Posted in Uncategorized

8. Jiyeon’s Diary: Bye Friends

image

29 Mei 2017

Hey, kau masa depanku. Saat kau membaca tulisan tangan ini itu berarti aku sudah melangkah sendiri, berpisah dengan seluruh sahabatku untuk menggapai mimpi, masa-masa indah terlampau sepi. Aku tahu aku sudah tidak pernah menulis diary, satu bulan? Dua bulan? Bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku menggores tinta. Katakan ini lucu, aku tidak pernah pandai merangkai kata. Kemudian aku mengerti apa itu sebuah fase, apa itu masa. Aku bukan lagi gadis remaja, kini aku harus belajar dewasa. Dulu aku selalu bermimpi, kapan aku lulus? Aku ingin segera pergi dari segala aturan yang ada, aku ingin terbebas dari tugas yang menggila, terbebas dari beban pelajar yang menyiksa.

Kini, aku harus berpikir dua kali. Saat kaki kami melangkah keluar gerbang sekolah, saat itu kebersamaan yang kami bangun bersama perlahan sirna. Mungkin efeknya masih belum terasa, lantas bagaimana dengan dua tahun kedepan? Apakah sosoknya masih ada atau berganti manusia? Bagaimana jika kalian memiliki teman baru yang lebih menyenangkan? Akankah aku terlupakan? Saat itu aku percaya, bahwa persahabatan kami takan sirna.

Aku hanya akan menceritakan sedikit cerita, cerita tentang akhir sekolah. –catatan akhir sekolah.

Saat itu ujian kelulusan semakin dekat, setiap kelas diwajibkan menulis cita-cita dikertas kecil dan dikumpulkan saat pelajaran guru kepribadian. Lupakan ketegangan yang ada, ini saatnya bercanda tawa. Kelas 11-4 sudah berganti menjadi 12-4.  Masih menyandang tittle kelas terparah, namun sering memenangkan beberapa penghargaan seperti kelas terbersih, terkompak, dan semacamnya.

“Jadi, apa cita-citamu?” Senggol Suzy padaku, mukanya masam dan terlihat frustasi. Akupun sama, aku tidak tahu apa yang aku tulis, apa cita-citaku? Menjadi Ibu rumah tangga? Jangan membuatku tertawa. Maksudku, itu memang cita-cita mulia, tapi aku tidak suka berdiam diri dirumah, aku lebih suka melakukan kegiatan diluar, belanja contohnya.

“Aku tidak tahu. Coba tulis apa saja.” Suzy merengut sambil memainkan pulpen yang dia selipkan ditelinga, matanya melirik kesana kemari mencoba mencari jawaban. Kemudian gadis berponi rata itu mulai menulis sesuatu begitupun denganku, merangkai sebuah kata.

Setelah aku menulis cita-citaku, aku mengintip milik Suzy, gadis itu memberikan senyum lebar begitu melihat ekspresiku yang tercengang. Setelah melihat milik Suzy, Suzy melihat punyaku dan Suzy hanya bisa geleng-geleng kepala. Kami berdua kemudian melihat tulisan teman kami yang lain, well kami berdua desperate, sumpah.

Suzy: Ingin menjadi Babie. Benar tidak sih tulisannya?
(Tidak waras! Babie? Please deh, maksudnya barbie? Atau babi?)

Yoseop: Menciptakan ledakan besar? Bukan bom, tapi nuklir. Bercanda, maksudku poop, hehe.
(Aku dan Suzy jawdrop. Inisih yakin akan kena panggil guru kepribadian.)

IU: Aku ingin terbang. Baling-baling bambu!
(Dasar norak.)

Jb: Pertanyaan paling susah. Pass!
(Jb gila, tapi iya juga sih. Pass, saem!)

Jr: Next. Tidak ada pertanyaan lain? Oke bye.
(Ah? Kok krik ya?)

Krystal: Ingin membahagiakan orang tua.
(Ugh, so sweet. Fix, ini yang paling waras.)

Amber: Ingin jadi laki-laki aja deh. Perempuan ribet, banyak aturan.
(Eoh? Ini serius? Tapi melihat muka Amber yang judes pasti ini beneran. Satu lagi manusia tidak waras.)

Joon: Aku ingin menjadi tampan seperti Choi Siwon.
(Helooo kalo bisa aku juga ingin menjadi imut seperti Selena Gomez kali.)

