Posted in E N I G M A

1. E N I G M A : Monster

Tes


Tes


Tes

Hujan itu masih terus bunyi rintik-rintik membasahi bumi, menciptakan lembab dan aroma tanah yang menguar sedap.

Drap

Drap

Drap

Lari.. Terus berlari tanpa ingin menoleh. Rasanya sakit, sesak, begitu gundah.

Tidak!

Ia tidak ingin menoleh ke belakang. Hanya ada luka di sana, ia hanya harus menatap ke depan mengabaikan terpaan angin badai yang menghantam keras wajahnya. Tak apa, tak sebanding dengan rasa sakitnya. Ah, tak sedingin juga hatinya yang kini mulai membeku.

Ia adalah monster. Ia benci mengakui dirinya sendiri. Bodoh jika orang bilang bahwa gadis ini adalah jelmaan Malaikat. Che, yang benar saja. Rupanya memang menawan, rambut dark coklat panjang yang sehalus sutra membingkai wajah tirusnya yang ayu, iris hazel berkilau menampilkan sosok tangguh berani begitu menyelaminya lebih dalam. Dan lihatlah kulit putih pualam sepaket dengan bentuk tubuhnya yang proposional. Ia adalah gambaran makhluk Tuhan yang nyaris sempurna.

Drap

Drap

Wajah ketakutan itu..

Drap

Teriakan histeris..

Tidak!

Lupakan.

Drap

Drap

Drap

Drap

Monster!

Hujan semakin lebat disertai kilat yang saling bersahut. Anginpun semakin kejam menerjang pohon hingga menyebabkan beberapa yang tumbang.

“Aaahh!”

Dan terjadilah badai paling besar di Incheon pada Rabu malam tepat jam sembilan malam.

.

E N I G M A

.

Specially for Exo-l and Queen’s (1st JiXo fanfiction)

Special pairing : Jiyeon – Sehun or other? Maybe.

Timeline : age : 16 years old.

.

“Oh bagus, kita akan pindah ke Seoul sekarang.” Kai si pria dengan surai pirang platinanya mulai mengeluh, walau tak benar-benar mengeluh. Ia hanya ingin mencairkan suasana, –sebenarnya. Melihat bagaimana saudara –bukan sekandungnya lebih banyak diam akhir-akhir ini. Hilang sudah keceriaan di rumah mereka, pikirnya sendu.

Suho yang kini sedang membereskan pakaiannya mulai melirik. “Ow, bukankah kau senang? Aku dengar para gadis Seoul cantik-cantik,” katanya di sertai nada godaan. Kai tersenyum kemudian, syukurlah, batinnya. “Ya, dan lihat saja aku akan mengencani sedikitnya empat gadis dalam satu minggu.”

“Aw!” Kai menatap tajam pria jangkung yang baru saja masuk dan melemparinya dengan bantal guling. “Benar-benar! Kau bisa membuat hidung seksiku bengkak, Merah.”

“Berhentilah jadi playboy, Violet,” ketus Chanyeol, Si Pria Jangkung. Kai mendengus jijik sementara Suho terkikik geli disela-sela kegiatannya memasukkan baju.

“Oh ayolah, aku benci panggilan itu. Panggil saja aku Si Jenius Teleportasi.”

“Dan orang akan lebih dulu mati sebelum selesai memanggil namamu.”

“Ganti, Lord Kai? Itu keren.”

Suho dan Chanyeol kompak mengernyit jijik. “Dalam mimpimu, Tuan Berkhayal,” sahut Suho tak sudi.

“Ya, ya.. Aku paham kalian iri.” Jeda sebentar melihat kondisi rumah yang sepi, Kai menatap Chanyeol serius kali ini. “Di mana yang lain?”

Chanyeol menghela napas sebentar kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur, kedua tangannya dibentuk silang sebagai bantalan pada bawah kepala. Matanya menatap hampa langit-langit kamar. “Bersiap-siap. Baekhyun dan Kyungsoo sedang membantu ayah merapihkan laboratorium. Sehun dan Chen sedang mengecek kondisi mobil.”

“Jiyeon?” Suho bertanya hati-hati.

Chanyeol menggeleng pasrah. “Ibu sedang menemaninya di kamar. Kau tahu? Tadi aku dan Sehun mengeceknya, dan itu benar-benar buruk.”

