Posted in Oneshot

Every Second With You

image

Story by @siskameliaaa
Pairing: Choi Siwon&Park Jiyeon
Genre: romance, drama
Type: OS (OneShot)
Warning: INCEST, typo(s), abal, AU, OOC, dll.

Rated M (for save)

                 Every Second With You

Apa yang ada di pikiran kalian tentang hubungan satu darah? Dosa. Aku sudah tau. Tapi bagaimana jika setiap detik nya hanya ada satu gadis yang akan kau pikirkan? Cinta. Aku juga sudah tau. Tapi bagaimana tanggapan kalian jika aku bilang aku jatuh cinta pada gadis yang masih memiliki hubungan satu darah dengan ku? Gila. Ya aku memang gila. Dia adikku. Aku sendiri anak pertama dari tiga bersaudara. Appa ku Choi Kiho, dia merupakan CEO Boryung Medience. Kalian tau perusahaan itu? Itu perusahaan yang sangat terkenal di Korea, Eomma ku seorang diplomat dan aku sangat dekat dengannya. Adik pertama ku Choi Jiwon, dia seorang desainer. Dia cantik dan pintar. Tapi bukan dia gadis yang aku maksud, yang aku maksud adalah adikku yang kedua. Anak terakhir yang sangat di manjakan oleh kami, Choi Jiyeon. Dia hanya seorang mahasiswi biasa di Inha University, Appa ku memang keras, tapi dia akan melakukan apa saja agar Jiyeon senang, Eomma ku juga sangat memanjakannya. Appa dan Eomma tidak pernah menginjinkan Jiyeon untuk bekerja, mereka selalu menyuruh Jiyeon duduk seperti putri raja.

Aku dan Jiwon tidak pernah iri, justru kami berdua juga sangat menyayanginya. Tapi aku lebih menjurus ke –mencintainya, dia warna di keluarga kami. Dia tipikal orang yang mudah bergaul, gadis itu penuh dengan senyum. Tapi dia kekanakan, dia selalu merajuk jika tidak mendapat apa yang dia mau. Jika dia sudah ngambek, maka kami selalu di buat repot, kami tidak keberatan. Well, menjadi pewaris tunggal Hyundai Department Store adalah takdir ku sebagai satu-satunya anak lelaki. Sedangkan menjadi desainer merupakan impian Jiwon sejak kecil. Maka dari itu, Eomma tidak ingin Jiyeon bekerja, dia disuruh belajar saja bagaimana menjadi istri yang baik, itu sebabnya dia pandai memasak. Dan itu juga yang membuat ku semakin menggilainya.

Kehidupan sehari-harinya juga bisa dikatakan biasa, setiap pulang kuliah selalu bermain bersama teman-temannya. Jika bosan dia lebih memilih menuangkan hobi dengan melukis, dan satu lagi nilai plusnya, dia sangat pandai melukis. Appa juga punya rencana untuk membuatkan dia gallery, semua yang dia lukis selalu memiliki makna tersendiri.

Tapi aku dan Jiyeon memiliki sebuah rahasia besar, rahasia yang sangat kami tutup rapat. Sudah satu tahun belakangan ini aku dan Jiyeon diam-diam menjalin hubungan terlarang. Aku tidak percaya saat Jiyeon membalas perasaan ku, rasanya seperti mendapat jackpot. Aku juga sengaja membeli apartemen yang jauh dari rumah agar bisa berduaan dengan Jiyeon. Tapi Eomma sangat protective, Jiyeon hanya diijinkan menginap sekali dalam seminggu.

Sudah seminggu aku meninggalkan rumah demi urusan pekerjaan, aku sangat merindukan gadis itu. Tapi saat aku pulang dia justru tidak ada. Dia sedang ada acara kampus dan sudah dua hari menginap di Jeju, katanya sih hari ini akan pulang.

“Eonniiii…” nah itu dia, aku melihat dia sedang merengek sambil menyeret tasnya. Dia terus saja merengek pada Jiwon, “eonniii aku mau baju yang baru kau launching kemarin,” dia terus merengek seperti anak kecil, aku jadi geli sendiri melihatnya. Tapi dia sangat menggemaskan, “tapi itu sudah di pesan Victoria Beckham.”

“Eonni…. kau ‘kan bisa buatkan yang baru untuknya.”

Jiwon terlihat pasrah, aku tau dia sedang menimbang sesuatu. Aku lihat dia menarik napasnya sebelum tersenyum, “baiklah, untuk mu.”

“YEAY KAU YANG TERBAIK EONNI!!!!” jerit Jiyeon, dia meloncat kesenangan sambil memeluk Jiwon, Jiwon jadi ikut tertawa sendiri melihat ekspresi gembira Jiyeon saat ini. Apa yang aku bilang benar ‘kan? Jiyeon selalu mendapat apa yang dia mau. Bahkan artis kelas international seperti Victoria Beckham tidak bisa membuat Jiwon untuk menolak ke inginan adik manis ku itu.

