Posted in School Life

7. School Life (New Vers)

image

Story by @siskameliaaa
Pairing: Park Jiyeon&Choi Minho and others pairing.
Genre: friendship, school life, drama
Type: MC ( Multi Chapter)
Warning: typo(s), abal, OOC, gajenes, dll.

                 Rated M (for languange)

                             School Life

Baekhyun tidak tau sudah berapa lama dia tidak datang kesini, datang ketempat yang seharusnya wajib dia kunjungi. Bukan hanya disaat masalah melandanya, pria itu mengatupkan kedua tangannya di depan dada, kemudian matanya terpejam. Terlihat khidmat jika dilihat. Mata itu terbuka kembali, masih dengan posisi tangan seperti semula -dikatupkan depan dada.

“Aku tidak pernah memohon pada Mu, aku hanya ingin meminta… kembalikan adikku.” Matanya nyalang sarat akan keseriusan.

Nyatanya, membuat Jiyeon kembali tidak membenci nya tidak semudah membeli mobil-mobil mewah koleksinya. Dulu mereka selalu bersama, ini itu berdua. Tidak ada hal lain yang ingin Baekhyun lakukan selain membuat adik nya selalu merasa aman. Jiyeon dan dia tidak pernah merasakan kasih sayang, sejak kecil orang tua mereka terbiasa melakukan perjalanan bisnis keluar negri. Mereka hanya di titipkan oleh perawat, sesekali Nenek mereka yang menemani.

Jiyeon tidak pernah perduli tentang orang tua nya, setidak nya itu yang Baekhyun tau. Gadis itu pintar sekali ber-akting, menutupi sesuatu dengan senyum sumringah yang terlihat manis. Jiyeon manja kepadanya dan Baekhyun tidak pernah mengeluh. Sampai saat itu, ya saat dimana Nenek mereka meninggal karena serangan jantung. Itu pertama kali nya untuk Baekhyun melihat betapa menyedihkan nya sang adik, betapa rapuhnya Jiyeon. Demi Tuhan, apa yang harus dilakukan anak umur 6th saat satu-satu nya orang yang selalu menemani pergi untuk selama-lamanya?

Disaat semua menangis di pemakaman, Jiyeon justru hanya duduk dalam diam di mobil, memeluk barbie kesayangannya. Pada saat itu, Jiyeon benci hujan. Karena hujan yang turut mengantarkan sang Nenek untuk pergi meninggalkannya selama-lamanya. Bahkan pelukan Baekhyun yang biasanya ampuh untuk menenangkan sang adik tidak berarti untuk saat ini.

“Jiyeon-ya.. coba lihat hujan di luar.”

Jiyeon kecil mengangguk patuh, mata besarnya membulat lucu di balik pangkuan sang Nenek. Gadis manis itu memandang tetes demi tetes rintikan hujan yang turun melewati jendela besar di ruang keluarga.

“Hujan bisa membuat perasaan mu terasa damai.”

Nyatanya, hujan mampu membuat perasaannya hancur.

“Kau meninggalkan ku,” Baekhyun hanya bisa memperhatikan sang adik. Pria itu tidak ikut ke pemakaman karena ingin menemani Jiyeon.

Gadis cilik itu menyentuh permukaan kaca mobil yang mulai berembun akibat tetesan hujan yang bertubu-tubi. Masih menutupi perasaan apa yang sedang ia rasakan.

Seminggu setelah pemakaman sang Nenek, Baekhyun menemukan adik nya tertidur meringkuk diatas meja. Saat pria itu berusaha memindahkan Jiyeon, selembar kertas jatuh ke lantai membuat Baekhyun tertarik membaca.

Aku rindu Ayah dan Ibu, tapi mereka tidak pernah merindukan ku.

Aku kesepian, tapi Nenek dan Kakak selalu menemani.

Saat Nenek pergi, lantas siapa yang akan menemani? Tidak selama nya Kakak akan bersama ku. Suatu saat Kakak akan menemukan gadis yang disukai dan membuat ku sendiri.

Lantas untuk apa aku dilahirkan jika di sia-sia kan?

Sejujur nya aku iri melihat anak seusia ku bersenang-senang bersama orang tua mereka. Aku tidak pernah menyalahkan takdir, tapi aku juga tidak ingin munafik.

Aku iri.

Aku benci.

Aku kesepian.

Aku butuh Ayah dan Ibu.

Bukan hanya Nenek dan Kakak.

