jiyeon.

“Aku sudah minta maaf pada Baekhyun.”

“Woaahh jeongmal?” Tanya Suzy antusias, wanita itu bahkan mengguncang bahu Jiyeon sehingga menciptakan tawa renyah dari sang pemilik bahu.

“Bagaimana bisa?” Kali ini Sulli bertanya setelah kembali sadar akan keterkejutannya. Ini merupakan kabar baik yang patut di rayakan.

Tidak heran jika mereka bertiga menghabiskan waktu bercerita sampai bel masuk berbunyi dan berlanjut ketika jam istirahat, walaupun saat jam pelajaran mereka mencuri-curi kesempatan untuk kembali bercerita seru, dan mungkin akan berlanjut saat Krystal ikut bergabung, menceritakan dari awal dan kehebohan kembali tercipta.

“Aku baru sadar jika Taecyeon dan Taemin kembali bolos hari ini.” Kata Jiyeon sembari membenarkan ransel yang dia gunakan.

“Itu karena kita terlalu asik sendiri.” Jawab Sulli disela-sela kegiatannya memasukkan buku pelajaran kedalam ransel.

Suzy hanya melirik sekilas kedua sahabat nya sambil bersidekap didepan dada, “dunia serasa milik bertiga.” Kekehnya.

“Berempat jika Krystal berada disini,”

“Dan dapat ku pastikan seluruh dunia akan berpusat kepada kita.” Jiyeon menjawab perkataan Sulli disertai kekehan geli. Gadis itu kemudian merangkul Suzy dan Sulli disisi kanan dan kiri tangannya dan membawa –menyeret, mereka keluar kelas.

Jiyeon sesekali menempelkan hidungnya sambil di gosok main-main ke pipi Suzy dan Sulli sehingga menciptakan tawa hangat keluar dari bibir ketiga murid-murid cantik tersebut.

“Aku tidak sabar bertemu Krystal dan menceritakan semuanya.”

                              School Life

Minho pov.

Tok

Tok

Tok

Ini menggelikan, tidak biasanya Siwon mengetuk pintu. Pria itu selalu membuka pintu bahkan disaat aku sedang berganti baju sekalipun, terkadang aku menyesal memilili kakak macam dirinya.

“Aku masuk ya?”

Tanpa ku jawab pun dia akan masuk, maka aku kembali mengabaikannya dan lebih memilih bermain dengan gitar akustik ku sehingga menciptakan nada-nada yang terlihat acak-acakan seperti perasaan ku saat ini.

“Tumben kau langsung pulang, biasanya kau selalu nongkrong hingga larut.”

Aku merasa serba salah serkarang, harus nya dia senang aku berada di rumah lebih awal.

“Dan melihat mu pulang kerumah, bukan ke apartemen adalah hal yang langka.”

Aku makin merasa serba salah.

“Ada masalah dengan Jiyeon? Yoseop bilang kau memutuskan semua wanita-wanita mu.”

Ya! Dan aku akan membuat perhitungan dengan pria pendek itu nanti, aku merasa menjadi idiot sekarang.

Dan hey~ aku malu mengakui ini, tapi sejak kapan aku menjadi pria yang suka mengeluh? Setidak nya aku beruntung Siwon tidak bisa membaca pikiran orang.

“Jangan merasa idiot, itu hal yang wajar jika kau terperangkap dengan permainan mu sendiri.”

Aku salah, sial. Dari mana dia tau isi pikiran ku?

“Pergi kak, aku sedang malas berdebat.”

Siwon mengabaikan ku dan lebih memilih duduk di bangku belajar ku sambil tangannya mencari-cari komik yang membuatnya tertarik, “aku hanya merasa kasihan,” katanya sambil sesekali membolak-balik lembar demi lembar komik naruto dengan cepat kemudian dia menaruhnya asal seperti bosan dengan isinya, atau dia tidak mengerti cara membaca komik yang benar.

Jika itu benar, aku bersedia menjadi guru privat nya.

“Tidak semua wanita seperti dia.”

“Kau selalu mengulang kalimat itu,”

“Berhenti kekanakan, kau akan menyesal jika cara berpikir mu tidak pernah dewasa.”

