Posted in Oneshot

You & I



“Joo Hyuk berulah lagi.” Eunji melepar nampan makanan di atas meja dengan wajah cemberut. Lagaknya seperti seorang wanita putus cinta. Aku tahu atau semua orang tahu Eunji sangat tergila-gila dengan Joo Hyuk, tapi Eunji termasuk wanita sinting yang terus mengoceh disaat yang lain lebih memilih menghabiskan makan siang mereka ketimbang mendengarkan ocehan tidak pentingnya.

Aku memutar mataku setengah sebal karena waktu makan siangku sedikit terganggu.

“Kali ini apa lagi?” Tanyaku malas, pura-pura tidak perduli. Eunji melotot ke arahku dengan mulut penuh makanan, “Joo Hyuk baru saja membuat adik kelas yang bernama Kim Soohyun menangis karena di putusin. Dasar sinting, mereka bahkan baru pacaran kurang dari dua hari. Tolong bilang pada teman kecil mu itu untuk berhenti menyakiti wanita jika tidak ingin kena karma!” Cercanya diselangi emosi.


Well
, biar bagaimana pun aku sangat tahu watak Si Pria Sok Kecakepan. Joo Hyuk paling suka gonta-ganti pasangan. Meskipun Joo Hyuk tidak pernah mengobral kata-kata puitis kepada para gadis. Banyak yang mengantri karena parasnya yang mirip pahatan dewa Zeus. Seperti Eunji misalnya.

“Atau berharap Joo Hyuk melirikmu?” Tanya Luna sambil menunjuk sendok ke wajah Eunji. Eunji tertawa geli sementara aku dan Luna sama-sama merotasikan mata tidak perduli.

“Susah sih, abis Joo Hyuk mirip ulzzang. Dia itu tinggi, tampan, kapten basket, atlet renang, pintar. Uh, kurang apa lagi coba?”

“Kurang punya harga diri.” Celetukku sebal. Luna mengangguk menyetujui sedangkan Eunji mulai protes tidak terima.

“Harga diri masalah belakangan, yang penting itu harga mati. Cukup punya wajah tampan, kau bisa dengan mudah menaklukan wanita di dunia.” Eunji mulai bersikap puitis, wajahnya bersemu merah dengan mata menerawang. Jelas sekali jika si sinting Eunji sedang membayangkan wajah Joo Hyuk, menyedihkan sekali.

“Jadi patokannya hanya wajah tampan? Bagaimana jika tampan tapi melarat?” Luna mulai dengan sikap materialistic. Oh tentu saja zaman sekarang mana ada wanita yang mau dengan pria melarat, kan? Correct me if I’m wrong.

“Ya itu sih lain cerita. Jika tampan tapi melarat lemparkan saja ke sungai nil.” Eunji bahkan tidak lupa menunjukkan wajah jijik. Oh great, intinya memang harus perfect untuk menjadi penguasa dunia. Aku mulai malas dengan pembicaraan tampan tapi melarat atau kaya tapi buruk rupa. Semuanya seperti omong kosong yang tidak berkesudahan, seperti membicarakan jika Marilyn Manson tidak mungkin menjadi tampan.

“Jika ingin kaya, kerja keras dong.” Dumelku sambil mencomot kentang goreng Luna. Eunji melirikku berang, “kerja keras sama saja mencuri masa muda. Masa muda itu untuk senang-senang tahu. Kau sih enak anak pengusaha tambang minyak yang uangnya tidak habis-habis. Apalagi kakak mu yang tampan itu seorang eksekutif muda yang wajahnya selalu berada di cover majalah BusinessWeek Magazine.” Eunji menyedot segelas soda sambil terus mengoceh.

“Hey, kau lupa kau juga anak orang kaya,” Aku mendumel sebal. “Lagipula aku juga sering dapat endorse dan subscriber karena Vlog. Itu termasuk kerja keras sih.”

Eunji semakin mendumel karena aku tertawa geli dengan omonganku sendiri. Gadis itu memang sering mendumel dan tidak pernah merasa puas dengan hidupnya yang menurutnya membosankan. Luna tertawa terbahak di sampingku.

“Kecuali jika kau mau menjadi cucu Paul Raymond.” Canda Luna, aku lebih terbahak kali ini sampai tersedak kentang goreng. “Itu tidak buruk, Indie Rose bahkan di cap sebagai remaja paling kaya di dunia mengalahkan Ratu Inggris dalam daftar Sunday Times Rich List. Atau kau ingin menjadi simpanan Paul Raymond? Dengan cucunya saja royal, apalagi dengan istri?” Kataku sambil terbahak.

“Menikahi mayat maksudmu?” Dumel Eunji. Wajahnya mengerucut sebal sambil menyedot minuman sodanya sampai habis. “Lebih baik aku menikahi Nick Jonas daripada mumi busuk.”

Aku dan Luna kompak melempari Eunji dengan kentang goreng, “sayangnya Nick Jonas lebih memilihmu menjadi pelayannya daripada istri.” Aku mendumel ketus. Enak saja, Nick Jonas itu idolaku selain Tom Cruise dan Charlie Puth. Aku bahkan ingin menyumpal mulut gadis ini dengan lakban.

“Ah, ngomong-ngomong apa kau masih menyukai Joo Hyuk?” Luna menyambarku dengan pertanyaan yang selalu ingin aku hindari. Gadis ini memang tidak peka, aku bahkan sudah berusaha keras mengalihkan pembicaraan agar pertanyaan ini tidak terlontar. Eunji ikut menatap ku antusias dan aku semakin merasa terintimidasi.

Don’t know.” Kataku acuh, Luna dan Eunji sama-sama melemaskan bahu mereka kecewa.

Come on darl. Kita sama-sama tahu jika kau sangat menyukai teman kecilmu itu. Jangan anggap aku, tenang saja kita bersaing secara sehat. Lagipula aku bukan remaja labil yang akan menangis karena pria yang aku sukai pacaran dengan temanku sendiri.” Aku mendengus mendengar perkataan Eunji, gadis itu memang tidak sungguh-sungguh dengan Joo Hyuk, ia hanya salah satu dari ratusan gadis di sekolah ini yang terpikat oleh paras dan isi kantong. Selebihnya tidak ada.