Nenek sudah pergi, hanya dalam hitungan tahun Kakak pun akan pergi bersama jodoh nya kelak.

Hanya Ayah dan Ibu harapan ku, kasih sayang mereka yang aku harapkan abadi.

Nyatanya, aku di campakkan.

Aku suka hujan, karena hujan membuat ku merasa nyaman.

Kini, aku benci hujan. Karena hujan aku kehilangan.

Baekhyun hanya bisa menangis menatap wajah polos adik nya. Anak seusia itu sudah bisa berpikir dewasa, berpikir masa depan. Dan mulai malam itu Baekhyun bertekat tidak akan pernah meninggalkan sang adik dengan alasan apapun.

“Sekarang lihat siapa yang ditinggalkan.” Desisannya terbawa angin dan berlalu begitu saja.

.
.
.
.
.

“baiklah aku pergi, tapi besok kau harus kembali kesekolah.”

Jiyeon tidak menggubris perkataan Minho, gadis itu hanya memandang kosong kedepan membuat Minho lagi-lagi frustasi menghadapi nya.

“Jika tidak, aku yang akan menyeret mu. Tanpa penolakan.” Ancamnya, dan itu merupakan kalimat terakhir Minho sebelum benar-benar pergi meninggalkan apartemen Jiyeon.

Jiyeon kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang sudah tertutup, matanya terpejam sesaat kemudian menghela napas panjang, “sekarang apa yang harus aku lakukan?” Lirihnya.

                               School Life

“HEY ZOMBIE!” Suzy berteriak lantang sembari melipat tangan di depan dada. Tidak heran jika tiap pagi selalu diisi keributan jika ada Jiyeon dan Suzy.

“Kami baru akan kerumah mu jika kau tidak masuk lagi hari ini,” tutur Sulli, gadis anggun itu kemudian mengelus kepala Jiyeon lembut. Betapa sayangnya Sulli terhadap sahabatnya ini.

Tidak mendapat respon apapun dari Jiyeon lantas membuat Suzy kesal sendiri. Dan hal itu lantas menarik perhatian Taecyeon dan Taemin, biasanya Jiyeon akan membalas teriakan Suzy dengan kata pedas nya, lalu gadis itu akan tersenyum amat manis terhadap Sulli.

“Wuah lihat, apa yang terjadi? Kau baru kehilangan keperawanan mu, sayang?

Ini bukan waktu yang tepat untuk menggoda gadis yang sedang dilanda pms plus galau secara bersamaan. Taecyeon hampir menjerit kaget saat Jiyeon tiba-tiba saja menendang bangku disampingnya cukup keras, Taemin menahan tawa melihat reaksi berlebihan Taecyeon. Padahal dia sendiri sama terkejutnya, hey itu benar-benar mengejutkan tau!

“Tentu,”

Jawaban itu adalah jawaban yang tidak pernah di duga, Taecyeon melotot saking terkejutnya. Sementara Taemin hampir tersedak air liur nya sendiri. Bukan hanya mereka, murid-murid yang sejak tadi menyaksikan pun ikut tercengang.

“Setelah aku mengucapkan janji suci di depan altar.”

Dongkol. Tentu saja Taecyeon merasa dongkol. Gadis itu berhasil mempermainkannya, setelah waktu itu Minho, kini Jiyeon.

Tunggu…

Minho?

Ah, dua makhluk itu sama saja menyebalkannya.

Taemin ikut sebal dari tempatnya, beda halnya dengan Suzy dan Sulli yang memang sudah menebak jawaban apa yang keluar dari bibir gadis cantik itu.

.
.
.
.

“Jelaskan apa maksudnya?” Suzy dan Sulli saling lirik panik, disaat seperti ini orang seperti Krystal lah yang di perlukan. Pembawaannya yang dewasa dan kalem mampu menenangkan Jiyeon.

“Aku tanya, apa maksudnya?”

Jiyeon masih setia menunggu penjelasan dari kedua sahabatnya, suasana atap yang sepi membuat Jiyeon merasa aman untuk berbicara. Tadi para pria mesum disekolahnya di gemparkan oleh sebuah video berdurasi lima belas menit, bukan durasi yang membuat nya gempar. Melainkan tokoh yang ada di dalamnya, seorang gadis dari murid Soul High School. Awalnya Jiyeon tidak perduli, tapi karena ulah Taecyeon yang terus berusaha menjejelkan video itu kepadanya, membuat Jiyeon sekilas dapat melihat rupa sang tokoh.

