Posted in Uncategorized

3. Jiyeon’s Diary: Hot Teacher!

image

12 agustus 2015

Minho tidak marah! God, aku tidak tau kenapa aku bisa sesenang ini saat Minho datang ke ruang teater hanya untuk memberikan ku botol bekas minum dirinya. Botol bekas loh, harusnya aku merasa terhina. Tapi itu tidak terjadi! Aku justru merasa senang, walau isinya hanya tinggal setengah yang artinya sudah dia minum setengahnya.

“Ini minum.”

Aku masih menatapnya dengan tampang idiot yang demi Tuhan aku merasa malu untuk pertama kalinya. Kemudian aku merasakan sebuah tangan menarik tanganku dan memaksakan sebotol air dingin beralih ke genggamanku, kemudian pergi seperti asap pertunjukan di teater. Dia manusia macam apa sih?

Diary….. aku butuh oksigen.

29 Agustus 2015

SOENGSANIM BARU! Oh my god apa yang membuat ku se exited ini? Begini, apa yang membuat mu membenci pelajaran selain gurunya yang membosankan dan pelajarannya yang membuat pusing keliling bola dunia? Tentu saja karena wajahnya yang keriput, rambut beruban, jenggot tebal serta perut buncit. Ewh.

Oh Tuhan terimakasih kau sudah mengirimkan dewa untuk ku ke sekolah ini. Bodohnya aku langsung mencium harum tubuhku, emm maksud ku darah ku. Terdengar idiot, tapi aku berharap bahwa guru baru itu titisan Edward Cullen dan aku reingkarnasi Bella Swan.

Kyaaaaaaa! Hari ku akan menyenangkan mulai saat ini.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

30 Agustus 2015

Aku masih mengingat jelas bagaimana kejadiannya. Bagaimana dia dengan jubah super yang melambai-lambai menolong ku dari tangan monster gila, setelahnya dia menggendong ku dan kami terbang bersama, setelah sampai di rumah ku kami saling tatap penuh cinta dan terjebak dalam ciuman dalam yang memabukkan. Tapi itu hanya ada dalam fantasi liar ku saat aku menyetujui ide gila IU untuk berpura-pura menjadi korban kekerasan yang di ciptakan Jinwoon. Aku harus mengorbankan kulit halus ku diseret paksa Jinwoon saat pangeran bermobil mewah ku melewati lorong, aku sudah bersiap dengan teriakan memalukan dan juga air mata buatan untuk menambah kesan drama picisan yang kami ciptakan.

Akhirnya….

Dia melengos, tidak perduli. Dan aku berakhir dramatis dengan melambaikan sebelah tangan seolah menggapai tangannya untuk diraih. Jinwoon sudah tertawa histeris dan teman-teman ku yang memantau dari jauh berteriak kecewa. Sial, apa pesona ku tidak cukup untuk membuatnya berpaling?

4 September 2015

Jackpot! Oh my, oh my, OH MY GOD!!! Kau tau apa diary? AKU INGIN BERTERIAK KYAAAAAAAAAAA. Hari ini, pelajaran olahraga pangeran mobil mewah ku untuk yang pertama kalinya. Akhirnya tiba mata pelajaran saat dia mengajar di kelas ku. Aku tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan, jadilah aku berdiri paling depan demi memandangi wajah mulusnya yang sialnya membuatku mengeluarkan liur saking menggiurkannya sosok di depan ku ini.

“Aku Zhou Mi, pengganti Im Soengsanim selama beliau mengambil cuti.”

Selamanya tidak apa-apa hubby, aku mencintaimu.

“Hari ini aku ingin melihat kemampuan renang kalian, persiapkan diri.”

Oh, ini alasan kenapa aku sampai tergiur melihat sosoknya. Dia sangat seksi dengan otot kotak-kotak di perut dan hanya menggunakan celana renang. Sial! Disaat seperti ini aku tidak bisa pamer lekuk tubuh ku dengan menggunakan bikini, aku masih sayang nyawa. Jadi aku hanya mengenakan pakaian renang biasa.

