Posted in School Life

11. School Life (New Vers)

image

Story by @siskameliaaa
Pairing: Park Jiyeon&Choi Minho and others pairing.
Genre: friendship, school life, drama, sad
Type: MC (Multi Chapter)
Warning: typo(s), abal, OOC, gajenes, dll.

                        Rated M (for save)

                             School Life

1 tahun kemudian….

Jiyeon pov.

Satu tahun bukan waktu yang singkat untuk ku terus terperangkap dalam jerusi besi, jangan salah persepsi. Jeruji besi yang aku maksud disini bukanlah sesuatu yang berbau kriminal, itu hanya hal tabu yang aku jadikan perumpamaan. Kalian harus tau rasanya hidup bebas yang serasa seperti di penjara. Hidup ku tidak pernah bebas semenjak aku pindah ke Los Angeles. Well, menurut ku LA bukanlah tempat yang buruk, tapi aku lebih suka kampung halaman. Bisa kalian bayangkan hidup dikelilingi pria bertubuh besar? Tanpa alat elektronik; handphone, laptop, tablet dan sejenisnya.

Itu hal konyol, Appa melakukan itu agar aku tidak bisa menghubungi Sulli, Suzy dan Krystal. Oh my.. apa kabar mereka? Aku tidak sanggup jika harus bertemu mereka kembali. Apa aku pantas? Dan nyatanya aku menghabiskan hidup yang sia-sia selama di LA. Aku merasa seperti pecundang, tidak punya tujuan hidup. Satu-satunya yang menjadi tujuan hidupku adalah; bertemu ketiga sahabat ku yang sangat aku sayangi. Tidak pernah sedetik pun untuk aku tidak memikirkan mereka. Mungkin berlebihan, tidak setiap detik juga sih.. paling tidak setiap ada kesempatan.

Pernah sewaktu-waktu aku berniat mengirim surat untuk mereka, tapi entah bagaimana caranya Appa bisa tau, dan surat ku berakhir menjadi butiran debu berbau hangus. Satu tahun yang lalu, bukan hanya aku dan Baekhyun yang pindah. Tapi kedua orang tua ku juga ikut, dan aku benci mengakuinya.

Saat pertama kali menginjakan kaki di LA aku merasa nyawa ku tertinggal di Seoul, aku benar-benar merasa seperti raga tidak bernyawa. Aku juga tidak ingin berbicara dengan siapapun termasuk Baekhyun, dia brengsek. Setidaknya itu yang dulu aku pikirkan, dia bilang dia menyayangiku. Tapi, dia justru tidak bereaksi apapun saat aku dipaksa –diseret pergi. Sebulan setelahnya aku baru tau alasan Baekhyun hanya diam, Baekhyun mendapat ultimatum. Saat aku sudah di kamar, Baekhyun bertengkar dengan Appa. Kemudian Appa mengungkit kasus tiga tahun yang lalu, Appa mengancam akan menyeret Baekhyun ke penjara secara suka rela jika dia tidak mau menurut.

Kejam.

Tapi Appa tidak pernah tau bahwa kami berdua diam-diam merencanakan sebuah pelarian diri. Tidak, hanya aku.. dan Baekhyun bertugas membantu.

Dan disinilah aku, dikampung halaman. Menghirup udara segar Seoul, menyaksikan para murid berpakaian rapih untuk acara graduation. Aku sedih melihat mereka yang berlalu lalang untuk memasuki aula, mereka sangat antusias dan bahagia. Aku ingin menjadi bagian dari mereka –lagi, sayangnya aku harus menerima sertifikat kelulusan dari sekolah yang berbeda. Aku sengaja memakai masker dan pakaian tertutup, cukup jelas jika aku tidak ingin ada seorang pun yang mengenali. Anggap aku pengecut, aku hanya ingin melihat Suzy dan Sulli. Setelah ini, aku akan mengunjungi Krystal.

Didalam aula masih acara basi basi, maka aku putuskan untuk mengunjungi taman. Aku mengelus bangku taman yang nampak basah, sepertinya semalam hujan lebat. Bahkan aku bisa mencium harum tanah yang lembab. Dulu, aku, Sulli dan Suzy sering menghabiskan waktu disini. Kami sering membicarakan orang –bergosip. Kadang-kadang Taecyeon akan merecok dan mengajak aku untuk tidur dengannya, lalu Taemin akan mendengus dan menghina bentuk tubuh ku. Mereka…apa kabar?

Aku menangis saat melihat bayangan kami yang samar-samar terlihat sedang bercanda, di bangku taman, dibawah pohon besar, dan tiupan angin sejuk.

“Nan bogoshipo~”

Ya, angin… tolong bawa lirihan ku hingga bisa terdengar ketelinga mereka. Ketelinga orang-orang yang aku rindukan.

Aku buka sedikit pintu aula, didalam sangat ramai. Beruntung, ini puncak acara. Salah satu murid dipanggil kedepan untuk diberikan sebuah mendali untuk kenang-kenangan. Masih ada dua kelas lagi sebelum kelas ku yang di panggil.

