Posted in School Life

12. School Life (New Vers) END

image

Story by @siskameliaaa
Pairing: Park Jiyeon&Choi Minho and others pairing.
Genre: friendship, school life, drama
Type: MC (Multi Chapter)
Warning: typo(s), abal, OOC, gajenes, dll.

                        Rated M (for save)

                             School Life

Jiyeon pov.

Pagi-pagi sekali Minho sudah mengajak ku pergi, tentu saja anak-anak yang lain sudah kembali kerumah masing-masing. Aku tidak mungkin tega meninggalkan mereka. Minho bertanya apa yang mau aku lakukan hari ini? Seolah dia akan menuruti layaknya aku seorang putri. Aku tidak pernah punya rencana apapun, tapi tiba-tiba saja aku merindukan sekolah. Jadi, aku bilang saja jika aku ingin kesekolah. Dia menurut, aku senang dia menjadi pria yang hangat.

“Kenapa kau ingin kesini?” Tanya Minho, tangannya merangkul pundakku agar tubuh kami merapat. Aku tidak pernah merasa keberatan, “hanya ingin.” Dia terkekeh dan aku tidak perduli. Perhatian ku tersedot keseluruh penjuru sekolah. Kami sedang berjalan di koridor, aku jadi ingat kalau dulu aku, Suzy dan Sulli sering berlarian kalau ingin membolos atau kalau sedang telat. Kami juga suka menggaduh, berlarian saling kejar-kejaran sampai buat murid lain kesal karena kami tabrak. “Apa yang kau pikirkan?” Tanya Minho, mungkin dia merasa aneh melihat aku senyum-senyum sendiri, “hanya mengenang masa lalu.”

“Jangan menyiksa diri, aku tau kau kembali mengingat Suzy.” Aku tidak merasa tersiksa, semuanya terjadi begitu saja. Aku tidak pernah memaksa untuk mengingat dari setiap kejadian, tapi justru mereka datang sendiri untuk ku lihat. “Tidak apa-apa,” aku tersenyum meyakinkan. Aku sungguh tidak ingin membuatnya khawatir, aku bersyukur semua masalah sudah selesai. Setelah apa yang terjadi dua hari yang lalu, hidup ku terasa normal. Aku memandang cincin emas putih bermata berlian di tangan ku, Minho juga memakai nya. Kami memakai cincin yang sama di jari yang sama, “aku tidak ingin kau sakit, masih banyak yang harus kita lakukan untuk acara pertunangan resmi kita.” Dia memperingati dan aku langsung merotasikan mata, “aku sudah bilang tidak apa-apa.” Minho terlihat meneliti tapi aku segera memberikan senyuman terbaik agar dia percaya. Dan aku berhasil, dia tersenyum sambil mengusap lembut rambut ku.

“Ayo kita berkeliling lagi.”

Dua hari sebelumnya…

Dug

Dug

Dug

Dug

Aku panik saat mendengar suara bising dari luar, baru semalam aku khawatir jika Appa mengetahui keberadaan ku, pagi nya tiba-tiba saja ada yang membuat gaduh di apartemen Minho. Aku tau Minho paham arti tatapan ku, dia kemudian menyuruh Krystal dan Sulli untuk menyembunyikan ku. Sementara Minho, Yoseop, Taemin dan Taecyeon yang bertugas memeriksa.

Dari dalam kamar aku bisa mendengar suara sesuatu yang di banting, aku tidak pernah merasa setakut ini. Sulli dan Krystal juga bergetar ketakutan, “kami tidak akan membiarkan mu pergi lagi.” Kata Krystal, dia mencoba membuat ku tenang meski tangannya yang mengelus punggunggu ikut bergetar. Dia tidak pernah berubah, sejak dulu selalu menjadi penenang di antara kami. “Suzy juga pasti tidak ingin kau pergi lagi.” Ketika Sulli berkata seperti itu, aku berharap Suzy juga ada disini.

“NONA CEPAT KELUAR.”

Kami makin bergetar, itu salah satu suara dari butler ku. Appa pasti sengaja menyuruh orang untuk menyeret ku kembali ke LA.

“SUDAH AKU BILANG DIA TIDAK DISINI!”

“NONA!!!”

“KELUAR BRENGSEK!!”

“Kami hanya menjalankan perintah.”

“Aku bilang KELUAR!”

“Tidak sebelum Nona Jiyeon kami temukan.”

Cukup! Aku tidak ingin menjadi pengecut. Menjadi pengecut tentu bukan diriku yang sebenarnya, aku gadis yang pemberani. Aku selalu menghadapi masalah ku sendiri.

Saat aku memutuskan untuk membuka pintu kamar Minho, Sulli dan Krystal sempat protes, tapi aku mengabaikan mereka.

“Apa yang kalian mau?” Aku bertanya pongah, sesaat aku sempat melihat Minho terkejut. Wajahnya kelihatan frustasi dan matanya melotot, “apa yang kau lakukan?” Dia membeo, tapi aku tetap dalam pendirian ku. Aku mengabaikan tatapan tajamnya dan mendekati tiga orang butler ku. “Katakan pada Appa, aku tidak ingin pulang.”