“Semua wanita sama. Jalang!

“Termasuk Jiyeon?”

Aku diam, ingin berteriak bahwa Jiyeon berbeda. Jiyeon gadis ku yang baik, bukan jalang seperti dia.

Gadis ku? Aku harus mencari buku tentang tanda-tanda orang sakit jiwa nanti.

“Kenapa kau bersikap seperti ini? Bahkan Appa sudah tidak mempermasalahkan nya.”

“Kau tidak mengerti kak,”

“Kau yang tidak pernah mencoba mengerti.”

Untuk beberapa saat kami saling melempar tatapan tajam, hingga Siwon terlihat menghela napas nya pelan.

“Tidak semua wanita seperti Eomma, kau hanya terlalu menutup diri dari kenyataan.”

Aku ingat alasan ku membenci wanita dan selalu ingin mempermainkan mereka, karena dulu saat aku kecil aku sangat menyayangi Eomma ku lebih dari apapun. Hingga umur ku menginjak 8th, kenyataan menamparku telak. Sosok yang sangat aku banggakan tidaklah beda dari seorang jalang. Aku melihat jelas bagaimana Eomma membentak Appa sambil mabuk, Appa hanya sabar sedangkan Eomma melempar sebuah vas ke kepalanya dan menciptakan pendarahan yang besar.

Saat Appa dirawat, wanita itu tidak ada pikiran untuk menjenguk walau hanya sebentar. Dia malah asik dengan para pria hidung belang, bahkan saat aku menangis dan memintanya pulang saat bertemu dijalan, wanita itu menendang ku ke jalan dan memperlakukan ku seperti gelandangan.

Bahkan saat itu usia ku masih sangat kecil untuk merasakan sakit hati.

Sampai saat ini, aku tidak mengerti apa yang membuat Appa tetap mencintai jalang sepertinya yang bahkan sudah pergi entah kemana.

“Jika kau masih tetap keras kepala, maka jangan menyesal jika Baekhyun berhasil merebut hati Jiyeon.”

“Itu tidak mungkin terjadi, mereka saudara kandung.”

“Tidak ada yang tidak mungkin, karena cinta mampu membuat orang melakukan apa saja.”

Aku merasakan tubuhku memanas, perasaan tidak suka kembali menggerayangi tubuh ku.

“Semoga kau tidak menyesal, adik.”

Setelah Siwon keluar aku kembali memikirkan kata-katanya yang tidak tau kenapa membuat dada ku terasa sesak.

Drrtt

Drrtt

Ayo kita kumpul di klub malam ini, Yoseop akan mentraktir kita sebagai perayaan pesta pertunangannya besok. –Taecyeon

Biarkan malam ini aku mencari tau sendiri apa yang aku rasakan.

.
.
.
.
.
.

“JEONGMAL? YAA!! KAU TIDAK PERNAH MENCERITAKAN TENTANG PRIA TAMPAN BERNAMA CHOI MINHO JI!!” Jerit Suzy, wanita itu selalu berteriak tanpa melihat tempat. Bahkan di pinggir Sungai Han yang nyatanya selalu di singgahi banyak orang.

Perasaan ingin menceburkan Suzy kedalam Sungai Han sangat besar dirasakan Jiyeon, Krystal dan Sulli saat semua orang disekitar menjadikan mereka berempat sebagai pusat perhatian.

Benar ‘kan? Jika sudah kumpul seperti ini, semua akan terpusat pada satu titik.. titik dimana kalian akan melihat empat bidadari cantik bermulut cempreng.

“Jangan lupakan jika dia seorang playboy kelas teri.” Dengus Jiyeon.

“Lupakan pria itu, sekarang aku ingin kalian ikut bahagia seperti ku.” Lanjut Jiyeon mengundang perhatian ketiga sahabat nya.

Krystal diam-diam tersenyum begitu menyadari arti yang tersirat dalam kata-kata yang Jiyeon ucapkan, beda dengan Suzy dan Sulli yang merasa tidak mengerti.