Begitu kelas ku di sebut, jantung ku serasa diremas.

Mereka dipanggil menurut absen, aku ingat sekali. Dulu, aku selalu bilang pada Sulli dan Suzy, “saat graduation nanti, aku ingin mengabadikannya untuk kenang-kenangan.”

Maka yang aku lakukan sekarang bersiap-siap dengan kamera di tangan ku untuk merekam mereka, aku sangat berterimakasih pada Baekhyun yang memberikan aku handphone sebelum aku kabur ke Seoul. Dia kakak ku yang paling baik.

“Bae Suzy,”

Aku merasakan euforia di dada, seperti banyak kembang api yang menyala-nyala. Aku sudah mengembangkan senyum ku untuk melihat sahabat ku itu, yang terjadi selanjutnya justru membuat ku merinding. Aku tidak melihat sosok Suzy, yang ada hanya lantunan musik duka cita. Ditambah lampu menjadi padam, dan semua murid memegang lilin.

Perasaan ku tidak enak, dimana Suzy? Semua terasa aneh. Aku menghibur diri, mungkin Suzy adalah sosok tahun ini. Sosok yang menjadi teladan. Tapi sungguh, aku tidak percaya jika wanita urakan seperti Suzy menjadi teladan.

Layar LED menampilkan gambar wajah Suzy, dia cantik sekali. Aku tidak sabar untuk memeluknya. Tapi, mata ku terfokus dengan dua kata, dua kata yang menjungkir balikan dunia ku dalam sekejap.

In memoriam.

In memoriam.

In memoriam.

Otak ku terus mengulang.. apa? Apa maksudnya? Tangan ku lemas, dan aku merasakan sesuatu menetes di pipi ku.

“Tidak mungkin…” aku bergumam, rasanya sesuatu akan meledak jika aku tetap bungkam. Suara lagu duka cita yang kian khidmat membuat ku semakin merasa di ambang kehancuran. Kenapa? Kenapa Suzy? Apa yang terjadi? Katakan semua bohong, katakan aku hanya mimpi.

Ini hanya bagian dari mimpi burukku. Biarkan aku bangun sekarang, dan biarkan aku bertemu Suzy, aku rindu candaannya.

“Aww..” nyatanya aku bisa merasakan sakit saat aku mencubit kulit tangan ku.

Aku mengisak dalam diam.

Aku masih tidak tau apa yang terjadi.

Suzy ku, wanita jalang ku. Dimana aku saat kau susah? Kemudian memori saat terakhir kami bertemu membuat tangis ku kian pecah. Suzy dalam masalah besar, dia sedang berada di titik kesengsaraan. Dimana akulah yang menyebabkan, setelahnya aku tidak tau apa yang dia lakukan. Bagaimana pandangan orang-orang terhadapnya.

Suzy ku yang malang, aku ingin merengkuh tubuh mu dan menjadi tameng mu dari orang-orang yang berani mengucilkan mu. Pada akhirnya, akulah si brengsek yang meninggalkan mu.

“Selamanya, Bae Suzy adalah bagian dari kita semua.”

Semua kembali normal, lampu kembali menyala dan pembawa acara kembali memanggil satu persatu para murid.

Aku masih terdiam dan tidak bisa berhenti menangis. Sekuat apapun aku menutup mulut, suara tangisku bisa terdengar walau seperti cicitan tikus. Aku ingin beranjak, tapi badan ku terasa kaku.

“Choi Sulli.”

Aku menutup mata ku erat saat nama Sulli disebut, tapi suara tepukan tangan yang meriah membuat mata berat ku terbuka. Samar, karena air mata menutupi iris ku.

Dia benar-benar Choi Sulli, tersenyum tipis saat dikalungi mendali. Dia cantik, aku merindukannya. Aku tersenyum, tapi senyumku kembali berubah jadi tangisan saat Suzy kembali memenuhi pikiran.

Aku tersentak, Sulli melihat kearah ku. Dia melihat ku, dan dia juga ikut tersentak. Aku tidak berani menemuinya, setelah apa yang terjadi. Aku merasa tidak pantas berada disini. Maka yang aku lakukan selanjutnya pergi dari sini, aku ingin pergi sejauh mungkin.

Sepanjang perjalanan keluar aku terus terisak, semua yang aku lewati semakin membuat ku kian terpuruk. Semua memori ku bersama Suzy seakan merekat erat.

“PARK JIYEON!!”

Aku berhenti, tidak berpikir jika Sulli akan mengejar. Tapi aku enggan untuk berbalik, saat aku merasakan tangan dingin menyentuh bahu ku… aku merasa bulu ku meremang, Sulli menarik kasar bahu ku agar menghadap kearahnya.

PLAK!

Ini yang pantas aku dapatkan.

