Posted in Destiny

Destiny [IV]

image

Pagi kembali menyapa, tidak seperti rumah orang-orang kebanyakan yang setiap paginya berbunyi suara berisik alat dapur atau berisik siaran berita di radio atau televisi. Tapi dirumah ini, rumah besar seperti kastil yang terlihat menyeramkan dari luar namun megah didalam, pagi merupakan malam mereka. Wajah-wajah lelah selalu menghiasi, seperti halnya Jinhwan,Donghyuk dan Jiyeon yang masih terlelap walau jam sudah menunjukan pukul 11 tepat. Posisi awal berganti, kaki Jiyeon memeluk Jinhwan seperti guling, tangan kirinya menempel diwajah Jinhwan, sementara Donghyuk tidur memeluk Jiyeon. Nyaman, itu yang mereka rasakan.

Chanwoo meregangkan otot-otot persendiannya didepan pintu kamar Jinhwan yang terbuka lebar, matanya masih mengedip-ngedip lucu dan berkali-kali menguap, si maknae itu kemudian menggerakan lehernya ke kanan dan kiri guna menghilangkan rasa pegal, lalu saat tatapannya lurus mengarah ke isi kamar, melihat posisi tidur ketiga anak manusia didalamnya, Chanwoo mengerjap aware. “Bencana!” Paniknya kemudian berlari kedalam dan menjauhkan Donghyuk serta Jinhwan dari Jiyeon, menyebabkan Donghyuk terjatuh disisi kiri kasur dan Jinhwan disisi kanan kasur sementara Jiyeon dipaksa berdiri dalam mata terpejam.

“Aigoo! Nuna cantik, apa yang mereka lakukan padamu? Kau baik-baik saja? Tubuhmu? Buka mulutmu!” Chanwoo membuka paksa mulut Jiyeon sambil mengendus wanginya, sementara Jiyeon masih dalam masa pemulihan nyawa, “mereka itu… dasar pervert twins.

“Hyung!” Chanwoo merengek saat kepalanya ditempeleng dari dua arah berbeda, disisi kiri ada Donghyuk yang mengelus-elus bokongnya sambil menatap penuh dendam kearah Chanwoo, sementara disisi kanan ada Jinhwan dengan wajah datar sambil mengelus kepala. “Brengsek kau, bocah!” Ketus Donghyuk.

“Aku hanya ingin menyelamatkan nuna cantik dari pervert twins seperti kalian.” Bela Chanwoo membuat kerutan samar di dahi Jiyeon, “menyelamatkan dari apa? Mereka tidak melakukan apapun.” Heran Jiyeon, gadis cantik itu mengerucutkan bibir dan kembali mendudukan tubuhnya diatas kasur sambil menghela nafas bosan, namun Jiyeon kembali terkejut saat Chanwoo mengguncang bahunya sambil menatap horror, “jangan membela mereka nuna! Aku tahu pasti mereka sudah merenggut kegadisanmu. Astaga! Ini tidak bisa!! Aku akan bilang Bobby hyung agar mereka dihukum pancung!”

“Yaa!” Frustasi Chanwoo, karena kali ini dia mendapat triple punch.

“Dasar idiot bodoh!” Kesal Jinhwan. Bahkan Jiyeon wajahnya memerah menahan kesal, “anak kecil tahu apa? Kami tidak melakukan apapun. Jangan terlalu banyak menonton drama. Kami hanya kelelahan lalu tidur, itu saja.” Donghyuk dan Jinhwan menatap intens Chanwoo seolah mengatakan ‘dengar itu, bocah!’ Yang dibalas cengiran polos Chanwoo.

“Ayo Jiyeon, aku antar ke kamarmu.” Donghyuk mengambil tongkat Jiyeon yang tergeletak dilantai, lalu menarik tangan gadis itu untuk berdiri dan menyerahkan tongkat milik Jiyeon, tangan besarnya merangkul pundak Jiyeon guna mengarahkan sang gadis kejalan yang benar, namun langkah Donghyuk berhenti saat menghadap pintu dan melihat sosok Junhoe dan Yunhyeong yang sedang berdiri disana. “Ada apa?” Tanya Jiyeon sambil mendongak kelangit-langit yang dia kira wajah Donghyuk.

