Posted in Vampire Hall

2. Vampire Hall : Slave Race

image

(A/n edited)

By the vampire identity: Geneviève Lefèvre
Known in some parts of the world as: Patron of Park Hall

By the vampire identity: Isaac Desmarais
Known in some parts of the world as: Demon of Whores

————————————–

“Kau itu bodoh atau apa sih?”

“Atau.”

Luna berkacak pinggang, merasa frustasi menghadapi spupunya yang keras kepala juga menyebalkan. Dalam hal ini, Jiyeon sangat menyebalkan.

“Pertanyaannya hanya kau itu bodoh atau apa sih?”

Jiyeon berjalan acuh melewati Luna yang masih setia menanti jawabannya, gadis keturunan ras Hybrida ini lebih tertarik melihat bulan purnama yang terlukis indah di langit yang kelabu melalu jendela kaca besar yang ada di ruang peristirahatan. Mata hitam onyx Jiyeon perlahan berubah menjadi hijau zambrut beradu dengan sinar bulan yang bercahaya menciptakan perpaduan warna berkilau rupawan.

“Dan jawabanku adalah atau karena atau termasuk dalam kalimat pertanyaan.”

Bola mata Luna berotasi melingkar, “oh ya, kau selalu pintar mengelak.” Luna kemudian berdiri disamping Jiyeon mengikuti gadis itu melihat cahaya bulan.

“Kau tahu,” suara Luna terdengar putus asa, “aku tidak mengerti apa yang ada di pikiranmu. Bibi dan Paman jelas tahu apa yang terbaik, dan kurasa Minho adalah vampir terbaik yang orang tua mu pilih.”

“Minho baik.” Jiyeon berbalik memunggungi jendela, “tapi aku benci karena tidak mempunyai pilihan.”

Luna mengerti apa yang spupunya rasakan saat ini, Luna paham karena mereka tumbuh bersama dan apa yang di alami Jiyeon saat ini mampu membuat gadis itu merasa terbebani.

Semuanya Luna mengerti. Tapi menurutnya tidak ada alasan untuk menolak Minho, Minho yang di gadang-gadang akan menjadi penerus Ayahnya, tentu dengan kekuatan turunan yang menakjubkan mampu melindungi Jiyeon dari apapun.

Masalahnya, ya. Jiyeon tidak pernah punya pilihan.

Tangan Luna berniat mengelus punggung Jiyeon, tapi Jiyeon terlebih dahulu menghindar dan memberikan tatapan tajam.

“Aku tidak pernah suka di kasihani.” Tekan Jiyeon pada setiap katanya.

Luna menyerah, mengangkat tangan adalah jalan terbaik, “kau tidak pernah bisa membedakan apa itu kasihan dan perduli. Aku ini spupumu, dan aku perduli.” Belanya kemudian.

Tidak ada tanggapan apapun dari Jiyeon, lantas membuat Luna urung kembali berkomentar. Luna lebih memilih pergi membiarkan Jiyeon sendiri bersama kesunyian.

“Aku hanya tidak suka kepura-puraan.” Desahan Jiyeon menjadi penutup malam ini, walaupun sebenarnya tidak ada malam yang menjadi penutup. Sekeras apapun Jiyeon berusaha, tetap saja rasa tidak senang karena perjodohan selalu ada seakan menghantuinya sampai ia benar-benar menyerah. Menyerah untuk menerima takdir yang sudah datang padanya sejak lahir.

Betapa berutungnya kedua kakaknya yang terlahir sebagai lelaki, lepas dari tanggung jawab untuk menikahi marga Choi dari ras Origin. Dan betapa sialnya ia di lahirkan sebagai perempuan yang bahkan dari lahir pun sudah di tetapkan harus menikah dengan siapa.

Satu hal lagi, beruntungnya Luna bukan putri dari tetua ras Hybrida meskipun marganya Park dan seorang perempuan.

.

.

.

.

Cahaya bulan di malam hari menjadi satu-satu nya yang menarik bagi Minho, selain ini waktunya istirahat sebelum ras nya harus berkumpul di aula pada tengah malam, Minho juga tidak tertarik untuk sekedar jalan-jalan malam.

“Aku keberatan. Lestat terlalu cantik untuk menjadi vampir jahat.”

