Posted in Vampire Hall

4. Vampire Hall : Curse Of Beatrice

image

Step by step, I appreciate missing you

————————————–

Minho tahu waktunya tidak banyak untuk hal tidak penting seperti ini, tapi Hara bersikeras ingin bicara padanya. Itu sebabnya Minho dan Hara berada di ruang pribadinya, setidaknya garis matahari di luar sana belum menunjukkan waktu siang hari. Minho juga tahu bahwa ia tidak bisa terlalu santai pada waktu. Sekali lagi, semua karena Hara yang bersikeras bahkan memohon untuk bicara.

Mata Minho sejajar dengan Hara, menatap tidak minat, “apa kau mau terus diam seperti itu? aku tidak ada waktu untuk mu.” Nada Minho di buat ketus dan tajam. Hara hanya bisa menunduk sambil menatap Minho melalui lembaran rambutnya yang terurai membingkai wajah pucatnya.

“Ini tentang Jiyeon,” Hara mendongak menangkap dengan jelas ekspresi Minho yang berubah tegang untuk beberapa saat, “malam itu.. malam sebelum dia pergi, kami bertengkar.”

“Kau berani bertengkar dengannya?!”

Tangan Hara bergerak panik, “tidak Minho, aku tahu tidak seharusnya aku seperti itu. Aku menyesal, sungguh.” Hara kembali melirik Minho dengan rasa takut, ia bisa melihat dengan jelas ada kemarahan di mata vampir tersebut. Matanya sedikit-sedikit mulai berubah merah dan membuat tubuh gadis itu mulai terasa panas.

“Minho, tolong..” suara Hara sangat lirih saat tangannya mulai mati rasa,
“dengarkan aku dulu sampai selesai.”

Hara sadar sepenuhnya, ia yang salah di sini. Dengan gelar Slave, ia berani melawan vampir sekelas Hybrida. Ras kelas atas yang di lindungi ras Origin, ras atas dari semua ras. Saat itu ia hanya sedang kalut dan tidak berpikiran jernih, Hara terlalu takut kehilangan Minho. Bagi Hara, Minho adalah tumpuannya untuk hidup, Minho begitu berharga untuknya. Hara tahu, bukan hanya dia yang beranggapan seperti itu, hampir semua vampir lajang ingin bersanding dengannya.

Minho memiliki garis rahang yang sempurna, mata merahnya begitu menggoda dan taring nya terlalu indah dan berkilau. Penggambaran yang sempurna, tapi Hara berpikir demikian.

Tubuh Hara kembali rileks saat mata merah Minho berubah hitam, Minho mengisyaratakan nya untuk bicara.

“Aku marah saat melihat kau mencium Jiyeon, gadis itu justru menamparmu. Maksudku, kau tahu bagaimana perasaan ku padamu. Aku marah, kenapa gadis itu bisa sebodoh itu menolak ciuman mu di saat ada gadis lain yang menginginkan itu.”

Kaki Hara melangkah mundur semakin takut dengan tatapan Minho, “iya aku tahu aku tidak tahu diri. Itu sebabnya aku di sini, aku ingin menjelaskan semuanya. Aku marah dan aku berdebat dengan Jiyeon. Gadis itu memiliki mulut yang tajam, aku tahu aku sudah kalah. Tapi aku berusaha mencoba, sekeras apapun aku mencoba tetap Jiyeon yang menang. Aku benci mengakui itu. Jiyeon terlihat tenang saat aku bilang aku mencintaimu.”

Rahang Minho mengeras, “kau memang pantas mati, Goo Hara!” Gertak Minho, tapi Minho masih bisa mengendalikan diri untuk tidak bertindak gegabah, ia masih butuh informasi dari Hara tentang Jiyeon. Setidaknya Minho memiliki alasan untuk tetap membiarkan gadis itu tetap hidup.

“Tapi Minho, aku tahu ada yang aneh dengan Jiyeon. Gadis itu seperti menyembunyikan sesuatu, ada yang lain dengan matanya. Kau tahu, semacam..delusi?” Kata Hara tidak yakin, tapi melihat ekspresi Minho yang semakin tegang membuat Hara yakin ada yang tidak beres.

