Posted in Uncategorized

9. Jiyeon’s Diary: Never Ending (end)

image

22 Agustus 2023

Oh waw. 2017-2023, jangka waktu yang panjang dan ohmaygod! Aku rinduuuuu Korea! Aku rindu Seoul dan aku rindu teman-teman gilaku. Posisiku saat ini, dirumahku –emm maksudku rumah orang tuaku, dikamarku –kamarakudanMinhodananakku. Chukkae! Aku punya anak sekarang. Jika membaca dan mengingat masa laluku dulu saat SMU betapa aku sangat merindukannya. Oh, aku rindu pohon mangga! Aku rindu Kim saem, uhuk aku dengar Kim saem sudah mempunyai cucu sekarang, uhhhh gemes.

Bagaimana aku menuliskan ini ya? Jujur aku bingung. Begini, dimulai dari kemarin malam saat aku dan Minho memutuskan kembali ke Seoul setelah tinggal enam tahun di London, aku juga sudah memiliki anak berusia dua tahun berjenis kelamin laki-laki, matanya bulat, bulu mata lentik, pipi gempal, senyumnya charming. Dia kebanggaanku dan Minho, namanya Choi Jimin. Bersyukurnya aku karena selama menjalin hubungan dengan Minho kami tidak pernah menutupi kebiasaan apapun, jadi saat berumah tangga kami sudah tidak kaget dengan kebiasaan masing-masing.

Malam pertama? Aduh aku malu membahasnya, tapi itu semua berjalan secara alami. Aku ingat saat itu Minho memperlakukanku dengan sangat lembut, bahkan Minho tidak pernah memalingkan matanya dariku. Kami melakukannya dengan sangat romantis, dihotel berbintang di London dan dengan pemandangan kota London yang terlihat amat jelas dari jendela. Aku cinta London, tapi aku lebih cinta Korea Selatan.

Jika dulu aku selalu menceritakan kisah masa SMU ku, kini aku akan menceritakan kisah pernikahanku. Minho itu ternyata gila kerja. Tapi biarpun seperti itu, selalu ada quality time untuk keluarga. Um, kami hanya tinggal dirumah orang tuaku selama dua hari, setelahnya kami akan pindah di kompleks perumahan Daegu. Oh betapa bahagianya karena semua teman-temanku tinggal disana dengan pasangan masing-masing. Gila? Ya begitulah kami, karena semua itu merupakan impian kami sejak dulu. Dan satu lagi, aku tidak pernah menyangka jika Joon akan menikah dengan salah satu gengs kami. Tebak siapa? Amber! Bisa kau bayangkan kehidupan seperti apa yang mereka alami, diary? Aku sih malas membayangkannya.

Ini list pasangan Jiyeon and the gengs;

Jiyeon — Minho = Choi Jimin (2th)
Amber — Joon = Proses
IU — Eunhyuk = Lee Dasom (1th)
Suzy — Yoseop = Proses
Luna — Key = Proses
Jr — Eunice = Proses
Jb — RiAn = Im Yura (4 bulan)
Krystal — Jinwoon = Hamil 2 bulan

Posisi rumah;

IU — Suzy — Jr — Jiyeon — Krystal

Luna — Jb — Amber

Oh, suamiku sudah pulang, cukup untuk malam ini. Bye diary.

..

29 Agustus 2023

Sudah aku tebak bagaimana akhirnya jika Jiyeon and the gengs tinggal disatu kompleks bersama. Rusuh, right! Setiap suami kami masing-masing pergi bekerja, kami selalu berkumpul dirumah yang selalu diundi atau restoran milik Jb. Menghadapi Ibu hamil seperti Krystal lumayan sulit, ngidamnya aneh. Mau tahu apa? Krystal ingin Jr diam-diam masuk kerumahnya dan mencuri pajangan menara eifel dirumahnya, lalu dia akan berteriak maling dan kami semua harus memukulinya. Bagus jika lancar, jika tetangga yang lain ikutan? Oke Jr pun berakhir dikantor polisi. Sejak saat itu, Jr alergi Krystal.

.
.
.
.
.

