Posted in Destiny

Destiny [II]

image

mian mian
jikyeojuji moshae mianhae jal salgilbarae mian mian neodo nal ijeojwo
apeujiman
yeongwonhi hamkkehajan geu yaksok ijeneun eopsneun geoya
jikyeojuji moshaeseo mianhae

“Junhoe-ah?” Ragu Jiyeon sambil tangan kirinya meraba dinding dan tangan kirinya mengarahkan tongkat kedepan. Matanya berkeliaran mencari sesuatu membuat Junhoe menghentikan kegiatannya bermain piano. Tatapannya beralih pada Jiyeon yang susah payah mencari dirinya.

Junhoe tersenyum tipis, “kau tahu itu aku?” Tanya Junhoe dan memilih bangkit menghampiri Jiyeon, diraihnya tangan mungil Jiyeon membuat gadis beriris hazel itu tersenyum senang. Kemudian gadis itu meraba wajah Junhoe hingga si dewa Apollo itu memejamkan mata, “dua hari tinggal disini, aku sudah hapal jika kau yang sering bermain piano tengah malam,” Jiyeon berdehem sesaat, “Koo Junhoe, si brengsek bersuara emas. Dia sang dewa Apollo, dewa pemain musik, musik kematian.” Seru Jiyeon berusaha mengikuti suara Bobby, hingga diakhir kalimatnya Jiyeon tertawa geli membuat Junhoe ikut tertawa tanpa sadar.

“Jadi apa seorang pembunuh bisa juga tertawa? Aku pikir mereka hanya bisa berwajah tembok.”

Junhoe segera menormalkan mimiknya menjadi mode datar karena ucapan Jiyeon seakan menyindirnya, tanpa sadar bahwa Jiyeon tidak akan bisa melihat perubahan pada mimik tersebut. Kemudian Junhoe kembali mendengar suara tawa geli sang gadis, “aku bercanda. Kalian juga kan manusia, bukan mannequin.” Gelinya. Dan Junhoe harus mengakui jika kelakuan gadis itu lagi-lagi bisa membuatnya tersenyum.

“Aku juga bisa bermain piano loh, aku suka musik klasik Autumn, Spring dan beberapa karya Mozart serta Beethoven yang tidak kalah dari karya A Vivaldi. Tapi aku paling suka memainkan Lullaby.”

“Oh ya? Kau tahu Yah-Tempered Clavier?” Tanya Junhoe antusias, Jiyeon ketika mendengar judul yang Junhoe katakan pun segera mengangguk antusias disertai senyum lebar, “tentu saja, musik romantis menyapu disatukan dalam dua buku oleh Johann Sebastian Bach. Itu salah satu favoritku!” Jawabnya.

“Daebak! Akhirnya aku bertemu dengan orang yang suka musik klasik sepertimu. Kau harus tahu, orang-orang disini sangat norak hingga tidak mengerti hal seperti itu. Mereka selalu mengataiku kuno.”

“Mereka yang kuno. Zaman memang berubah, tapi karya Mozart, Beethoven dan pianis yang lainnya itu begitu mendunia.” Jiyeon berjinjit dan mendekatkan wajahnya kearah Junhoe, mencoba untuk membisiki pria itu namun justru wajahnya itu berada tepat di depan wajah Junhoe. Bukan telinga yang didapatnya, melainkan bibirnya itu hampir bersentuhan dengan bibir tebal si Apollo, “mereka itu terlalu kuper.” Bisiknya yang sama sekali tidak menyadari adanya letak kesalahan pada sesuatu yang dia yakini. Junhoe sendiri tertegun sambil memperhatikan wajah Jiyeon yang begitu dekat dengan wajahnya.

Saat mata pria itu tertuju pada bibir mungil Jiyeon, Junhoe menelan ludah menyebabkan jakunnya naik turun dramatis merambat ke jantungnya yang ikut bergema, hingga pria itu memilih tahan napas. Dan saat Jiyeon menjauhkan wajahnya sambil tertawa kecil, barulah Junhoe bisa bernapas lega.

“Aku mengalami kecelakaan saat usiaku delapan tahun, saat itu aku begitu marah karena kecelakaan itu membuatku buta sehingga aku tidak mungkin bisa bermain piano lagi. Tapi Ayahku selalu membuatku tenang, dia dengan sabar mengajariku bermain piano walau sangat susah mengingat kondisiku ini. Ayah bilang, walaupun aku buta, aku tetap putri kebanggaannya.”