“Jiyeon bilang dia tidak perduli bagaimana perasaanku dan dia juga tidak perduli bagaimana perasaan mu, tapi aku yakin itu ungkapan yang tidak nyata. Kau tahu apa maksudku, gadis itu bertindak tidak sesuai nalurinya. Ada sesuatu yang mengendalikan pikirannya.” Hara memberikan buku tebal bersampul violet untuk Minho, “saat tahu Jiyeon hilang, aku merasa bersalah. Kemudian aku teringat malam saat kami bertengkar, dan aku memutuskan untuk mencari tahu ke perpustakaan. Aku menemukan ini.”

Minho segera mengambil buku itu, ia butuh jawaban yang pasti.

“Halaman 777, baris ke tujuh belas.” Hara memberi intruksi, dan langsung di beri respon positif. Minho langsung membuka halaman 777 tidak sabar, matanya membaca dengan serius tanpa jeda untuk diam, kemudian ekspresinya berubah tegang, “kutukan Beatrice.”

“Ya, Minho! Harusnya kita sudah mengantisipasi ini. Harusnya kita tahu ini akan terjadi. Beatrice sebelum mati sempat memberi kutukan untuk ras Origin. Kita semua tahu seberapa sakit hati nya Beatrice saat Coler menghianatinya.” Hara berpaling pada buku yang di pegang Minho, ia menunjuk tulisan yang tercetak miring, “baca ini, disini Beatrice bilang jika Geneviève tidak akan pernah bersatu dengan Isaac kecuali saat gerhana cincin tiba mereka melakukan ciuman cinta sejati.”

Minho mendesis marah, “kita semua tahu Beatrice tidak pernah percaya dengan hal seperti itu. Coler menghianatinya saat upacara penyatuan berlangsung.” Hara mengangguk menyetujui, “itu sebabnya Beatrice membuat pengecualian yang mustahil.”

“Tidak.” Minho menutup buku itu dan melemparnya asal, “Coler mungkin bukan cinta sejati Beatrice, tapi aku yakin aku cinta sejati Jiyeon. Kutukan itu di buat pasti ada penawarnya, dan Beatrice jelas memberi petunjuk tentang penawar itu.”

Hara mengangguk tidak rela, ia masih sangat menyukai Minho lebih dari apapun, tapi Hara sadar dengan posisinya, Minho memiliki cinta yang kuat, dan Hara yakin Jiyeon juga memiliki cinta itu jika tidak ada campur tangan kutukan Beatrice di dalamnya. Kemudian, ia ingat sesuatu. Mata nya menatap dalam saat Minho juga menatapnya, “Minho, ada satu hal lagi yang harus kau tahu.. saat ini GD dan Thunder ada di dunia manusia.

“Kau tahu mereka adalah kaum Hybrida, sangat mudah bagi mereka untuk keluar, setengah manusia yang ada pada diri mereka yang membuat mereka mampu bertahan dengan matahari. Dan jangan lupakan Kahi, dia adalah Bibi mereka.”

Mata Minho bergerak ke luar jendela, melihat garis matahari yang hampir menunjukkan jam dua belas tepat, ia harus bertindak cepat atau dia tidak bisa keluar sama sekali. Kemudian Minho melirik Hara, gadis itu masih berdiri dan menatapnya, tatapan itu memiliki kandungan arti yang dalam. Dan Minho sangat risih untuk itu.

“Dengar… berhenti mengharapkan ku. Kau tahu hubungan kita hanya sebatas Slave dan tuannya. Kau juga tahu seperti apa perasaanku kepada Jiyeon. Jadi pergilah, sebelum aku membakar mu disini.”

Hara melotot tidak percaya, setelah apa yang ia lakukan. Minho masih berpikir untuk membunuhnya, disini Hara benar-benar menjadi pihak yang menyedihkan. Setidaknya Hara berharap mendapatkan sedikit saja rasa simpati Minho, tapi Minho tidak berpikir demikian.