Seulong mengernyit jijik, “oh, dan aku benci mengakui jika kau penyuka pria cantik.” Sindiran ketus Seulong membuat Jinwoo marah tidak terima, dia menutup novel berjudul Interview with Vampire dan berniat memberi pelajaran pada Seulong yang kini justru memasang badan menantang.

Perkelahian vampir yang terlihat konyol di mata Minho.

Membosankan. Semuanya sangat membosankan, Minho ingin sekali berlari keluar dan menggigit satu saja manusia. Sayangnya Vampire Restrain terlindungi mantra ajaib dimana tubuh akan terasa terbakar jika melewatinya. Realita vampir tidak semenyenangkan fiksi dongeng kebanyakan.

“Dasar vampir jelek.” Jinwoo menjerit frustasi membuat perhatian Minho teralih padanya, melihat sendiri seberapa kacau rambut Jinwoo yang berantakan akibat ulah Seulong.

Jinwoo menyerah, memilih kabur sebelum Seulong berhasil menjambak rambutnya lagi, “dia pikir dia siapa? Alien? Dia juga vampir, vampir bodoh dan jelek.” Seulong menggerutu, ia baru saja ingin memungut novel Interview with Vampire yang jatuh tepat di bawah kakinya jika saja intruksi Kahi untuk berkumpul tidak tertangkap telepati.

Minho tertawa, tapi tawa nya itu justru aneh dan menyeramkan. Ingin sekali Seulong menyuruhnya diam tapi itu semua hanya akan berakhir buruk. Ia memilih diam membiarkan Minho terus mengejeknya dan berjalan lebih dulu ke aula berpuas diri mengejek Minho dari belakang.

Vampir tidak selamanya berwibawa.

.

.

.

.

.

“Aku tidak suka ini. Serius ya, dia terus saja meneror ku di mimpi.”

Dani nyaris frustasi, sambil menjambak rambutnya Dani terus saja melirik Chayeon dan Jr yang duduk di depan, mencoba membaca ekspresi dari keluhan yang baru saja ia keluarkan. Rasanya mengerikan, mendapat mimpi setiap malam tentang sosok yang ia temui dua hari yang lalu di musium.

“Bukan hanya kau,” Jr diam sejenak hanya untuk melirik ke dua temannya, “aku juga sebenarnya sama. Dia terus saja menyuruh ku kembali.”

“Aku juga. Tapi aku bilang jika aku tidak mau.” Chayeon tertawa aneh saat kedua temannya menatap penuh minat juga tersirat raut terkejut luar biasa, dia sendiri kemudian menelan ludah gugup mencoba melanjutkan apa yang terjadi dalam mimpi. “Matanya merah, dan aku merasakan sakit luar biasa dan aku menyerah. Aku bilang kita akan kembali.”

“Kau gila?!” Jr dan Dani menjerit kompak sambil berdiri dari sofa, mata mereka sama-sama melotot tajam. Hanya saja Dani lebih panik dari Jr nyaris menjambak rambutnya sendiri sampai Chayeon kembali meneruskan apa yang ingin ia sampaikan.

“Percaya padaku. Dia tidak jahat, dia hanya membutuhkan kita.”

“Oh Tuhan, Chayeon-ssi. Bisakah kau jelaskan apa arti dia tidak jahat? Boleh aku memberi tahu sesuatu?” Dani meremas kedua bahu Chayeon, “dia vampir dan kita manusia. Kau jelas tahu maksudnya, dia ingin menghisap darah kita.”

Disaat ke dua gadis itu beradu argumen, Jr sebagai satu-satunya pria yang terlibat menjadi pusing sendiri. Tapi ia juga yakin jika dia tidak mungkin menyakiti mereka, kalaupun iya pasti ada si mata hijau yang akan melindungi. Kemudian ada sisi lain yang mengatakan apa yang di katakan Dani adalah benar. Sisi pengecut yang membuat nyalinya kian berkurang.

“Aku rasa tidak ada salahnya mencoba.”

Dani menatap sengit Jr, sementara Chayeon tersenyum yakin.

“Oh Tuhan tolong aku. Aku butuh nomor telepon polisi dan mengatakan jika kedua temanku akan di bunuh vampir. Tamatlah kita.”

“Aku rasa hanya kau dan kami tidak. Kau jelas tidak percaya padanya maka aku yakin dia akan membunuh mu karena kau tidak berguna.” Tutur Chayeon, seolah menang suara dan Dani kalah telak karena memang seperti itu kenyataannya, tapi kekeras kepalaan Dani membuat Chayeon agak sedikit kesal, “anggap saja ini di sebuah drama dimana kita sebagai figuran.”