“Kenapa tidak bilang langsung?”

Deg.

Ini gila, permainan macam apa? Aku merasa menciut begitu melihat Appa datang bersama Eomma. Matanya melotot, aku tau dia pasti sedang emosi. Aku benar-benar takut hingga rasanya ingin menangis. Tiba-tiba Minho menarikku kebelakangnya, menjadikan dirinya sebagai tameng. Kemudian aku melihat Sulli, Krystal, Yoseop, Taecyeon dan Taemin ikut menjadi tameng. Mereka berdiri didepanku membentuk sebuah barisan memanjang.

“Aku mohon jangan bawa Jiyeon lagi Ahjussi,” Sulli mulai bicara, tapi Appa tidak perduli. Dia melipat tangannya di depan dada sambil meneliti wajah mereka satu persatu. Aku kembali merasa takut, kaos punggung Minho sudah kusut karena aku terus meremasnya. “Kami tau riwayat hidup kami sangat buruk, tapi kami berusaha untuk menjalani hidup yang lebih baik.” Krystal ikut memberikan opini.

“Jiyeon bagian dari kami, tanpa Jiyeon semua tidak akan sama.” Tunggu, itu benar Taecyeon? Aku benar-benar takjub dia bisa bicara seperti itu. “Kami memang nakal, tapi kami punya alasan kenapa kami seperti itu. Dan kami juga punya alasan untuk berubah menjadi lebih baik.” Taemin bahkan ikut buka suara.

Aku melihat Yoseop mulai ikut komentar seperti yang lain, “Kami tidak akan membiarkan kalian merenggut kebahagiaannya lagi.”

“Aku mencintai putri mu, dia yang membuat hidup ku menjadi lebih baik. Dia anak yang luar biasa, apa kalian tidak memiliki hati? Orang tua macam apa yang tega merenggut paksa kebahagiaan anaknya? Kalian pikir Jiyeon akan bahagia? Tidak!”

Aku mulai membatin, apa aku hanya bisa diam sementara mereka membela ku? Apa aku cuma bisa mengumpat? Itu sama saja aku seorang pengecut. Padahal tadi aku sudah bertekad untuk tidak menjadi pengecut, tapi sekarang aku malah mengumpat seperti ini. Dulu aku yang selalu melindungi sahabat-sahabat ku. Tapi kini mereka yang melindungi ku, aku merasa tersentuh. Tapi aku tidak mungkin hanya diam saja. Aku menerobos antara Minho dan Yoseop untuk bisa maju kedepan, “Appa, Eomma… selama ini aku tidak pernah minta apapun. Bukan karena tidak ingin, tapi karena kalian tidak pernah bertanya apa yang aku mau. Sekarang, tolong dengarkan apa yang aku mau. Aku hanya mau mereka, mungkin dimata kalian mereka adalah orang-orang rusak. Tapi apa kalian lupa bahwa anak kalian juga rusak? Baekhyun pernah membunuh orang, dan aku pernah menjadi pasien rumah sakit jiwa.”

“Aku mohon, jangan renggut kebahagiaan ku lagi.”

Prok

Prok

Prok

“Bukankah ini pertunjukan yang menarik?”

Aku terkejut saat Baekhyun tiba-tiba muncul sambil memberikan applause, apalagi Appa dan Eomma malah tertawa seakan ada hal yang lucu. Minho dan yang lain juga tidak kalah terkejutnya, ekspresi mereka sama seperti ekspresi ku. Seperti idot yang tidak tau apa-apa.

Tiba-tiba Eomma memelukku, “oh sayang, aku tidak tau jika kau sudah sebesar ini.” Aku masih memasang mimik bodoh saat Eomma melepaskan pelukannya dan mencium kedua pipi ku. “Apa yang terjadi?” Appa melangkah ikut memelukku, aku semakin seperti idiot, “Baekhyun sudah menjelaskan semuanya, dari awal hingga akhir. Dia juga yang bilang kalau tidak ada sahabat-sahabat mu itu, kau tidak mungkin sembuh dari gangguan jiwa.”

Baekhyun menyeringai puas, jadi ini semua lelucon? Hanya sandiwara? “Ini semua rencana Baekhyun, dia hanya ingin kau bicarakan semua nya di depan kami.” Sial, aku ingin menonjok muka Baekhyun sekarang. Tapi dia malah memelukku sambil terus tertawa, “bukankah aku sudah cocok jadi sutradara?”

“Brengsek kau kak!” Aku membeo, tapi mereka malah ikut tertawa. Kemudian Eomma menatap Minho dan yang lain, “kalian tidak perlu menjadi anak yang manis jika penuh dengan kemunafikan. Kalian memang nakal, tapi justru itu yang membuat kalian apa adanya. Jiyeon beruntung memiliki kalian.”

Eomma… aku sayang pada mu. Sulli dan Krystal juga tampaknya ikut terbawa suasana, mereka mengeluarkan air mata walau hanya sedikit. Kemudian aku menjadi panik saat Appa menunjuk Minho tepat didepan wajahnya, “kau! Harus bertunangan dengan putri ku.”