Udara menampar keras tubuh Minho saat Hara pergi seperti kilat, gadis itu terluka. Minho tahu, tapi Minho tidak perduli. Ia hanya fokus dengan apa yang akan dia lakukan. Setidaknya, GD dan Thunder bukan musuh nya saat ini. Mereka pasti tidak akan berhenti sebelum menemukan Jiyeon, dan Minho berharap lebih untuk itu.

“Berapa menit lagi?” Tanya Dani tidak sabar, tubuhnya tertutup hoodie hitam begitu juga dengan Jr dan Chayeon. Mereka melirik waspada, takut ada yang curiga dengan tingkah mereka dan sesekali melirik ke dalam gedung berjaga jika ada vampir lain yang menyadari apa yang akan mereka lakukan.

“Sisa enam menit.” Chayeon melanjutkan, “siapkan jarumnya sekarang.”

“Oh Tuhan, jarum ini benar-benar terlihat menyeramkan sekarang.” Keluh Dani, gadis itu memperhatikan jarum yang ia pegang penuh ketakutan, “aku bahkan tidak pernah berpikir untuk menusuk jari ku seperti ini.”

Jr melirik malas, “kecuali jika kau lebih memilih memotong jari mu dengan pisau.” Katanya enteng, Dani mencubit lengan Jr sebal tapi pria itu hanya meringis sebentar dan lebih fokus pada sosok berjubah hitam yang saat ini berdiri tepat di depan mereka, hanya gerbang yang menjadi penghalang. Beruntungnya, ini bukan gerbang utama musium, ini gerbang yang berada di belakang musium, Minho yang mengarahkan mereka ke sini. Tapi tetap saja ada manusia yang sering lewat.

Chayeon hanya berpikir semoga orang-orang yang lewat itu tidak berpikir untuk singgah, mungkin jika di lihat dengan pakaian mereka ber empat yang serba tertutup akan membuat mereka curiga. Ini persis seperti scene di film vampir. Bedanya, ini nyata dan luar biasa.

“Sedikit lagi.” Minho memberi intruksi, suaranya berat dan dingin. Kepalanya kemudian mendongak, membuat wajahnya terlihat jelas bersinar terpantul cahaya matahari, lalu kembali menunduk dan menatap ke tiga manusia di depannya, “sekarang!” Intruksi nya tegas.

Jr, Dani dan Chayeon segera mengeluarkan jarum mereka, ada cahaya yang di ciptakan antara matahari dan ujung jarum. Mereka bertiga bersama-sama menusukan pada jari telunjuk, dan menekan jari mereka untuk mengeluarkan setetes darah. Kemudian gerbang itu terbuka secara otomatis. Pelan tapi pasti hingga berderit lebar, Minho menyeringai di balik jubah hitamnya dan berjalan hati-hati keluar tanpa menyentuh pintu gerbang.

Ini luar biasa, Jr, Dani serta Chayeon bahkan nyaris tidak percaya. Darah mereka begitu ajaib dan itu benar-benar fantastis. Mereka buru-buru menutup rapat kembali pintu gerbang sampai terdengar bunyi klik. Dan itu benar-benar membuat ketiga manusia tersebut kembali terpengarah takjub. Pintu itu terkunci otomatis.

“Sebaiknya kita ke rumahku. Orang tua ku tidak dirumah saat ini.” Kata Jr sebelum langkah mereka semua berjalan seiring untuk pergi dari Vampire Restrain.

.

.

.

.

.

.

“Dia benar-benar sempurna.” Ji Soo menatap kameranya dengan takjub, “baju itu semakin terlihat eksotis saat gadis itu memakainya.”

Pria paruh baya di samping Ji Soo tersenyum puas, matanya tidak pernah lepas memperhatikan gadis di depannya. Gadis yang sedang duduk menyender pada kumpulan rak buku vintage. Rambutnya di biarkan bergelombang acak-acak dengan make up natural tapi di buat sedikit pucat. Gaya fashion bohemian benar-benar pas untuknya. Blus dan ponco hippie itu benar-benar melekat hingga terlihat seperti kaum gypsy sesungguhnya.