“Psstt, ini kesempatan mu.” Bisik si iblis Suzy di telinga ku, “kau bisa berpura-pura tenggelam lalu meminta napas buatan.” Dia memang iblis sialan yang langsung membuat ku sumringah hanya dengan membayangkannya, “jangan.. itu tidak baik.” Sekarang si sok suci Amber menasehati.

“Itu baik untuk masa depan mu.”

“Tidak baik.”

“Baik.”

Sesaat kepala ku ingin meledak mendengar mereka kembali bermain malaikat-iblis. Aku kemudian menatap mereka berdua tajam berusaha memperingati, mereka tertawa renyah, “kali ini iblis yang menang.” Dan Suzy langsung melompat kesenangan.

Oh sosok masa depan ku yang menggoda.

Tampan, dewasa, pintar, kaya. Bisa bayangkan betapa sempurnanya hidup ku?

Setelah pemanasan selesai kami bersiap untuk praktek. Disinilah semua dimulai, masa depan ku yang di pertaruhkan. Jreng jreng jreng…. Joon sudah bersiap dengan soundtrack yang dia nyalakan lewat handphone, katanya biar mendukung suasana.

Aku menahan napas kemudian mengeluarkan perlahan seakan ingin melahirkan. Ini membuat ku stres, aku takut dia akan mengabaikan ku lagi dan aku akan kecewa untuk kesekian kalinya. Ini saatnya, ini saat aku harus berpura-pura tenggelam demi mendapat napas buatan. KENAPA SUASANA JADI TEGANG SIH? Ya Tuhan, aku bahkan membaca ulang tulisan ku sendiri sambil menahan napas. Abaikan saja, kita ke inti saat potongan adegan dimana aku yang di bawa ketepi terjadi. Sekuat tenaga aku menahan mata ku agar tidak berkedip, ayolah aku memang terkenal dengan julukan ratu teater, tapi ini beda kondisi. Aku bisa mati jika sampai ketahuan berbohong.

Aku mendengar suara berisik seperti kaset rusak saat aku merasakan napas hangat mendekat, ini membuatku gila. Wanginya seharum mint yang memabukkan, seperti harum seseorang yang pernah mencium ku.

Tunggu.

Aku kenal harum ini.

Benar! Saat aku mengintip begitu bibirnya bersinggungan dengan bibirku.. mata ku langsung terbelalak kasar dan mendorong bahunya menjauh.

“APA YANG KAU LAKUKAN?!”

Ini memalukan. Sangat. Sangat. Memalukan.

Bagaimana mungkin Minho ada disini? Mencium ku? Diasaat jam pelajaran sedang berlangsung? Mengacaukan rencana yang sudah aku susun rapih bersama si iblis Suzy dan juga dayang-dayang nya; Joon, Krystal, Jr, Jb serta Luna.

“Benarkan kata ku, saem?”

Tunggu… memang apa yang dia katakan? Apa aku begitu terlarut dengan pikiran naif hingga tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi? Apa tadi itu aku benar-benar pingsan sungguhan?

“Dia hanya mencari perhatian ku. Dia melakukan itu agar aku menciumnya seperti di pertunjukan teater.”

“MWOOOHH?”

“Tenang saja, aku bisa memberikan ciuman kapan pun. Lain kali jangan membuat dirimu dalam bahaya.”

“EOH?”

Sebelum kesadaran ku kembali, dia sudah melengos pergi dengan tatapan tajamnya. Aku tidak pernah melihat tatapan setajam itu, dan aku pun baru sadar bahwa akhir-akhir ini Minho tidak pernah menampakkan diri untuk mengganggu ku.

                            Jiyeon’s Diary

7 September 2015

Aku tidak berani menampakkan diri setelah kejadian kemarin di depan Zhou Mi. Kedengaran kurang ajar saat aku menyebut namanya tanpa embel apapun, aku hanya sedang malas menyebutnya pangeran bermobil mewah ku lagi. Pikiran ku hanya melayang tidak jelas, aku merasa Minho menghindari ku. Aku tidak tau apa yang terjadi, yang jelas aku tidak suka dia menghindar. Kemarin kami berpapasan di kantin, dia melengos. Berusaha acuh dengan mengobrol bersama temannya. Aku merasa di abaikan dan aku tidak suka itu.

