Posted in Destiny

Destiny [VII]

image

                       Rated M for Crime

Penyambutan para agen FBI berlangsung secara tertutup dan pengamanan sangat ketat, bahkan mereka memiliki ruangan kusus yang dilengkapi peralatan canggih yang amat memadai. Namun agaknya hal itu tidak menyurutkan semangat The Seven God Of Death untuk bergerak, terlebih mata adalah bayaran yang setimpal. Tidak ada yang tahu jika mafia incaran FBI yang telah mengguncang Korea Selatan atas tindak kriminal yang berlangsung selama bertahun-tahun itu memiliki rekan sesama mafia dibelahan negara lain. Tentu saja, mereka tidak mungkin menjulang kesuksesan kejahatan selama ini jika tidak ada campur tangan orang lain. Informasi yang mereka kantongi seputar FBI pusat membuat para dewa-dewa kematian itu jelas terlihat angkuh dan percaya diri.

Zeus melihat sendiri bagaimana ketengilan Yunhyeong yang melambai ke kamera pengintai yang berada dilorong-lorong sepi tempat para agen FBI menyusun strategi, untungnya Helios sudah memanipulasi seluruh sistem keamanan yang ada disana hingga tidak perlu khawatir akan ketahuan. Mereka sendiri mendapat informasi jika para agen akan bergerak mencari mereka setelah tiga hari kedatangan. Bukankah suatu kejutan selamat datang merupakan hal yang wajar? Maka itulah yang ada dipikiran para dewa-dewa kematian tersebut, tidak ada waktu untuk menunggu tiga hari kedepan, habisi sekarang atau menyerang tiga hari lagi tidak ada perbedaan berarti.

Hanya saja, time is soul. Hargai waktu jika ingin menghargai jiwamu.

Ini bukan waktu untuk para pahlawan. Melainkan waktu untuk para pejuang. Para pejuang yang bertarung demi harkat dan martabat keluarga mereka, memberi pelajaran bahwa hidup tergantung suatu perbuatan. Harta dibalas harta, nyawa dibalas nyawa. Tergantung, bagaimana mempertahankan.

“Bergerak.” Perintah Helios yang saat ini sedang mengamati situasi lewat monitor yang sistem keamanannya berhasil disadap Dionisos. Ares mengangguk, jari telunjuknya menunjuk Poseidon dan mengarahkannya kearah barat, setelahnya jari itu menunjuk Hades dan menyuruhnya kebawah, yaitu terowongan air yang menuju langsung pada lokasi persenjataan tersimpan. Ares sendiri langsung mencari celah yang ada diatas, memasuki suatu celah yang sering disebut loteng, berjalan merangkak hingga sampailah diruangan tempat para agen FBI berkumpul, Ares mengambil alat canggih disaku jubahnya untuk membuat lubang agar ia bisa melihat secara pelan, setelahnya dia menempelkan alat semacam stetoskop namun bentuk mini untuk mendengar percakapan.

“Total sebelas orang. Lima Korea Selatan, enam Amerika.” Bisik Ares pada seluruh timnya sebagai informasi jumlah agen yang terlibat. Sementara itu Hades masih terus berjalan di terowongan yang sedikit banyaknya mengeluarkan air, lalu Poseidon sendiri berada di beranda sambil menyiapkan alat peledak kedap suara, seperti alat yang terdapat dan jurus-jurus ninja. Hanya mengeluarkan asap namun racunnya sangat mematikan. Ketika dirasa sudah waktunya, Poseidon melempar dua benda bulat kecil dengan amat hati-hati hingga asap mulai keluar bermunculan, walaupun asap itu menerpa wajah Poseidon tapi pria itu tidak akan merasakan dampak dari apa yang dia perbuat, karena topeng Guy Fawkes yang dikenakannya sudah dirancang seapik mungkin untuk segala situasi.

Poseidon tersenyum angkuh saat melihat para penjaga tergeletak bagai ikan yang terkena obat bius. “Mission clear.” Bisiknya sebagai tanda informasi.

“Bocah-bocah tengik. Lihat saja kita pasti bisa menangkap mereka, aku tidak sabar menyaksikan kepala mereka dipenggal.” Salah satu pria berkewarganegaraan asing meludah dengan wajah sengit, emosi memancari wajahnya setelah mendengar catatan kriminal yang selama ini dilakukan The Seven God Of Death, berbeda dengan Ares yang justru menampilkan senyum penuh teror yang dapat membuat bulu kuduk siapa saja merinding dibuatnya.