Aku shock, Minho juga. Dia malah membuka mulutnya lebar-lebar dan matanya makin membesar. Tapi dia tetap terliha tampan, Baekhyun merangkul pundakku sambil kedua alisnya naik-turun dengan cepat. Aku tertawa, aku tau dia sedang membanggakan diri. “Gomawo..”

.
.
.
.
.

“Minho… dulu aku dan Suzy duduk disitu.” Minho mengekori ku, kami sama-sama duduk dibangku aku dan Suzy dulu, masih ada tulisan tangan Suzy diatasnya.

Gambar love yang di dalamnya ada nama ku, Suzy, Sulli dan Krystal. Dibawahnya ada tulisan ‘true friends as true love.’ Aku ingat saat itu sedang mata pelajaran math, Suzy menguap berkali-kali karena memang si bodoh itu paling benci pelajaran tersebut. Dia diam-diam malah mencoret meja menggunakan spidol hitam, kemudian kena hukum karena ketahuan. Waktu disuruh hapus dia malah jawab, “itu buat kenang-kenangan saem, nanti juga kau akan ingat aku jika melihat tulisan itu,” jangan lupa dia menyelipkan godaan yang membuat seluruh murid berteriak “huuuuuu.” Aku dan Sulli saling pandang seolah saling lempar ‘sahabat mu tuh, –bukan, sahabat mu.’ Dia sahabat kami.

“Masa sekolah itu indah ya, aku rindu suara gaduh di kelas, aku juga ingin merasakan datang pagi hanya untuk menyalin contekan.”

Tak!

Aku menatap Minho sengit, tapi dia langsung mencium keningku setelah dia menyentilnya. Jadi aku tidak mungkin bisa marah, yang ada aku merasakan pipi ku memanas, “nakal, ayo kita pulang.” Dia tersenyum sambil menarikku keluar kelas. Well, ketika langkah kaki kami sudah menginjak parkiran sekolah. Aku menyempatkan diri menengok ke kaca kelas ku yang menghadap langsung ke parkiran, aku sempat tersentak saat melihat bayangan Suzy sedang berdiri memakai seragam, tangannya melambai dan dia tersenyum lebar. Aku tidak takut, malah bersyukur Suzy mau menampakkan diri. Aku ikut tersenyum lebar sambil melambai kearahnya, ketika sudah didalam mobil dan Minho bersiap menyalakan mesinnya, sekali lagi aku melihat keatas. Suzy masih disana, tersenyum dan tangannya terangkat memberi semangat. ‘Fighting..’ itu yang bisa aku baca ketika melihat gerak bibirnya. Aku memejamkan mata agar air mata ku tidak menetes, begitu aku membuka mata… Suzy sudah menghilang. “Kita cari cincin dulu ya,” kata Minho sebelum kami benar-benar pergi meninggalkan sekolah.

Suzy… semoga kau bahagia. Selamanya, kau adalah bagian dari kami.

                               School Life

Empat tahun kemudian….

“CHUKKAE!!!!”

“BERIKAN KAMI CHOI JUNIOR!”

“EROPA MENUNGGU.”

Aku tersenyum di sela ciuman kami setelah mengucapkan janji suci. Setelah acara pertunangan kami, Minho memutuskan mengambil S1 di Columbia University dan melanjutkan gelar master di Oxford University. Sementara aku hanya mengambil S1 di The University of Melbourne. Sementara Sulli dan yang lain lebih memilih mencari universitas di Korea. Walau berbeda kota, tapi setidaknya mereka bisa meluangkan waktu untuk sekedar bertemu.

Sementara aku dan Minho harus menunggu libur panjang baru bisa berkumpul. Menjalani long distance relationship itu tidak mudah, kami sering bertengkar karena alasan ‘jealous’ tapi kami bisa buktikan bahwa itu hanya sedikit cobaan yang nyatanya bisa kami lalui. Setelah lulus, Minho mengambil alih perusahaan yang sempat di pimpin Siwon, sementara Siwon mengurus resort milik keluarganya yang ada di kepulauan Karibia. Aku pernah diajak Minho kesana, dan aku benar-benar di buat kagum. Tempatnya sangat indah dan udaranya sangat hangat. Minho juga mengajakku menginap di Sandals resort, selain itu gratis karena milik keluarganya. Tempatnya juga sangat nyaman.

Aku dan Minho menyalami para tamu satu persatu, oh iya.. mengenai Taecyeon, virus AIDS ditubuhnya sudah bersih seratus persen. Dia juga memutuskan untuk mengadopsi anak, katanya sih ingin setia sama Suzy. Padahal, Sulli bilang mereka tidak punya hubungan apapun.