Sudah cukup memperhatikannya dari jauh, aku sudah sangat merindukannya. Aku ingin memelukknya sekarang, ketika jarak kami sudah dekat, Jiyeon bahkan masih meloncat-loncat dan tidak menyadari kehadiranku, “eheemm.” Dan aku berhasil, Jiyeon semakin melebarkan senyumnya begitu tatapan kami bertemu. Aku selalu suka ekspresi seperti itu, setelah aku memberikan senyum terbaikku, aku sengaja merentangkan kedua tangan ku dan dia langsung berlari memelukku, “oppaaaa aku merindukan mu.”aku tertawa sambil memeluknya erat. Wangi cherry nya membuat ku mabuk dan tidak ingin melepaskan pelukan ini, “aku juga sangat merindukan mu sayang.”

“Jadi tidak ada yang merindukan ku?” Sindir Jiwon, Jiyeon melepaskan pelukannya dan melirik ke Jiwon, “oppa hanya merindukan ku. Wle..” ledeknya, aku tidak mengerti kenapa ada gadis se-imut dia di dunia ini. Tapi aku bersyukur jika gadis sepertinya terlahir di keluarga ini, walau itu artinya aku harus siap dengan segala konsekuensi yang ada. Demi Jiyeon, apapun akan aku lakukan.

Jiwon kemudian mencubit pipi Jiyeon gemas hingga pipinya melar, tapi aku berani bersumpah dia masih terlihat cantik dan menggemaskan, “ommo… kau sombong sekali.” Katanya, tapi Jiyeon tidak marah, dia justru tertawa sambil berusaha melepaskan tangan Jiwon. Aku merasa diabaikan, padahal aku sudah punya rencana untuk menyekap Jiyeon semalaman ini di kamar ku. Percaya atau tidak, aku dan Jiwon selalu bersaing untuk memonopoli Jiyeon. Dan kadang Jiyeon lebih memilih bersama Jiwon di banding bersama ku jika ada maunya, melihat bagaimana Jiyeon merengek meminta sesuatu dari Jiwon, aku jadi yakin bahwa malam ini Jiwon lah pemenangnya. Aku harus kembali menahan rasa rinduku.

.
.
.
.
.
.
.

Suasana makan malam kali ini cukup sepi karena Jiyeon belum turun, Ahjumma Kim bilang Jiyeon sedang mandi. Dan itu membuat ku berimajinasi yang tidak-tidak.

“Aku lapaarrrrr.”

Setelahnya suasana akan berubah, Jiyeon datang mengenakan piama pikachu, salah satu kartun kesukaannya. Tubuhnya benar-benar tidak ada bagusnya, ah tidak –piyama itu yang membuat tubuh Jiyeon jadi tidak bagus. Dia datang sambil mengelus perutnya kemudian menarik bangku yang berada di samping Eomma dan samping ku, posisinya berada di tengah aku dan Eomma, “sayang, Eomma kan sudah bilang jangan mandi malam-malam.” Nasehat Eomma sambil membenarkan rambut Jiyeon, Jiyeon sendiri malah cuek dan lebih memilih menaruh banyak makanan di piring.

“Biarkan dia makan dulu, kasian putri ku seperti tidak makan selama seminggu.” Ledek Appa di sela makannya, kami tertawa melihat Jiyeon yang hanya manggut-manggut dengan mulut penuh makanan, “mungkin di Jeju dia tidak dikasih makan, Appa.” Lanjut Jiwon, reaksi Jiyeon yang berlebihan dengan menunjuk sendok ke wajah Jiwon –masih dengan mulutnya yang penuh, sambil ngangguk antusias membuat kami justru kembali tertawa. Dia kemudian menelan makanannya cepat, “kau benar eonni, disana makanannya sangat terbatas. Aku sangat tersiksa.” Curhatnya. “Dasar rakus.” Aku ikut meledeknya, Jiyeon kemudian melotot kearah ku sambil cemberut, aigoo dia sedang menggoda ku. Jika di sini tidak ada orang, aku pasti sudah menghabisi bibirnya yang merah itu. “Aku tidak rakus, tapi aku hanya memenuhi kebutuhan hidup.”

“Dasar tua.”

“Aku masih muda oppaaa.”

“Tapi bicara mu seperti ahjumma.”

“Ihhhh tapi wajah ku masih seperti balita.”

Jiyeon cemberut sementara aku tersenyum menggodanya. Eomma, Appa dan Jiwon hanya tertawa sambil melihat kami berdebat.