Dani bersikeras untuk tidak menampar Chayeon demi menyadarkannya tentang apa yang baru saja gadis itu bicarakan. “Bagaimana jika aku berpura-pura menjadi Bella Swan dan bertemu vampir tampan seperti Edward Cullen? Atau menjadi Buffy yang di incar Spike? Itu lebih keren.”

“Atau menjadi Dani Kim yang membantu Isaac Desmarais? That’s a real story.”

Jr menatap tajam Dani, setelah membuat bungkam gadis itu dengan kalimat tersebut, Jr langsung melirik Chayeon yang menyeringai di sisi pintu kamarnya, sekali lagi hanya untuk mengejek Dani.

“Aku rasa kita berdua juga sudah cukup, biarkan dia disini sendirian. Ku rasa dia akan muncul lagi malam ini.”

Chayeon mengekori Jr yang keluar kamar membuat Dani melotot ngeri karena keseriusan kedua temannya. Menurut Dani, kedua temannya sangat bodoh, juga seperti tidak waras. Coret, memang tidak waras.

“Baiklah! Tunggu aku, aku ingin membawa bawang putih yang banyak.” Panik Dani sambil berlari menyusul Jr serta Chayeon.

Chayeon berbalik sambil melipat kedua tangannya di dada, “ini zaman modern, kau pikir dia akan takut dengan bawang putih?”

“Ah, ya kau benar,” Chayeon menyeringai mendengar keluhan Dani, baru saja gadis itu ingin melangkahkan kakinya lagi, tapi Dani lebih dulu membuat gerak refleks nya berhenti, “ternyata vampir juga bisa di upgrade.”

“Oh Tuhan Dani!!!!!”

                                Vampire Hall

“Kau jelas menyebalkan.”

Thunder mulai jengah menghadapi sikap Minho, sejak sampai di Vampire Restrain, vampir dari Choi Hall ini terus saja mengganggu adiknya dan jelas sekali adiknya itu tidak suka di ganggu. Tapi Minho bersikeras hingga Thunder terpaksa menghentikannya.

Yang ia dapatkan ternyata tidak sesuai harapan, Minho jauh lebih menyebalkan dari apa yang ia bayangkan.

“Jika aku menyebalkan kau bisa menyingkir sekarang.” Tantang Minho tanpa sedikitpun takut ataupun segan, jelas yang ia hadapi adalah Thunder, kakak dari calonnya sendiri. Tapi itu tidak berpengaruh bagi Minho, yang penting itu Jiyeonnya dan bukan kakaknya.

“Urusan kita belum selesai.”

“Kita tidak pernah punya urusan. Kecuali..”

“Kecuali apa?!”

Minho menyeringai, “kau berniat menggodaku dan terus saja menghalangiku mendekati Jiyeon karena kau menyukaiku.” Ketusnya membuat Thunder kian tidak terima karena perkataannya barusan seperti melecehkan dan mengotori harga dirinya.

Thunder semakin yakin untuk menolak perjodohan ini.

“Kau–”

“Maaf,” Minho memotong ucapan Thunder, “aku bukan penyuka sesama jenis. Dan kau beruntung karena aku tidak membuat mu mati rasa.”

“Berterimakasih lah pada Jiyeon. Karena aku menyayanginya, kau aku bebaskan.”

Thunder tahu Minho menyebalkan, tapi mendengar Minho berkata demikian ada sedikit senyum yang ia tampilkan. Sampai Minho pergi menghilang pun, Thunder belum bisa melepas senyumnya. Bisa saja kalimat tadi hanya trik kotor yang Minho mainkan untuk membuat Thunder luluh.

Jelas Thunder tidak bodoh, dia bisa membedakan keseriusan atau kebohongan. Lagi pula, keseriusan Minho cukup menjadi bukti penting jika vampir itu tidaklah sedang memainkan trik kotor.

Ah, memikirnya membuat Thunder tertawa aneh.

“Vampir tengil.”

Kemudian wajah GD terlintas menjadi momok yang menakutkan, “aku rasa dia akan mendapat masalah dari GD hyung.”

.

.

.

.

.