“Apa yang kau lakukan disini? Kau masih berani muncul setelah apa yang kau lakukan?” Makinya, aku merasa terpojok, dan tidak ada yang bisa aku lakukan selain kembali menangis.

“Sahabat macam apa kau? Kau tega sekali membuat kami menunggu dan hampir gila karena merindukan mu.”

Sahabat macam apa aku?

Tunggu… merindukan ku?

Sebelum aku menjawab pertanyaannya, Sulli sudah memelukku sangat erat. Ia menangis keras, melihat Sulli seperti ini aku juga ikut menangis.. tanganku ragu-ragu untuk membalas pelukannya.

Aku berhasil mengalahkan ego ku, aku membalas pelukan Sulli tidak kalah eratnya. Kami saling memeluk erat disertai tangis memilukan.

Semua meluap begitu saja.

.
.
.
.
.
.
.
.

Disinilah aku dan Sulli, duduk di bangku taman tempat kenangan kami. Kami saling diam, suasana canggung menyelimuti. Aku rasanya ingin memaki diri dan berteriak ‘ada apa dengan ku? Dia Sulli sahabat ku, bukan orang lain.’ Berpisah selama satu tahun membuat kami merasa asing sesaat. “Banyak yang terjadi setelah kau pergi,” lirih Sulli, aku berani bersumpah jika Sulli tersenyum. Dia seperti tidak memiliki beban apapun. “Maafkan aku.”

Dia menggeleng keras, kemudian tangannya meremas tangan ku. “Tidak ada yang perlu di maafkan, justru kami semua menghawatirkan keadaan mu.”

“Suzy yang paling terpukul saat tau kau pergi.”

Oh Tuhan, aku ingin memeluk Suzy.

“Suzy… apa yang terjadi?”

Aku melihat Sulli seperti menimbang sesuatu, “aku sudah bilang jika banyak hal yang terjadi selama kau pergi. Termasuk Suzy.”

Kemudian aku merasa bersalah karena pergi meninggalkan mereka semua, “demi Tuhan kami tidak menyalahkan mu.” Sulli kembali meyakinkan. “Apa yang terjadi setelah aku pergi?”

“Terlalu panjang untuk diceritakan, intinya semua berubah.”

“Aku tidak bisa bayangkan bagaimana kehidupan Suzy setelah kejadian di pesta, dan bagaimana keadaan mu setelahnya?”

Sulli menghela napas sejenak, kemudian kepalanya mendongak menatap langit, “Suzy di bully satu sekolah,” aku tidak terkejut, tapi aku merasa sakit mendengarnya. “Kemudian Taecyeon datang seperti super hero, Taemin ikut membela. Suzy tidak pernah menyalahkan mu, dia menjadi wanita yang kuat karena ingin membuat mu bangga pada nya.” Aku bangga pada mu.

“Aku tidak tau bagaimana ceritanya Suzy dan Taecyeon menjadi semakin dekat. Sampai empat bulan setelahnya, kami tau jika Taecyeon terkena AIDS.”

“A..apa?”

“Taecyeon sudah lama terkena AIDS, tapi dia selalu menutupinya. Saat itu Suzy selalu menemani Taecyeon, hingga Suzy tertular AIDS saat darah Taecyeon mengenai kulit nya.”

Oh Tuhan… aku tidak sanggup membayangkannya. Aku tau jika AIDS tidak akan menular selama kita tidak terkena darah, atau minum di satu sedotan. Dan aku tau, yang tertular akan lebih dulu meninggal ketimbang yang menularkan.

“Sebulan yang lalu Suzy meninggal, tapi Taecyeon masih tetap bertahan. Saat ini, dia sedang berjuang untuk membersihkan virus AIDS dalam tubuhnya. Suzy tidak ingin kami menyalahkan Taecyeon, dia menyuruh kami untuk tetap mensupport Taecyeon.”

Suzy…. aku rindu panggilan ‘honey’ keluar dari mulut mu.

“Bagaimana dengan mu? Krystal?” Cicit ku, aku bertanya sambil kembali mengisak. Tentu saja masker sudah lepas dari mulut ku sejak tadi. “Pada akhirnya, aku memutuskan untuk bertunangan dengan Yoseop.” Aku memandangnya seolah bertanya apa yang membuatnya melakukan itu, “dia pria yang baik. Dia yang selalu menemani ku saat menjalani rehab, dia juga yang membuat Appa ku menyadari kesalahan yang dia lakukan.”

“Sulli…” aku mendekap Sulli erat, aku tidak pernah membayangkan ini semua akan terjadi. Yang aku pikirkan, kami akan hidup bersama-sama sampai tua setelah semua masalah selesai. Tapi, dunia menjungkirbalikkan keadaan. Semua mendapat balasan yang setimpal. Hukum karma sedang berbicara.

Tidak selamanya semua berakhir happy ending, “dan Krystal, dia tidak berubah setelah kau pergi. Hanya saja, dia sudah bahagia bersama Taemin.”