“Aku ingin menyerah saja. Sampai kapan pun Joo Hyuk hanya menganggapku sebagai teman kecilnya dan dia tidak akan berhenti untuk menjadi brengsek. Semalam bahkan dia mengadakan Sex Party di rumah Ji Soo, fuckhead.” Aku membuang napas bosan sambil mengaduk-ngaduk sedotan. Luna terkekeh, “Joo Hyuk dan selangkangan wanita adalah satu kesatuan.” Guraunya tidak lucu.

“Tapi Ji,” Eunji menatapku serius. “Joo Hyuk hanya menurut padamu. Walaupun susah untuk membuatnya berhenti bermain wanita. Tapi dia selalu tunduk padamu, Joo Hyuk akan terlihat seperti anak kecil jika ada kau di sampingnya.”

Big Babby.” Celetuk Luna.

Aku mendengus menahan tawa, “entahlah. Dia seperti itu karena sejak kecil kami selalu bersama, mungkin dia hanya menganggap aku sebagai saudarannya.”

Eunji baru saja ingin melanjutkan argumennya, tapi gadis itu buru-buru memberikan kode untuk melihat ke belakang. Oh shit, itu adalah Joo Hyuk dengan para kroninya. Ji Soo, Sungjae dan Baekhyun. Mereka berempat berjalan memasuki kantin seperti Goo Joon Pyo, Yoon Ji Hoo, So Yi Jung dan Song Woo Bin. F4 versi SOPA. Joo Hyuk dengan kecuekan tapi tengilnya, Sungjae si pecicilan yang tidak bisa berhenti tersenyum, Ji Soo pria dingin namun gila seks, dan Baekhyun si kutu buku tapi memikat.

Aku bahkan tidak bisa bernapas melihat tampilan acak-acakan Joo Hyuk dengan kancing seragam teratas terbuka dua sambil menenteng bola basket, dia melirikku sambil menyeringai. Lebih sialnya lagi pria itu berjalan mendekat ke mejaku. Luna berkali-kali menyenggol dan berbisik yang justru membuatku semakin sebal.

“Hai Lady Gagal.” Sapa Joo Hyuk dengan ketengilannya. Aku memelototinya sangar, “jika yang kau maksud Lady Gaga, selamat kau membuatku marah.”

Joo Hyuk tertawa keras, sementara aku semakin mengkerutkan wajah.

“Dasar jelek. Sudah jelek tidak usah sok di jelek-jelekkan lagi.” Sindir Baekhyun, melihat wajah sok malaikatnya jelas saja aku ingin sekali menumpahkan saus tomat ke wajahnya itu. Sialan, biarpun sudah ratusan bahkan ribuan kali Baekhyun mengatakan aku jelek sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa terima. Apalagi melihat Joo Hyuk dan yang lain ikut tertawa.

Luna menarik-narik seragamku, aku menengok dan memelototinya seolah mengatakan ‘diam bodoh, berhenti membuatku terlihat idiot’ sementara Eunji justru ikut mentertawakanku.

“Bagiku kau selalu cantik, baby. Terutama dada besarmu itu.” Ji Soo mencoba merayuku dengan kata-kata menjijikannya. Tipikal naughty boy. Aku mendengus keras pura-pura marah walaupun sebenarnya memang marah. Well, sebenarnya ini sering terjadi. Candaan murahan dari para laki-laki murahan sudah menjadi makananku setiap hari.

“Dasar sinting.” Kataku keras mengundang tawa yang lainnya. Joo Hyuk duduk di sampingku sambil merangkul pundakku dan melempar bola basket pada Sungjae. Sungjae mengedipkan matanya main-main berusaha menggodaku. Sialan kau Sungjae.

“Pulang sekolah temani aku ke Starbucks. Aku sedang ingin Frappuccino Blended Coffee.” Katanya enteng sambil menyedot minumanku. Sungjae semakin menggodaku, oh Tuhan aku harap matanya berkedip terus selamanya. Luna tampak tenang sedangkan Eunji cemberut sebal.

“Malas. Minta di temani teman brengsek mu saja.” Ucapku ketus. Ji Soo menoyor kepalaku, “siapa yang kau maksud brengsek, bocah?” Tanyanya galak. Aku tersenyum bodoh sambil menunjuknya, Sungjae dan Baekhyun. Kali ini Baekhyun menepuk kepalaku dengan buku tapi tidak berkomentar sedangkan Sungjae terus-terusan menyerbuku dengan kata-kata tajam.

“Hey, jangan ada yang boleh memukulnya selain aku.” Joo Hyuk memelototi teman-temannya tajam. Gantian aku yang menyeringai sementara tiga pria lainnya mencibir bosan. Aku melirik Luna, gadis itu tidak terusik sama sekali dengan keberisikan di meja kantin sementara wajah Eunji sudah sangat berantakan membuatku ingin tertawa. Maksudku, Eunji itu memang lucu, ditambah sikap transparannya yang jelas-jelas sebal melihat kedekatanku dan Joo Hyuk jauh lebih lucu persis seperti Jocelyn Wildenstein. Just joking, by the way.

Oh baiklah, as soon as possible bel masuk selalu berbunyi di saat dan waktu tidak pernah tepat. Disaat ada Joo Hyuk disampingku dengan tangan yang merangkul pundakku juga dengan harum tubuhnya yang maskulin. Siapa yang akan rela untuk beranjak? Bel sialan, pergilah ke neraka sana!

“Sampai jumpa pulang sekolah, baby girl.” Goda Joo Hyuk, ia menepuk kepalaku cukup kencang. Dasar sinting! Setidaknya dia tidak memanggilku Lady Gagal.

Kami semua beranjak dari kantin, Eunji terus-terusan saja mendumel disampingku. Luna menyikut Eunji, “bersaing sehat.” Guraunya. Aku dan Luna tertawa sepanjang jalan dan terus-terusan meledek Eunji. Ya, memang selalu ada chuckle snicker grin jika sudah berkumpul dengan mereka. Always.