“Jangan khawatir Ji, kemarin aku menjenguk Aboeji di rumah sakit, dia mulai membaik. Hara juga sudah mulai bisa tertawa saat di ajak bercanda, Halmoeni ku yang dari Busan juga memutuskan untuk pindah kesini untuk merawat kami.”

Krystal tersenyum dan disambut tawa haru Jiyeon, gadis itu memeluk Krystal sambil menangis bahagia. Akhirnya penderitaan Krystal di cabut, hal itu juga membuat Suzy dan Sulli ikut bergabung memeluk Krystal.

“Bagaimana dengan kalian? Suzy? Kau sudah bisa lepas dari orang itu ‘kan? Dan kau! Choi Sulli, sudah mengatakan apa yang kau rasakan?” Tuntur Jiyeon.

“Maafkan aku, aku belum berani bicara. Kau tau sendiri dia memiliki foto-foto ku yang tengah bercumbu.”

“Aku sudah mengatakannya, tapi Appa malah menampar ku. Aku tidak tau harus apa lagi.”

Jiyeon dan Krystal menatap kedua sahabatnya prihatin, dan mereka kembali berpelukan dengan perasaan berbeda. Kali ini perasaan sesak karena sedih.

Drrtt

Drrtt

Drrtt

Drrtt

“Orang itu?” Tanya Jiyeon dan dijawab lewat anggukan Suzy, lantas gadis cantik beriris onyx itu langsung merebut handphone suzy dengan tangan kirinya, jangan lupakan tangan kanan nya yang masih sakit terbalut perban.

Mengabaikan protes Suzy, Jiyeon justru menjauhkannya dan mengangkat telepon tersebut,

“malam ini jam 7 malam dirumah ku, banyak pelanggan yang memesan mu dengan kantong tebal.”

“Suzy tidak akan datang!!”

“APA MAKSUD MU?”

“Maafkan aku ahjumma, apa kurang jelas? Suzy.tidak.akan.datang! Dan berhenti menjual nya ke pria-pria hidung belang. Kau harus tau posisi mu sebagai Ibu!”

“Brengsek!! Kau anak bau kencur tidak tau apa-apa.”

“Parfum ku beraroma cherry, bukan kencur.”

“KAU MEMPERMAINKANKU HAH?”

“Aku hanya mengoreksi.”

“Suruh Suzy datang atau dia akan menyesal.”

“Justru dia akan menyesal jika datang. Satu lagi, aku sedang mengumpulkan bukti untuk menjebloskan mu ke penjara.”

“Atas dasar apa kau melaporkan ku, bocah?”

“Mucikari? Oh bisa juga dengan sindikat penjualan anak kandung.”

“Brengsek!!”

Tut

Tut

Tut

Jiyeon tertawa puas setelah orang dibalik telepon sana menutup telepon secara sepihak.

“Kau gila…” lirih Suzy, masa depannya dipertaruhkan. Niat Jiyeon memang baik untuk membebaskan Suzy dari Ibu kandung nya yang gila.

Krystal dan Sulli hanya bisa tercengang, walaupun mereka berdua ikut menyetujui apa yang Jiyeon lakukan. Jika Suzy terus menurut tanpa perlawanan, maka sampai mati pun dia tidak akan pernah bisa lepas.

Latar belakang Ibu nya yang seorang pelacur, hamil dan tidak tau siapa yang menghamili. Dan saat Suzy mulai menunjukkan ciri-ciri kegadisannya, maka sang Ibu langsung merenggut nya secara paksa dengan seorang pria hidung belang demi setumpuk uang.

Ini saat nya Suzy memulai sebuah lembaran baru, wanita itu memiliki masa depan yang cerah.

Jiyeon mengelus lembut pipi Suzy guna memberikan suatu pancaran energy positip, “jangan takut, kita akan menyelesaikan bersama-sama.” Tutur Jiyeon, matanya beralih ke Sulli dan Krystal meminta sebuah dukungan.

“Kami menyayangi mu, apapun yang kami lakukan untuk kebaikan mu, tau!” Sebal Sulli yang kini sudah merangkul manja Suzy.

“Dan untuk mu Miss.Choi, aku punya solusi yang bagus.”

