Posted in School Life

6. School Life (New Vers)

image

Story by @siskameliaaa
Pairing: Park Jiyeon&Choi Minho and others pairing.
Genre: friendship, school life, drama
Type: MC ( Multi Chapter)
Warning: typo(s), abal, OOC, gajenes, dll.

                   Rated M(for languange)

                             School Life

Hari ini adalah hari terpanjang bagi Jiyeon, setelah kemarin diam-diam pergi dari apartemen Minho. Hari ini Jiyeon juga dapat menghindar dari pria itu. Ada banyak macam rencana yang sudah di siapkan, mulai dari menyelidiki apa yang terjadi sebelum kejadian berdarah itu terjadi, hingga memulai semua nya dari awal.

Jika Jiyeon saja tidak bisa move on dari masa lalu, lantas bagaimana cara gadis itu untuk membuat ketiga sahabatnya melupakan masa lalu. Harus ada yang memulai, Jiyeon harus bisa melawan. Tidak selamanya ia ingin ketiga sahabat nya terus hidup dalam bejat nya dunia hitam. Dia harus nekat!

“Kosong,” Jiyeon hanya menatap hampa sebuah pintu bercat putih gading di hadapannya, rumah yang dulu sering ia datangi kini terlihat tidak terawat, terbukti dengan adanya alang-alang liar yang menjulang tinggi hingga sebatas pinggul orang dewasa. Cat yang dulu terlihat hidup kini pudar disertai retaknya dinding dibeberapa bagian, khas seperti rumah hantu yang berada di film-film horror.

Gadis itu masih bergeming untuk sesaat, matanya kembali menjelajah satu persatu sudut, helaan nafas yang terdengar membuktikan bahwa sang gadis tengah menguatkan tekat untuk terus melangkah menuju masa depan yang pasti, walau sedikit memori terekam apik yang tidak bisa dihapus begitu saja.

“Anda mencari siapa?” Sapaan seorang wanita paruh baya membuat Jiyeon menoleh kaku, dihadapannya ada seorang wanita tua yang kira-kira seumuran dengan ibunya.

“Dimana keluarga Kim?”

Wanita tua itu terkesiap beberapa saat sebelum menghela napas disertai senyum aneh, “mereka pergi setelah anak nya meninggal, tidak ada yang tau mereka kemana.”

Well, itu kenyataan yang mengejutkan. Ada sejuta kupu-kupu yang menggelitik disekitar rongga hati. Bukan perasaan karena sedang jatuh cinta, melainkan perasaan sesak yang tidak berdasar. Jadi, selama Jiyeon terpuruk akibat meninggalnya Myungsoo, selama itu pula keluarga Kim pergi. Tidak heran jika rumah itu terlihat hancur tidak terawat, seperti isi hati gadis itu saat ini. Jika bisa diibaratkan, isi hati Jiyeon sama persis seperti keadaan rumah itu.

Hancur, tidak terawat. Tinggal menunggu pemilik baru sang rumah agar bisa kembali terlihat indah akibat dekorasi sana sini yang mungkin membutuhkan waktu cukup lama. Sama hal nya dengan hati Jiyeon, menunggu pemilik hati yang baru.. merawat dan menyembuhkan perlahan agar kembali terlihat indah.

“Terimakasih,” wanita paruh baya itu mengangguk singkat sebelum permisi untuk pergi.

Jiyeon hanya bisa tersenyum sendu, kini gadis itu semakin tak tentu arah. Siapa lagi yang bisa memberikan informasi? Jiyeon tidak akrab dengan teman-teman Myungsoo.

Gadis itu kemudian melangkah pelan-pelan sembari memperhatikan sekeliling. Barangkali ada hal yang bisa dijadikan petunjuk, namun sampai saat dirinya tiba disebuah pemakaman umum semua tidak ada yang terjadi. Harapan hanya tinggal harapan.