2 September 2023

Minho menemukan diaryku. Suamiku membancanya dan dia bilang dia juga cinta padamu diary, karena menurut Minho kau lah yang tahu bagaimana kisah kami. Uhh, tapi tetap saja Minho lebih mencintaiku. Hehe

11 September 2023

Ini semua ulah Suzy dan otaknya yang tidak pernah beres. Ceritanya tadi siang jadwal kami kumpul dirumahnya dan dia cerita jika dia habis membaca buku tentang tanda-tanda suami selingkuh. Kami semua awalnya biasa saja, tapi saat salah satu tanda yang disebutkan Suzy terjadi pada salah satu suami kami, tentu saja itu menjadi boomerang untuk kami sendiri.

Suami jarang meminta hubungan intim. Hati-hati, itu tandanya suami mu sudah bosan dan melakukannya dengan wanita lain.

Buku sialan, Suzy iblis.

Aku tahu Minho hari ini lembur dan akan pulang sangat larut, tapi aku tidak ingin tidur dan menunggu sampai dia pulang. Aku sudah menghabiskan dua gelas kopi, aku juga berdandan cantik dan mengenakan lingeri hitam seksi kesukaan Minho. Aku malu mengakuinya, tapi sudah tiga minggu ini Minho tidak menyentuhku. Awalnya aku biasa saja, tapi sekarang aku jadi sangat kepikiran.

Saat suara mobil Minho sudah terdengar, aku langsung siap-siap merapihkan rambutku. Kebetulan Jimin juga sudah sangat terlelap dikamarnya, jadi aku akan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk merayu suamiku. Aku mengintip dari balik jendela, Minho sudah tidak terlihat itu tandanya dia sudah masuk kedalam rumah dan aku harus mengeluarkan segala jurus godaan wanita paling memikat.

“Emm, hai.” Sapaku dari atas kasur begitu Minho membuka pintu kamar, alisnya terangkat dan dia melonggarkan dasi dengan gaya sensual, damn hot.

“Kenapa kau memakai pakaian seperti itu?”

Oh Tuhan! Aku mengigit bibirku panik, Minho tidak menghampiriku melainkan menuju lemari pakaian dan mengambil t-shirt putih miliknya. Aku mengucap mantra dalam hati, “kau tidak suka? Aku memakai ini untukmu.” Kataku kemudian, mataku terus memperhatikan Minho yang mulai berjalan kearahku, aku tatap suamiku itu seperti anak kecil yang sedang menanti hukuman orang tuanya. Yang dilakukan Minho selanjutnya berhasil membuatku merasa terhina, dia memakaikan baju itu padaku dengan raut wajah dingin dan tidak suka, “begini lebih baik.” Katanya. Setelah itu Minho langsung masuk ke kamar mandi tanpa melihat bagaimana raut wajahku saat ini.

What the fuck! Damn, men.

Apa Minho sudah tidak tertarik lagi? Apa Minho mulai bosan? Sungguh selama ini aku berpikir jika hanya aku yang akan Minho lihat, dan betapa percaya dirinya aku. Mungkin aku sudah tidak semenarik dulu, lalu wanita mana yang berhasil menggoda suamiku? Penolakan Minho berhasil memukulku telak. Aku turun dari kasur dengan perasaan kacau, aku tidak ingin disini, aku ingin menenangkan diri, jadi aku memutuskan untuk tidur dikamar Jimin dan mengunci pintu. Persetan dengan apapun itu.

Selang tiga puluh menit, aku masih terus meratapi nasibku, dan aku rasa mataku sudah mulai membengkak. Lalu suara ketukan pintu membuatku menoleh tanpa niat beranjak, “Jiyeon.. kau didalam?” Itu suara Minho, aku tidak mengerti apa yang membuatnya perduli padaku tapi itu justru semakin membuatku tambah sedih.

“Sayang, buka pintunya aku ingin bicara.”

Aku mengabaikannya, lagi.

“Ada apa denganmu? Kau ada masalah?”