Mission clear.” Kali ini suara Hades terdengar, pertanda jika tugasnya untuk menyelundupkan seluruh senjata yang ada telah selesai. Benar-benar rapih, dan kilat. Itupula yang mendasari seringai Ares semakin melebar, “Apollo, mulai teror suara emasmu.” Perintah Ares.

Instrumen musik lembut mulai menyita perhatian para agen, dilain sisi Ares mulai menggambar pola melingkar yang disesuaikan dengan bentuk tubuhnya pada atap marmer yang ia pijaki.

Lambat laun instrumen mulai memasuki not mencengkam yang diketahui bersumber dari speaker kecil yang berada di sudut dinding yang biasa digunakan untuk pemberian informasi. Tidak ada yang menyadari arti musik itu, mereka hanya diam mengira-ngira apa maksud dari lagu ini. Lalu terdengarlah suara berat khas pria yang dalam.

When I was younger
Living confusion and deep dispair
When I was younger ah hah
Living illusion of freedom and power

When I was younger
Full of ideas and broken dreams (my friend)
When I was younger ah hah
Everything simple but not so clear

Jiyeon kini mengerti kenapa Junhoe disebut sebagai Apollo. Walaupun tidak bisa melihat ekspresi pria itu, tapi Jiyeon bisa merasakan suara dalam Junhoe yang mampu membuat bulu kuduknya berdiri. Bahkan Jiyeon tidak bisa menggerakan tubuhnya karena merasa kaku, lagipula Jiyeon tidak ingin mengganggu mereka yang sedang terlibat misi penting. Dirinya hanya bisa mendengarkan suara dan permainan piano Junhoe dari ruang santai.

Living on borrowed time
Without a thought for tomorrow
Living on borrowed time
Without a thought for tomorrow

Now I am older
The more that I see the less that I know for sure
Now I am older ah hah
The future is brighter and now is the hour

Living on borrowed time
Without a thought for tomorrow
Living on borrowed time
Without a thought for tomorrow

Good to be older
Would not exchange a single day or a year
Good to be older ah hah
Less complications everything clear

Living on borrowed time
Without a thought for tomorrow
Living on borrowed time
Without a thought for tomorrow

Kemudian Apollo menekan tuts hingga menciptakan suara yang dapat membuat gendang telinga pecah. “To-Kill-Now!” Suaranya berubah menjadi alarm kematian hingga membuat para agen mulai merasa panik setelah semakin parahnya bulu kuduk mereka yang berdiri, “There’s-No-Tomorrow.” Lanjutnya.

“Brengsek!” Salah satu dari mereka mengumpat saat baru menyadari makna yang ada dalam lirik tadi serta kata-kata yang baru saja terlontar bersamaan dengan pintu yang terbuka paksa menampakkan sosok Hades dan Poseidon, berikutnya Ares menendang kuat-kuat atap marmer yang sudah dia kikis tersebut sambil melompat turun menindih salah satu agen hingga menciptakan suara krak menyebabkan patahnya betis orang itu. Semuanya menoleh panik sambil memasang posisi waspada, Hades justru memanfaatkan kepanikan mereka dengan meloncat dan langsung memutar kepala seorang wanita yang ternyata agen FBI asal Korea Selatan hingga membuat leher wanita itu patah dan menjerit kesakitan, kemudian Hades langsung menginjak kepalanya menciptakan retakan antara kerangka kepala dan lantai yang dingin. Darah mulai bercucuran.

Fuck!” Amuk pria asing bername tag Antonio Hamburg sambil menodongkan pistol, para rekan-rekannya juga langsung siaga. Poseidon dan Hades kemudian terlibat perkelahian dua lawan sembilan, sementara Ares memfokuskan pada agen yang masih merintih kesakitan karena betisnya yang patah, “aku akan membuat sakitmu hilang.” Dingin Ares, mengambil senjata tajam yang ada dimeja berupa cerulit lalu ditebasnya betis pria itu sadis dan menusuk jantungnya menciptakan percikan darah yang memuncrat beserta daging-daging kecil.

Benar-benar sisa 9.

3 lawan 9.

Three versus Nine. Tidak seimbang namun it doesn’t matter.