Taemin? Sulli terkekeh geli saat melihat reaksi ku yang berlebih, “sudah ku bilang, banyak hal yang terjadi.”

“Sul –Jiyeon?” Aku mendongak, menatap kesumber suara. Disana ada Taemin dan Taecyeon, emosi ku mendadak meluap. Melihat Taecyeon membuat ku teringat Suzy. Tapi Suzy benar, aku tidak bisa menyalahkan Taecyeon. Aku ingin sekali menghindarinya untuk sementara, bukan karena aku takut tertular. Faktanya, para penderita AIDS tidaklah berbahaya selama kita tau porsinya. Tapi Taecyeon orang yang menjadi pelindung Suzy selama aku pergi, dan aku tidak bisa menutupi kenyataan tersebut.

“Kau benar Park Jiyeon?” Taecyeon melangkah maju diikuti Taemin, iringan langkah mereka terasa lambat karena mereka seperti tidak percaya dan terus meneliti wajah ku. Jatuhnya daun kering karena tiupan angin lembut membuat lagu after a long time milik Jo Eun melintas di otak.

“Apa kabar?” Taemin memulai sapa, aku hanya tersenyum samar. Tidak ingin bicara karena suaraku pasti sangat jelek, dan aku yakin wajah ku terlihat ancur setelah menangis cukup lama. “Rasanya aneh melihat kau ada disini,” aku merasa tidak diharapkan.

Taecyeon menyikut main-main Taemin, “ah maksudku, setelah Minho menunjukkan surat dari mu. Kami merasa semua tidak lagi sama. Dan tiba-tiba kau ada disini, di depan mata kami. Dan sosok mu benar-benar nyata.”

“Surat?”

“Ya, surat yang kau berikan pada Minho.”

Aku ingat, saat itu aku menulis surat yang aku sendiri tidak tau akan aku berikan ke siapa surat itu. Kemudian Minho datang, mengejar ku dan mencegah ku untuk pergi. Semua terasa sia-sia, maka aku membuka jendela diam-diam untuk menerbangkan surat itu, aku berharap Minho menemukannya. Dan harapan ku terkabul.

“Mau bertemu Krystal?” Tiba-tiba Sulli membuat ku tersentak, aku tau dia berusaha mengalihkan pembicaraan, Krystal.. aku juga merindukan gadis itu, “tentu, tapi aku ingin bertemu Suzy.” Taecyeon dan Taemin mendadak kaku mendengar jawabanku.

“Aku ingin tau dimana dia di kubur.” Ralatku, dan dua pria itu seperti bernapas lega.

“Dia tidak dikubur, kami mengkremasi dan membuang abu nya ke sisi pantai tempat kita pertama kali menjadi sangat dekat.” Aku semakin ingin memeluk Suzy.

“Bisa kita kesana sekarang?”

“Tentu, aku akan mengirim pesan untuk Krystal, Yosep dan Minho untuk menyusul.”

Minho?

                                 School Life

Kadang aku memuji kepintaran Suzy, dia pandai memilih tempat untuk peristirahatan terakhir. Disini sangat sejuk, aku dapat merasakan suara deburan ombak disertai hembusan angin segar. Kau senang disini? Apa kabar mu? Merindukan ku?

“BAE SUZY!!! AKU MEMBAWA JIYEON KESINI! APA KAU SENANG?”

Suara deburan ombak seolah menjawab teriakan Sulli, kau senang? Tapi aku tidak. Aku sangat sedih sekarang, yang aku inginkan bukan suara ombak, tapi aku ingin suara cempreng mu yang menjawab teriakan kami.

“CHAGIYA!!!”

Samar-samar suara teriakannya terdengar, dan aku tidak bisa menahan diri untuk tidak kembali menangis.

“HEY JALANG!! AYO PELUK AKU! AKU JUGA MERINDUKAN MU.”

“Yaa! Park Jiyeon.”

“PANGGIL NAMA KU BAE SUZY!”

“Sini aku cium.”

“KAU BENAR-BENAR JALANG!”

“Ommo, honey… ayo kita bersenang-senang.”

“Aku…eunggg..merindukan mu..”

Suara ku hampir habis setelah berteriak, Sulli kembali memelukku erat, dan kami berdua kembali terisak. Taemin dan Taecyeon hanya bisa mengelus bahu kami untuk menenangkan, mata ku benar-benar lelah untuk menangis, mungkin tidak akan bisa berhenti sebelum Suzy sendiri yang menghapus air mata ku.

“JIYEON-AH!”

Grep!

Kesadaranku kembali terkumpul saat harum lavender memenuhi penciuman ku, Krystal… dia memeluk ku saat aku ingin menoleh pada sumber suara yang meneriakkan nama ku. Gadis ini memelukku erat seakan aku akan pergi jika dilepas. Ia menangis histeris sementara aku hanya bisa mengelus bahunya untuk memberikan ketenangan.

