Posted in Uncategorized

7. Jiyeon’s Diary: Naughty

image

1 Agustus 2016

The magic in your eyes, true love I can’t deny.

Oh well, aku terlihat seperti pecinta ulung. Tapi ya begitulah yang terjadi. Daripada membahas yang tidak perlu, aku ingin menceritakan kehebohan apalagi yang dilakukan Jiyeon Cs, u-um aku suka nama itu. Jiyeon Cs? Atau Jiyeon and the gengs? Namaku terlihat keren jika diartikan sebagai pemimpin pasukan. Percayalah Jr akan mengamuk karena dia ingin menjadi leader. Oh ayolah, orang bodoh mana yang menjadikan pria kurus banyak tingkah sepertinya sebagai ketua? Tidak ada.

Jadi, apa yang akan aku bahas? Aku sedikit bingung karena akhir-akhir ini kami semakin menggila. Karena yah, kami pikir karena sebentar lagi akan lulus maka kami harus berjuang keras menciptakan kenangan tidak terlupakan dalam tanda kutip. Baiklah, mungkin hanya sedikit kejadian yang aku bahas disini karena aku tidak mungkin menceritakan semuanya, kau tahulah tangan ku akan merasa pegal-pegal setelah menulis panjang lebar. Serius.

Jadi semua berawal saat geng paling ngehitz sepanjang sejarah ini merasa bosan karena tidak ada guru dikelas, ditambah kelakuan trio J yang banyak tingkah.

— Jinwoon, si maco pecinta drama.
— Jr, si kurus kelebihan gen.
— Jb, katanya sih penakluk cinta. Tapi belum pernah pacaran dari dia menangis minta susu.

Jinwoon bersikeras ingin mencoret dinding sekolah kemudian memajang foto kami semua, “idiot.” Kata IU membuat Jinwoon nyengir kuda.

Sedangkan Jr sih ingin sekali memajang foto-foto Jung saem dan Park saem yang lagi berciuman di gudang belakang sekolah di mading. Mukanya mesum minta di hajar, “Aigoo Park saem seksi sekali.” Gumamnya dengan mulut menganga. Lantas Joon langsung menyumpal kaos kaki busuknya ke mulut Jr membuat anak itu berlari kesana kemari ingin muntah.

Nah ini nih, Jb. Idenya memang terlalu menantang, tapi serius ini akan sangat menyenangkan.

.
.
.
.
.

Ketika istirahat tiba kami semua sudah siap menjalankan misi mengagumkan. Targetnya, perpustakaan.

Begini posisinya,

Aku, Suzy, Luna duduk di kursi panjang bersebelahan dengan jarak dua orang. Kemudian, IU dan Krystal duduk di depanku dan Suzy.

Yoseop dan Jb berdiri masing-masing di sisi tiang rak dibelakang kami. Lalu Joon berdiri menyender di ujung meja disampingku. Jr dan Jinwoon duduk manis dilantai. Sedangkan Amber berdiri disuatu tempat menunggu aba-aba dari kami untuk melakukan sesuatu.

Saat perpustakaan benar-benar hening dan semua murid fokus membaca, Joon berdehem keras dan keluarlah suara ajaib dari sudut. Murid yang lain mencari sumber suara termasuk penjaga perpustakaan. Sedangkan kami masih duduk tenang tidak terusik. Hingga suara itu akan mencapai klimaks… yeah, it’s show time!

Harlem Shake, ma bro!

Aku bergerak dengan gaya patah-patah, Suzy dengan gaya epilepsinya, Luna pura-pura kesurupan, IU memegang sisir ditangannya sambil ngangguk-ngangguk histeris, Krystal dengan goyangan pinggunya.

Kemudian Joon melakukan gerakan zombie, Jr dan Jinwoon melakukan gerakan merangkak dilantai sambil menjulurkan lidah, dibelakang ada Jb dan Yoseop, tangan mereka sama-sama berpegangan dengan sisi rak dan kaki mereka menempel diatasnya, kemudia kepala mereka diputar-putar energik.

Sumpah, kami mendengar teriakan histeris penjaga perpustakaan yang menyuruh keluar dan kami langsung lari serentak sambil tertawa, aku berani bersumpah juga melihat Jr kakinya terbentur meja hingga membuatnya terjungkal kebelakang menabrak Amber. Dan wajah mereka langsung panik sambil berlari merangkak takut ditangkap.

Kami berlari sepanjang koridor sambil tertawa histeris.

It is so delightful.