Ide gila, jika Suzy sudah memberikan ide pasti tidak akan beres. Tapi ada baik nya juga mereka tidak terlalut lebih lama dalam suasana melankolis, tentu saja.. Suzy paling benci suasana seperti itu, dia akan merasa geli sendiri. Apalagi jika wanita itu yang menjadi topik utama, maka jangan heran jika pembicaraan akan segera membahas ke topik lain.

“Dan apa itu Miss. Bae?” Sindir Krystal.

“Kabur saja, toh kita memiliki sahabat seperti Jiyeon. Menyembunyikan seseorang bukanlah sesuatu yang sulit buat nya.”

Jiyeon jadi tumbal, selalu.. selalu Jiyeon yang jadi tumbal jika wanita itu mencetuskan sebuah ide, harusnya mereka bisa menebak. Dengan alibi bahwa keluarga Jiyeon yang cukup berkuasa, bukan memanfaatkan sahabat. Hanya itu yang selalu berada di otak tumpul Suzy.

“Aku tidak ingin merepotkan, lagi pula mungkin menerima perjodohan itu jalan satu-satu nya.”

Jiyeon bersiap untuk membantah, “tidak!! Jika salah satu dari kita bahagia, maka semua harus bahagia. Aku tidak ingin kau menderita seorang diri. Kali ini aku setuju dengan Suzy, kau harus kabur besok. Kami akan membantu.” Katanya yakin.

“Nah, apalagi? Ayo kita buat rencana gila.”

Krystal bahkan ikut ambil andil disini.

“HUWAAA SENANGNYA SEPERTI BEBAN TERANGKAT SEMUA!!” Jerit Jiyeon, gadis itu berdiri sambil teriak menghadap Sungai Han, untuk kali ini mereka tidak merasa malu karena menjadi pusat perhatin. Justru Suzy, Sulli dan Krystal ikut berdiri bersampingan dengan Jiyeon.

“AAAAAAAAAAA!!!” Teriak Suzy, disusul gema teriakan Krystal dan Sulli. Mereka saling pandang dan tertawa bersama.

Bahkan Jiyeon sampai menangis saking terharu nya, apa benar semua berakhir disini? Apa benar dampak kenakalan mereka tidak akan mendapat sebuah balasan? Bukankah disetiap perbuatan akan ada balasan yang setimpal?

Biarkan mereka merasakan apa yang namanya bahagia untuk hari ini, “ayo kita photo box!!” Ajak Jiyeon, tanpa menunggu jawaban ketiga sahabatnya.. Jiyeon menarik paksa tangan Sulli, berlanjut Sulli yang menarik tangan Suzy dan Suzy menarik tangan Krystal. Mereka berlari di pinggir Sungai Han sambil tertawa bersama dengan latar belakang langit yang mengoranye.

“Tunggu, aku lupa memberitaukan kalian sesuatu.” Ucap Krystal seraya memberhentikan larinya, perbuatannya tersebut justru membuat Suzy, Sulli dan Jiyeon tertarik kebelakang dan mereka jatuh bersama diatas rumput hijau liar, tidak ada teriakan marah, justru suara tawa bahagilah yang mengiringi kegiatan mereka.

“Hahahaha aduh kaki ku sakit, ah haha.” Tawa Suzy.

“Kaki ku juga aduh, hahahahaha. Apa yang mau kau katakan?” Tanya Jiyeon di sela-sela tawa nya, tidak ada niatan untuk bangun. Mereka justru sengaja merebahkan diri diatas rumput tersebut, membiarkan cahanya mengoranye menyinari wajah mereka.

Krystal mendekat dan membisikan sesuatu ke telinga Sulli, Jiyeon dan Suzy. Gadis itu mengerling jenaka kemudian bangkit dan berlari mengabaikan ketiga sahabat nya yang masih mencerna apa yang dia bicarakan tadi.

“SIAPA PRIA BERUNTUNG ITU KRYSTAL JUNG?!!!”

Dan mereka kembali berlari saring kejar-kejaran, Krystal yang menjadi objek ketiga gadis di belakang. Sementara Krystal hanya tertawa sambil sesekali melirik kebelakang melihat ketiga sahabat nya yang tengah meminta sebuah kejelasan.