“Selamat bro!” Siwon memeluk Minho sambil memberikan sebuah pukulan main-main. “Semoga malam pertama mu menyenangkan,” aku berani bersumpah wajah ku pasti sangat merah sekarang, apalagi Minho terang-terangan menunjukkan seringainya. Dia itu tidak pernah berubah, tetap mesum. “Tentu kak, aku akan pastikan dia tidak bisa berjalan besok pagi.” Aku rasanya ingin menghilang dari sini, tapi Minho malah menarikku dan mencium ku di depan Siwon. Dia benar-benar tidak tau malu. Oh sial! Aku bisa mendengar suara siulan dari jauh, dan sumbernya tentu saja Taemin, Taecyeon dan Yoseop. Sulli dan Yoseop sudah menikah satu tahun yang lalu, dan kini Sulli sedang mengandung delapan bulan. Taemin sendiri baru tiga bulan yang lalu melamar Krystal. Aku senang semuanya sudah bahagia, kalau Suzy ada disini. Aku pasti sudah melihat bayi mungil di gendongannya, karena aku yakin dia paling cepat menikah diantara kami.

“Kau tidak sabar sekali, adik.”

“Kalau begitu kalian cepatlah pulang agar aku bisa menghabisinya sekarang.”

Plak!

“Sayang…” dia merengek karena bahunya aku pukul, sumpah aku malu sekali. Aku jadi membayangkan apa yang akan kami lakukan saat para tamu sudah pulang, aku jadi tidak ingin mereka pulang.

“Kalau begitu aku bisa membuat mereka pulang sekarang.”

“Kakak!” Itu Baekhyun, dia tampan sekali. Dia juga sudah menggandeng gadis cantik yang sialnya wajahnya sangat mirip dengan ku. Bedanya dia terlihat lebih muda, aku merasa wajah ku pasaran. “Chukkae eonni..” namanya Na Hyunjung, dia lebih muda satu tahun dari ku, sungguh dia sangat manis. “Gomawo Hyunjung-ah.” Kata ku sambil mencium pipi kanan dan kirinya, kemudian aku memeluk Baekhyun saat dia ikut memberikan ucapan selamat.

“Kak, sepertinya disini hanya kau yang melajang sampai tua.” Ledek Minho, sementara Siwon membenarkan dasinya main-main sambil menyisir rambutnya dengan jari, “aku hanya tidak ingin melukai gadis-gadis diluar sana kalau tau aku memiliki kekasih.” Baekhyun mencibir, “bilang saja tidak laku.”

Aku tertawa saat Siwon cemberut, hah… rasanya aku benar-benar senang sekarang. Semua masalah memang akan indah pada akhirnya, aku bersyukur memiliki mereka semua. Aku tidak tau bagaimana hidup ku tanpa mereka, aku juga bersyukur di pertemukan dengan Minho waktu itu. Jika kami tidak pernah bertemu, mungkin sekarang aku dan dia sedang berbahagia dengan orang lain. Itu cukup membuat ku tidak ingin membayangkannya lebih lanjut.

.
.
.
.
.
.
.
.

“Aku lelah sekali,” aku merebahkan diri ku setelah selesai mandi. Saat ini aku dan Minho berada dirumah kami, rumah yang sengaja kami rancang sebelum hari H. Tidak lama setelahnya Minho keluar dari kamar mandi, rambutnya basah dan dia terlihat keren. Dia hanya menggunakan handuk putih di pinggang, kemudian tatapannya berubah nakal begitu mata kami bertemu. Aku merinding, tapi aku merasa tergoda. Aku merasa milikku berkedut saat Minho perlahan mendekatkan dirinya.

“MINHOOO!!!!” Aku menjerit, sial. Untung disini hanya ada kami. Tapi Minho benar-benar keterlaluan, dia melempar handuknya hingga aku bisa melihat ada apa dibalik handuk itu. Aku menutup kedua mataku dengan kedua tanganku. Aku bisa merasakan napas hangat menyapu tengkuk ku, aku juga bisa merasakan sesuatu yang besar tengah menusuk ujung kewanitaan ku yang masih tertutupi kimono tipis. “Aku ingin anak pertama kita laki-laki.” Suara nafas Minho terasa berat, dia membuka paksa tangan ku agar aku bisa melihatnya, sungguh ini pemandangan yang sangat erotis.

Minho dengan tubuh naked nya menindih ku yang hanya mengenakan kimono tipis, kedua kaki ku berada di selangkangannya yang sialnya aku bisa merasakan sesuatu yang keras tengah menusuk-nusuk dikemaluanku. Minho mencium rahangku lalu beralih ke cuping telingaku, “kau siap?” Aku mengangguk tanpa ragu, kemudian Minho melepas kimono ku yang sialnya aku memang tidak memakai dalaman. Dia menyeringai mesum, “kau benar-benar menggiurkan sayang..”

Malam itu menjadi malam yang panjang dan panas, bahkan suara jangkrik kalah dengan suara erotis ku dan suara erangan nikmat kami berdua.

                               School Life

Negara Eropa adalah negara yang kami pilih untuk berbulan madu, selain tempatnya yang romantis, aku juga ingin sekali berlayar di sepanjang sungai seine bersama Minho. Aku juga ingin pergi ke Yunani dan Italia, Minho setuju saja asal dia bisa mendapat hadiah setiap malamnya. Dan aku tidak pernah merasa keberatan.