“Sudah aku bilang, dia itu wanita penggoda.” Suara ketus Yunhyeong membuat Jiyeon mengerti atas kediaman Donghyuk, lantas gadis itu hanya menghela nafas bosan, “ayo Donghyuk.” Ajak Jiyeon.

“Jadi, tinggal aku yang belum tergoda? Hah jangan harap! Seleraku terlalu tinggi nona.”

“Bicara sekali lagi, aku jahit mulutmu.” Dingin Junhoe sambil pergi berlalu membuat Yunhyeong menyeringai. “Sebaiknya kau cuci muka dulu, hyung. Lihat masih ada bekas liur diwajahmu. Jorok.” Nasihat Chanwoo, lantas Yunhyeong menatap keji dirinya terlebih melihat Jiyeon yang tertawa mengejek membuat Yunhyeong dijatuhkan harga dirinya. “Sialan kau, Chanu!” Berikutnya Chanwoo harus berlari ekstra saat Yunhyeong mengejarnya, kemudian Donghyuk kembali melanjutkan langkah mengantar Jiyeon kekamar gadis tersebut.

Saat suasana kamarnya kembali sepi, Jinhwan menerawang cahaya putih dibalik gorden kemudian menghela nafas, “fairy..” Lirihnya sebelum kemudian kakinya melangkah kekamar mandi.

                               Destiny

“Karena pendengaranmu sudah terlatih, jadi gunakan pendengaranmu dengan baik-baik.” Suara keras Hanbin membuat Jiyeon mengangguk serius, perilakunya berubah total ketika sedang melatihnya, Hanbin menjadi pria keras yang tidak bisa mentolerin apapun, tapi setiap selesai berlatih Hanbin akan menjadi Hanbin yang Jiyeon sukai, lembut dan perhatian.

Tring.

Jiyeon diam sejenak, mencoba mempertajam pendengarannya dan mencari posisi lonceng yang Hanbin goyangkan, setelahnya matanya terbuka disertai smirk yang mampu membuat Hanbin ikut tersenyum samar, “jangan terlalu sombong nona, musuh bisa saja bergerak cepat jadi kau juga harus bergerak cepat.”

Trang.

Hanbin mendengus, Jiyeon tersenyum. “Jadi siapa pemenangnya?” Tanya Jiyeon angkuh, gadis itu sukses membuat Bobby yang memperhatikan dari jendela lantai dua berdecak bangga. Awalnya arah tujuan Jiyeon berada disisi kanan karena arahan suara lonceng yang dibunyikan Hanbin, namun gadis itu justru berputar kebelakang dan mengacungkan ujung pedang kearah batang hidung Hanbin walau setelahnya dihadang dengan pedang yang Hanbin pegang, “suara langkah kakimu cukup memberiku petunjuk.”

“Awal yang bagus, Aphrodite.”

“Bukannya menyombong, tapi saat kecil aku pernah menjuarai karate.”

Hanbin meletakan lonceng dan pedang miliknya di bebatuan taman, pria itu kemudian mengambil sebuah handuk putih kecil dan berjalan menghampiri Jiyeon, “aku percaya, tenagamu super seperti Kimberly.” Hanbin mengelap wajah Jiyeon yang berkeringat karena latihan yang sudah berlangsung selama empat jam dibawah matahari terik, Jiyeon tersenyum dibuatnya, “kau menyamakanku dengan Ranger Pink? Aku tidak suka. Aku itu Cat Women, meong.” Canda Jiyeon sambil memperagakan cakaran kucing, Hanbin lantas tidak bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi Jiyeon yang begitu menggemaskan, “jika Cat Women sepertimu, aku yakin para penjahat dunia akan bertobat.”

“Kenapa seperti itu?”

Hanbin diam, memperhatikan wajah Jiyeon dengan serius, “karena mereka akan memilih untuk melamarmu.”

“Mwo? Hahahaha kalau begitu aku akan mempunyai suami yang banyak.”