You & I

Ugh, musim panas memang selalu mengujiku. Panasnya sangat tajam hingga menembus kulit. Aku merasa kepanasan sekarang. Bahkan sekeras apapun aku mengibas tangan untuk mencari angin, itu tidak akan pernah cukup. Musim panas dan pelajaran olahraga adalah musuh terbesarku. Baiklah, coba bayangkan kejadian kemarin. Saat Joo Hyuk dengan sikap manjanya bergelayut padaku saat aku sedang menikmati segelas Blended Beverages di Starbucks, atau saat para wanita disana melirik Joo Hyuk terus-terusan. Sialan yang ada malah semakin panas.

“Aku dengar Joo Hyuk sedang berkencan dengan Jieun,” aku memejamkan mataku sambil terus berlari mengelilingi lapangan, Julia Roberts bodoh karena menikahi Lyle Lovett. Kenapa bisa Orlando Bloom terlihat menjijikan saat menertawakan ukuran penis Justin Bieber sementara mengagumi tubuh Katy Perry? Oh baiklah, Katy Perry memang memiliki tubuh yang indah.

“Kau tahu kan Jieun sangat tergila-gila dengan Joo Hyuk. How lucky girl?”

Terus lari Park Jiyeon dan coba bayangkan sesuatu lagi. Ah, kenapa bisa hanya di ganggu paparazy Caitlyn Jenner menjadi depresi dan hampir bunuh diri? Huge and kiss for you Caitlyn Jenner.

“Dan aku dengar mereka akan ke The A malam ini. Woah, clubbing all night long.”

Drop it! Aku berhenti berlari di ikuti Luna, dan menatapnya tajam. “Shut up, Lun! Kau tahu kan aku sedang berperang dengan musim panas dan tolong jangan buat aku berperang dengan Jieun juga!” Aku menatapnya sebal sementara Luna memberikan cengiran lebar. Oh God, jauhkan makhluk ini dariku sekarang juga. Please.

“Kalau begitu ayo kita ke Octagon atau Daecheon. Aku ingin berkenalan dengan para pria asing, dan aku ingin sekali pesta lumpur disana.” Luna kembali berlari begitupun denganku saat si tua Jung membunyikan peluit sambil memelototi kami. Si tua Jung memang sangat menyebalkan dari dulu, dia bahkan tidak pernah mengerti fashion sama sekali. Setiap mengajar selalu mengenakan training kebesaran dan kaos kusam yang tidak pernah ganti. Dia benar-benar menjijikan walau terkadang aku sering di buat terhibur.

“Ow, baiklah si keriput Jung memang selalu menyebalkan.” Luna terkikik di sampingku. Aku tersenyum diam-diam karena tidak ingin terkena masalah kembali.

“Jadi Lun, dimana Eunji?” Tanyaku sambil memperhatikan satu persatu murid yang berlari. Luna mendengus malas, “kau tahu masalah wanita setiap bulan.” Aku ikut mendengus malas. “Strategi yang bagus. Pura-pura sakit perut karena PMS demi menghindari olahraga di musim panas? Wow, brilliant.”

Luna menyikutku main-main, “silly girl lebih cocok.”

Baiklah aku mulai terbahak sekarang.

Dasar jalang. Kenapa aku harus berpapasan dengan Jieun dan Joo Hyuk di saat aku dalam mode ingin mencakar wajah seseorang? Sialan mood musim panas justru membuatku terkesan semakin garang. Baiklah yang harus aku lakukan hanya jalan ke depan, katakan halo sambil tersenyum lebar. Uh, aku ingin mual. Jieun bahkan sangat menjijikan, ia terus menempel seperti ulat bulu, ewh. Dan lihatlah wajah Goo Joon Pyo palsu tanpa rambut keriting dengan tengilnya melambaik padaku dari jauh. Lupakan senyum lebar, yang ada aku semakin cemberut.

“Aku sudah bilang jangan lewat sini.” Luna berbisik sambil mengemut lolipop, aku menatapnya garang. “Kapan kau bilang begitu?”

“Tadi.”

Aku ingin sekali mencakar wajahnya sekarang jika tidak melihat Joo Hyuk dan Jieun sudah dekat kearah kami. Ini benar-benar menyebalkan, aku ingin berbalik saja sekarang dan mencari jalan lain. Tapi Joo Hyuk sudah lebih dulu berada di sampingku.

Sexy girl. Keringat mu sangat menawan.” Canda Joo Hyuk, Jieun cemberut di sampingnya. Ha, rasakan itu sialan. kita satu sama, itu cukup seimbang untuk saat ini.

Joo Hyuk beralih mengambil ikat rambut di pergelangan tanganku tanpa perduli Jieun yang semakin menatapku tajam. Pria ini memang sesuka hatinya, tidak tahu seberapa besar tingkat kepekaannya, yang jelas Joo Hyuk semakin membuat Jieun berang dengan mengikat rambutku yang terurai, ia ikat cepol asal-asalan hingga masih ada rambut-rambut halus yang tidak terikat menempel di kulit leherku.

Oppa, kau bilang ingin ke kantin.” Rengek Jieun. Sejujurnya aku ingin meludah sekarang. Tapi melihat Joo Hyuk yang tidak memperdulikannya membuatku terhibur. Aku rasa Luna juga menikmati tontonan gratis ini. Ia bahkan tidak repot-repot merusak suasana, cukup menjadi penonton yang baik.

Baby girl yang seksi.” Sekali lagi Joo Hyuk membuatku melayang. Dan inilah puncak kesabaran dari seorang Lee Jieun. Gadis itu menghentakkan kakinya kencang sambil pergi meninggalkan kami. Dan sialnya Joo Hyuk mau repot-repot mengejar Jieun di saat aku sudah melayang karena sikapnya. Shit, dasar Joo Hyuk dimmo.

“Sandiwara cinta segitiga. Aww how cute.”

Aku memelototi Luna, “cinta segi banyak, for your information, Lun.” Kataku sengit. Dan aku benar-benar benci musim panas.