8 September 2015

Gairah ku berkurang. Aku tidak se exited biasanya saat menyadari kesempatan bersama Zhou Mi. Saat dia memanggil ku dan meminta bantuan ini itu, aku hanya pasrah dengan pikiran mengambang. Aku masih membayangkan tatapan tajam Minho yang menusuk-nusuk jantung ku hingga melubang. Sebelum itu terjadi, aku tidak perduli dengan dimana dia berada. Yang aku pikirkan hanya bagaimana bisa mendekati Zhou Mi. Kemudian Minho datang, merusak suasana dan pergi dengan tatapan itu. Aku bahkan tidak melihat tatapan itu saat Minho mendengar ku bicara sembarang. Dia masih menyapa ku seperti biasa, membuat ku gila akan setiap kelakuannya yang jauh dari kata biasa.

.
.
.
.
.
.
.
.
.

16 September 2015

Terhitung seminggu lebih tiga hari dimana aku dan Minho saling diam. Tepatnya Minho yang mendiami ku. Aku bahkan mulai dekat dengan Zhou Mi. Tapi aku sungguh tidak merasa senang.

“Jiyeon, tolong bantu aku membawakan bola sepak ke lapangan.” Katanya saat melihat ku melintas. Aku tentu saja tidak tega melihatnya yang kesulitan membawa tumpukan bola. Kemudian aku menyesal membantunya. Ternyata bola-bola itu akan di gunakan untuk kelasan Minho.

Aku marah dan kecewa secara bersamaan saat melihat Minho duduk berdua dengan seorang gadis. Aku tidak tau siapa dia, dia tidak terkenal seperti ku. Tapi aku tau dia sekelas dengan Minho. Bodoh, tentu saja sekelas. Secara mereka memakai seragam olahraga dan sedang menikmati pelajaran yang sama. Menikmati? Gezzzz aku ingin menggigit pipi chubby IU sekarang.

“Terimakasih, Jiyeon.”

“Sama-sama, saem.”

Minho melirikku, dan aku langsung berpaling sambil menghentakkan kaki. Terlihat kekanakan dan aku tidak perduli.

“Kau mau langsung kekelas?”

“Ne!” Aku berteriak tanpa menoleh. Melanjutkan jalan ku sambil terus menghentakkan kaki. Aku ingin menangis sekarang. Kenapa Minho begitu menyebalkan? Dia bilang dia menyukai ku? Dia bilang dia akan menikahi ku setelah lulus? Dia bahkan sudah melamarku terang-terangan di depan banyak orang. Tapi tadi aku melihatnya berduaan dengan seorang gadis yang entah diturunkan dari neraka sebelah mana. Ini memuakkan.

Walaupun aku kesal dan ingin menangis, air mata hanya bisa mengambang di mata ku tanpa minat untuk turun. Ini lebih menyakitkan. Saat aku menemukan pintu kelas bagai menemukan pintu kulkas, aku mendobraknya tanpa malu. Karena sejujurnya kelas ku masih bebas karena guru mata pelajaran seni selalu telat datang.

“Kau kenapa?” Tanya Luna begitu aku langsung memeluknya kencang. Aku tau kami jadi pusat perhatian. Dan kini semua langsung mengelilingi kami ingin tau. Kelas ku selalu seperti ini, jika satu terkena masalah.. maka semua akan turun tangan membantu. Tapi jika sudah menyangkut privasi, semuanya hanya bisa mendukung dari belakang.

“Aku kesaalll.” Maki ku. Yang lain masih setia mencari tau, aku memukul-mukul meja saking kesalnya dan mereka tidak mempermasalahkan itu.

