Posted in School Life

10. School Life (New Vers)

image

Story by @siskameliaaa
Pairing: Park Jiyeon&Choi Minho and others pairing.
Genre: friendship, school life, drama
Type: MC (Multi Chapter)
Warning: typo(s), abal, OOC, gajenes, dll.

                        Rated M (for save)

                             School Life

Suasana kantin pada siang hari terasa sangat pengap, masing-masing siswa tengah menikmati kegiatan mereka masing-masing. Suasana yang terlihat elegan dengan desain interior yang di padu padankan dengan suasana a la eropa barat dan traditional korea membuat nya terlihat ‘wah’ dipandang.

Di tengah-tengah bangku kantin terdapat tiga kursi berbahan dasar mahoni disertai sebuah meja melingkar, plus penghuni yang terdiri dari tiga perempuan cantik. Mereka sesekali terkikik geli begitu salah satu dari mereka melontarkan sebuah guyonan, rasanya suara bising di kantin tidak membuat kegiatan mereka terganggu.

“Jadi, kalian sudah mengerti ‘kan?” Tanya salah satu dari mereka.

Kedua temannya menggangguk serempak, “eonni, ini untuk mu.” Ucap seorang hobae, ia memberikan sebuah susu kemasan rasa strawberry disertai selembar note kecil –lagi.

Jiyeon tersenyum bengkok, “terimakasih.”

Begitu hobae tadi permisi untuk mengundurkan diri.. Sulli dan Suzy lantas memberikan tatapan bertanya dan di jawab lewat dengusan sebal Jiyeon, “lihat saja sendiri.”

Selamat siang calon Ibu dari anak-anakku, aku tebak kau tidak menyelipkan nutrisi di menu makan siang mu. Minumlah susu itu agar kau sehat, jika kau sehat aku bisa mengajak mu kencan minggu ini.

C.M

“Mwoyah?” Suzy terkekeh begitu selesai membaca sederet kalimat yang tertulis di note kecil tersebut, “dia romantis sekali, caranya tidak kampungan.”

Dalam diam Jiyeon membenarkan perkataan Sulli. Memang, tapi siapa yang tau jika dia memperlakukan semua wanita seperti itu?

Jiyeon meyakinkan diri untuk tidak termakan rayuan tersebut, gadis itu memilih bangkit ketimbang harus terjebak dalam suasana yang tidak diinginkan, “sebentar lagi masuk, lebih baik ke kelas saja.”

Sulli menggeleng dan Suzy terkekeh geli, mereka mengekor dibelakang Jiyeon sambil sengaja membaca tulisan di note tadi dengan intonasi yang cukup keras, sekali lagi Jiyeon harus mencoba untuk tidak perduli.

.
.
.
.
.
.

Jika satu permohonan Jiyeon bisa terkabul, maka gadis itu ingin cepat-cepat hari ini berakhir. Dia merasa di teror untuk saat ini, contohnya ketika jam pelajaran berlangsung, pada saat Jiyeon ingin mengambil kotak pensil… tiba-tiba saja Taemin menyodorkan sesuatu di sertai senyum menjengkelkan andalannya.

Lantas gadis itu mendongak dan satu paket alat tulis tersodor di hadapannya, sebuah tempat pensil lengkap dengan isi. Ada pulpen, pensil, penghapus, label, penggaris, rautan serta selembar note kecil.

Aku menyanyangi mu, ini untuk mu agar tidak kerepotan mencari alat tulis.

C.M

Yang terjadi selanjutnya…. tempat pensil itu sukses mendarat di kepala botak guru sastra Korea yang sedang menulis di depan. Dan selamat datang hukuman, membuat Jiyeon ingin cepat-cepat merasakan akhirat.

Ugh, tidak sampai disitu. Entah bagaimana Minho bisa tau apa yang di lakukan Jiyeon, masalahnya… disaat Jiyeon tengah ogah-ogahan menikmati hukuman berdiri di depan kelas, tiba-tiba saja ada kejadian ribut yang menyebabkan satu sekolah gempar. Dan penyebabnya adalah perkelahian sengit antara Taecyeon dan Taemin –bahkan itu terasa mustahil mengingat mereka selalu akur.

Dan saat sang guru keluar sambil menyeret dua pria tampan tersebut, sesuatu terasa bergetar di saku blezer nya.

Lihat? Betapa aku lebih menyayangi mu ketimbang dua makhluk bodoh itu. Sekarang kau bebas, aku mencintaimu.

C.M

Sekali lagi hal yang tidak terduga membuat Jiyeon eemmm, kali ini merona walau hanya sedikit.

Tapi, itu belum seberapa. Puncak nya saat Jiyeon baru keluar gedung sekolah, tiba-tiba seseorang menyeret nya dan memaksa nya masuk kedalam mobil.

Kalian tau siapa pelakunya? Choi Minho! Gezzzz pria itu sangat tampan saat membuka kancing blezer dan menggulung lengannya hingga siku, apalagi Minho melepas dasi sekolahnya. Walau berantakan, tapi Minho sangat manly abis.

Suasana canggung menjadi background perjalanan mereka disertai backsound suara mobil yang berkeliaran.

“Aku tidak ingat kau membawa mobil, setauku tadi kau berangkat naik bus.” Ketus Jiyeon, gadis itu bahkan lebih tertarik memperhatikan jalanan ketimbang menatap langsung lawan bicaranya.

Bukannya tidak geram, justru Minho sejak tadi mati-matian menahan kesal karena sikap Jiyeon yang acuh. Dulu mungkin Minho tidak keberatan, tapi kali ini rasanya Minho ingin terjun saja dari mobil. Terlebih, suara jantungnya yang sangat kencang membuat pria idaman seluruh gadis korea itu mendadak takut jika Jiyeon sampai mendengarnya, “aku bisa melakukan apa saja, termasuk menculik dan menjadikan mu milikku saat ini juga.”

“Dan aku pastikan tempat tinggal baru mu dibalik jeruji besi.”

Minho makin sensi mendengar Jiyeon berkata demikian, tapi untuk saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam. Takut-takut salah bicara, dan gadis itu makin susah di raih.

Backsound suara kendaraan kembali mengiringi perjalanan mereka.

.
.
.
.
.
.