Dia bahkan masih harus bertanya, padahal titik masalahnya justru mengacu padanya. Selanjutnya tidak ada suara apapun yang membuatku semakin kesal, apa hanya segitu usahanya? Dia benar-benar keterlaluan. Tapi aku salah, yang terjadi selanjutnya adalah suara kunci yang terbuka, saat itu aku menyesal karena harus mencabut kunci dari pintu. Aku benar-benar panik dan memutuskan untuk pura-pura tertidur disamping Jimin.

Aku bisa mendengar suara langkah kaki, tapi aku tidak merasakan apapun hingga aku terpaksa mengintip dan melihat Minho sedang mencium kening Jimin, lalu aku kembali menutup mata begitu Minho memutar tubuhnya kearahku. Aku merasakan kasur disampingku bergoyang dan tangan besarnya merapihkan rambutku yang menutupi wajah. “Aku tau kau tidak tidur.” Katanya.

“Kenapa kau tidur disini? Aku membuat kesalahan?”

Dasar idiot bodoh. Dengan dia berkata seperti itu aku justru merasa lebih sensitif hingga aku bisa merasakan air mataku mengalir walau mataku terpejam. Minho mengusap lenganku, mungkin dia tidak sadar jika aku mulai menangis kembali, “ingat perjanjian kita? Kita harus saling terbuka jika ada masalah kan?” Tentu saja aku ingat, tapi ini bukan waktu yang tepat. Sialnya aku malah terisak dan itu membuat Minho memperhatikanku, dia langsung menghapus air mataku dan menggendongku tanpa berbicara apapun.

Begitu sampai dikamar, dia langsung membaringkanku ditempat tidur, “aku tidak ingin membangunkan Jimin. Jadi, kau bisa katakan sekarang.” Suara Minho melembut, mau tidak mau akupun langsung menghentakkan tubuhku hingga duduk dan melihat wajah lelahnya, aku mulai merasa bersalah karena mencari keributan setelah dia lelah bekerja seharian.

“Kau menolakku. Katakan wanita mana yang membuatmu mengabaikanku? Apa dia lebih cantik? Lebih seksi? Apa kau bosan padaku?” Amukku, aku memukuli Minho sambil terus menangis, sungguh memalukan jika aku harus mengingat ini. Tapi saat itu Minho hanya diam tanpa berniat menghentikanku hingga aku merasa lelah dan berhenti memukulnya, Minho langsung menarikku kepelukannya.

“Tidak ada wanita lain, sungguh. Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?” Tanyanya sambil mengusap punggungku dan menciumi ubun-ubunku, “kau tidak menyentuhku selama tiga minggu, kau selalu pulang larut dan tadi kau menolakku. Kau bosan kan? Pasti ada wanita lain yang sudah memuaskanmu. Kau tidak tertarik lagi dengan tubuhku, makanya tadi kau memakaikan aku t-shirt kebesaran itu.”

Minho tertawa, hal yang sungguh semakin membuatku bertambah kesal dan bingung. Akupun langsung menjauh darinya dan menatapnya penuh kekesalan, tapi Minho langsung mengurung wajahku dengan kedua tangannya yang besar. “Jadi kau merindukan sentuhanku?” Godanya, oh god aku tidak pernah tau apa yang ada dipikiran lelaki gila ini yang sialnya adalah suamiku sendiri.

“Biar aku jelaskan. Pertama, aku sedang mengerjakan proyek yang memiliki keuntungan besar untuk perusahaan hingga aku benar-benar fokus dan tidak berpikir sampai kesitu, lagipula setiap aku pulang kau sudah tidur dan aku tidak tega membangunkanmu. Kedua, aku memakaikanmu t-shirt itu karena takut kau akan sakit karena AC ini sangat dingin. Mau memaafkanku?”

“Tapi ekspresimu itu seolah kau jijik dan tidak tertarik melihatku.”

“Siapa yang bilang? Itu aku menahan diri tau. Aku berniat melakukannya setelah aku mandi, tapi kau tiba-tiba menghilang.” Minho diam dan memperhatikan mataku dengan serius, “itu menyiksa, sayang. Kau harus diberi hukuman.” Damn, harusnya aku tidak terlalu mempercayai buku sialan itu dan harusnya juga aku bisa menepis pikiran-pikiran negatif pada suamiku sendiri, sekarang aku merasa malu dan tidak tau harus mengatakan apa.