Perhatianku teralihkan ke satu sosok, sosok yang sejujur nya amat aku rindukan. Dia berdiri kurang dari tiga meter dari tempat ku berdiri. Menatap ku penuh kerinduan, aku sudah dengar tentangnya dari Sulli. Saat di perjalanan Sulli menceritakan banyak hal, termasuk Minho yang menjadi sosok pendiam. Dia berubah, berubah karena janji nya pada ku. Berubah untuk menjadi sosok yang lebih baik, dia menjadi pribadi yang menghormati wanita. Dan satu hal yang membuat perasaan ku menghangat, dia….. yang paling percaya bahwa aku akan segera kembali, “dia benar-benar mencintai mu dengan tulus.” Saat itu aku mengutuk logika ku yang ingin segera berlari kepelukan sosok itu.

Dia tersenyum, dan aku balas tersenyum. Kami sama-sama tersenyum. Langkah kaki nya kian mendekat, kemudian, setelah Krystal melepaskan pelukannya.. aku merasa tubuhku kembali tertarik kedepan. Hidungku membentur dada bidangnya, harum mint membuat logika ku membeku sesaat. “Aku sangat merindukan mu.” Minho bergumam di perpotongan leherku hingga aku bisa merasakan gerakan bibirnya yang terasa eksotis. Tinggal di Los Angeles membuat pribadi ku menjadi sosok yang cengeng. Karena faktanya aku kembali menangis setelah mendengar lantunan puisi romantis yang Minho ucapkan, hanya satu kalimat.. tapi aku merasakan sejuta kalimat.

Aku tidak bisa untuk tidak memeluknya, “aku juga sangat merindukan mu.” Pelukan kami semakin mengerat.

.
.
.
.
.
.
.
.

Minho Pov.

Ini nyata, semua mimpi ku menjadi nyata. Sosok nya hadir dan bukan hanya bayangan semu, dia sedang duduk di sofa.. dikelilingi kedua sahabat nya, Sulli dan Krystal. Mereka saling bertukar cerita, sesekali Jiyeon membahas Suzy dan keadaan menjadi melankolis. Setelah dari pantai tadi aku memutuskan untuk membawanya ke apartemen ku, Sulli dan Krystal memaksa ikut, begitupula dengan Yoseop dan Taemin. Taecyeon memutuskan untuk check up kerumah sakit dan kembali nanti malam.

Sesekali aku bisa melihat Jiyeon melirik ku dan aku memberikan senyum terbaik, gadis ku tidak pernah berubah semenjak terakhir kami bertemu, tapi satu hal yang membuat batin ku teriris, Jiyeon jauh lebih kurus hingga aku bisa melihat tulang kecil pada punggungnya. Alasan ku membawanya kesini juga karena dia bilang jika di kabur dan tidak memiliki tempat untuk tinggal.

“Lalu apa yang terjadi setelahnya dengan Baekhyun?” Sulli bertanya antusias, aku melihat Jiyeon sedikit mendesah sebelum menjawab pertanyaan Sulli, “aku tidak tau, dia berjanji akan mengabari jika semua sudah baik-baik saja. Tapi sampai saat ini dia belum mengabari ku, aku khawatir sekarang.”

“Oh sayang, aku yakin semua akan baik-baik saja,” yakin Krystal. Gadis itu kemudian memeluk Jiyeon diikuti Sulli, “Baekhyun pasti bisa mengatasi semuanya.”

Aku hanya bisa memperhatikan mereka dari sebrang sofa, kemudian aku merasakan seseorang menyikut perut ku. Saat aku melihat pelakunya, Yoseop tengah menyeringai, “aku tau kau tidak sabar untuk berada dibawah selimut yang sama dengannya.”

“Sial.”

                              School Life

Setelah semua merasa lelah karena aktifitas hari ini, mereka terlelap di sofa. Begitupun dengan ku, tapi aku terbangun saat mendengar suara gaduh di dapur dan aku tidak melihat Jiyeon di manapun.

Saat aku berada di sisi pantry, aku melihat Jiyeon sedang berkutat dengan sesuatu di tangannya, tubuhnya mungil tapi tetap menggoda, sejak dulu gadis itu selalu berhasil mencuri perhatian ku. Aku melangkah dalam sunyi berusaha untuk tidak membuatnya terganggu. Kemudian saat jarak kami sudah sangat dekat, aku menyelipkan kedua tangan ku di perutnya dan menenggelamkan kepala ku di perpotongan lehernya.

Harum cherry, aku merindukan wanginya.

“Kau mengagetkan ku.” Aku senang jika kau terkejut.

“Apa yang kau lakukan?” Jiyeon menggeliat, mungkin dia merasa geli saat aku mengecup tengkuknya cukup lama. “Membuat kopi, kau mau?” Aku menggeleng lalu mencium pipinya gemas . Aku senang dia tidak memberikan perlawanan seperti dulu, “kafein tidak baik untuk kesehatan.”