                  Every Second With You

Malam ini kembali malam yang membosankan karena tidak ada Jiyeon disampingku, aku sudah berganti pakaian dan hanya mengenakan celana piama tidur dan kaos putih tipis. Aku juga sudah berbaring di kasur king size ku yang super empuk, tapi aku tidak bisa tidur saat mencoba memejamkan mata. Aku kemudian mengambil sebuah novel erotis berjudul Delta of Venus, novel karya Anais Nini ini sendiri merupakan novel favorit ku dan Jiyeon, kami sering membaca novel ini berdua tanpa bosan. Selain ceritanya yang membuat kami selalu bergairah, cerita ini juga bercerita tentang hubungan sedarah (incest) dan hubungan menyimpang lainnya. Saat aku sudah membaca pada lembar ke delapan belas, tiba-tiba perhatian ku teralih ke suara pintu yang terbuka. Itu Jiyeon, dia mengunci pintu kamar ku

dan aku langsung menyuruhnya agar ikut berbaring disamping ku, “kau tidak merindukanku.” Dia merajuk dan aku langsung mencium bibirnya, dia kemudian memeluk pinggangku dan aku memeluk bahunya. Posisi kami sendiri sedang duduk sambil menyender di kepala kasur, “aku pikir kau akan menghabiskan malam bersama Jiwon.” Jawab ku.

“Aku bosan, aku ‘kan merindukan mu. Kau tidak merindukan ku, oppa?”

Aku tersenyum melihat ekspresi nya yang seperti anak kecil, matanya berbinar sendu. Aku benar-benar tidak tahan untuk tidak menciumnya lagi, dan aku melakukannya. Aku menciumnya lagi dan dia membalasnya, kami terjebak dalam ciuman yang dalam cukup lama, terakhir.. aku mengecupnya sambil menarik bibirnya menggunakan bibirku, “aku bahkan rasanya ingin bunuh diri saja karena tidak bisa melihat mu selama seminggu ini.” Dia merengut, “jangan bunuh diri, nanti aku kesepian.” Oh Tuhan, bagaimana mungkin aku tidak tergoda dengan gadis nakal ini, dia itu sangat polos. Dan ke polosannya itu yang selalu membuatku tidak tahan untuk melahapnya.

“Kau sedang membaca apa?” Tanyanya, “Delta of Venus,” aku menunjukkan sampul buku yang aku baca, dan dia terlihat antusias, “kau sudah baca Fifty Shades of Grey?” Ah buku itu, buku sialan yang membuat ku panas walau baru baca setengahnya, “sudah.”

“Oh ya? Bagaimana ceritanya? Bagus tidak?” Tidak, tapi akan bagus jika ada kau di sampingku.

“Lumayan, kau belum membacanya?” Aku terkejut saat Jiyeon menggeleng, lalu kenapa dia merekomendasikan novel itu untuk ku baca jika dia sendiri belum membacanya? Aku curiga ada yang meracuni otak polos adik ku itu. “Siapa yang memberikan novel itu?”

“Eunhyuk oppa, dia bilang itu New York Times Bestseller.”

Eunhyuk brengsek, jadi selama ini dia yang meracuni adikku dengan novel-novel erotis? Jujur saja novel itu memang bagus, tapi aku tidak begitu suka karena mengandung unsur bondage, discipline, sadism, masochism. Aku ini tipe orang yang tidak suka kekerasan dalam hubungan seks, aku lebih suka yang soft.

Aku mencium pangkal hidungnya, “jangan pernah mau menerima novel apapun darinya lagi.”

“Kenapa?”

“Karena ini perintah dari ku.”

“Kenapa aku harus menuruti perintah oppa?”

“Karena aku kekasih mu.”

“Tapi ‘kan kau bukan orang tua ku.”

Eomma, jangan terlalu memanjakannya. Kau lihat sendiri bagaimana polos nya anak mu ini. Aku benar-benar frustasi menghadapinya, tapi dia malah nyengir dan mencium bibir ku, “aku bercanda, aku tidak akan menerima novel dari Eunhyuk oppa lagi. Aku kan sayang oppa.” Jangan-terbang-Choi-Siwon.

“Tapi kalau Delta of Venus aku masih boleh membacanya ‘kan?” Aku menyeringai mesum dan dia balas tersenyum, “tentu, selama kau membacanya dibawah bimbingan ku.”

Malam ini aku terus membacakan dongeng sebelum tidur sampai Jiyeon benar-benar tidur di pelukan ku. Aku merapatkan selimut dan mematikan lampu di kamar, kemudian aku mencium dahi, pangkal hidung sampai bibir ranumnya, “selamat tidur, Jiyeon.”

.
.
.
.
.
.
.

“Oppa annyeong..” aku tersenyum melihat Jiyeon melambai, aku membalas lambaiannya dan dia langsung masuk ke gedung tempatnya menuntut ilmu.

Jangan nakal, sayang.