Jinwoon: Cita-citaku ingin menjadi pesawat.
(Pilot kali! Aku dan Suzy langsung berteriak gemas, ini anak bodohnya keterlaluan. Bikin orang ikutan bodoh juga. Lah kok?)

Luna: Sejak kecil aku ingin menjadi dokter, tapi ketika aku sakit dan dirawat doker tampan, aku berubah pikiran. Aku ingin menjadi pasien saja agar bisa memandang wajah dokter tampan itu setiap waktu. Aku tidak kuat, tolong.. wajahnya itu sangat tampan.
(Ini curhat? Kepanjangaaannnnn.)

“Sekarang aku lihat punyamu!” Kata Joon sambil meraih kertas kecil yang sudah aku gulung menjadi panjang.

Jiyeon: Apa ya? Ingin punya anak yang banyak saja deh, kata Minho dia ingin menciptakan tim sepak bola.

Setelah itu mereka langsung pergi sambil melempar kertasku kelantai. Apa salahku?

Aku tahu itu hanya sebuah lelucon. Nyatanya, kami semua sudah memiliki tujuan masing-masing. Kami punya mimpi yang akan kami raih, masa depan yang cerah menanti didepan sana. Nothing’s gonna stop now, stand on up. Karena masa yang akan kami hadapi adalah masa pencarian jati diri.

I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same –Vitamin C.

Ya, aku terus berpikir waktu takkan berubah, terus berpikir segalanya akan selalu sama. Selalu bersama sahabat-sahabatku.

Malam ini, mungkin aku akan menulis berlembar-lembar, karena banyak kenangan yang ingin aku kenang. Sejak tadi, aku selalu menceritakan tentang persahabatanku. Lalu bagaimana dengan Minho? Kami baik-baik saja. Aku bersyukur memiliki Minho, dia selalu sama, tidak pernah berubah. Aku merayakan natal kedua bersama Minho dan keluarga besarku. Namun merayakan tahun baru bersama keluarga besar Minho, barter. Aku dan Minho juga mendapat nominasi pasangan paling romantis angkatan 23. Pengumuman pemenang akan dibacakan saat graduation.

Bicara soal perpisahan, siswa tingkat tiga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi. Aku bersama club teater sudah mempersiapkan kejutan, begitupula anak-anak kelasku yang sudah memiliki konsep dan gambaran untuk acara tersebut. Minho sepakat untuk menjadi penonton saja, dia bilang tidak tertarik dengan acara seperti itu.

Singkat cerita, ujian kelulusan pun tiba. Wajah kaku terlihat dimana-mana, tapi tidak berlaku untuk kelas 12-4. Bisa dikatakan tidak ada hal apapun yang bisa membuat kami takut, kecuali kecoa. Jujur, hal paling menggelikan bagi kami adalah kecoa, pernah suatu ketika ada kocoa yang menempel di kerah Joon, lalu kami sepakat tidak ada lagi yang mau memasuki kelas. Tentu saja para guru kembali dibuat pusing. Well, itu menyenangkan juga sih.

Sepuluh menit sebelum ujian dimulai Minho datang keruanganku membawakan sekotak banana milk, “ini susu untukmu.” Katanya tidak lupa menyertai ciuman dipipi, ini sudah merupakan hal biasa jadi sudah tidak terlalu heboh. “Kau bisa menggunakan telepati jika mengalami kesusahan, aku pasti tidak akan membantumu.” Aku cemberut namun Minho justru tertawa, hal yang selalu aku sukai karena Minho akan terlihat jauh lebih tampan ketika tertawa. “Tapi aku akan berdoa untukmu.” Minho mencubit pipiku lalu kembali keruangannya sebelum aku mengajukan protes. Setiap Minho melakukan sesuatu aku seakan ingin menjerit ‘dia milikku’ karena bersama Minho aku bisa merasakan suatu getaran abstrak beribu volt yang mampu membuat hatiku bergetar dan bergelombang menghujam nadi.

Aku tersenyum, mataku kemudian melihat kertas kecil yang tertempel dikotak banana milk yang tadi Minho bawakan, setelah aku membacanya aku semakin dibuatnya jatuh cinta.

‘Somebody wants you, somebody needs you, somebody dreams about you every single night. That somebody is me. Aku mencintaimu, fighting!’

Lalu hari-hari ujian berikutnya berlalu begitu cepat dan singkat hingga tidak terasa bahwa hasil sudah didepan mata.