Hanbin mencapit hidung Jiyeon, “tidak boleh. Kau itu hanya ditakdirkan untuk satu orang!”

“Ohya? Nugu? Kau tahu siapa orang itu?”

“Tentu saja, orang itu pasti –”

“Hyung!” Hanbin menoleh kearah pintu kaca disisi taman, ada perasaan kesal yang melanda Hanbin saat kata-katanya terputus. Disana berdiri Chanwoo yang bertelanjang dada sambil mengalungkan handuk putih dilehernya, “ada apa?” Tanya Hanbin kalem. “Tuan besar memanggil.” Jawabnya lalu berlalu pergi.

“Siapa itu tuan besar?” Tanya Jiyeon lantas membuat Hanbin kembali menatapnya, “Bobby hyung. Chanwoo memang mempunyai sejuta panggilan untuk orang-orang disini.” Jiyeon mengangguk mengerti, “ayo masuk. Lagipula hari sudah mulai sore.”

.
.
.
.
.
.
.
.

The rest of our lives
Edge of the earth and we’re touching the sky tonight
Out on the verge of the rest of our lives

“Hyung, kau masih mengingat lagu itu?” Tanya Jinhwan pada Donghyuk yang sangat terhanyut dalam permainan pianonya, suaranya yang merdu berfalselto mampu membuat bulu kuduk merinding, “ini lagu kesukaan fairy, mana mungkin aku lupa.” Jinhwan terdiam, menerawang kemasa kecilnya yang bahagia bersama Donghyuk dan seorang gadis kecil yang mereka panggil fairy, “sudah lama ya, saat itu dia berusia tujuh tahun, ‘kan?”

Donghyuk tertawa kecil, “kita juga berusia tujuh tahun bodoh.” Katanya membuat Jinhwan mengangguk-ngangguk bodoh. “Perpisahan kita di villa saat itu, adalah terakhir kali kita melihatnya.” Donghyuk berdehem mencoba menghilangkan rasa sesak yang tiba-tiba saja dia rasakan, lalu jemari tangannya kembali menari diatas tuts.

….

“Jiyeon kau mau aku antar kekamar?” Tanya Hanbin penuh perhatian, “tidak usah, kau temui Oppa saja. Aku bisa sendiri.” Hanbin mengangguk mengerti sambil mengusap kepala Jiyeon, “baiklah aku keruangan hyung sekarang.

“Hu’um.”

Saat suara langkah kaki Hanbin menjauh, Jiyeon langsung mengarahkan kakinya melanngkah keruang santai, namun suara samar yang ia tangkap membuatnya justru melangkah kearah lain.

The rest of our lives
Edge of the earth and we’re touching the sky tonight
Out on the verge of the rest of our lives

“Hyung, kau masih mengingat lagu itu?”

“Ini lagu kesukaan fairy, mana mungkin aku lupa.”

“Sudah lama ya, saat itu dia berusia tujuh tahun, ‘kan?”

“Kita juga berusia tujuh tahun bodoh.”

“Perpisahan kita di villa saat itu, adalah terakhir kali kita melihatnya.”

Jiyeon merasa sekujur tubuhnya kaku, seluruh badannya bergetar dan udara sekitar terasa dingin, walau ingatan anak berusia tujuh tahun tidak tajam, tapi pasti ada memori menyenangkan yang selalu terkenang. Jiyeon jelas tahu siapa itu fairy, kenangan villa, lagu yang dinyanyikan tadi.. Jiyeon sangat tahu dengan jelas…

All Of Me
What would I do without your smart mouth
Drawing me in, you kicking me out
Got my head spinning, no kidding, I can’t pin you down
What’s going on in that beautiful mind
I’m on your magical mystery ride
And I’m so dizzy, don’t know what hit me, but I’ll be alright

My head’s underwater
But I’m breathing fine
You’re crazy and I’m out of my mind

‘Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections

….karena fairy adalah dirinya.

“Hyukie? Jinan?” Saat itu air mata menetes dari kedua matanya, tidak hanya sekali, namun tetesan-tetesan berikutnya ikut menyusul mewarnai matanya menjadi kian memerah.

