Posted in Vampire Hall

3. Vampire Hall : I Need You, Guys

image

Stop dreaming and start doing.
————————————


“Jiyeon hilang?”

“Kau sudah dengar itu? Katanya Jiyeon hilang sejak kemarin.”

“Bagaimana bisa Jiyeon keluar dari tempat ini? Bukankah tempat ini sudah diberi mantra?”

Luna berjalan cepat saat mendengar kumpulan vampir dari berbagai ras mulai membicarakan sepupunya yang hilang sejak kemarin, berita yang langsung menjadi perhatian juga membuat seluruh pengajar Vampire Restrain panik, GD serta Thunder tampak yang paling sibuk mencari keberadaannya, tapi Kahi melarang keras untuk mereka keluar dari Vampire Restrain meskipun mereka sudah berada di level enam sekalipun. Dan mencari keberadaan Minho adalah tujuan utama Luna berjalan ke ruangan vampir Origin.

Pembicaraan hangat mengenai hilangnya Jiyeon, serta pertanyaan bagaimana Jiyeon bisa melewati mantra sihir kembali membuat telinga Luna panas.

“Ini salahku.”

Langkah Luna terhenti, diam berdiri di balik pintu ruang peristirahatan Minho, mencoba untuk mencuri dengar pembicaraan orang-orang di dalam yang Luna yakini sebagai sepupu Minho.

“Kemarin malam kami bertengkar. Jiyeon marah karena aku menciumnya,” Luna menutup mulutnya panik, gadis itu semakin menempelkan telinganya ke pintu. “Dia marah dan bilang akan membuat ku menyesal karena ciumanku itu.”

“Demi ras Origin, aku tidak tahu jika dia akan berbuat sejauh ini.”

Tidak ada yang bisa mencegah Luna untuk membuka pintu secara paksa. Mata hijau nya berkilat marah saat Minho menatapnya terkejut, juga spupunya yang langsung memilih keluar.

“Jadi, ini semua salah mu?” Luna menunjuk wajah Minho, namun jarinya langsung di tepis kasar oleh pria tersebut, sama-sama saling menatap tajam namun tatapan Minho lebih dingin.

“Jiyeon pergi karena mu? Iya? Jawab brengsek!” Jerit Luna kemudian.

Minho tidak merespon, ia memilih beringsut bangun dari kursi besar dan berjalan pongah melewati Luna, tatapannya dingin tanpa ekspresi. Minho bukan vampir yang mudah di dekati, Luna mencatat dalam hati. Meskipun wajah dingin itu terkesan kaku dan menyeramkan, ada sisi lain di mata Minho yang menunjukkan kerapuhan. Sisi yang Luna yakini ada sangkut pautnya dengan Jiyeon, sepupunya.

Membiarkan Minho dengan kebisuannya menjadi pilihan bijak, tapi berdiri diam menyaksikan ini semua merupakan keputusan tidak masuk akal. Sejujurnya Luna muak dengan semua ini, muak dengan kepura-puraan seolah Minho tidak perduli atau apapun itu.

“Baiklah, jika kau tidak mau bicara, itu terserah mu. Aku datang kesini untuk meminta mu menemukan sepupu ku. Dan ya, aku yakin kau juga akan melakukannya tanpa aku minta.” Luna berbicara keras, berusaha menarik perhatian Minho atau setidaknya membuat pria itu berbalik dan menatapnya, berbicara dengan punggung Minho merupakan kejengkelan dalam hidupnya.

“Keluarlah.”

Luna melotot tajam, “apa kau bilang?” Tuntutnya kemudian sambil melangkah mendekat, terlalu pusing menghadapi vampir menyebalkan di depannya. Tapi pergerakan pada kaki nya berhenti spontan saat suara serak Minho kembali terdengar.

“Aku akan membawa Jiyeon kembali. Jadi, keluarlah.”

Pria ini terlalu susah di tebak, persis seperti Jiyeon yang mempunyai banyak kejutan. Disatu sisi terlihat angkuh dan tidak perduli, tapi ada sisi lain yang membuatnya terlihat menawan dengan rasa tanggung jawab dan juga kepercayaan tinggi yang besar.

“Kau yakin?” Suara Luna terdengar sarkasme, “dari yang aku dengar tadi.. semua ini karenamu. Karena kau Jiyeon pergi dan kau begitu percaya diri akan membuat Jiyeon kembali?”