Lengan Hades tergores pisau, luka kecil namun membuat harga dirinya tercoreng. Tindakan yang salah karena selanjutnya Hades menghajar tanpa ampun dan lebih beringas menusuk dan menebas membuat tiga nyawa menghilang hanya dalam selang waktu empat sampai tujuh detik. Poseidon mengambil pistol salah satu agen kemudian menembak kearah organ vital seorang wanita blonde menyebabkan teriakan melengking tajam. Dari belakang ada dua orang yang akan memukul Poseidon menggunakan kapak, kegesitan Ares membuat dua orang itu langsung tumbang dengan tusukan besi yang menembus punggung hingga dada mereka, Poseidon menyeringai dan berterimakasih dalam hati. Fokusnya kini tertuju pada wanita blonde tadi, diinjaknya organ vital si wanita menambah suara jeritan yang menggila, “berisik.” Dingin Poseidon, tangannya mengambil besi runcing yang tergeletak dilantai dan menusuknya ketenggorokan wanita tadi untuk menghentikan suara teriakannya. Oh, yea si wanitapun meregang nyawa dalam sekejab. Kejam, numun itulah mereka.

Three versus Three.

Lawan yang seimbang, namun membuat tiga agen yang tersisa menampakkan raut wajah penuh kengerian.

Quit fucking around!” Marah salah satu pria blonde sambil menodongkan sebuah pisau lipat dalam kondisi terpojok didinding bersama dua rekannya yang lain, sementara Ares, Hades dan Poseidon terus mendekat mengikis jarak diantara mereka sambil menikmati wajah ketakutan itu. Namun tiba-tiba saja Hades melempar pedang pada Ares untuk memberikan acara penutup pada dewa perang tersebut. “You know Park Sejun?” Tanya Ares dingin, salah seorang agen ber-name tag Charles Antonio tampak pucat, “no. I don’t know him.” Katanya kemudian.

Liar!” Teriak Ares langsung menebas tiga kepala sekaligus yang berdiri sejejer menggunakan pedang yang diberikan Hades. “Kau bekerja pada orang yang salah.” Sinis Ares.

Ares, look!”

Ares menoleh mendapati Poseidon tengah memegang dua bola mata bercucur darah dikedua tangannya, terlihat jelas jika Poseidon mengambil kedua bola mata itu dengan cara mencungkil memakai tangannya. Dihampirinya Poseidon dan dipukul kepalanya, “bodoh. Bukan seperti itu caranya.” Sindir Ares.

Hades hanya diam membisu memperhatikan mereka lalu menatap seorang wanita blonde penuh minat, dihampirinya mayat wanita yang tadi ditusuk lehernya oleh Poseidon. Kondisi matanya yang melotot dan menampakkan mata berwarna hijau zambrut membuat alasan kenapa Hades tampak tertarik. Hades kemudian menarik besi runcing yang ada dilehernya dan mengambil sebuah kapak, lalu cras memotong leher hingga kepalanya menggelinding menyentuh kaki Poseidon.

“Itu mata yang bagus.” Tukas Hades dibalas acungan jempol Ares, “nice, brother.”

Malam itu, mereka mengajarkan betapa pentingnya waktu dan peluang. Jika menunda sesuatu, maka jangan menyesal jika akhirnya tak sesuai. Lagi-lagi The Seven God Of Death lah pememangnya dan mendapat reward berupa kepala seorang wanita blonde.

                                 Destiny

“Obat bius?” Tanya Chanwoo, wajahnya menatap ngeri Donghyuk yang tidak menunjukkan ekspresi bercanda sedikitpun, “kita berikan dia kejutan. Campurkan obat bius pada air Jiyeon.” Perintahnya mutlak. Bahkan yang lain tampak setuju dan tidak sabar melihat reaksi Jiyeon setelahnya.

“Baiklah.” Chanwoo hanya bisa berserah pasrah, menjadi yang paling muda tidaklah mudah. Dia harus siap dan rela saat diperintah dengan kondisi apapun. Kali ini, memberikan obat bius pada Jiyeon. Mudah? Tidak! Kepalanya menjadi taruhan jika salah-salah memasukkan obat. Baiklah, Chanwoo mulai mengerti betapa mengerikannya mereka. Langkahnya nampak berat namun dia tetap pergi menjalankan tugas. Obat bius, musuhnya mulai saat ini.