Donghyuk berhenti memainkan piano, begitupun Jinhwan yang berhenti bernyanyi duet bersama Donghyuk, sikembar itu panik bahkan Donghyuk langsung berdiri dari duduknya, “Jiyeon?” Kata Donghyuk pelan.

“Kalian Hyukie dan Jinan, ‘kan? Kalian bajak laut yang suka mengganggu fairy.” Jiyeon berjalan tergesa walau beberapa kali tersandung tongkatnya sendiri, sementara Donghyuk dan Jinhwan tidak berkutik walau tatapan mereka tidak putus menatap Jiyeon yang berjalan tergesa menghampiri mereka.

“Kalian dimana?!” Panik Jiyeon hingga tidak bisa menggunakan indra perasanya untuk menemukan sosok Donghyuk dan Jinhwan. “Hyukie, Jinan.. jawab aku. Please?” Katanya lagi memohon pasrah, suaranya perlahan terdengar serak akibat tangisannya yang menyedihkan. Donghyuk melangkah maju, mengulurkan tangannya pada Jiyeon, ketika itu Jiyeon langsung menyambut uluran tangan Donghyuk dan bergegas memeluknya. Tangis Jiyeon semakin menyedihkan sambil meremas kaos putih v neck yang Donghyuk pakai, Jinhwan yang melihanya turut ikut mengusap punggung Jiyeon, begitupun Donghyuk yang mengusap kepala gadis bermarga Park tersebut.

Jiyeon melepaskan pelukannya, meraba-raba wajah Donghyuk dan Jinhwan bergantian, “kalian tahu ini aku? Kalian tahu aku fairy kalian? Kenapa kalian diam saja?! Katakan sesuatu!” Amuk Jiyeon, namun Jinhwan langsung menenangkannya dengan menangkup kedua tangan Jiyeon, “kami takut.” Jawabnya kemudian.

“Kami takut dengan keadaan kami yang sekarang. Kami takut kau tidak mau berteman dengan kami lagi saat tahu jika Hyukie dan Jinan mu yang periang berubah menjadi mafia yang kejam. Kami takut Jiyeon-ah. Kami takut fairy kami sedih.” Donghyuk menarik Jiyeon, menempelkan dahinya kedahi Jiyeon, lalu tangannya mengusap wajah Jiyeon yang dipenuhi air mata.

How many times do I have to tell, even when you’re crying you’re beautiful too.” Donghyuk bernyanyi pelan melanjutkan penggalan lirik All Of Me milik Jhon Legend, dan untuk pertama kalinya Donghyuk menangis karena seorang gadis.

“Jiyeon maafkan kami.” Jinhwan mengusap kepala Jiyeon sambil menempelkan pipinya kekepala Jiyeon.

Setelah bisa menenangkan diri, Jiyeon menarik diri, gadis itu tampak kecewa terlihat dari rawut wajahnya, “aku memang tidak ada artinya untuk kalian.” Sedih Jiyeon. Jinhwan mengambil tangan Jiyeon yang tidak memegang tongkat, membawanya dan menempelkan didadanya, “You don’t even know how very special you are.” Jiyeon terdiam walau masih sesegukan, lalu Donghyuk mengusap bahu Jiyeon, “kau spesial Jiyeon, kau satu-satunya teman perempuan kami. Kau fairy kami dan kami bajak laut mu.”

“Bodoh.” Kata Jiyeon, gadis itu menunjukan senyum bahagia dan mengusap kasar air mata dipipinya, “satu tahun setelah aku kembali ke Seoul, aku kembali ke villa, tapi kalian juga sudah tidak ada. Dan saat itu aku mengalami kecelakaan, dan yah, inilah aku, seorang gadis buta.”

“Kau tetap fairy kami, bagaimanapun keadaanmu saat ini.. kau tetap cantik, wajahmu tidak berubah dari kecil.” Jawab Donghyuk. Donghyuk ingat, setelah Jiyeon kembali ke Seoul, dia dan Jinhwan juga kembali ke Seoul karena masa liburan mereka memang sudah selesai, namun disaat keluarga mereka merencanakan liburan ke villa tempat mereka bertemu, keluarganya sudah terlebih dulu mengalami hal tragis, menjadikan Donghyuk dan Jinhwan menjadi yatim piatu yang tidak punya arah tujuan, bahkan saudarapun mereka sudah tidak punya, menjadikan mereka dewasa sebelum waktunya dalam hal pemikiran.

