Posted in Vampire Hall

1. Vampire Hall : Choi & Park

image

Thanks for beautiful poster ( ladyoong @ PosterChannel)

Vampire Restrain adalah tempat dimana seluruh ras vampir berkumpul untuk mempelajari pengendalian diri. Manusia adalah teman dan demi menjaga keseimbangan hidup maka vampir harus bisa mengendalikan rasa hausnya akan darah. Ketika kisah cinta antar ras terjalin, antara ras Hybrida si manusia abadi dan ras Origin si vampir murni saat itulah kekuatan dahsyat menyatu.

.
When Geneviève Lefèvre meet Isaac Desmarais
.

Park Jiyeon & Choi Minho
(Little bit romance & comedy)
————————————

Ratusan pasang kaki berjalan cepat bagaikan ritme angin yang tidak bisa dilihat namun dapat dirasakan, melewati gerbang bercat putih pucat dan berbaris rapih sejajar ketika sampai di aula tengah. Kumpulan vampir mulai merapihkan barisan mereka sesuai dengan ras masing-masing.

Dimulai dari pinggir sebelah kiri, berjejer rapih vampir dari ras Slave. Ras yang terbentuk akibat meminum darah vampir, menyerahkan darahnya sendiri untuk sang tuan dan selalu menuruti perintah dari tuannya.

Disampingnya berjejer ras Alter. Slave adalah awal mulanya muncul vampir Alter, Slave yang kehilangan tuannya akibat meninggal akan mengalami tekanan mental yang signifikan. Tidak jarang banyak yang lebih memilih mati menyusul tuannya, tapi Slave yang mampu bertahan dan mengendalikan dirinya sendiri akan berubah menjadi Alter. Vampir bebas.

Kemudian disamping kumpulan ras Alter berkumpul jenis vampir yang cukup galak, mereka dari ras Outcast yang terbentuk karena sihir atau kutukan. Mereka sangat susah mengendalikan diri dan buas.

Setelah disuguhi pandangan wajah galak dan bengis, disamping ras Outcast justru memperlihatkan hal sebaliknya. Mereka memiliki wajah ramah turunan ras Hybrida yang tercipta dari setengah vampir dan setengah manusia. Memiliki sisi tidak tegaan ketika harus meminum darah mangsanya. Mereka memakan dua hal, makanan bangsa manusia dan darah sebagai ciri asupan bangsa vampir. Dan merekalah yang disebut Manusia Abadi karena rupanya yang mirip manusia.

Terakhir yang berjejer di pojok kanan adalah kawanan ras Origin. Ras yang tercipta dari perkawinan dua vampir murni menciptakan kekuatan yang sangat istimewa, vampir terkuat dari vampir lainnya.

Disinilah mereka, di Vampire Restrain. Belajar mengendalikan diri dan cara bersahabat dengan manusia demi keseimbangan sosial sebelum akhirnya dirasa pantas dan dikembalikan ke Hall masing-masing ras.

“Sebentar lagi musium vampir akan dibuka, pelajaran pertama untuk mengendalikan emosi.” Tegas Kahi, pemimpin dari Vampire Restrain.

Matanya mengamati calon-calon generasi vampir, meneliti berbagai sifat melalui kemampuan yang ia miliki. Hingga terdapat dua titik yang menarik perhatiannya, titik dari dua ras berbeda. Hybrida dan Origin, vampir dari dua keturunan bangsawan favoritnya. Terkenal karena keelokan dan kemampuan yang luar biasa. Sampai cerita mengenai perjodohan antar ras. Menarik.

“Segera berkumpul di Hall Secret.”

.

.

.

.

.

“Wah, aku tidak percaya ini.”

Dani berdecak kagum memperhatikan interior bergaya yunani kuno yang terdapat di dalam musium vampir. Dinding bercat putih pucat dihiasi berbagai lukisan vampir masa lampau yang terkenal pada abadnya, ada juga batu berbentuk persegi empat dimana di batu itu tertulis identitas vampir serta sejarah apa yang membuat vampir itu terkenal.

Disampingnya ada Chayeon dan Jr tidak kalah antusias dari Dani, juga semua murid dari sekolahnya yang datang berkunjung.

Tidak menyadari jika mereka semua sedang di awasi ratusan vampir yang dua puluh persennya menatap lapar mereka. Ada juga yang sengaja berdiri di pojok demi menghirup aroma darah manusia, mengabaikan peraturan jika mereka harus berada di ruangan Vampire Secret. Karena pelajaran pertama seorang vampir hanya boleh memperhatikan, mengendalikan rasa egoisme untuk mendekat.