Chun Hojin memberikan applause saat gadis itu berdiri, walaupun wajahnya terkesan datar dan kaku. Tapi auranya begitu kuat, “aku tahu kau sangat luar biasa, Jiyeon-ssi.”

Jiyeon tersenyum samar, ia membungkuk memberi hormat saat melewati Hojin untuk pergi ke ruang ganti. Tatapan Ji Soo tidak pernah lepas darinya, membuat Hojin tersenyum menggoda.

“Aku bahkan tidak pernah melihat mu tertarik pada seorang gadis.”

Ji Soo tersenyum miring, “kecuali Jiyeon. Aku tidak mengerti, aura nya sangat berbeda dari gadis kebanyakan. Aku bahkan rela tidak di bayar jika Jiyeon yang menjadi modelnya.”

“Setelah ini, aku yakin kau akan memiliki banyak saingan.” Kata Hojin. Ji Soo hanya tersenyum kaku sambil mengusap tengkuknya, “kau benar. Setelah ini pasti banyak yang mengidolakannya, bahkan ia baru menjadi model. Bagaimana menjadi bintang besar sekelas SNSD? Aku tidak sanggup membayangkannya.”

Hojin menepuk bahu Ji Soo, tatapannya hangat seperti seorang Ayah. “Kau menyerah, nak?”

“Tidak. Hanya kurang percaya diri.” Ji Soo terkekeh lucu. Ia lalu kembali berkata, “ngomong-ngomong, kapan foto ini akan di cetak di majalah?”

“Malam ini. Lusa akan terbit, dan Jiyeon harus melakukan pemotretan produk Etude House besok. Wajahnya akan tersebar di billboard yang ada di Korea.”

Wajah Ji Soo tampak cemerlang, “kau akan memakaiku sebagai fotografer, kan?”

Hojin mengangguk sambil tersenyum, “tentu saja. Kau fotografer paling hebat di Korea.”

                          Vampire Hall

“Ini sudah hari ke empat, kak.” Thunder meminum segelas darah sambil matanya melihat ke luar jendela yang ada di apartemen, tidak banyak yang bisa membantu mereka. GD sudah berusaha sebisanya, tapi Jiyeon tetap tidak bisa ketemu. Biasanya, GD menjadi pihak yang tenang. Tapi ini sebaliknya, GD menjadi pribadi yang tidak bisa diam.

GD tidak pernah beristirahat untuk mencari, Jiyeon adalah adik kesayangannya. Dan GD tidak akan pernah bisa tenang untuk itu.

GD mengacak kasar rambutnya saat Thunder menaruh gelas kosong di atas meja dan duduk di depan GD, “tadi Kahi memberi kabar saat kau pergi.” GD mendongak menatap Thunder, “kutukan Beatrice.”

“Brengsek!” Amuk GD, ia memecahkan gelas yang ada di depannya penuh emosi. Mata hijau nya menyala terang, “harusnya aku memikirkan tentang kutukan itu.”

Thunder mencoba menenangkan GD, tapi GD terlalu marah untuk di tenangkan. GD menyengkram ujung bangku, “Kahi juga bilang jika Minho pergi dari Vampire Restrain di bantu tiga anak indigo spesial.”

Kepala GD menoleh spontan, “tiga indigo spesial?”

“Ya. Kau tahu ramalan itu, kan? Serius kak kita tidak punya banyak waktu lagi. Gerhana cincin sebentar lagi akan muncul. Kau tahu akibatnya jika kutukan itu tidak cepat di patahkan. Lupakan kebencian kita terhadap Minho, saat ini kita sangat membutuhkan pria itu, dan juga ketiga anak indigo spesial.” Jelas Thunder. Ia kemudian memberi tepukan halus pada pundak GD, kemudian Thunder memaksa GD menatap matanya. Membuat GD rileks perlahan, “kita harus kak. Demi Jiyeon.”