Lalu aku berpapasan dengan Minho yang sedang berjalan bersama teman-temannya dilorong, Minho tertawa sambil menggeleng melihat ekspresiku. Dan aku tidak bisa memberikan ekspresi apapun selain wajah bahagia ku padanya.

                          Jiyeon’s Diary

5 Agustus 2016

Walking with a friend in the dark is truly better than walking alone in the place full of light.

Oh baiklah, setelah kejadian harlem shake diperpustakaan, tentu saja kami mendapat sanksi. Tapi tidak masalah selama kami dihukum bersama-sama.

Teman terbaik adalah obat terbaik di dunia ini. Bahan-bahannya sangat simpel. It is just caring and sharing. Mempunyai teman seperti mereka merupakan suatu titipan Tuhan yang sangat aku syukuri. Dan aku harap, dihidup selanjutnya aku akan berteman dengan mereka lagi, memiliki keluarga yang sama, dan berjodoh dengan Choi Minho.

We will always be friends until we are old and die. Then we will be new best friend again. –Anonymous

Joon, Yoseop, Luna, IU, Suzy, Jr, Jb, Krystal, Jinwoon, Amber… Saranghae.

.
.
.
.

7 Agustus 2016

I love your eyes. But I love mine more. Without my eyes, I can not see yours.

Aku suka kalimat itu. Minho itu memang jauh dari kata sempurna, tapi dia istimewa. Pagi tadi dia menjemputku dan sedikit ada bumbu drama yang Eomma ciptakan. Eomma berbinar dan berterimakasih pada Tuhan telah mengirimkan pangeran tampan kerumah untuk menjemput anaknya yang Eomma kira tidak akan laku. Sial, Eomma pikir aku seburuk itu? Aku mendengus dan menghentakkan kakiku kesal hingga sebuah suara dari belakang mengintrupsi kegiatanku, “kau seperti banteng yang siap menerobos kain merah.” Hyojoon meledek sembari menyomot sepotong roti diatas meja. Sementara aku semakin merengut sebal.

Kamudian aku merasakan sesuatu membungkus bahuku, aku lihat Minho tersenyum sambil mencium pipiku singkat, “pagi.” Bisiknya tanpa malu membuat Hyojoon mendengus samar.

Aku menjulurkan lidah untuk meledeknya, “Eomma harusnya prihatin dengan percintaan Hyojoon, aku curiga dia gay.”

Sebelum Hyojoon melempar tas punggungnya, aku sudah menarik Minho keluar. Oh ini yang aku suka, tadi aku melihat tatapan Eomma yang meneliti wajah Hyojoon. Mati kau Oppa!

Saat sampai diparkiran sekolah, Minho tidak lupa memberikan french kiss. Dia bersender di pintu mobil sambil tangannya memeluk pinggulku protektif, menekan tubuhku hingga menyatu dengan tubuhnya. Saat salah satu tangan Minho menekan tengkukku sementara tangan satunya masih memeluk pinggulku, kedua tanganku menjalar kelehernya dan menjambak sedikit rambutnya. Kaki ku berjinjit untuk menggapainya karena tubuhnya yang sangat tinggi. Minho terus menghisap bibir bawahku dan atas secara bergantian, lidahnya mendorong lidahku untuk dia hisap kemudian. That is so awesome. Mataku terbuka sedikit untuk melihatnya, mata Minho masih terpejam dan aku bisa melihat betapa lentiknya bulu mata itu.

Kemudian mataku bergulir dan melirik kebelakang, aku tersenyum disela ciuman kami. Dibelakang ada Hara tengah memperhatikan kami dengan raut kesal. One point!

Saat Minho melepas ciuman kami, aku memberikan senyuman semanis mungkin. Tanpa menghilangkan kontak ditubuh kami, Minho kemudian mengecup leherku. Matanya bergulir menatapku, “aku suka matamu.” Katanya. Aku tersenyum dan siap mencium bibirnya namun dia kembali melanjutkan hingga aku menarik diri. “Tapi aku lebih suka mataku.”

Sial, aku benar-benar cemberut dan melepas kasar tangan Minho. Ini sih, merusak suasana namanya. Jadi aku memutuskan berbalik dengan wajah ditekuk. Baru aku berbalik, kedua tangan Minho sudah melingkari tulang selangkaku, kemudian dia mencium belakang leherku, “tanpa mataku, aku tidak akan bisa melihat matamu.” God, aku tidak bisa menghentikan senyum berbinar ini. Aku menoleh dengan wajah berseri, menghadiahkan sebuah ciuman dibibir Minho.