You & I

So crazy! Berita Joo Hyuk dan Jieun benar-benar sudah menyebar di seluruh SOPA. Bahkan sudah menjadi trending topics mengalahkan Sungjae yang mengencani Miss. Choi.” Histeris Eunji sambil menscroll layar handphonenya ke bawah. Aku dan Luna sama-sama memutar mata malas.

“Kau benar-benar ketinggalan berita, cutie. Lihat saja seberapa suram wajah Jiyeon sekarang.” Dan sekarang Luna menjadikan aku sebagai leluconnya. Itu benar-benar tidak lucu.

Eunji menatapku cemberut, “kita memang tidak lucky.” Aku tidak setuju. Maksudku, setidaknya aku lebih beruntung darinya. Aku dan Joo Hyuk berteman dari kecil dan kami bahkan sangat akrab. Sedangkan Eunji? Ya Tuhan, Joo Hyuk saja sering lupa jika aku punya teman bernama Jung Eunji. Intinya aku tidak setuju jika di sebut tidak beruntung.

“Terkadang hidup itu memang tidak adil.” Luna berkata seolah dia yang paling beruntung di sini. Gadis itu bahkan berkata dengan santai sambil menatap rambutnya di depan kaca yang ia bawa.

Eunji mendengus, “takdir kita tidak beruntung.” Aku mendengus lebih keras dari dengusan Eunji yang sedang cemberut sambil menempelkan kepalanya di atas meja kelas. “Kau yang tidak beruntung bertemu takdir.” Ucapku keras. Luna meletakkan kacanya di atas meja sambil mengangguk menyetujui.

“Sudahlah daripada ribut membicarakan Joo Hyuk lebih baik pulang nanti kita ke mall, aku dengar ada film baru Kim Woobin.”

Eunji dan aku sama-sama duduk tegak dengan senyum cerah, “kalau itu aku setuju, Lun.” Kataku dan Eunji kompak.

.

.

.

.

.

.

“Bisakah kau masuk kamarku dengan normal, Joon Pyo?” Aku jelas menyindir Joo Hyuk yang masuk lewat jendela, sebenarnya ini sudah jadi kebiasaannya sejak kecil, memanjat pohon dan loncat ke beranda kamarku. Tapi tidak di saat aku sedang mengganti bajuku. Joo Hyuk jelas tidak perduli. Pria bodoh itu masih mengenakan seragam sekolah yang acak-acakan lengkap dengan rambut poni berantakan. Aku buru-buru memakai kaos saat Joo Hyuk mengambil majalah di atas meja belajar.

Men’s Health?” Sindir Joo Hyuk. Kutukan! Ini akan menjadi kutukan. Ayolah aku dan Joo Hyuk sama-sama sudah dewasa tapi terkadang sikap menyebalkan Joo Hyuk akan membuatku seperti anak-anak. Seperti sekarang di saat aku merengek agar Joo Hyuk mau mengembalikan majalahku. Joo Hyuk justru mengangkatnya tinggi-tinggi. Wajahku sudah merah sepenuhnya.

“Ayolah, Barnie.” Pintaku pelan. Kakiku semakin berjinjit ingin meraih majalah tapi Joo Hyuk benar-benar tinggi. Aku menyerah, dan Joo Hyuk justru menunduk mendekatkan wajahnya padaku. “Kiss on cheek, baby.” Joo Hyuk dan suara beratnya benar-benar sialan. Aku tidak tahu jika pria yang memiliki suara berat sangat menggoda dan seksi. Sejujurnya aku ingin sekali mencium pipinya, sial bibirnya bahkan jauh lebih menggoda.

Just one oke?” Aku mencoba memberi penawaran sedangkan Joo Hyuk berpose pura-pura berpikir. God, Joo Hyuk sangat seksi di setiap pose dan tingkahnya. Aku bahkan ingin sekali melihat Joo Hyuk memamerkan abs nya di cover majalah Men’s Health atau Playboy. Err, fucking hot!

“Satu hanya untuk majalahnya, jika kau mau aku menutup mulut dan tidak ingin aku mengadu pada paman dan bibi, berikan aku satu ciuman lagi.”

Aku memutar mataku, menatap tajam Joo Hyuk yang tersenyum puas sambil menyodorkan pipinya di depan mulutku. “Dasar tricky.” Kataku sebal. Tapi aku justru mencium pipi dan kanannya, bisa di bilang ini hukuman yang menyenangkan. Wow, aku ingin tahu bagaimana ekspresi Jieun jika aku mencium teman kencannya. Bahkan Joo Hyuk sendiri yang meminta. Seriously, you rock Park Jiyeon! You rock.

“Hey siapa yang bilang ciuman tutup mulut di pipi? Memangnya pipiku bisa bicara?”

Persetan dengan Joo Hyuk dan persetan dengan tawaran menggiurkannya. Aku sedang malas dan dalam mood yang buruk. Jadi lupakan majalah sialan itu. Aku sudah tidak perduli sekarang, saat mengingat Jieun aku justru merasa darahku mendidih, sepertinya kandungan air dalam tubuhku mulai meluap kepanasan. Aku memutar mata di depan Joo Hyuk lalu berbalik membanting badanku di atas kasur.

Joo Hyuk mengikuti, ia terlentang di samping tubuhku. “Kau tidak seru.” Dumelnya.

“Kenapa kau disini?”

Joo Hyuk menatapku tidak senang, “memangnya kenapa?”

“Ayolah, satu sekolah sudah tahu jika F4 SOPA akan pesta di The A. Kau dan Jieun pasangan paling menjijikan tahu.”

Sekarang apalagi Jiyeon? Kau benar-benar terlihat seperti gadis remaja yang cemburu pada pacarnya. Aku benar-benar yakin sekarang jika Joo Hyuk sedang menatapku aneh. Aku tidak pernah mau menatapnya, tidak dengan wajah merah seperti ini.

“Jika kau tidak suka aku tidak akan datang.” Katanya enteng. Oh, ya. Ini baru Joo Hyukku.