“Kau suka?” Bisik Minho, dia memelukku dari belakang sambil menikmati indahnya sungai seine, sesekali dia membenarkan anak rambut ku yang berantakan karena tertiup angin hanya untuk mencium tengkuk ku. “Suka sekali,” Minho mengeratkan kedua tangannya yang berada di perut ku, dinginnya angin malam tidak membuat ku merasa keberatan. Justru aku merasa di manjakan dengan keindahannya, aku juga bisa melihat indahnya menara Eifel pada malam hari, gemerlap cahaya membuat kota ini kian terasa manakjubkan. “Kalau begitu aku bisa mendapatkan hadiah ku malam ini?” Dia bertanya sambil mencuri kesempatan untuk mencium bibir ku dari samping, aku menoleh agar dia bisa lebih leluasa mencium ku, “tentu sayang..” dia menyeringai kemudian kembali mengeksploitasi bibir ku, ini moment romantis yang akan aku ceritakan ke anak ku kelak, aku juga ingin menceritakan semua pengalaman hidup kami agar menjadi suatu pelajaran untuknya.

Setelah puas mencium bibir ku, dia mengecup puncuk kepalaku singkat dan dia mengarahkan matanya keatas, menyuruh ku untuk mengikuti apa yang dia lihat. Aku di buat terkagum, ledakan kembang api yang menawan membuat aku sekali lagi merasa dimanjakan, Minho semakin mengeratkan pelukannya, aku menyender di dada bidangnya sambil kepalaku menoleh kesamping, dia menurunkan kepalanya dan ikut memiringkan kepalanya agar bisa bertemu dengan bibir ku. “Saranghae,” katanya, aku bisa merasakan bibirnya yang lembut saat dia berkata demikian, aku mengecupnya sekilas, tapi kami tidak ada niatan untuk menghapus jarak, bibir kami masih menempel, dan aku melakukan hal yang sama seperti apa yang dia lakukan, menggerakan bibir ini untuk menjawab kata cintanya, “aku juga mencintai mu.” Minho kembali mencium ku disertai suara ledakan kembang api yang lebih besar. Aku hanya berharap ada seorang photographer yang diam-diam sedang memotret kami.

Fin.

A/n: fuahhhh! Akhirnya kelar juga. Makasih banyak yah buat kalian yang udah support dengan kasih komentar, itu berharga banget loh buat gue. Tiap abis nge post pasti gue selalu ngecek wp tiap jam cuma buat liat komen dari kalian. Walau banyak banget siders, kecewa sih. Tapi biarin aja deh, doain aja semoga mereka cepet tobat. Untuk next project ditunggu aja ya, jujur ya.. gue selama ini ngetik di hp. Makanya kerasa banget capenya, dan kecewa banget karena banyak siders. Padahal gue tau perjuangan ngetik di hp itu engga gampang, salahkan laptop gue yang masih belum dibawa kedokter😂 emang gue nya aja yg males, akhirnya tuh laptop sampe nempel sama debu. Wkwkwk kepanjangan ya? Yaudah deh cukup. Sekali lagi makasih yah, love love buat kalian;*

Satu lagi, kata temen gue hidup itu engga semulus kaki jiyeon XD. Dia bukan fansnya jiyeon, cuma korban kegilaan gue kalo lagi bahas jiyeon. Pis brother!✌

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Epilog.

19 tahun kemudian…

Jimin pov.

Hai namaku Choi Jimin, aku anak laki-laki dari pasangan Choi Minho dan Park Jiyeon. Usia ku tujuh belas tahun lewat sepuluh bulan. Menurut ku mereka adalah orang tua yang luar biasa. Mereka selalu membuat ku iri jika sedang berdua, aku bahkan merasa dilupakan. Tapi aku tidak pernah menyesal lahir di keluarga ini, aku juga punya adik perempuan berusia lima belas tahun, namanya Choi Minji, dan dia mirip sekali dengam Eomma.

Kalian mau tau apa yang sedang aku dan Minji rencanakan? Sekedar informasi, hari ini adalah hari pernikahan orang tua ku yang ke sembilan belas tahun, banyak sekali yang terjadi. Termasuk pertengkaran-pertengkaran kecil, tapi itu tidak akan berlangsung lama. Mereka akan mesra kembali dan aku bisa melihat senyum Eomma lagi setiap pagi, Appa ku itu sangat romantis. Dia selalu memberikan bunga daisy putih di balik piring Eomma, lalu Eomma akan memberikan Appa ciuman selamat pagi, dan mereka akan minta maaf setelah aku pura-pura batuk. Bukan ingin merusak suasana, tapi mereka kadang suka kelewatan jika tidak cepat di hentikan. Minji malah akan memarahi ku, dia yang paling semangat kalau mereka tengah lovey dovey.

Ini masih pagi, masih jam delapan lebih sepuluh menit, aku dan Minji sudah selesai membereskan rumah kami yang emmm, lumayan besar. Bukannya sombong, tapi rumah ku memang besar. Eomma sengaja tidak memakai jasa pelayan semenjak aku berumur tujuh tahun. Eomma bilang dia bisa mengurus sendiri, selain itu Appa juga bisa leluasa bermesraan dengan Eomma tanpa takut dilihat orang lain. Tentu saja aku dan Minji bukan orang lain, kami anak mereka.