“Dengarkan aku, oke?” Frustasi Minho, entah sudah keberapa kali Minho memohon agar Jiyeon mendengarkan nya. Latar belakang pohon sakura yang berguguran di sepanjang jalan yang cukup sepi tidak membuat mereka berdua merasakan suasana romantis.

Jiyeon bahkan malas untuk sekedar melirik Minho, gadis itu lebih memilih mengambil headset dari dalam tas nya, dan mendengarkan musik kelewat kencang hingga Minho dapat mendengarnya.

Pria itu lantas melepas paksa headset Jiyeon dan menarik wajah Jiyeon agar menatap nya, “aku mohon..

“Apa?”

“Aku tidak tau apa yang membuat mu sebegitu marahnya pada ku, tapi satu kesimpulan ku. Kau marah karena membaca sebuah pesan yang isi nya sangat menjijikan.”

Jiyeon mengernyitkan alisnya, menunggu kelanjutan dari pembicaraan tersebut.

“Dia memang salah satu dari wanita-wanita ku. Tapi percayalah, aku sama sekali tidak bersungguh-sungguh dengan mereka seperti aku bersungguh-sungguh dengan mu. Dan biarkan aku menyimpulkan sesuatu lagi, kau marah karena cemburu..”

Gadis beriris onyx itu baru saja ingin membuka suara untuk membantah. Tapi, Minho buru-buru membungkam mulut itu dengan tangan besarnya seolah tidak ingin di potong.

“Kau boleh mengelak sesukamu, tapi aku sangat berpengalaman soal percintaan. Apa yang kau rasakan sama seperti apa yang aku rasakan saat melihat mu dan Baekhyun berduaan.”

Suasana seperti ini persis seperti yang berada didalam novel romantis dan drama melankolis, penggambaran serta latar belakang saat ini sangatlah pas masuk dalam scene drama di mana sang gadis yang salah paham, dan sang pria sedang meyakinkan. Tapi untuk Minho dan Jiyeon… suasana seperti ini adalah suasana ter-absurd yang pernah mereka alami.

Backsound lagu heartbreakes by ne-yo seketika mengalun mengiringi teriakan Jiyeon yang mengatakan jika yang Minho katakan adalah salah besar.

“YA! KAU MENYUKAI KU DAN KAU MALU MENGATAKANNYA!!”

“Kau dan Myungsoo sama saja, mana mungkin aku menyukai pria brengsek seperti mu. Aku tidak ingin jatuh ke lubang yang sama.”

“AKU BERBEDA DENGAN SI BRENGSEK ITU.”

“JANGAN BERTERIAK DIDEPAN KU!!!”

Kalau bisa digambarkan seperti apa suasana ini, pastilah sangat menegangkan. Kedua sejoli itu terus melemparkan tatapan tajam seolah tidak mau kalah. Kali ini, Minho benar-benar keluar dari karakter yang biasanya sangat santai dalam menyikapi sesuatu.

Pria itu mulai tersulut emosi saat Jiyeon menyamakan dirinya dengan Myungsoo.

Aku bahkan lebih baik dari si brengsek itu –batinnya menjerit.

“Aku hanya ingin kau juga mengakui perasaan mu.”

Jiyeon membuang napas nya keras, kedua tangannya terangkat seolah menyerah akan sesuatu, “beri aku waktu.. aku butuh waktu untuk membuktikan jika kau bukanlah pria macam Myungsoo.”

Sure, baby.

                              School Life

Berubahnya langit dari terang hingga gelap menandakan adanya sebuah rotasi, dan itu pula yang diyakinkan jika dunia selalu berputar.

Malam ini, suasana di dalam gedung hotel berbintang penuh dengan para pejabat dari berbagai kalangan, acara itu juga di manfaatkan untuk ajang pencarian jodoh bagi para pejabat yang memiliki anak lajang, desain interior yang bertema vintage tentulah membuat orang-orang mengenakan pakaian era 90’an.

Musik klasik yang mengalun membuat semua bernostalgia ke masa muda, tema ini sendiri diambil dari ide calon besan, Yang Yoseop.

Pesta yang diadakan di lantai 13 tersebut jauh dari kesan glamour, tidak ada gaun mewah dengan perhiasan berlebih. Mengingat tema vintage lah yang dipilih, maka semua tertata seperti pesta jaman dahulu.

Pintu besar terbuka lebar, tidak semua… hanya beberapa yang memang mengenal merekalah yang menoleh terkesima. Melihat satu keluarga yang terlihat menonjol dibandingkan yang lain.

Park family, mereka terlihat sangat menawan meski pakain jadul melekat. Mereka bahkan bisa ditegorikan sebagai bangsawan jaman dulu, terlebih anak gadis mereka yang terlihat anggun dengan ballgown pendek dengan aksen pita hitam di pinggang, dipermanis dengan lipitan pada strap gaun, rambut hitam panjangnya sengaja dibuat bergelombang dibagian ujung dan disampirkan pada sisi kanan dan kiri bahu gadis itu, lalu poninya sengaja di jepit ke atas dengan sedikit gelombang, benar-benar terlihat seperti putri jaman dulu. Jiyeon berjalan anggun sambil menggandeng mesra Baekhyun yang amat tampan dengan pakain retro kotak-kotak berwarna abu-abu, rambut pria itu di buat klimis menyamping. Tampan dan cantik.

Disamping mereka sang Ibu bahkan tidak mau kalah, wanita yang masih terlihat cantik walau sudah berumur itu mengenakan backless ballgown dengan detail lace di bagian atas gaun dan dibalik rok tulle, rambutnya disanggul dan poni nya di bentuk melengkung kesamping. Tuan Park yang notabe sebagai kepala keluarga juga terlihat gagah mengenakan tuxedo berwarna perak yang di padukan dengan dasi kupu-kupu berwarna serupa.

Mereka seperti anggota kerajaan bangsawan eropa, keluarga yang sempurna.

“Ahjussi, dimana Sulli?” Tanya Jiyeon saat pemilik pesta menghampiri, Ayah Sulli tersenyum lebar melihat penampilan Jiyeon malam ini, “dia ada di kamar mandi bersama Krystal dan Suzy.”

“Jangan lama-lama, honey.” Dan suara peringatan sang Ibu menjadi pengiring langkah kaki Jiyeon yang kian menjauh. Begitu Jiyeon pergi, Baekhyun ikut pamit untuk berbaur bersama teman-temannya yang memang sebagian adalah anak kolega sang Ayah serta Ayah Sulli.