Jiyeon tersenyum membuat Junhoe meringis, pria bertittle Apollo itu memperhatikan wajah Jiyeon yang amat serius menceritakan kisahnya, “aku harap Ayah dan Ibu masuk surga. Mereka orang yang baik.” Sedih Jiyeon menyebabkan setetes air mata jatuh dari mata sebelah kirinya, sementara yang disebelah kanan masih menggenang, hingga ketika Jiyeon mengedip, air mata itu langsung turun. Junhoe tertegun, ada dorongan yang sangat kuat untuk memeluk gadis didepannya, menenangkannya dan melindunginya. Tapi, yang dilakukannya justru hanya bisa diam tanpa gerekan refleks apapun hingga Jiyeon menghapus air matanya sendiri dengan kasar, masih mempertahankan senyuman dibibir mungil tersebut.

“Boleh aku memainkan piano mu?” Tanya Jiyeon.

Junhoe mengangguk bisu, kemudian dia sadar jika Jiyeon tidaklah bisa melihat anggukannya. Masih memperhatikan Jiyeon yang menunggu jawaban, Junhoe memberikan senyum tipis, “tentu. Ikut aku.” Katanya sambil menuntun tangan Jiyeon hingga kedepan grand piano besar, mendudukan gadis itu hati-hati sementara Junhoe berdiri bersandar pada piano, tangannya menyilang didepan dada tanpa ingin berpaling dari sosok Aphrodite di sampingnya.

Back when I was a child
Before life removed all the innocence

Lagi-lagi Junhoe dibuat bungkam saat tangan Jiyeon menekan tuts, Junhoe tahu lagu ini. Ini lagu dari Luther Vandross yang berjudul Dance With My Father. Lagu yang memiliki makna sangat dalam, tentang anak kecil yang ditinggal Ayahnya. Junhoe tahu, jika Jiyeon sangatlah menyayangi Ayahnya. Karena itu dia bisa merasakan perasaan sakit yang Jiyeon rasakan saat Jiyeon kembali melanjutkan permainannya.

My father would lift me high
And dance with my mother and me and then
Spin me around til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure, I was loved

Junhoe mendongak keatas, sejak tadi dia merasakan ada seseorang yang mengamati, dan yang didapatinya adalah sosok Zeus yang berdiri di anak tangga tengah memperhatikan permainan piano Jiyeon, –bermain piano milik Apollo yang berada dibawah tangga. Dari bawah Junhoe bisa melihat adanya kilatan emosi dibalik mata Bobby, pria bertittle Zeus itu bahkan tidak mengedipkan mata ketika memperhatikan Jiyeon, walau terlihat tenang, tapi Zeus seperti memikul suatu beban berat. Kemudian Apollo kembali memperhatikan Jiyeon, mengabaikan Zeus yang masih setia ditempat.

If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never ever end How I’d love, love, love, to dance with my father again

Semuanya ikut terhanyut, Jinhwan adalah sosok yang paling cengeng diantara yang lainnya, walaupun bertittle Hades si dewa kematian, tapi hati pria itu yang paling mudah tersentuh. Dari dalam kamarnya dia bisa mendengar lantunan piano Jiyeon beserta suaranya yang merdu, pria mungil itu tidur telentang ditengah kasur King Size nya, lengan kanan Jinhwan dibuat penutup mata sementara lengan kiri diletakan diatas perut. Hingga ada sebuah air yang keluar dari lengan Jinhwan yang menutupi matanya. Sebuah air yang keluar akibat memori masa lalu saat keluarganya masih lengkap. Saat pembantaian itu belum terjadi.

When I and my mother will disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me Yeah, yeah, then finally make me do just what my mama says

Lagi-lagi Junhoe merasa ada yang memperhatikan. Kali ini arah pandangnya mengalih ke kiri, ke pintu dapur. Disitu ada Yunhyeong yang memegang segelas air putih ditangan, wajahnya datar tanpa ekspresi tapi sekali lagi, Junhoe tahu ada perasaan yang tersembunyi dibalik topeng datar itu. Karena, Junhoe pun bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Saat tatapan mata Yunhyeong dan Junhoe bertemu, lantas hal itu membuat Yunhyeong tersentak sebelum akhirnya mendecih, meletakkan gelas berisi air putih itu diatas meja bar dan mengambil langkah untuk menjauh.

Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me

Hanbin dan Donghyuk yang sedang menikmati anggur diruang tengah ikut terdiam, menikmati bait demi bait, syair demi syair hingga kenangan masa lalu kembali memasuki pikiran mereka. Donghyuk tidak suka suasana cengeng seperti ini, dia memilih mengabaikan dan berusaha membuat lelucon untuk Hanbin. Tapi Hanbin justru menatapnya tajam dan memilih bangun, meninggalkan Donghyuk yang menatap punggungnya kosong.

If I could steal one final glance
One final step, one final dance with him
I’d play a song that would never ever end ‘Cause I’d love, love, love, love to dance with my father again

Yunhyeong berselisih dengan Chanwoo saat ingin melintas kehalaman, melihat ekspresi Chanwoo yang mengeras membuat pria itu lantas semakin kesal dan memutar arah kembali kedalam. Entah kenapa suara gadis itu beserta permainan pianonya bisa memenuhi rumah besar yang hening tersebut. Langkah kaki besar-besar Yunhyeong membawanya pada Jiyeon dan Junhoe, melirik sejenak Bobby yang masih berada di anak tangga dan Junhoe yang ikut terhanyut, Yunhyeong lantas menekan keras kelima jarinya diatas tuts piano hingga menyebabkan suara mengagetkan. Hal itu juga lantas membuat Jiyeon terlonjak kaget, Bobby juga langsung menuruni tangga menghampiri mereka, “dasar pembawa masalah! Baru dua hari disini saja kau sudah membuat kami terlihat lemah!” Bentak Yunhyeong.

“Apa yang kau lakukan?” Gertak Hanbin yang tiba-tiba datang. Hanbin menarik pergelangan tangan Jiyeon dan memposisikan tubuh mungil itu dibalik punggung tegapnya. Bobby masih terlihat tenang, sementara Junhoe sudah terang-terangan menunjukan tatapan mengintimidasinya pada Yunhyeong. Chanwoo dan Donghyuk muncul bersamaan disusul Jinhwan yang berlari menuruni anak tangga. Ketiga pria itu terlihat kebingungan dengan situasi yang ada.

“Ada apa ini?” Tanya Chanwoo.

“Aku tidak menyukai gadis ini!” Maki Yunhyeong.

“Apa alasanmu membencinya?”

Yunhyeong menatap Bobby sejenak, lalu menjawab, “aku curiga jika ada maksud lain atas kedatangannya kesini. Tidak mungkin dia tidak menyimpan dendam pada kita yang sudah membunuh keluarganya! Dia pasti sedang merencanakan sesuatu, mendekati kita satu persatu lalu mencari kelemahan kita. Dia itu ular!” Rahang Yunhyeong mengeras, matanya melotot tajam memperhatikan sisi bahu Jiyeon yang masih terlihat sedikit walau terhalang tubuh Hanbin.

“Kau tidak bisa menghakimi orang seperti itu! Aku tahu Jiyeon bukanlah seorang seperti yang kau pikirkan!” Hanbin menggertak. Yunhyeong bisa saja benar, tapi cengkraman keras tangan Jiyeon pada kaos punggungnya membuat Hanbin merasa harus melindungi gadis itu. Mungkin suatu saat perasaan dendam akan menghampiri gadis polos itu, namun saat ini Hanbin hanya ingin melindungi gadis yang dia bawa tersebut.

“Kau terlalu naif, Hyung!”

“Cukup Yunhyeong-ah!” Ada kilatan emosi dimata Bobby yang membuat Yunhyeong sedikit menciut, “aku yang akan bertanggung jawab jika Jiyeon berani berkhianat.” Lanjut Bobby.

Yunhyeong tidak terima, semua orang seakan memojokannya. Tittle Poseidon sangatlah melekat pada jiwanya yang seorang tempramental, jadi tidak ada yang bisa mencegah saat Yunhyeong dengan cepat menarik pergelangan tangan Jiyeon yang sejak tadi berlindung dibelakang Hanbin. Yunhyeong mencengkram kasar tangan gadis itu hingga memerah, hal itu membuat Hanbin ikut terpancing dan merebut kembali Jiyeon. Poseidon dan Ares saling menatap tajam, hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya, “berhenti kekanakan. Kau sudah dewasa, Yunhyeong-ah.” Tegas Hanbin.