“Oppaaaa mereka sudah datang.” Teriak Minji, aku memberikan gestur tubuh supaya tidak berisik, aku tidak mau Eomma dan Appa bangun. Ini kejutan untuk mereka, setelah aku melihat ke ruang tamu. Semua sudah berkumpul, ada Yoseop Ahjussi dan Sulli Ahjumma bersama Yang Seoli nuna, umurnya satu tahun lebih tua dari ku. Kemudian ada Taemin Ahjussi dan Krystal Ahjumma bersama anak kembar mereka, Lee Taeji dan Lee Taejon, usianya sama dengan Minji. Dan Taeji suka sekali menggoda Minji, Minji nya juga malah malu-malu. Kemudian ada Taecyeon Ahjussi yang masih setia melajang dengan anak nya Ok Suzy nuna, katanya nama itu adalah nama orang yang sangat berharga bagi mereka. Sayang Siwon Ahjussi, Baekhyun Ahjussi dan Hyunjung Ahjumma tidak ikut. Mereka sedang berada di luar negri.

“Aku sudah bawa pompom,” kata Sulli Ahjumma, dia sangat antusias ketika aku bilang ingin memberikan kejutan untuk Eomma dan Appa. “Aku juga bawa kue ini.” Perhatian kami teralih kearah kue dengan gambar muka Eomma dan Appa di atasnya yang di bawa Krystal Ahjumma. Aku dan Minji juga sudah menyiapkan banyak makanan untuk kita. Eomma yang mengajari kami memasak.

“Kalau begitu ayo kita kasih kejutan sekarang.”

….

Kami sudah berada di depan pintu kamar utama, aku sudah siap dengan terompet di tangan, dan yang lain juga sudah siap dengan pompom yang Sulli Ahjumma bawa, dan kue yang dibawa Krystal Ahjumma kini sudah dipegang Minji. Aku beruntung mereka tidak mengunci pintu, dasar ceroboh.

“SURPRI–oow..

BRAK!

Sumpah, mereka memalukan. Wajah kami merah semua, dan kami buru-buru lari menuruni tangga setelah membanting pintu. Aku dan Minji dalam masalah besar, aku masih tidak bisa menghilangkan bayangan apa yang aku lihat tadi. Aku berani bersumpah, tadi Appa sedang berada di atas Eomma tanpa sehelai baju pun, dan mereka sangat erotis. Mereka itu sudah tua! Tapi kenapa kelakuannya seperti anak muda sih.

….

Suasana ruang tamu mendadak hening saat Appa dengan santainya menggandeng Eomma sambil menuruni tangga, mereka sudah berpakaian rapih. Tapi wajah mereka terlihat biasa saja seakan tidak ada yang terjadi, padahal wajah kami semua sudah memerah. Minji juga tidak berani mengangkat wajahnya, dia ketakutan.

“Jimin, Minji.. setelah ini aku ingin bicara dengan kalian.” Tuhkan kami dalam masalah.

“Halo semua,” sapa Eomma, dia cantik sekali hari ini. Appa duduk disamping Eomma tanpa mau melepaskan tangannya dari pinggang Eomma, dia benar-benar posesif.

“Hay Jiyeon.” Aku ingin sekali tertawa melihat Krystal Ahjumma yang mendadak kikuk, tapi aku harus tahan jika tidak ingin dapat masalah.

“Jadi kenapa kalian disini?” Tanya Appa, semuanya malah saling tatap, aku jadi gemas. Tiba-tiba aku memberi kode lewat mata jika katakan saja tujuan kami yang sebenarnya.

“SURPRISE!!! SELAMAT TANGGAL 18 AGUSTUS!!!”

“Terimakasih, tapi kalian sungguh datang di waktu yang tidak tepat.” Skak.

Appa mencium bibir Eomma di depan kami. Harap di catat, DIDEPAN KAMI SEMUA! “Selamat tanggal 18, sayang,” Appa berbisik tanpa malu, dan Eomma membalas mencium bibir Appa, “selamat tanggal 18, yeobo.” Kubur saja aku ke rawa-rawa.

AKU GEREGETAN MELIHAT KELAKUAN MEREKA! harusnya mereka sadar jika mereka sudah tua. Tapi sepertinya hal itu bukan masalah lagi bagi para Ahjumma dan Ahjussi, Eomma dan Appa juga sudah mulai berbincang membahas topik orang dewasa. Aku dan Minji sih wajah nya sudah merah bukan main, badan kami lemas. Apalagi melihat ekspresi, Seoli nuna, Taeji, Taejon dan Suzy nuna yang tampak shock seperti abis melihat hantu. Wajah mereka juga sangat merah.

Yah, begitulah kehidupan keluarga ku yang tidak pernah normal. Tapi aku beruntung karena memiliki orang tua seperti mereka.