“Aku bertemu seorang pria tampan dan baik, aku menyukai nya”

.
.
.
.
.
.

Kerlap-kerlip lampu disko yang berwarna merah, kuning, hijau, biru terlihat menyilaukan jika di pandang. Tapi itu semua justru tidak mengganggu para penikmat dunia malam.

Disudut ruangan terdapat empat pria tampan yang tengah di goda wanita-wanita jalang, hanya satu yang menanggapi. Ketiga pria lainnya hanya mendengus bosan, Minho.. salah satu pria yang mendengus bosan merasa aneh dengan dirinya sendiri yang tidak tertarik sama sekali dengan para wanita jalang di sekitar. Kini semua perhatiannya tersedot oleh gadis cantik beriris onyx dan berharum cherry.

Pria itu tersentak dari lamunannya, “aku pergi.” Pamitnya tanpa menunggu jawaban.

Malam ini, dia sudah tau apa yang dia rasakan.

                              School Life

1012

Minho berusaha menormalkan detak jantungnya sebelum menekan tombol yang berada di sisi pintu bercat dark coklat didepan, malam ini.. ya, malam ini pria itu harus menyatakan perasaannya sebelum terlambat.

Jantungnya berdegup semakin kencang saat pria itu berhasil memecet tombol.

“Ada ap–Minho?”

Minho pov.

Aku jelas melihat wajah bahagia nya sebelum berubah menjadi bingung begitu tau akulah tamu yang memencet bel, aku curiga Jiyeon tidak memeriksa kamera interkom yang berada didalam apertemen mewah nya. Apa yang dia lakukan di dalam?

“Sayang, siapa yang datang?” Teriakan seorang pria yang semakin mendekat mampu membuat jantung ku terasa copot.

“Eoh, kau.”

Dan pria itu Baekhyun, merangkul pundak gadis ku sambil melempar senyum.

Aku tidak suka.

Gadis ku? Aku tidak ingin menyangkal kali ini. Dia memang gadis ku yang akan segera menjadi wanita ku.

“Bukankah aku sudah bilang untuk tidak menemui ku lagi?” Tuduhnya marah, aku tidak bisa menjelaskan sekarang. Jika Baekhyun tau apa yang terjadi, aku bersumpah bahwa itu bukanlah hal yang aku harapkan.

“Aku merindukan mu, sayang.”

Bruk!

Hidung ku sakit, tapi hati ku lebih sakit. Aku baru ingin masuk dan dia menutup pintu cukup kencang, cukup untuk membuat hidung ku merasa berkedut.

Sial, double sial dan triple sial! Aku baru ingat bagaimana ekspresi bahagia mereka berdua. Dan aku menyesal telah menyatukan mereka berdua, apa yang mereka lakuka di dalam? Semua jelas membuat kepala ku pening.

Aku butuh alkohol.

Setidaknya aku butuh minum di apartemen, tidak di luar. Aku tidak ingin sesuatu yang lebih buruk terjadi jika aku mabuk di luar, terlebih perasaan ku terasa kacau.

.
.
.
.
.
.
.

“Tidak usah mengantar kak, aku ingin naik bus hari ini.” Kata Jiyeon sambil membenarkan dasi dan blezer nya, sementara Baekhyun sudah menyiapkan segelas susu untuk Jiyeon minum, “tapi kau terlambat, cepat minum susu mu.” Ujar Baekhyun, pagi ini terlihat lebih sibuk dari biasanya.

Semalam mereka menghabiskan waktu untuk bercerita hingga menjelang pagi, dan Jiyeon hanya tidur dua jam itu pun ia telat bangun dan kesiangan.

Setelah meneguk habis susu yang di berikan, Jiyeon langsung mencium pipi kiri dan kanan Baekhyun dan keluar apartemen tergesa-gesa.

Bruk

Jiyeon mengernyit bingung saat melihat bungkusan plastik berwarna putih yang sengaja di taruh didepan pintu apartemennya.

Tidak ada waktu untuk berpikir, maka gadis itu langsung menentengnya dan dibawa berlari.

….

Udara pagi memang terasa sejuk, apalagi disaat musim semi seperti ini. Seoul terlihat semakin indah di pandang mata, tatapan gadis itu kemudian teralih kebungkusan pelastik yang ia temukan tadi.

