Posted in Uncategorized

2. Jiyeon’s Diary: Snow White

image

22 Juli 2015

Kelas 11.4 memang paling juara membuat guru kesal. Sumpah! Aku menulis ini sambil tertawa membayangkan kejadian siang tadi. Pelajaran bahasa itu memang paling menyebalkan, apalagi jika gurunya juga menyebalkan. Ngantuk, banyak omong. Dan saat dia bertanya, “kalian paham?” Kami semua tentu saja menjawab, “TIDAK!” Kompak. Aku yakin telinganya langsung sakit setelah itu. Kemudian dia bertanya lagi bagian mana yang tidak mengerti, lagi-lagi kami menjawab kompak.

“Semua saem!” Dia gondok akhirnya menjelaskan dari awal. Percuma saem! Faktanya kami tetap tidak mengerti.

“Sudah mengerti?” Dan kata tidak kembali memanasi telinganya. Im saem masih berusaha sabar dan mengulang pelan-pelan. Yaampun, kami itu sudah terkenal sebagai kelas paling nakal! Ya, jadi karena sudah bosan dan kesal kami memutuskan asik sendiri; bercanda, ngerumpi, teriak-teriak, tendang sana tendang sini, lempar ini lempar itu. Tiba-tiba Im saem memukul meja menggunakan tongkat sihir kebanggaannya (bambu tebal)

“KALIAN MAU BELAJAR TIDAK?”

“TIDAK!”

“KELUAR!!!”

Kami pun keluar seperti semut. Dia yang suruh kok. Kami mah malah loncat kegirangan. Bodohnya… baru sampai pintu tiba-tiba dia angkat bicara, “kalian mau kemana?” Kami semua saling lirik bingung. ‘Kan tadi dia yang suruh keluar, kok malah nanya sih?

“Keluar saem.” Jawab Jinwoon membuat kami semua mengangguk antusia. Tapi dia malah makin melotot berusaha mengeluarkan bola matanya yang tidak ada itu. “Siapa yang suruh?”

“Saem.” Disitu tidak tau iblis apa yang merasuk, semuanya kompak menunjuk Im saem membuatnya makin terlihat garang. Tapi kami tidak takut. Karena yang keluar justru keriputnya, bukan ototnya.

“KELUAR SEKARANG!” Dasar keriput bau bangkai. Dari tadi kami juga sudah mau keluar! Tapi setelah di luar.. kau tau apa? Wajah kami sudah merah semua menahan tawa. Kami juga bisa mendengar bagaimana dia memaki dinding serta lantai. Setelah puas mendengarnya berbicara dengan benda mati, kami sudah bersiap untuk mendobrak pintu bersama.

1

2

3

“SURPRISE!!!!!!”

“SAENGIL CHUKKA HAMNIDA IM SEONGSANIM!”

Mulutnya menganga,

Matanya melotot,

Tangannya mengambang di udara,

Kakinya terangkat sebelah.

Gubrak!

Itu bonus.

Mianhae saem.

Akhirnya kejutan kami justru membawa petaka. Bodohnya kami malah tertawa girang sedangkan Im saem sudah kejang-kejang (epilepsy).

Rencana:

1. Buat Im saem marah
2. Kosongkan kelas
3. Biarkan dia marah-marah hingga puas
4. Teriak SAENGIL CHUKKA IM SEONGSANIM
5. Im saem terharu, bilang terimakasih
6. Nilai bahasa kami bagus

Yang terjadi:

1. Ceklis
2. Ceklis
3. Ceklis
4. Ceklis
5. Terkejut, kejang-kejang
6. Lari keliling sekolah (seisinya, bukan hanya lapangan) menggunakan topeng ayam

Padahal niat kami baik ingin memberikannya kejutan selamat ulang tahun. Lain kali…. kami sepakat untuk langsung menghadiahkannya se truk ayam.

.
.
.
.
.
.
.
.
.

21 Juli 2015

GUGUP. Yaampun diary….. kau bisa bayangkan bagaimana perasaanku? Saat tata panggung sudah jadi 99%? Kemudian saat Luna dari penata busana memberikan ku gaun Snow White dan jubah Pangeran untuk Minho? Acaranya besok, tapi gugup nya sekarang. Aku terus bergumam ‘gugup kau harus ganti nama menjadi tenang. Dan tenang jangan mau ganti nama menjadi gugup’

Diary…. aku mohon. Aku butuh kantong Doraemon.

                         Jiyeon’s Diary

24 Juli 2015

CHOI MINHO! Kau tau apa yang terjadi kemarin? Oh Tuhan… harusnya aku tau jika Minho hanya bisa mengacau. Awalnya memang berjalan sesuai naskah.