Choi Minho dan Park Jiyeon. Mereka adalah pahlawan bagi ku dan Minji.

Eomma, Appa… saranghae.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

33 thoughts on “12. School Life (New Vers) END

  1. Wuah jadi appa jiyeon marah marah hanya drama toh:D
    Ceritanya kyeopta:D
    Aduh gemesin banget lihat minji couple:D
    Wah suzy nunjukin dirik ke jiyeon:3
    Setia banget taecyeon ke suzy..
    Akhirnya minho dan jiyeon menikah:D
    Kelakuan mereka semua gak ada yang berubah yah:D
    Minho mah sifat mesum dan posesif mu itu loh:3
    Aigoo salah moment ternyata pasti muka anak minho dan jiyeon merah banget:D
    Lihat kelakuan orang tuanya pada begitu:D
    Makasih udah nulis ff minj:D makasih juga udah rela ngetik lewat hp demi Ff minji ini:D
    Pokoknya dtunggu selalu tulisan” muu apalagi tentang Minji Fighting&Hwaiting!!!!!

  2. woahh daebak.daebak.daebak …
    kenapa satu tahun dlu baru sadar appa nya jiyeon heh kesel juga sih tp gpp dr pd gk sadar2
    disaat mereka ngelindungi jiyeon nampak bgt persahabatannya kuat jd pengen jg sumpahh
    huh suzy nampakin diri k jiyeon aku merinding soalnya ngebaca ni jam 2 pagi wkwk
    kerenn bgt deh , surprise nya malah kebalikk wkwk
    ahh ending yaaa ;(
    keren saeng ff kamu … 😉
    untuk ff yg belum diselesaikan masih dtunggu loh , jgn lupa yaa hehe
    fighting

  3. Yaaaahh dah end..;(. Happy end semua nya.tpi kurang,ga ada susy,,ahh susy sudah bahagia disana, dah deg ” aja tkut appa jiyeon maksa lagi,,ehh ternyata itu sandiwara nya baekhyun.chukkae y baekhyun dapetin na hyun jung ,,jaman jiyi masih imut” nya,*sekarang jiyi juga masih imut cuma+ sexy* hehee,,aisshh minho kau membuat contoh ga baik buat anak” mu,gimana kalau jimin,minji ketularan mesum.seperti jiyeon yang ketularan mesum oleh mu,,, semangat thor untuk tetap berkarya,,siders?? Hhmm .buang aja kelaut :v, ditunggu karya ” lain nya ,,

  4. Jimin minji dan yg lainnya gak malu,cuman malu-maluin 😀 😀 😀 pasangan lovey dovey minho jiyeon cuek aja hahaha.
    Sadar juga appa’y jiyeon,sukur sayang suzy gak ada tapi tetap di kenang
    🙂

  5. What what what the hell, udah tamat aja yaaaa…
    Gila, baekhyun gak bisa move on dari jiyeon wkwkwk
    Ih, bangga banget punya taecyeon, setia cuyyy..
    Heol~ gimana rasanya ya punya eomma dan appa kayak minho and jiyeon, pasti sesuatu banget..
    Next story eonni tunggu yaa..
    Tetap semangat, fighting ^^

  6. Daebak 😀
    Akhirnya Happy Ending jga 🙂
    Minho sma Jiyeon g bosen2 nya padahal udah 19 Thn nikah 😀
    sumpah ngakak bnget yg mau ngasih Suprise malah mereka yg jadi terkejutnya 😀
    ditunggu ff jiyeon lainnya 🙂

  7. wuah jadi taecyeon sembuh dan tetap melajang..
    nah minho kalau udah nikah boleh deh mesum terus ama jiyeon..

    hahaha epilognya ngakak,sumpah q yg baca aja merasakan apa yg dirasakan jimin dan minji,aigoo nasib2 punya keluarga yg gak normal.tapi beruntung punya berjuta kasih sayang..

  8. Wah syukurlah baekki bnt lurusin smuax.. keunde mrinding wkt bc suzy mnampakkan diri ke jiyi andai mrk smua utuh ya.. kekekek.. omo minji bnr2 romantis minho yadongx ga ktlngan.. wkwkwk jimin sm minji spechless krn org tua mrk haahahaha ngakak.. next dong minji lg

  9. Happily ever afterrrr… yeayy..
    ak suka banget endingnya.
    ak kira appa jiyeon masih kekeh bawa jiyeon pergi.
    Dan bag epilog nya. Hahahak
    kebayang gak sih.. bkin surprise tp malah kaget sendiri.
    anw.. ditunggu ff nya yg lain thor.
    fighting

  10. Aaa kok udahan ff ini 😥 . Dan yeahh happy ending :3 . Minho dan Jiyeon yang tetep mesra sampe tua punya dua anak . Ditunggu fanfiction lainnya, kalo bisa secepatnya heheh :D. Fighting author! 🙂

  11. kenapa NC nya gak dilanjutin saeng?? wkwkwk
    haha mereka gak tau malu udah tua..tp tetep aja masih bisa begituan ><
    nice keluarga bahagia ^^
    next ff MinJi nya 🙂

