Posted in Uncategorized

1. Jiyeon’s Diary: Chocolate

image

Story by @siskameliaaa
Pairing: Park Jiyeon&Choi Minho
Type:  MC
Rated: T

Selamat datang di dunia ku, dunia yang penuh dengan kisah klasik percintaan anak muda. Hmmm, begini… sebelumnya perkenalkan nama ku Park Jiyeon, anak kedua dari dua bersaudara. Oppa ku Park Hyojoon, kami sudah seperti kembar identik. Aku siswi Anyang Art High School dan saat ini berada di kelas dua, teman ku banyak. Hampir semua murid disini teman ku, kekasih? Aku single. Masih ada kesempatan untuk kalian yang mau. Ciri-ciri? Apa itu penting? Aku hanya takut kau akan mengeluarkan air liur saat aku mendeskripsikan diri.

Uh-oh, baiklah jika kau memaksa.

Rambut: hitam panjang menggelombang. (Wangi strawberry.)
Tinggi/berat badan : 167cm/45kg
Mata: sesuka hati, (maksudku aku suka berganti softlens. Aslinya, coklat.)

Apa lagi? Apa aku perlu menyebutkan ukuran sepatu, baju sampai pakaian dalam? Aku rasa tidak penting. Tapi jika kau memaksa….. cari sendiri di google.

Aku lahir dari keluarga berkecukupan, artinya aku selalu mendapatkan apa yang ku mau. Baiklah cukup basa-basinya, mulai saat ini… kau yang akan menjadi saksi perjalanan hidup ku yang sangat luar biasa. Bersama teman-teman ku yang gila, keluarga ku yang humoris, dan pria yang selalu memiliki sejuta cara untuk menarik perhatian.

Selamat datang, di dunia Park Jiyeon.

9 Juli 2015

Aku tidak sabar menceritakan ini pada mu. Hari ini dimulai saat aku memasuki ruang klub teater. Oh ya, aku salah satu murid berbakat di klub ini, tidak heran jika aku selalu menjadi pemeran utama setiap ada pertunjukan. Tunggu, aku disini bukan mau menyombong. Kenapa harus ku tulis ini sih? Mungkin tadi ada iblis yang membisikiku, harap maklum. Disekitar ku memang penuh dengan iblis. Oke stop!

Awal semester, kami sudah di tuntut ini itu untuk urusan klub. Sumpah aku rasanya ingin cepat-cepat lulus, keperguruan tinggi, bekerja lalu menikah. Tidak penting lagi ‘kan? Uh, iblis pergilah dari tangan ku.

Kali ini serius, aku tidak tau ada angin apa yang membawa ‘dia’ tiba-tiba datang dan bilang ingin bergabung bersama klub kami. Padahal dia sendiri yang selalu mengejek klub teater tidaklah berkualitas. Dia selalu membanggakan klub sepak bola yang menurutnya keren abis. Dasar pria sombong! Jilat tuh ludah mu sendiri.

Yang membuat ku dongkol bukan main, saat Minho menjawab alasannya, “aku hanya ingin menjadi pasangan Snow White dan memberikan ciuman agar dia terbangun dari tidur. ‘Kan kasian kalau dia tidak bangun-bangun.”

Semuanya memerah dan tidak banyak dari mereka yang mendengar langsung memberikan siulan, sialan kau Choi Minho! Apa yang membuat ku murka? TENTU SAJA KARENA SNOW WHITE NYA ITU AKU! Jadi, sebentar lagi sekolah ku berulang tahun, kami para anak klub sudah dibagi tugas masing-masing. Kali ini klub teater memilih pertunjukkan Snow White, karena tokoh pemeran pangerang mendadak harus mengikuti pertukaran pelajar, maka kami memutuskan untuk memberikan selembaran untuk mencari pengganti.

Aku tidak pernah berharap itu adalah Choi Minho. Sungguh aku harap ini mimpi.