Jiyeon and the gengs, oh tentu aku masih suka dengan panggilan itu. Kami mengerubung didepan mading mencari nama kami dan kami bersorak senang saat tulisan lulus disertai nilai memuaskan. Oh dan ada kejutan lain! Minho menjadi juara umum. Right, priaku memang sangat pintar. Setelah berpelukan dengan teman-temanku aku berlari mencari Minho dan menemukannya sedang menyender didepan kelasnya dengan mata terpejam, kedua tangannya dimasukkan kedalam saku dan telinganya disumpal headset.

Aku berlari dan meloncat untuk memeluk dan mencium pipinya, “selamat! Kau menjadi juara umum.” Kataku dengan raut wajah antusias. Awalnya Minho terlihat terkejut dengan kelakuanku, namun berikutnya dia justru tersenyum dan melepaskan headset kemudian memeluk pinggulku dan mencium jidatku, “kau mengejutkanku.” Dengusnya namun aku hanya membalas dengan menjulurkan lidah, “ayo kita rayakan!”

“Bagaimana dengan makan malam dua keluarga?” Aku berpikir sejenak, merasakan suatu firasat jika Minho akan melakukan hal yang tidak akan pernah aku duga, namun aku tidak sabar menanti hal apa lagi yang akan dia lakukan, “aku setuju.”

                         Jiyeon’s Diary

Dua hari setelah hasil kelulusan keluar, para murid yang berpartisipasi dalam acara graduation mulai kerepotan, terlebih aku yang memiliki dua pertunjukan. Dengan club teater dan kelasku, tapi semua sudah bisa aku handle dan semua persiapan sudah 99%. Bytheway acaranya nanti malam dan aku cukup nervouse namun Minho selalu bisa membuatku tenang. Um mungkin aku terkesan terburu-buru dalam menceritakan kisah ini, namun sejatinya aku sudah tidak sabar menceritakan sebuah cerita yang menurutku sangatlah istimewa hingga aku yakin inilah awal langkah kami, awal dari pergantian remaja ke dewasa. Moment yang tidak akan bisa diulang dua kali jika tidak benar-benar dinikmati.

Yea! Welcome To The Anyang Art High School Graduation 2017, Guys!

Suasana kian meriah saat para tamu undangan mengisi bangku-bangku yang disediakan ditambah suara paduan suara yang menyanyikan lagu wajib kelulusan dan himne guru, lampu-lampu lighting warna warnipun membuat kesan wah yang bisa memanjakan mata. Sementara para pengisi acara tampak kerepotan dibelakang panggung untuk mempersiapkan diri.

“12-1 siap-siap! Kalian akan jadi pembuka.” Teriak panitia yang sejak awal selalu bergerak sana-sini mengecek situasi yang pastinya membuatku merasa senang entah kenapa. “Setelah itu club teater aku mohon bantuannya.” Oh tentu, club teater mendapat giliran kedua sedangkan giliran kelasku menjadi yang terakhir hingga aku bisa memiliki waktu berganti kostum. Hingga saatnya club teater tampil, aku tidak bisa menghentikan senyum bahagia karena bisa berpartisipasi, demi Tuhan.. sebentar lagi masa Senior High School ku akan segera berakhir.

“Dasar ratu drama.” Amber menyenggolku menggunakan sikutnya, aku menjulurkan lidah dan dia menggeleng maklum, “aku tidak sabar, Amber.” Seruku kemudian.

Pertama-teman terdengar suara Suzy yang memulai reading story. Bercerita tentang kisah-kisah yang menakjubkan saat masa sekolah. Lalu Luna berjalan masuk menggunakan seragam Anyang, tidak lupa kami sudah menyiapkan tampilan layar berupa lorong sekolah. Luna hanya berdiri tanpa ekspresi, lalu muncul beberapa murid lain yang berjalan melewati dirinya yang hanya berdiri seperti patung, bercanda tawa dan berlari-larian.