Kerja dan kerja, sebenarnya aku sangat lelah bekerja. Tapi ini semua demi masa depan ku, aku sudah punya rencana untuk membawa Jiyeon kabur setelah dia lulus nanti. Aku tau Eomma dan Appa akan menentang hubungan kami, selain demi nama baik keluarga, itu merupakan dosa besar. Keluarga ku sangat taat beragama, aku juga sudah bisa membayangkan seperti apa ekspresi mereka jika tau apa yang aku lakukan bersama Jiyeon. Mungkin ini semua salah ku, aku yang meracuni Jiyeon untuk melakukan hubungan ini. Tapi aku juga tau Jiyeon memiliki perasaan yang sama lewat matanya, dan itu juga yang membuat ku nekad.

“Yeoboseyo?”

“Kau dimana? Sebentar lagi kita akan rapat.”

“Sebentar lagi aku sampai.”

“Cepatlah, kau tau sendiri kerja sama kali ini sangat menguntungkan.”

“Ne, cerewet.”

“….”

“Eunhyuk-ah.”

“Ne?”

“Setelah rapat, temui aku diruangan ku.”

“Eh? Kenapa?” Aku membanting stir ke kiri sambil membenarkan letak headset ditelingaku.

“Fifty Shades of Grey..”

“Ah eemmm, itu.. ha ha ha”

“Kenapa tertawa?”

“Aniya! Ah Siwon Sajangnim.. sepertinya aku masih ada urusan. Sampai bertemu nanti, annyeong.” Aku mendengus, Eunhyuk itu sahabat ku sejak di bangku High School, dia yang tau semua jelek dan buruknya diriku. Dia juga satu-satunya orang yang tau tentang hubungan terlarang ku dengan Jiyeon.

“Mati kau, monyet yadong.”

                   Every Second With You

Sekarang sudah jam dua siang, aku baru selesai menandatangani semua dokumen saat Jiyeon menerobos masuk dan langsung memelukku, “aku bosan.” Rajuknya didalam pelukan ku, aku hanya bisa tersenyum dan mendudukkannya di pangkuan ku dan menghadapkan wajahnya ke wajah ku agar aku bisa mencium bibirnya yang terus mengerucut. Dia selalu bisa membuat lelah ku hilang dalam sedetik, bagiku Jiyeon adalah obat paling manjur untuk mengembalikan stamina setelah bekerja seharian. “Oppa, aku mau makan es krim.” Katanya, aku hanya bisa tersenyum sambil memainkan hidung mancungnya dengan hidung mancungku.

“Setelah aku selesai bekerja, oke?”

“Lama tidak?” Bibirnya masih mengerucut dan jarinya bermain di dada ku sambil membuat sebuah lingkaran, “aku janji tidak akan lama.”

“Janji?” Ulang Jiyeon, ia menyodorkan jari kelingkingnya seperti anak kecil. Tiba-tiba aku ingin mempermainkannya, jadi aku berusaha memasang wajah berpikir yang kembali membuatnya cemberut, “jika kau mau memberiku sebuah ciuman, aku berjanji ini tidak akan lama.” Dia tersenyum lalu menciumku, aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan seperti ini, tangan kanan ku menekan tengkuk nya untuk memperdalam ciuman kami yang terasa buru-buru, sedangkan tangan kanan ku berfungsi untuk memeluk pinggang ramping Jiyeon dan menarik tubuhnya agar lebih merapat ke tubuhku. Sial, aku ereksi. Milikku mengeras saat selangkangan Jiyeon menjepit milkku, dia menggunakan dress sebatas lutut, dengan posisinya yang duduk dipangkuan ku seperti ini justru membuat dress nya terangkat hingga paha, aku benar-benar di buat terangsang dengan hal sekecil ini.

Siw –aku bersumpah tidak melihat apapun.”

Blam!

Brengsek kau Hyuk!

.
.
.
.
.
.
.
.

“Enak?” Jiyeon mengangguk disela makan es krim nya, aku hanya bisa tersenyum sambil sesekali membersihkan noda es krim yang berada di mulutnya. Aku tidak pernah mengerti kenapa es krim selalu bisa membuat mood nya membaik, kadang aku harus membeli banyak persediaan es krim untuk membujuknya agar tidak marah lagi pada ku. Aku tidak pernah sanggup melihat Jiyeon marah. “Oppa mau?” Aku menggeleng dan dia hanya menaikan bahu tidak perduli sambil kembali memakan es krimnya.

“Oh lihat, tega sekali tidak mengajakku.” Perhatian kami teralih, itu Jiwon. Aku tidak heran akan bertemunya disini, ini kedai es krim favoritnya dan Jiyeon. Adik ku itu mengambil tempat di samping Jiyeon yang tampak tidak terganggu sama sekali.