“Hanya itu yang aku mau katakan,” dia kemudian melirikku sambil memberi kedipan menggoda, “aku akan menyelamatkan hidup mu, Snow White.

Brak!

Habis sudah kesabaranku, aku melempar sebuah botol minum ke wajahnya, tapi dia berhasil menangkap dan membuka tutupnya kemudian meminumnya. Matanya kembali berkedip lalu pergi meninggalkan ruang klub teater.

“Tadi itu ciuman tidak langsung, ‘kan?” Bisik Luna, rasanya aku ingin sekali menggaruk tembok saat semua mata menggoda ke arah ku. Mereka benar-benar menyebalkan, bahkan aku melampiaskan kemarahan ku dengan mencakar wajah Luna, (tidak seperti kucing loh.) Maafkan aku Luna-ya, tapi sungguh… aku tidak menyesal.

Aku gadis normal yang menyukai pria tampan, Minho sudah ku coret dari daftar itu. Gezzz berat mengatakannya, tapi dia tampan. Sungguh tampan! Setelah ini aku bersumpah akan mencuci mulut dan tanganku hingga bersih. Tapi aku suka pria tampan yang dewasa, bukan berarti Minho tidak dewasa. Dia itu selalu bertingkah hingga kami selalu menjadi tontonan yang di tunggu. Aku ingin hidup normal, tolonglah siapa sih yang tidak ingin memiliki kehidupan normal di masa sekolah? Apalagi aku di kelilingi manusia-manusia sakit jiwa. (Baca: teman-teman) mereka bukan gila yang suka marah-marah, kemudian tertawa keras dan berlanjut menangis histeris. Tapi gila dalam hal kelakuan, selalu ada tingkah mereka yang bodohnya aku selalu menikmati itu. Herannya, kami tidak pernah merasa kapok.

Seperti sekarang, selesai dengan rapat klub.. Jinwoon, Suzy, Jr, Luna, Yoseop dan aku tentu saja, (itu hanya sedikit nama yang menjadi teman gila ku.) Kami iseng kebelakang sekolah, memanjat pohon mangga dan memetik banyak mangga untuk dibagi-bagi sambil loncat-loncat di dahannya yang kokoh hingga banyak daun yang jatuh ke rumput, masa bodo deh.

“YAA KALIAN!!”

Kami semua saling lirik dan loncat serempak saat salah satu satpam memergoki, “LARIIIIII!!!”

Aku menahan tawa saat Jr dengan wajah sok nya membagikan mangga ke guru-guru, “ini hasil panen kami saem, semoga kau suka.” Katanya polos.

“Ghamsahamnida, kalian memang murid yang baik.” Kami mengangguk mempertahankan wajah polos walaupun aku dan Suzy sudah mati-matian menahan tawa kami.

Kemudian Kim saem datang, membuat kami sejujurnya berkeringat dingin. Dia guru yang selalu memberikan kami hukuman, “oh Kim saem, kau mau mangga juga?” Tanya Jinwoon.

“Kami punya banyak, khusus untuk kalian.” Aku ikut menimpali berusaha bersikap manis, tapi Kim saem meneliti kami curiga. Kau tau? Saat dia menatap ku tajam aku merasa dia seperti pedofil dan aku incarannya. Jangan tertawa, tapi aku sungguh parno sendiri.

“Aku mendapat laporan jika ada beberapa murid yang mencuri mangga milik sekolah.”

O’ow… kami jadi pusat perhatian guru-guru. Dan Jr memasang dada terdepan, wajahnya pongah dan matanya minta ku colok, “saem… kami tidak mungkin bunuh diri dengan memberikan mangga ini pada kalian. Kami tulus, dan ini benar-benar hasil panen kami.” Hasil panen di taman belakang sekolah.