“Yak! Mau sampai kapan kalian disitu? Ini sudah bel masuk!”

Oh sial, bahkan aku tidak sadar jika aku dan Minho menjadi sarapan segar bagi si otak mesum Joon dan Jinwoon. Aku mendelik kesal sementara dua makhluk itu berlari sambil meneriaki aku dan Minho tengah berbuat mesum disekolah. Brengsek, aku akan menghajarnya nanti.

Melihat wajahku yang kembali ditekuk Minho kembali memeluk pundakku dengan sebelah tangannya dan mengajakku berjalan masuk kedalam. Minho masih terkekeh dan sesekali mencubit pipiku gemas, dia juga terkadang mendorong pundakku kesamping hingga Minho bisa mencium bibirku. Oh, sweet.

.
.
.
.
.
.
.

Ketika istirahat, Joon mencetuskan ide gila lainnya. Misi mengagumkan part dua. Kami tidak pernah kapok hanya dengan satu sanksi, terlebih sanksinya itu hanya merapihkan perpustakaan. Hell, no!

Lagi-lagi aku berpapasan dikoridor dengan Minho. Dia semakin tampan saat menenteng sebuah buku dan memakai kacamata baca. Kali ini karena situasinya aku dan teman-temanku hanya berjalan santai, Minho menarik pergelangan tanganku dan memberikan kecupan di pipi. “Bersenang-senanglah.” Kata sederhana itu membuatku blushing, ditambah Minho mengacak rambutku gemas disertai senyum miring. Oh god, he’s fucking hot! Aku mengangguk dan memperhatikan wajah  Key yang cemberut dibelakang Minho, “kalian membuatku iri.” Sebalnya. Aku hanya menjulurkan lidah dan siap berbalik jika saja Minho tidak mempertahankan pergelangan tanganku, aku menaikkan alis untuk bertanya ada apa.

“Jangan keterlaluan, aku tidak ingin kau dihukum lebih parah.” Katanya serius, aku hanya mengangguk manis. Setelah Minho kembali mencium pipiku, aku berbalik dan mendapati ekspresi teman-temanku yang ingin muntah. Aku memutar mata dan mencibir, mereka hanya sirik.

                         Jiyeon’s Diary

Target kali ini UKS, dengan segala persiapan matang yang Joon siapkan. Para pria bergegas kemobil Joon dan mengeluarkan sesuatu dari bagasi mobil. Sedangkan para gadis mempersiapkan skenario yang cocok.

Setelah persiapan dirasa rampung, misi dimulai.

Skenario, kami semua harus pura-pura sakit hingga dibawa ke UKS. Seperti Jr dan Yoseop yang pura-pura menabrak tiang hingga ada benjolan kecil dikepala, upsi! Itu bohongan kok benjolnya.

Ditambah IU yang pura-pura lemas dan pingsan setelah bibirnya dipakaikan lipstick berwarna kulit. Lalu aku yang pura-pura alergi makeup ketika latihan teater. Suzy dan Krystal yang terpeleset ditangga. Amber dengan wajah babak belur tanpa dosa. Sedangkan kali ini Jb dan Joon bertugas mengamankan susuatu yang tadi diambil. Lalu Jinwoon mengambil semua peralatan medis dan menyembunyikan disuatu tempat.

Ketika aku, Yoseop, Suzy, IU, Jr, Luna, Amber dan Krystal sudah berbaring walau ada yang satu kasur berdua, si dokter UKS mulai mencari peralatan medisnya. Tapi tidak ada apapun hingga kami tertawa diam-diam sembari memberikan high five tidak langsung. Dan saat dokter UKS berbalik kami kembali memasang ekspresi kesakitan.

“Aku tinggal keluar dulu, sepertinya obatnya sudah habis.” Katanya sambil lalu.

Dan datanglah Joon, Jb dan Jinwoon dengan segala perlengkapan yang ada.

I am very excited.

….

Tiga puluh menit kemudian dokter UKS itu datang, matanya berkilat emosi.

Yeah, menyulap UKS menjadi tempat karaoke. It’s amazing.

Lampu UKS kami padamkan, memanfaatkan televisi dan dvd serta mic milik Joon yang tidak terpakai. Dan lampu disko bulat yang kami taruh di sisi meja. Tempat tidur UKS berjejer hingga menjadi kursi, ada meja kecil ditengan beserta makanan dan minuman. Saat doker UKS itu mulai menjerit, Suzy, Luna dan Jinwoon melempar asal mic dan kami semua berlari walau kali ini Joon yang menjadi tumbal. Kakinya tersandung kaki ranjang hingga ia jatuh diatas kasur. Saat kami menoleh kebelakang ternyata Joon sedang meringis kesakitan begitu telinganya ditarik si dokter UKS.