Perlahan GD mengangguk. Ego nya harus menyingkir untuk sesaat. GD harus mengakui jika ia membutuhkan Minho untuk ini. GD bahkan tidak akan menyangka jika saat ini akan tiba, saat kutukan Beatrice mulai bekerja. Harusnya mereka sudah mengantisipasi ini sejak dulu, tapi semua mengabaikan dan menganggap itu hal konyol.

Beatrice membakar dirinya sendiri saat upacara penyatuan, saat Coler lebih memilih pergi dari dunia vampir dan menolak perjodohan. Coler hilang tidak ada yang tahu ia dimana. Sedangkan sebelum Beatrice membakar dirinya, ia sempat membuat sumpah berupa kutukan.

Setelah Beatrice, ia bersumpah jika Geneviève tidak akan pernah bisa bersama Isaac. Ia tidak ingin Geneviève mengalami hal yang sama, dan Beatrice ingin membuat Isaac tersiksa.

Semua karena dendam, dan itu berawal dari Coler.

“Cari Minho sampai dapat.” Perintah GD di jawab anggukan langsung oleh Thunder, “itu pasti, kak.”

.

.

.

.

.

“Kalian bodoh?! Sudah berapa hari pencarian ini sia-sia? Apa sangat susah mencari Jiyeonku?” Amuk Minho, ia membanting semua benda yang ada di kamar Jr membuat pria itu menunduk pasrah, padahal Minho sendiri tidak bisa menemukan Jiyeon. Dan Minho menyalahkan orang lain untuk kasus ini, Minho tidak pernah berpikir dalam bicara. Atau memang vampir tidak memiliki otak? Jr mulai berperang batin.

Di samping Jr ada Chayeon dan Dani yang tampak menyemangati, mereka tahu bagaimana rasanya saat kamar itu di acak-acak Minho. Dani bahkan menangis histeris saat Minho memecahkan kaca meja riasnya.

“Gerhana cincin tinggal satu minggu lagi. Kutukan itu akan bertahan abadi jika aku tidak segera menemukan Jiyeon.”

Chayeon mulai simpatik, Minho sangat kacau saat ini. Ia tahu bagaimana perjuangan Minho mencari Jiyeon. Tapi Seoul itu luas, Korea Selatan luas dan tidak mudah mencari orang dalam jangka waktu beberapa hari. Kemudian Chayeon memperhatikan Jr yang mulai berani mendekati Minho, sementara Dani lebih memilih bersembunyi di balik punggung Chayeon. Gadis itu terlalu kapok untuk berurusan dengan Minho yang sedang marah seperti ini.

“Kita masih ada waktu, kau harus membiarkan pikiran mu jernih. Jangan kau anggap kami akan diam saja. Kami sudah berjanji untuk membantu mu.” Bijak Jr sambil meletakkan barang-barangnya yang masih utuh ketempat semula. Chayeon ikut membantu sedangkan Dani memilih duduk di meja belajar Jr.

“Sangat mudah untuk bicara.” Minho menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, membuat kaos biru laut yang ia pinjam dari Jr terangkat sedikit memperlihatkan bentuk perutnya yang kencang, “Jiyeon sangat berarti untukku. Lebih dari apapun di dunia ini.”

Jr mengangguk mengerti, ia kemudian duduk di pinggiran kasur membiarkan Chayeon yang membereskan kamarnya. Dani menjadi pihak yang mendengarkan disini. “Aku tahu, cara mu yang menunjukkan itu pada kami. Kau tenang saja, masih ada waktu satu minggu untuk mencari Jiyeon dan aku yakin Jiyeon akan terbebas dari kutukan Beatrice.”

“Minum ini dulu, kau belum minum darah sejak pagi.” Chayeon menyerahkan segelas darah untuk Minho. Pria itu langsung bangun dari tempat tidur dan meneguk habis satu gelas darah. Dani mengernyit jijik. Walaupun itu sudah biasa sejak Minho tinggal di sini, tapi tetap saja bau darah itu begitu pekat dan kental. Untungnya, Jr mempunyai kenalan di rumah sakit, jadi ia bisa dengan mudah mendapatkan kantung darah. Malaupun harus irit, setidaknya Minho bisa mengerti.