.
.
.
.
.

Bruk

“Aww, kalau jalan lihat-lihat!”

Jiyeon masih mempertahankan wajah stoic nya saat seorang wanita paruh baya memaki dirinya akibat tabrakan tadi. Hal itu membuang waktu, dan Jiyeon tidak menyukainya. Maka ia abaikan sang wanita, “oh ternyata kau gadis tengik..”

Ah, masalah baru.

“Aku tidak heran melihat mu disini, apa salah satu pelanggan mu yang mengajak mu?” Tanya Jiyeon, wanita paruh baya yang ternyata Ibu Suzy itu tertawa remeh, “kau pintar sekali. Well, aku tebak jika anak durhaka itu juga ada disini.”

“Ya, dan aku harap kau tidak membuat masalah. Jalang.” Ketus Jiyeon, gadis itu lantas mengabaikan tatapan tajam Ibu Suzy, Jiyeon lebih memilih pergi dan gadis itu sengaja menabrak bahu wanita tersebut amat keras sehingga menyebabkan sebuah ringisan dari sang pemilik bahu.

“Brengsek!”

                              School Life

“Aku tidak salah lihat ‘kan? Tadi itu Jiyeon?” Takjub Taecyeon.

Masih terekam jelas saat mereka tengah asik berbincang sambil menikmati minuman, mata pria-pria tampan –minus Yoseop itu terperangah melihat Jiyeon tampak berbeda malam ini. Yoseop hanya terkekeh melihat reaksi ketiga sahabatnya, “ekspresi kalian sama persis saat tau calon tunangan ku adalah Choi Sulli.”

Taecyeon meringis, “itu karena kami tidak memperhatikan undangan mu.”

“Aku benar-benar tidak salah menyukai seseorang. She’s so beautiful to night.

Taemin menyeringai sambil meminum segelas anggur merah, pria itu kemudian mengerling kearah Minho, “lalu apa yang kau tunggu?”

Jawaban Minho lantas membuat ketiga sahabatnya menunggu dengar, tapi pria itu hanya tersenyum bengkok dan menegak habis satu gelas margarita.

.
.
.
.
.
.
.

Tok

Tok

Tok

Jiyeon kesal saat mengetahui toilet di kunci rapat. Padahal setau Jiyeon toilet di hotel ini sangat luas, tidak mungkin toilet seluas itu hanya muat untuk satu orang. Lalu siapa yang iseng mengunci toilet tersebut?

Tok

Tok

Tok

Suara ketukan Jiyeon semakin kencang kala emosi nya mulai terpancing.

“Brengsek! Siapapun yang didalam, cepat buka pintunya!!”

Dug

Dug

–Cklek

“Oh Tuhan, ternyata kau! Aku benar-benar tidak tau harus apalagi.” Panik Suzy, wanita itu buru-buru membuka kunci pintu saat mendengar teriakan Jiyeon.

Dan begitu melihat Jiyeon di ambang pintu, wanita itu dengan paniknya langsung menyeret Jiyeon masuk sebelum kembali mengunci pintu.

“Ada ap –SULLI!!!”

“Dengar, aku tidak tau dia kenapa. Tapi tiba-tiba saja dia kejang dan mengeluarkan busa dari mulut.” Jelas Suzy, wanita itu benar-benar panik. Jiyeon juga sama paniknya. Gadis itu menepuk pipi Sulli berkali-kali yang saat ini berada di pangkuan Krystal.

Sulli masih kejang, matanya melotot. Dan gaun yang ia kenakan sudah kusut akibat dirinya yang terus saja bergerak liar.

Rahang Jiyeon mengeras saat melihat kondisi Sulli, “sejak kapan dia seperti ini?”

Suzy tampak berpikir disela kepanikan, “kurang lebih lima menit.”

“DAN KALIAN DIAM SAJA?!!”

“Kami benar-benar tidak tau harus apa, tadinya kami ingin menjalankan rencana kita untuk membawa Sulli kabur, tapi tiba-tiba saja Sulli seperti ini.” Adu Krystal, gadis itu bahkan sudah mengeluarkan air mata saking tidak tega melihat kondisi Sulli.

“Bawa dia keluar! Kita harus membawanya kerumah sakit.”

“Kau gila? Bagaimana jika Ahjussi tau?”

“BAGAIMANA JIKA SULLI MATI DISINI HAH?”

“Jiyeon benar, kita harus membawanya kerumah sakit.”

Akhirnya Suzy yang kalah argumen hanya mengikuti saran kedua sahabatnya. Mereka bertiga menggotong hati-hati tubuh Sulli.

“Aku benar-benar tidak siap untuk ini.” Frustasi Suzy, wanita itu meringis sendiri membayangkan ekspresi orang-orang di luar sana begitu melihat keadaan Sulli. Mendengar hal itu, lantas Jiyeon mengeraskan rahangnya, “kita hadapi bersama.”

Begitu pintu di buka, maka mereka siap menanggung derita bersama-sama. Janji setia persahabatan yang pernah mereka ucapkan memberikan energi positif tersendiri.

Ya, semua masalah akan selesai jika mereka tetap bersama.

“CHOI SULLI!!!”

Nyatanya mereka belum siap untuk itu, saat Yoseop teriak dan mengangkat tubuh Sulli untuk dibawa pergi, jantung mereka seakan terhempas dari dataran tinggi.

Ini bukan saatnya untuk itu.

“Kajja kita pergi!” Krystal membawa kedua sahabatnya untuk menyusul, mengabaikan bisik-bisik heboh para tamu dan teriakan murka Ayah Sulli. Semua terasa seperti kaset rusak, hanya suara samar-samar tidak jelas yang mereka dengar.

Begitu langkah ketiganya hampir sampai di pintu keluar, tiba-tiba suara menjijikan membuat langkah mereka berhenti.

“Aahh…ahh..ah.jussi…”

“Lebih..ah..keras….eemmm.”

Saat layar LED berubah menjadi foto-foto seorang wanita yang tidur dengan bermacam pria hidung belang, saat itu juga ketiga remaja itu merasakan dunia berakhir.

“Brengsek!!” Amuk Jiyeon.

begitu Jiyeon berteriak sambil menyuarakan sebuah nama untuk segera keluar, Suzy sudah berlari keluar mengabaikan teriakan Krystal.