“Minho?” Tanya Krystal membuat ku mengangguk. Yang terjadi selanjutnya mereka bubar sebelum mendesah kecewa, “itukan sudah biasa. Aku kira kau patah hati di tolak Zhou Mi.” Protes Jb.

Sialan!!! Ini berbeda bodohhhhhh. Ugh! Sudahlah, mereka memang tidak mengerti apa-apa.

“Halo semua, maaf aku terlambat.” Kemudian Jung saem datang, “tadi aku tersesat dijalan yang bernama kehidupan.” Dan aku langsung membenturkan kepala ke meja. Itu sakit, sungguh.

..

“Jiyeon-ah…eh? Kau menangis?” Tanya Hyojoon. Aku tidak tau kenapa dia ada di kamarku, aku buru-buru menutup buku diary dan menghapus kasar air mata yang ternyata turut menjadi pelampiasan emosi ku saat menulis.

“Aniya, wae?”

“Tsk! Ada adik ipar di bawah, temui dia. Tapi kalau kau tidak ingin. Aku bisa bilang jika kau sudah tidur.”

Emosi ku kembali bangkit. Aku tau yang dimaksud adik ipar itu adalah Minho, Hyojoon selalu memanggilnya sepertu itu semenjak insiden lamaran a la Snow White. Aku langsung buru-buru bangkit, merebahkan diri dan menarik selimut, “bilang aku sudah tidur.” Kata ku bersiap menutup mata.

“Kenapa tidur sungguhan? Adik ipar tidak mungkin meriksa ke kamar mu langsung ‘kan?”

Aku melotot tajam dan dia terkekeh kemudian, “baiklah.. aku akan mengatakan jika kau pura-pura tidur.”

“Berani mengatakan itu, kau mati Oppa!” Dia hanya mengangkat bahu sebelum keluar kamar ku. Setelahnya aku langsung menendang asal selimut sambil mencakar-cakar sprai. Semua membuat ku gila, atau aku yang membuat semuanya menjadi gila.

                          Jiyeon’s Diary

17 September 2015

Menghindar tidak menyelelesaikan masalah. Aku terus mengucapkan mantra itu sebagai penguat. Aku berencana menemui Minho dan bertanya sebenarnya apa yang terjadi di antara kami. Aku mengecek ke kelasnya tapi Onew bilang Minho sedang mengurus izin pulang.

“Apa yang terjadi? Dia sakit?”

“Tidak, tapi dia mengantar teman kami yang sakit?”

Teman yang baik, tapi aku mendadak cemas.

“Siapa?”

“Itu –” Onew berenti bicara dan matanya bergulir ke belakang ku, saat aku menoleh aku langsung tercekat karena ada Minho, dia melewati ku yang sedang berdiri di depan pintu. Sumpah aku tidak suka ini, Minho benar-benar menganggap ku tidak ada. Padahal aku tau pasti dia menyadari kehadiranku. Onew menatap ku tidak enak hati, kemudian aku menggeleng seolah tidak apa-apa. Tapi menjadi apa-apa saat Minho membantu gadis yang kemarin untuk berdiri.

Pandangan ku mengabur, “Minho, Jiyeon mencari mu.” Panggil Onew membuat Minho menatap ku kini. Aku tidak suka tatapan itu, dan aku lebih tidak suka melihat reaksi ku yang berlebih. Aku langsung menggeleng cepat disertai gerakan tangan panik, “tidak jadi.” Kata ku buru-buru, lalu pergi sambil berlari kecil.

Aku benci ini.

Lalu kenapa semalam Minho kerumah?

Minho sudah mempunyai gadis lain yang dia sukai. Bisa jadi alasan dia kerumah ku semalam untuk pembatalan lamaran. Memang sejak kapan aku menerimanya? Masa bodo! Aku tidak perduli. Dasar idiot bodoh, pecundang payah!

TAPI AKU PERDULI!!!!