“Berikan gadis itu padaku! Aku ingin mencekiknya sebelum dia mencekik kita semua!”

Mungkin, jika gadis lain yang mengalami hal seperti ini mereka akan menangis menjerit dan memohon untuk pergi dari sini atau meminta dibunuh saat itu juga untuk cepat-cepat mengakhiri penderitaannya. Tapi ini Jiyeon, gadis polos keras kepala yang selalu dididik Ayahnya untuk tidak takut pada apa yang namanya kebenaran. Gadis itu berdiri tegap melaju selangkah kedepan dan mencari dimana keberadaan Yunhyeong. Masabodo dengan dimana pria itu, Jiyeon hanya ingin mengatakan jika apa yang Yunhyeong katakan tidaklah benar.

“Kau benar, aku bisa saja membunuh kalian semua karena kalian sudah membunuh orang tuaku.”

Yunhyeong tertawa pongah, “lihat. Aku benarkan?” Katanya kemudian.

“Tapi aku tidak akan melakukan itu!” Hanbin dan Bobby tersenyum sementara Yunhyeong mencibir kesal. “Ayahku selalu bilang jika dendam itu tidak akan bisa hilang hingga anak cucu kita kelak. Karena itu aku memilih untuk tidak mendendam agar anak cucuku nanti tidak menderita karena suatu dendam.”

“Jika mau, aku bisa saja membunuh kalian sejak pertama kali aku datang. Aku akan menaruh racun dimakanan kalian, dan target pertamaku itu pasti si tuan kepala besar, Song Yunhyeong.” Kesal Jiyeon, hal itu lantas membuat Chanwoo melipat bibirnya menahan senyum, gadis ini begitu berani, begitu menantang dan begitu misterius.

“Dasar aktris amatir! Aku tidak akan percaya begitu saja padamu.”

“Ish, dasar menyebalkan!” Amuk Jiyeon sambil memukul-mukul udara didepannya menggunakan tongkat, “yaa!” Geram Yunhyeong begitu tongkat tersebut mengenai tungkai kakinya, lantas Chanwoo sudah tidak bisa menahan tawanya hingga si Helios itu mendapat delikan tajam dari Donghyuk. Tapi Jiyeon tidaklah puas dan masih memukul-mukul tongkatnya ke udara sampai Hanbin memeluk leher Jiyeon dari belakang, berusaha memisahkan gadis Aphrodite dari Poseidon.

“Kau tidak percayakan? Baiklah aku akan membunuhmu sekarang!” Amuk Jiyeon dalam kurungan Hanbin, gadis itu sangat kuat membuat Hanbin sedikit kesulitan menahannya. Disaat Yunhyeong ingin maju menantang, Jinhwan dengan tubuh mungilnya menahan Yunhyeong dibantu Donghyuk, “kau pikir aku takut? Aku lebih kuat darimu! Aku ini pembunuh yang ditakuti!” Balas Yunhyeong sengit sambil dirinya diseret si kembar Kim keatas.

“Dan kau pikir aku takut? Kau itu lemah dan menutupi kelemahanmu dengan kecongakanmu itu! Dasar monster idiot!” Jiyeon membalas tidak kalah sengit membuat Hanbin makin frustasi, kemudian Bobby ikut mengurung Jiyeon, menghimpit tubuhnya dengan tubuh Hanbin, membuat Jiyeon berada ditengah-tengah kedua pria tampan tersebut.

“Yaa! Kau mau mat–emmph!” Yunhyeong menatap mata Jinhwan sengit karena mulutnya disumpal tangan halus Jinhwan, kemudian matanya beralih ke kiri, kearah Donghyuk yang menjitak kepalanya gemas, “kau terlalu berisik.” Kata Donghyuk sambil terus menyeret Yunhyeong keatas.

“Hyung aku juga ingin menjitak kepalanya!” Heboh Chanwoo seraya berlari menyusul si kembar Kim keatas, menjitak kepala Yunhyeong berkali-kali dan mengabaikan kenyataan bahwa dia akan mendapat pukulan bertubi-tubi dari Yunhyeong setelahnya.

….

“Dasar idiot menyebalkan!” Desis Jiyeon, Hanbin dan Bobby melirik sekilas kearah tangga. Ketika Yunhyeong sudah menghilang, barulah mereka berdua melepaskan Jiyeon sambil bernapas lega.