With a Smile and a Song sudah mengalun mengawali pertunjukkan diatas panggung lebar. Diawali saat Snow White masih hidup bahagia bersama Raja dan Ratu. Namun semua harus sirna saat  Princess Pine bertanya ‘siapa yang paling cantik’ lewat cermin. Oh ini bagian kesukaanku, karena Jinwoon sangat cocok memakai kostum cermin. Semua masih berjalan sesuai skenario karena memang Minho belum harus muncul. Terus berlanjut saat Snow White dibawa ke hutan untuk dibunuh, kemudian di selamatkan. Kemudian I’m Wishing menjadi soundtrack yang mendramatisir suasana. Aku ingin menangis sungguhan. Bukan karena lagunya, melainkan karena saat-saat terakhir sudah mulai terasa. Aku tidak sanggup membayangkan jika Minho akan mencium ku nanti.

“Wow! Somebody cleaned the house!”

“Wow. Somebody cooked dinner.”

“Wow! Somebody is sleeping in our bed.”

“Who is she?”

Aku berpura-pura menguap diatas tempat tidur dan terkejut melihat tiga kurcaci, yang sejujurnya mereka bahkan lebih tinggi dari ku. Kami sepakat untuk hanya menjadikan tiga kurcaci karena yang lain lebih memilih berada di balik layar.

Kemudian aku menjawab, “I’m sorry to come in without asking. My name is Snow White and I’m on the run.”

Sungguh aku makin merasa cemas. Ya Tuhan….. kenapa harus Choi Minho? Aku takut terkena serangan jantung di atas panggung. Semua terus berjalan lancar hingga detik-detik Snow White memakan buah apel kemudian keracunan.

Racuni aku sungguhan. Sekarang!

Kenapa?

OHMAYGAT!!

MINHO DATANG DARI ATAS MENGGUNAKAN TALI SEPERTI PEMAIN SUPERHERO!

Demi Tuhan!!! Aku bahkan diam-diam mengintip dibalik tidur ku. Aku juga bisa melihat bagaimana reaksi terkejut orang-orang. Termasuk Hyorin sunbae sang ketua yang sudah berapi-api. Harusnya…. Minho datang dengan gagah (walau tanpa kuda) sebenarnya kami sudah menyiapkan kuda-kudaan kecil. Tapi dia menolak keras. Tetap saja yang harusnya dia lakukan itu berjalan! Bukan meloncat menggunakan tali seperti itu!!!

“What’s the matter?” Tanya Minho sambil membenarkan jubah kebanggaannya. Walaupun ekspresinya dingin, kalem. Tetap saja dia terlihat tampan.. bahkan tambah! Ugh, mulut sialan.

Setelah menormalkan suasana, Jr mencoba bersikap profesional.”Our good Princess ate a poison apple.” Katanya. Aku buru-buru memejamkan mata dengan benar saat Minho mulai menatap ku.

Jantungku..

“So, what should we do now??”

Pergi dari sini. Se-ka-rang!

Saat Amber (salah satu kurcaci) menyuruhnya untuk mencium ku.. aku merasa sesak napas. Help me!! Help me!! Aku terus berteriak dalam hati.

“Well, I’ll do anything for this beautiful princess.”

Uwek,

Chu!

Mygod! Ini sungguhan. Bibir Minho benar-benar menempel di bibir ku. Tekstur nya tebal dan kenyal. Rasanya manis-manis hambar. STOP!! Bahkan Minho sudah melepaskan ciumannya. Tapi aku masih bisa merasakannya…sial! Aku merasa ada lem yang menempel di mata ku. Susah di buka dan berat. Begitu aku buka mata.. Minho menyeringai.

“Hurrah! The Princess woke up.”

“Oh, who are you?” Susah payah aku berkata. Minho lalu meraih tangan ku untuk membantu berdiri.

“Princess, I’m Choi Minho from a South Korea. Will you marry me?”

CHOI MINHO GILA!!! Lagi-lagi kami dibuat ketar-ketir melihat reaksi penonton. Tapi mereka justru menikmati seolah memang seperti itu skenarionya. Padahal salah!! Si bodoh itu memang semaunya! Harusnya, ‘Princess, I’m a Prince from a neighbouring country. Will you marry me?’

Aku akan buat perhitungan setelah ini.

“Of course she will!”