Tapi aku yang terganggu. Dasar pengganggu.

Jiwon seolah tidak merasa bersalah dan memanggil pelayan untuk memesan es krim. Aku yang duduk di depan Jiyeon hanya melipat tangan sambil mendengus ke arahnya, “maaf mengganggu kencan kalian.” Candanya, bukan berarti dia tau mengenai hubungan ku dengan Jiyeon. Jiwon memang selalu meledek seperti itu jika memergoki kami sedang berduaan. Kadang aku merasa penasaran bagaimana reaksinya jika tau mengenai hubungan kami yang sebenarnya. “Eonni.. kau mau membelikan aku es krim lagi tidak?” Melihat ekspresi Jiyeon yang memelas membuat Jiwon mengelus kepalanya dan memesankan es krim yang dia mau, “apapun untuk mu sayang.”

Aku merasa terabaikan.

                   Every Second With You

“Uh, anak Eomma.” Kedua tangan Eomma menempel di wajah Jiyeon sambil memberikan ciuman selamat datang. Jiyeon sendiri langsung bermanja-manja sambil memeluk Eomma, aku dan Jiwon hanya tersenyum geli melihat Eomma yang masih memperlakukan Jiyeon seperti anak kecil, “jadi kami bukan anak Eomma?” Sindir Jiwon yang membuat Eomma langsung memberikan ciuman di kening nya dan keningku tanpa melepas rangkulannya pada Jiyeon, “kalian semua anak Eomma.” Jawabnya yang membuat kami semua tertawa.

Apa kami bisa tertawa seperti ini jika mereka tau hubungan terlarang ku dengan Jiyeon? Untuk sesaat aku merasa takut dan ragu, tapi saat melihat senyum Jiyeon. Semua keraguan ku lenyap begitu saja, katakan aku terlalu terobsesi padanya. Setiap yang dia miliki selalu membuat ku ingin menyentuhnya, dan setiap apa yang dia lakukan selalu membuat ku terpusat padanya. Aku tidak akan pernah rela jika ada orang lain yang memilikinya. Jiyeon hanya boleh menjadi milikku.

“Kalian cepatlah ganti baju, Eomma sudah menyuruh desainer Im untuk mencarikan baju yang pas. Satu jam lagi kita akan berangkat.” Katanya, aku dan kedua adikku langsung menurut dan berganti baju. Malam ini salah satu kolega Appa mengadakan acara pesta perkawinan nya, aku berharap tidak ada lelaki nakal yang berani menggoda Jiyeon. Aku juga tidak ingin di tempeli para gadis di sana.

….

Aku dibuat meleleh saat melihat penampilan Jiyeon malam ini, dia sangat cantik dengan long dress warna hitam berbahan sifon dan mesh, pada bagian dada nya dihiasi peyet dan manik-manik motif bunga yang membuatnya menjadi glamour, long dress nya juga dilengkapi dengan bra pad dan longtorso yang memberikan kesan anggun. Rambut dark coklat panjangnya dibiarkan tergerai menggelombang. Aku berani bertaruh, dia akan jadi pusat perhatian di pesta nanti.

“Kalian memang keluarga Choi,” Appa berkata bangga saat matanya meneliti pakaian kami satu persatu. Kemudian dia menyuruh kami untuk segera berangkat. Kami tidak memakai supir, aku yang menyetir mobil Hyundai tipe all new santa ini. Disamping ku ada Jiwon, dan dibelakang ada Eomma, Appa dan Jiyeon yang duduk di tengah-tengah mereka.

.
.
.
.
.
.
.

Aku baru tau jika pestanya hanya diadakan di rumah dengan memanfaatkan halaman rumah mereka yang luas, sudah banyak tamu undangan yang datang. Dan dugaan ku tidak pernah salah, Jiyeon selalu menjadi pusat perhatian. Selain karena dia putri bungsu dari Choi Kiho, Jiyeon juga sangat cantik alami. Jiyeon juga tipikal gadis yang hangat dan ramah, sedangkan Jiwon sangat ketus dan matanya selalu memandang sinis orang. Bagi Jiwon, semua yang ada di sekelilingnya sangat palsu. Mereka baik karena latar keluarga kami, dan aku setuju. Itu sebabnya aku juga tidak pernah suka berbasa-basi dengan orang asing. Aku lebih suka to the point.

Saat Eomma dan Appa menyeret Jiyeon untuk terus bersama mereka, Jiwon lebih memilih kabur dan berbincang dengan teman sesama desainer nya. Sedangkan aku memilih untuk bertemu dengan anak pemilik rumah, Park Jung Soo. Dia salah satu teman ku sejak kecil, aku lebih suka memanggilnya Leeteuk. Selain itu, aku juga bisa mengawasi Jiyeon dari jauh.