Kaki beralaskan sepatu boots itu melangkah mantap kedepan, berbelok sana-sini hingga hampir sampai ditempat tujuan. Langkahnya terhenti saat iris onyx nya menangkap siluet seorang gadis tengah berjongkok didepan nisan sang (mantan) kekasih.

“Andai saja waktu itu dia tidak melihat kita sedang berdua, semua tidak akan seperti ini.”

Jiyeon menajamkan telinganya saat suara gadis tersebut mulai terdengar samar, gadis itu sedikit bergetar. Mungkin menahan tangis,

“Maafkan aku, karena aku ceroboh.. pria itu jadi tau semuanya. Semua rencana kita.”

“Saat itu aku benar-benar bahagia karena gadis bodoh itu berhasil terjerat oleh mu, tanpa sadar jika ada pria itu disamping ku.”

Jiyeon menutup mulutnya tidak percaya, gadis itu mencoba tenang agar bisa mendengar semuanya.

Dia jadi tau semua rencana kita, rencana untuk membuat Jiyeon menggilai mu. Memorotinya kemudian mencampakkannya, agar kita bisa hidup bahagia berdua.”

Kaki gadis itu lemas, jika saja Jiyeon tidak berusaha untuk terus berdiri tegak, mungkin gadis itu sudah terjatuh di tanah.

Dia marah dan menampar ku, saat itu aku masih tidak perduli. Aku bodoh, andai saja aku mulai mengerti situasi. Aku tidak mungkin menantangnya dan mentertawakan pria itu bersama teman-teman ku.”

“Aku tidak tau jika hotel tempat terakhir kali kita bertemu adalah hotel milik temannya,”

“Hiks, mian..mian.. hiks..”

Jiyeon ingat, sebelum dia mendapat kabar jika Myungsoo meninggal karena dihajar habis-habisan oleh Baekhyun. Dia sempat bertengkar dengan sang kakak karena Myungsoo.

Dan saat itu Naeun bilang jika alasan Baekhyun karena pria itu sangat mencintai Jiyeon hingga membunuh Myungsoo karenanya. Jiyeon menjerit tidak percaya, terlebih Naeun terus menyalahkannya. Baekhyun berulang kali bilang bahwa apa yang dikatakan Naeun salah, justru Baekhyun melakukan itu karena melihat Naeun dan Myungsoo hampir bertelanjang sambil berciuman panas. Naeun membantah, dia mengatakan jika semua itu jebakan Baekhyun dan menyebabkan Jiyeon membenci Baekhyun.

Padahal usia mereka masih belia, tapi sudah melakukan hal tidak senonoh. Jika diingat lagi, Myungsoo dan Naeun dibesarkan berdua di panti asuhan. Kemudian berpisah karena Myungsoo diangkat oleh orang berada, sementara Naeun tetap tinggal di panti. Mereka bertemu saat Junior High School. Tinggal berdua dalam jangka waktu yang lama tidak mungkin jika mereka tidak memiliki hubungan spesial. Dan sehari sebelum malam itu, Myungsoo bilang ia butuh uang untuk mengganti sepeda motor tetangganya yang tidak sengaja dia rusak. Jiyeon yang masih polos mengambil tabungannya untuk diberikan ke Myungsoo.

‘Jadi uang itu…’ batin Jiyeon menangis pilu. Bagaimana mungkin anak seusia dini seperti itu bisa melakukan hal yang melanggar undang-undang.

Jadi Baekhyun benar, bahwa Jiyeon terlalu bodoh untuk mencintai orang yang salah. Jiyeon salah membenci orang, pria yang selama ini ia tangisi tidak lain hanyalah pria brengsek yang tidak tau malu.

Jiyeon…” tubuh gadis itu tampak tegang, masih dalam keadaan percaya-tidak percaya.. ditatap nya Naeun penuh selidik, Naeun tampak terkejut bukan main saat ia berbalik dan melihat Jiyeon tengah mematung tidak percaya. Jelas gadis itu paham bahwa Jiyeon telah mendengar semuanya.