Kawanan ras Slave berkumpul memanjar di belakang ras Origin, bersiap untuk menjalankan tugas mereka memberikan darah untuk sang tuan, termasuk Goo Hara yang berdiri gelisah menunggu tuannya yang belum datang. Perasaan gelisah itu terus berkembang saat ia mendongak ke atas melihat bagaimana Jiyeon dengan anggunnya berdiri berdampingan dengan GD serta Luna. Mata Jiyeon terpusat padanya, hanya padanya dan itu membuatnya tidak nyaman.

Kedatangan Minho tidak lama setelahnya tidak membantu sama sekali, justru ia semakin takut.

“Kau kenapa?”

Hara melirik Minho, “tidak.” Dustanya.

Minho mengabaikan, hal itu lantas membuat Hara kecewa. Ingin sekali Hara mengatakan ketidak nyamanannya namun ia juga tidak ingin jika perhatian Minho terpusat pada gadis di atas sana.

Hanya keheningan yang terjadi setelahnya, sampai suara Kahi terdengar membuat perhatian seluruh ras Origin dan Slave terfokus.

“Ras Origin cobalah mengendalikan rasa haus kalian dengan meminum sedikit darah Slave kalian masing-masing. Hanya sedikit, tidak ada yang boleh meminum terlalu banyak. Bayangkan apa saja yang lebih menarik dari Slave kalian hingga rasanya darah Slave tidak lagi enak.”

Hara membatin sebal, ini pelajaran yang di bencinya. Pelajaran yang sejujurnya ingin ia hindari, karena pelajaran ini membuat Minho perlahan akan membuangnya seperti sampah dan ia akan berakhir mati atau menjadi Alter.

“Origin, belajarlah mandiri. Dan Slave! Bersiaplah menjadi Alter.”

“Omong kosong.” Umpatan GD menarik Jiyeon untuk menatapnya, juga Luna yang jelas langsung menoleh memperhatikan GD.

“Apa Ayah sudah gila menjodohkan mu dengan vampir manja sepertinya.”

Luna mendesis tidak terima, “kau melupakan jika ras Origin adalah ras terkuat.”

“Tapi untuk meminum darah saja mereka memerlukan Slave. Tanpa Slave, mau jadi apa?”

“Ayolah, kau tidak berniat menjelekkan Minho di depan Jiyeon kan? Lagi pula ini gunanya Vampire Restrain, aku yakin tidak lama lagi Minho bisa melepaskan Slave nya seperti keturunan Choi yang lain.”

GD jelas tidak sependapat, tapi mendapati kebisuan Jiyeon yang sedang terfokus memperhatikan Minho sedang menghisap darah Hara menjadi perhatian sendiri untuk GD.

Aura disekitarnya menjadi suram, Jiyeon bahkan tampak enggan mengomentari. Tidak ada ekspresi apapun yang dapat di baca, terlalu flat dan sedikit menyedihkan.

“Aku akan kembali ke composure room.” Pamit Jiyeon tanpa sedikit pun menatap GD ataupun Luna.

GD ikut menghilang meninggalkan Luna sendirian, membuat gadis itu mencibir sebal dan kembali memperhatikan Minho dan Hara. Dan Luna menyesal membiarkan Jiyeon dan GD pergi secepat itu, karena hanya Minho yang sudah tidak ada disana. Itu artinya Minho vampir pertama yang mampu mengabaikan Slave nya, Jiyeon beruntung karena itu.

.

.

.

.

.

“Kau menghilang tiba-tiba.” Minho berdiri angkuh memblokir jalan Jiyeon saat gadis itu akan memasuki composure room. Jiyeon tentu sebal tapi itu semua tidak terlihat karena ia bisa dengan mudah memanipulasi ekspresi. “Aku tidak tahu kenapa kau pergi, tapi saat harum tubuh mu menghilang dari extricable room kau membuatku tidak senang.”

“Dan mengabaikan Slave mu, begitu?”

Ada seringai di bibir Minho saat Jiyeon menyindirnya, “kau tahu dan kau masih bertanya.” Kata Minho kemudian.

Dagu Jiyeon terangkat menantang, membalas tatapan tajam Minho, “bagaimana jika aku tidak percaya? Atau tidak perduli?”

“Kau jelas perduli. Berhenti mengelak.”