  12. Woah… Daebak👏👏 Hahaha dasar pasangan ajaib 😂😂 Ga malu walaupun udah kepergok sama anaknya dan temen-temennya melakkukan *hmmm* dan malah nunjukkin kemesraan mereka dibanyak orang #hahaha bener-bener pasangan ajaib bin aneh *peace*

  13. Omooona.
    Persahabtan.a sangat memotivasi gw, tp sumpah gw gx bisa ngebayangin adegan yg ada di itu epilog itu minho sm jiyeon ceroboh matlah pintu gx di kunci.
    Good ff eonni ditunggu karyamu selanjut.a

  14. huaaaa daebakk akhirnya tamat sudah ini ff 🙂
    cerita nya kerenn, banyak pelajaran yg bisa diambil.
    akhirnya semua nya berakhir bahagia 🙂
    chukkaee..
    jiyi sama minho masih bisa masang muka biasa2 aja padahal sempet dilihat semua org pas dikamar ckckck 😀

  15. orang tua mesum!! hahahaha :v jiyeon minho xD
    seandainya suzy masih ada dia paling semangat tuh tapi….. :3 ditunggu next ff yg lain thor

  16. yeay happy ending.kasian jimin donk tiap hari liat appa sama ommanya lovey dovey kkkkkk.
    ceritanya seru n keren.di tunggu new project ff jiyeon yg lain,fighting

  17. Rencana baekhyun emangt TOP dah bikin org spot jantung..bangga ama abang taec setiax itu coy patut dibangga’n.
    Gak kebayang kalau aku jd jimin n minji..hahahaha.keluarga choi emang paling beda.wkwkwk.
    Ditunggu ya ff berchapt yg baru.

  18. 👏👏 buat Author yg semangat banget ngetik di hp 💪👌smpe ceritanya End 👍

    Akhirny happy end cerita mereka 👏, wlpun masa remaja pada nakal semua, tp mereka mau berubah dan akhirny hidup normal… Yg penting jangan ditularin ke anak” ny ajha yaa, terUtama minji couple 😥 tpi kykny anak mereka Jimin&Minji bisa tercemar nih sama kelakuan ortuny 😩 tpi sejauh minji couple bisa ngedidik anakny dengan baik mah it’s ok ajha 😜

    Next story ny minji couple lgi ya ✌

  19. ya ampun eonni ko udah end aja sih….
    keren banget happy ending…..
    minho oppa sama jiyi eonni romantisnya parah banget wkwkwk…
    keren banget, ditunggu ff selanjutnya…

  20. sabar ya anak2 minho sama jiyeon,, mohon maklum dengan kelakuan orang tua kalian,, apalagi pasti yg muali si minho kan,,

  21. Yaahh udah end aja wkwk wadu aku telaaat DX heuheu udah takut kirain bakal dipisahin minji nya.. Etaunya cuma rencana bekyun… Wkwk hamdalah :”D sedih ih suzy nyaa huhuhu :” taecyeonnya juga setia banget.. Keren lah dari badboy yg main cewe sana sini jadi setia gitu wkwk haa minji lahaula yadong banget wkwk ampe ketauan anak dan teman2 juga masih adem ayem aja wkwk.. Atau jangan2 mereka sebelum turun udah panik2 dulu di kamar.. Terus langsung sok cool di luar/? Wkwk sequel thor sequel XD

    Semangat terus yaa thor.. Kalo buat yg soal siders.. Bukannya ngebelain tapi anggep aja siders itu likers.. Kalo dari chapter ke chapter sidersnya tetep banyak berarti mereka suka cerita author wkwk.. Ini mah biar authornya ngga terlalu sedih gara2 sider aja sih :”D

  22. Wkwkwkww epilog nya bikin aku senyum2 sendiri dan bikin ngakak juga sih
    Hahahaaa mereka dtg di saat yg sangat2 tidak tepat
    Tp chingu aku koq jd kepo ya sama jimin dan minji yg bakal kena omel appa eomma nya

    Seneng mereka semua akhirnya happy ending juga yaa walaupun kurang suzy sih

    Itu pas minji ke sekolah lamanya dan jiyeon liat bayangan suzy jujur aja aku malah terharu

    Aku suka sama ending nya chingu ^^

  23. Hanya bisa minta maaf karena ngk coment di part sebelum”a dan bahkan ngk coment di SL yg versi lama karena ngejar waktu buat nyeselein FF ini

    FF’a keren dan bener” persahabatan yg luar biasa erat walau mereka semua “rusak” tapi mereka tetap menjunjung tinggi persahabatan ada suka dan duka’a dan permasalahan yg dihadapi bener” beda jika dibandingkan dengan cerita yg ada persahabatan’a jadi inti’a ini FF bener” mengajarkan kita walau kita “rusak” tapi jangan pernah melupakan sahabat

  24. Kyaaa keren,,,
    Happy ending dah,,
    Bisa luluh juga Appa jiyi, berkat Baekki tentunya.
    Kelakuan minji masih sama aja hahaha
    bikin yg mau kasih surprise malah shock sendiri hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s