“Kau bilang begitu di depanku, tapi besok aku berani bertaruh foto mu dan teman-teman mu yang sedang clubbing akan tersebar di media sosial. Sama seperti kau yang tidak akan ikut pesta seks, tapi ternyata Ji Soo mengirimkan foto mu yang sedang di kelilingi jalang tanpa busana.”

“Tapi seks tidak terjadi malam itu, aku selalu menurutimu.”

Percakapan ini semakin panas ketika aku memilih duduk di atas kasur sambil menyilangkan kaki diikuti Joo Hyuk yang juga duduk sambil menyilangkan kaki. Kami saling duduk berhadapan. Ini akan menjadi perbincangan antara ibu dan anaknya, bukan antara Jiyeon dan Joo Hyuk.

“Sama saja bodoh. Bagaimana jika ayah mu tahu jika anaknya yang paling membanggakan tidak lebih dari pria brengsek yang hyper sex? Aku yakin dia akan kecewa.”

“Dan bagaimana jika ibu mu tahu anak gadisnya yang polos mengoleksi majalah dewasa?”

Aku memutar mata mendengar penyangkalan Joo Hyuk, “kau mulai pintar berargumen, Barnie.”

“Dan kau semakin cerewet, baby girl.”

“Ini semua demi kebaikanmu. Berhenti menjadi brengsek, dan lakukan sesuatu yang membuat orang tuamu bangga. Aku lelah menasehatimu setiap hari. Sekali brengsek tetap saja brengsek.”

Joo Hyuk menatapku tidak suka. Jelas saja perkataanku benar-benar menyinggungnya. Aku tahu ini tidak akan baik. Tapi aku jujur saat aku mengatakan aku lelah menasehatinya. Aku lelah karena ia tidak pernah mau berubah, atau setidaknya mencoba untuk berubah.

“Dan kenapa kau masih mau berteman dengan laki-laki brengsek sepertiku? Karena kau menyukaiku, kan?”

Aku menatapnya terkejut sedangkan Joo Hyuk tersenyum miring.

“Ha! Park Jiyeon, memangnya aku tidak tahu? Kau menyukaiku sejak dulu dan aku tahu itu sejak dulu. Jika kau berpikir aku bodoh tidak menyadari perasaanmu,
kau salah besar,” Joo Hyuk menatapku serius kali ini. “Aku pikir dengan pura-pura tidak tahu kita akan tetap menjadi teman baik. Tapi semakin lama kau semakin menyebalkan. Aku mulai bosan dan lebih baik mulai sekarang kita menjaga jarak. Demi kau dan aku. Datanglah padaku jika kau sudah tidak menyukaiku lagi, dan carilah pria lain yang bisa membuatmu melupakanku.”

Aku tertegun, Joo Hyuk bahkan langsung loncat dari balkon tanpa mau repot-repot mendapat jawabanku. Ini benar-benar bencana. Harga diriku sebagai wanita serasa turun karena penolakannya tadi. Baiklah Joo Hyuk, do it by yourself. Aku sudah benar-benar tidak akan mau perduli lagi denganmu. Bahkan jika kau akan menjadi sangat rusak pun aku tidak akan pernah mau perduli.

Aku butuh sesuatu untuk di banting, hanya ada handphone benda yang terdekat denganku. Tapi membanting handphone sama saja membuang uang, aku benci pemborosan. Jadi aku membuka case handphone dan membantingnya. Walaupun membanting case tidak membantu sama sekali, setidaknya handphoneku masih selamat.

Tiba-tiba saja… aku ingin membanting Jieun.

You & I

“Daecheon benar-benar keren, kan?” Luna membuka lebar tirai yang menutupi jendela hotel tempat kami menginap. Dia menjadi sangat antusias dengan para pria bule. Aku sangat suka Daecheon di saat liburan musim panas, tempat ini sangat indah dan perayaan festival mandi lumpur sangat menakjubkan. Tapi kali ini aku benar-benar tidak selera dan Eunji serta Luna sangat tahu apa yang membuatku enggan bangun dari tempat tidur di saat mereka berdua mengagumi pantai Daecheon.

Luna menarik-narik kaki ku sementara Eunji mulai membongkar koper.

Come on, Ji. Kita kesini untuk liburan, oke? Lupakan Joo Hyuk. Dia bahkan menjadi lebih brengsek saat kalian memutuskan untuk menjaga jarak. Sudah terhitung lima kali dalam seminggu Joo Hyuk mengganti pacar. Kau pantas mendapat yang lebih baik.” Luna dan ceramahnya tidak pernah absen membuat telingaku panas, aku bahkan sampai hapal dengan nasehatnya. Aku melirik Eunji, gadis itu masih sibuk membongkar koper.

“Bayangkan saja wajah Joo Hyuk berubah seperti Shane MacGowan.” Eunji ikut berkomentar asal, aku melemparnya dengan bantal dan lemparan itu sukses mengenai kepalanya. “Itu lucu, Miss. Jung.” Ucapku sambil berdiri ikut membongkar koperku. Luna bersorak dan ikut membongkar kopernya. Ini waktunya para gadis. Seharusnya aku memang lebih baik menikmati keindahan pantai Daecheon daripada terus-terusan menangisi sikap Joo Hyuk yang berubah dingin padaku.

Aku bahkan sudah tidak perduli lagi saat Jieun histeris di putusin Joo Hyuk. Karena jika boleh pilih, aku juga ingin menjerit histeris di depan Joo Hyuk sambil meremas wajahnya yang tengil. Tapi akhir-akhir ini Joo Hyuk tidak bertingkah, dia justru menjadi bad boy yang menyeramkan. Auranya suram bahkan aku tidak pernah melihat Joo Hyuk tersenyum.

“Ah, bikini cantikku ketemu.” Jerit Eunji. Bersamaan dengan itu aku dan Luna juga sudah menemukan bikini kami.

“Waktunya ke pantai, girls!”