“AHJUMMA!!!!!! JANGAN JADI PENGECUT!”

“CUKUP PARK JIYEON!”

PLAK!

“Kita pulang!”

Baekhyun bahkan sempat shock saat melihat Ayah nya menampar dan menyeret Jiyeon di depan umum, Jiyeon terus menjerit meminta lepas dan memaki seseorang yang tidak tau keberadaannya ada dimana.

“Jangan, ini masalah keluarga.” Dingin Baekhyun, pria itu menarik bahu Minho ke belakang saat pria itu berniat membantu Jiyeon

“Jangan ikut campur.”

“Krystal-ssi?”

“Lee…Taemin?”

Tangis Krystal pecah saat Taemin memeluk gadis itu, tangisannya sangat pilu seakan menghadapi masalah yang amat berat.

Taemin mengusap punggung Krystal dan membawanya keluar, “kau bisa ceritakan apa yang terjadi.”

Krystal mendongak ragu, matanya berlinang seperti anak kucing di pinggir jalan. Begitu malang dan putus asa, “aku akan membantu sebisa ku.”

“Kau janji?”

“Seorang pria sejati tidak akan ingkar janji.”

“Aku percaya.”

Malam itu, malam yang panjang untuk menceritakan kisah yang panjang juga.

                              School Life

Bruk!!

“Jadi selama ini kau berteman dengan orang-orang seperti itu, hah?!”

“demi Tuhan!! Kau menghancurkan nama baik keluarga! Kau berteman dengan orang-orang rusak! Yang satu jalang, dan yang satu lagi pecandu! Lalu –”

“MEREKA TIDAK SEPERTI ITU!!!”

Plak!

“Appa!!!”

Baekhyun tidak pernah mau berada di posisi seperti ini, posisi dimana ia hanya bisa diam melihat adik nya tersiksa. Ia hanya bisa berteriak tanpa sebuah tindakan, melihat Jiyeon menangis histeris seperti itu pastilah membuat hati nya teriris. Lantas, terbuat dari apakah hati Ayah nya?

“KAU BAHKAN BERANI MEMBENTAK KU!!”

“ITU KARENA KAU MENGHINA SAHABAT KU!”

PLAK!

“CUKUP APPA!!” Jerit Baekhyun, cukup. Dia tidak bisa diam lebih lama lagi. Bisa-bisa adik nya mati ditangan Ayah nya sendiri. Tamparan tadi amatlah keras hingga menyebabkan sudut bibir Jiyeon berdarah, “jangan melukainya, kau bisa membunuhnya.”

“Jika itu bisa membuat nama keluarga menjadi baik, maka aku rela membunuh anak tidak berguna sepertinya.”

“YEOBO!” Nyonya Park tampak gusar melihat pertengkaran suami dan anak nya, ia segera menarik lengan sang suami untuk menenangkan, tapi tuan Park justru menepis kasar.

“Aku kecewa karena gagal mendidik anak, dulu Baekhyun yang mencoreng nama baik keluarga. Sekarang kau Park Jiyeon! KALIAN TIDAK BERGUNA!”

“KALIAN SENDIRI LEBIH SIBUK MENGURUS PERUSAHAAN DIBANDING KAMI!” Teriak Baekhyun yang emosinya ikut tersulut, Baekhyun terus memeluk Jiyeon yang masih terisak sembari tangannya terus memegang pipi yang terkena tampar tadi. Bahkan cetakan tangan berwarna merah terlihat jelas di pipinya yang putih seperti porselin.

“Cukup! Aku tidak ingin mendengar apapun!”

“Kau egois! Kau menyalahkan kami, tapi kau sendiri tidak mau disalahkan.”

PLAK!

“AKU BILANG CUKUP!”

“YEOBO!”

“APPA CUKUP!!” Kali ini Jiyeon yang berteriak untuk membela Baekhyun, kepalanya terasa pening. Jiyeon sangat mencemaskan keadaan Sulli dan Suzy saat ini, tapi ternyata Ayah nya justru membuat perasaan Jiyeon makin hancur.

“Kau bahkan tidak pernah tau apa yang kami mau, kau selalu menjunjung tinggi nama baik…euugghh, kau..eungh.. kau bahkan selalu mengabaikan kami. Eungg… kami merasa terbuang.”

“Chagiyaa~” Nyonya Park menangis mendengar pengakuan Jiyeon, ia tidak pernah berpikir jika anak-anak nya tersiksa karena dia dan suami nya tipikal penggila kerja. Yang Nyonya Park pikir, dia bekerja agar anak-anaknya bahagia. Sekarang dia tau, materi tidak menjamin kebahagiaan anak.

“Tidak usah drama! Kau akan aku kirim ke Los Angeles.”

“ANIYA!!! APPA AKU TIDAK MAU!!”

Tuan Park menulikan pendengarannya, yang dilakukan pria paruh baya itu adalah menyeret Jiyeon menaiki tangga dan menguncinya di kamar. Mengabaikan amukan Baekhyun dan protesan Nyonya Park.

“APPA BUKA PINTUNYA!!!”

DUK

DUK

DUK

DUK

“APPA!!!! AKU TIDAK MAU PERGI! AKU MAU BERSAMA SAHABAT-SAHABAT KU! APPAAAAAAAAAA!”

“Appa..aku eungghhh…tidak mau..eungghhh.”

Duk

Duk

Suara gedoran pintu perlahan memelan seiring teriakan Jiyeon yang juga ikut memelan, gadis itu merasakan lutut nya lemas hingga ia hanya bisa terduduk sambil menyender di pintu, sesekali Jiyeon kembali mengetuk pintu walau hanya menciptakan suara tidak berarti.

“Appa…euugghhh.”

.
.
.
.
.
.
.

“Bagaimana keadaannya?”

“Kritis, pasien terlalu banyak mengkonsumsi obat.”

“Brengsek!”

Yoseop diam tanpa ekspresi berarti, tidak pernah ada dipikirannya jika acara yang dia nanti berubah menjadi tragedi seperti ini. Walau bukan tragedi berdarah seperti di film laga, tapi kejadian yang ia alami sukses membuat perasaannya tercabik-cabik.

Melihat Ayah Sulli yang murka karena sang Anak terjerumus ke dalam narkoba lantas membuat pria imut itu mendecih sinis, tangannya terkepal menahan kesal.

Bruk!