Jiyeon mendengus, “jadi menurut kalian aku sudah terlihat tua dari kecil?” Kesalnya.

Donghyuk dan Jinhwan menjadi tersenyum, pertanda jika Jiyeon sudah tidak mempermasalahkannya lagi.

“Ah sudah lupakan, lebih baik kita bertukar cerita saja.” Seru Jiyeon.

..

“Jadi drama ini berakhir happy ending?” Suara ketus Yunhyeong berhasil menarik perhatian ketiga manusia tadi, Donghyuk dan Jinhwan bisa melihat bagaimana wajah menyebalkan Yunhyeong yang menopang dagu di pinggir tangga, dibelakangnya ada Chanwoo yang menyengir polos, sedangkan Jiyeon mulai geregetan karena pasti pria Poseidon itu akan merusak suasana.

“Rumah ini jadi penuh drama semenjak gadis itu datang. Aku bosan tahu! Drama anak remaja yang tidak pernah selesai, aku lebih suka action. Aku alergi drama!” Bosan Yunhyeong sambil pura-pura menguap.

“Tapi aku melihat beberapa list drama di macbook mu, hyung.” Yunhyeong memelototi Chanwoo, “itu punya Junhoe yang menumpung download.” Chanwoo menatap Yunhyeong dengan matanya yang menggoda, “oh, punya Junhoe hyung.” Kata Chanwoo tanpa menghilangkan godaannya.

“Kalau kau alergi kenapa kau menonton kami dari situ?” Sindir Donghyuk.

“Aku tidak sengaja. Tadi aku mau turun dan melihat kalian bertengkar, aku fikir akhirnya akan tragis dimana Jiyeon tidak akan memaafkan lalu membunuh kalian, atau karena frustasi Jiyeon bunuh diri, dan rumah ini menjadi tentram.”

Chanwoo menyenggol main-main bahu Yunhyeong, “kau menjabarkannya sangat baik, bukankah itu ending drama Who You Are? Kau hebat hyung.” Yunhyeong semakin melotot sementara Jiyeon sudah tertawa amat kencang hingga membuat Yunhyeong semakin kesal.

“Berisik.” Marah Yunhyeong lalu menaiki tangga, “Hyung bukankah tadi kau bilang mau turun? Kenapa malah naik?” Lantas Yunhyeong menghentikan langkahnya dan memutur arah menuruni tangga, “bocah tengik.” Geram Yunhyeong justru membuat Chanwoo semakin senang menggodanya.

“Padahal tadi Yunhyeong hyung sedang bersantai, terus ketika mendengar Jiyeon histeris dia langsung buru-buru melihat, wajahnya panik sekali.” Adu Chanwoo kepada Donghyuk, Jinhwan dan Jiyeon.

“Chanu! aku mendengarnya! Kau pendusta!” Teriak Yunhyeong semakin membuat Chanwoo tertawa lebar. Biang rusuh itu kemudian berjalan menyusul Yunhyeong, “tenang saja, aku tidak bilang kau tersandung pintu hinggu wajahmu membentur lantai saat panik tadi, hyung!” Kata Chanwoo sengaja mengeraskan suaranya.

“Mati kau bocah sialan!”

“Kalian tahan tinggal dengan manusia aneh sepertinya?” Tanya Jiyeon heran setelah suara Chanwoo dan Yunhyeong tidak terdengar lagi.

Donghyuk menepuk kepala Jiyeon, “dia memang seperti itu, tapi percayalah dia akan jadi orang pertama yang menolongmu saat kau dalam bahaya.” Jiyeon memainkan mimik wajahnya seolah meremehkan apa yang Donghyuk katakan, “aku percaya.” Katanya bernada tidak rela.