“Kau tega menuduh kami saem? Padahal kami berniat baik.” Aku mengutuk mulutku, dia menatap ku dalam dan sumpah! Sekarang otakku berpikir yang tidak-tidak. Aku terus mengucap mantra ‘darah ku pait’ berulang kali. Kemudian para guru mulai membela kami, yes! Yang jenius selalu menang.

“Aku percaya.”

Setelah itu kami pamit dan diluar kami langsung berteriak sambil berlari sepanjang lorong.

13 Juli 2015

Kegiatan klub membuat tubuh ku lelah akhir-akhir ini. Mau tau kelanjutan apa setelah aksi ‘mencuri mangga’ kami? Besoknya Kim saem menyeret kami dan menceramahi ini itu. Untung saja kami tidak tuli, setelah puas berceramahi kami disuruh membersihkan toilet. Kesalahan fatal! Karena yang terjadi toilet itu makin hancur karena ulah kami. Kim saem berkacak pinggang, kemudian dia memutuskan hukuman lain, menjaga perpustakaan. Yang ada kami malah di usir keluar karena kami tertawa kencang sambil main kejar-kejaran. Akhirnya dia menyerah, kami di hukum seperti biasa. Berdiri di sisi koridor.

Perhatianku teralih saat Minho datang dari ujung koridor kearah ku (kearah kami) kedua tangannya di masukkan kedalam saku celana dan langkahnya terlihat percaya diri.

Di melewati ku.

Melewatiku.

Sekali lagi MELEWATI KU. Aku bingung kenapa aku bisa sehisteris ini, dia terus berjalan tidak tau kemana, padahal sebentar lagi hanya dinding yang dia temukan, alias jalan buntu.

“Kau mau kemana Minho?” Tanya Suzy, Minho berhenti. Menoleh lewat bahu tanpa membalik badan, “toilet.”

“Itu jalan buntu bodoh! Toilet ‘kan dekat kelas mu. Kenapa nyasar kesini?”

Idiot. Pria songong itu berbalik saat Yoseop mendengus. Dasar bodoh, idiot, gila, sinting dan sekawanannya! Dia memang manusia tanpa otak! Dan parahnya lagi dia hanya mengangkat bahu acuh, cuek. “Aku lupa.”

DEMI ARWAH YANG AKU BANGKITKAN! AKU GEMAS MELIHATNYA. Hey, jelas-jelas didepan hanya ada dinding, apa dia buta? Dan tertera juga tulisan besar ‘TOILET’ di dekat kelasnya. Dia kembali jalan melewati ku (melewati kami.) Aku mengerti kenapa teman-teman ku memasang ekspresi dungu seperti itu. Karena aku pun begitu.

Kami dibuat heran saat dia membalikkan badan dan kembali menghampiri, berdiri di depan ku.

Di depan ku.

DI DEPAN KU

Sehari sudah berapa kali aku menjerit histeris? Oh baru tiga.

Kemudian dia menyelipkan satu batang coklat ke saku blezer ku, “aku lupa. Aku ingin memberikan ini, bukan ke toilet.”

DEMI TUHAN CHOI MINHO!!!! Ini empat kali, aku harap suara ku tidak habis, umm maksud ku suara hati ku tidak habis. Eh? Ya Tuhan aku bahkan terlihat bodoh saat menulis diary.

Setelah itu dia pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban ku, sialnya ketika aku berhasil sadar dari lamunan panjang, coklat ku sudah habis di makan manusia-manusia gila itu, mereka nyengir sambil menyerahkan bungkus coklat. Dicatat; bungkus coklat, tanpa coklat. Aku ingin menangis karena perut ku tiba-tiba berbunyi kelaparan.

Minho, lain kali jika ingin memberikan aku coklat tolong jangan di depan mereka semua.

Aku mengutuk. Artinya aku mengharapkan Minho memberikan coklat lagi? TIDAK! Ini pasti salah satu iblis ku yang menulis.