“Tidak ada yang tidak bisa aku lakukan. Jadi, keluarlah sebelum aku mematahkan lehermu.”

Minho brengsek, Luna mengumpat dalam hati. Bukan merasa takut atas ancaman apa yang Minho katakan padanya, melainkan vampir ini benar-benar tidak memiliki empati pada seorang gadis, sekalipun sepupu jodohnya sendiri. Bagaimana mungkin ia membiarkan sepupunya berjodoh dengan vampir kejam ini? Rasa penyesalan mulai merambatinya, mungkin dia akan bersekongkol dengan GD mulai sekarang.

Kemudian, ada perasaan lain yang muncul. Perasaan dimana ia bangga dengan pilihannya, pilihan yang tidak pernah salah. Dia kembali mendikte dirinya, bahwa Minho memang menyebalkan, tapi ia tidak semenyebalkan ini jika ada Jiyeon disampingnya.

Seperti dua kutub magnet yang berlawanan, sisi negatif akan menyatu dengan sisi positif menciptakan kekuatan magis yang luar biasa, membuat benda disekitar seolah tertarik karena porosnya.

“Aku mengerti.” Luna menyerah, kembali pada pendirian awalnya mempercayakan Jiyeon pada vampir dari ras Origin tersebut, “sebelum gerhana cincin tiba, aku harap kau sudah membawanya kembali.” Peringatan ini menjadi kalimat penutup Luna sebelum memilih keluar. Tanpa mengetahui mata hitam Minho sudah berubah menjadi merah darah, membuat jendela kaca di depannya pecah berserakan.

Aura disekitar musium di selimuti awan gelap, ditambah suara burung gagak semakin menambah kesan mistis.

Tapi, dibalik itu semua ada seringaian yang ditunjukan Minho, seringai yang muncul saat matanya menangkap siluet tiga manusia. Saat mata itu menatap dari kejauhan, Minho bisa merasakan aroma darah yang begitu menggoda, memunculkan dua taring yang tersembunyi. Namun rasa haus kembali terkalahkan oleh bayang-bayang gadis yang dicintainya, ia tidak boleh seperti ini. Ia jelas tahu bukan itu tujuan awalnya memancing mereka datang.

Saat ketiga manusia itu mulai memasuki gerbang, Minho mulai melakukan kontak dengan para sepupunya, membiarkan mereka mengurus vampir lain agar tidak mengganggu sementara dirinya sendiri bergegas mengurus urusannya.

.

.

.

.

“Vampir itu tidak jahat, tidak sejahat Lestat ataupun Victoria. Vampir itu mempesona seperti Edward Cullen dan baik seperti Bella Swan.”

Chayeon mencibir kelakuan Dani yang terus saja bergumam tidak penting, mencoba mengalihkan pikirannya dari hal-hal negatif dan berpikir positif mengenai vampir yang sering muncul di film-film favoritnya, sementara Jr lebih memilih fokus memperhatikan bangunan tua namun berdiri kokoh di depan, bangunan ini tampak menyeramkan jika di lihat saat malam hari, berbeda saat matahari masih tampak menyinari. Bangunan musium di depannya sangat elegan, mewah juga berkelas.

Ini jauh dari bayangannya.

Sesaat pandangannya beralih pada Chayeon saat mendengar suara pecahan kaca, “aku pikir musium ini tidak ada penjaganya.” Chayeon mengangguk menyetujui perkataan Jr.

“Oh, Tuhan! Spike tidak cocok dengan rambut emasnya. Andaikan rambutnya berwarna pelangi, aku bersumpah akan memakai bikini ke sekolah.” Dani semakin mengeraskan suaranya saat Chayeon dan Jr justru bertukar pendapat mengenai suara kaca pecah. Tangannya tidak bisa diam saat meremas hoodie yang di kenakan Jr sambil menatap musium dengan gelisah.

Saat mereka bertiga sudah berdiri tepat di depan pintu masuk musium, pintu itu terbuka sendiri menciptakan rasa curiga dan kesan tidak nyaman.

Jr mengambil langkah di depan, membiarkan Chayeon dan Dani di belakangnya. Mencoba melindungi mereka dari kemungkinan yang tidak di inginkan.