“Kami hanya menyuruhnya melakukan tarian sensual dengan tiang, tidak lebih. Sungguh.” Panik Suzy, wanita itu takut-takut melihat wajah Jiyeon. Sementara Sulli sudah gemetar karena panik.

“Dan menyuruhnya telanjang?”

“Hanya untuk menambah kesan jalang nya.” Sulli berkomentar membuat Jiyeon meliriknya kini.

Jiyeon bukan seorang malaikat yang mudah memaafkan seseorang, Naeun dan pria brengsek itu –bahkan Jiyeon malas menyebut nama pria yang dulu dicintainya, sudah berhasil menggores luka Jiyeon hingga dalam. Bahkan membuat Jiyeon bingung apa yang harus dia lakukan jika bertemu Kakak nya.

“Terimakasih,” kedua gadis itu mengernyit alis bingung, padahal mereka sudah siap dengan makian yang akan Jiyeon berikan, –tidak juga sih.

“Terimakasih sudah membalaskan dendam ku, karena aku bukan malaikat yang diam saja jika di sakiti.”

“Kalian mewakilkan ku untuk membuat nya jera,” setelah Jiyeon melanjutkan kalimatnya, gadis itu segera memeluk kedua sahabat nya yang masih berdiri kaku.

“Dasar bodoh,” cibir Suzy, tapi gadis itu ikut membalas pelukan Jiyeon yang diikuti Sulli. Krystal harus tau bahwa Jiyeon tidaklah marah, pasalnya gadis itu yang paling takut melihat Jiyeon murka. Walau terlihat tenang, percayalah Krystal yang paling takut melihat Jiyeon marah.

“Ku dengar si jalang itu dikeluarkan dari sekolah.” Kata Suzy saat ketiganya melepaskan pelukan mereka.

Jiyeon tersenyum menggoda, “kau juga seorang jalang, honey.” Kekehnya.

Mendengar sindiran Jiyeon lantas membuat Suzy mendengus tidak terima, “kau melukai ku.” Rajuknya kemudian.

“Bersiap-siaplah Ji, mulai sekarang hidup mu terancam seseorang.”

Ya, Sulli benar. Bukan hal yang mustahil jika Naeun menuntut balas dendam. Wanita itu pasti dalam keadaan terselimut emosi karena video nya yang tersebar luas, terlebih wanita itu di keluarkan dari sekolah.

“Aku tidak takut selama ada kalian di samping ku.” Hatinya merasa hangat, setelah hubungannya dengan sang Kakak merenggang, ketiga sahabat nya lah yang membuatnya kuat untuk bertahan hidup. Sekarang dia tau harus apa, dia harus menemui sang Kakak dan memulai semua dari awal.

Hidup itu singkat, dan jangan buat lebih singkat dengan menyia-nyiakan hidup mu. Masa depan itu cerah, tidak seperti masa lalu yang gelap. Maju kedepan, maka kau akan menemukan cahaya mu. Tetap bertahan di belakang, maka bersiaplah di hantui kegelapan.

Mana yang akan kau pilih?

.
.
.
.
.

Jiyeon merasa langkahnya terasa ringan, gadis itu sengaja memisahkan diri dari Suzy dan Sulli. Jiyeon ingin sendiri untuk sesaat, menikmati angin sore yang sukses menerbangkan helaian rambutnya tak tentu arah. Dirinya tidak tau kenapa langkah kaki nya justru melangkah kerumah Krystal, mungkin dia merindukan si kecil Hara. Melihat sosok Hara seperti melihat sosok nya di waktu kecil, kesepian dan haus akan kasih sayang orang tua. Hanya ada Kakak disampingnya, mengingat Kakak.. Jiyeon jadi rindu Baekhyun, sesak jika mengingat betapa jahat nya dia selama ini. Setelah menghapus setes air yang menetes, gadis itu tersenyum yakin, “setelah ini aku akan menemui Kakak, tunggu aku.”

PRANG

PRANG

BRUKK

Langkah kaki Jiyeon semakin di percepat saat mendengar suara ribut-ribut yang berasal dari rumah Krystal, terlebih mendengar jeritan Krystal membuat tubuh Jiyeon berdesir marah. Para tetangga yang tidak berani mendekat semakin menyulut amarah remaja itu.