                            Jiyeon’s Diary

22 Juli 2015

Sudah berapa lama aku tidak menulis? Maafkan aku. Akhir-akhir ini aku sibuk dengan tugas yang menumpuk dan latihan teater. Terlalu banyak kejadian yang rasanya sampai satu buku pun tidak cukup. Aku hanya akan menceritakan kejadian yang menurut ku menarik saja.

Aku lupa kapan kejadian ini, sungguh aku harap tidak ada yang mencontohnya. Aku tau teman-teman ku memang manusia hilang akal, sebaiknya dengarkan cerita ku dulu sebelum protes.

Saat itu kantin penuh, Lee Joon salah satu teman gila ku benar-benar mencuri kesempatan dengan mengambil makanan diam-diam. Aku hampir berteriak ingin mengadu, tapi dia langsung menyumpal mulut ku dengan roti yang tadi dia ambil. Dan dengan tanpa dosa nya dia menghampiri si pedagang roti, “Ahjumma, ini uang untuk mu. Terima ya, aku sayang Ahjumma.” Si bodoh itu mencium Ahjumma pedagang roti sambil memberikan wink lalu berlalu tanpa perduli bagaimana eksresi Ahjumma itu.

Jayus ya?

Duh, aku jadi sedih kalau gagal menyampaikan dengan baik. Pokoknya kalau kau lihat sendiri, demi iblis manapun kau tidak akan bisa berpaling.

SEORANG MURID MENCIUM AHJUMMA?

Gosip tersebar luas; Lee Joon mengencani wanita paruh baya.

Cabut paku di kepalaku. Se-ka-rang.

Lupakan gosip murahan itu yang akhirnya membuat Lee Joon dan keisengan teman-teman ku makin menjadi.

Uh-oh, bagaimana ya aku menceritakannya? Ini tentang Minho sih, aku enggan tapi aku juga ingin kau tau apalagi yang dilakukan orang itu. Aku harap jika kau bertemu orang semacamnya…. tolong, menghindar!

Begini kejadiannya, kami latihan teater untuk yang ketiga kali dan untuk kesekian kalinya Minho absen. Aku sudah benar-benar kesal dan langsung menghampiri nya yang sedang asik latihan bola di lapangan. Jangan tertawa ya, aku juga gadis normal… ini rahasia, duh bagaimana ya? Hmmm, dia saat itu sangat seksi dengan seragam berkeringat dan rambut yang basah sambil mandi matahari, sosok nya menjadi yang paling mencolok. Apalagi saat Minho mengibaskan rambut basahnya dengan tangan….damn! Aku perlu oksigen. Rasanya aku bisa terkena serangan jantung mendadak dan mati muda. Jadi, tolong hindari makhluk sepertinya karena aku tidak ingin kau mati muda.

Sambil menghentakkan kaki aku pergi dari lapangan dan memikirkan alasan apa yang cocok saat tidak membawa Minho ke ruang teater.

.
.
.
.
.
.
.
.
.

21 Juli 2015

Sebaaaallllll! Acara sudah tinggal tiga hari lagi, tapi Minho tidak pernah mau latihan. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari penggantinya. Kau tau apa yang kemudian terjadi? Minho datang saat kami sedang mengadakan audisi, kemudian dia menunjukk Hyorin sunbae. “Siapa yang menyuruh mu menggantikan ku?” Tanyanya.

“Salah kau sendiri tidak pernah datang saat latihan. Acara tinggal tiga hari lagi Minho-ssi.”

“Untuk apa latihan?” Semua orang melirik bingung, termasuk aku yang duduk di sebelah Hyorin sunbae. Aw, Minho menatap ku kini. Matanya mengerling jenaka, aduh aku harus ke dokter jantung nanti.

“Cukup lihat saja apa yang akan terjadi diatas panggung nanti. Itu kejutan untuk kalian, terlebih untuk Snow White yang menanti pangerannya.”

“Untuk mu.” Aku baru sadar jika sejak tadi dia membawa kotak besar ditangannya, ketika dia pergi aku bisa bernapas kembali.