Kurcaci brengsek! Tapi akhirnya aku mengangguk malu-malu mengikuti skenario. DAN LAGI-LAGI MINHO BERTINDAK SEMAUNYA. Dia menarik ku dan memelukku membuat penonton tepuk tangan meriah, “thank you.” Bisiknya yang jujur saja aku tidak mengerti apa makna kata terimakasih itu.

….

Kini aku mengerti…

“Kyaaaa jadi itu yang namanya Choi Minho? Dia tampan. Oh Tuhan, Jiyeon… dia bahkan melamar mu langsung di atas panggung. Tunggu.. aku seperti pernah melihat dia.”

Tentu saja! Dia si peramal gadungan itu, Eomma… dan masalah lamaran, itu hanya tuntutan cerita. Gezzz rasanya aku ingin berteriak seperti itu. Tapi melihat bagaimana Hyojoon memanasi dan Appa yang ikut antusias membuat ku mempasrahkan diri.

“Halo.. aku Choi Minho.” Pertahanan ku runtuh saat Minho datang dan langsung merangkul pundakku, “apa kalian menerima ku? Jiyeon sudah menerima lamaran ku tadi.”

A-APA?

“Bahkan orang tua ku juga sudah tidak sabar bertemu dengan kalian.”

W-WHAT?

“Tuhkan yeobo! Dia benar-benar melamar putri kita. Kyaaaa.. aku sudah sadar saat dia menyebut namanya, bukan pangeran.”

Aku merasa seperti idiot, “a-apa maksudnya?” Semua mata tertuju kearah ku, membuat aku merasa terintimidasi.

“Aku melamar mu tadi, dan kau sudah mengangguk yang artinya iya. Baguslah.. jadi setelah lulus kita akan menikah.”

OH

“Kau harus bekerja dulu, Minho.”

MY

“Tentu saja Aboeji.. aku tidak mungkin bisa menafkahi istri ku jika tidak bekerja.”

GOD!

jadi alasan dia berterimakasih karena aku sudah menjawab iya untuk lamarannya?

TIDAAAKKKKK

                          Jiyeon’s Diary

30 Juli 2015

Diary, aku merasa hidup ku tidak akan lama lagi. Aku tidak sanggup jika seperti ini terus. Bagaimana ini? Aku bahkan belum menulis surat untuk orang-orang yang aku sayang. Padahal aku merasa jiwa ku perlahan mulai melayang. Ini semua gara-gara Minho.

“JIYEON-AH CHUKKAE!!”

“Kau mau punya anak berapa nanti?”

“Aku dengar Minho ingin mempunyai dua belas anak agar bisa bikin tim sepak bola.”

“Jangan lupa undang aku!”

“Eonniiii kau jahat! Kau bilang kau tidak suka Minho oppa? Tapi kalian malah mau menikah. Aku membenci mu eonniiiii.”

“Wuahh bagaimana sifat anak kalian nanti ya?”

“KYAAA MINHO JIYEON JUNIOR PASTI SANGAT MENGGEMASKAN!”

Seperti itulah kira-kira reaksi teman dan hobae ku di sekolah. Setiap hari selalu membahas topik yang sama. Disaat aku kepusingan menanggapi mereka, Minho malah cuek dan menanggapi serius. Aku ingin mencekiknya.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

2 Agustus 2015

Bagaimana aku mengawali ini? Hari ini aku berbicara dengan Minho mengenai masalah kami yang berlarut-larut. Well, harus nya aku sudah tau jawaban apa yang akan dia berikan sebelum aku di buatnya kecewa.

“Minho.” Aku menggeram marah di sisi lapangan. Setelah berhasil menyeretnya dari kumpulan teman setim bola yang itu-itu saja dan dengan alasan ini itu, akhirnya aku berhasil membawanya ke sisi lapangan. Walaupun sedikit dari para murid yang sesekali melirik ingin tau. “Apa kau mau diam saja sementara gosip kita sudah sampai ketelinga para seongsanim?”

“Gosip yang mana?”

AKU INGIN CAKAR WAJAHNYA!!!

Baiklah, aku mencoba sabar. “Gosip bahwa kau melamar ku sungguhan dan kita akan menikah saat lulus nanti.”

“Oh.”

Oh?

“Itukan bukan gosip. Kita memang akan menikah setelah lulus nanti. Bye.” Katanya sambil mengusak rambutku lalu mencium pipi ku dan pergi tanpa pertanggung jawaban.

Perlu ku ulangi? DIA MENCIUM PIPI KU!

Gosip makin menjadi-jadi hingga aku menjadi bahan lelucon di kelas. Teman sialan, Minho brengsek!