Dani memalingkan wajahnya tidak ingin melihat, arah matanya tertuju pada sampul majalah yang ada di atas meja.

“Oh tidak!” Jerit Dani, ia mengambil majalah itu dan menunjukkan pada Chayeon, “ini majalah mu, kan?” Tanyanya.

“Ya. Kenapa?” Chayeon memberikan tatapan aneh, sedangkan Dani menjadi semakin heboh. “Majalah ini sejak kapan ada disini?”

“Dua hari yang lalu. Aku lupa membaca dan yah, majalah itu tertinggal di sini. Ada apa?”

Langkah Dani tergesa menghampiri Chayeon, Jr serta Minho. Ekspresinya masih belum berubah normal, “lihat ini. Lihat siapa yang ada di sampul majalah ini.”

Dan wajah mereka semua berubah pucat dalam jangka waktu sepersekian detik.

“Park Jiyeon!”

“Hey, kau tidak terlihat lelah setelah beraktifitas seharian.” Ji Soo mencoba mengganggu Jiyeon, ia mengambil sebuah kursi kosong kemudian menggesernya ke samping gadis itu yang sedang duduk sambil membaca buku sastra Jerman.

Tidak ada respon dari gadis itu. Tapi, itu justru membuat Ji Soo semakin penasaran untuk mendekatinya. Gadis itu terlihat nyata, wajahnya benar-benar bersih tanpa noda. Jiyeon begitu misterius, tidak ada yang berani mendekatinya. Hubungan yang terjaga hanya sebatas rekan kerja. Jiyeon akan bersikap profesional saat di depan kamera, tapi ia akan menjauh tidak ingin di sentuh saat kamera mati.

“Bagaimana hubungan mu dengan aktor Ahn Jaehyun? Aku dengar kalian dekat sejak sama-sama terlibat dalam pemotreran Bean Pole? Aku tidak melihat ada ketertarikan di mata mu.”

Gadis itu masih mengabaikannya lagi, buku sastra Jerman itu lebih menarik dari apapun, bahkan Jiyeon tidak menunjukkan gestur jika gadis itu mendengarkan Ji Soo bicara. Jiyeon justru terlihat mengganggap Ji Soo tidak ada. Ji Soo mulai kesal, ia kemudian merebut paksa buku itu dan menaruhnya di atas meja rias.

“Tidak sopan mengabaikan orang yang bicara dengan mu.”

“Kau bicara denganku?” Jiyeon tersenyum paksa, “tapi maaf tuan, aku benar-benar tidak ada waktu untuk bicara denganmu.”

Ji Soo menunjukkan ekspresi puas, “wah. Akhirnya nona ini mengeluarkan suaranya. Kau tahu? Suara mu sangat indah. Jadi untuk apa menyembunyikan suara mu itu?” Katanya sambil tersenyum senang. Ji Soo benar-benar sudah jatuh pada pesona Jiyeon. Ia benar-benar tidak ada niat berpaling.

Tapi disaat dirinya mulai ingin kembali memancing Jiyeon, salah satu staf sudah lebih dulu memberi intruksi untuk Jiyeon bersiap untuk pemotretan selanjutnya.

“Maaf jika aku mengecewakan mu. Tapi sebaiknya kau cari gadis lain, aku benar-benar tidak tertarik dengan mu.”

Jiyeon berdiri dari bangkunya, ia berjalan tanpa menoleh lagi. Meninggalkan Ji Soo yang masih diam mencerna kalimat ambigu Jiyeon. Kemudian, Ji Soo justru tersenyum aneh. Ia memijat tengkuknya sambil berdiri dan mengambil kamera yang tadi ia taruh di atas meja.

Ji Soo tersenyum palsu, “aku anggap itu pancingan mu agar aku tidak menyerah mendapatkan mu, Jiyeon.”

Tbc.