“Aku sudah melihat beritanya di tv tadi.”

“Sangat parah,” sahut Kai merespon ucapan Suho.

“Itu sebabnya Ayah memutuskan untuk pindah ke Seoul. Di sana banyak kenalan ayah dan ibu yang bisa membantu. Aku dengar pemilik sekolah baru kita itu bibi Kahi.”

“Wah benarkah? Kita akan sekolah di Seoul International High School, kan? Waw, benar-benar waw. Di sana banyak sekali gadis seksi.”

Suho menggeleng maklum. “Dan tunggu sampai bibi menjadikanmu batu,” ucapnya menakuti. Kai melotot ngeri seolah mengingat sesuatu, bahunya yang semula tegak tiba-tiba merosot disertai ekspresi lesu. “Aku lupa dia itu Medusa. Tatapannya membuatku ngeri.”

“Oh, aku pikir kau tidak takut. kau kan Lord Kai yang Agung, ewh.” Chanyeol mulai mencemooh.

“Takut? Yang benar saja! Aku tidak takut, hanya ngeri. Takut dan ngeri itu beda jika kau tak tahu.”

“Percuma bicara dengan orang tolol macam si Violet, yang ada kau bisa ikut-ikut tolol, Chanyeol.”

“Sialan kau, Biru. Dan –hey.. Berhenti panggil aku Violet. Panggil aku Lord Kai.” Kai duduk tegak sambil menepuk-nepuk dadanya bangga.

“Tidak cocok, daripada Lord Kai, Lord Sehun lebih pantas.”

Kai cemberut sementara Suho mulai cekikikan. “Dasar butler! Kau itu kan memang selalu pemuja Sehun. Kau hanya iri padaku, Merah.”

“Terima sajalah. Dari dulu juga semua gadis hanya melirik Sehun. Sekalinya melirikmu ujung-ujungnya juga minta nomor Sehun, kan?”

“Sok tampan, Sehun itu!” Dumel Kai tak terima.

“Siapa yang sok tampan?”

ketiga pria itu serempak menoleh ke pintu melihat sosok jangkung dengan jeans panjang dipadu t-shirt putih v neck berdiri pongah sambil melipat kedua tangannya di depan dada, rambut hitam pekatnya acak-acakan dengan poni terbelah dua yang nyaris mengenai matanya. Suho menggigit pipi dalamnya berusaha keras menahan tawa melihat wajah Kai yang mulai keringat dingin sementara Chanyeol menyeringai membuat Kai panik. Rasanya ia ingin teleportasi sekarang juga ke kutub utara, setidaknya di sana jauh lebih hangat di banding tatapan Sehun.

“Aku bilang Suho itu sok tampan. Padahal kau lebih tampan, dasar si Suho itu,” kilah Kai. Sudut bibir Suho berkedut disaat Chanyeol sudah cekikikan. Kai masih nyengir seolah tak berdosa. “Oh ayolah tatapanmu lebih mengerikan dari bibi Kahi, brother.”

“Cepat ke bawah, ada yang ayah mau bicarakan. Mengenai Si Abu-Abu dan Si Putih.”

Chanyeol langsung bangun dari tidurnya. “Sudah ada petunjuk tentang mereka?”

Sehun mengangkat bahu cuek. “Ada kemungkinan mereka di Seoul. Paman Yoochun bisa merasakan keberadaan mereka. Dan juga,” Sehun mengambil nafas pelan sebelum melanjutkan. “Tentang berita di tv, ayah bilang jangan ada yang membahasnya di depan Jiyeon. Bibi Gyuri dan paman Zico sedang mengurus semuanya.”

“Aa, aku mengerti. Kami akan segera turun,” sahut Kai mewakili Chanyeol dan Suho yang hanya bisa diam menerawang. Sepertinya masalahnya memang sangat rumit jika para bibi dan paman mereka ikut turun tangan.

Sunyi. Rasanya sudah berapa lama ia berdiam diri? Ah, baru dua hari tiga malam. Tak ada lagi verba yang terucap, bahkan hanya sekedar ‘hn’ atau ‘hm’. Terlalu sulit –sekalipun untuk bernapas, ia akan mengeluarkan irama suram seperti tercekik begitu mencoba mengambil napas dalam. Dimana gerangan pronomina-nya? Lalu ia ingat kejadian pada rabu malam.