BRAKK

“AHJUSSI!!” Jiyeon merasa terbakar saat melihat sahabatnya hampir kehilangan nyawa.

Di depannya Ahjussi Jung sudah hampir memutuskan urat leher Krystal jika Jiyeon tidak mengganggu lewat jeritannya yang melengking. Hati Jiyeon semakin miris saat melihat Hara tengah meringkuk di pojokan karena ketakutan.

Pria tua itu refleks menyodorkan pisau dapur kearah Jiyeon, “JIYEON PERGII!”

“TIDAK TANPA MU KRYSTAL JUNG!!”

Ayah Krystal mendecih saat menyaksikan adegan dramatis antara Krystal dan Jiyeon, pria tua itu bahkan semakin berani maju dan Jiyeon menantang tanpa takut. Mengabaikan teriakan Krystal, Ayah Krystal dan Jiyeon lantas saling tatap penuh benci. Andai kaki Krystal tidak sakit, gadis itu pasti sudah berlali menyelamatkan Jiyeon. Krystal mengutuk kelakuan Jiyeon yang kelewat berani.

“Kau pikir aku takut?”

“JANGAN BODOH PARK JIYEON.” Jerit Krystal, gadis itu menangis merutuki kelakuan Jiyeon.

TRANGGG.

BRUGH.

Ini bukan di sebuah drama, ini nyata. Krystal hampir saja jantungan melihat adegan live yang dilakukan sahabatnya. Jiyeon dengan berani –bodohnya, merebut paksa pisau tajam itu dari tangan Ayah Krystal dan melemparnya jauh, mengabaikan darah yang terus menetes dari tangannya akibat goresan yang tidak bisa dibilang kecil, Jiyeon justru menendang area vital pria tua tersebut. Buru-buru dia menarik Hara yang masih menggigil takut dan menyeret Krystal keluar.

Jiyeon tidak bisa fokus sepanjang jalan, jujur saja tangannya mulai merasa nyeri dan wajahnya amat pucat, gadis itu kehabisan banyak darah. Bahkan omelan Krystal di anggap angin lalu, tangannya yang terluka parah dipaksa untuk membantu Krystal berjalan sementara yang tidak terluka ia gunakan untuk menggenggam erat tangan Hara.

Hingga mereka keluar dari gang sempit tersebut, Jiyeon samar-samar melihat seluit bayangan wajah Minho yang terlihat cemas.

“MINHOO!!” teriaknya lantang, pria itu berhasil melihatnya dan buru-buru menghampirinya.

“Ya!! Kau kemana saja? Aku hampir gila karena kehilangan jejak.” Kesal Minho, pria itu benar-benar kesal saat ini. Dia sengaja menguntit Jiyeon saat melihat gadis itu melintas sendiri di depan caffe tempatnya nongkrong, tapi kehilangan jejak karena gadis itu masuk kedalam gang sempit, ia merutuki diri karena membututi dengan mobil karena takut ketauan, padahal jika dia pintar.. bisa saja dia membututi dengan berjalan kaki.

“Tolong Krystal..”

Dan betapa bodoh nya Minho, pria itu baru sadar jika tangan Jiyeon terluka. Bahkan wajah gadis itu amat pucat disertai keringat.

“Jangan perdulikan aku, Jiyeon bisa kehabisan darah jika tidak cepat di tolong.” Panik Krysta saat melihat makin banyaknya tetesan darah yang keluar.

Sreetttt

Krystal tercengang, gadis itu tentu kenal Minho. Bahkan amat tau sifatnya,  mereka sekelas. Dan Krystal tau Minho tipikal pria nakal, gonta-ganti pasangan dan sering menyakiti wanita. Tapi saat ini Krystal di buat kagum, pria itu sangat manly saat merobek seragam sekolahnya dan melilitkan ke tangan Jiyeon, walau tidak membantu banyak… setidaknya itu menghambat darahnya untuk keluar makin deras.

“Kau bisa jalan sendiri ‘kan?” Tanya Minho, pria itu lantas menggendong Jiyeon seperti pengantin baru, mengabaikan perotesan Jiyeon.. Minho malah terus membawa gadis itu terburu-buru.

Krystal mendengus sebal, pria itu langsung pergi tanpa menunggu jawabannya. Lantas apa fungsi nya sebuah pertanyaan tanpa ingin jawaban?

“PALLI!!!”