“Kau sudah tau, heh? Bodoh. Ini bahkan sudah dua tahun dan kau baru tau. Kau terlalu naif sehingga menutup diri dan lari dari kenyataan.”

Jiyeon masih bergeming saat Naeun kembali berbicara, “kau dan keluarga mu sama saja! Hanya karena uang Baekhyun terbebas dari jerat hukum. ORANG KAYA MEMANG SELALU MEREPOTKAN!”

“Bagaimana rasanya? Bagaimana rasanya saat mengetahui bahwa orang yang selama ini kau cintai hanya memanfaatkan mu saja? Kau harus tau, bahwa uang yang selalu kau kasih ke Myungsoo oppa itu untukku. Aku dan oppa bahkan selalu mentertawakan kebodohan mu, kami juga –”

PLAK!

Tangan Jiyeon bergetar, ini sangat menyakitkan. Gadis itu berusaha kuat agar tidak menangis didepan Naeun, tapi percuma. Aliran air bening justru menerobos paksa untuk keluar, ini adalah kenyataan yang belum bisa di terima. Tapi inilah kenyataannya.

“DASAR JALANG!” Jerit Jiyeon, tidak perduli jika ini makam umum sekalipun. Nyatanya gadis itu tengah menjambak rambut Naeun membabi buta. Bukannya tidak ingin melawan, tenaga Jiyeon sangat besar hingga gadis itu tidak bisa berbuat apapun.

“Brengsek!!” Jiyeon terus melontarkan makian-makian keji dan tidak memperdulikan jeritan Naeun yang tampak kesakitan.

PLAK!

“PERGIIIII SEBELUM AKU MEMBUNUH MU!”

Setidaknya Jiyeon masih mempunyai akal sehat, membiarkan Naeun pergi setelah gadis itu kembali menamparnya bukanlah ide buruk. Biarkan gadis itu pergi untuk saat ini, setidaknya biarkan gadis itu menikmati udara segar. Karena bisa saja Jiyeon gelap mata jika Naeun masih berada di dekatnya.

Tangan gadis itu mengepal kuat, matanya manatap tajam kedepan, kearah batu nisan bertuliskan Kim Myungsoo. Air mata belum berhenti sejak tadi, “bajingan!” Setelah berujar demikian, Jiyeon buru-buru pergi dari tempat peristirahatan tersebut.

.
.
.
.
.
.
.

Sudah dua hari Jiyeon mengurung diri, ketiga sahabatnya tentu tau apa yang terjadi. Membayangkan Jiyeon menjerit sembari memaki dirinya berkali-kali bukanlah hal yang senang dilihat ketiga sahabatnya. Bahkan mereka dapat merasakan apa yang Jiyeon rasakan. Terbukti dengan keberadaan mereka saat ini, berdiri didepan sebuah apartemen kecil di dekat sekolah SMP mereka. Setelah mengumpulkan informasi guna melancak keadaan seseorang, akhirnya perjuangan tidak sia-sia. Hari ini, mereka akan membalas sakit hati Jiyeon.

Kriet..

Sret

PLAK

PLAK

PLAK

Gadis itu tidak tau apa yang terjadi, saat mendengar suara ketukan pintu yang tampak tidak sabaran, buru-buru ia membuka pintu. Baru membuka sedikit, baju nya sudah di tarik sehingga menyebabkan dirinya keluar, dan saat diluar ia kembali dikejutkan dengan tiga tamparan berturut-turut.

BRUGH!

Kali ini Suzy yang tampak tidak segan-segan mendorong Naeun hingga gadis itu terjatuh setelah menabrak dinding lumayan keras, “BRENGSEK! KAU HARUS MEMBAYAR APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP SAHABAT KAMI!” tidak seperti biasanya, biasanya Krystal akan menahan Suzy jika sudah keterlaluan, kini gadis itu hanya diam sembari menatap sinis Naeun. Sementara Sulli sedang mempersiapkan kamera ditangannya.