“Wow, tadi itu…” Junhoe mengerling sekilas kearah Bobby dan Hanbin, “….begitu intim.” Lanjutnya sambil lalu disertai siulan ambigu membuat wajah Hanbin dan Bobby merona setelahnya. Bobby berdehem berusaha mengembalikan wibawa Zeus yang melekat pada dirinya, sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku boxer, Bobby melirik Hanbin, “bawa Jiyeon ke kamar.” Katanya cuek sambil berjalan kearah ruang billiard.

“Ayo aku antar ke kamarmu.” Kata Hanbin sambil membungkus bahu Jiyeon menggunakan tangannya, berusaha mempertahankan wajah berwibawa walaupun perkataan Junhoe tadi berhasil membuatnya merasa canggung.

“Tapi aku ingin menghajar Yunhyeong!”

“Ini sudah malam Jiyeon, sudah jam dua dini hari. Ayo tidur.” Jiyeon melemaskan bahunya, pasrah dan menuruti Hanbin untuk kembali ke kamar. Hal itu membuat Hanbin menyeringai melihat kepatuhan gadis tersebut, mengingat betapa kerasnya watak sang gadis tadi.

Didalam kamar Junhoe, pria itu menatap langit-langit kamarnya. Mengingat bagaimana cara Hanbin dan Bobby mengurung Jiyeon untuk tidak menghajar Yunhyeong, ada sensasi asing yang membuatnya merasa tidak nyaman. Suatu perasaan, —tidak suka?

Tbc

A/n: panggilan B.I nya ganti Hanbin aja biar gampang, kalo Biay gaelit banget wkwkwk. Gue mutusin buat ngikutin alur, jadi gatau sampe chapt berapa. Ini alur lambat, tapi bisa aja gue cepetin kalo gue pengen buru2 cepet kelar😂 btw, Yunhyeong gue baik kok anaknya. Cuma gue greget aja liat dia yang suka petakilan gabisa diem, makanya disini gue bikin sosok yg serius. Masalah umur, gasesuai asli gapapa ya? Suka-suka gue. Nanti dikasih tau umur mereka berapa. See u gengs😙

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

37 thoughts on “Destiny [II]

  1. , gokil, dari suasana mellow jd gokil hahahahahaha.. kaya spsang keksih yg lg brantem..
    smjak ada jiyi kaya nya hidup mrka jadi penuh warna hahaha..
    nextt

  2. Wahh semakin menarik dan seruu ^^,, senangnya para namja ini banyak yg menyukai jiyeon . ,dan semoga mereka bisa menjaga dan menyayangi jiyeon selamanya

  3. Ciee YunHyeong sma Jiyeo berantem teruss 😀
    Si Yunhyeong nyari gara2 mulu nihh sma Jiyeon awas lohh ntar yunhyeong malah jatuh cinta sma Jiyeon ,,
    aihh Junhoe cemburu nihh gegara Jiyeon dipegang Bobby sma Hanbin nihh ,,
    ditunggu next partnya :
    gppa partnya banyak jga malah bkalan makn seru 🙂

  4. “… Begitu intim” gatau kenapa pengen ngakak pas bagian itu wkwk jadi ngebayangin, jiyeon diapit double b ugh.gggg
    Nahlohhhh jangan2 malah sama junhoe akhirnya(?) wkwk aku sih dukungnya sama bobby ‘-‘)9 tapi ya yang bikin cerita kan author yowes aku mah baca aja(?) tapi greget aja gitu bobby nya cool banget berwibawa, kusuka cowo cool(?) wkwkwk. Lucu juga ama yunhyeong berantem terus ntar akhirnya jatuh cinta XD
    Kalo akhirnya ngga sama bobby ntar bikinin ff yang sama bobby dong thor :”) wkwk maksa banget ya aku? Abisnya jarang bangeud ff jiyeon bobby X”D

  5. Sungguh gadis yg tegar.. Dlm 2 hari dy dh bs kenali watak dewa genk tu,,
    Sediiih .. Dr kecil dy hrs buta T,T
    Wooowww kacau suasana hati dewa genk,, wajar ja lw jiyi salurkn rasa sedih na lewat lagu, kn dy G̲̮̲̅͡å brmaksud lukai hati mrk,
    Dh mulai tumbuhkah benih2 cinta pd jiyi?? ^^