“Hyung.” Sapa ku, “Yaa! Coba lihat pangeran tampan ini,” aku tertawa mendengar candaannya sambil memelukku dan memberika  tos pertemanan kami, “kau tidak membawa pasangan?”

“Bawa.”

“Nugu?” Leeteuk hyung melirik sana-sini untuk mencari orang yang ku maksud, “dia bersama Eomma dan Appa.” Matanya kemudian terlihat berbinar, “kau bahkan sudah mengenalkannya pada mereka? Woah daebak, Choi Siwon.” Aku tersenyum menanggapi, dan matanya kembali berkeliling menyapu sekitar, saat matanya menangkap sesuatu.. pandangannya meredup dan dia menatap galak pada ku, aku masih mempertahan senyum tanpa takut dengan tatapannya, “itu Jiyeon, tsk! Aku pikir kau benar-benar membawa pasangan.” Dia memang pasangan ku hyung.

Kami kemudian terlibat pembicaraan mengenai perusahaan, tapi mata ku selalu mencuri kearah Jiyeon. Gadis ku itu terlihat bosan dan sesekali mendengus saat ada salah satu kolega Appa yang mengenalkan putranya. Dia tidak bisa kemana-mana karena Eomma terus memegang tangannya, aku tersenyum begitu melihatnya melotot ke pria yang tadi di kenalkan. Dia selalu seperti itu, jika tidak suka dengan seseorang selalu menunjukkan secara terang-terangan. Dia tidak pernah mau bersikap munafik, dan itu merupakan sifat turun temurun keluarga kami.

Saat Jiyeon menempelkan dagunya ke pundak Eomma sambil matanya menjelajah kesekitar, mata kami bertemu dan dia memberikan tatapan memohon pada ku. Aku menanggapi ocehan Leeteuk hyung sambil memberikan senyum padanya, kemudian aku menggerakan bibir membentuk satu kata, ‘t-o-i-l-e-t’. Dia berbinar dan pamit. Setelah Jiyeon pergi aku juga ikut pamit.

.
.
.
.
.

“Oppa, aku bosan.” Katanya langsung begitu aku datang, aku langsung membawanya kedalam toilet dan langsung mengunci pintu. “Sabar sayang, kau hanya harus terus berada di samping ku.” Dia tersenyum dan aku langsung mencium bibirnya main-main. Aku sengaja menyenderkan punggung ku ketembok dan membiarkan Jiyeon memelukku sambil terus mengeluh, “pestanya membosankan.” Aku mengelus bahunya sambil menciumi kepalanya, tiba-tiba aku menjadi tidak waras. Aku kembali berfantasi untuk bercinta dengannya di toilet, tapi aku tidak mungkin bisa melakukannya. Jiyeon tidak pernah siap untuk itu, selama ini kami hanya saling meraba untuk kepuasan masing-masing. Kami juga sudah pernah merasakan sentuhan kulit antar kulit tanpa melakukan hal intim, percayalah itu sangat menyiksa.

“Bagaimana jika kita kabur?” Tanyanya sambil mendongak untuk menatap mata ku, aku kembali menciumnya. Aku seperti orang mesum, tapi hanya Jiyeon yang bisa membuat ku berpikir mesum. “Dan kita akan mendengar ceramah Appa sepanjang hari,” dia cemberut dan aku kembali menciumnya. Setiap detik bersamanya selalu membuat hari ku menyenangkan.

Tok

Tok

Tok

“Apa ada orang di dalam?” Kami saling pandang dan memutuskan untuk diam sampai suara orang tadi hilang, begitu suara langkah berhak menjauh, aku tersenyum nakal, “sepertinya kita harus keluar.”

                  Every Second With You

Oppahhh..” mengabaikan Jiyeon adalah yang terbaik untuk saat ini, aku lebih memilih terus menciumi lehernya tanpa memperdulikan lenguhannya. Setelah acara pesta, setelah kami berganti pakaian, dan setelah semua orang memutuskan untuk istirahat, aku diam-diam menyelinap ke kamar Jiyeon dan mengunci pintunya. Saat melihat Jiyeon yang sudah terlelap di dunia mimpi, aku segera menindihnya dan kedua tanganku bertugas untuk bertumpu agar tidak membuat Jiyeon keberatan. Kemudian aku langsung menciumi bibirnya sampai dia bangun, begitu dia membuka mata. Aku membawa bibirku untuk mencium lehernya lalu kerahangnya hingga dia harus mendongak agar aku bisa lebih leluasa. “Aku mencintai mu,” bisikku lalu mencium sisi telinganya dan menjalar ke pipi, lalu ke pangkal hidung dan kembali menikmati bibir ranumnya, Jiyeon mengalungkan tangannya di leher ku dan menarik tengkuk ku untuk memperdalam ciuman kami, “aku juga mencintai mu.” Dia menjawab di sela ciuman kami, aku kembali menghujamkan Jiyeon dengan ciuman ke wajahnya hingga wajah nya basah karena liur ku. Tapi dia tidak pernah protes dan malah tertawa kegelian. Setelah puas menciumnya, aku berguling kesamping sambil memeluk pinggang Jiyeon dan menempelkan wajahnya ke dada ku agar dia bisa mendengar detak jantung ku.