Ini aneh, Jr merasa sedang di awasi dari berbagai sudut. Juga, rasa gelisahnya meningkat konstan seiring langkah kakinya yang kian jauh melangkah ke dalam, membuat pintu kembali tertutup dramatis.

Mereka bertiga berbalik panik, mencoba berteriak untuk membukakan pintu namun itu semua dirasa percuma saat suara bisikan halus membuat bulu tangan serta kaki merinding kaku.

“Ini gila, tapi aku bersumpah kita harus ke ruang tempat dimana kita bertemu dengannya.”

Dani menatap horor Chayeon, “kau memang gila. Aku akui kau terlalu terobsesi untuk mencari sejarah mengenai keturunan Park dan Choi. Tapi tidak dengan membahayakan kita, oke? Lebih baik kita pulang dan lupakan ini semua.”

“Dan kau yakin kita bisa keluar dengan mudah?” Chayeon menatap Dani serius, mencoba meyakinkan temannya itu jika melarikan diri bukanlah hal yang tepat, “aku yakin kita bisa selamat jika kita mengikuti intruksi apa yang dia berikan seperti di mimpi.”

Jr mencoba berpikir, meresapi apa yang dikatakan Chayeon dan meyakinkan diri jika tidak ada salahnya mencoba. Lagipula, mereka sudah setengah jalan dan tidak mungkin kembali. Mencoba kembali berteriak meminta di bukakan pintu bukanlah keputusan yang bijak. Mereka sudah salah sejak awal, rasa penasaran telah membuat mereka dalam masalah seperti ini, dan inilah konsekuensinya karena bertindak mengikuti ego dibanding mengikuti logika.

“Setidaknya dia lebih tampan dari Damon Salvatore.” Seringaian diberikan Jr untuk Dani dan Chayeon, berusaha keras menggerakkan lututnya yang lemas untuk mengambil langkah kedepan, membiarkan Dani berceloteh panjang lebar mengutukinya yang begitu bodoh melangkah sejauh ini. Tapi kenyataannya gadis itu tetap mengikuti Jr dan Chayeon mengekor di belakang hingga mereka benar-benar sampai pada ruangan dimana mereka bertemu dengannya.

Bertemu dengan Minho dan Jiyeon.

Seorang gadis berdiri anggun di tepi Sungai Han, membiarkan gaun malam nya tertiup angin serta rambutnya berkibar berantakan. Kulitnya begitu putih seperti porselin dan tampak bercahaya dibawah bulan sabit yang memantulkan sinarnya dari air sungai. Ia menggenggam sebuah buku tebal bersampul silver di tangan sebelah kiri, sebelum matanya menutup sambil merapal sebuah mantra, membuat buku tersebut perlahan hilang tidak berbekas.

Walau jam menunjukkan pukul setengah sebelas waktu setempat, tapi pinggiran sungai han masih ramai di kunjungi para anak muda yang berpasangan. Juga ada beberapa kios yang sengaja buka 24 jam.

Gadis itu tersenyum, sudah lama menjadi impiannya berada disini, ditengah kerumunan manusia yang ia kagumi. Bersyukur jika di tubuhnya mengalir sedikit darah manusia yang membuatnya bisa beradaptasi dengan mudah.

Semua seperti mimpi, menyatu dengan manusia dan terhindar dari berbagai aturan vampir yang membuatnya muak.

“Nona, apa kau tertarik menjadi model di perusahaan kami?”

Perhatian gadis itu terbelah pada sosok paruh baya bersetel jas formal serta dua pengawal disamping, mencoba mencari maksud tersembunyi namun sama sekali tidak ditemukan.

Pria itu memelas, “aku sudah lama berkeliling mencari model yang tepat, tapi tidak pernah ada yang pas. Saat aku mulai putus asa, aku melihat mu yang begitu mempesona.”

“Kau tahu makna diam adalah emas?”

Gadis itu masih diam, membiarkan pria tersebut berbicara sebelum ia mengambil keputusan yang tepat.

“Kau, kau nona. Diam mu itu seperti emas yang berkilau, kau bersinar dengan kediamanmu disaat banyak orang di sekitarmu yang berlenggok. Kau seperti titik pusat dimana bumi berputar. Akhirnya aku menemukan bintang yang sesungguhnya.”