“Semuanya terlihat samar-samar.” Suara Suzy yang seperti membacakan puisi membuat alunan nada melow klasik berputar seirama, “aku tidak pernah dianggap ada, aku anak buangan.” Lanjutnya. Lalu para murid berjalan mundur hingga menyisahkan Luna kembali sendiri. Setelah itu, Luna menunduk kemudian mendongak kembali, “aku ingin cepat pergi dari sekolah ini.” Suara Suzy kembali terdengar. Luna jatuh terduduk, masuklah aku yang bergaya gadis paling sosialita disekolah berlarian dan tanpa sadar menabrak tubuh Luna hingga terjungkal, aku berdiri sambil menahan kesal, tapi Luna tetap menunduk. Aku mengulurkan tanganku membuat Luna mendongak dan menatapku bingung, aku tersenyum. “Dan dia adalah teman pertamaku.” Begitu yang Suzy katakan.

Club teater sengaja mengusung drama seperti pantonim, dimana para pemain hanya harus bermain mimik sedangkan Suzy yang membaca sebuah narasi.

I ain’t too sure what I believe in
But I believe in what I see and when I close my eyes
I see my whole life ahead of me
These are our hours (These are our hours) This is our time (This is our time)
This is our time
These are our hours (These are our hours) Out on the verge (Out on the verge)
Out on the verge of the rest of our lives (The rest of our lives)

Waktu seperti berhenti saat aku dan Luna berjabat tangan sambil tersenyum, dikelilingi para murid yang kembali berlalu lalang dan lagu Owl City – Verge ft. Aloe Blacc yang semakin mendramatisir suasana. Semua terus berjalan seperti kehidupan realita anak sekolah hingga mencapai puncak pertunjukan.

Diakhir cerita, Luna sudah memiliki banyak teman yang merupakan teman-temanku.

“Aku pikir, semua selalu datang terlambat. Kenapa diakhir sekolah aku baru merasakan apa itu sekolah? Kini, aku harap waktu berhenti berputar. Aku ingin tetap menjadi gadis remaja yang tidak pernah ingin dewasa.”

Out on the verge of the rest of our lives tonight Top of the world and we’re dressed to the nines tonight
Edge of the earth and we’re touching the sky tonight
Out on the verge of the rest of our lives

Selesai.

Penampilan kami ditutup dengan tepuk tangan meriah.

….

Terakhir, kelasku akan membawakan suatu yang berbeda.. dan ini puncaknya.

Aku mengenakan dress putih panjang semata kaki tanpa lengan, menggerai rambutku dan bertelanjang kaki, berdiri ditengah-tengah panggung yang sepi. Semuanya gelap, hanya satu lampu yang mengarah pada diriku. Kemudian alunan lagu Gold milik Owl City terdengar haru, dan saat itu aku langsung meliukkan tubuhku.

Stand on up and take a bow
There’s something there and it’s showin
There’s no need to look around
You’re the best we got goin

Aku membungkuk dan bangkit seperti penari tango, kemudian kedua tanganku mengarah ke atas seolah menunjukkan sesuatu, dan aku kembali menariknya cepat menyentuh kedadaku sambil menunduk sedih. Lampu padam, semuapun gelap.

Lampu kembali menyala, namun kini menyorot Jb yang mengenakan kemeja putih dan celana putih dan bertelanjang kaki, lagu Graduation (Friends Forever) milik Vitamin C pun berputar.

And so we talked all night about the rest of our lives
Where we’re gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won’t be coming back

Jb menggerakan tangan kanannya kedepan dan tangan kirinya memegang siku lengan kanan, kemudian tangan kanannya berputar arah dan menyentuh bibirnya dan berlanjut kedua tangannya terbuka lebar membentuk lingkaran, Jb terjatuh duduk dan meremas kemejanya dibagian dada, wajahnya tampak frustasi. Sama sepertiku, dia mengekspresikan diri dengan tarian tango. Lampu kembali menyorotku yang masih posisi berdiri sambil menunduk sedih dan memegang dada, namun lampu yang menyorot Jb sedang terduduk sambil meremas kemeja bagian dadanya tidaklah padam. Lampu itu menyorot kami berdua dengan posisi berbeda.

Tak ada lagi nongkrong-nongkrong karena jalan kita berbeda
Dan jika ada sesuatu yang ingin kau katakan
Sebaiknya katakan sekarang karena tak ada hari lain
Karena kita kan melangkah dan kita tak bisa pelankan langkah

Joon melanjutkan lagu Graduation yang telah ditranslate kebahasa Korea.