“Bawa dia ke dalam.” Perintah Sulli, tidak segan Krystal dan Suzy segera menyeret paksa Naeun untuk masuk kedalam, mengunci pintu dan kembali mendorong gadis itu untuk bersimpuh dilantai.

“Aku dengar kau pelacur Myungsoo?” Tanya Krystal, Naeun hanya diam tidak menjawab.

“Ah, kau bahkan bukan seorang gadis lagi jika dilihat. Jadi, seberapa sering kau dan si brengsek itu melakukan sex?” Sulli dan Krystal hanya bisa menyeringai puas saat Naeun melotot karena terkejut.

“Jadi benar? Kalian memang pasangan brengsek.” Kali ini Krystal sudah mencapai puncak nya, gadis itu tampak sakit hati karena sahabat nya diperlakukan sebegitu kejam nya oleh dua makhluk menjijikan itu.

“Lakukan sekarang,” perintah Krystal yang mendapat anggukan disertai seringaian kejam Sulli dan Suzy.

                                School Life

Malam ini begitu dingin, tapi Jiyeon justru terlihat berjalan gontai dengan dress tipis berwarna putih gading dengan tali spageti, gadis itu berjalan di jalan sepi tanpa alas kaki. Tatapannya kosong, nyatanya berusaha menerima kenyataan dan memulai semuanya dari awal bukanlah hal yang mudah. Semua butuh proses, proses yang tidaklah sebentar.

Kaki telanjang itu melangkah untuk menyebrang ke jalan raya tanpa melihat sebuah truk sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

BRUGHHH.

Mati rasa, gadis itu seperti orang yang kehilangan akal. Dia bahkan belum sadar apa yang sebenarnya terjadi, matanya masih terlihat kosong.. namun kini setetes air mata turun dari celah mata beriris kelam itu.

“KAU MAU MATI HAH?” Bahkan suara teriakan seseorang hanya menimbulkan efek yang tidak berarti. Gadis itu hanya memandang nya polos, tidak perduli jika suara detakan jantung pria itu begitu kencang berbunyi.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya pria itu lagi, –Minho, awalnya Minho hanya ingin berkunjung ke apartemen Jiyeon karena gadis itu selalu menghindarinya. Terlebih Taecyeon bilang jika sudah dua hari Jiyeon tidak masuk sekolah. Tapi saat dirinya baru akan keluar dari mobil, Jiyeon muncul dengan pakaian yang tidak cocok untuk cuaca dingin seperti ini, tanpa alas kaki pula. Diam-diam pria itu mengikuti arah tujuan Jiyeon.

Betapa paniknya Minho saat melihat sebuah truk ingin menabrak tubuh mungil tersebut, pria itu kemudian lari dan memeluk tubuh Jiyeon sebelum membawanya lari ke sisi jalan. Beruntung hanya jatuh di pinggir trotoar.

“Apa yang terjadi?” Kini suara Minho tampak lebih lembut, bagaimana pun juga ia tidak tega melihat keadaan Jiyeon saat ini. Mata gadis itu kemudian perlahan mulai sadar akan kekosongan beberapa saat. Ditatapnya lama Minho, “pergi.” Katanya datar.

Minho masih tidak mengerti, Jiyeon menyuruh nya pergi. Tapi, kenapa? Bukankah harusnya gadis itu berterimakasih?

“Kau kenapa sih?” Tanya Minho tidak sabaran, kedua tangan Minho meremas bahu telanjang Jiyeon. Sangat kurus, bahkan Minho bisa merasakan tulang pada bahu tersebut, oh berapa tahun gadis ini tidak makan? Nyatanya Jiyeon masih tetap bergeming, tapi matanya semakin berkilat.. tampak lebih –marah?