Ia masih setia dengan kebisuannya, mencoba menimang apa yang akan menjadi keputusannya, pria ini berkata jujur karena ia bisa membaca pikiran pria tersebut. Tidak berlebihan juga tidak mendramatisir. Semuanya natural.

Ia sering membaca buku tentang manusia, juga tentang novel vampir yang di karang manusia selalu menjadi pelajaran penting bagi semua vampir. Memahami dari hal kecil hingga besar ia sudah tahu. Semua pengetahuan umum sudah menjadi momok penting dalam hidupnya.

Ia juga tahu apa itu model dan apa itu menjadi bintang. Tapi, ia tidak pernah berpikir jika vampir akan menjadi model. Terlebih ia vampir sungguhan, bukan vampir yang tercipta dari karangan fiksi manusia. Bagaimana caranya beradaptasi menjadi peran penting dalam pemikirannya.

“Ya. Asal kau memberiku tempat tinggal dan mencukupi semua kebutuhanku.” Akhirnya, suaranya yang berciri khas menjadi alasan kenapa pria itu tersenyum antusias dengan mata berbinar enerjik.

“Tentu saja. Apapun itu, kau akan mendapatkannya.”

Menjadi terkenal dan menjadi sorotan masyarakat, merupakan langkah besar yang ia ambil tanpa tahu bahwa takdir telah mengajaknya bermain.

                              Vampire Hall

“Jadi, apa mau mu?!” Jr lelah berdebat dengan vampir di depannya. Vampir yang bahkan sejak tadi tidak menatap mereka, mengabaikan dan hanya berdiri diam di depan lukisan Park Jiyeon.

“Seharusnya aku menuruti Dani sejak awal, datang kesini hanya membuang waktu.”

Dani meliriknya aneh, mencemooh Jr karena ketidak konsistenan pria itu. Jika sudah begini Dani bahkan melupakan ketakutannya, melihat wajah tampan Minho menjadi fokus utamanya. Nyatanya, pesona seorang Choi Minho berhasil mengalahkan rasa takut yang tadi ia rasakan. Bersyukur karena ia mengambil keputusan untuk datang kesini, berlainan dengan Jr yang justru menyesal.

“Apa ini ada hubungannya dengan gadis yang ada di lukisan itu?” Chayeon mulai bersuara, mencoba berdiri sejejer dengan Minho diikuti Dani yang memilih berdiri disamping Chayeon.

“Kau tahu? Aku bisa saja membunuh kalian saat ini juga.”

“Tapi kau tidak akan melakukan itu.”

Minho melirik Jr yang berdiri disampingnya dengan mata onyxnya yang berkilat dingin, kemudian kembali melihat lukisan Jiyeon di ikuti Chayeon, Dani serta Jr yang juga melihat bagaimana goresan cat yang sempurna menciptakan gambaran sesungguhnya dari gadis tersebut. Jr bahkan terkejut karena ada lukisan yang benar-benar nampak asli seperti itu.

“Dia jodohku, Park Jiyeon.”

Dani melirik spontan, “ya aku tahu. Choi dan Park sejak dulu memang saling terikat.”

“Aku tidak heran kenapa kalian bisa memasuki ruangan ini.”

Jr mulai tertarik dengan topik ini namun juga sebal karena merasa Minho terlalu berbelit-belit. Jr tidak suka basa-basi tapi ia tidak berani membantah, ia masih menyayangi nyawanya sendiri.

“Ruangan ini tersegel,” pengakuan Minho membuat perhatian ketiga manusia tersebut semakin menjadi, “tidak bisa dibuka sampai seluruh vampir yang wajahnya terpajang disini memiliki generasi baru.”

“Oh tidak,” Chayeon menutup mulutnya spontan, “jangan bilang jika kami sudah melepas segelnya?!”

Seringai pada wajah Minho membuat ketiga manusia tersebut mendadak tegang dan pucat, mendapati kenyataan bahwa mereka memang telah melangkah terlalu jauh dan terlibat dalam masalah besar.

“Secara tidak sengaja, ya.”

“Apa itu hal yang buruk?” Jr mencoba bersikap tenang, tapi juga tidak bisa menutupi kepanikan yang membuat wajahnya tampak berkerut.

Minho beralih pada Jr, menatap penuh makna pria tersebut, “tidak. Sama sekali tidak.” Jr bernapas lega begitu juga Dani dan Chayeon. Tapi melihat bagaimana cara Minho masih diam memperhatikannya membuat napas mereka sedikit tersumbat.