Kakinya kembali ditekuk, kepalanya tenggelam pada lipatan paha dan lutut, tangannya bergetar sambil memeluk kedua pergelangan kakinya. Tidak perduli dengan hujan lebat di luar, dan sedingin apa lantai tempatnya berpijak. Kamarnya gelap meski sinar bulan menembus jendela kaca tanpa tirai, ia hancur. Kemana gerangan canda tawa yang selalu keluar dari bibir mungil itu? Tak ada lagi guyonan dan tak ada lagi teguran. Yang ada hanya kebisuan.

Lantas, siapa yang harus disalahkan? Apa ia pernah punya pilihan untuk hidup seperti apa? Apa gadis ini yang meminta untuk terlahir sebagai monster? Kemudian kenangan masa lalu membuatnya tertawa sinis. Dongeng fairy tail yang selalu dibacakan ibunya, betapa ia ingin hidup di negeri dongeng penuh keajaiban dan sihir. Dan kenyataan itu lantas membuatnya menyesal. Untuk apa punya magic jika hanya akan menjadikannya seperti monster? Ayah dan ibunya pasti sedang kecewa di atas sana. Di zaman apa ia hidup sekarang sebenarnya? Kenapa semua orang di sekililingnya adalah makhluk aneh.

Nah, gadis itu mulai berpikir. Apa mereka sebenarnya? Apa mereka manusia? Oh, manusia super seperti Wonder women? Batmen? Tak masuk diakal. Kenapa tiba-tiba ia baru menyadari bahwa dia itu aneh? Selama ini gadis itu selalu bangga pada apa yang ia punya, ia selalu gembira begitu rambutnya berubah warna seperti pelangi saat ia bermain dengan magicnya. Ibunya –bukan kandung, Nana adalah seorang cenayang, Jaejoong ilmuan yang selalu memiliki penemuan gila. Seperti : membuat burung bisa bicara, yang benar saja! Atau yang lebih gilanya, Jaejoong pernah menemukan ramuan perkawinan silang. Pria itu pernah mencobanya pada burung dan nyamuk. Dan hasilnya : mengerikan. Burung itu nyaris seperti vampire, makhluk yang haus akan darah. Belum lagi para paman dan bibinya, mereka semua –termasuk Nana dan Jaejoong, sangat suka mempelajari buku-buku kuno, kekuatan supranaturan dan semacamnya. Mereka sangat tertarik mengenai magic, nenek buyut Nana adalah cenayang paling terkenal pada masanya.

Jika gadis itu lupa, ia juga tinggal bersama tujuh pria yang sama anehnya. Ia tak bisa membedakan antara yang nyata dan tidak.

Yang jelas, untuk saat ini…gadis itu yakin ini nyata, yang artinya: dia bukan manusia biasa.

“Jiyeon?”

Gadis itu masih tenggelam dalam pikiran kalutnya saat pintu kamarnya terbuka, cahaya lampu luar seketika menyeruak masuk kedalam kamarnya yang gelap. Untuk sesaat wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya itu hanya berdiri terpaku. Hujan di luar berubah menjadi badai dengan kilat saling menyahut, rambut gadis itu bersinar terang menampilkan warna pelangi, kontras dengan cuaca di luar. Jiyeon sudah tidak menenggelamkan wajahnya di lekukan paha dan lutut, ia hanya diam menatap keluar dengan pandangan kosong dan wajah pucat, tapi banyak emosi yang terkumpul dibalik mata hazelnya.

“Ya, Tuhan.” Nana buru-buru menghampiri Jiyeon, menangkup wajah pucat itu dengan kedua tangannya. Matanya terkejut saat melihat urat mata Jiyeon mulai berwarna kehitaman. “Sudah berapa lama kau menggunakan magic mu?” Nana menyesal karena terlalu larut dalam pembicaraan mengenai dua anak yang harus mereka temukan sebelum ditemukan oleh cenayang lain –cenayang dengan kekuatan hitamnya. Wanita itu buru-buru menyentuh kening Jiyeon yang sudah sedingin es.

“Hentikan,” katanya dengan lirih. Nana memeluk tubuh dingin itu berusaha membuatnya tenang sambil berusaha mentransfer energi positifnya ke tubuh gadis itu. “Hentikan, Jiyeon.. Kau akan terluka.”