  6. hahaha yg awalnya tegang jd gogil seru pas bagian yoonyeong sama jiyeon udh berantem kata2 jiyeon kocak semua jd ngebacanya senyum2, , jgn2 endingnya jiyeon sama yoonyeong lg dari benci+berantem jd cinta hehe atau endingnya sama junhoe antara mereka b’2 deh kyknya yg bakal sama jiyeon nntinya 😀 next thor jgn lama2 🙂

  7. Keren..keren… Yunhyeong kamu berantem sama jiyeon itu alasan doang ya 😂 supaya bisa deket sama jiyeon.. Dan hohohoho bobby and hanbin.. Kalian ya, cegat jiyeonnya hahahahaha… Ditunggu next partnya

  8. mulai ada gelagat cemburu nih 😀 btw tadi pas pertama baca langsung nyanyi apology gara gara tuh lirik mian miannya junhoe qkwkwk
    b.i duhh saya lebih suka dia dri yang lainnya terserah eon aja deh mau jiyeon sapa nanti endinya… kalau bisa lebih banyak eon T.T next

  9. wkwkwk buset dr yg tdx mellos smp tegang smua akhrx mlh ngakak smua.. smua krn jiyi.. mmg jiyi te best lah bs buat mood brubah2.. ekekek.. omo sbntx sp yg sm jiyi ya.. hikzz.. pgn hanbin wkkwwk

  10. Aq padamu yunhyeong ah wkwk asli si aphrodite sma poseidon ini bkin rame suasana. sma2 kras kepala juga hah ada yg mulai jatuh cinta nih cie cie.

  11. W.O.W Daebak !!
    Yunyhyeong galak amet sih ,, pdahal muka-y mah kya malaikat..
    penasaran jiyi bkal jdi ama siapa ya ?? Gue hrap ama bobby atau B.I kkk~~
    Dtunggu update’n selanjut-y thor..
    Aish.. sampai lupa buat ngsih slam ,, anyeong thor aku redears bru dsini bangapta^^

  12. wkwkwkwk aseli ngakak pas adegan jiyi berantem sama yunhyeong apalagi pas jiyi mukulin paje tongkat dia. yunhyeong sampe kesel bgt kyknya. wkwkwk. eeeiiii agaknya udah banyak yg suka ama jiyi. junhoe agaknya udah mulai timbul rasa cemburu tuhh. hanbin juga udah mulai ada rasa pengen ngelindungin jiyi. penasaran ama kelanjutan ceritanya

  13. Wah gokil banget (y) 😀 , seru,seru
    Ciee ciee Junhoe mulai jatuh hati ..
    Daebakk (y)
    ditunggu kelanjutan nya thor~
    FIGHTING !!

  14. Ini mah campur aduk dari yg tegang ke mellow ehh tiba” ke humor kan emang benar disebuah cerita yg banyak namjaa tak seru jika tak ada yeoja nahh ini baru awal” tapi mereka udah berwarna

    Kalo cerita dewa matology Yunani’a Dewi Aphrodite sama siapa ya lupa naahhh kalo disini dia bakal sama siapa apakah sama sang Dewa Poseidon atau Dewa Apollo atau Dewa Zeus sang ketua atau Dewa yg lain

    Dan sekarang Junhoe udah mulai ada sedikit rasa ke Jiyi dan mulai merasa cemburu jika Jiyi sama yg lain

  15. Junhoe jealous ya kkkk
    Cieeeee bobby sama hanbin intim nih yeee sama jiyeon hahahahaa
    Aku ngakak deh ngebayangin jiyeon berantem ngarahin tongkatnya ke yunhyeong wkwkwk

    Iri bgt deh beneran sama jiyeon, bisa dikelilingi para namja2 itu

  16. Daebakk aku suka banget sama ceritanya keren abiss..
    Makanya yunhyeong jangan pernah meremehkan jiyeon, dia itu yoja kuat.

    Penasaran sama endingnya kira” sama siapa jiyeon yah

  17. apa cuma gue yg ngerasa kalo ‘pertengkaran’ jiyeon sama yunhyeong itu cute banget?😂 omaigat kaka jiyeon kamu bikin aku cemburu tau ga😢
    woah keknya ini bakal terjadi cinta bersegi-segi nih :/

  18. Wah keren keren keren sumpah tapi kenapa jiyi nya harus buta jadi aku bacanya kurang dapet feel ni ahhh authoorrr jangan gini dong :<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s