“Tapi,” Minho mulai berbicara defensif, “kalian membuatku menyadari satu hal..”

“Kenyataan bahwa kalian bisa dengan mudah membuka ruangan yang dengan jelas tersegel ini, kalian juga bisa membantuku keluar dari tempat terkutuk ini.”

“Aku membutuhkan kalian, untuk membantuku keluar dan mencari Jiyeon.”

“Tunggu..” Jr kembali memulai perdebatan, “memangnya kami siapa? Kenapa kami yang jelas hanya manusia biasa harus terlibat terlalu jauh?dan oh! Apa maksudmu mencari Jiyeon? Jiyeon.. apakah dia..”

“Ya. Dia pergi dari sini dan aku harus mencarinya. Mengenai siapa kalian, mungkin kalian tidak sadar jika kalian adalah anak-anak indigo. Indigo spesial yang lahir saat bulan merah. Ditakdirkan untuk membantu para vampir yang dalam masalah, itu takdir kalian.”

“Oh Tuhan! Katakan ini lelucon.” Jr menjambak rambutnya frustasi, rasanya mustahil mendapati ada hal seperti ini, juga tidak masuk akal ada manusia yang di takdirkan menjadi katakan ini sebuah misi, misi yang ditujukan untuk membantu vampir yang dalam masalah.

Disaat Jr berjalan putus asa memutari Minho, lain hal dengan Chayeon dan Dani yang tampak shock hingga tidak mampu berkata apapun.

“Aku membutuhkan kalian, untuk membantuku mencari Jiyeon dan membawanya kembali sebelum gerhana cincin tiba.”

Jr berhenti bersikap kekanakan, menatap kedua temannya putus asa dan kembali bertatapan dengan mata kelam Minho, “kau yakin membutuhkan kami?” Tanyanya kemudian. Dani bahkan nyaris pingsan jika Chayeon tidak segera menjambak rambut gadis itu untuk membuatnya sadar.

“Kami tidak bisa.” Chayeon memberikan reaksi yang membuat Minho marah, Minho tidak suka penolakan. Kesabarannya sebagai vampir hilang tergantikan aura seram yang mulai memunculkan mata merahnya.

Jr panik, teringat kejadian sebelumnya yang membuat tubuhnya lumpuh total akibat mata merah itu. Jika dulu ada Jiyeon yang datang dan membebaskannya dari rasa sakit, kali ini Jr tidak bisa mengandalkan siapapun teringat jika tidak ada Jiyeon yang akan menyelamatkan mereka.

“Apa yang harus kami lakukan?” Tanya Jr, berhasil membuat Minho terfokus padanya dan membiarkan Chayeon lepas dari tatapan mata mematikan tersebut. Mereka saling tatap dalam diam, sampai Minho memutuskan kontak dan memilih memperhatikan kembali lukisan Jiyeon.

“Pertama, teteskan darah kalian di tengah pintu gerbang. Masing-masing hanya satu tetes tapi kalian harus meneteskannya secara bersamaan.”

Reaksi Dani tampak yang paling berlebihan, mulutnya sudah terbuka berniat protes tapi Jr lebih dulu memberinya tatapan peringatan.

“Baiklah, aku rasa satu tetes tidak akan membuat kami mati.”

Seringai Minho semakin lebar, “tapi kalian harus melakukan itu semua besok. Tepat pukul dua belas siang.” Minho memberikan nada perintah yang terkesan mutlak tidak bisa dibantah, “karena saat itu para vampir tidak bisa keluar dari gedung ini, bahkan di teraspun tidak akan bisa.”

“Bagaimana denganmu? Kau juga vampir dan aku yakin kau tidak bisa berada di bawah sinar matahari.”

Jr mengangguk membenarkan teori vampir yang dikatakan Chayeon.

“Aku memiliki daylight ring, satu-satu nya cincin yang bisa membuatku berjalan dengan bebas di bawah sinar matahari.”

Jadi, ya. Jr, Chayeon dan Dani mulai mengerti. Ini bukan mimpi, dan ini adalah nyata. Terlalu mustahil memang, tapi ini bukti nyata jika vampir itu ada. Sihir itu ada, tergantung kepercayaan masing-masing setiap orang yang mengganggap ini semua mitos atau tahayul atau bahkan mempercayai ini semua dan berakhir seperti mereka. Berdiri di dekat vampir yang sewaktu-waktu bisa saja menggigit leher mereka dan menjadikan mereka vampir, atau buruknya lagi mereka akan mati dengan mengenaskan.