10 Agustus 2015

“Pagi Snow White, nikmati hari mu sebelum menikah, ne?” Suzy memulai pagi ku dengan sapaan yang rutin semenjak pertunjukan teater usai. Aku pikir, lama-lama kejadian ini akan terlupakan dan hilang begitu saja seperti gosip Lee Joon yang mengencani wanita paruh baya. Nyatanya? Salahkan teman-teman ku yang terus membahasnya hingga gosip itu tidak pernah hilang.

Aku membanting tas diatas meja kemudian duduk disamping Suzy, “oh ayolah Suzy-yaa.. sudah berapa kali aku bilang? Berhenti memanggilku Snow White. Dan berhenti membicarakan pernikahan yang tidak akan pernah ada itu.”

“Hey… hati-hati dengan ucapan mu, Princess.” Jb ikut menimpali sambil duduk diatas meja ku, kemudian yang lain ikut mengerubung membicarakan (lebih tepatnya menasehati ku) ini itu.

Mereka kenapa bisa bertobat secepat itu sih? Aku saja di buat takjub saat kata-kata yang terucap sama persis seperti drama yang saat ini sedang di gandrungi para remaja, “setidaknya itu yang aku tangkap saat menonton drama I AM.”

“Yaps! Aku juga mencontek kalimat dari drama itu.”

Aku merotasikan mata. Harusnya aku tau bahwa mereka tidak mungkin melontarkan kata bijak.

                            Jiyeon’s Diary

11 Agustus 2015

Diary! Aku merasa keterlaluan hari ini. Sebenarnya aku juga tidak mengerti apa yang membuat ku tidak menyukai Minho. Padahal, dia salah satu pria yang di incar di sekolah ku. Kalau kata IU sih, “kau itu terlalu besar kepala. Makanya sok jual mahal, padahal suka.” Apa benar seperti itu? Aku hanya tidak suka dengan pria yang terang-terangan menunjukkan rasa suka nya seperti itu.

Aku lebih suka secret admirer. Menurut ku, itu sangat misterius dan aku merasa tertantang untuk mencari tau seperti apa sosok itu. Kalau aslinya jelek sih, aku tinggal pura-pura tetap tidak tau. Ini melenceng dari apa yang mau aku ceritakan.

Ceritanya saat itu aku dan teman-teman ku sedang berkumpul di kantin. Awalnya sih kami bercanda dan menyusun rencana untuk mengerjai Kim saem. Tapi tiba-tiba topik menjurus ke Minho.

“Dengarkan aku.. Minho itu bukan tipe ku. Kalian ‘kan tau sendiri aku menyukai pria tampan yang dewasa. Minho memang tampan, tapi dia tidak dewasa.”

Luna menimpali, “itu wajar karena dia ‘kan masih muda. Nanti juga kalau sudah saatnya dewasa, aku yakin dia akan menjadi pria yang dewasa.”

“Itu terlalu lama. Lagi pula saat itu terjadi mungkin aku sudah menemukan takdir ku yang sesungguhnya.”

“Takdir mu ‘kan Minho.” Jawab Joon seraya menyeruput milkshake nya, aku hanya mendengus dan menjawab, “Minho bukan takdir ku.” Membuat mereka semua menggeleng maklum.

Tau apa yang membuat ku merasa bersalah? Setelah aku berkata demikian. Aku mendengar suara petikan gitar dan nadanya seperti lagu If You’re Not The One milik Daniel Beddingfield, salah satu lagu kesukaan ku yang arti nya sangat dalam dan menyentuh. Dan saat aku menoleh… astaga! Minho dibelakang ku bersama teman-temannya yang sudah menatap ku! Itu artinya mereka termasuk Minho mendengar apa yang aku katakan.

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
If I don’t need you, then why am I crying on my bed?
If I don’t need you, then why does your name resound in my head?
If you’re not for me, then why does this distance name my life?
If you’re not for me, then why do I dream of you as my wife?

Dia pergi setelah menyanyikan sepenggal lirik yang menurut ku mencerminkan perasaannya itu. Tanpa menoleh, membuat ku merasa bersalah. Kemudian teman-temannya ikut bangkit dan menyusul pergi, tapi sebelum itu Key salah satu teman Minho melirik Joon dan teman-teman ku sambil tersenyum bengkok, “aku tau kalian sengaja memancing Jiyeon berbicara seperti itu.”

Wush!

Aku melirik mereka satu persatu dan reaksi mereka yang tersenyum minta maaf entah kenapa membuat ku marah.

Hidup ku sudah seperti di drama. Yang aku tau, kehidupan di drama itulah yang mengambil kisah di kehidupan nyata.