“INI SEMUA KARENA KAU SELALU MEMAKSA NYA UNTUK SEMPURNA!”

“YOSEOP!!”

Teriakan sang Ayah tidak membuat Yoseop takut, bahkan pria itu semakin berani menatap mata Ayah Sulli yang sudah terjatuh dengan luka robek di bagian bibir, “kau yang menyebabkan Sulli seperti ini, HARUSNYA KAU YANG DISALAHKAN!”

BRUKK!

Kembali pukulan lebih kencang Yoseop berikan sehingga menciptakan suara gaduh dilorong rumah sakit. Ayah Sulli masih terduduk tanpa perlawanan, sementara Ayah Yoseop menarik tangan pria itu untuk menjauh.

Ditepisnya tangan sang Ayah tanpa menghilangkan kontak mata dengan Ayah Sulli, “jika terjadi sesuatu dengan Sulli, aku tidak segan-segan menghancurkan mu. Ah.jus.si..” ancaman itu menjadi kalimat terakhir sebelum Yoseop pergi untuk menenangkan diri.

.
.
.
.
.
.

“Bae Suzy!!”

“MAU APA KAU? Mau menghina ku juga?”

“Ani.”

Taecyeon mungkin tidak tau atas dasar apa ia mengejar Suzy saat melihat wanita itu pergi, dia hanya merasa suasana di ballroom tidaklah menarik. Dan mengejar Suzy mungkin bisa membuat suasana membaik. Tapi apa yang di maksud? Taecyeon bahkan tidak tau apa yang bisa membuat suasana membaik tersebut.

Melihat Suzy yang cerewet dan menggoda mungkin menjadi hal biasa baginya, mengingat selama ini mereka selalu bersama walau hanya sebatas –hubungan ranjang, tapi mereka selalu bertukar pikiran setelahnya.

Malam ini, melihat Suzy terlihat frustasi dan kacau membuat hatinya tergerak untuk mengikuti wanita tersebut.

“Kau payah,” cibir Taecyeon.

Suzy tidak merespon seperti biasa, latar belakang suasana tempat parkir menjadi tempat mereka bicara saat ini. “Begitu saja sudah kalah.”

“Tutup mulut mu!”

“Kau tidak cocok bersahabat dengan Jiyeon.”

Wanita itu melotot kearah Taecyeon, seakan Jiyeon sangatlah sensitip untuk disebut untuk saat ini, “ini semua karena dia! Karena dia poto ku terpajang seperti itu.”

“Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi aku yakin yang kau maksud jika Jiyeon melakukan itu demi kebaikan mu.”

Tiba-tiba Suzy merasa sedang menonton potongan-potongan memori lewat pikirannya. Dimana Jiyeon yang memarahinya karena hobi nya, bertengkar karena Jiyeon memikirkan kondisinya, disaat Jiyeon selalu membela dirinya saat semua siswi mencibir dan mengatakan bahwa ia wanita murahan. Jiyeon selalu ada, Jiyeon yang selalu menemani Suzy di masa-masa sulit.

Jiyeon melawan Ibu nya juga demi kebaikan dirinya, agar ia bisa terbebas, agar ia bisa lepas dari dosa yang lebih besar. Mungkin, hal tadi adalah sedikit pembalasan atas dosa yang ia perbuat selama ini.

Suzy terisak, tidak seharusnya ia membenci sahabat yang begitu menyanyanginya. “A..aku..AAHHHHHHH!”

Grep!

Taecyeon tidak pernah tau bagaimana cara menenangkan seorang wanita yang sedang menangis, tapi dia sering menyaksikan adegan melankolis para remaja saat sedang bertengkar. Dia sendiri tidak tega melihat Suzy berteriak sefrustasi itu sambil menjambak rambutnya.

“Tetap jadi dirimu, aku yakin sahabat-sahabat mu akan sedih jika melihat mu seperti ini.”

“Aku..eunggg..aku tidak sanggup kesekolah besok..aku….eung, eung..aku tidak suka tatapan orang-orang.. eunggg..”

“Mereka hanya manusia munafik, mereka bahkan pernah melakukan hal yang sama. Kau tidak ingat siapa aku? Aku juga pria jalang yang hobinya meniduri para wanita di luar sana.”

“Tapi mereka tidak tau kau melakukan itu, kau tidak merasakan bagaimana malu nya jadi diri ku. Tubuh telanjangku yang di tonton puluhan orang!!! Aku bahkan yakin itu akan menjadi hot topic besok! Haaahhhhhhh.” Teriak Suzy setelah menuntuskan kalimat dalam satu tarikan napas, wanita itu merasa dadanya sangat sesak.

“Tapi kau memiliki sahabat yang setia, buat apa memikirkan orang lain. Mereka hanya makhluk sotoy yang bahkan belum tentu lebih baik dari kita. Aku sebagai pria jalang siap membantu wanita jalang kapan saja.”

Taecyeon melepaskan pelukannya dan menepuk-nepuk dada nya bangga, pria itu kemudian menarik sudut bibir Suzy hingga menciptakan sebuah lengkungan bulan sabit, “jelek, ayo semangat!”

Malam itu, Suzy merasakan hatinya menghangat ditengah dinginnya angin malam.

.
.
.
.
.
.

“Aku tidak tau jika dibalik kenakalan mereka, mereka memiliki masa lalu seperti itu….”

“….aku juga bersyukur pada Tuhan karena masalahmu sudah terangkat.”

Krystal tersenyum tipis sambil menggosokkan badannya sesekali karena udara yang terasa menusuk kulitnya.

“Pakai ini,” kata Taemin sembari menyampirkan tuxedo miliknya ke bahu Krystal. Harum cytrus langsung tercium saat Krystal diam-diam menghirup wangi parfum Taemin.

Bagi Krystal, bertemu Taemin adalah sebuah anugrah. Saat itu ia sedang berada di apotik untuk membeli obat demam Hara, dan bodohnya Krystal lupa membawa uang. Disaat panik seperti itu, Taemin datang seperti pahlawan dalam drama yang sudah di tulis dalam skenario buatan manusia. Tapi nyatanya, Taemin datang seperti pahlawan di kehidupan nyata yang sudah ditulis dalam garis takdir oleh sang pencipta.

Setelah itu, ada pertemuan kedua yang membuat mereka berkenalan. Pertemuan ketiga, saat ini. Saat Taemin mendengarkan keluh kesah Krystal.