In any event
… kenapa rasanya Joo Hyuk selalu ada dimana-mana? Aku persis seperti idiot saat mulai melakoni sandiwara put on a happy face sambil terus menghindar dari rombongan Joo Hyuk. Luna dan Eunji sudah menemukan turis yang menakjubkan sementara aku masih setia dengan ke linglunganku melihat Joo Hyuk mulai di kerumuni para gadis pantai. Luar biasa sekali.

Dan Si Sialan Sungjae melambai padaku dari jauh saat mata kami bertemu pandang. Joo Hyuk mengikuti pandangan Sungjae, mata kami saling bertemu dan aku berani bersumpah jika Joo Hyuk terkejut melihatku. Setidaknya aku bisa membantah omong kosong jika aku berpikir Joo Hyuk mengikutiku ke sini. Itu benar-benar pikiran paling tolol.

Aku sangat butuh bantuan Eunji dan Luna sekarang. Di saat darurat seperti ini, mereka bahkan tidak melirik padaku melainkan bercanda dengan pria asing incaran mereka. Aku persis seperti gadis sinting yang ingin menenggelamkan diri ke laut. Lebih baik aku buru-buru pergi daripada mati disini. Kemudian ada tangan yang menarikku kembali untuk berbalik. Dan sejak kapan Baekhyun mau repot-repot berurusan denganku? Aku jelas menatapnya garang, tapi Baekhyun justru menarikku ke arah Joo Hyuk dan yang lainnya berada. Sial, Baekhyun benar-benar akan membunuhku sekarang.

“Kau cantik dengan bikini merah maroon itu, babe.” Ji Soo tertawa nakal, aku menginjak kakinya sambil mendengus jijik. Ayolah, aku ingin pergi dari sini sekarang. Tatapan tajam Joo Hyuk jelas menyiratkan jika ia tidak suka aku ada disini dan aku cukup tahu diri. Lagipula untuk apa Baekhyun repot-repot menarikku kesini jika dia sendiri hanya diam tidak bicara.

Guys, aku rasa aku harus pergi.” Pamitku lalu buru-buru melangkah menjauh. Sungjae justru menarikku kembali dan mengurung leherku erat. Kesialan hari ini seperti bertubi-tubi menyerbuku. Aku terpaksa mendongak ke atas melirik Sungjae dan rambut pirangnya yang nyentrik. “Lepaskan aku, Sungjae! Aku benar-benar harus pergi.” Kataku tajam.

Ji Soo sudah pergi dengan para gadis yang mengikuti di saat aku terjebak dengan Sungaje, Baekhyun, Joo Hyuk dan empat gadis pantai lainnya. Aku tidak suka lama-lama disini. Joo Hyuk mengujiku dengan memeluk dua pinggang gadis sekaligus. Tubuh mereka benar-benar rapat dan aku sangat kepanasan sekarang. Benar-benar panas.

“Buru-buru sekali sih. Ayolah, sudah lama kita tidak bersenang-senang. Kau hanya ada masalah dengan Joo Hyuk, tidak denganku, kan?” Katanya enteng.

“Aku tidak nyaman disini. Aku benar-benar harus pergi dan bergabung bersama Luna dan Eunji. Tujuan awal kami kesini untuk mencari turis tampan.”

Sungjae melepaskan tangannya dari leherku, “hey aku juga cukup tampan tahu.”

“Ya. Tapi kau bukan pria asing. Aku ingin pria asing bukan Asia! Aku ingin mempunyai anak bermata biru bukan hitam.”

“Mataku coklat.”

“Aku bilang biru, bodoh!”

Baekhyun menepuk kepalaku dan Sungjae dengan komik tebal, “berhenti berdebat. Dan kau Jiyeon,” Baekhyun melirikku sebal. “Berhenti bertingkah seperti kau ingin di tiduri pria asing.” Aku benar-benar kesal sekarang, mereka persis sekumpulan laki-laki bodoh yang bermulut ular.

“Aku memang berencana menjebak pria asing untuk meniduriku sekarang!” Kataku keras dan berniat pergi. Kali ini aku harus benar-benar pergi demi kesehatan jiwa. Aku masih ingin waras, aku juga sangat berhasrat mencari turis tampan dan mengurungnya di hotel. Oh, sial sekarang aku benar-benar sinting.

….

Sunset sejak dulu memang selalu indah, sinar oranye terangnya selalu bisa menciptakan gradasi ajaib yang menyihir orang-orang untuk terus melihatnya. Tapi sunset akan lebih bermakna jika dilihat bersama orang yang istimewa. Entah kenapa aku sangat merindukan Joo Hyuk sekarang. Joo Hyuk selalu ada di sampingku mulai dari pertama kali aku bisa bicara, berjalan, tiup lilin sampai pertama kali aku mengalami menstruasi, Joo Hyuk yang lebih panik dariku berlari memanggil ibuku dan mengatakan jika aku mengompol darah. Aku juga masih ingat saat kami mengalami masa puber dan saat aku mulai menyukai teman sekelasku. Joo Hyuk bertingkah seperti hakim yang berhak memutuskan apakah laki-laki itu cocok denganku atau tidak.

Aku tersentak begitu punggungku terasa hangat, saat aku melirik ke samping Joo Hyuk duduk di sampingku sambil membenarkan jaketnya di badanku. Tiba-tiba aku tidak bisa merasakan keindahan sunset karena suasana yang mendadak hening.

“Kau tidak serius tentang meniduri pria asing, kan?”

Entah kenapa aku ingin tertawa mendengar nada bicara Joo Hyuk yang terkesan khawatir. Aku menggigit bibirku, “itu bukan urusanmu.”

“Aku mengenalmu sejak kecil, aku tahu kau tidak akan bersungguh-sungguh.”

“Tapi kau tidak mengenalku sejak dua minggu ini. Aku sudah berubah menjadi wanita jalang jika kau mau tahu.”

Joo Hyuk menarik bahuku keras hingga berhadapan dengannya. Kami sama-sama duduk di tepi pantai dengan aku yang masih memakai bikini berselimut jaket Joo Hyuk dan Joo Hyuk yang mengenakan boxer hijau lumut dengan t-shirt putih tipis.