“Sayang, boleh aku melakukannya sekarang?”

Setelah aku mengangguk, Minho tersenyum amat menawan, “dan yang ketiga, tidak pernah ada wanita manapun yang dapat menggantikanmu. I want nobody but you.” Aku langsung menarik Minho kepelukanku, aku terlalu mencintai suamiku ini dari dulu hingga sekarang, tidak pernah berkurang melainkan bertambah. Setelah melepas pelukan kami, Minho mendekatkan wajahnya padaku sambil memejamkan mata, begitupula denganku. Hingga bibir kami saling bersentuhan dan terjebak dalam ciuman yang panjang, berlanjut ke adegan intim yang pastinya membuatku semakin merasakan aliran percintaan.

Aku juga menceritakan apa yang membuatku bersikap seperti itu, Minho bilang dia bersumpah akan membakar buku sialan itu. Manis bukan?

Oh iya. Saat aku mengantar suamiku ke mobil untuk berangkat kerja sambil menggendong Jimin, aku mendengar teriakan Suzy yang menyuruh Yoseop jangan pulang kerumah. Aku tertawa puas, sedangkan Minho hanya menyeringai dan setelah memberikan ciuman perpisahan padaku dan Jimin, Minho langsung pergi menuju kantor. Well, senjata makan tuan, eh?

                          Jiyeon’s Diary

16 September 2023

Aku tidak mengerti, apa kami (Jiyeon and the gengs) diciptakan untuk membuat kerusuhan? Bahkan saat kami semua sudah memiliki keluarga masing-masing pun ada saja kerusuhan yang tercipta. Hari ini, tetangga disamping rumah Amber yang merupakan pasangan pengantin baru, pindah secara tiba-tiba. Penyebabnya? Katakan ini gila. Kami memang sebal dengan pasangan itu karena selalu mengumbar kemesraan, bukan iri. Hanya saja mereka terlalu berlebihan, seperti tidak tau tempat dan merasa kompleks milik berdua. Awalnya kami biasa saja, tapi saat mereka mendapat teguran dari ibu-ibu yang berada disini, mereka justru semakin menantang dan semakin menggila. Celakanya wanita itu genit, pernah Minho merasa risih karena digoda si nenek centil itu.

Aku kesal tentu saja, tapi untung Minho tidak tertarik melainkan merasa jijik. Dasar wanita penggoda. Alhasil terciptalah ide gila kami.

Kali ini kami mengorbankan Krystal, berhubung suaminya Jinwoon dapat kami atasi karena kegilaan kami sejak SMU jadi mudah untuk mendapat persetujuannya, bahkan si bodoh itu lebih semangat. Kalau aku? Minho pasti akan mengamuk dan dapat dipastikan pria itu berakhir dibawah tanah, alias meninggal. Kejam sih, tapi serius jangan pernah membuat Minho cemburu.

Begini, Krystal itu bertugas untuk menggoda si pria yang bernama Thunder, istrinya bernama Naeun. Krystal berpura-pura mengantar makanan untuk mereka sebagai salam rukun tetangga. Tapi Krystal mengenakan pakaian yang… waw freaking hot. Tergodalah Thunder yang saat itu memang sedang tidak bekerja, “hai.” Goda Thunder sambil matanya memperhatikan Krystal dari atas sampai bawah, aku dan yang lain memperhatikan mereka dari CCTV kecil yang dipasang Jr secara diam-diam dan mendengar lewat speaker yang disembunyikan Krystal.

Krystal menggigit bibirnya sensual dan meraba dada Thunder sambil tangan satunya lagi menenteng makanan. “Aku Krystal. Kau bisa panggil aku sayang, atau honey.” Uweee kami semua langsung ingin muntah seketika.

Sure, honey.”

Ew, menjijikan. Dasar pasangan palsu, digoda seperti itu saja sudah berpaling.

“Istrimu?” Tanya Krystal.