“Aku ingin membantu mereka seperti mereka membantu ku.”

Taemin mengusap kepala Krystal membuat gadis tersebut merona malu, “aku juga mau membantu, apalagi Suzy, Sulli dan si nenek sihir Jiyeon itu adalah teman sekelas ku juga.”

“Nenek sihir?”

“Ya, mulutnya itu seakan memiliki mantra jahat yang bisa membuat ku ingin menelannya hidup-hidup.”

Krystal terkekeh mendengar julukan baru Jiyeon, salah gadis itu sih.. salah mulutnya lebih tepatnya. Tapi biar begitu, nenek sihir seperti Jiyeon lah yang dibutuhkan untuk memaki orang-orang menyebalkan macam Ibu Suzy.

Pria berambut blonde itu berdiri dan menyodorkan tangannya kearah Krystal, gadis itu mendongak dan hanya memperhatikan tangan besar Taemin dalam diam, “ayo jenguk Sulli.” Lantas Krystal tersenyum dan menyambut uluran tangan Taemin, “kajja.”

.
.
.
.
.
.

“Aku tau perasaan mu, tapi bisakah kau tenang?” Jenuh Siwon, sejak pulang dari pesta Minho sangat uring-uringan. Yang dia lakukan hanya mondar-mandir tidak jelas, sesekali menjambak rambutnya dan berterik memanggil Jiyeon.

“Bagaimana aku bisa tenang kak? Aku tidak tau bagaimana keadaan Jiyeon sekarang. Aku tidak bisa melihat Jiyeon seperti tadi, aku harus melindunginya kak.”

“Ada Baekhyun, aku juga yakin Ahjussi Park tidak akan menyakiti Jiyeon.”

“KAU TAU DARI MANA? AKU LIHAT SENDIRI TADI DIA MENAMPAR JIYEON!!”

Siwon meringis sendiri, Minho sangat seram jika sedang marah. “Aku punya alamat Jiyeon jika kau mau.”

Siwon berani bersumpah jika tadi ia melihat Minho sedikit sumringah, “dimana kak?”

“Tidak sekarang, besok.”

“KAK!”

“Besok atau tidak sama sekali!”

“Kau! Menyebalkan.” Minho menuding Siwon lalu kembali menjambak rambutnya frustasi, dan Siwon kembali harus menelan ludah saat Minho menatapnya marah.

“Tinggal tunggu besok kenapa sih? Tenangkan dulu pikiran mu.”

“Tapi aku ingin bertemu Jiyeon sekarang kak..”

“Be.sok.”

BRAK

Kabur adalah pilihan yang tepat jika Minho sudah tidak terkontrol seperti ini.

“MATI KAU KAK!!”

                              School Life

“APPA AKU TIDAK MAU KE LA!!” jeritan histeris Jiyeon menjadi pengiring dirinya saat sang Ayah menyeretnya untuk masuk kedalam mobil. Mata gadis itu sangat sembab dan hidungnya menjadi lebar menandakan jika ia tertidur sambil menangis semalaman, terlebih pagi-pagi sekali sang Ayah menyeret nya untuk segera di kirim ke LA.

Baekhyun hanya bisa pasrah dibelakang, semalam ia bertengkar dengan sang Ayah saat Jiyeon dikurung di dalam kamar. Tidak ada toleransi, dan Baekhyun tidak bisa bertindak apapun.

Kakak dari Jiyeon ini hanya menurut saat Ayah nya juga menyuruhnya untuk pergi ke LA.

“Aku mohon….eungg appa… aku mau sahabat ku…eunggg appa…aku mohon..”

Nyonya Park tidak sanggup melihat keadaan putrinya seperti ini, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“Mereka tidak pantas menjadi sahabat mu! Mereka rusak Park Jiyeon!”

“MEREKA SAHABAT TERBAIKKU!!!”

Bahkan saat Ayahnya menarik tangannya yang di perban, Jiyeon tidak merasakan sakit sama sekali. Hatinya jauh lebih sakit.

PLAK!

“Masuk!!”

“Aniya!!!”

Tuan Park terus memaksa Jiyeon untuk masuk, tapi Jiyeon justru menolak dan menahan tangannya di sisi mobil agar tidak bisa masuk. Apa begini akhirnya? Jiyeon bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk sahabatnya. Meninggalkan Suzy dan Sulli dalam keadaan seperti ini membuat batin Jiyeon menjerit keras.

Susah senang mereka lalui bersama, tapi Jiyeon merasa seperti pengkhianat kini. Jiyeon ingat bagaimana mereka sebisa mungkin menghibur Jiyeon saat-saat masa tersulitnya, mereka tidak pernah absen untuk menjenguk di rumah sakit jiwa, bahkan kala Jiyeon melempar mereka dengan benda-benda yang ada disekitar, berteriak dan menyuruh mereka pergi. Tapi Suzy, Sulli dan Krystal selalu meyakinkan dirinya bahwa mereka tidak jahat, mereka bersahabat. Mereka yang selalu merawat Jiyeon, orang tua nya justru lebih memilih pergi keluar negri untuk sebuah bisnis besar.

Sekarang…Sulli dirumah sakit, Suzy menanggung malu yang Jiyeon sendiri tidak ingin membayangkannya. Apa dia tega meninggalkan kedua sahabat nya yang dalam masa sulit? Jiyeon menolak keras.

“ANIYAAAA AKU MAU SAHABAT KU!!!!!!!!!”

“Ji…yeon?”

Semua menoleh ke sumber suara. Minho, Minho berdiri sambil menatap tidak percaya keadaan Jiyeon.

“Minho!!! Minho tolong, aku tidak ingin pergi!!!”

“MASUK!!!”

“AHJUSSI BERHENTI!”

Nyatanya kekuatan Minho kalah jika harus berhadapan dengan empat bodyguard bertubuh besar.

“LEPAS BRENGSEK!!!”

“BAEKHYUN!!! KENAPA KAU DIAM SAJA? BANTU JIYEON PALLI!!!” Jerit Minho, satu-satunya harapan Minho saat ini hanya Baekhyun. Tapi Baekhyun malah buang muka dan lebih memilih masuk kedalam mobil saat Jiyeon sudah berhasil dibawa masuk kedalam mobil.

“BRENGSEK!!”