“Aku melihatnya di tv.”

Nana menegang. “Oh sayang, jangan di pikirkan,” wanita itu melepas pelukannya kembali menangkup wajah Jiyeon, menatapnya dalam seolah mengatakan semuanya baik-baik saja. “Tidak apa-apa, oke? Semua akan kembali normal.”

“Mereka mati, kan?” Tatapan Jiyeon menyendu tapi tak menghilangkan urat hitam yang semakin berwarna pekat, di luar suara petir semakin terdengar kencang layaknya ledakan bom. “Aku sudah membunuh mereka, aku monster. Dia mati di tanganku sendiri.”

“Kau tidak sengaja, kau hanya tersudut dan itu pilihan terakhirmu. Tak apa, tak apa sayang.” Nana menangis kini, berusaha memeluk gadis menyedihkan di depannya. Tapi, Jiyeon mendorongnya kasar. Ia berdiri penuh kemarahan, hazelnya sudah berubah hitam dan semuanya, benar-benar hitam, tak ada lagi hazel berkilau serta putih bersinar, hanya ada hitam yang menguasai.

“Aku membunuhnya! Aku membunuh Minho!” Jiyeon menjerit, meraung histeris. Rambutnya semakin berkilau yang membuat sakit mata. Nana mencoba berdiri menenangkan gadis itu, tapi ia tak kuat. Rasa ketakutan membuatnya lemah. Ini bukan Jiyeon yang ia kenal, kemarahan menguasai tubuh malang gadis ini. Telapak tangannya terangkat mengarah pada Nana yang mulai menggigil ketakutan.

Bunuh

Hancurkan

Ia tertawa seperti orang gila, badannya mulai melayang. Jiyeon sepenuhnya sudah dikendalikan oleh alam bawah sadarnya. Hujan badai di luar semakin menggila, ingin memecahkan kaca yang saat ini menjadi tempat Nana bersandar. Jiyeon kembali tertawa sinting sampai kekutan lain menghantam punggungnya, sesuatu yang menyebabkan rusuknya remuk dan badannya lunglai, ia jatuh terjerembab menimpa badan Nana yang dengan sigap menangkapnya. Melalui pundak ringkih Jiyeon, Nana bisa melihat mata hijau Kyungsoo yang bersinar cerah dengan napas tersengal.

“Syukurlah,” Nana mengisak sambil memeluk Jiyeon. Wanita itu tak hentinya menciumi rambut Jiyeon yang sudah berubah menjadi pirang kecoklatan. Tepat setelahnya Jaejoong masuk membawa cairan digelas kaca. Kai dengan gesit membawa tubuh Jiyeon ke atas kasur, wajahnya pucat penuh keringat. Jaejoong mengambil alih, membuka sedikit mulut Jiyeon lalu meminumkan cairan berwarna jingga yang dibawanya.

“Tak sehebat, Healers. Tapi ramuan ini cukup untuk membuat rusuknya kembali utuh,” jelas Jaejoong tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Jiyeon yang mulai kembali bersemu merah, tak lagi pucat.

Nana tersenyum haru pada Kyungsoo. “Kerja bagus, nak,” katanya tulus. Kyungsoo hanya mengangguk tanpa ekspresi. “Jiyeon dalam kondisi tidak waspada, sehingga mudah bagiku untuk menyerang rusuk dan mengendalikannya,” jelasnya kemudian.

Sehun dan Chanyeol mengambil tempat di pinggir tempat tidur memperhatikan kondisi Jiyeon yang mulai tidur teratur. “Apa yang terjadi, bu?” Tanya Sehun pada Nana.

“Jiyeon melihat beritanya di tv, pastilah ia mencari tahu apa yang terjadi setelah kejadian pada Rabu malam. Ia sangat terpukul saat tahu Minho meninggal, ah maksudku, semua keluarga Choi.”

Suho memberikan Nana segelas air. “Terimakasih,” kata Nana tulus yang hanya dibalas anggukan singkat.

Jaejoong kemudian menatap Nana serius. “Apa kita harus meminta bantuan Zico untuk menghapus ingatannya?”