Tamatlah riwayat kami.

The worst people in the world are who ignore their friends. Jadi kami mengekor dibelakang si dokter UKS, menyerahkan diri tidak buruk juga, ‘kan? Walau akhirnya kami mendapat skorsing selama seminggu dan memdapat ultimatum. Mungkin, kami sedikit kapok.

.
.
.
.
.
.
.
.

11 Agustus 2016

Aku baru bisa menulis, karena sebelumnya Appa menghukumku untuk melakukan pekerjaan rumah seorang diri. Katanya biar aku kapok, please dad.. aku udah kapok, serius. Enam hari menjadi pembantu lumayan menyiksa, apalagi Appa melarangku bertemu Minho. Ugh, padahal aku sangat merindukan Minho. Tapi tidak masalah karena setiap malam Minho dan aku selalu skype. Setiap malam juga aku melihat wajah penuh kekhawatiran Minho. Setidaknya, penderitaanku akan segera berakhir.

13 Agustus 2016

Aku benar-benar melampiaskan rasa rinduku pada Minho. Bahkan saat Minho menyetir pun aku masih bergelayut manja dilengannya, menceritakan bagaimana tersiksanya aku tidak bisa bertemu dengannya. Minho membalas dengan kecupan-kecupan kecil dirambutku sambil menatap lurus kedepan. Saat diparkiran kami kembali melakukan french kiss yang lebih lama. Tanpa kedua idiot mesum yang memergoki. Saat aku melewati koridor, semua murid menatapku dalam diam membuat mood ku kembali memburuk. Sepertinya tragedi UKS sudah menyebar. Tapi Minho ada disampingku, memeluk bahuku protektif dan menatap tajam siapapun yang berani menatapku secara terang-terangan. Well, itu cukup berhasil karena setelahnya mereka menunduk takut.

Begitu sampai didepan pintu kelas, aku mengintip kedalam dan melihat ekspresi teman-temanku yang juga lesu. Minho memelukku dan mengusap punggungku, kemudian dia menangkup wajahku dengan kedua tangan besarnya, mengusap pipiku dengan ibu jari. Matanya melembut, “aku tidak bisa berjanji untuk menolong dan menyelesaikan masalahmu, tapi aku berjanji kau akan menghadapi masalah itu bersamaku.” Katanya lembut berhasil membuatku tersenyum.

Setelahnya dia mencium keningku lama, dan kembali menatap mataku. “Masuklah, teman-temanmu membutuhkan semangatmu.” Minho membalikkan tubuhku dan mendorong punggungku untuk masuk ke dalam kelas. Aku menoleh hanya untuk memberikan senyum terimakasih untuk Minho, pria itu tersenyum miring dan berlalu saat aku melangkah kedalam.

Begitu keberanianku terkumpul, aku tersenyum selebar mungkin.

“Yak! Masih pagi sudah lesu? Ish, ish, ish! Ayo semangat! Fighting, Chingu-ya Fighting!” Teriakku lantang sambil menari-nari didepan mereka, setidaknya aku bisa membuat mereka tersenyum hingga aku bisa ikut tersenyum.

Tiba-tiba suara salah satu murid yang duduk dipojok membuat kami menoleh, “kalian daebak! Sungguh, menyulap UKS yang pengap menjadi tempat karaoke sangat menakjubkan!” Katanya hingga memancing murid-murid yang lain untuk berpendapat.

“Ne! Aku malah dengan bangganya mengatakan jika kalian itu teman sekelasku yang menakjubkan.”

“Bukankah memiliki teman yang gila itu lebih menyenangkan?”

Oh tentu, aku cinta kelasku. Walau kami terkenal dengan kelas paling buruk, tapi justru kamilah kelas paling kompak. Hal-hal yang terjadi selanjutnya kami justru saling berdiskusi untuk melakukan hal-hal gila bersama. Well, sepertinya tidak ada kamus kapok, eh? Aku tertawa dalam hati, dan ada dorongan kuat yang membuatku ingin menengok ke pintu kelas yang terbuka.

Tebakanku benar, disitu Minho sedang berdiri menyender dipintu sambil kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana, tersenyum miring dan memberikan sedikit godaan. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak berlari kearahnya dan meloncat untuk memeluknya. Tubuh Minho sedikit oleng karena terjanganku, tapi dia bisa mengatasi keseimbangan dan membalas pelukanku disertai tawa merdu dari bibirnya.