Tapi vampir ini berbeda, vampir ini membutuhkan bantuan mereka. Catatan yang diingat Dani jika ia ingin menulis karangan mengenai vampir. Bahwa tidak selamanya vampir itu menakutkan, vampir juga butuh bantuan. Artinya, vampir sebenarnya bisa bersahabat jika tidak di ganggu atau di usik.

“Tapi aku masih tidak mengerti,” Jr bergumam ambigu, “bagaimana mungkin kami bertiga secara kebetulan adalah manusia indigo spesial yang kau sebutkan itu, jika hanya aku mungkin itu bukanlah sesuatu yang aneh. Tapi ini kami bertiga, bukankah ini tidak masuk akal?”

“Kalian percaya takdir?” Minho berubah menjadi sosok yang bijak dan melankolis, berhadapan dengan manusia kususnya remaja yang ingin banyak tahu sedikit banyak membuatnya belajar apa itu makna kesabaran, walaupun sebenarnya ia sudah meniatkan ingin mematahkan leher mereka jika ada pertanyaan lagi yang mereka utarakan.

Tapi, Minho membutuhkan mereka. Semua terlihat lebih sulit dari yang dia bayangkan.

“Sejak awal kalian tidak saling kenal, tapi kalian memiliki keterikatan. Sama-sama lahir pada bulan merah membuat perasaan kalian saling terhubung. Kalian hanya terlalu cepat menyatu, dan itu cukup membanggakan.”

Minho memejamkan mata sejenak, “kedatangan kalian sudah di ramalkan oleh leluhur kami. Rasa keingin tahuan kalian tentang vampir adalah titik penting kenapa kalian bisa bersama saat ini.” mata Minho kembali terbuka dan berubah warna menjadi merah, “cukup untuk malam ini. Sudah saatnya untuk kalian pergi karena sebentar lagi akan banyak vampir yang berkeliaran.”

Chayeon bergidik ngeri begitu juga dengan Dani, lain hal dengan Jr yang mulai menaruh rasa kagum pada Minho. Sosok yang dilihatnya begitu berwibawa dan ia iri. Ia iri karena Minho memiliki karisma yang luar biasa kuat.

“Pergi sekarang. Para pengajar kami sudah mulai menyadari kedatangan kalian, sekarang atau tidak sama sekali.” Minho berujar dingin, namun terselip kekhawatiran pada setiap ucapannya membuat Jr terharu.

Sebelum pergi, Jr menyempatkan diri lebih tepatnya memberanikan diri menepuk pundak Minho, “kami akan membantumu. Kami janji, besok akan kembali dan kita akan mencari Jiyeon bersama-sama.”

Setelah berkata demikian, Jr langsung menarik Chayeon dan Dani pergi mengabaikan fakta bahwa ia baru saja menyentuh vampir, tepat di pundak. Dan ia bertekat akan mengenang kejadian ini seumur hidupnya.

Ada senyum kecil saat ketiga sosok manusia tadi benar-benar menghilang, tergantikan dengan dua vampir lain yang menyender di tembok sambil menatap aneh Minho.

“Jadi, kau yakin mereka orangnya?” Jinwoo mulai angkat bicara, masih setia menyender sambil melipat tangannya angkuh.

“Aku tidak pernah seyakin ini.”

“Kau benar,” Seulong mulai menambahkan. Ia berpindah posisi menjadi berdiri tepat di samping Minho, ikut memperhatikan lukisan Jiyeon di depannya, “aku melihat tanda lingkaran pada bawah telinga sebelah kanan mereka, mereka memang yang di gambarkan dalam ramalan.”

Keheningan menjadi penutup dari pembicaraan mereka, membiarkan Minho pergi adalah keputusan yang bijak. Lagipula, Minho butuh istirahat setelah lelah mencari cara untuk bisa keluar dari tempat terkutuk ini.

Butuh energi yang banyak untuk besok, jadi.. biarlah Minho istirahat sejenak hingga besok.

Ya, besok. Ia akan segera mendapatkan Jiyeon kembali.