“Selamat tidur, Jiyeon.” Bisikku,

“Selamat tidur, oppa.”

Entah sampai kapan kegilaan kami akan berakhir, setidaknya sampai keluarga kami tau. Dan saat itu terjadi, aku akan membawa Jiyeon ketempat yang paling jauh. Aku selalu berkhayal hidup berdua dengan Jiyeon bersama anak-anak kami kelak, dan aku akan melakukan apapun agar mimpi ku menjadi kenyataan.

Fin.

A/n: abaikan novel diatas, gue anak polos yg gamungkin baca begituan. Itu gue baru gugling demi tuntutan cerita😂 fyi, Siwon itu bias cowok pertama gue, dan Jiyeon bias cewek pertama gue. Jadi ya, gue pengen bikin aja cerita tentang mereka. Walaupun nyimpang banget HAHAHA. Kalo respon bagus dan mood gue oke, mungkin bakal ada lanjutan. MUNGKIN loh, gue gamau janji. Nanti ingkar gue nya dosa👿 gajadi gue protect karena gue gajadi masukin *ehem* takut dosa🙈

Salam kecup dari gue, muah💋

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

35 thoughts on “Every Second With You

  1. Cerita’y bagus chingu lanjuuut dong ngegantung nih 😀 😀
    gmn reaksi mereka saat tau cinta sedarah dlm keluarga
    konflik’y pasti seru
    🙂 🙂

  2. Jujur ya saeng, eonni malah ngebayangin siwon itu minho wkwkwk
    Aigo~ kok bisa sih mereka jalanin hubungan itu, kalo udah jumpa yang namanya cinta ya apapun pasti dilakukan huh~
    Kamu sekarang sering update ya, seneng banget kalo kamu udah update, jadi ada bahan buat ngilangin bosann..
    Ihh, siwon kok mesum gitu sih ??
    Tobat bang, tapi sering beribadah wkwkwk
    Eonni juga kalo punya adek kayak jiyeon gitu sifatnya pasti bakal eonni sayang banget..
    Tetap semangat ya, saeng ^^
    Fighting ^^

  3. wahh ini hubungan sedarah,,
    pantesan siwon tergila2 sma jiyeon,, jiyeonnya lucu bnget + polos jdi aja siwon yg notabene kakanya jdi tergila2 sma dia 😀
    harus ada lanjutannya dong soalnya kan ini masih gantung,,
    pngen tau gmna reaksi orang tua mreka + jiwon klo tau sbenernya Jiyeon sma siwon punya hubungan spesial,,

  4. jiyeon bnr2 anak manja, keluarganya pun mmperlakukan dia sprti itu…
    tpi bgus deh siwon tdak mlakukan hal itu ^^ ke jiyeon, dia msh bsa mnahannya..

  5. Daebaakkk.. siyeon pcrn diam2.. next dong saeng sequel romancenya.. nc mgkn.. plak.. kwwkkw..
    Ksian jgn2 jiyu cm anaj angkt? Atau siwon? Hmm jebal dong mrk brsama tnp tentangan klrga..

  6. Woah… Daebak👏👏 Keren serius… Aiggo.. Siwon sama Jiyeon mereka terkena brother complex yee… Dan gimana kalau reaksi keluarga kalau mereka tau jiyeon-siwon pacaran ?? Please ada lanjutannya 🙏🙏🙏

  7. Yeye lalalaaa..ga jdi di protec.gumawo author,*cipokbasah* keren banget cerita nya,,tapi ko aga ga rela ya jiyeon incest.ga kebayang gimana nanti kalau appa,eomma jiwon tau. klurga yng harmonis harus pecah gara” cinta buta ,,nyesek pastinya,

  8. ni cerita keluarga konglomert.. disini jiyeonny bkin iri disyg semua org.
    tuh siwon aja ampe cinta mti gtu, g kebyg klo ketauan

  9. siwon-ahh >_< kau menjrumuskan adikmuuu… tapi kalo akuh jadi jiyeon juga gk akan nolak kalo siwon kaya gitu #plak hahaha :v Nice^^ (y) semoga ada lanjutannyaaa..