“Kau membuatku kacau selama dua minggu ini.”

Aku tidak perduli, atau sebenarnya aku sangat perduli. Aku sangat ingin tahu alasannya kacau tapi aku tidak mau bertanya hanya untuk kembali mempermalukan diriku sendiri. Jadi aku hanya menatapnya acuh yang justru membuatnya depresi.

“Katakan sesuatu, baby. Jangan biarkan aku bicara sendiri seperti orang sinting.” Joo Hyuk jelas sangat frustasi, sampai saat ini pun aku tidak tahu apa yang membuatnya cukup konyol dengan wajah berantakan seperti ini.

“Katakan apa? Katakan bahwa tidak seharusnya kau duduk di sini, di sampingku? Kau jelas yang menyuruh aku menjaga jarak denganmu.”

“Aku salah oke? Bisa kita kembali seperti dulu? Aku tidak tahu jika omonganku cukup berdampak besar bagi hubungan kita.”

“Hubungan apa?!” Tanyaku keras, aku memelototi Joo Hyuk yang justru menatapku sayu. “Kita tidak ada hubungan apapun sejak dua minggu yang lalu jika kau lupa. Dan tolong, apa setiap manusia yang memiliki penis sepertimu selalu tidak bisa memegang omongan mereka sendiri?”

“Jiyeon, baby… ayolah kita bicara baik-baik oke?” Joo Hyuk mencoba membujukku dengan membingkai wajahku dengan tangannya. Aku melepasnya kasar, aku benar-benar marah sekarang.

“Ini bukan hanya tentang kau, tapi tentang aku juga. Tentang kau dan aku, Hyuk! Jika kau berpikir setiap masalah bisa selesai dengan kata maaf, kau salah besar. Masalah ini ada karena perasaanku padamu, oke aku salah –”

“Kau tidak salah!”

“Jangan potong omonganku!” Ucapku marah, “kita tidak akan bisa seperti dulu jika aku masih menyukaimu. Untuk saat ini kita tidak bisa bersama seperti dulu karena aku belum bisa melupakanmu. Tapi aku janji perasaan ini akan segera hilang. Kau jangan khawatir.” Aku berdiri melempar kasar jaket Joo Hyuk sambil menepuk bokongku yang penuh pasir. Tapi Joo Hyuk tidak membiarkanku pergi. Ia menarik tanganku, ikut berdiri lalu aku tidak tahu bagaimana caranya Joo Hyuk mengunciku dalam pelukannya.

“Aku bilang jika kau sudah melupakanku maka datanglah padaku. Tapi aku lupa bilang jika aku sendiri yang akan datang padamu saat aku sadar aku jatuh cinta padamu.” Aku tertegun dengan jantung berdebar, jantung Joo Hyuk juga debarannya sama denganku hingga aku bisa mendengar jika detak jantung kami saling beradu.

Aku mendongak dengan tampang idiot, “jangan mengasihani aku jika itu tujuanmu.” Dan Joo Hyuk justru mencium keningku membuatku semakin berpikir jika ini hanya delusi. Maksudku, Joo Hyuk memang sering menciumku, tapi ciumannya tidak lebih dari ciuman antar teman yang tidak ada artinya. Tapi ciuman kali ini aku merasa lebih bermakna karena dulu Joo Hyuk pernah bilang jika ciuman kasih sayang hanya saat mencium kening orang yang kita sayang. Jika diingat kebelakang, Joo Hyuk selalu mencium pipiku, tidak pernah di kening, begitupun dengan para gadis yang ia kencani.

Bisa di bilang ini pertama kalinya Joo Hyuk mencium kening wanita lain selain ibunya.

“Barnie…”

Joo Hyuk menyipitkan matanya saat tersenyum mendengar panggilanku. “Dengar, alasanku sadar dari kebodohan ini karena aku tidak bisa membayangkan melihat kau hidup dengan pria lain dan aku  dengan wanita lain. Kita bisa saja seperti itu, tapi kita akan sibuk dengan keluarga masing-masing dan tidak punya waktu bersama lagi. Pasanganmu akan cemburu denganku atau pasanganku akan cemburu denganmu. Sebenarnya, aku yang akan cemburu dengan pasanganmu karena bisa mendapatkan gadis luar biasa sepertimu. Dari kecil kita selalu bersama dan jika kau dan aku di pisah, sama saja membelah bumi dan langit.”

Aku tersenyum haru sambil memeluk Joo Hyuk saat Joo Hyuk kembali bicara.

“Dan jujur saja alasanku sering berganti-ganti pacar karena aku ingin mencari yang cocok. Kenapa aku bisa begitu bodoh mencari yang terbaik saat gadis itu berada sangat dekat denganku? Dan Jiyeon, aku tidak setuju dengan anak bermata biru.” Aku tertawa geli sementara Joo Hyuk menciumi pipiku gemas. “Jangan pergi lagi, baby girl.” Bisiknya. Aku mengangguk di dada bidang Joo Hyuk. Priaku ini kemudian mengangkat daguku, aku memejamkan mata saat kepala Joo Hyuk turun hingga bibirnya yang tipis menyentuh bibirku. Oh sial, ciuman di pinggir pantai di saat sunset membuatku ketagihan. Joo Hyuk sangat ahli berciuman. Jelas saja, ia sudah sering mencium puluhan gadis bahkan wanita. Kenyataan yang satu ini berhasil membuatku kesal dan aku berencana memanfaatkan ciuman ini untuk membersihkan bibirnya yang kotor dari para bibir jalang.

Joo Hyuk tersenyum karena balasan ciumanku membuat ciuman kami benar-benar panas. Masabodo dengan tempat umum, toh di tempat ini banyak yang bercinta tanpa rasa malu.

Joo Hyuk mencium bibirku singkat begitu kami sama-sama membutuhkan udara untuk bernapas, ia menekan kepalaku hingga kening kami saling menempel, Joo Hyuk kembali mengecup bibirku. “Aku mencintaimu, baby girl.” Bisiknya sendu. Aku mengusap rahang Joo Hyuk dan gantian mengecup bibirnya, “aku juga mencintaimu, Barnie.” Dan setelahnya kami kembali berciuman walau langit mulai kelabu.