A/n : sorry for typo(s). Btw, maap telatnya parah bgt. Ternyata ngumpulin mood di bulan puasa itu susah. Dan maap juga ga sesuai janji buat banyakin minji momen di chapt ini. Karena di sini Jiyeon masih blm ketemu. Dan gue lagi mau fokus uas, mungkin abis uas gue bakal lebih sering update.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

28 thoughts on “4. Vampire Hall : Curse Of Beatrice

  1. sebenarnya kurang suka sihhh karakter jiyi yg dingin bagai kan es di kutup utara haha tapi serius uhhhh kyak gimana gtu apa ini juga pengaruh kutukan itu ….

    Apa bisa ya Minho meyakinkan jiyi mana waktunya seminggu lagi

    Berarti Minho benaran jodoh jiyi donk

  2. Huaaa mereka belum bertemu juga. Heum telat si liay sampul makalahnya. Eaa bakalan seru kalau minho ikutan jadi model. Gimana reaksi jisoo melihat kedekatan mereka berdua nanti.. haha

  3. Jisoo orang jiyeon nolak kok di anggap pancingan buat lebih ngejar sih 😩😩😩

    Minho tetap aja emosian kasihan jr,dani&chayeon mereka jd sasaran

  4. Ya ampun minho kalo ngamuk rumah orang jngn jdi sasaran tuh barng3 jdi pd hancurkn dah numpang mkn minum gratis ..eh cm minum doang ko ntr d byarkn soalnya kasian tuh jr bs bankrut ..kkkkkkk. …akhirnya mrk ktm titik terang dmn jiyeon semngt minho…

  5. ckck makin tegang rasanya waktunya cmn satu minggu kira kira minho bisa ngeyakinin jiyeon ngga yah,jisoo pede banget sih udah di tolak sma jiyeon ehk mlh mikir itu pncingan buat ngedapetin jiyi awasss ntar bisa2 dibamuk sma minho,

  6. yeaaahhhh… akhirnya keluar juga chapter 4nya kaks
    kutukan batrice?? hadeeehhh makin penasaran dehh kog bisa. suka bgt bag minho-hara, ibaratnya tuhh minho memperjelas ke hara bahwa dia enggak ada apa2nya dibanding jiyeon, jiyeon adalah gadis yg paling dia cintai
    kasian jr, dani dan chayeon dimarah2in mulu ama minho 😦 tpi untung aja mereka nemuin kira2 dmn jiyeon berada… semangat nyari lagi minho
    semangat juga kaks… ditunggu next chapternya 🙂

  7. eyy si jisoo kgak mau nyerah tuhh,,
    syukur deh tunder sma gd ada dipihak minho meskipun dengan terpaksa,,
    semoga aja minho cpet2 dpet nemuin Jiyeon + ngilangin kutukan Jiyeon,,

  8. aigooo minho marah2 mulu nih ke jr dkk karena kelabakan nyariin jiyeon.
    huuu dasar ternyata juyeon sempet berantem sama hara. dasar hara aja yg gak tau diri hehehhe.
    wuahhhh minho bakal banyak saingan ini, apalagi kyknya jisoo gak nyerah2 buat deketin jiyeon

  9. Minho kesana kemari mencari jiyeon tpi gk ketemu”,sabar ya bang….^_^

    Oya yg mau uas semangat ya….^_^
    Selalu di tunggu karya” lainnya Fighting…!!!

  10. hyaa , aku kok blum ngerti ma kutukan beatrice ni ya ? aku yg lupa atau gmna siapa tu isaac genevieve coler??
    minho bisa nya ngamuk untung aja 3 bocah tu sabar wkwk
    GD dan thunder jg blum nemuin jiyeon ,
    jiyeon dingin luar biasa .. kerenn deh .
    pnasaran , pengen ngerti ma cerita nya wkwk
    kmu uas kapan chingu ? uas nya d blan puasa? fighting yaa

  11. jiyeon punya rasa yg sama ma minho cuma dia kena kutukan.seoga minho cepat nemuin jiyeon supaya kutukannya cept hilang

  12. Ji soo jdi orang ngotot bnget sih,, kan jiyeon uda nolak ,,, malah dibilang pancingan,,, jiyeon dingin banget sikapnya,, apa itu juga krena kutukannya,,, disini sbnarnya kurang suka sama sikapnya minho kayak gak bijak gtu