“Tidak.” Chen menyela. “Aku rasa itu bukan ide yang bagus. Jiyeon akan sangat marah jika tahu, lebih baik biarkan seperti ini. Berjalan dengan alami.”

Kyungsoo mengangguk. “Chen benar, lagipula ini adalah ujian untuknya. Ujian untuk bisa lebih mengendalikan diri. Biar bagaimanapun Jiyeon harus bisa mengontrol emosinya,” katanya bijak.

Jaejoong dan Nana saling lirik sebelum mengangguk. “Kalian benar, aku harap setelah ini, Jiyeon bisa lebih mengontrol diri.”

“Ayah jangan kawatir, kami akan menjaga Jiyeon dengan baik.” Baekhyun diam sebentar melirik Kyungsoo. “Kurasa ini tugas untuk seorang Earthlings, Kyungsoo jelas lebih mampu menggunakan magic controllingnya.”

“Ya, kau benar.” Jaejoong mengangguk setuju. Tatapannya kini mengarah pada Sehun yang sedang menggenggam tangan Jiyeon tanpa memalingkan tatapannya pada gadis itu, tatapannya mengandung banyak arti: sedih, menyesal dan marah. Jaejoong tak tahu apa yang membuat Sehun marah, ia hanya tahu bahwa Sehun sudah lama memperhatikan Jiyeon.

“Ini semua salahku, harusnya aku tidak mengenalkan Jiyeon pada Minho.” Sehun mulai bicara, tatapannya sendu. Ia menatap Jaejoong dan Nana penuh sesal.

“Bukan salahmu, dear.” Jaejoong berkata ke-bapak-an. “Ini sudah hukum alam.”

Sehun hanya menghela napasnya lalu keluar tanpa kata. Kai yang lebih dulu memecah keheningan. “Mungkin dia kebelet,” candanya asal. Chen menyenggol rusuknya berusaha menegur dan Kai hanya bisa nyengir kaku saat melihat semua mata menatapnya tajam.

Chanyeol menghela napasnya. “Ia hanya butuh ruang, biarkan saja.”

..

“Yeah! Gadis seksi, aku datang!” Seru Kai antusias begitu masuk mobil yang lebih mirip mini bus mewah, mobil hasil modifikasiย  Jaejoong dan Yoochun. Jaejoong sudah menyuruh orang lain untuk membawa seluruh barang mereka, termasuk tiga mobil mercy dan dua bugatti veyron. Mereka akan tinggal di distrik Gwanghamun, rumah lama Jaejoong dan Nana.

“Otakmu hanya penuh dengan gadis seksi.” Suho mencemooh saat menempati bangku kosong di samping Kai. “Bilang saja kau iri, aku paham sih, tak ada gadis yang betah denganmu. Kau terlalu membosankan.”

“Dan kaku.”

Kai bertos ria dengan Baekhyun yang duduk di depannya. “Halo, mate. Aku senang kau kembali.” Baekhyun tertawa melihat reaksi Kai yang terlalu berlebihan sementara Suho mendengus di sampingnya.

“Kau tahu sendiri, masalah akhir-akhir ini membuat kepalaku nyaris pecah.”

“Baru nyaris? Aku bisa benar-benar membuat kepalamu pecah,” sahut Chen, mengambil tempat di samping Baekhyun.

“Wuuuu~” Baekhyun dan Kai bergidik ngeri. Tak benar-benar ngeri, hanya cara mereka untuk mengejek. Di antara Suho, Kyungsoo, Kai, Sehun, Chen, Baekhyun, Chanyeol dan Jiyeon. Kai dan Baekhyun yang paling senang bercanda, dan Jiyeon adalah korban kejahilan mereka jika saja dalam kondisi normal. Mereka akan sama-sama membully –tak benar-bebar membully. Dan melihat cara Jiyeon mengeluh, wajah cemberut, pipi memerah membuat mereka puas. Dan biasanya, Nana akan menjewer mereka berdua, Jiyeon akan langsung mengejeknya dibalik punggung Nana. Ah betapa mereka merindukan saat-saat seperti itu.

Kai dan Baekhyun masih saling tertawa menggoda Suho serta Chen, mereka kadang membuat lelucon jayus yang membuat Suho gatal untuk menjitak kepala Kai yang terus bergerak-gerak menghalangi pandangannya. Mereka begitu rusuh bahkan saat Sehun dan Chanyeol sudah masuk ke dalam mobil. Dan seorang supir yang bersiap menyalakan mobil membuat Kai dan Baekhyun menghentikan tawanya.