Roti melon, susu strawberry dan sebuah coklat batangan.

Ada sebuah note di dalamnya.

Aku tidak akan memberikan mu bunga yang jelas akan layu, makan ini.. maka kau akan terus bisa ku lihat, jaga kesehatan mu, nyonya Choi.

.CM.

“Choi Minho?” Jiyeon mendengus saat melihat inisial dibawah, sejujur nya Jiyeon juga tidak mengerti kenapa dia bisa semarah itu. Padahal, sejak awal Minho memang terlihat hanya main-main. Tapi melihat hal sesederhana ini membuat Jiyeon merindukan Minho.

“Boleh aku menemani gadis cantik ini?” Suara berat seseorang yang amat Jiyeon kenal membuat gadis itu refleks menoleh, disampingnya sudah ada pria tampan bermata besar dengan bibir tebal tengah tersenyum amat manis untuknya.

Harap catat, sangat manis! Ow, Jiyeon bisa meleleh sekarang.

“Kau!” Desis Jiyeon, jari telunjuk nya nyaris menyentuh hidung Minho saat gadis itu menunjuk.

“Aku bisa pergi, aku akan melakukan apapun agar kau merasa nyaman. Tapi biarkan aku mengawasi mu dari jauh agar kau tetap aman.”

Jiyeon bahkan belum menyelesaikan ucapannya, tapi Minho sudah menghilang dari pandangan. Bukankah apa yang Minho katakan amat manis untuk seorang gadis?

Tatapan gadis itu kemudian teralih ke bangku kosong yang sempat Minho duduki tadi, sebuah note kecil berwarna hijau tosca dengan tinta merah, persis seperti note sebelumnya.

Nikmati hari mu cantik, aku bersedia menghilangkan orang yang berani menyakiti mu, termasuk diriku. Kali ini, aku bersungguh-sungguh. Kau milikku, dan aku milik mu.

.CM.

Jiyeon bisa merasakan wajahnya merona kini, sementara Minho terus memperhatikannya tanpa mau berpaling.

Tbc.

A/N: kilat kaya petir gak? Panjang gak? Moment dikit yak? Emang plotnya gitu T.T, chapt depan udah mulai klimaks. Dan bakal ada kejutan (KETAWA NISTA HAHAHA) Bye, doakan kuliah tidak memberatkan gue biar bisa tetep ngehibur kalian lewat tulisan yang tidak sebarapa ini.😂😂

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

36 thoughts on “9. School Life (New Vers)

  1. Yahhh aku kira jiyeon bakalan ngelakuin hal exstrem ape ke minho tp nyatax enggk..huh
    gak ape deh,kagum ama minho yg dg banggax mutusin semua pacarx..#bangga dr mana.
    Ngakak waktu jiyi nyebut bau cherry bukan kencur..hahaha
    #itu sngt menghibur.

  2. thanks bgt thor post nextnya cepet.
    iya,moment minji dikit.
    yuhoo minho akhirnya sadar juga sama perasaaanya ke jiyeon.next,yabg semangat thor

  3. , aduch playboy msuk jebakan sndri kshan, hahahaha
    jiyi jual mahal dikit ga papa ama minho, biar tau sbrpa bsar cinta untuk jiyi?
    smga prsahabtan mrka awet.. next jgn lma2 ^^

  4. Huwaaaaa…..!!!! So sweet banget sih si Minho>.<
    Minho harus gerak cepat tuh biar kaga keduluan sama Baekhyun, dan semoga aja itu perasaan Baekhyun ke Jiyeon segera hilang…Jiyeon sama Minho ajah 😀
    I'll be waiting for the next part 🙂

  5. wahh kilat.kilat suka bgt saeng , jiah jiyeon klo lg seneng mah gitu ..
    asikk masalh satu persatu hilang , kyk nya yg plg berat suzy deh masalah nya soal nya dia bisa malu klo publik tau ckck
    minho sungguh.sungguh so sweet bgt tuhh
    keren saeng , next yaa fighting