Kau tau kenapa aku seperti itu? OH TIDAK AKU BARU BISA MENCERNA MAKSUD NYA DAN…DAN…DAAANNNNN KENAPA AKU HISTERIS LAGI?

Baiklah Choi Minho, aku…emm maksud ku, kami tunggu apa yang akan kau maksud dengan kejutan itu. Aku harap kau tidak mengacau, karena jika itu sampai terjadi… aku bersumpah akan memenggal kepalanya.

Lewat mimpi.

Aku masih takut dosa.

“Apa itu?” Suzy bertanya membuat ku berpaling ke kotak dan segera membuka tutupnya. Aku baru melihat beberapa detik Suzy sudah merebutnya dan melempar-lempar isinya. “YEAY KITA PESTA COKLAT.”

Aku ingin menangis. Bisakah Minho mendengar harapan ku? Jangan-memberikan-coklat-didepan-mereka.

Saat aku sampai dirumah, Eomma langsung menyodorkan ku sebatang coklat membuat ku tertawa girang, aku terlihat seperti ikan yang menggilai coklat seperti yang ada di kartun spongebob. Saat melihat coklat, aku merasa seperti mendapat harta karun. Eomma bahkan hanya bisa menggeleng saat aku memakannya beringas.

“Tadi ada pengantar coklat yang memberikan ini.”

“Pewngantwar cowklat?” Aku bertanya dengan mulut penuh coklat, “iya. Dia masih muda dan sangat tampan.”

“Tapi yang Eomma heran dia bilang dia hanya pengantar coklat untuk mu.”

Uhuk,

Aku tau ini ulah siapa..

“Kalau tidak salah dia seumuran dengan mu.”

Tuhkan benar? Kenapa harus dia lagi sih?

“Dia juga meramal Eomma, katanya Eomma akan memiliki menantu bernama Choi Minho.”

BRENGSEK!!

“Dia juga bilang ka–”

“Stop! Eomma tolong jangan percaya omongannya dan jangan menerima apapun darinya. Aku keracunan.” Aku benar-benar tidak habis pikir dengan manusia satu itu. Ya Tuhan maafkan aku jika suatu saat aku gelap mata.

Aku membuang coklat itu asal. Ugh padahal coklatnya enak. Ini gara-gara Minho sialan, “wuahh padahal Eomma ingin bilang kalau pria itu juga bilang kau akan menunjukkan reaksi aneh saat aku menyebutkan nama Choi Minho. Astaga! Aku harus segera memberi tau Appa mu dan Hyojoon untuk mencari pria bernama Choi Minho! KYAAAAAAAA.”

Aku bersungguh-sungguh. Bu-nuh-a-ku-se-ka-rang.

Cukup sampai disini ya diary, aku lelah dan mengantuk. Selamat malam.

Tbc.

A/n: mc baru nih, semoga kalian suka ya💋

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

35 thoughts on “1. Jiyeon’s Diary: Chocolate

  1. yeahhh ada ff baru 😀
    baca ini bkin senyum2 apalgi tingkah jiyeon sma tmen2 nya 😀
    trus kelakuan si minho ke jiyeon,,
    suka bnget sma karakternya mreka disini meskipun jiyeon sma tmen2 nya nakal tpi mreka g parah kya di school live new vers 🙂
    makin pensaran sma ntar pas jiyeon jdi snow whitenya trus minho jd pangerannya gmna??
    ditunggu next partnya 😀

  2. Ekhmmm cerita mangga itu sama apa yg q alami waktu jaman kls 6 sd beda’y q mah jambu hehehe 😀 😀
    keren chingu seru cerita’y
    next kl bisa cepet
    mereka semua gokil 😀 😀 😀

  3. Omooo lucu ceritanya:D
    Jiyeon ceplas ceplok banget
    Gemesin jiyeon:3
    Buat greget Ff nya:D
    Minho itu suka kan sama jiyeon:v
    Lihat aja dari tingkah lakunya:3
    Pokoknya ditunggu next Chapter fighting&Hwaiting!!