  10. Jiyeon hadeuuh mungkin dia dari kecil mainya sama siwon terus jd dia ga bis bandingin cinta sama pacar sama kakak sendiri!!!! Tp ga tau knp aku ko kya jiyeon sama minho ya!!! Hehehehehehe soalnya klo sama siwon kya jauh bgt bedanya!!!! Tp seru bgt ceritanya!!! Sequel dong yg bikin fakta klo mrk sbnernya bukan sodara kandung!!! Maksa bgt ya biar happy ending!!! Abis yg aku tau si klo msh ada hub sodara gtu klo ga anaknya cacat atau meninggal kan sedihhhhh!!! Heheheheheheh pokonya di tinggu aja karya barunya

  11. daebak.aku pikir cowonya minho.trus pas udh setengah baca karna ada tulisan choi siwon,liat lagi main castnya,ternyata memang siwon #curhat.
    siwon selalu mesum ya tiap ma jiyeon.dilanjutin

  12. sequel donk…. ini butuh sequel banget… cerita keren bikin penasaran…. lanjut donk, dosa loh thor bikin orang penasaran hehehe…

  13. OMG!! apa yang mereka lakukan wkwkwkw XD

    seneng banget disini Jiyi di sayang banget, keluarga bahagia banget, apalagi Jiwon dia ga pernah iri malah sayang banget sama Jiyi ({}) ^_^

    Walaupun Siwon bukan bias tapi entah mengapa ini ngefeel banget lohh (y)

    Cinta itu BUTA yeth, akan melakukan apa saja demi CINTA :3
    walaupun mereka itu sedarah . ahh SiwYeon couple ini bikin gemes , bikin deg2gan pulaa , jujur aku suka loh bergenre kek gini, bikin tantangan tersendiri, soalnya jarang pan kek cerita kek gini mhuehehehe #plak

    Sequel vlisss thorr, penasaran sama cerita cinta merekaa :3

    semangat teruss yaa thor ❤

  14. lanjut lanjut,imajinasi ku berkeliaran berharap siwon dan jiyeon itu bukan saudara kandung,bisa jadikan jiyeon ketukar pas dirumah sakit..
    hohoho kalau ketahuan apa rela tu jiyeon d benci ama ortunya.padahal kurang kasih sayang apa coba selalu di manja..

  15. Suka sama main cast nya..
    tp kenapa ceritanya harus jd adik kakak sih, kan kalau pisah pasti sedih banget 😦
    pliiiss lanjut dong tapi ceritanya musti happy end

  16. woahaha sma mrka jg bias2 utama q siye0n c0uple
    ayo d0nk bkin sequelny tp jngan jd incest drubh dkit #ngatur haha mkcudny kch msukan yaaah byr hub mrka tdk dtentang tuan choi yaaah bsa jd siwon anak kakak perempuan tuan choi krna ka2k prempuan tuan choi mati akhrny drwat oleh tuan choi yg blum punya anak jiw0n jiye0n jd siye0n jg kgak d0sa wakakaka ayo sequel2 or buat lg yg siye0n mrka shipper utama q jd q pasty bca insyaallah

  17. Cinta sedarah bener yah..
    Siwon udh cinta mati gitu ma jiyi, jd gx rela klo mereka dipisahin.
    Keluarga choi harmonis…
    Tp gx tau bakal gimana klo hubungan won ji kebongkar.

  18. aduhhhh bang siwon sukanya daun muda niye??????? cieee………..

    tp kenapa ama adik sndr ??? haihhhh brother complex jdnya. sk sih sk,,, jiyi krn byk yg manja jd manja g bs mandiri dan tegas,, dkit ngerengek entah ama unnni nya bokap nyokap ato oppanya. trs oke jglah moment2 mrk nih sip sip aja no prob. cm yg jd mslh bang siwon pgn nabung buat bekal nnti dy mau ajak jiyi kabur??? bs d damprat emak bpknya tuh. jiyi ank kndung kan ???

  19. Keluarga cHoi yg sempurna ,,
    Jiyi jdi anak manja pas bgt dg karakter muka nya ㅋㅋ
    Gue dukung bgt hub siwon dan jiyi walau iti resiKoo bangeetttttttt,,,
    DiLanjut dong eon klo bisa dibikin bbrapa chapter biar seRuuu,, Pleassee 😘😘😘😍😍😍❤❤❤❤💐💐💐

  20. AKu berharap bakal ada lanjutannya
    Gimana reaksi keluarga saat tau hub terlarang itu
    Awalnya aku nebak jiyeon itu mngkn bukan anak kandung keluarga choi

    Punya adik se imut jiyeon emang pasti bakalan sayang bgt sama nih cewe
    Secara dy ngegemesin bgt
    Dan siwon romantis sangatttt

    Klo bisa di buatin lanjutannya ya thorr ^^

  21. oh my god , bahagia bgt ni keluarga ..
    gmna reaksi keluarga choi klo anak nya dua menyimpang
    aduhh tp seneng sih ngeliat mereka berdua ..
    kerenn chingu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s