“Tuan Choi yang terhormat, berhenti bersikap seolah-olah kau menyukaiku. Ikatan kita hanya sebatas simbiosis mutualisme. Atau hanya aku yang menguntungkan mu dan kau kesialan bagi ku.” Mata Jiyeon semakin menatap tajam Minho, tidak ada rasa gentar ataupun cemas. Tidak seperti vampir lain yang takut padanya, Jiyeon justru dengan berani menantangnya.

Jiyeon satu-satunya gadis yang berani memarahinya.

Jiyeon satu-satunya gadis yang berani menasehatinya.

Memerintah,

Tunduk,

Dan juga membuatnya jatuh cinta.

“Jika kau tidak percaya, itu masalahmu. Tapi aku sudah berkata jujur, sejak awal aku sudah menyadari kehadiranmu dan saat harum tubuh mu menghilang aku merasa gila.”

“Kau memang gila.”

Minho mencengkram bahu Jiyeon karena kekeras kepalaan gadis itu, “apa mau mu?”

“Apa mau ku?” Tatapan sinis Jiyeon berikan untuk Minho, “aku hanya ingin kau pergi dan kembali pada Slave mu.”

“Membiarkan mu pergi lagi? Tidak akan.”

“Jangan bercanda. Mana ada Tuan yang bisa hidup tanpa Slave nya? Kau lebih membutuhkan Slave mu daripada aku. Kau tahu artinya apa? Kau lebih baik menikahi Slave mu it–”

Butuh beberapa detik untuk Jiyeon menyadari ada tekstur lembut juga kenyal yang menempel di bibirnya, butuh beberapa detiknya lagi untuk menyadari bulu mata lentik yang bersentuhan dengan bulu mata lentiknya, butuh beberapa detik juga untuk menyadari tengkuknya terdorong maju disaat bibir atasnya di hisap menciptakan sensasi aneh pada tenggorokannya.

Dan butuh beberapa menit kemudian untuk Jiyeon sadar jika Minho sudah mencuri ciumannya. Saat Jiyeon sadar Minho sudah menjauhkan bibir mereka.

“Tidak ada yang aku inginkan di dunia ini selain dirimu. Persetan dengan Slave atau apapun itu.”

Tbc

A/n: owkey mohon maaf atas kesalahan nama jr/jb. Salah gue yg ga ngecek dulu. Dan buat masalah judul Slave Race yg ga nyambung sama cerita atau vamfict kok kaya gini(?)

1. Maksud gue di sini tuh Ras Slave yang bikin jiyeon ngehindarin minho. Emang kurang gimana gitu, mungkin karena gue ngetiknya lagi di jalan jadinya agak aneh/ancur hehe.

2. Sumpah ini lanjutan yg kemaren kok/o\ tp gue kan udh bilang ini bakal beda sama vamfict yg lain. Ga kaya vampir jahat yg blablabla. Selalu lihat genre (comedy) dan ini cuma beberapa chapter yg temanya ga berat. Konflik nya cuma bagaimana Jiyeon bisa menerima Minho. Udah ending. Kalo mau yg berat dan kesannya dark, bisa tengok OBSESSION. Itu murni dark, mungkin ada angstnya(?)

Sekali lagi mohon maaf atas ke kurangan chapter ini, gaes. Mungkin saya khilaf /o\ next gue coba perbaiki ya:)

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

48 thoughts on “2. Vampire Hall : Slave Race

  1. Jreng jreng jreng wowwwww

    Terjawab sudah ohhhh ternyata Minho Emg ada rasa dgn jiyi aku rasa jiyi juga begitu cuman yahhhh agak malu atau gimana gtu untuk mengakui perasaannya !!!!

  2. Oke baiklah..Minho dan Jiyeon mereka sama” memiliki sesuatu yng lebih,tpi gengsi yg mencapai langit ketujuh membuat mereka tidak mengakuinya….

    ditunggu next nya dan ff minji lainnya,
    Author Fighting…..!!!!!!

  3. Woow. Jadi minho benar2 jatuh cinta sma jiyeon. Lalu jiyeon? Apa jiyeon cemburu? Judul part ini slave race, tp kok ga nyambung atw cman perasaan ku sja?
    Ok, abaikan pertnyaan2ku dan lanjutkan ff ini karena apapun jga sy ingin membaca lanjutannya

  4. wahh Jiyeon cemburu tuhh ,,
    tpi untungnya miho cma bentar ngehisap darah slavenya 😀
    Jiyeonnya masih gengsi + belum bner2 nyadar klo dia suka sma Minho 😀
    ditunggu part selanjutnya 😀

  5. beh si minho uda terang2 an, tpi ngrt juga si knp jiyeon g suka dijodhn bkn brarti g suka sama minho nya.. Haha couple yg menrk.