“Hanya sesekali, tidak sering.” Dia berjalan acuh kemeja pantry, dan aku mengekor dibelakangnya. Saat dia duduk dan meminum kopinya, aku kembali memberikan ciuman di pipi. Rasanya aku akan gila jika Jiyeon terus di dekat ku, tapi aku tidak pernah merasa keberatan. Selama ini aku hanya bisa bermimpi bertemu dengannya, kemudian sosoknya hadir dalam wujud nyata. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan.

Aku memilih duduk merapat disamping Jiyeon, untuk sesaat kami saling tatap tanpa arti, “aku janji tidak akan pernah melepaskan mu lagi.” Jiyeon tersenyum, tangannya terulur menyentuh pipi ku. Saat tangan halusnya berada di pipi ku, aku menggenggamnya dan menuntunnya ke bibir ku untuk ku kecup, “apa kau sudah bisa menerimaku sekarang?”

Kami kembali saling pandang, tangan Jiyeon masih berada di genggaman ku. “Menurut mu? Selama ini aku sangat khawatir kau akan melirik gadis lain saat aku tidak ada. Aku begitu takut jika ada gadis lain yang membuat mu tertarik. Dan saat aku tau kau dengan setianya menungguku, tidak ada hal lain yang bisa membuat ku bahagia.” Aku meraih tengkuknya dan mencium bibirnya, rasanya pait dan manis. Campuran antara manis lip gloss rasa strawberry dan paitnya kopi. Sensani yang membuat ku ketagihan untuk mencicipinya lagi dan lagi. “Kalau begitu, kau sekarang milikku, dan akan terus menjadi milikku.” Aku kembali mencium bibirnya, aku sudah bilang ‘kan jika sensasi yang aku rasakan membuat ku merasa candu.

Aku melepaskan ciuman kami saat dirasa kami membutuhkan oxygen, dan Jiyeon segera meraup rakus oxygen. Aku tidak merasa bersalah, justru aku merasa tergoda untuk kembali mencicipi bibirnya yang kini terlihat bengkak akibat ciuman panas kami.

Tapi logika berkata lain, aku justru mengambil selembar kertas yang terselip rapi di dompet, “apa ini?” Tanyanya penuh selidik. Aku tersenyum, “surat yang kau berikan, aku masih menyimpannya sebagai kenangan.”

Tangan mungilnya meraih kertas yang aku sodorkan, membuka lipatan demi lipatan hingga menjadi selembar kertas berkotak-kotak.

Hai, aku tidak tau kenapa aku menulis ini. Saat ini, aku sedang di posisi yang sulit. Ayah memaksa ku untuk pergi ke LA, tapi kalian pasti tau aku menolak keras, aku sudah melakukannya, tapi Appa justru menampar ku.

Saat kalian membaca surat ini, itu tandanya aku sudah pasrah dengan keadaan. Dan aku benar-benar pergi yang aku sendiri tidak tau kapan akan kembali. Aku juga tidak tau kepada siapa surat ini akan kuberikan, aku benar-benar tidak diberikan kesempatan untuk bertemu siapa pun.

Tapi aku berharap surat ini akan sampai ke tangan kalian, aku percaya akan keajaiban.

Sulli… aku mohon, berhentilah mengomsumsi obat. Aku ingin melihat mu sehat saat kita bertemu kembali.

Suzy, jangan cengeng jalang! Tulikan telingamu saat mereka membicarakan mu, kau harus ingat bahwa aku akan terus menjadi sahabat mu sampai kapan pun.

Krystal… annyeong, semoga kehidupan mu yang sekarang membuat mu bahagia. Aku selalu berdoa agar kau dan Hara menjalani kehidupan yang terbaik.

Emm, mungkin sedikit lagi untuk Sulli.. hey, sayang.. aku tau Yoseop orang yang baik, aku berharap kau mau menerimanya. Tapi jika prediksi ku salah, aku bersiap menendang bokongnya hingga kau puas.

Minho-ya~ mau tau satu rahasia? Aku sakit, sakit sekali saat harus menjauhi mu. Tapi aku kesal, kau benar-benar playboy ulung yang membuat ku lupa akan sosok Myungsoo. Kau membuat dunia ku terpusat pada mu, kemudian kau menghancurkan ku saat aku berniat memberikan mu kesempatan. Aku memegang janji mu, aku butuh pembuktian jika kau benar-benar mencintai ku. Tunggu aku… aku akan kembali, dan aku dapat pastikan kata ‘sarang’ akan keluar dari mulut ku.

Ps: abaikan noda air yang ada di kertas.

Setelah membaca surat yang dia berikan, Jiyeon memandang ku sambil berlinang air mata, “saranghae..” aku sungguh menjadi pria beruntung saat ini, “nado saranghae..” dan aku menarik Jiyeon kedalam pelukan ku. Memeluk nya amat erat dan mencium pipinya berkali-kali.

“Aku ingin Suzy juga ada disini.” Berhenti menangis, aku semakin memeluk gadis ku. Kali ini aku mengelus punggungnya untuk memberikan ketenangan. “Suzy pasti sudah bahagia disana.”