  6. huaaa udah di publish toh chapter 9 nya 🙂
    akhirnya minho sadar juga ama perasaannya ke jiyi. sampe mutusin semua pacar main2 nya 😀
    semoga aja masalah jiyi, sulli, krystal, sama suzy cepet kelar yaa 🙂
    dan semua nya happy ending hahahhaha

  7. Jiyeon asli berani banget dia. Suka banget sama persahabatan mereka berempat:3 . Dan siapa cowok yang disukai Krystal? Ohh jadi alasan Minho suka main main cewek itu karena eommanya jalang . Tapi suka deh Minho mulai serius sama Jiyeon

  8. suka suka ni kilat saeng,kalau bisa sering2 post kilat ta,hahaha..
    yee akhirnya jiyeon menjauh,dg begitu minho sadar akan perasaannya..sulli gak mau tunangan dg yoseop,padahal kan yoseph baik..t t
    nah ini yg ditunggu kemajuan akan tindakan jiyeon buat bantu teman2nya.

  9. Woah. . DAEBAK… Uhk… Seneng nya Jiyeon bisa bahagia lagi 😀 dan tinggal Sulli sama suzy yang blm selesai dengan masalahnya, semoga masalah mereka cepat selesai 😀 dan ternyata minho benci wanita itu gara-gara ibunya toh… Ditunggu next partnya

  10. greget banget pas jiyeon angkat telpon dari ibunya suzy 😀 wkwkwkwk dia malah ngelawak lol tinggal nunggu jadiannya minho jiyeon aja nih 😀 btw pria yg sudah mencuri hati kyrstal siapa ? salah satunya cowok dari keempat itu bukan? next thor yg cepet ya 😀 dipanjangin lagi kalau bisa xD

  11. Aaaa author ailabyuhhh udah ada next nya lagii aaa love love banget laa XD terharuuuuu liat si empat ciwi2 itu yampon wkwk mereka sayang banget sama satu sama lain :”) baekhyun juga wkwk.. Udah baikan sama jiyeon, tapi jan lupa niat mau ngilangin perasaannyaa…. 😦 wayoloh minho wayooloohhh jiyeon jadi ngejauhin.. Tapi itu soswit banget minhonyaa… Sampe mutusin semua cewe simpenan dan ngirimin makanan dengan note2 super sweet wkwk jiyeon mesti luluh itu mah :”))) next lagiii XD

  12. yuhuuu minho udah serius nihh sma Jiyeon 😀
    salut sma bersahabatan mereka berempat 😀
    semoga pertemanan mreka berempat g goyahh trus minji jadian 😀
    makasihhh udah di publishnya c[et 😀
    ditunnggu next partnya 😀

  13. Ciee yang jadi mahasiswa baru wkwkwk
    Eonni bingung mau komen apa nih, lagi gak ada ide buat komen apa apa..
    Ini udah mau end yaa ??
    Tapi kayaknya masalah suzy ama sulli gak mungkin selesai begitu aja kan ??
    Jiyeon juga, mau tapi sok nolak sihh..
    Minho akhirnya sadar juga kan kalau jiyeon itu gak jalang kayak eommanya..
    Next part nya cepetan lagi deh dan paaannnnjaaaaaangin lagi okee..
    Tetap semangat ya, saeng ^^
    Fighting ^^

    1. Kyaaaaaa iya nih eon, rasanya kepala mau pecah ngurus ini itu. Ribettt😢 sebenernya sih tinggal beberapa chapter lagi, aku lagi ngebut sebelum september ini harus udah selesai, masalah suzy sulli nanti ada kejutan HAHAHAHA, semoga nanti aku engga di kulitin deh ya. Pokoknya siap2 aja WKWKWK

      1. Yang sabar ya, saeng..
        Memang ribet banget tahun ini..
        Pantes kamu hampir tiap hari ngepost ya, semangat yaa ^^
        Apasih ??
        Kepo nihh,.
        Eonni selalu siapin mental sebelum baca ff kamu kok, banyak kejutan soalnya hahaha
        Semangat ^^