“Aku tidak punya istri.”

“Lalu yang sering bersamamu itu siapa?”

“Ah, itu hanya pembantuku yang kecentilan.”

Sumpah. Ini. Kelewatan. Lucu.

Kami semua tertawa hati-hati karena anakku, IU, dan RiAn sedang tertidur. Asli, suami macam apa dia? Tidak tahu diri. Kemudian muncul Naeun dengan wajah berantakan khas bangun tidur, padahal ini sudah jam sebelas siang. Well, matanya langsung melotot ngeri setelah sadar jika posisi suaminya dan Krystal begitu intim.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” Teriaknya kemudian sambil terus melotot.

“Ups, pembantumu galak sekali.” Krystal menggoda, demi Tuhan wajah Krystal yang menjengkelkan lagi-lagi menjadi hiburan sendiri dan kami benar-benar tidak bisa menahan tawa kami untuk meledak. “ya begitulah, kurasa dia minta dipecat.” Jawab Thunder semakin menyulut kemarah Naeun, istrinya itu langsung mengamuk dan Krystal melempar rantang makanan ke wajah Thunder kemudian berlari meninggalkan rumah mereka.

Belum apa-apa.

Masih ada kejutan lain.

Malamnya, kami membuat layar besar di tengah-tengah jalan kompleks dan menayangkan adegan tadi siang. Alhasil seluruh orang melihat dan mereka merasa malu lalu pindah. Tunggu dulu, awalnya Krystal juga menjadi serbuan dan dicap sebagai wanita penggoda. Tapi setelah kami menjelaskan secara terperinci, mereka mengerti dan tidak sedikit yang ingin bergabung bersama kami. Ya, tambah anggota baru tidak masalah, kan? Hahaha.

.
.
.
.
.

21 September 2023

Kemarin merupakan kunjungan pertamaku ke kantor Minho. Aku baru tahu jika suamiku itu dicap sebagai eksekutif muda paling tampan, tidak sedikit juga dari para karyawan wanita disini yang kecentilan dan menggoda suamiku. Rupanya kedatanganku hari itu, merupakan shock terapi untuk mereka.

Saat itu aku menitipkan Jimin dirumah orang tuaku, aku lebih memilih naik taksi karena berencana pulang bersama Minho. Pakaianku sih lumayan sederhana, hanya dress merah maroon ketat selutut dengan lengan panjang sesiku, heels merah lima centi dan tas kecil warna hitam yang aku pegang seperti dompet. Makeupku juga natural dan rambut dark coklat panjangku tergerai bergelombang. Begitu aku memasuki kantor, para pria menatapku serius, sedangkan para wanita hanya menatap sekilas lalu membuang muka. Kurang ajar.

Aku berjalan kemeja resepsionis, “aku ingin bertemu Minho.” Kataku, resepsionis ini dandanannya sangat kelewatan dan bajunya sangat seksi, ekspresinya juga terlalu menyebalkan, “maaf anda siapa? Direktur Choi tidak bisa diganggu.” Jadi, dia ingin bermain-main denganku? Baiklah.

Aku tersenyum manis, “katakan saja jika Choi Jiyeon ingin bertemu.” Wanita itu tampak ragu namun dia lakukan juga, matanya terus menatapku, “Direktur Choi, ada yang mencari anda.” Sialan, kenapa suaranya jadi lembut seperti itu? Dasar centil. Wanita itu lalu tersenyum mengejek padaku seakan ingin mengatakan jika direkturnya itu tidak ingin diganggu, “Choi Jiyeon.” Lanjutnya.

“Ba-baiklah.” Gugupnya, dan dia langsung menatapku takut-takut. Rasakan itu! Aku tidak tau apa yang dikatakan Minho, tapi satu yang pasti, Minho mengatakan siapa aku.

“Sekertaris direktur akan menjemput anda, Nyonya Choi.” Bingo! Aku tersenyum sinis padanya dan dia langsung menunduk takut. Hey, kemana sikap angkuhmu yang tadi? Dasar menyebalkan.