“Dimana ayah, ibu, Kyungsoo dan Jiyeon?” Tanya Baekhyun sambil melihat keluar.

“Di van belakang,” kata Chanyeol malas. “Ibu sepakat bahwa berada satu mobil dengan anak-anak rusuh seperti kalian hanya akan membuat Jiyeon tambah tidak waras.”

“Oh, sialan kau Merah,” gerutu Kai tak senang. “Padahal aku sudah menyiapkan lelucon bagus yang bisa membuat Jiyeon tertawa.”

“Membuatnya menangis, lebih tepatnya.”

Kai menahan diri untuk tidak mencakar wajah mulus Baekhyun. Pria itu hanya menunjukkan mimik seakan siap memakan Baekhyun saat itu juga. “Dasar penghianat,” umpatnya sebal. Baekhyun menjulurkan lidah meledek Kai, lalu berpaling pada Chanyeol. “Dan kenapa Kyungsoo ikut di van, bukan di sini?” Tanyanya.

“Ayah bilang, Kyungsoo bisa membuat emosi Jiyeon tetap stabil. Jadi, ayah ingin Kyungsoo tidak jauh-jauh dari Jiyeon.”

“Oh! Pantas saja aura di sini sangat seram. Seperti akan ada badai dalam mobil,” heboh Kai. Matanya melotot pura-pura takut kearah Sehun, namun dimatanya justru tersirat kegelian saat Sehun hanya mendengus dan lebih memilih melipat tangannya di dada sambil memejamkan mata.

Chen yang sejak tadi telinganya sudah panas mendengar Kai yang terus-terusan berisik ditelinganya langsung membuat percikan panas yang mengelilingi tubuh saudaranya itu. “Aku harap kau diam,” katanya tajam. Suho segera menutup mulut Kai dengan lakban yang sudah ia siapkan saat pria itu mulai lengah. Chanyeol tak ketinggalan ia langsung mengambil tali tambang dan langsung mengikat tubuh malang Kai. Sejujurnya, Suho, Chen dan Chanyeol sudah merencanakannya semalam demi menikmati perjalanan yang tenang.

Kai melotot setelah kesadaran sudah mulai pulih, ia memberontak tapi Suho mengunci tubuhnya dengan magicnya. Tubuh nya tak bisa bergerak karena air yang seolah memenjarakannya. Baekhyun melihat penuh kengerian. Ia buru-buru melipat mulutnya tak ingin nyari gara-gara. Saudaranya memang sangat kejam jika sudah berkonspirasi seperti ini. Baekhyun hanya berharap semoga tubuh Kai tidak mati rasa saat sudah sampai Seoul nanti.

Bicara tentang Seoul, pria itu tak sabar menanti lingkungan barunya. Dan semoga saja mereka bisa menemukan Healers dan Snowflakes di sana. Kususnya, Sang Healers, karena Baekhyun tak suka jika Jiyeon kecanduan ramuan yang dibuat Jaejoong. Efeknya sangat sakit seperti dibakar, tapi berbeda dengan Healers. Jiyeon mampu sembuh tanpa merasakan apa-apa.
.
.
.
Tbc.

.
Long time no see? Waw, JiXo pertama gue XD (gue anti Exo sebenarnya, dulu) wkwk. Tp ade gue yang cinta bgt sama Kai ngeracunin gue kalo Sehun cocok sama Jiyeon. Gue ngotot Jiyeon cocok sama Bogum (men, siapa yang setuju kalo Bogum itu seksi?) Tapi, gue orang yg keponya tinggi bgt. Gue nyari HunJi moment dan gue langsung mikir (apasih?maksa!) Terus liat fanvid dan gue bilang (lumayan) gak puas, gue nonton Exo – Monster dance vers. Loh kok… Sehun seksi?WKWK. Dan sialnya virus Exo-l ade gue mulai nular. Gue di jejelin Exo tiap hari. Alhasil gue jd suka Exo grgr nontonin mereka mulu. Dan lagi, pas liat rambut Sehun yang pirang di tambah rambut Jiyeon yg di keriting kaya semak malah bikin gue mikir (inisih Draco sama Hermione bgt). Udah lama (banget) mau bikin ff ini, tbtb suka males. Dan kemarin gue nonton Exordium Jepang. Sumpah, kelepek-klepek sama si maknae satu ini. Damn, jiwa fangirl gue kumat, dan sumpah HunJi itu couple yang seksi menurut gue. Mereka sama-sama manja, dan bayangin kalo mereka berdua lagi manja-manjaan. Awwww! Melting XD