“Kalian bercerita saja dulu, aku akan membuat makan malam.” Kata Jinhwan membuat Jiyeon mengangguk antusias. Ya, selama ini para prialah yang memasak secara bergantian, tinggal sendiri tanpa seorang gadis membuat mereka bisa melakukan apa saja termasuk pekerjaan yang biasa dilakukan anak perempuan, bahkan masakan mereka sangat enak seperti masakan koki kelas atas. “Siap chef!” Seru Jiyeon.

….

Sementara itu dari balkon atas ada Bobby, Hanbin dan Junhoe yang memperhatikan sejak tadi.

“Si brengsek itu, sejak kapan aku menonton drama? Bahkan menyentuh macbooknya saja tidak pernah.” Maki Junhoe membuat Bobby yang disampingnya menjadi tertawa. Sedangkan Hanbin hanya diam tanpa reaksi. Matanya terus mengikuti pergerakan Jiyeon yang berjalan ke luar taman sambil dirangkul Donghyuk.

Bobby mendesah, menepuk bahu Hanbin pelan, “tidak salahkan aku memberikannya nama panggilan Aphrodite? Dewi cinta. Dulu Aphrodite direbuti para dewa lainnya, sekarang… kau tahu maksudku.” Kata Bobby, pria itu kemudian pergi menyisahkan Hanbin dan Junhoe. Kini Junhoe meninju main-main bahu Hanbin, “aku akan jadi saingan beratmu, Ares.” Bisik Junhoe membuat Hanbin menoleh dan menatap penuh intimidasi dirinya, Junhoe justru tersenyum tulus, “ayo kita bersaing secara gentlemen.” Setelahnya Junhoe pun pergi hingga tinggal Hanbin seorang diri.

“Hn. Aphrodite itu milik Ares.”

Tbc

A/n: hiiii maaf baru update XD cuacanya bikin gue pengen hibernasi panjang, men. Btw, JD paling lusa gue post, baru jadi setengah dan menurut gue bakal ‘agak’ ngehurt sih.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

26 thoughts on “Destiny [IV]

  1. Aiiihhhh ini aku tunggu2 banget plis ffnya… Authornim kamu gatau betapa senengnya aku pas liat update an ini XD wkwkwk. Soalnya aku lagi demen ikon(?) chanu sumpah ngakak banget wkwk maknae tengil dasar… Chanumon XD wayolohh hanbin sama june sudah secara terang-terangan mengakui perasaan mereka… Tinggal yang lain nih wkwk. Penasaran yang terakhir ngakuin kira2 yunhyeong atau bobby? Abis yunhyeong kan gengsinya selangit.. Kalau bobby wibawanya selangit(?) siapa tau gara2 tau member lain suka terus dia akhirnya gamau ngaku *apasih ini* wkwk ayoo next nya aku tungguu…. XD

  2. aprodite itu milik ares,kalau sesuai nama dewa yunani..
    si kembar menang banyak lagi,pantes mereka dekat ternyata ada masa lalu yg menyenangkan..
    bobby yg paling kalem hampir part ini enggak ada interaksi dg jiyeon..

  3. baru aja semalem nginget2 ff ini kapan dilanjut ehh taunya pas buka wp udah ada kelanjutannya 😀
    wahh ternyata Jiyeon donghyuk sma Jihwan dlu merka tmen masa kecil pantesan mereka bertiga yg paling cpet jdi deket,,
    sumpa ngakak bnget pas si chanwo ngegodain Yunhyeong mulu,,
    chanwo yg bkin rame suasana 😀
    wahhh aku mendukungmu aress bkin aprodite jadi milikmu 😀
    whattttt jngan hurt2 amat yaa sis soalnya suka bkin baper seharian lohh klo yg hurt2 gtu,,
    ditunggu part selanjutnya + JD nya 🙂