Jika Jiyeon bukan dalam keadaan darurat tentu Krystal akan memaki pria itu. Minho pikir kakinya tidak sakit? Bahkan membiru karena terbentur meja amat keras saat Ayah nya melempar sebuah guci.

“CEPATLAH SEBELUM JIYEON BENAR-BENAR KEHABISA DARAH.” Minho semakin menjerit frustasi dari mobil nya, mendengar nama Jiyeon membuat Krystal menjadi sensitif, Jiyeon kehilangan banyak darah dan dia harus cepat dibawa kerumah sakit. Akhirnya gadis itu memaksakan jalannya dan segera menarik Hara yang sejak tadi masih diam membisu.

.
.
.
.
.
.

“Kau itu makhluk seperti apa sih? Jangan sok jagoan!” Jiyeon meringis mendengar omelan Minho yang tidak berhenti sejak tadi, “jika sudah seperti ini siapa yang panik? Aku jadi panik tahu!”

“Aku sedang sakit kenapa kau malah marah-marah?”

“Memang salah siapa? Kau sendiri yang sok jagoan.”

“Aku hanya menolong sahabat ku,”

“Setidaknya jangan gegabah. Bagaimana jika kau mati, hah?”

“Kau mendoakan ku mati?”

Krystal geleng-geleng sendiri menyaksikan dua makhluk berbeda gender itu berdebat. Setelah kakinya selesai di obati, Krystal dan Hara buru-buru melihat keadaan Jiyeon. Dan yang dia dapatkan justru pertengkaran ala remaja. Memperdebatkan sesuatu yang tidak seharusnya di perdebatkan.

“Tentu saja tidak!”

“Tapi tadi kau bilang begitu, eh tunggu.. tadi kau bilang mengkhawatirkan ku? Jinjja?”

Minho mendadak panik dan itu membuat Krystal semakin tertarik untuk menyaksikan, “a..aniyo!” Bantahnya gelagapan, Jiyeon malah tersenyum menggoda membuat Minho merona karenanya.

“Ah senangnya di khawatirkan.” Godaan Jiyeon justru menimbulkan efek tersendiri untuk Minho, pria itu mendadak kaku dan gugup.

“Apa kau menyukai ku?”

“Berisik.”

Jika tidak ingat situasi Krystal mungkin akan tertawa melihat si most wanted sekolahnya merona malu. Tidak bisa Krystal bayangkan bagaimana jeritan para fansgirl Minho saat tau idola nya merona hanya karena hal sepele. Terlebih sahabatnya lah yang membuatnya merona.

“Tidak usah malu, aku terimakasih karena kau meng-khawatirkan ku.” Ejek Jiyeon.

Cup.

Jiyeon shock, dapat dilihatnya bulu mata lentik Minho yang bertubrukan dengan bulu mata lentiknya. Jiyeon tidak ingat sudah berapa kali pria itu menciumnya tanpa izin, dan sial nya Jiyeon tidak bisa menolak. Lama Minho menempelkan bibirnya ke bibir Jiyeon hingga pria itu mulai melumatnya perlahan, Minho menutup matanya saat Jiyeon menutup mata dan menikmati ciuman yang ia berikan. Ciuman itu terus berlanjut bahkan tangan Jiyeon meremas rambut Minho. Dalam posisi terduduk diatas ranjang rumah sakit, keduanya makin menikmati long kiss tanpa perduli sekitar.

“Apa yang dilakukan Jiyeon Eonni?”

Krystal tersadar dari long shock nya, gadis itu kemudian meringis malu karena adengan live yang ia saksikan. Bahkan suara polos Hara sukses membuat Jiyeon dan Minho menghentikan ciuman mereka. Minho gugup dan Jiyeon berdehem pelan sembari merapikan baju nya yang berantakan. Lagi-lagi Jiyeon terbuai oleh ciuman Minho.

“Em, hai.” Sapanya kaku, gadis itu tersenyum canggung kearah Krystal dan Hara. Lain halnya dengan Minho, pria itu berusaha acuh dan lebih memilih stay cool dengan berdiri disamping Jiyeon sambil melipat tangan didepan dada. Dapat dia rasakan suara jantungnya yang berdegup kencang.

‘Sial, tadi itu sedang seru-serunya’ iner Minho menjerit mesum.

“Emm, a..aku dan Hara keluar sebentar.” Panik Krystal, ditariknya tangan sang adik yang hendak protes, masa bodo dengan kakinya. Yang penting ia bisa kabur dari tatapan tajam Minho yang menakutkan. Ya, tadi ia sempat melihat Minho tengah melotot kearahnya.