Minho terus mengumpat dan memberontak, begitu mobil Jiyeon melaju cepat melewatinya begitu saja. Amarah Minho memuncak hingga bisa menyingkirkan keempat pria besar tadi.

Kenapa tidak dari tadi saja kau keluar kekuatan brengsek!

“JIYEON-AH!!!!”

Feeling sad by lee joon menjadi pengiring saat Minho berlari untuk mengejar mobil Jiyeon, baru kali ini Minho dibuat pusing karena cinta. Ini cinta pertama Minho, tapi terasa sangat menyakitkan.

Jiyeon yang mengajarkan Minho berbagai ekspresi, Jiyeon juga yang membuat Minho ingin selalu berada disampingnya, menjaganya dan tidak ingin menyakitinya. Semenjak mengenal Jiyeon, Minho jadi tidak tertarik menyakiti wanita lagi. Jiyeon menjadi titik fokusnya.

Jiyeon

Jiyeon

Jiyeon

Semua tentang Jiyeon.

Jiyeon

Jiyeon

Jiyeon

Otaknya hanya ada Jiyeon.

Apa ini sebuah pembalasan atas suatu perbuatan? Jika pembalasannya menyakitkan seperti ini. Maka Minho menyesal telah melakukan kesalahan.

Minho memukul marah udara di sekitarnya, pertama kalinya Minho menangis karena perempuan.

Sekali lagi, itu semua karena Jiyeon.

Udara dingin angin pagi ditambah cuaca mendung membuat Minho semakin merasa melow, anak-anak rambutnya acak-acakan akibat tiupan nakal angin.

Sret

Selembar kertas menampar wajahnya. Minho mengernyit, ada satu nama yang membuat Minho mengurungkan niat nya untuk membuang kertas tersebut.

Itu dari Jiyeon, apa Jiyeon sengaja?

Dan isinya berhasil membuat Minho kembali menangis.

Tbc.

A/N: kok makin kesini yang ngasih respon makin dikit ya? Kualitas nya makin buruk? Beda banget sama pas awal, banyak yg ngerespon. Gue merasa gagal sebagai author /plak\. Dan itu bikin gue baper berhari-hari. ENGGA DENG! gua baper grgr masalah t-ara yang gaada kelarnya. Kesel tcoy sama orang yang gatau apa-apa tapi ikut komentar. Gue juga niatnya mau debat tuh sama fans 1D *ups* gajadi kok tenang, temen gue directioners soalnya. Jadi gua cuma bisa maki dalam hati. Sedih gasih lo T.T

Dan…KENAPA DENGAN KKS? gilaaa gua emosi abis kalo baca berita tentang tuh makhluk. Byebye deh buat DIA, go away! *maap yak buat fans dia* intinya tiap hari gue ngerasa di setrum jutaan volt tiap kali buka tl..edaannnn pasti ada aja masalah baru. Lelah hayati, butuh pelukan mesra abang jungkook! (Bacodlosis)

Oiya, diatas banyak adegan teriak2 nya. Sebenernya itu sedikit luapan dari emosi gue yg terpendam😂

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

36 thoughts on “10. School Life (New Vers)

  1. aduhhh gila ayahnya jiyeon tega bngett ,,
    si baekhyun lgi malah diem aja jdi pngen ngegetok dia 😦
    pdhal pas awal2 mreka happy smua apalgi minho yg merhatiin bnget jiyeon smpai masalah pulpen doang jga dia merhatiin..
    minho udah kena krmanya dia g bisa berpaling dri jiyeon,,
    dan semoga minho bisa nyelametin jiyeon biar dia g pergi ke LA
    ditunggu next prtnya,,

  2. Ayok minho buktiin ke jiyeon klo kamu itu ga kyk myungsoo
    Duh masalah mereka ga ada abis2nya, tp udh ada titik terang buat couple masing2 yee haha
    Ortunya jiyeon jahat iisshh gemes liatnya
    Duh sama bgt thor aku juga rasanya klo buka tl jadi takut2, bkin deg2an deh baca tl
    Masalah buat t-ara ada aja, perasaan mereka ga pernah macem2 tp ada aja, apalg yg masalah fansite para dot kecuali jingdot sama eunchanet
    Fansite soyeon malah bener2 off sekarang parah yaa, mereka org terdekat malah kyk gitu
    Yg terbaik lah buat uri t-ara, ga sabar nunggu web drama mereka spesialnya sih uri dino
    Oke next part ff ini d tunggu yaa, fighting!!!

  3. kmvrt lah itu bapaknya jiyeon -_- ini si baekhyun diem aja lagi kan kesyel liatnya :v wkwkwk ini cuman aku kali ya yg ngakak sama scene suzy taecyeon xD yg bagian pria jalang dan wanita jalang yg akan saling mendukung 😀 wkwkwkwk next thor yg cepet 😀

  4. si minho kena krma ampe mwek.gtu….
    heol mslh mrk bgtu pelik tpi pasti ada hal baik yg datang. mrk masi remaja, yg perlu bimbingn orgtua luar dalamnya. disaat sudh sperti ini, knp org dws tdk bisa introspeksi dri dn mlah menylhkn yg lainnya. smg mrk smua bisa ngelaluin ini smua… smgt jiyeon cs.

  5. Siapa bilang kualitasnya makin buruj, makin seeeerrrrrruuuuuuu lohh, saeng..
    Jujur eonni sampe meneteskan airmata baca part ini, gak tau kenapa bisa keluar airmata, mungkin eonni sakit mata wkwkwk
    Eonni seneng banget pas buka blog kamu, ff nya baru keluar 2 jam lalu, biasanya eonni kelewatan sampe satu hari hahaha
    Eh eh eh, apa yang dikasih jiyeon ke minho yaa ??
    Surat cintaa ??
    Ahhh eonni makin penasaran nihh..
    Sabar ya saeng, eonni juga sedih sih liat masalah t-ara sekarang, ditambah lagi masalah suju, udah deh pusying pala mariposa langsungg..
    Semua udah dapet pasangan masing masing ya, tinggal jiyeon yang menegaskan hubungannya bareng minhoo hahaha
    Oh tuhan, jangan sampe jiyi pegi ke LA, kasian ntar bang minho menduda..
    Update secepatnya ya, saeng..
    Tetap semangat, fighting ^^

  6. Aigo sedih bngt bcax.. hikz gmn nasib uri jiyi? Eomma suzy bnr2 biadab.. minho ngs apa dy udh tau jiyi jg cinta pdnya? Mdh2an minho bs prthnin jiyi buat ga pergi dgn bntuan appax ne? Jebal.. NEXT nya dong huhuhu

  7. bagus diawal-awal ni part buat kesengsem dg kelakuan minho yg seperti pangeran berkuda putih..
    eh ditengah-tengah sampe akhir menitikkan air mata..hiks hiks nangis bombay deh
    tenang saeng masalah t ara udah kelar hanya salam paham..nah sekarang t ara udah final skrg vs beyonce..bantuin vote ya beda tipis lho..
    ya q bertanya juga ada apa dg kks?apa dia lelah karna knetz yg kurang asem..