“Nyonya Choi?” Sapa seorang wanita, oh ini mungkin sekertaris Minho. Dandanannya oke, layaknya karyawan kantoran dan makeupnya natural, ada cincin dijari manisnya dan aku yakin dia sudah berkeluarga.

“Ya.”

“Mari ikut saya, saya akan mengantarkan anda keruangan direktur.”

“Oppa!” Riangku dan langsung memeluk suamiku yang masih duduk dibangku besarnya. Minho menyambut pelukanku hangat, dia juga langsung menggiringku ke sofanya. Setelah berbasa-basi ini itu, aku segera melayangkan protes akan sikap resepsionisnya tadi, dan disitu aku mengetahui jika itu adalah resepsionis baru. Kemudian Minho membawaku turun, awalnya aku tidak mengerti dan selama perjalanan semua karyawan wanita terus menatap suamiku penuh damba.

Sampailah kami di meja resepsionis, “kau dipecat.” Dingin Minho. Demi Tuhan, aku tidak tau jika Minho akan mengambil langkah seekstrim ini. Aku lihat ekspresi wanita itu sangat panik dan terkejut, aku merasa kasihan tapi aku juga ingin memberinya pelajaran. “Apa salah saya?” Tanyanya takut-takut, ekspresi Minho menyeramkan sekali aku bahkan sangat takut.

“Sikapmu keterlaluan. Choi Jiyeon adalah istriku, bos mu!” Marah Minho. Semua karyawan memperhatikan kami, “tidak ada toleransi bagi siapa saja yang membuat istriku merasa tidak nyaman.” Lanjutnya lagi. Si wanita resepsionis itu mulai menangis dan memohon, aku juga merasa tidak tega. Biar bagaimanapun aku juga seorang wanita yang memilik hati nurani.

“Oppa, sudahlah tidak apa. Dia juga tidak tau jika aku istrimu, beri dia kesempatan.” Aku berusaha menenangkan Minho, suamiku itu langsung mengalihkan pandangannya padaku dan mata itu berubah melembut, dia mengusap kepalaku sebentar sambil mendengus samar, “baiklah. Kesempatan kedua.” Kata Minho, tapi matanya tetap menatapku membuatku tersenyum. Aku melihat wanita itu merasa lega dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

Selanjutnya, Minho membalikkan badannya menghadap para karyawan yang ada. “Perkenalkan, Choi Jiyeon istriku. Mulai saat ini, siapapun yang membuatnya tidak nyaman, tidak ada kesempatan kedua dan bersiaplah angkat kaki dari sini.” Ujarnya dingin, aku mengerti sekarang. Minho itu sangat keras dan amat angkuh jika diperusahaan, dia juga merupakan pribadi dingin yang tidak pernah tersenyum. Aku senang, karena ternyata hanya akulah wanita beruntung yang mendapat perhatian dan senyum menawannya. Aku tersenyum memperhatikan wajah suamiku yang berkarisma, dan saat Minho menoleh padaku aku semakin tersenyum lebar.

“Sayang, aku hamil.”

Akhirnya, aku tidak bisa menahan kabar gembira ini terlalu lama. Tujuanku sejak tadi memang untuk memberikan kabar gembira ini, namun aku justru mendapati adegan dramatis yang sialnya membuatku semakin menggilai sosok suamiku. Minho langsung berseri dan tanpa malu memelukku sambil tertawa bahagia, dia juga menciumi kepalaku berkali-kali. Aku bersumpah, wajah orang-orang yang ada disitu langsung berubah drastis, antara terkejut, tidak percaya, dan seperti mendapat hadiah lotre. Alasannya tentu, karena sikap Minho yang tidak pernah mereka lihat selama ini. Dan juga, senyum Minho seperti adegan langka yang wajib untuk mereka abadikan.

Minho langsung menatap sekertarisnya, “batalkan semua janji meetingku hari ini.” Perintahnya mutlak. Setelah itu dia langsung membawaku pergi dan membuat pesta kecil sebagai perayaan kehamilanku. Minho benar-benar memanjakanku.