  4. yeayyyy akhirnya muncul juga kelanjutannya, sampe tiap hari bolak balik buat ngecek udah ada kelanjutannya apa blum hehheh 😀
    huaaaa ternyata jiyi itu teman masa kecil nya donghyuk sama jinhwan? kok bisa kebetulan bgt yaa mereka ketemu kbali tanpa di sengaja 🙂
    hahahah si chanwoo doyan bgt ngegodain si yunhyeong wkwkwk, tapi asli bikin ngakak mereka tadi. tapi bener gak tuh yg dibilangin sama chanwoo ttg si yunhyeong tadi?
    udahhh yunhyeong jgn sok gengsi gitu, bilang aja kalo suka juga sama jiyi hehehhe.
    huaaa moga aja mereka tetep bersaing secara sehat buat narik perhatiannya jiyi. jgn sampe mereka jadi musuhan yaa 🙂

  5. Gue mauuuu jadi jiyeonnn
    Haaaaa gue mauuuu
    Keren bgt pnsaran akhirnya siapa yg akn mndpatkan hati jiyeon
    Lucu liat chanwoo yg becandain si yunhyeong
    Aduhhh ktahuan deh yeongi ska jga ama jiyeon
    Dtggu nextnya scepatnya hehehe
    Fighting

  6. Yunhyeong malu-malu mpus 😀 😀

    chan woo bikin ramai suasana

    jiyeon ternyata udah kenal si kembar??

    Tambah seru aja apalagi persaingannya

  7. hwaa setiap baca cerita ini rasanya jadi ‘fly’ wkwkwk
    oke lanjut terus thor, kalau bisa panjangin dong word nya …
    fighting thor jan lupa update kilat hohoho

  8. hhuuuaahhj … gemess iihh tiap baca nii ff … pngen da moment hyunyeong ma jiyeon b2 aja … hehhehe . pngen twu ajja law lgi b2 .. gmna sikkapnya ttu cwo .. haha

  9. Waahhh mrk trnyta brtmn sjk kecil. .
    Tp hrs alami ksdhn mndlm, dmn si kembar khlngn ortu & jiyi buta,
    Jiyi adlh dewi cinta yg sungguh memikat.
    Hehheee mrk hrs brsaing nich, btw pasti ϑiantara mrk da yg hny suka pd jiyi bkn cinta

  10. kenapa lama postnya thor.udh lama bgt loh nunggu ff nya.kayaknya hyunyeong suka ma jiyi.sampe jatuh gitu pas denger jiyeon nangis.nextnya jangan lama

  11. Approdite milik ares wkwk tpi aq ngedukung jiyeon sma hanbin cma akan lbih seru lagi jika sma poseidon hehe. aq suka sama si maknae chanwoo, tau aja dia ini klau mau blin malu hyungnya.

  12. , akh udah lama bru posting… aigoo bnr2 dewa cinta tuch jiyeon.. smwa dewa bkl bersaing, memperebtkan dewa cinta..
    next ^^ jgn lama2

  13. Hahaha dasar sih chanwoo bener2 jail ke yunhyeong
    Duhhh jiyeon udah mulai direbutin dua orang kira2 kapan yah sih yunhyeong suka sama jiyi

  14. ternyata udah ada kelanjutannyya wkwkwk udah nebak sih kayaknya dari mereka semua pasti ada yg kenal jiyeon kecil wkwkwk yunhyeong kalau deket sama jiyeon pake cara yg alus gitu yahh wkwkwk chanwoo lucu disini

  15. Jiyeon ketemu temen masa kecil nya deh

    Entah knp aku jd penasaran bgt sama yunhyeong, dy tuh sebenernya baik dan perhatian sama semuanya

    Mmm jd udh fix nih yg bakal bersaing menangin hati jiyeon itu hanbin vs junhoe

  16. Haha canu gue suka banget gaya lo😘 wkwkwk
    Makanya, yunhyeong kamu jan terlalu benci sama jiyeon. Benci ama cinta itu tipis loh. Makanya aku sekarang benci banget sama kamu/? *abaikan
    Ooohh jadi jiyeon, donghyuk, sama jinhwan itu udah pernah ketemu toh waktu kecil😮 sama dong kek aku sama yunhyeong😀 iya ga beb? *bogem yoyo
    Wahwahwah persaingan akan segara dimulai nih kek ya wkwk
    Anyway canu suka juga ga sama jiyeon?😕 apa sukanya cuma sama aku doang?😕

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s