As we go on, we remember
All the times we had together
And as our lives change, Come whatever Dan saat hidup kita berubah, apapun yang terjadi We will still be, friends forever

Aku mendongak dan berputar kebelakang, Jb juga mendongak. Kami saling tatap, aku mengulurkan tanganku dan Jb menyambutnya, kami berdua menari waltz, melangkahkan kaki seirama walau wajah datar menghiasi. Datanglah semua teman-teman kelasku yang juga saling berpasangan ikut menari waltz, pakaian mereka juga serba putih dan kami tampak hikmat ketika menari mengikuti irama lagu.

So if we get the big jobs and we make the big money
When we look back now, will that joke still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Will Heather find a job that won’t interfere with her tan?
I keep, I keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly
And this is how it feels

Kami berhenti menari, seperti patung yang tidak bergerak maupun berkedip, karena ada Krystal yang juga mengenakan dress putih dan berjalan ketengah-tengah panggung, membacakan lanjutan lagu yang ditranslate kebahasa Korea dan menjadikannya suatu syair puisi.

Kita kan berteman selamanya
Akankah kita berpikir tentang hari esok seperti pikiran kita sekarang?
Bisakah kita pertahankan itu?
Bisakah kita mengatasinya?
Kukira pikirku ini takkan pernah berakhir
Dan tiba-tiba rasanya kita perempuan dan lelaki dewasa
Akankah masa lalu jadi bayangan akan terus ikuti kita?
Akankah kenangan ini pudar saat kutinggalkan kota ini?
Aku terus berpikir ini bukanlah perpisahan
Terus berpikir ini saatnya tuk terbang

Kamipun menari berputar seolah sedang terbang sambil membentuk sebuah barisan paduan suara, diam-diam kami juga mengambil lilin putih yang sudah disiapkan dipinggir panggung. Ketika barisan paduan suara kami sudah terbentuk rapih, bergantilah musik menjadi lagu See You Again milik Wiz Khalifa feat. Charlie Puth.

It’s been a long day without you my friend
And I’ll tell you all about it when I see you again
We’ve come a long way from where we began
Oh I’ll tell you all about it when I see you again
When I see you again

Aku tidak tahu apakah perasaan yang coba kami sampaikan bisa sampai kepada seluruh orang yang ada disini, tapi yang jelas saat suara kami semua terdengar serempak dan sama rata, aku merasakan bulu kudukku berdiri, dan aku berusaha keras menahan diriku untuk tidak menangis. Aku juga berusaha keras membuat tanganku tidak terlalu terlihat bergetar saat menggerakkan lilin ke kanan dan kiri seirama dengan musik. Kami terus bernyanyi walau aku tahu IU yang berada disampingku mulai meneteskan air matanya. Begitu detik-detik lagu akan habis semua lampu menyala hingga aku bisa melihat berbagai ekspresi mereka.

Aku bersyukur, karena apa yang kami sampaikan bisa sampai pada mereka. Nyatanya, hampir seluruh murid menangis karenanya.

It’s been a long day without you my friend
And I’ll tell you all about it when I see you again
We’ve come a long way from where we began
Oh I’ll tell you all about it when I see you again
When I see you again

Dan pada lirik terakhir itu, tidak hanya kelas kami yang bernyanyi, tapi semua orang yang ada disini khususnya para murid turut ikut bernyanyi.

Ya. I’ll tell you all about it when I see you again, when I see you again. Suatu saat ketika kita bertemu kembali, akan ada cerita baru yang akan kami bagi. When I see you again.

Malam itu adalah malam terakhir bagiku untuk menjadi gadis nakal di SMU. Selanjutnya aku akan mengejar impianku dengan serius. Oh iya, satu lagi… aku dan Minho memenangkan best couple angkatan 23. Malam itu juga Minho mengumumkan tanggal pertunangan kami yang langsung disambut antusias, Minho juga tidak malu menciumku diatas panggung sambil mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku.

Bytheway, saat dinner keluarga ternyata Minho melamarku, itu sebabnya dia mengumumkan jadwal pertunangan kami. Tapi mungkin ini adalah tulisan terakhirku. Kenapa? Karena besok aku dan Minho akan terbang ke London untuk melanjutkan study bersama. Minho mengambil jurusan Bisnis Manajemen, karena dia akan menjadi penerus perusahaan Ayahnya, sedangkan aku mengambil Jurnalistik karena kecintaanku dalam menulis.