Ketika suara pintu tertutup, lantas Minho kembali menyeringai mesum membuat Jiyeon merutuki kepergian Krystal.

Gadis itu akan membuat perhitungan nanti.

Tbc.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

31 thoughts on “7. School Life (New Vers)

  1. Hahaha 😀 Minji ga inget tempat yeee… Mereka ciuman didepan anak kecil lagi 😀 dan minho hahaha dasar otak mesum yee… Dan jiyeon kamu harus baikkan sama kakak kamu yee… Ditunggu next partnya

  2. diih si minho mah napsh bener. haha.
    ga inget tempat lagi. hahah
    hara itu masih kecil toh ? kirain udah sepantaran jiyeon. hahaha

    waah jiyi itu sebenernya suka kan ke minho. jgn pura2 yeonn.
    next part

  3. taecyeon masih sempet sempetnya ngegoda jiyeon wlkwkwk mereka kiss mulu nih wkwkwk >_< udahlah mereka sama sama suka tapi egonya selangit 😀 next yg cepet thor

  4. ya ampun minho sma jiyeon g inget tempat apa,, main kisseu2 aja apalgi ada hara ksian dia msih kecil udah liat hal2 mesum :<
    pengen cpet2 liat baekhyun sma jiyeon baikan lgi,,
    semoga mreka cpet baikan 😀

  5. Kekekekwk wah jiyi bnr2 daebak.. cool keunde jgn bgt lg uri baby ji nti trluka.. hikzz.. mdh2an baekji bs baikan jd oppa saeng yg akur.. trs minji ayo jadian kekekek.. krystal bs di hkr psngan minji wkwkwk kabooorrr next dong jebal hikzz

  6. kyaaaa lagi seru ” nya malah tbc. huftt… ciee. minho minta nambah, habis lah kau jii.. siapa suruh ngeledekin minho. kkkkk.. untung jiwa pertemanan jiyeon kuat. Kalau ga bisa patal tuh kristal disiksa appanya.. naeun puas kan dapat pembalasan Dari teman ” jiyeon, aku juga puas.. ahh semoga jiyeon bisa baikan lagi ma oppanya. dan merestui hubungan jiyeon ma minho..

  7. Ciee sepertinya minho dan
    jiyeon udah mulai suka satu sama lain:D
    Akhirnya sedikit demi sedikit
    Jiyeon usah kembali seperti biasanya
    Salut lihat jiyeon nyelamatin krystal
    Dia gak peduli nyawanya
    Jiyeon lebih mementingkan sahabatnya nih patut dikasih jempol
    Minho mesum:3 kira kira apa yang terjadi selanjutnya dihubungan minji yah?
    Pokoknya ditunggu next Chapter Fighting&Hwaiting!!!

  8. minho minho gak bisa lihat kesempatan sedikit,pasti langsung nyosor,hahah..
    setidaknya jiyeon udah mulai membuka hatinya..
    tinggal menanti aksi jiyeon minta maaf pd oppanya..
    oh ternyata itu balasan naeun bagus,,mengingat 2 th jiyeon menderita batin..

  9. haha minho babo ciuman didepan orang ditambah lagi didepan anak kecil lagi..jiyeon juga malah menikmati ckckck
    bener2 pasangan mesum wkwkwk
    cepetan langsung jadian aja ><
    semoga jiyeon sama oppa nya bisa akur lagi
    next part saeng ^^

  10. Sedih banget masa lalunya jiyeon baekhyun.. Mereka udah tinggal punya satu sama lain tapi jadi kepisah gara2 jiyeon dibutakan cinta.apalah/? Wkwk cepetan ketemu baekhyun donggg aku nungguin dari awal baca chapter ini padahal wkwk. Tapi aku ga bisa memungkiri ini cerita seru bangett.. Banget banget. Love banget lah pokonya sama jiyeon suzy sulli krystal ❤ soswit banget merekaaa… Aaaaa minji juga soswiiittt aaaa XD minho panik gitu sampe ngegendong jiyeon padahal krystal yg kakinya sakit/? Wkwk ga kebayang shock nya krystal ngeliat si playboy sekolah udah ada apa2nya sama jiyeon wkwk. Minho yaa.. Ciuman di depan anak kecil :c jiyeon juga udah gabisa nolak.. Tinggal ngebales aja.ggg yhaa nextnya ya thor XD