Masa bodo dengan genangan yang sudah mengalir ini. Aku sakit, hingga rasanya tidak kuat lagi untuk menahannya. Aku gadis bodoh yang terlalu mementingkan gengsi. Kemudian menyesal setelah pria yang ternyata aku suka sudah menemukan gadis lain. Meratapi nasib dan membiarkan mereka bahagia di atas penderitaan ku. Menyesali kejadian di masa lampau, dimana aku menyia-nyiakan orang yang ternyata aku sukai.

.
.
.
.
.
.
.

21 Semptember 2015

Sudah empat hari aku tidak masuk karena demam, teman-teman ku selalu berkunjung walau akhirnya mereka selalu membuat sakit ku tambah parah. Tapi aku suka dan setidaknya mereka membuat ku terhibur. Minho tidak menelpon atau pun memberikan pesan singkat. Apa yang aku harapkan? Luna bilang ini waktunya move on, Jb bilang ini kesalahan perempuan yang suka sekali jual mahal. Tiba-tiba IU membantah yang di dukung Krystal bahwa pria itu harusnya bisa berjuang lebih keras, dan Jr, Joon, Yoseop, serta Jinwoon memperotes keras. Suzy memperkeruh suasana. Kepala ku makin pusing dan akhirnya aku menendang mereka semua keluar.

Semua semakin rumit.

22 September 2015

Sebenarnya Eomma melarang ku masuk, tapi sebentar lagi aku ada UTS. Ini tidak seperti diriku yang selalu ceria jika datang ke sekolah, terlebih aku tadi datang bersama Yoseop yang secara suka rela ingin menjemputku, menggunakan motor scoopy nya. Akhirnya ada mobil yang menyerempet kami, menyebabkan sepatu ku hancur sebelah dan aku harus berjalan terseret-seret agar sepatuku tidak kelihatan sedang laparnya.

Aku stay di kelas sepanjang hari. Selain karena masalah sepatu sialan ini, aku juga tidak ingin melihat Minho dengan gadis yang sialnya aku lupa siapa namanya saat Krystal mencari tau. Saat pulang pun aku memanfaatkan teman-teman ku untuk jalan mengumpat karena tidak ingin yang lain tau kondisi sepatu yang memalukan. Masih dengan jalan terseret, begitu sampai di tangga….plop! Alas sepatu ku benar-benar copot.

AKU MALU!!! DITAMBAH KONDISI YANG SEDANG RAMAI DAN TEMAN-TEMAN KU YANG MENANDAK MENCAR.

Bayangkan bagaimana nasip ku? Aku menjadi anak ayam yang kehilangan induk. Akhirnya aku mencopot kedua sepatuku, lalu berlari ke parkiran hanya dengan menggunakan kaos kaki. Masa bodo dengan orang-orang yang melihat ku aneh.

                          Jiyeon’s Diary

23 September 2015

Aku menjadi rajin menulis diary karena memang tidak ada yang bisa aku kerjakan. Lagi pula ada sesuatu yang ingin aku bagi bersama mu, diary.

Hari ini Zhou Mi kembali memintaku menolongnya dan kembali kelas Minho yang ternyata sedang dia ajar. Tapi kali ini Minho asik bermain bersama teman-temannya, setelah aku memperhatikan sekitar… gadis yang biasa bersamanya tidak ada. Pantas saja, jika ada pasti mereka sudah berduaan. Dasar norak!

“Terimakasih, lagi-lagi aku merepotkan mu, Jiyeon.” Kata Zhou Mi, aku mengangguk disertai senyum. Rasanya tidak baik melibatkan orang lain di saat suasana hati ku sedang buruk, kecuali orang itu teman-teman gila yang sudah mengerti bagaimana aku.

“Tidak masalah saem, aku senang bisa membantu mu.”

Dia tersenyum dan aku ikut tersenyum, saat mata ku bergulir.. aku melihat Minho sedang memandangi kami. Aku tidak perduli sekarang. Jadi, aku langsung membuang muka dan pamit pergi.

29 September 2015

UTS sudah selesai. Selama UTS aku benar-benar tidak bertemu Minho karena ruangan kami yang berjauhan. Itu menguntungkan. Disaat teman-teman ku ke kantin. Aku memilih pergi ke perpustakaan. Duduk berselonjor di pojokan dengan buku di pangkuanku, tatapan ku kosong. Sekeras apapun aku berusaha, jika awalnya aku yang salah… maka akan susah untuk melupakannya.