“Kau yakin bisa? Bagaimana jika gagal?” Tanya Junhoe kalem, matanya menusuk tajam mata Donghyuk sarat akan keseriusan. “Kau meragukanku? Ingat siapa yang mengoperasi transpartasi ginjal Chanu?” Junhoe terdiam namun masih ragu akan keberhasilan operasi, Donghyuk yang melihat itu langsung tertawa, “tenang saja. Yang penting kalian siap menjadi susterku.” Sebuah asbak melayang kewajah Donghyuk membuat wajahnya memerah dan hidungnya terasa nyeri. “Sialan kau, Hades.” Umpat Donghyuk.

“Dan apa maksud tatapanmu itu, Ares?” Tuntut Donghyuk pada Hanbin. Hanbin lantas saja semakin menatap Donghyuk sinis penuh dendam, “jadi sekarang kau pelatih Jiyeon?” Geramnya tanpa mengurangi kadar kesinisan.

Oh oke, ini mulai serius. Donghyuk menyengir lugu, “Jiyeon yang meminta.” Belanya, “kau bisa menolak.” Hanbin balas menjawab membuat bola mata Donghyuk bergerak kanan dan kiri lalu memutar, “apasalahnya? Kau sendiri yang membuatnya tidak ingin berlatih denganmu.” Kesal Donghyuk karena merasa terpojokan, tapi reaksi Hanbin justru berlebihan. Pria itu bangun dari sofa dan menatap Donghyuk yang berdiri di sisi jendela dengan tajam, “sayangnya aku masih membutuhkan keahlian medismu. Setelah itu, aku tantang kau berduel.” Setelah mengatakan itu Hanbin langsung keluar dari ruangan Bobby.

Donghyuk memijat kepalanya, “aku belum siap mati.” Matanya melirik Bobby, “ini salahmu. Kenapa kau membiarkan Jiyeon memilihku sebagai pelatihnya?”

“Secara tidak langsung, kau menyalahkan Jiyeon.” Yunhyeong ikut menimpali, Donghyuk mengangguk kemudian menggeleng, “tidak! Baiklah tidak ada yang salah.” Bobby tertawa melihat kelakuan kekanakan Donghyuk, “aku akan memberimu semangat.” Kata Bobby disertai anggukan Yunhyeong, Junhoe dan Jinhwan. “Semangat. Setidaknya jika kau kalah sainganku berkurang satu.” Timpal Junhoe.

“Ya, terimaka–hey! Kau mengharapkan aku mati?”

“Secara tidak langsung.”

“Sialan kau, June!”

….

Chanwoo berjalan panik kearah kolam ikan, tempat Jiyeon biasa duduk bersantai setelah latihan selesai sambil menikmati suara air yang disebabkan ikan yang berenang kesana kemari.

“Nuna, kau haus? Aku membawakan jus untukmu.” Kata Chanwoo mengikuti Jiyeon duduk dipinggir kolam ikan. Jiyeon lalu tersenyum jenaka, “tumben sekali. Pasti ada maunya.” Candaan Jiyeon membuat Chanwoo tertawa paksa, sebenarnya dia tidak rela jika harus membius Jiyeon dengan cara seperti ini. Sama saja meracuni, dan itu melanggar dosa pikirnya. Dia bahkan melupakan sudah berapa banyak orang yang mati ditangannya.

“Aku hanya mau duduk santai bersamamu.” Chanwoo meneguk ludah saat Jiyeon mengambil gelas yang disodorkannya terlebih saat gadis itu mencium baunya, “apa ini? Aku tidak pernah mencium minuman seperti ini.” Chanwoo mulai panik, kali ini Jiyeon justru mengecap menggunakan lidahnya dan wajahnya berubah masam.

“Kau mau meracuniku ya? Rasanya aneh.”

“Kau bercanda? Meracunimu sama saja meracuni diriku sendiri.” Padahal Chanwoo merasa sangat panik, andai Jiyeon bisa melihat maka dia akan lihat betapa pucatnya wajah Chanwoo disertai keringat dingin. Jiyeon justru malah tertawa, “aku bercanda.” Sahutnya berhasil menurunkan ritme detak jantung Chanwoo.