“PERGIIIII!” Jeritnya, lantas Minho semakin panik tidak mengerti. Direngkuhnya tubuh mungil itu guna memberikan ketenangan, tapi Jiyeon malah memukul-mukul dada bidang pria itu disertai kalimat yang tidak pernah berubah, “pergi..” lirihnya sekali lagi. Perlahan Minho mulai mengusap punggung dan kepala Jiyeon.

“Waeyo?”

Dan untuk pertama kali nya Minho menyesal karena kembali mempertanyakan ada apa dengan Jiyeon, karena pada akhirnya gadis itu kembali menjerit untuk menyuruhnya pergi.

“KHA!!!! PALLI KHA!”

Bugh.

Kesabaran Minho habis, masa bodo dengan gadis itu. Masih mending Minho sudah menolongnya, tapi gadis itu malah meninju rahangnya dan menyuruhnya pergi. Memang Jiyeon pikir rahangnya tidak sakit? Rasanya sangat ngilu. Baiklah, biarkan saja gadis itu sendirian sampai ada truk yang kembali menabraknya.

“Baik aku pergi!” Geram Minho, pria itu berdiri disertai hentakan kaki yang menandakan bahwa ia sedang kesal. Tiga langkah ia pergi, tapi pria itu kembali menoleh, ada sedikit kedutan di hatinya manakala melihat Jiyeon tengah terduduk sembari memeluk lututnya disertai isak tangis yang belum mereda.

Pria itu akhirnya kembali dan melepas jaket yang ia kenakan, disampirkan kebahu Jiyeon, “setidak nya aku tidak ingin melihat berita yang mengatakan ada seorang gadis mati kedinginan di pinggir jalan.” Jelasnya kejam. Pria itu semakin kesal karena tidak mendapat respon berarti. Masih dalam keadaan kesal bukan main, pria itu kembali melangkah untuk pergi disertai umpatan sepanjang jalan. Kali ini pria itu sudah berada di ujung jalan, menyempatkan diri hanya untuk memastikan. Masih sama, gadis itu masih terduduk di tepi trotoar dan memeluk lututnya, miris sekali.

Minho mencoba tidak perduli, toh gadis itu yang menyuruh nya pergi. Lagi pula, biarkan saja gadis itu sendiri, dia tidak perduli. Nyatanya pria itu justru malah berbalik dan melangkah lebar-lebar ketempat Jiyeon, gemas sendiri melihat Jiyeon yang tetap bersikukuh berada disana. Tanpa aba-aba pria itu kemudian menggendong Jiyeon ala karung beras, mengabaikan rontaan dan pukulan yang dilakukan gadis itu.

“Diam atau aku akan melempar mu ke jalanan,”

“LEMPAR SAJA!”

Minho menggeram kesal karena jawaban spontan Jiyeon.

“Aku akan mencium mu sampai puas jika kau masih tidak mau diam.”

“CIUM SAJA SAMPAI KAU PUAS.”

Minho menyeringai sementara Jiyeon mulai berhenti meronta secara perlahan, gadis itu mendadak gugup bukan main, “aku diam.” Kata Jiyeon mengoreksi. Sementara Minho hanya diam sambil tersenyum samar.

Tbc.

A/N: sampe sini dulu ya, lagi ada beberapa masalah pribadi jadinya lama update dan sekalinya update begini jadinya hehe. See you soon guys😌

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

33 thoughts on “6. School Life (New Vers)

  1. tuhh kan bner si myungsoo emang kurang ajar untung aja dia mati,,
    semoga aja si naeun jera sumpah ksel bnget sma dia ,,
    pembalsan yg dilakuin suzy sulli sma krystal agak mengurangi kekesalan aku ke dia meskipun kurang puas sih,,hehe
    fiuhh untung ada minho,,
    jdi jiyeon g jdi ketabraknya,,
    ditunggu next partnya 😀
    semoga masalahnya cpet selesai yaa 🙂

  2. Berat juga beban jiyeon 😦 😦
    hayo sulli cs bikin naeun jera dan nerima akibat yg setimpal dg apa yg di lalukan terhadap jiyeon (ketawa jahat)
    nexttt part selanjutnya 😀