“Minho, terimakasih.” Bisikku.

“Hn,” Minho menenggelamkan kepalanya di leherku sambil salah satu tangannya mengusap rambutku.

Minho, you’re the line I the sand when I go too far.

Tbc.

Halooo I’m back!!🎉🎉 tadinya mau bikin OS lagi, tapi kepikiran JD yaudah deh lanjut ini aja. Aku terharu sama persahabatan Jiyeon😭 doh nyari cowok yang perduli kaya siabang diamana ya? Eneng lelah di friendzone terus:'( #curhatbuk? Btw gue libur cuma sebentar nih gengs, jadi kalo mau ngarepin ff yang lebih banyak tunggu gue liburan semester aja. Maklum gue mah apa2 serba telat:”) btw yang minta dibikin ff minji married life yang udah punya anak, maaf ya gue lemah dibagian itu. Kalo nyuruh bikin ff galau gua jagonya. Iyalah ratu galau sejagad gua mah😂

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

20 thoughts on “7. Jiyeon’s Diary: Naughty

  1. ish jiyeon cs mah,biang kerok semua,nakalnya kompak coba yg berprestasi kompak kan guru pada bangga ini malah buat para guru naik darah,kwkww..itu minji kenapa enggak ciuman di dalam mobil saja..

  2. akhirnya comeback jga 😀
    Jirr Jiyeon cs emang gila dihukum jga gak kapok2 😀 ,,
    Minho sma Jiyeon makin lengket aja 😀
    uh sneng bget pas Jiyeon sma mnho lgi french Kiss trus si hara datang
    semoga aja stelah dia liat itu si hara jdi g kecentilan + caper sma Mnho lagii 😀
    siska jngan bkin ff yg galau ntar aku suka ikutan galau mendingan yg happy2 aja kaya gni 😀
    dmna mau galau jga diendingnya harus happy soalnya suka jdi baper 😀
    ditunggu next partnya + os nya 😀

  3. adajuga kelanjutannya.kenapa lama bgt thor ?.
    wah salut sama kekompakan mereka.minho tahan juga ya punya pacar kayak jiyeon wkwkwkwk

  4. Wow akhir nya comeback, dah kangen baca curhatan jiyeon,yang membuat semangat,,walau pun geng nya nakal ,tapi ngangenin,, beruntung banget jiyeon + namjachingu yang begitu perhatian,semoga JD sampai mereka merried ya thor,, 🙂 ,jadi penasaran gimana geng jiyeon kalau dh merried,apa masih nakal heeee ..author fightinggg,,

  5. Njiir abang minho mah bukan cuma peduli, tp tipe2 pangeran impian,,
    Eh tp kegiatan ciuman pagi mrk kok ya ttp lancar2 aja, ga dipergoki guru gituu

  6. , gokil, jd ingt wktu SMA, satu kelas di hukum :'(:'(:'( kngn ue XD, hahahaha
    minji makin rmantis,, untng minho mau ama jiyi hahahaha
    pkoknya kocak.. 😀 ^^

  7. Omooo akhirnya update:3
    Sukaa banget sama diary jiyeon:D
    Wkwkwk nakal banget jiyeon atuh:3
    Untung si minho jadi cowok yang pengertian:*
    Meleleh dengan perlakuan kodok choi:3
    Pokoknya ditunggu next Chapter fighting&Hwaiting!!

  8. Spasangan ini krjaannya ciuman mulu, dimana ada ksmpatan disitulah mereka beraksi wkwk.
    si minho so sweet bgt sma jiyeon, selalu ada dimanapun dan kapanpun hehe

  9. Awal” masih biasa tapi pas masuk part di Perpus sumpah demi kolor kotak’a Spongebob Q langsung ngakak kenceng sampe dilihat Mamah (mungkin dia pikir anak w kok makin gila ya) hahaha dan sampe seterus’a ngakak terus gilaaaaa Jiyeon cs bener” raja’a biang kerok ada aja ide” gila mereka pokok’a daebak

    Jiyi dan Menong jieeeee makin lengket satu sama lain nih ye Menong bener” W O W (WOW)

  10. Jiyeon n the gank ga pernah keabisan ide ya
    Mereka seruu bgt sih
    Jd inget masa sekolah nih jadinya

    Jiyeon tuh beruntung bgt punya temen yg kompak plus pacar yg super duper sweett

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s