“Tapi jika aku mati. Aku akan menghantuimu seumur hidup.” Final Jiyeon lalu menegak habis minuman itu setelah membuat jantung Chanwoo kembali berdetak mencapai batas maksimal. Jatuhnya Jiyeon dalam keadaan tidak sadar disertai gelas yang pecah karena terlepas dari pegangan langsung membuat Chanwoo mendesah lega, “jika kau mati akupun akan ikut mati, nuna.” Rengek Chanwoo.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Hanbin, suaranya yang mengalun mendadak membuat Chanwoo yang sedang mengecek keadaan Jiyeon langsung terkaget hingga tercebur kedalam kolam ikan. Hanbin tertawa dibuatnya, “hyung kau membuatku mati jantungan.” Rengek Chanwoo. “Kenyataannya tidak, kau hanya basah dan iih, bau.” Chanwoo mencium tubuhnya sendiri lalu mendengus jijik, “ya, iih. bau.” Ambeknya lalu berjalan menepi ke kolam dan memeluk Hanbin tiba-tiba, “iih bau.” Ledeknya setelah itu berlari menghindari tatapan murkan Hanbin.

“Urusi gadismu! Jangan sampai ikutan bau.” Teriakan Chanwoo membuat Hanbin menyadari keadaan Jiyeon yang kini tergeletak ditepi kolam namun memunculkan percikan menggelikan saat mengingat perkataan ‘gadismu‘ yang dilontarkan Chanwoo. Hanbin langsung memeriksa nadi Jiyeon setelah dirasa normal dia langsung menyelipkan tangannya di leher belakang dan juga lutut Jiyeon, membawanya dengan posisi bridal style membuat rambut panjang Jiyeon tergerai kebawah. Diperhatikan dulu wajah Jiyeon sejenak, lalu Hanbin mencium kedua mata Jiyeon pelan, “setelah ini kau akan bisa melihat..” ada jeda sejenak karena Hanbin mencium bibir Jiyeon yang terbuka, “..gadisku.”

Tbc.

A/n: well, gatau sih mau bilang apaan hahahaha. Jujur, ngeri pas bikin crime malem-malem. Nonton the raid2 aja gue nutup mata sepanjang pemutaran, soksokan bikin beginian. *ampun* dan maafkan diriku karena terlalu fokus sama crimenya. *tebarcinta* btw adegan jiyeon-chanu yg minuman itu terinspirasi dr jessica-mirna *pisbro*. Gue mau bikin OS, tapi bingung cowoknya antara Minho atau salah satu anak ikon atau cowok lain. Do you wanna tell me name everyone who?

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

28 thoughts on “Destiny [VII]

  1. Jangan2 jiyeon bkalan sama hanbin hmm tapi dari awal cerita aq lbih suka jiyeon sma yunhyung. tpi gak apa2 hanbin juga boleh.

    aq maunya minho aja deh hee

  2. Aduhhhhh aku ngeri bgt deh ngebayanginnya
    Sadisss bgt tp tertutup lah klo ngebayangin muka member ikonnya kkkk

    Semoga jiyeon segera bisa melihat lagi

    Anyway klo masalah oneshot saya mah bebas km mau pairing sama siapa aja
    TP berhubung aku lagi demen sama ikon, jd pengen baca ff jikon lagi hahahaaa

  3. Awal2 menegangkan dan gk kuat ngebayangin nya tp pas detik2 terakhir dibuat geli sendiri ama mereka khususnya chanwoo..kykx jiyi ama hanbin nh..lanjut lanjut.

    Buat cast namjaOS nya minho aja.

  4. huaaaa sadis sama gesit bgt mereka. beuhhhh enteng bgt nebas palak orang.
    hahhaha kasian chanwoo sampe kejebur kolam ikan gitu saking kaget nya.
    moga aja jiyi bisa lihat kembali, operasi mata nya berjalan lancar.
    next chap ditunggu thor wkwkwk 🙂 😀

  5. wuah,hanbin sudah mengklaim jiyeon gadisku..
    jadi ini maksudnya imbalan mata buat jiyeon..
    kayaknya ni dewa kematian mati rasa tentang yg ekstrem2..
    pilih minho minho minho.
    rindu minji coeple…

  6. wahh jiyeon bkal dioperasi dadakan oleh para dewa kematian untuk membuat jiyeon busa melihat. bkal gmna reaksi jiyeon nantinya klo dia bisa melihat dan tau mata yg didonorkan diambil dg cara mengerikan. next palli ^^