“Lihat, vampir ini tampan sekali. Lebih tampan dari Edward Cullen.” Dani menunjuk seni lukis yang tergores apik pada sisi dinding dekat tiang sebelah pintu masuk, berdiri tepat di depan vampir yang mulai memunculkan mata ruby ciri khas dari vampir Outcast, mengabaikan tatapan mengancam yang di tujukan padanya dari area warning room.

Jr ikut memperhatikan, posisi tubuhya nyaris berbenturan dengan vampir Outcast tersebut, nyaris dan itu bisa saja suatu kesalahan fatal yang akan dia sesali seumur hidup jika saja Yoochun sang pemimpin dari ras Outcast tidak bergerak cepat. Namun yang terjadi, Yoochun langsung menarik anak didik nya itu dan menyeretnya ke prisoner room sebelum semua menjadi kacau.

Mungkin yang akan terlihat hanya Jr yang kejang dan menjerit seakan itu sesuatu yang mengerikan, karena pada kenyataannya vampir tidak lah bisa terlihat oleh sembarang mata manusia. Kecuali vampir itu sendiri yang menghendaki.

“Aku rasa Damon Salvatore lebih keren dari orang ini.”

Chayeon berusaha keras untuk tidak memutar bola matanya ketika mendengar celotehan Jr, “ayolah.. Damon Salvatore itu kan hanya vampir fiksi yang di ciptakan L.J. Smith. Menurut ku vampir ini lebih berwibawa.” Chayeon tertawa aneh ketika ekspresi Jr menunjukkan raut tidak suka serta tatapan protes yang akhirnya tidak dia utarakan.

“Lagi pula,” Dani menambahkan, fokusnya hanya pada lukisan di depannya terlalu tersihir untuk tidak berpaling, “Aelfric Moor itu the real vampire. Dia vampir legend di ras Origin.”

“Dan oh, lihat! Nama alias nya itu Choi Siwon. Pantas saja marga Choi itu selalu dikaitkan dengan keturunan bangsawan.”

Jr mulai tertarik menanggapi penuturan Chayeon.

“Aku tidak akan terkejut jika menemukan vampir bermarga Park.”

Dani mengangguk setuju, sedangkan Chayeon tampak berpikir keras.

“Yang aku tahu marga Park juga marga yang sangat istimewa di negara ini. Kalian pernah dengar tidak? Jika keturunan Choi hanya boleh menikahi keturunan Park?” Chayeon memanasi untuk memulai suatu topik tidak menyadari jika hanya tinggal mereka bertiga di ruangan ini sementara teman-temannya yang lain sudah pergi menjelajahi ruangan lainnya.

Jr merasa sesuatu mengawasinya, ia menoleh ke aras atas dan tidak menemukan siapapun, hanya balkon bercat coklat tua yang berdiri kokoh menjadi pembatas, jakunnya naik turun seiring perasaannya yang kian tidak enak.

“Aku pernah baca ceritanya. Konon pada zaman dahulu, ras vampir Origin bermarga Choi memiliki kemampuan luar biasa yang mampu menghancurkan Hall dalam kedipan mata, namun karena ke angkuhan serta ke biadapan mereka, seseorang mengutuk marga Choi dan menghilangkan kekuatan mereka.”

Chayeon mengangguk dramatis, ia berjalan memutari Dani seakan sedang mendalami kasus besar, “dan hanya keturunan Park dari kaum Hybrida lah yang mampu menghapus kutukan itu. Cinta sejati yang menjadi dasar serta kemurnian hati yang mampu menetralkan rasa buas marga Choi. Yang aku tahu, kebuasan marga Choi hanya bisa di kendalikan marga Park. Itu sebabnya setiap keturunan Choi hanya boleh menikahi keturunan Park.”

“End of discussion!” Suara Jr tercekat oleh sensasi melintir yang di rasakan pada jantungnya, hawa yang awalnya hanya sebatas rasa tak nyaman berubah menjadi aura suram hingga lututnya bergetar.

Kedua tangannya menarik Chayeon dan Dani mengabaikan protesan serta makian yang mereka tujukan padanya, ada yang tidak beres. Inner nya terus menjerit, ada yang tidak beres di tempat ini. Semuanya aneh, Jr bahkan sempat melihat seorang gadis berdiri di balik balkon dengan gaun hitam panjang serta rambut yang tertata rumit namun terlihat elegan dengan surai hitam menggelombang, juga mata gadis itu hitam pekat seperti batu onyx.