Tbc.

A/n: hiks, maap update lama. Tugas numpuk jd ga sempet2 ngetik. Lagian part ini mungkin sedikit banyak lebih fokus ke jr dkk, mau nguatin peran mereka juga. Jd, udah tau kan hubungan jr dkk sama minho&jiyeon? Next part akan fokus ke minji kok. Dan buat OB harap bersabar, saya banyak urusan:)

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

36 thoughts on “3. Vampire Hall : I Need You, Guys

  1. gimana jadinya jika seorang jiyeon vampire menjadi model di tengah2 kehidupan manusia ,pasti bkal lebih seruuuu

  2. tambah menarik ceritanya….
    minho memanfaatkan jr,dani dan chaeyon supaya bisa masuk ke dunia manusia untuk menemukan jiyeon,,apa minho akan berhasil keluar dari dunia vampir???
    jiyeon menerima tawaran jadi model,,apa yang akan dilakukan jiyeon setelah jdi model dan bergaul dengan manusia,,apa dia akan kembali lagi ke dunia vampir,,,,
    next chapter nya ditunggu….
    fighting….

  3. Wah jiyi pergi kemana??
    Kok bisa ilang gitu..
    Keluar dari massion??
    Kalau siang terus gmn thor??
    Next part thor..

  4. minho membutuhkan bantuan jr, chayeon dan dani buat keluar. lalu caranya jiyeon bisa keluar tuhh gmna? lalu buku apa yg di bawa jiyeon saat di sungai han…?
    jiyeon jadi model, pasti keren banget…
    jr, chayeon dan dani adalah perantara untuk menyatukan cintanya minho dan jiyeon.. cie…..
    gg sabar nunggu cerita selanjutnya

  5. wahhh ternyata Jr Dani sma Chaeyeon itu punya indra keenam,,
    nanti gmna reaksi Minho pas tau klo Jiyeon jdi model yaaa,,??
    tpi Jiyeon emang bner2 cocok jdi model sihh ,,
    pasti dia bakalan Jdi Top Model ,,
    semoga aja Minho dpat menemukan Jiyeon tepat waktu 😀

  6. ceritanya makin menarik…jiyeon sekarang udah ada di dunia manusia kira2 minho bisa bawa pulang jiyeon ngga yah ngga sabar nunggu moment2 minji semoga jiyi bisa cinta sama minho kaya nya minho tulus banget cinta sama jiyi tapi dia ngga begitu nunjukin perasaan nya sama jiyi

  7. jiyeon ke dunia manusia…???
    untuk apa…???
    Minho cepat susul jiyeon….

    Ceritanya makin keren thor…👍👍
    Ditunggu lanjutannya dan ff minji lainnya,Author fighting……!!!!

  8. wah.. ternyata mereka bertiga itu udah d takdirin jd indigo dan nolong para vampire… tp gimana cara jiyi bisa keliar dari tempat itu..gk heran jiyi langsung d tawarin jd bintang soalnya gk ada yg bisa nolak pesona jiyi.. kira2 besok minho berhasil gk yah sama rencananya buat keluar.. next next..

  9. aku ngakak ni pas chayeon jambak rambut dari biar enggak pingsan,hahaha..
    enggak sabar jiyeon jadi terkenal di dunia manusia,eh tapi lukisan para vampire cuma yg lihat jr dan kawan2 kan,itukan tempat yg tersegel hanya jr dan kawan2 yg bisa masuk..

  10. , knpa jiyi bsa keluar?? di dunia manusia lagi.. kyanya minho bner2 cinta ama jiyi yachhh.. aigooo smga jiyi bsa nerima minho.. aduchh tuch JR, Dani, ama chayeon dpat bntu minho.. next ^^

  11. Oh jadi itu hubungan trio ituh, jiyi join model apa minho juga yya, kyaknya selanjutnya khidupan mereka ada di tengah2 manusia deh

  12. Okee paham ceritanya. Tp kalo mereka udh nemuin jiyeon, dia bakal ga marah lg ga sama minho? Jgn2 udh ketemu tp ga mau pulang

  13. wahh jiyeon jadi model .kira” minho bakal bgikut ga ya jadi model juga ..hee ..lucujr dkk.ternyata mereka memang dah di takdirkan jadi penghubung antara minji ..