  7. waaah ceritanya makin seru thor kira2 jiyeon bakal ma siapa ?? kepengen deh ada adegan romantis jiyeon sama member ikonnya jd biar tau jiyeon sukanya ma siapa d’antara member ikon next chapter thor, ,

    salah satu member ikon aja thor hanbin, , junhoe, , yunyeong atau jinhwan soalnya bosen klo minho mulu member ikon kan jarang2 d’buatin ff thor

  8. jadi semakin cinta sama fic ini 😁
    lnjuttt eonni udah gk sabar liat reaksi jiyeon
    kalau ternyata dia dikelilingi namja” tampan hoho

    ikon aja gara” fic ini jadi pingin baca lagi lagi dan lagi

  9. Keslahanku krn ga peduli rated m crime. Dan well,, nafsu makanku lgsung ilang, huhuu nasi gorengku belom abis tp udh ga selera.
    Btw ngakak bgt pas si poseidon bawa bola mata di tangannya. Edan,, emg mata manusia kyk mata boneka bisa copot pasang sesuka hati. Wkwkw

  10. Lahaula udah ada cium ciumnyaa aaaaaaaa hanbiin… Hatikuu XD ini hiburan di pagi buta banget lah(?) kusuka chanwoo dia lawak banget sih wkwkwkwk takut ngebius jiyeon padahal ngebunuh orang udah biasa wkwk. Ciee dapet mata ijo ciee jiyeon… Cie gadisnya ares cie(?) gapapa deh sama hanbin juga aku setuju aja XD wkwk tapi banyakin dulu momen sama yang laiin ya ya?(?) sama june jugaa wkwk gimana reaksi june kalo tau hanbin udah nyium2 cobaaa….. Reaksi bobby juga…. Yunhyeong jugaa aaa wkwkwk XD next aku tunggu bangeuddd

  11. serem bnget pas bagian screamnya,,
    semoga aja operasi mata Jiyeon bkalan berhasil,,
    cie ares sneng pas chanwo bilang klo aprodite itu gadisnya 😀
    g sbar pngen ngeliat adegan romantis jikon ,, mau sma hanbin atau yunhyeong jga g masalah 😀
    os nya diantara hanbin atau yunhyeong aja klo bisa soalnya kan jarang yg ngepairing Jiyeon sma ikon,,

  12. Wahhhh bneran jiyeon bkal bsa ngeliat
    Senengnyaaa
    Apa nantinya jiyeon bkalan sma hanbin ya
    Knapa si chanwoo itu pnakut amat

    Hahahaha keren plus mngerika
    Ngg kbayang aja adegan bgituan

  13. prediksi awalnya jiyi bakal sma yunhyeong tpi knapa kesini sini jdi lebih ke hanbin ya ah bingung jiyi jga gk nunjukin perasaan buat siapa padhal udh serek liat jiyi ntar bakal sma yunhyeong hahaha
    aduh ngeri banget pas baca adegan yg bunuh2 orang apalagi itu yeoja sumpah horor klo liat aslinya :’v
    oke lah yg penting endingnya semuanya bahagia :v ditunggu next partnya, fighting chingu^^

  14. Horeeeeee
    Q paling suka ff genre gini,
    Action na mrk bgs bgt, bahasa yg digunakan Ĵΰƍa bgs, rasa na sprti nntn ϑibioskop. .
    DAEBAK !! Jd mata na jiyi ntk warna hijau donk. . Makin cantik
    (˘▾˘ʃƪ)

  15. ngeri bgt ceritanya.wh jadi meeka bakalan mengoperasi mata jiyeon,semoga jiyeon bisa melihat lagi.
    ah hanbin menang banyak.nextnya cepetan ya

  16. huuahhh … B.I cari2 kesempattan nii … nakall dia …hajhaa ..

    osnya pengen ma ikon dong kalau bisa hyunyeong attu … haahhaa .

  17. cieee hanbin udah berani #plak
    yeeyy jiyi bakalan bisa melihat lagi .. daebakk eon
    pliss eon member ikon aja eon , jeballl
    ditunggu ff nya , fighting!!

  18. Canu kocak banget ya dia disini bikin aku jatuh hati/?
    Gila! Kamu keren banget kak ngedescribe crime scene nya. Detail, jelas, dan ga ngebingungin buat ngebayanginnya. Aaaaa saya suka saya suka😁😁😁
    Ciyeeee jiyeon ciyeeee yg mau dikasih surprise sama ke7 pangerannya aku😁 kkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s