Sesaat Jr terpana, tidak lama mata gadis itu berubah warna menjadi hijau zambrut memancarkan keteduhan serta ketenangan yang damai. Sensasi yang selama ini tidak pernah ia rasakan sekalipun pergi ketempat sunyi sekalipun.

Semua ke anehan itu terjawab, begitu Jr mengedipkan mata sosok itu sudah hilang menyisahkan tanda tanya di kepalanya kian bertumpuk kusut.

                                Vampire Hall

“Manusia itu terlalu banyak tahu.” Marah Thunder, matanya menerawang sengit menembus langit cakrawala yang terhalang kaca besar sebelum akhirnya berbalik badan menghadap kakak nya yang sedang duduk di kursi besar sambil memainkan kalung berbandul krystal dengan cairan emerald di dalamnya.

“Mereka bahkan tahu detail mengenai sejarah marga kita dan marga Choi. Tapi mereka juga salah, karena tidak selalu marga Park menjadi penawar Marga Choi. Tidak akan aku biarkan.”

Mata GD berubah warna menjadi hijau zambrut menyalurkan ketenangan untuk Thunder yang di selimuti emosi. GD tersenyum melihat adiknya mulai tenang dan duduk di kursi panjang sambil menundukkan kepalanya gemas.

“Kau tenang saja, aku juga tidak sudi membiarkan adat turun temurun ini berlaku pada Jiyeon.”

GD mengusap potretan seorang gadis yang terpajang indah pada dinding ber frame besar, rasa sayang GD pada gadis ini begitu besar sampai ia tidak rela membiarkan sang gadis menjadi korban perasaan atas adanya perjodohan yang menurutnya tidak masuk akal.

“Jiyeon memiliki hak untuk memilih cintanya sendiri. Aku sendiri yang akan memastikan pria mana yang cocok untuk nya.”

Thunder mendongak, matanya ikut menerawang memperhatikan potret Jiyeon yang sedang tersenyum anggun berhias mahkota kecil di kepalanya, “Ayah tidak bisa egois. Aku sendiri yang akan melawannya jika Jiyeon menderita karena perjodohan ini.” Tekat Thunder sudah bulat, ia tidak suka melihat adik nya menderita. Thunder masih ingat bagaimana ekspresi pahit yang Jiyeon tunjukkan saat mengetahui jika dirinya sudah terikat dengan seorang pria dari marga Choi, pria yang bahkan dia sendiri belum mengenalnya.

Jiyeon anak yang penurut, lembut juga cerdas. Banyak vampir dari Hall lain yang berebut menjadi pendampingnya, namun semua hanya impian karena vampir cantik ini sudah terikat dengan vampir dari Choi Hall.

.

.

.

.

.

Pintu besar bercat hitam berbesi karat menarik perhatian Jr, Chayeon serta Dani untuk mendekat, walaupun tour guide serta rombongan kembali berjalan menjauh tidak sekalipun mereka perdulikan karena rasa pengetahuan remaja yang begitu besar mengalahkan rasa takut.

Jr sendiri masih memikirkan gadis yang di lihatnya tadi, sedikit menghambat fokus nya dan membiarkan Chayeon serta Dani memimpin di depan membuka hati-hati pintu tersebut menciptakan suara mistis yang bising.

“Bau nya aneh.” Chayeon mulai berkomentar namun tidak membuatnya gentar, kaki nya justru melangkah pasti kedepan memasuki ruangan luas persegi panjang diikuti Dani di belakang, mata Dani memperhatikan dinding yang di penuhi lukisan vampir muda lengkap dengan identitas masing-masing.

“Aneh. Jika ini termasuk bagian dari musium, kenapa tour guide tadi melewati ruangan ini?” Jr berpikir keras, semua membingungkan namun juga membuatnya justru ingin tahu lebih dan lebih.

“Kau terlalu banyak menonton drama vampir.” Dani mencemooh Jr.

“Mungkin, lagipula aku baru saja menamatkan The vampire diaries .”

Chayeon mendengus bosan, “kau membahas Damon Salvatore lagi.” Makinya kemudian yang diikuti tatapan remeh Dani membuat Jr sebal dan memilih berbalik ingin keluar.

Namun langkah kakinya terhenti saat melihat pria bertubuh tegap sedang berdiri di depan pintu, tatapannya dingin dan memabukkan serta ada seringai yang di tunjukkannya. Jr bersumpah jika pria itu sangat seksi melebihi Ahn Jaehyun serta lebih keren dari Edward Cullen.

Damon Salvatore tetap ada di peringkat pertama.

“Kau siapa?” Tanya Jr mengundang perhatian Chayeon serta Dani yang langsung menoleh mengikuti pandangan Jr.