Drrtttt

Drrtttt

Drrtttt

Drrtttt

Jiyeon melepaskan pelukan kami saat handpone nya bergetar dari dalam saku celana, saat tangannya sudah mendapatkan apa yang dicari aku kembali menariknya untuk kembali ku peluk, “Minho~” ia merengek tapi aku membalas dengan mencium pipinya. “Angkat saja, mungkin Baekhyun.”

Aku tertawa melihat Jiyeon mendelik kesal, tapi dia menurut. Menjawab telepon sambil tubuhnya terus aku peluk.

“Yeoboseyo.”

“……”

Tubuh Jiyeon menegang, ekspresi wajahnya berubah keras. Aku berpikir jika itu kabar buruk, “ada apa?” Tanya ku begitu Jiyeon sudah mematikan sambungan telepon. Ekspresinya yang takut-takut saat melihat ku semakin membuat rasa penasaran ku meninggi, aku tidak pernah berpikir jika suasana romantis yang aku ciptakan akan berakhir menjadi tegang seperti ini, “Appa…”

“Appa tau aku di Seoul.”

Tbc.

A/N : fans Suzy maaf ya Suzy nya gue bikin mati /o\ gue juga sedih kok, bayanginnya itu loh…. inget kebersamaan mereka bikin gue pundung sendiri. Mungkin satu chapter lagi bakal tamat, tapi moment minji disini bikin gue melting sendiri pas bikin😂

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

33 thoughts on “11. School Life (New Vers)

  1. Banjir air mata baca part ini..susy nya dah mati,tpi untung meninggal nya bukan karna poto hot nya,jadi aga lega.,minho ah kau pemenang nya..aiiish sedang” hot nya minji,kenapa minho harus baca surat sih jadi kan nanggung panas nya kkkkk *otakyadong* pokok nya thor last capt nya minji harus hot *maksa* :v .. Ihh nyebelin banget appanya jiyeon.dah tau anak nya ga bahagia hidup dengan nya,,semoga appa jiyi cepet sadar..

  2. Wooohoo jiyeon back nih 😙😃 dan semuany udh pd kembali ke jalan yg benar 👏👏👏
    Tpi suzy meninggal 🙀😿
    Sutralah yg pnting udh tobat dulu 😇
    Tinggal hub. MinJi nih yg msih blum kelar urusnny 😒 *biarpunUdahJadian ☺
    Lanjuut thor 👌👍✌

  3. gak nyangk suzy bkln ga ada, tpi mungkn tkdr memang yg terbaik dan setdkny jiyeon brsh kmbl meski btuh wktu1 taun. semoga jiyeon dpt ending yg happy ama minho.

  4. huaaa sedih suzy udah gak ada. sempet kaget pas bacanya tadi.
    akhirnya jiyi bisa kumpul lagi sama sahabat2 nya walaupun skrg udah gak ada suzy lagi.
    yeeyyyy akhirnya masalah mereka terselesaikan walaupun masalah jiyi sama orang tua nya blum kelar. wkwkwk
    gmna itu nasib baekhyun? moga aja gak knpa2 deh si baekhyun.

  5. Yaah Suzy kok meninggal, terus Taecyeon nanti sama siapa? :” . Sulli sama Krystal sudah menemukan kebahagian mereka :3 Sulli-Yoseob, Krystal-Taemin . Aww Minho setia banget nungguin Jiyeon sampe sifatnya juga berubah . Suka banget moment MinJi di chapter ini ❤

  6. Gak nyangka suzy meninggal.
    tp ak suka sama karakter2 sahabat jiyeon yg gak nyalahin jiyeon. Mreka tetep akur.
    dan minhoo… rayu2 lg dong. Jd kangen minho yg suka rayu jiyeon. Heehe.
    Smg happily ever after endingnya.

  7. sedih pas tau suzy meninggal apalgi pas di pantainya jiyeon bner2 sedih bnget 😦 saya jdi ikutan nagis dehh 😦
    wahh akhirnya minji jadian jga 😀
    yahh appanya jiyeon tau klo jiyeon ada diseoul semoga dia g bwa jiyeon lgi ke LA smoga appanya jiyeon nyadar klo perbuatan dia salah,,
    ditunggu next partnya,,

  8. Huuaaaaahhhhh 😭
    Eonni sampe bener bener nangis loh, saengg..
    Sahabat emang segalanyaaaa 😂
    Huft, masih agak seneng suzy meninggal gegara tertular HIV, eonni sempat takut kalau dia meninggal gegara bunuh diri, rasanya gimana gitu ??
    Itu bener bener suzy yang jawab ??
    Enggak kan, cuma halusinasi doang kan ??
    Hey, tuan park..
    Jangan keras banget donk sama anak, kalau anak anak udah kenapa kenapa, nanti nyesel lohh..
    Hmm, satu chap lagi yaa ??
    Kurang saeng, maunyaa lammaaaa laagggiiii..
    Ditunggu ya, saeng ^^
    Tetap semangat, fighting ^^