Diary, terimakasih karena sudah menjadi teman curhatku selama ini. Suatu hari nanti, aku akan mewariskan buku ini pada anakku agar dia bisa tahu bagaimana kisah percintaan kedua orang tuanya. Oh iya, setelah lulus S1 nanti aku dan Minho akan langsung menikah, dan Minho akan melanjutkan S2 nya hingga gelar Profesor. Jadi, mungkin kami akan tinggal di London selama beberapa tahun.

Diary…. gomawo, ne?

End?

A/n: untuk kisah SMA nya akan tamat disini, tapi akan ada kisah baru kok nantinya, pastinya kejutan dan engga akan banyak chapternya. Paling dua atau tiga lagi bakal bener-bener tamat. Hehe. Btw, minji moment minim disini maafya, soalnya gue sengaja mau bikin part ini tuh part khusus perpisahan jiyeon sama temen-temennya.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

17 thoughts on “8. Jiyeon’s Diary: Bye Friends

  1. Daebak jngankan murid2 disana aku jga ikutan mewek jdi inget perpisaan jman sma jga 😥
    cita2 temen Jiyeon emang pda aneh semua apalg yg suzy ingin jdi barbie malah babie -_- trus si jinwoon lagi lgii yg mau jdi pilot mlah pesawat,,
    yg normal itu cma Jiyeon sma kystal aja kayanya,,
    dipart ini bner2 sukses bkin ketwa +terharu jga,,
    ditunggu part selnjutnya + ff destiny nya g sbar ngeliat momen aprodithe sma coan2 lain terutama poseidon sma ares 😀

  2. Moment gilanya bakal ilang 😦 😦

    perpisahan yg haru dan manis 🙂 🙂

    semoga aja bakal ada reuni
    ketika sudah pada punya anak hehe

  3. setetes air mata turun..
    duh bayangin tarian jiyeon cs dan paduan suaranya hikmat banget ya,penutupan acara yg bikin mewek satu sekolah…

  4. Terharu banget,ampe menitikan air mata,jadi ingat perpisahan dulu ,,, wahh chukkae akhir nya minji tunangan dan kuliah bareng ,, ahh so sweeet ,pertemanan & percintaan jiyeon, benar” kehilangan sipat usil jiyeon..semoga nanti mereka bakal ketemu lagi ,dan masih gokil ,,

  5. Ikutan sedih juga bacanya huft, tapi hubungan jiyeon sama minho awet ya, bguslah semoga dicerita berikutnya ada anak mreka hehe

  6. Oh sedih banget,, aku berharap aku juga bakalan kaya gitu (kelas kompak) dhe salut banget sama kekompakan genk nya jiyeon ih pengen banget punya temen kaya gitu. By the way sekarang aku udah klz 3 rasanya sedih banget bakalan ninggalin tmen dan gx kerasa udh klz 3 jha. Padahal rasanya baru kmrin masuk sekolah dan ngeluh pengen buru2 lulus eh skrng udh mau lulus rasanya pengin blkmrin lagi klzklz 1
    Semangat yuh nulis ff nya…

  7. Oh sedih banget,, aku berharap aku juga bakalan kaya gitu (kelas kompak) dhe salut banget sKelompok 5.
    Konjungsi subordinatif tujuanama kekompakan genk nya jiyeon ih pengen banget punya temen kaya gitu. By the way sekarang aku udah klz 3 rasanya sedih banget bakalan ninggalin tmen dan gx kerasa udh klz 3 jha. Padahal rasanya baru kmrin masuk sekolah dan ngeluh pengen buru2 lulus eh skrng udh mau lulus rasanya pengin blkmrin lagi klzklz 1
    Semangat yuh nulis ff nya…

  8. Oh sedih banget,, aku berharap aku juga bakalan kaya gitu (kelas kompak) dhe salut banget sKelompok 5.
    Konjungsi subordinatif tujuanama kekompakan genk nya jiyeon ih pengen banget punya temen kaya gitu. By the way sekarang aku udah klz 3 rasanya sedih banget bakalan ninggalin tmen dan gx kerasa udh klz 3 jha. Padahal rasanya baru kmrin masuk sekolah dan ngeluh pengen buru2 lulus eh skrng udh mau lulus rasanya pengin blkmrin lagi klzklz 1
    Semangat yuh nulis ff nya…
    Sslam kenal

  9. Hiksss part ini benar2 mengharukan bgt 😂😂😂
    Lagu friends forever n see you again itu cocokkk bgt
    Gw jd keinget masa2 SMU dan perpisahannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s