  3. huaaaa daebak thor.
    pengen punya sahabat kyk sulli, suzy, ama krystal. yg peduli sama sahabat.
    gak sabar nunggu next chap thor 🙂

  4. Yaak son naeun.. selamat bersenang2 dgn trio kwak kwik kwek 😊 mdh2an kau cpt2 sj susul myungie mu trcinta.. sm2 mati biar bs brsm di akhirat kan? 😊😊😊 hmm.. keunde jiyi pabo kekekkk udh slh ngmg dia.. mampus udh bkl di cium choi keroro smp puas.. hahaja.. next dong mdh2an minji bs jdian ya brktnya.. deg2an seh bacax.. hahahah..

  5. lamaaaaaaaaa…
    pendek lagii *pout*
    ouh jadinya cewe nya naeun tohh..
    mantep banget punya sahabat kyak mereka.
    itu naeun mau difoto telanjang yaa ??
    jiyeon nyesel juga kan ngomongnya wkwkwk
    akhirnya diem sendiri hahahaha
    semangat ya saeng, fighting ^^

  6. Ya! Naeun benar benar jalang nggak tau malu pake ngefitnah Baekhyun lagi sampe Jiyi benci . Myungsoo juga -_- . Mampus loh dihajar sama Suzy, Krystal, Sulli . Aww Minho sweet :3 padahal udah disuruh pergi berkali kali tapi tetep balik lagi ke Jiyi . Next author 🙂

  7. Astaga ternyata myungsoo brengsek banget .jadi selama ini nipu jiyeon, untung myungsoo nya dah mati .kalau belum ta pites juga,, rasakna membalasan sahabt nya jiyi ,naeun dasar cewe ga beres,,wahh jiyeon salah ngomong,itu mah seneng nya minho heheee..semoga saja minho bisa membuka hati jiyeon,and membahagiakan nya ,,

  8. Masalah jiyeon sdh terungkap..kesel sma naeun kalau aku jd jiyeon udh kuhabisi tu org #emosi.
    Tp untung ada sabahat2 x yg turun tngn..apapun yg mereka lakukan unk ngebls tu perempuan mah aku setuju aja,andaikn namja x blum meninggl pngen ngasih pljran juga.
    Jinja jinja part ini bikin emosi.
    Ya ampun abng minho dtng d waktu yg tepat..dan hebatx dia dg ancaman ampuhx itu buat jiyi diam.wkwkwk.next!

  9. Jiyeon langsung diam setelah sadar dg ancaman minho bkal menciumnya. Minho bkalan jd mencium jiyeon/ga?next part… ^^

  10. Aigoo miris banget jiyeon
    Ternyata baekhyun gak salah apa apa
    Ternyata Ia hanya mau melindungi adiknya dari pria brengsek
    Jiyeon ayo kembali seperti dahulu!!
    Jangan menyalahkan diri sendiri
    Minho ayo buat hari jiyeon lebih indah!!
    Pokoknya next Chapter fighting&Hwaiting!!

  11. bagus sih baekhyun ngebunuh myungsoo sampe mati lah ini beneran kelewatan!! naeun mampus lu kena amukan suzy krystal sulli mungkin sekarang naeun di telanjangi habis habisan sama mereka haahah
    minho bisa ga ganti kata cium nya xD wkwk jiyeon sampe ralat omongannya hahaha

  12. sumpah kesel bgt sama myungsoo sama naeun.
    apa ya yang dilakuin sulli krystal dan suzy ke naeun,penasaran bgt nich.
    minho bakal menang banyak nich hehehe.akhirnya jiyeon mau berhenti nangis juga.next yang cepetan.ceritanya terlalu pendek thor,ntar panjangin ya