  14. Minppa klu lgi galau lucu hahaha..
    Moga” hati jiyeon luluh sama rayuan mautny minppa ya 😃😊😆 jangan galak” sama minppa dong, dengerin dulu penjlsanny, kaya minppa mau dengerin ceritany jiyeon,,,
    Hidupny krystal udh mulai membaik nih, suzy jga udh mo tobat, tinggal sulli doang yg blom stop sama drugs ny..,,, thanks thor udh update asap 👍😉
    Nextny jga klu bisa jangan lama” ya dan agak panjaang dikit 😆✌

  15. Mr.choi mr.choi kok hanya karena di jahuin jiyeon melownya gk ketulungan hahaha
    dukung jiyeon haha tapi kasihan juga 😀 😀 😀
    minho udah tobat
    ditunggu kejutannya 😀 😀 😀

  16. Wahh ff nya bagus bnget kak, ceritanya complex..
    snengnya jiyi udh baikan ma baekhyun oppa 😀 Yeyy..
    & bwt km minho oppa rasain udh kna karma, trjebak oleh permainanmu sendiri, :v Hahaha.. *ketawa jahatt

    ohya salam knal bwt author aku reader baru 🙂

  17. Wuuuuuaahhh post nya cepetttt bangetttt,, hal yg tak terduga kekekeke 😄
    Hah jiyeon am baekhyun satu atap ngapain tuhh bikin panasss minho aja dehhh,,
    Oh ya q Rasa dipart ini minji moment kurang, mungkin krn jiyi lge sebel+marah sm minho kale yee,,
    Jiyi jgan biarkan minho menjauh dan jadilah miLik nyaaaaaa,, sesuai ucapan minho dinote ,,
    Kekeke
    Dtunggu next chap eon,,
    Cepet update ya sperti ini 😄😊😊😊❤❤❤❤

  18. Nih minho kena karma
    Ayoo minho siap” bertanding naklukin jiyeon
    Minho playboy kelas kakap banget:3
    Ternyata krna itu minho jadi playboy yang liar
    Akhirnya semua masalah telah selsai tinggl suzy dan sulii,sama jiyeon yg masih ada sedikit masalah^^
    Jiyeon mulai menyukai minho secara tidak sadar pipinya merona mulu:3
    Wahh mau lihat gimana lagi momebt mereka yg manis manis:3
    Pokoknya ditunggu next chapter fighting&hwaiting!!

  19. Sempet kaget pas liat ini udh d post lagi aja karena ngerasa kok tumben bgt author ngepostnya cepet haha
    Tp aku seneng bgt loh, semoga next partnya juga cepet lg
    Seneng ngeliat persahabatan mereka yaampun, semoga persahabatan mereka abadi selamanya.
    Akhirnya bang minho sadar juga perasaanya ke jiyeon, ah aku pengennya jiyeon jual mahal dikit dong k minho jgn langsung mau aja f deketin lagi, biar ada perjuangannya dikit tuh sih minho
    Next part d tunggu

  20. Momen minji nya kurang huhuuu…. Tapi perlakuan minho ke jiyeon aiihhh so sweeeet banget ,,ayo jii minho dah berubah.saat nya kau bahagia. Baekhyun semoga cepet move on perasaan terlarang nya ke jiyeon, gila bener itu eoma nya susi,ayo jii laporin aja kepolisi .gendek banget ku jadi nya ..

  21. Minho akhirnya mengakui juga donk klo jiyeon tuh berbeda

    Beneran deh minho soo sweeettttt bgt
    Tinggal nunggu jadiannya aja nih

  22. YES !!! Minho dh akui prasaan na..
    Yg perlu dy lakuin adlh mmbwt jiyi nyaman ϑi dkt na, jgn trlalu ϑipaksa,
    Aigoo!! Eomma suzy mengerikan, anak na ϑi jual2 gt,
    Miris! Hehheee salut jiyi slalu nerima jd tumbal tmn2 na,
    Prshbtn yg erat ^^

  23. Bahagia semua 😀
    Kalo Sulli kabur Yoseob patah hati donk,,
    Owh, jadi eomma suzy sendiri yg ngejerumusin. Jahat banget.
    Siapa namja yg di maksud Krystal?
    Minho udah sadar dr ke player an nya,,, manis juga cara dia ngedeketin jiyi 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s