Yg sampe sekarang masih minta pw OB, duh gue lupa. Wkwk

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

20 thoughts on “1. E N I G M A : Monster

  1. Yesss Hunji ,, setelah sekian lama nunggu ff di wp kamu akhirnya nongol jga ๐Ÿ˜€
    apalagi Hunji salah satu couple favorit โค
    paling suka pas di ending dream concert 2016 kemarin si sehun sering ngeliatin Jiyeon mulu,,
    jdi bikin senyum2 sendiri ngeliatnyaa ๐Ÿ˜€
    ditunggu part selanjtnyaa ๐Ÿ˜€
    jngan lupa bikin ff minji lagi yaaawww ๐Ÿ˜€

  2. gk Nyangka kalo disini bakal post ff Exo ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ si Sehun ini emang kmvret si sebenernya eon,- dia itu gk bias apa2 tapi bisa bikin Melting setinggi2nya wkwk ๐Ÿ˜ Okee.. ditunggu nextnyaa…
    btw.. kasian minho mati disini ๐Ÿ˜ญ

  3. Asyik asyik,si saeng comeback..
    Dan ceritanya kece badai..
    Walau disini nmma minho cuma comeo..
    Kira 2 sapa coeple jiyeon,sehun kah..
    Lanjut lanjut jagn lama ya tar lumutan..

  4. Bguuuuus bgt q jg ska hunji tpi berhubung dsni mmber exo ad smua bgmna klo couple jiyeon kmu rahasiakn tooor kn bsa bkin kepo haha lgyn jiyeon cucok mua ma mmber exo dan sprty dsni d.o lbh puny sesutu ma jiyeon trus blum nnti ktmu xiumin or lay…, kyaaaaaaaaaaaa ad jaejoong oppa duh oppa q 1 ini bkin klepek2 &DB5K kumpuul ciyeee nech ff bertbur bntang dan next hrapnny mua mmber t-ara jg ada di couplein ma DB5K.. ๐Ÿ˜

  5. Pleeeeeeease DB5K&T-ARA EXO syukur2 SUJU ikut nyempil wlo jdi pemain pndkung or antagonis hehe # ngareeepbanget

  6. Yeee akhirnya authornim comeback. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Šduhh akhirnya stlh sekian lama,bnr2 deh aku udh kangen sm cerita buatannya author..
    Wah ini jixo ya,jd lebih seneng bacanya. Apalagi ada jiyeon sehun malah semakin semangat yg baca. Critanya keren kak cuma karna baru awal jd msh agak bingung gitu. Tp critanya bnr2 keren mereka punya kekuatan2 gitu. Wah boleh juga lho kak klo buat ff yg ada bogumnya kyknya blm ada yg buat tuh..Kelanjutannya ditunggu ya jgn lama2 ๐Ÿ˜Š

  7. njiir manja2 an..
    btw ini spekulasi aku sbg hunji ship aja sih, coba deh perhatiin bbrpa waktu lalu pas jiyi upload ig, ga lama kemudian si cadel upload ig juga. dan ga cuma sekali boo,, kan emesh >.<
    hmmm jiwa ship ga waras lagi kumat nih.
    tapi sm siapa aja cowoknya oke2 aja sih asal cew nya dino,, heheheh

  8. Akhirnya post ff jugaaa.. Udh lama blog nya sepi kayak kuburan~~~~

    Setiap minggu cek blognya tapi gak ada yg baru. Setelah beberapa bulan penantian terbayarkannn…
    Ayo dong min lanjut obbsession extra partnyaa.. Penasarannn…

    Ff ini keren bangett.. Aku juga awalnya kurang suka dgn exo. Tapi makin lama jadi suka karna nonton mereka terus.. Heheheh

    Semangat lanjutin ff nya ya min. Moga gak tiba tiba ngilang lagi T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s