“Hey,” aku tidak memperdulikan sapaan seseorang. Aku sungguh tidak berminat.

“Aku mengganggu?” Aku mengangguk tanpa menoleh, dia terkekeh dan itu tidak ampuh untuk membuat ku menatapnya.

“Tapi aku senang mengganggumu.”

Aku kesal, orang ini keras kepala! Dia bahkan langsung duduk di sampingku membuat bahu kami bersinggungan dan tubuhku terjepit ke dinding. Sialan! Aku sudah bersiap mengamuk dan melontarkan kata-kata kasar sebagai pelampiasan, “aku ‘kan sudah bilang –”

“Bilang apa?”

“Minho?”

“Ya?”

Aku tau wajahku langsung terlihat aneh. Aku bisa merasakan saat otot-otot wajah ku mengeras dan otot mata ku mengkerut. Disini sesak, bukan karena aku yang terjepit diantara dirinya dan dinding. Tapi karena saat melihatnya, aku langsung terbayang potongan adegan saat Minho bersama gadis itu.

Buru-buru aku berdiri, tidak ingin terjebak terlalu lama yang berakhir dimana seorang Park Jiyeon gagal move on.

Tap.

OH SHIT! Bagaimana aku bisa move on jika caranya seperti ini? Aku melihat jelas bulu mata lentik Minho yang sedang terpejam. Saat aku berdiri, dia langsung menarik tanganku hingga aku kembali terjatuh, namun aku terjatuh di atas pahanya. Sebelum aku sadar apa yang terjadi, Minho langsung mencium ku. Aku masih dalam mode shocked saat Minho melepaskan bibirnya, tanpa menghapus jarak. Mataku membelo dan mulutku menganga, “aku tidak kuat. Aku sangat merindukan mu.” Lirihnya, kemudian dia langsung meraikku dan memelukku erat hingga aku merasa sesak saking kencangnya dia memelukku.

Apa yang terjadi sebenarnya?

Setelahnya Minho mencium keningku masih dalam posisi ku yang terduduk di pahanya dan ekspresi ku yang seperti idiot, “sudah puas bermain dengan Ahjussi tua itu?”

“Neh?”

Aku sungguh tidak mengerti. Dan mataku semakin membelo saat menyadari apa yang telah kami lakukan dan dimana kami sekarang. Mata ku bergerak liar.

“Disini tidak ada orang.”

Bukan itu masalahnya.

Apa cctv di atas kepalaku rusak? Aku berharap iya! Jika tidak… aku bisa mati muda.

Tbc.

A/n: holaaaa~ apa kabar? cuma mau ngasih bocoran dikit. Adegan sepatu copot dr keserempet sampe adegan nyeker itu terinspirasi dari gue sendiri. Itu pengalaman yg gabakal bisa gue lupain coy😂 dan gue kangen sama suasana SMA, kelas gue tuh walau bandelnya masyaAllah kebangetan. Tapi kompak gilss, sampe kita pernah nangis bareng-bareng di kelas pas nyelesain problem. Yg cowok juga turun tangan. Dan kita selalu jadi hot topic di kantor grgr pernah satu kelas bolos semua, dan pernah pas jam istirahat kedua banyak yg izin pulang dengan alasan ini itu. Sampe di kelas cuma nyisa tiga cewek dan lima cowok. Akhirnya bk ngamuk. KANGEN!:^)

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

30 thoughts on “3. Jiyeon’s Diary: Hot Teacher!