  4. Huaaahhh….seruuu diary tp rasanya kaya’ nonton drama..,,minpa romantis amat..coba q jg dikasih coklat..g’ akan q buang oppa..g’ akan q makan,q musiumin di lemari kaca..wkwkwk

  5. wkkkkk sumpah gw ngakak baca ini ff… N Thor ada satu kejadian yg jg prnah aku alamin sama temen2ku wkk yaitu panen mangga punya sekolah yg letaknya d halaman belakang samping gedung kelas A ..klo inget itu jd pengen ktawa brarti gw ama temen2 dulu trmasuk gila y bedanya kita g ngasih tu mangga sama guru2 tp buat metisan rame2… next donk …lucu bgt ni

  6. wkkkkk sumpah gw ngakak baca ini ff… N Thor ada satu kejadian yg jg prnah aku alamin sama temen2ku wkk yaitu panen mangga punya sekolah yg letaknya d halaman belakang samping gedung kelas X..klo inget itu jd pengen ktawa brarti gw ama temen2 dulu trmasuk gila y bedanya kita g ngasih tu mangga sama guru2 tp buat metisan rame2… next donk …lucu bgt ni

  7. daebakkk….
    pgn bgt ketawa ngakak baca ini.. untung aja masih sadar kalo msih rapat #plak
    pokoknya minji for the world lah.. haha jjang!!!

  8. Hahhahh pabo choi minho kntra bngt dy naksir jiyi tp tingkahx bnr2 konyol.. kwkwkwk.. wah bkl seru klo klrg jiyi brinteraksi dgn minho n klrgax.. haahah bkl di jdhin minjix.. next dong saeng..

  9. benar2 seperti diary..jiyeon beruntung punya teman yg kompak sablengnya..
    hahaha ngakak pas minho sok jaim ke toilet pdhal modus pengen lihat jiyeon..
    intinya suka ni ff ceritanya mengalir begitu aja..

  10. wkwkwkwk ampun sama kelakuannya jiyi n temen2 nya. bener2 tingkah mereka.
    huaaa minho so sweet bgt perlakuannya ke jiyi, apalagi ngasih coklat terus ke jiyi. bikin envy wkwkwk

  11. Yeyy akhirnya Part pertama di release(?) Juga . Suka ceritanya, teen story banget :3 . Karakter MinJinya juga suka wkwk Jiyeon kocak banget dan Minho yang over confident . Next ditunggu! 🙂

  12. duh thor. ku jadi ingat masalalu waktu sekolah baca ni ff.. emang masa ” skolah tuh masa ‘ yng paling asik. suka karakter jiyeon disini. dengan teman’ nya ..ceriwis dan nakal nya. tpi nakal bikin gemes.. minho kayanya suka ma jiyeon ,jadi penasaran gimana pas pementasan teather nya

  13. yakk haha park jiyeon knapa gengsi ke minho , pdhal minho terang2an klo dia suka k jiyeon ..
    kejutan d saat ciuman buat bangunin snow white? haha dtunggu
    kerenn nih ff baru nya , tp ff lama jgn d stop ya saeng
    fighting

  14. Lucu banget liatnya, Minho manis banget, kayak coklat wkwkwk
    Gak sabar baca yang selanjutnya, terus selanjutnya, terus selanjutnya, dan selanjutnya lagi sampai yang selanjutnyaa..
    Tetap semangat yaa, fighting ^^

  15. Baru sempet baca 😃
    Ini ff seruuu… berasa masuk ke dalam dunia park jiyeon
    Cara penyampaiannya oke

    Jiyeon lucu dan gemesss bgt dan minho bener2 penuh dgn kejutan
    Ada aja ulahnya yg bikin histeris
    ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s