Kisahku akan menjadi kisah tanpa akhir, bersama suamiku, anakku, keluargaku, dan juga para sahabatku. Semua itu akan terus berlanjut sampai generasi berikutnya.

Suamiku, I love you until now and forever.

End.

A/n: beneran tamat. Maaf gasesuai janji, abis emang plotnya udah mentok disini. Yang penting ada merried life nya kan? Hahahaha. Okedeh, gue mau makasih banget sama para Minji Shippers yang setia banget baca ini dari awal sampe akhir. I love you all❤ dukungan kalian merupakan semangat buat gue, *sinipeluk* dan buat siders makasih juga udah jadi secret admirer gue hahaha. Oke bye, sampai jumpai di cerita selanjutnya. Buat destiny soon ya, guys!

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

20 thoughts on “9. Jiyeon’s Diary: Never Ending (end)

  1. Choi jimin anak minho sma jiyeon yeyyyyyy jimin jga akan dpt adik baru.

    jiyeon and gengs ini gak ada hbisnya ya, sdh punya keluarga tapi msh aja kelakuan kek gitu wkwk

  2. hmp jd jiyeon mau punya anak ke 2.. Kekeke kdg emang tulsn dlm artkel bisa jd berpkrn yg aneh2. Hah berarti si krystal yg lg hamil disuruh godain suami org. Ada2 aja

  3. akhirnya happy end jga 😀
    pas bnget pas recepsionis minho yg sok kecentilan dipecat sma minho tpi g jdi soalnya dilarang sma Jiyeon,,
    ttrus kelakuan Krystal yg ngidam itu aneh bngettt 😀
    bner2 bkin ngakak 😀
    ditunggu destiny nya 😀

  4. The geng ngumpul lagi ,dan tetep jail hihiii ,,,, ahh dah end ,bakal rindu akan kekonyolan jiyeon cs,minho protectif,tapi romantis, jimin bakal punya adik yeaahh ..

  5. Wuiih itu kompleksnya pasti kompleks terheboh,, isi nya jiyeon n the gang…
    Si minho jago bgt bikin anak,, wkwkw anaknya paling gede, dan mau tmbh lagi,, jjang

  6. aku lgsung bca dr chapter ending….
    walaupun nggk bca part2 sblumnya tpi udh ngerti sma ceritanya…..
    apalagi katanya d part ini khusus married life….
    makin ssuukkkaaa aku…
    keren (y)

  7. aku langsung bca dr chapter ending….
    walaupun nggk bca part2 sblumnya tpi udh ngerti sma ceritanya…..
    apalagi katanya d part ini khusus married life….
    makin ssuukkkaaa aku…
    keren….

  8. , so sweet… bner2 keluarga bhgia… aduchh andai tmn SMA rmah nya stu komplekk bakal seruuu.. jiyi the gank gokil abisss…..

  9. Gilakkk relationship Goals:3
    Ceritanya buat senyum senyum sendiri:D
    Aduh minho aku suka banget lihat sikapmu:3
    Gak rela tamat:3 mau lagi diary jiyeon hahahah
    Suka banget pokoknya sama sifat minho luv luv:3
    Pokoknya ditunggu Ff Minji lainnya fighting&hwaiting!!

  10. Maaf ngk coment di part sebelum’a karna kejar tayang

    Yahhhhhh FF ini sudah tamat pasti bakal kangen sama kegilaan Jiyeon and gengs apalagi saat masa” sekolah itu bener” mencerminkan kehidupan anak sekolah yg penuh dengan hal gila dan hal yg menarik lain’a

    Dan bakal kangen sama sikap romantis Menong Kodok ke Jiyi yg bikin iri enek mau muntah dll hahahaha

    Semoga kalian semua bahagiaaaaaaaa

  11. The story never ending
    Kebahagian minji akan terus berlanjut
    Minho masih ttp sweet ya dan dy semakin dewasa
    Duhhhhhhh baperrrr nih jadinya sama minho
    Pengen dpt suami kyk minho jga ><

    Kegilaan jiyeon cs pun ttp berlanjut
    Hhhhh… gw ngiri bgt dah sama cerita ini

    Over all gw suka semua part
    Good job authornim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s