Setelah ini, aku yakin Eunji akan berteriak histeris mendengar ceritaku. Dan aku tidak sabar mendengar Luna menceramahiku sampai pagi.

End.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

30 thoughts on “You & I

  1. Wah ada joo hyuk,aku seneng bgt kak. Ff nya keren apalagi disini joo hyuk jadi badboy uhh pasti keren bgt.
    Demi apa jiyeon dikelilingi namja2 tampan,beruntung bngt.
    Disini banyak bgt adegan so sweet+ kocak bgt jadi makin seru.
    Wah cintanya jiyeon akhirnya terbalas dan happy ending..
    Kak bsk2 banyakin ff oneshoot cast cowoknya aktor/enggk ya pokoknya beda2 cowoknya … hehehe 😊 next

  2. yah karena ga ada persahabatan antar wanita dan pria yg murnu kan, pasti ada rasa yg berbeda.
    haha ahurnya si barnie paham jugakn perasaanny walau butuh wktu.

  3. Auwwwww
    So sweet bangeet
    Ku pikir joohyuk beneran bakal jaga jarak ternyata enggak. Baekhyun disini karakternya suka mukul perasaan wakakaka
    Saya suka 😍😍😍😍

  4. aaaaa so sweet bgt ceritanya…
    jiyeon beruntung bgt dikelilingi cwo2 kece..blum lagi pnya sahabat yg ganteng bgt..
    suka bgt sama ceritanya,bikin senyum2 pas bacanya..hehe

  5. hahahah… jiyeon joo hyuk bersatu jg.. udah aku kira pasti joo hyuk jg suka sm jiyi tp dia terus nyangkal perasaannya.. seru ceritanyaa.. kalo eunji tau pasti reaksinya wow banget.. seneng jg sama persahabatan mereka… namja2 nya pada yadong semua…

  6. hahahah… jiyeon joo hyuk bersatu jg.. udah aku kira pasti joo hyuk jg suka sm jiyi tp dia terus nyangkal perasaannya.. seru ceritanyaa.. kalo eunji tau pasti reaksinya wow banget.. seneng jg sama persahabatan mereka… namja2 nya pada yadong semua…
    thor.. aku minta pw yg obsession 11 dong.

  7. Ow so sweet……
    Seru cerinya. Aku udah duga joo hyuk pasti suka sma jiyeon.
    Kata-kata joo hyuk terlalu vulgar wkwk..
    Ditunggu ff lainya.
    Aku minta pw obsession 11 dong

  8. akhirnya stlah 2 minggu jauh dr jiyeon,,si joo hyuk nyadar juga kalau dia itu sebenarnya cinta ma jiyeon. pasti pas denger jiyeon mau tidur ma pria bule hati si joo hyuk panas aka cemburu….hehehehe

  9. Sahabat jadi cinta 😀 😀

    pria & wanita sahabatan kalau gak nyepil yg namanya cinta gak afdol hehehe

    chingu PW obsesion gimana cara ngehubunginya?

  10. Aq g knl ma joo hyuk.. Kkk mknya aq liat mukanya jdi ngebayangin ten nct kkk lagi sng ten maklum wkwk… Uhh seru critanya kya drama haha ji plies kmu banting jieun ohoho dino2..

  11. wahhh seneng bnget akhirnya Jiyeon sma Joo hyuk bersatu sempet kesel sih sma Joo hyuk gara2 dia tau klo Jiyeon itu suka sma dia tpi dianya pura2 g tau,,
    tpi untungnya malah Joo hyuk yg paling ke siksa klau dia sma Jiyeon jaga jarak,,
    siska aku mau minta pw obsession part 11 dong aku udah nge email sma nge bm kmu 😀

  12. , so sweettt ….. baper….T_T…
    Beby qra jiyi bkl nyari yg bru.. untung aja jiyi gak jadi nyari bule hahahaha. .. ada squel gak????

  13. Sumpah ff nya bagus bgt.alhamdulillah happy ending.sempat sedih bgt pas joo yuk bilang mau pisah ma Jiyeon.tapi untunglah dia sendiri yg datang pada jiyeom

  14. Ya ampun akhir yang so sweet, aghhhh sempet sebel sama jong hyuk, cowok brengsek yang gunta ganti pacar, oh nu god dikira keren kali ya, tapi kan emng keren, aghhhh
    Sempet kasian sama jiyi pas si jong hyuk blang jaga jarak, and then cinta sadar setelah berpisah, wajar lah klo si jiyi menjauh, udah di skak mat atuh,
    Ahhh ff nya bagus, joahe, heheheh terua bkin ff jiyi ya thor semangat, di tnggu ff selanjutnya 🙂

  15. ciee knapa cast nya tumben dan jarang bgt yg makai joo hyuk ..
    ni bahasa nya sgt frontal , maklum deh anak muda .. jiyeon gk bisa pisah dr barnie nya , sdgkn barnie baru nyadar gk bisa jauh dr baby girl nya ..
    kerenn deh

    bagus juga

    next ff dtunggu yaa

  16. Demi apa ini so sweet banget duhhh dasar Menara Dubai Joo Hyuk bener” dah bikin melting
    Terus ada Ji Soo and Sungjae juga merek udh kaya trio monas dan didampingi oleh rumput bergoyang Baekkie hahahaha

    Joo Hyuk ngak rela kalau Jiyi pergi karena Jiyi bisa mendapatkan laki” yang lebih baik dari Joo Hyuk tapi Joo Hyuk belum tentu dapat menemui wanita yang lebih baik dari Jiyi

  17. Hahahahha omg liat ff joohyuk yg kayak gini mau gamau jd inget kenangan di rp hahaha friendzone yg menyayat di awal dan berakhir manis di ujung bener2 ccok hahahah thanks thor seringan aja pasangannya gini

  18. Untunglah happy ending. Joohyuk bikin kesal suruh jiyeon jauh dari dia tapi malahan dia yg ngk bisa jauh dari jiyeon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s