  6. Jiyeon cemburu tapi gak ngaku hehe

    slave hara suka minho,?

    Maaf chingu temen chayeon dan dani sebenarnya jb/jr ?
    😀 😀

    next

  7. wuaahhhh jadi Minho beneran suka sama Jiyeon? sampe bisa ninggalin slave nya karena dia udah gak nyium bau Jiyeon lagi??
    tapi knpa Jiyeon benci bgt sama Minho??

  8. wow lanjutannya makin menarik minho bener2 jatuh cinta sama jiyeon meski jiyeon terkesan cuek tpi minho ttp setia yah ngejar jiyi

  9. ecie… jiyeon kayagnya cemburu tuh liat minho sama hara, ya meski itu hub tuan dan slavenya.. hhe
    sepertinya hara menganggap minhonlbh dari tuannya, hara menyukai minho.. meski kek gitu minho hanya menyukai dan mencintai jiyeon, hanya jiyeon yg dia inginkan..

  10. nah lho saeng bukannya part satunya jr ya kok berubah jadi jb😃. jadi jr atau jb ni😄
    entah kenapa q suka baca ff yg ngejar2 itu minho dari pada jiyeon,karena minho pantang menyerah dan punya sejuta cara buat nakluki tu jiyeon💓

  11. Lucu pas bagian thunder sama minho cekcok c’minho pd bgt ya thunder suka ma dya udh g2 c’minho bilang thunder suka sesama jenis lg haha dan akhirnya membuat thunder senyum2 sendiri hehe, , c’jiyeon malu2 kucing nih bilang aja cemburu sama slavenya minho tp gengsian untuk mengakuinya, , gimna nih untuk 3 manusia itu apa yg bakal mereka lakuin ?? Next chapter thor figthing 🙂

  12. Minji lucu kalo lg berdua. Keras kepala semua. Okeeh jd minho emg udh cinta jiyeon,, nah si jiyi ny gmn tuh. Mgkin jg suka minho tp msih mnygkal kali yaa
    Daaann apa hubungannya sama 3 manusia2 kepo itu cob

  13. lucu pas liat minho ma thunder berdebat,,pas minho pergi thunder tersenyum misterius apa yang terjadi…apa thunder dah mulai menerima minho sebagai jodoh jiyeon,,bagaimana dengan sifat GD nantinya ma minho…
    minho dah jatuh cinta ma jiyeon sampe rela ninggalin slave nya pas jiyeon pergi,, tapi kayanya jiyeon masi gak peduli ma minho atau dia cemburu karena liat minho dan slave nya…
    next chapter nya ditunggu….
    fighting…

  14. widih. minho jjang… daebak2 minho yg ngejar jiyi dah jiyi yg cuek bebek minho fighting……. next…

  15. Sempat bingung awalnya antara JB n JR..
    ow Jiyi gak suka sama Minho karena ada Hara tow..
    Makin menarik..
    lanjut thor..

  16. minho beneran cinta sama jiyeon begitu jg jiyeon,buktinya dia cemburu sama slave nya minho.
    ff nya kurang panjang niiiih,
    ceritanya oke, ga berasa bacanya dah tbc aja

  17. Tanpa disadari kyk na jiyeon jga suka sma minho.. Minho bener2 jatuh cinta sma jiyeon.. Liat thunder snyum misterius gtu sdkt demi sdkit udh nerima jiyeon. Tinggal nunggu gd aja

  18. Wahh minho pantang menyerah untuk meyakinkan jiyeon tentang perasaanya [minho] pada jiyeon,,, semangat minho suatu saat jiyeon pasti yakin tentang perasaanmu

  19. Next part eonni…
    Minho oppa udah bener2 jatuh cinta sama jiyi eonni… Jiyi eonni terima minho oppa…

  20. okee dapat disimpulkan dari kedua ff Chingu dua2nya menceritakan perjuangan seorang Choi Minho buat bikin Jiyeon jatuh cinta dg kepribadian yang berbeda…
    seru aku makin suka sama jalan ceritanya…
    cepat post part 3 nya yah Chingu

  21. Nah loh ternyata bener perkiraanku,klu minpa emang ada rasa ma jiyi unnie ,tp jiyi unnienya g’..dy mersa hidupnya ngebosenin,krena takdir dy g’ jd mistery buat dy,tp dy udh tau masa depannya akan ma cp..udh ditentuin ,,tp klu q jd jiyi unnie q bkal seneng minta ampun dijodohin ma minpa wkwkwkw #plak ngarep bgt…hahaha ditunggu kelanjutannya thor,,FiGHTING!!!!