  8. appa nya jiyeon egois banget dan keras kepala..udah salah tetep gak peduli sama anak nya..beneran jiyeon bakal ke LA T_T
    minho-ya cegah kali jangan diam aja 😥
    next ^^

  9. Baekhyun kenapa diem aja ‘
    jiyeon semoga aja gak jadi pergi.
    Gagal gagal gagal
    apa yg di baxa minho? Ampe dia mewek
    nextt chingu

  10. Yahhhh terus nasibnya Jiyeon-Minho gimana?? Suzy, Sulli, sama Krystal pelan-pelan udah ada sandaran hatinya xD penasaran sama isi kertas yg bisa bikin Minho nangis itu… Next nya jangan kelamaan ya eonni 😀

  11. ayah nya jiyi jahat bgt sih, tega bgt mukulin anaknya sendiri. mana gak sadar lagi sama kesalahannya yg gak pernah merhatiin jiyi sama baekhyun. ini malah pake ngirim jiyi ke LA segala. baekhyun kok diem aja sihh?? bukannya bantu jiyi 😦
    trus keadaan sulli gmna itu yakk??
    yoseop kerennn berani mukul ayah nya sulli. wkwkwk
    untung ada taecyeon yg ngehibur suzy, jadi suzy gak sedih sendirian di parkiran.
    minhooo ayokk semangat buat bebasin jiyi dari paksaan ayah nya. apa ya kira2 isi surat jiyi? penasaran bgt sama isinya 🙂

  12. Keren…keren… Ayahnya jiyeon tega banget sih… Minho kamu sabar ya… Dan semoga jiyeon ga pergi ke LA.. Mendingan ke hati aku #plak #abaikan… Ditunggu next partnya 😀

  13. Astaga ahjussi park tdk bisa kah jngn egois gitu…semoga masalah para sahabat ini bisa cepat beres. Penasaran sama isi surat dr jiyeon.next next next!

  14. Jiyeon jangan jdi k LA dong,, kasihaaan minppa 😢😣
    kykny udh mo end ya, semuany udh kelar nih problem ny tinggal d beresin ,, minji bersatu dong ya thor 🙏🙏🙏

  15. Sumpah yahhh sebel bgt sma sikapnya baekhyun yg diem doang. Harusnya tuh dia bawa jiyeon kabur ato apalah kwkwkwkw, tp seru sueeerrr dehh thorr. Gw aja smpe pegel nih mata gara” keasikan baca kwwkwkw

  16. ;( ya tuhan 4 sahabat ini lagi ” di uji,sulli lagi kritis,suzy pasti depresi banget.jiyeon ya ampun sedih bangetf,pengen ta hajar aja itu appa nya..dia kaga tau yng selama ini deket ma jiyeon ,yng selalu ada buat jiyeon adalah sahabat”kira” apa yng ditulis jiyeon untuk minho??.semoga minho bisa mencegah jiyeon ke LA..masalah t-ara ga pernah ada habis nya..sedih baca nya ,,semoga t-ara di beri ke kuatan,dan semakin kompak..aku ga suka ma kks dari awal scandal t-ara,buat t-ara fighting.baby dino fighting,,

  17. Kok ngakak ya pas bagian ini Aku sebagai pria jalang siap membantu wanita jalang kapan saja. Wkwk xD
    Awalnya romance banget tapi endingnya sedih :” itu juga ayahnya Jiyeon sama ibunya Suzy tega banget sama anak sendiri -_- . Dan Baekhyun kenapa diem aja ishh geregetan gue, jangan sampe Jiyeon ke LA . Minho sampe nangis gitu saking cintanya sama Jiyeon, Minho lakukan apapun demi cinta pertamamu ya:3 . Ehh itu kertas apa ya? Surat cinta ya ❤

  18. ahh daebakk , masalah nya lg kompleks bgt
    gk keduga jg appa jiyeon marah trus bawa jiyeon pergi , ahh gmna ma suzy sulli yg lg kritis duhh kasian jiyeon merasa bersalah bgt pasti
    aihh kesel sama tu aappa jiyeon , baekhyun jg diem aja
    minho tolong jiyeon donk ,
    huh bikin emosi jg nih

    eits utk t ara pasti selalu ada cobaan , Queen’s mah always sabar dan ngedukung apapun itu .
    member t ara ttp semangat tuh , tambah baahagia kyk nya byk job lg . t ara bersinar lagi aminn

    next chapter donk saeng , fighting

  19. Omooo
    Kenapa appa jiyeon kejam banget:(
    Kesian sekali jiyeon
    Kenapa jiyeon harus ke LA
    Persahabatan mereka diuji terus menerus
    Aigoo minho mungknkah ini karma?
    Kenapa jiyeon dan minho berpisah:(
    Sabar yah minho:(
    Pokoknya ditunggu next chapter fighting&Hwaiting!!

  20. Oh God….!
    Sedih banget bayangin keadaan jiyeon unni,,
    sampek ikut nangis,,
    next thor,,,! Jgn Lma2 ya,,
    please…..!!!

  21. Di part ini semua konflik serasa mencuat
    Dan yg udh aman sebenernya cuma krystal
    Aduhhhh part ini penuh sama emosiii dan bikin gregetan bgt
    Selain semua konflik mencuat di part ini juga mulai terbentuk couple2 nih

    Anyway… aku sukaaaaa bgt sama sikap minho ke jiyeon ><
    Sweetttttt bgt dy ^^

  22. Appa Jiyi jahat banget weh,, padahal pan dia juga gx pernah ngasih perhatian n kasih sayang ke anak²nya.
    Jiyi bisa kabur gx tuh?
    Sulli cepet sembuh,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s