  11. aigoo~ iner Minhoo yadoooooongggggg…
    bapake krystal kok gitu sih, kalau aku jadi krystal, aku bakal pinjem tuh mulut jiyeon buat menyumpah serapahin bapake yang kayak gituu..
    ihhhh, gerem sendiri liatnyaaa..
    eh tapi, dimana ada jiyeon disitu ada minho yaa..
    emang takdir atau minho nya penguntit sih ??
    seru adegan kisseu nya, moment yang ada taecyeon ama taemin nya juga lucu..
    banyakin dong saeng momen mereka wkwkwk
    gila loh, siapa coba yang gak nikmatin ciuman dari si flaming charismaa..
    minho juga pake malu malu kucing segala wkwkwk
    intinya keren saeng, update secepatnya yaa *wink*
    tetap semangat, saeng ^^
    fighting ^^

  12. Minho malu merona dengan pipi semerah tomat aww cute kali ya :3 . Ciye yang udah menikmati ciuman dari minho uhuk . Udah cepetan jadian
    Kasian Krystal ya 😦 untung dia punya sahabat kaya Jiyi

  13. ayo jii cepet baikan sama baekhyun.
    woahh jiyi keren berani ngambil paksa pisau dari tangan ahjussi jung.
    lanjut thorr, next chap di tunggu 😀

  14. kekeke hara ngeganggu minho sama jiyeon aja.
    kapan hubungan minji ada kemajuan,udh ngk sabar nunggu mereka jadi pasangan.
    di tunggu kelanjutannya.yg cepetan ^^

  15. Hiks kasian yah jiyeon sama chanyeol kecil tuh kurang kasih sayang orgtua, makanya chanyeol jd suka sama jiyeon tuh karena dia mau ngelindungin jiyeon
    Si minho kyknya selalu aja ada d mana jiyeon ada, jodoh bgt kali ah mereka
    Duh si minho ketagihan bgt nyium jiyeon uhuk

  16. jiyeon udah mulai bangkit dr masa lalu nya ,
    jiyeon demi sahabat nya berani gk takut ma tu pisau daebakk
    untk sahabat2 jiyeon lainnya gimana yahh , buat bangkit untk masa depan
    wkwk ituh minho napsu bgt , kasian hara nya
    oke next dtunggu ne , fightinf

  17. wehh jiyeon udah mulai berhasil bangkit dr masa lalu nya , gimana ya dgn nasib masa lalu sahabat nya yg lain bisakah??
    itu jiyeon berani bgt nantang appa krystaall daebakk ,,
    untung aaja minho ngikutin jiyeon keke jd minho bsa lgsung bantuin jiyeon
    asikk baekhyun doa nya terkabulkan , baekhyun bakal dpet jiyeon kecil nya lagi ..
    next ne dtunggu , fighting

  18. Bener kata minho knpa jiyeon sok jagoan sih , kan bahaya untung aja ada minho dan langsung ke rumah sakit klo gak pasti jiyi kehilangan banyak darah ,,
    Ya ampun minji klo mau kiss lihat* sekitarnya donkk,,
    Tuh kan hara dan krystal jd lihat ㅋㅋㅌㅌㅋ

  19. Omooona,itu sih hara buru2 disumputin biar gx ngeliat ntuh adegas kissing.a kodok choi amh baby dino, daebaaaak eonni ff.a

  20. Hahhahaaa si naeun pantas bgt ϑi gituin! Hmm bnr Ĵΰƍa, jiyi hrs hati2, krn bs ja yeoja tu nyerang dy tiba2.
    Ommo!!! Appa na krys bnr2 sadis, anak na smpi mw ϑi bnh gt,
    Syukur dech jiyi na lgsg ϑi bw k rmh skt,
    Eits !!! Dh da peningkatan nich ^^

  21. Cieee minho khawatir nih yee
    Minho tuh bener2 pahlawan bgt ya buat jiyeon, selalu ada saat jiyeon butuh

    Dan skrg jiyeon udh mau mulai memaafkan baekhyun nih

    Aku demen sama cerita ttg persahabatan mereka
    Dan terharu juga sih sama sikap teman2 jiyeon

  22. Kirain jiyi mau marah ma sahabat² nya,, gx ke tebak jiyi mah 🙂
    Jiyi keren weh…
    Appa krystal saekki apa?
    Minji kocak weh,, jiyi jadi terhanyut gitu sekarang hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s