  9. demi apa thor gue nangis baca part ini T.T suzy meninggal T.T jujur ya dia salah satu cast yg gue suka di ff ini selain jiyeon dan jadi salah satu sahabat jiyeon disini U.U untung meninggalnya bukan karna photo hot kemarin dan kirain bunuh diri… asli thor feelnya dapet bgt pas jiyeon nangis terus di pantai ngatain suzy dengan kalimat ‘manis’ nya 😦

  10. kenapa jadi sedih gini,kan akunya jadi sedih.
    jangan bikin sad lagi, aku ngk tahan klau ngk nangis.
    akhirnya mereka semua bertemu lagi.bikin moment minji yang lebih romantis lagi ya

  11. Omoo kesian Suzy meninggal:'(
    jiyeon nekat banget!!
    Akhirnya jiyeon sampai keseoul dengan bermodal
    Kenekatan tapi Disana Ia melihat sahabatnya Suzy udah tiada
    Tapi jiyeon masih ada Suli,krystal yang masih menyayangi jiyeon
    Akhirnya minho dan jiyeon dipertemukan kembali;)
    Tapi apa jiyeon tahu bahwa jiyeon diseoul!!
    Wah apa yang akan terjadi selanjutnya
    Pokoknya ditunggu next Chapter Fighting&Hwaiting!!

  12. Huaaaa mewek bacax aku smp ngs2 bombay di tmbh kbtln trputar lgx titanic makin drama deh jdix wkwkwk.. ksian hdp jiyi ksian tmn2x ksian jg suzy… kasian minho.. akhrx minji brtmu bgt jg dgn tmn2x mrk skrg mkn kompak n slng syg smua.. 😍😙 trs trs udh gt gmn dgn appa jiyi? Mdh2an appax sdr dan maafin tmn2x jiyi bknx appa jiyi knal appa sully? Hrsx appa sully bnt jiyi trs minho jg.. jebal next dong huhuhu

  13. Sedih baca part ini bikin gua nangis, gx nyangka suzy bakal meninggal, gua bener” sedih nginget kebersamaan mereka, dulu mereka ber4 sekarang tinggal ber3 ngerasa ada yg hilang gituh.
    Emang ya cerita dunia ini gx ada yg tau. apa yg kita harapkan tdak slalu berjalan dgn apa yg kita harapkan trkadang malah kebalikan nya

  14. Wih wih wih sedih tau eon,
    kl ingetin sahabatan diarang itu appa.a jiyeon jahat bgt.
    Bagus2 ff.a ditunggu nextchap.a

  15. yey,merdeka..harusnya teriak gaje tapi bacanya netes deh air mata,pas baca ini ada pengumuman rt sebelah ada yg meninggal.eh disini suzy meninggal,tapi emang itu udah jalannya..tapi gak menyangka penyebabnya malah taecyeon.sempat mengira bunuh diri tadi lho..hihihi dan suratnya ternyata panjang kira in hanya tertuju pd minho..kalau jiyeon gak kabur minho bisa menyusul kan ke la,secara minho kaya juga kan..oh sulli kenapa ada acara menampar sih?itu membuat q berasumsi kalau minho gak nyampain ke yg lain kalau jiyeon diseret appanya ke la.ternyata dugaan saya salah juga..god job saeng,seperti kata presiden SBY Lanjutkan (bagiku SBY tetap president jkw lom lihat tu hasilnya ke ina,ups)..kabur..

  16. Persahabatan mereka cukup kuat q terharu :-):-)
    semoga aja appa’y jiyeon gak misahin mereka lagi,terutama MinJi 🙂

  17. Lagi dan lagi d part ini sukses bikin ane mewek d pojokan.semoga kehidupan jiyeon juga akn berubah lebih baik kyak temen2x.next part go go go.!

  18. , sbnrnya sedih juga suzy mati, tp itu lebih baek drpd pikiran ku jd kotor hehe #Mian
    aduch appa jiyi jahat bngt sich? next ^^
    mga Minji sllu brstu

  19. ohh shit bneran , setaahun berpisab bikin semua nya berubah
    melankolis bgt , suzy gk nyaangka aishh pdhal seneng bgt klo mereka ketemu lg
    karma memang menakutkan , ohh isi surat nya sedihh sumpahh
    ahh bener2 nih , sedihh saeng
    minji masih ada cobaan , appa jiyeon cckck keras bgt tuh appa nya

  20. Ga nyangka klo suzy bakal meninggal seperti itu
    Beneran dehhh moment saat jiyeon kembali ke sekolah nya itu bener2 sedihhhhh bgt
    Tp senengnya minji bertemu kembali dan udh saling ngungkapin perasaan masing2

  21. Suzy meninggal.
    Persahabatan mereka bikin envy
    Jiyi jadian juga ma minho.
    Gaswat,, Appa jiyi tau jiyi kabur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s