  13. Emang jiyeon ikan dipancing segala. Ih ngotot banget si loe ji soo udh sono gk udh berharap nanti patah jantungmu lihat jiyeon ma minho. Minho udh dikasih tahu juga ma hara masih kayak gitu, klau emang gk suka bilang baik2 biar gk nambah musuh. Chanyeol cs ksian dimarahi mulu ma ni kodok untung mereka sabar hheheeh

  14. Kasian ketiga anak itu jadi korban kemarahan minho, semoga minho cepet ketemu sama jiyeon. Jiso juga kayaknya rasa percaya nya tinggi banget padahal udah ditolak

  15. jdi artinya klo jiyeon ga kena kutukan itu apa dy ga bkln dingn terhadp minho?
    ah tpi syukur juga buat saat ini kk jiyeon mau ngedukung minho. ayo semangt minho….

  16. Kutukan??? Jd jiyi sprti kena hipnotis gt y agr gk jatuh cinta pd minho??
    Hebat bgt y kutukan tu..
    Wooooowww jiyi jd yeoja populer skrg,
    Hehehe makin byk saingan minho,,
    Suka bgt dg karakter jiyi d sni, keren 😎

  17. oalahhhhh… ayo minho semangat temukan jiyi… supaya kutukannya tidak abadi.. hahaha kasian fotograger di cuekin.. jiyi kan milik minho… next ^^

  18. hoho ternyata jiyeon pergi juga ada penyebabnya.
    bertengkar dg hara..
    itu si minho enggak bisa keluar siangkah¿
    tetap ya lucu kalau lihat 3 anak indigo,kalau beraksi..
    jadi penasaran apa yg akan terjadi dengan kutukan..

  19. Akhir’a terjawab juga kenapa sikap Jiyi ke Kodok Menong kaya biasa aja malah terkesan cuek itu semua karena Jiyi terkena kutukan, untung Hara ngasih tau ke Kodok Menong walau kudu menelan pil pahit karena sikap Menong ya gitu dia ngak tertarik sama sekali ke Hara karena cinta’a hanya buat Jiyi seorang dan hanya Jiyi yang dia inginkan

    Jiyi bener” model yang bikin semua mata tertuju sama dia karena aura dia begitu kuat dan mempesona sampe Ji Soo terang”an kaya gitu tapi sayang Jiyi ngak tertarik dan malah dianggap sebagai tantangan oleh Ji Soo dasar gilaaa dan OMG ada nama laki orang disini *lirik AJH duhhh emang dah laki orang selalu menggoda(?) Iman ini hehehehe

    Semoga mereka semua berhasil melakukan misi sebelum gerhana cincin muncul dan apakah Menong akan membawa Jiyi atau malah mereka hidup bahagia dia dunia manusia

  20. makin seru ceritanya…jiyeon pergi gara” bertengkar dengan hara ya kirain marah ma minho….
    gimana dengan kutukannya ya apa bisa di pecahkan ma minji ya????
    akhirnya gd ma thunder mau membantu minho,,walau karena kutukan…
    minho masi tetap emosian kan kasian ketiga manusia itu barangnya jadi pelampiasan kemarahan minho,,,
    ditunggu kelanjutannya penasaran banget gimana perasaan jiyepn ma minho….
    fightinggg

  21. Kutukan beatrice???
    Jd jiyeon itu kyk di bawah pengaruh kutukan itu apa gimana? Ga sadar apa yg dy lakuin?
    Hehehe mian masih lom ngeh
    *maklum aku rada lemot

    Minho bakal berhasil nemuin jiyeon segera ga nih?

    Update soon ya

  22. Wah…..jiyeon jd model di dunia manusia. Pasti bakalan jadi terkenal nih secara vampire kan sempurna banget…ckckckck
    Akhirnya GD pasrah buat nerima minho jd adik iparnya drpd kehilangan jiyeon. Semoga mereka sukses dengan misi mereka untuk mencari jiyeon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s