  1. cieee Jiyeon cemburu gegara minho suka berduaan mlu cwe lain,,
    jiyeon sih genit malah deketin si zhoumi jdi aja minho cemburu trus dia blas dendam dehh,,
    tpi agak nyesek jga sih minho dket2 sma cwe lain,,
    minhonya jga g bisa2 lma2 cuekin jiyeon tuhh,,
    ditunggu next partnya 😀
    mdah2an minji cpet bersatu 😀

  2. sumpah si Minho keren bgt bertindak semaunya… dan temen2nya jiyeon bener2 udh gila akut yg kalau kumpul semuanya bareng2 pasti bisa ngrusak dunia tuh, palagi pas amber-suzi yg mode malaikat-iblis wkkk itu lucu bgt

  3. Ciaaaaa..jiyi unnie udh mulai jtuh cintrong ni ma minpa…:D yaaakk author,lagi seru”nya ko’ tbc..dr part awal yg aku tungguin scane romantisnya dan lgi asyik”nya tbc muncul -_- palli post ya thor…jeballl..

  4. benar banget,cewek itu kebanyakan jual mahal,gengsian,apalagi ada cowok yg type kayak minho serba ekspres.jadi kitanya harus gengsi ngetes kesungguhan tu cowok tahan gak ama kita yg kayak gini,dan pendapat iu dan kristal emang benar cowok tu perlu perjuangan.wkwkw lol karna q merasa juga seperti itu..
    giliran tu cowok pergi menyesal kan..ah kapan q diketemukan ama cowok kayak minho,gak akan nolak,lol..oh saeng kelas mu kompak ya,kalau q mah benci pas sma anaknya pd suka ngebully,t t tp gak parah amat si..

  5. kkkkk akhirnya minji baika lagi.
    jadi hot teacer itu zhoumi.
    apa yg mereka lakukan kenapa jiyeon panik gitu,next thor jangan terlalu lama post kelanjutannya please,fighting

  6. Yuhuii apdet juga,dah kangen banget sama nih ff,,ciee ciiee.minji saling cemburu.. Wahh adegan pas sepatu jiyeon copot,itu real author nya sendiri.. Pasti rasanya pengen ngumpet ke lobang semut ya .heheee :v, karna aku juga pernah ngalamin pas ke undangan.akhirnya pinjem sendal pengantin ,,,

  7. Hahah kayaknya minho cemburu sama zhoumi:p
    Jadi minho buat jiyeon cemburu sama dia:3
    Aigoo Minji gemasin sekali:D
    Kalau lihat mereka akur aduh Lovely banget:D
    Pokoknya ditunggu next Chapter fighting&Hwaiting!!

  8. haha jiyeon patah hati juga.. niatny mu dktn zhoumi tp g mau dijauhin minho.
    eyy ttp minho duluan yg nyosor pke kiseu disekola dgn posisi yg eerrr.

  9. lupa judul nya jiyeon diary , jd ini hanya curahan hati jiyeon gk cerita nya lgsng yaa
    ohh tp kerenn , jiyeon akhirnya sadar klo dia itu peduli ma minho .
    dan trnyata minho jauhin jiyeon buat ngetes jiyeon . berhasill
    kekompakan kelas emg sllu keren saeng ,

  10. Hahahah ottokhae? Minji ciuman di perpus apa yf trjdi klo kamerax ga rsk? Wkwkwk.. mdh2an stlh ini minji jdian ya.. minho dkt sm sp sih? Paboo.. mdh2an klrgax sj ckckck

  11. aduhhh jiyi makanya geh jgn sok jual mahal. hehhehe. kan udahnya nyesel sendiri, apalagi pas udh sadar ternyata ada rasa sama minho.
    minhoo minhoo, gak kuat ternyata pisah lama2 sama jiyi. tapi ada untung nya minho sempet ngejauhin jiyi sebentar, kan akhirnya jiyi sadar sama perasaannya ke minho 🙂

  12. Ciee udah mesra lagi, cieee..
    Iya bener tuh saeng, masa masa sma itu masa masa yang gak bakal pernah terlupakan, terharu bangett..
    Tetap semangat ya saeng, fighting ^^

  13. cieeee jiyeon jealous ya liat minho berduaan sama cewe
    Walaupun jiyeon masih terkesan jual mahal tp kyknya skrg dy mulai merindukan kejailan minho kkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s