Kedua gadis tersebut lantas bergerak spontan mendekat, wajah mereka berseri-seri malu, “tampan. Kulitnya putih seperti Lestat.” Ungkap Chayeon tanpa ingin sesenti pun memalingkan wajah ke arah lain.

Pria tinggi berkemeja hitam itu masih diam berdiri angkuh walaupun sebagian wajahnya tertutupi cahaya gelap campuran cahaya di luar serta lembabnya ruangan di dalam. Namun ketika pria itu maju mendekat, Chayeon serta Dani nyaris menjerit karena sosok itu sangat, sangat, sangat tampan.

Jr membatin kesal, tidak sudi jika harus mengakui pria di depannya ini jauh di atas Damon Salvatore. Pria ini luar biasa, membuatnya iri serta kagum bersamaan.

“Hai.” Sapanya kalem, suara sopran bercampur baritone kembali menciptakan euforia melilit pada perut mereka bertiga terlebih harum pekat daun mint begitu melekat membuat mereka merinding geli.

“Apa yang kalian lakukan disini?”

Suara itu berubah dingin, tidak lagi bersahabat.

Aa— itu, kami tidak sengaja lewat dan menemukan ruangan ini.” Jr mencoba beralibi.

Pria ini tampannya terlampau mempesona, namun Jr merasa ketampananya itu justru petaka. Ia tidak mengerti, tapi batinnya terus berkata untuk lari namun otaknya bersikeras untuk tidak kemanapun.

Untuk itu, saat pria itu semakin melangkah mendekat Jr justru menarik kedua temannya mundur membuat seringaian pada bibir pria itu kian berkembang.

Bulunya merinding lagi.

“Minho!”

Kepala Jr, Chayeon dan Dani bergerak spontan menemukan gadis cantik bergaun hitam sedang menarik pergelakan pria itu, sementara Minho sendiri hanya meliriknya sekilas melalui bahu lalu kembali menatap tajam ketiga manusia di depannya.

“Apa yang kau lakukan disini? Ayo ikut aku. Kau selalu saja mencari masalah.”

Minho tampak tidak perduli, atensinya tetap terkunci ke depan membuat Chayeon serta Dani tertawa aneh di ikuti aksi salah tingkah. Sementara Jr justru mengamati gadis itu. Tidak salah lagi, gadis itu gadis yang tadi di lihatnya berdiri di atas balkon. Gadis bermata hijau zambrut yang membuatnya terpikat.

Namun ia tersadar jika tatapan dingin Minho justru beralih padanya. Kali ini lebih tajam dan menakutkan seolah ada jarum mistis yang menembus jantungnya hingga menciptakan rasa nyeri luar biasa.

“Ah..”

Jr tidak kuasa menahan rasa sakitnya, pria itu berlutut sembari memegangi jantung, disisi kanan dan kiri Chayeon dan Dani ikut berlutut mengecek keadaan Jr.

“Cukup Minho, kau keterlaluan.” Jiyeon mendesis tajam, tangannya segera menutupi mata Minho dan menyeretnya keluar ruangan. Ketika kaki itu mencapai batas pintu, Jiyeon menyempatkan diri menoleh menatap langsung mata Jr yang juga sedang menatapnya. Memunculkan mata hijau zambrut yang membuat rasa sakit Jr kian pudar.

Kini Jr mengerti, gadis itu memang bukan gadis sembarang. Dan pria itu adalah makhluk asing yang mengerikan.

.

.

.

.

“Ya, kau selalu benar dan aku selalu salah.”

Jiyeon melotot tajam, “dalam kasus ini kau memang bersalah. Jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan jika aku tidak datang.”

“Memangnya apa? Aku hanya ingin bersenang-senang.”

“Kau hampir membuat pria itu mati.”

Minho memperhatikan mimik kecewa pada wajah Jiyeon, sesungguhnya dia tidak suka membuat gadis ini kecewa, marah ataupun sedih. Tapi demi Tuhan, Minho hanya ingin bersenang-senang sekaligus memberi pelajaran karena ketiga manusia tadi telah memasuki zona terlarang.

Tangannya terangkat ingin sekali membelai rambut Jiyeon, tapi penolakan yang di lakukan gadis itu membuatnya urung.

“Dia tertarik denganmu.” Keluh Minho.

Jiyeon tidak perduli, menurutnya alasan apapun itu tetap saja Minho hampir melanggar peraturan vampir nomor satu yang berisi pembunuhan terhadap manusia. Itu di larang keras dan Minho bahkan tidak merasa bersalah.