Selamat malam, diary.

Tbc.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

29 thoughts on “2. Jiyeon’s Diary: Snow White

  1. Daebak ide minho emang Brilian dia ngelamar Jiyeon pas drama,,
    otomatis jiyeon pasti nerima,, 😀
    yahh jiyeon malah bilang kaya gtu,,
    pasti minho jdi sedih nih,,
    spertinya jiyeon udah mlai suka sma minho 😀
    ditunggu next partnya 😀

  2. Oh.. My jadi rencana minho saat Snow White itu ngelamar Jiyeon toh 😆😆 Ahk.. Dan Jiyeon dia merasa bersalah gara-gara ngomong itu dan ada minho?? Oh My.. Minho apa bakal marah?? Ditunggu next partnya

  3. Ko’ pendek thor…kemaren part 1 panjaaaanggg bgt..seneng q bacanya..hehe,,wuaaahh twrnyata it kejutan minpa yak..? Aigoo jiyi unnie blum klepek” nih ma minpa..kurang apa coba minpa…???

  4. taktik minho keren langsung melamar tanpa pacaran,tapi wajar aja jiyeon begitu semua serba mendadak dan terang2an palgi menikah setelah tamat..oh god. terlalu muda pernikahan itu bukan main2 .teman jiyeon juga ember.
    mungkin ntar minho menghindar atau sebaliknya…

  5. Hahaaa kejutan yang bener ” manis.. Minho langsung ngelamar jiyeon ,, jiyeon nya masih gensi nih tuk nyukai minho.apa setelah ini minho akan berubah lebih dewasa,apa menjauhi jiyeon ..

  6. Hahah aduh minho:p
    Jangan buat jiyeon kezel terus dong:D
    Jiyeon kamu juga harus bisa meriam minho dong:D
    Mudahan kini itu serius!!
    Awas saja kalau minho hanya bercanda-_-
    Pokoknya ditunggu next Chapter fighting&Hwaiting!!

  7. Waduhh apa minho marah dg perkataan jiyeon, huff jiyeon cobalah menerima minho dg tulus, mungkin saja perasaan yg minho miliki beneran tulus.

  8. Wkwkwk daebak..tmn2 jiyi bnr oon n jahil.. jiyi msh blm sdr klo dia sk minho ya.. wkwkwk.. minho bnr2 gila sking skx sm jiyi dia lamar jiyi di dpn umum.. kwkwwkk.. klrg jiyi jg sm dgn antusiasx mrk trm mimho hahhaha.. next dong ga sbr huhuhh

  9. eonni dpt inspirasi drmn ? ffnya daebak …sumpah diawal somplak bgt bikin ngakak, tp yg bag akir bikin kecewa krna menurutku sedih… alamak Minho jgn nyerah dh sampe akhir…

  10. Wkwk asli kelasnya Jiyeon usil , kompak, seru 😀 . Ciye Minho ngelamar Jiyeon sungguhan loh :3 udah lah Jiyi terima aja napa toh mama papa udah restuin, chingudeul udah restuin . Sikat aja! XD
    Oh my aku ngebayangin Minho nyanyi lagu itu, lagunya enak banget asli galau one of my favorite song :3
    Anyway nextnya jangan lama lama ya author . Fighting author!
    🙂

  11. yakkkk jdi minho bnarn dgn lmarannya itu, romantisnya.
    tpi jiyeon knpa gak bsa sdkit aja prhatian sma minho gitu biar minhonya senang

  12. jiyeon bawaannya pasti pengen makan minho hidup2 gara2 kelakuan ajaibnya… bwahahaha
    tapiii bisa aja jiyeon jg suka sm minho cuma dia ga nyadar krn udh keburu emosi mulu bawaannya

  13. yak jdi temen”nya jiyeon sengaja,tukan minho nya jadi marah.
    ntar gimana kalau dia nyerah dan ngk mau memperjuanhkan perasaanya ke jiyeon

  14. Ihh sayang banget kalo jiyi gak suka sama minho, minho nya kan manis banget loohhh..
    Kasian minho yaa, udah sini aku peluk biar gak cedih oppa..
    Cup cup cup,.
    Tetap semangat ya, fighting ^^

  15. Wkwkwkwkk dr awal baca ngakak dan senyum2 mulu baca nya, minho emang daebakkk dy bener2 penuh dgn kejutan dan frontal
    Ga nyangka klo dy bakal ngelamar jiyeon

    Tp di akhir bikin galau dehh

    So far aku enjoy sama ff km, simple tp ttp ada greget nya

    Good job 👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s