  22. wuah… so sweet minho… ninggalin slave buat jiyeon, jiyeon minho benar-benar mencintaimu aish..

  23. ho ho ho ternyata minho emang cinta sama jiyeon,
    sifat jiyeon masih blm jelas ni, tapi rasa-rasanya jiyeon cemburu dech sama minho, apa jiyeon suka sama minho tapi dianya gk sadar, hmm
    ditunggu kelanjutannya

  24. Wahh udah dilanjut aja seneng dah

    Kocak pas berdebatan antara 3 manusia bodoh itu sumpah itu tuh bikin ngakak apalagi pas Dani bilang ternyata vampire bisa di upgrade juga ya Tuhannnnn emang’a vampire itu kaya applikasi di hape yg selalu diupgrade aduhhh dasar dodol

    Jiyi itu sebenar’a ngak benci sama Menong tapi dia benci karna dia tidak punya pilihan tentang hidup’a sejak dia lahir maka’a sikap Jiyi ke Menong itu cuek, dingin, acuh dan terkesan Jiyi itu benci’a 7 turunan ke Menong tapi jika diliat sikap Jiyi saat liat Menong minum darah Slave’a dia merasa sakit dan sedih

    Menong sudah jelaslah dia benar” jatuh cinta sama Jiyi terbukti dari semua sikap’a yang hanya mau buat Jiyi liat dia dan Menong membuat si Jr kesakitan karna Jr menaruh ketertarikan sama Jiyi

    Thunder dan Menong ya ampunnnnn ini tuh bisa jadi comedy selain ketiga manusia yang kocak itu dan bikin ngakak saat Menong bilang kalau dia ngak tertarik sama cwo jadi Thunder aman hahahaha

  25. Ternyata minho emank udah cinta ma jiyeon cuma jiyeon aja nih yg blum nerima minho.
    Penasaran ama trio manusia yg super pingin tau itu? Apa mereka bakal dihisap darahnya atau dibiarin hidup ya?
    Next part ditungguin banget!!!

  26. ohh jd ini fokus k gmna minho yakinin jiyeon dan gmna jiyeon nerima minho ya siska,
    dan trus 3 manusia itu ngapain ? ada hubungan nya emg?
    dan GD ngeliat minho ngekiss jiyeon gk yah , hoho minho berani .

  27. Minho sifat nya nyelekit banget:3
    Ayooo minho kamu pasti bisa buat jiyeon jatuh cinta padamu:)
    Pokoknyaa ditunggu aja next nya ya;)

  28. Kenapa pada gx percaya kalo minho itu udah jatuh cinta ma jiyi,,,
    Jiyi beneran gx suka ma minho, atau karena ada vampir slave?
    Jiyi responnya telat ih, minho menang curi ciuman nya, ㅋㅋㅋ

  29. Minho udah Jatuh Cinta sama Jiyeon, tapi Kalau Jiyeon udh blm ya jatuh cinta sama Minho?? Minho mah emg udh terbukti cinta sama Jiyeon -So Tau- #hehehehe Semoga sih Jiyeon udh suka sama Minho

  30. dari awal udah keliatan minho udah suka sama jiyeon tapi masalahnya jiyeon engga wkwkwk makanya luna sampe bilang gitu ke jiyeon xD itu manusia 3 mau masuk kandamg macan? wow hahaha 😀

  31. Part ini koq pendek ya
    Aku lagi seru2nya baca hehehehe
    Minho main nyosor aj nih
    TP gpp deh di dukung biar jiyeon bisa yakin sama minho

  32. Hahah minho sifat nya nyebelin bnget yah, seharusnya minho itu ambil hati kaka” nya jiyeon biar di restui eh ini malah bikin ngeselin.
    Masih penasaran banget sama hubungan 3 orang (dani,jr,chayeon) sama vampire hall

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s