  14. Jiyeon mau jadi model?? wew.. entar akyu jadi fansnya deh :v Minho gimana ya reaksinya pas tau Jiyeon jadi model?? wew.. apa bakal makin cinta atau cembokir gara-gara banyak cowo yg liat kecantikan nya jiyeon?? apa bakal marah sama Jiyeon gara-gara jadi model.. ahkk.. pokoknya Ditunggu next partnyaaa

  15. kok Jiyeon bisa kabur dari sana ya??
    wuahhh Jiyeon bakal jadi model nih di kehidupan manusia???
    jadi jr cs itu anak2 indigo?? dan mereka yg bakal ngebantuin Minho?

  16. kenapa jiyeon harus kabur ?.berarti jiyeon bakalan jadi model trus terkenal apa ngk masalah karena dia kan vamour ntar terjadi sesuatu yg ngk”.
    semoga jiyeon cepet ditemuin supaya minji cepat bersatu

  17. Woah,, jiyi hebat juga bisa keluar dari vampire hall.
    Apa yg membuat jiyi nekat pergi? Benarkah grgr ciuman minho.
    Trio kwek² anak² indigo special,, waaa
    Moga minho bisa keluar juga n bisa nemuin jiyi.
    Lanjut yah 😉

  18. Seperti nya akn sulit unk membuat jiyeon kembali bersama minho secara dia akn jd model artis gitu…jd penasaran rencana minho ntar…jangan2 dia akn model juga..#ohopemikiranngeresgara2jr.

  19. ahh jd jr dkk manusia indigo yg bisa bantuin minho dan jiyeon ..
    tp jiyeon knapa bisa keluar ya , padahal kan disegel ..
    terus jiyeon mau jd model , apa jiyeon bisa kena matahari?
    wehh ntar minho jg ikutan jd model lg keke
    oke dtunggu next nya aja deh fighting

  20. Jjanggggggg Menong benar kata Luna dia itu pasti ada sisi lain’a ngak hanya dingin dan kejam aja apalagi kalau udah menyangkut sama orang dicintai’a yaitu Jiyi pasti dia akan melakukan apa aja supaya bisa bersama Jiyi dan membuat Jiyi benar” jatuh cinta sama dia dan untuk semua itu dia memerlukan ketiga kurcaci Indigo yang gokil itu dan semoga bisa berjalan mulus apalagi Menong punya kalung yang membuat dia bisa berjalan ditengah siang bolong sama hal’a Jiyi dan pertanyaan’a apakah hanya mereka berdua aja yang punya karena mereka memang ditakdirkan atau itu kalung turun temurun di keluarga masing”

    Jiyi baru aja di dunia manusia sudah ditawari jadi model dan pasti ini akan menjadi tantangan sendiri bagi Menong dan ketiga Indigo itu kalau sampe mereka ketemu Jiyi saat Jiyi udah terkenal tapi seru juga tuh kalau Menong juga jadi model kan pasti jadi Pasangan Vampire Model dan apakah mereka akan kembali ke dunia Vampire sebelum Gerhana Bulan Cincin/? Atau malah mereka akan terus di dunia manusia dan berbaur sama manusia

  21. huah benr2 gak kebyang vampire jd model ckckck,,
    si minho mah udah jiyeonnya pergi bru aja bertindak mkanya jgn asl main cium aja.
    tpi, di tunggu debut jiyeon jdi model,

  22. next thor aq g sabar nunggu lanjutannya ih c minhomah seringaian mulu… kya saiton eh emg vamfire ye haha

  23. Daebak.. Jiyi berhasil kabur..
    Ternyata dy tw cara kluar dr hall tu..
    Bkn d tawari jd model.. Sungguh Lucky bgt
    Hahahaha minho na skrg yg galau cinta na kabur..
    Ayo lekas cari jiyii.. Fighting

  24. Comedy nya ada di jr dkk
    Jr berani juga ya nepuk bahu nya minho wkwkwk
    Tingkah mereka yg sok berani tp kadang takut itu bikin ngakak

    Udh.. udh ngerti dah pokoknya keterkaitan minji dan jr dkk

    Next ya
    Obsession nya juga ya 😃

  25. mendadak jadi inget sia wkwk sama sama model terkenal tapi vampire xD ga nyangka mereka punya keterlibatan khusus sama vampire yah wow 😮 oke lanjut eon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s