  13. Terungkap sudah keburukan myungsoo dimasa lalu,,
    Ternyata bner apa yg dkatakan baekhyun,,
    Aduhh naeun kasihan bgt dikeroyok sahabat jiyi, tp gue dukung sahbat jiyi,, biar tau rasa tuh naeun,,
    Untung ada minho yg nyelamatin jiyi dri kecelakaan,,lucu jga minho ngancem jiyi pke cium sgLa, dasar eviL,,
    Dtunggu next chap

  14. , wach awas jiyi, minho minho kaya nya bakal cium kamu sampai puas hahaha,, jiyi sich salah ngomong hahahaha
    next

  15. akhirnya jiyeon tau kebenarannya..
    tp oppa nya beneran suka Jiyeon??
    haha minho ngeluarin jurus andalan..kiss paling ampuh untuk nenangin jiyeon ><
    next ^^

  16. Haaaaa sudah kuduga yg sebenernya salah itu myungsoo bukan baekhyun :”(( kasian baekhyun ampe dibenci sama adenya sendiri… Jiyeon cepetan minta maaf sama baekhyun gih/? Untung naeun udah dikasih pelajaran sama suzy sulli krystal :”) minho perhatian banget euy wkwk… Lawak “cium saja sampai puas”… Wkwkwk wayoloh jiyeon, tar beneran dicium ampe minho puas.ggg aaaaa ini pendek bangeett nextnyaa yg panjang ya wkwkwk XD

  17. eh sadar ternyata jiyeon pas minho mengancam buat nyium,hahaha..
    sahabat yg baik mungkinkah naeun di photo dg pakaian yg compang camping.ni waktunya jiyeon move on dari masalah lalu.
    padahal q menanti minho buat gendong jiyeon deh kalau gak denger eh ternyata minho tahu aja.hahaha..

  18. wah….. lanjut thor, tambah seru aja, tpi kasihan banget jiyeonie, yg sabar ya eon,…. lanjut thor, caiyoooo

  19. Omooooona gx kebayang abis ngomong spontan muka garang tiba2 sadar lngsng ngomong aku diam muka lemes kah?

  20. Aaahhh kurang ajar si myungsoo, jiyeon smp berantem sama oppanya cuma karena dia eh ga taunya si myungsoo emang bener2 deh
    Sekarang jiyeon udh tau, dia harus minta maaf sama chanyeol oppa dan kembali berbaikan lagi
    Duh si minho kyknya perhatian bgt sih sama jiyeon, dari sekedar iseng jd bener2 suka deh kan ihiyy

  21. myungsoo cihh dia jahat ma jiyeon , manfaatin jiyeon aja ckck
    naeun rasain tuh dendam 3 sahabat keke
    jd baekhyun sbnernya buat ngelindungi jiyeon ato sekalian dia bneran jatuh cinta ma jiyeon?
    jiaha minho bneran bisa bikin jiyeon diam , walopun proses nya lama
    kerenn thor , next yaa

  22. Jd bnr, jiyi menangisi namja yg brengsek !!! (⌣̯̀⌣́)
    Bisa2 na dy manfaatin harta jiyi tuk cewe’ na! Keterlaluan!
    Wajar ja dy smpi dibogem gt ma baekhyun.
    Hahahaaa rasain tu, ayooo bls kn ja k cewe’ na myungie.
    Untung da minho yg nyelamatin jiyi

  23. Setelah tau yg sebenernya lagi2 jiyeon harus nerima kenyataan pahit
    Malah kesannya jiyeon itu jd dpt double attack
    Kasian jiyeonie~~~
    Emang sih baekhyun mngkn ga salah, tp salahnya baekhyun tuh dy mencintai adiknya sendiri

    Minho saranghaeeee ❤❤❤
    Sukaaa bgt sama sikap nya minho ke jiyeon, dy paling peduli sama jiyeon

  24. OMG!!! jiyi diperalat myung & naeun.
    Baekhyun bener donk dg tuduhan dia ke myung, karna baekki melihat mereka.
    Move on jiy,,,
    Eits, kirain jiyi gx bakal sadar dg omongannya,, gx taunya langsung gugup 😆 =d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s