“Kau selalu menyulitkan ku. Kau dan seluruh marga mu selalu menyulitkan margaku.”

Jiyeon pergi meninggalkan kekecewaan yang dirasakan Minho. Sebuah penolakkan yang bahkan tidak pernah ia dapatkan. Selama ini apapun yang ia mau harus ia dapatkan, apapun itu berkat kekuasaan dari Ayahnya yang merupakan tetua di ras Origin.

Tapi Jiyeon menghancurkan itu, gadis itu meski menerima perjodohan namun sikapnya justru menolak keras. Ada tameng yang membuat Minho susah mendekatinya.

Memangnya apa kurangnya? Vampir akan sombong jika dia memang patut di sombongkan. Minho melakukan itu, karena ia tahu ia adalah keturunan dari vampir terkuat juga paras nya yang diatas rata-rata tidak akan ada yang mampu menolaknya. Tapi Jiyeon membuktikan bahwa tidak semua vampir tertarik padanya.

“Minho, kau ikut aku ke prisoner room.” Kahi melangkah angkuh mendahului Minho yang berjalan di belakangnya tanpa menunjukkan ekspresi apapun. Sangat tenang, terlalu tenang nyaris menyebalkan.

….

“Oh tidak. Lihat ini!”

Dani menunjukkan lukisan begambar gadis anggun bergaun putih yang sedang duduk diatas kursi besar dan bermahkota mutiara yang mengkilau. Rupa gadis cantik ini mengingatkan mereka pada gadis yang belum lama mereka temui.

“By the vampire identity, Geneviève Lefèvre.”

Chayeon melemaskan lututnya saat membaca keterangan yang ada dibawah.

“Oh tidak, dia Park Jiyeon.”

“Dan lihat ini, pria tadi adalah Isaac Desmarais alias Choi Minho.”

Dani dan Chayeon buru-buru mendatangi Jr dan melihat sendiri bagaimana potret pria tadi terukir sedemikian rupanya.

“Choi dan Park? Katakan ini lelucon.”

Jr mentertawai Dani namun tawa itu terkesan sinis, “aku sudah mengira jika ada yang aneh dengan tempat ini.”

Ya, Keanehan yang akan menjadikan mereka sebagai jembatan penghubung bersatunya dua marga fenomenal.

This is us.

Tbc.

A/n: gue tau gue hiatus lama bgt, plis ya uts bikin gue gila. Tapi karena stres sama kuliah justru gue dapet banyak ide. Jadi bakal ada dua MC yg gue post. Pertama ini, kedua OBSESSION

Jadwal posting ga nentu karena gue juga punya real life yg cukup ribet x_x

Khusus vampire hall, tema ga ribet konflik ga lebay kaya sinetron. Fict ringan yg cuma beberapa chapter aja kok. Tapi khusus OBSESSION agak berat sih, dan siap2 bakal ada part yg gue protect. Buat yg baca school life new vers yang part 2 pasti tau alesan khusus kenapa bakal ada part yg gue protect. Yaps, segitu aja yg mau gue sampein.

Intinya di OBSESSION bakal ada part yg gue protect. Sebelum kalian protes gue udah ngasih tau.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

60 thoughts on “1. Vampire Hall : Choi & Park

  1. wooahh tertarik ma ceritany , itu jiyeon dijodohin ma minho .
    dan 3 bersaudara park itu kayak nya gk setuju , memang cuma jiyeon yg bisa nenangin minho . minho udah suka dluan pasti ma jiyeon , karna langsung nurut juga ..
    next yaa

  2. Awal baca jujur rada pusing baca bbrp jenis vampire itu
    Tp makin lama makin asik n makin menikmati story nya
    Minji nongol di akhir aja tp justru itu yg bikin greget

  3. baca pas awal agak pusing sih eon wkwkwk jadi tadi itu museum ya? yg ada real vampirenya? eh bentar aku rada ga mudeng sih tapi alurnya cukup geregetan

  4. Sebenarnya lebih suka percintaan anak raja vampire dan manusia biasa, tapi cerita ini oke juga, gak pasaran^^ kalau yang aku sebut tadi sudah pasaran

  5. Sumpah ini cerita vampire terkeren yg pernah aku baca dari fanfiction” lain. Tapi di awal” agak bingung aku pikir dani, chayeon, dan jr itu vampire ternyata bukan. Wah” mereka udah ketemu langsung aja yah sama vampire nya

  6. Supah ini cerita vampire terkeren yg pernah aku baca dari fanfiction” lain.
    Di awal” aku sempet agak Bingung gitu, aku pikir dani,chayeon, dan jr itu vampire ternyata bukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s