Posted in School Life

4. School Life (New Vers)

image

Story by @siskameliaaa
Genre: friendship, school life, drama
Type: MC ( Multi Chapter)
Warning: typo(s), abal, OOC, gajenes, dll.

                  Rated M (for languange)

                             School Life

“Aku bilang mau pulang.”

“Tidak.”

“Aku. Mau. Pulang.”

“Ti.dak,”

“Pulang.”

“Tidak.”

Entah sudah keberapa kali mereka memperdebatkan sesuatu yang tidak penting. Sang gadis yang memaksa ingin pulang, dan si pria yang tidak mengijinkan.

“Cukup! Aku mau pulang!” Geram Jiyeon seraya menendang asal selimut yang menutupi tubuhnya, disamping sudah ada Minho tengah menyilangkan kedua tangan didepan dada.

“Akkhhh.”

“Sudah ku bilang ‘kan? Kau itu masih sakit.”

Jiyeon menatap Minho sengit, pasalnya disaat gadis itu memaksa untuk berdiri.. kepalanya berdenyut nyeri hingga dirinya kembali jatuh terduduk dikasur. Bukannya membantu, pria itu malah menatapnya sembari menyeringai puas. Dia itu manusia yang tidak punya hati nurani.

Hey~ kau lupa siapa yang menolong mu Park Jiyeon?

“Pinjam handphone mu.” Titah Jiyeon seraya menjulurkan tangannya seperti meminta sesuatu.

Minho mengernyit sesaat sebelum kembali tersenyum menggoda, “kau mau meminta nomor telpon ku, sweety?”

BLETAK~

“YAAA!”

“Jangan harap!”

Pria itu menatap tak percaya Jiyeon, seenak jidat saja menggeplak kepalanya hingga menyebabkannya oleng ke samping.

“Kau mau aku cium, hah?!

“Mwoh?”

“Apa kau hanya akan menurut jika aku cium?”

“Apa maks–”

Emphhh.”

Ini gila. Jiyeon lama-lama bisa kembali masuk ke rumah sakit jiwa! Sudah dua kali pria itu mencuri ciumannya. Dan lagi, jantungnya serasa mau copot. Sudah lama sekali semenjak saat itu, Jiyeon tidak pernah dekat dengan seorang pria. Mungkin hanya belum terbiasa, setidaknya itulah yang Jiyeon simpulkan saat merasakan debaran aneh di dada nya.

Disaat Jiyeon asik dengan pikirannya sendiri, Minho malah menyeringai puas melihat Jiyeon yang menjinak.

Sepertinya tidak susah membuat nona galak itu diam, eh?

“Apa yang kau lakukan bodoh?!” Geram Jiyeon, matanya melotot nyalang siap menerkam wajah innocent Minho.

“Membuat mu tutup mulut.”

“MWOH?”

“Kau mau aku cium lagi, sayang?

Suara gigi Jiyeon bergemelutuk pelan seraya menahan nafas, sementara Jiyeon sedang menahan marah.. Minho justru menyeringai puas untuk sekian kalinya.

Bukankah menyenangkan menggoda nona galak ini, Minho?

Ingatkah Minho, bahwa ini untuk pertamakalinya ia merasa puas tengah mencium seorang gadis? Pria itu biasanya selalu merasa hambar saat merasakan ciuman para gadis untuknya. Tapi, bibir Jiyeon justru membuatnya candu.

“Kau– ah sudahlah, aku mau istirahat. Kau pergi saja yang jauh.”

Mata bulat itu mengerling nakal, butuh beberapa waktu untuk Jiyeon sadar akan makna yang tersirat lewat tatapan itu, tatapan mencemooh. Tatapan yang menyebalkan menurut gadis beriris onyx itu. “Aku hanya tidak ingin berdebat dengan makhluk astral seperti mu! Itu saja.” Ungkap Jiyeon seraya menggidikan bahu acuh, jemarinya kemudian menarik selimut hingga mencapai atas kepala. Sekali lagi Minho tersenyum puas disaat Jiyeon tidak mungkin melihatnya karena terhalang sebuah selimut putih tebal berbau maskulin khas seorang pria.

.
.
.
.
.
.

“Aku hanya lelah, lagi pula aku ada janji dengan pria itu.”

Krystal hanya memandang samar, lain hal nya dengan Suzy yang tengah dilanda kepanikan besar. Jiyeon tidak ditemukan dimana-mana. Bahkan ditempat favorit nya –makam, Jiyeon tidak ada. Memang tidak salah jika Sulli mengeluh lelah dan berniat memberhentikan pencarian mereka, langit yang mulai menjingga menandakan waktu sudah sore petang.

Tidak ada alasan bagi Krystal untuk menentang, “kau tau ‘kan? Aku hanya malas mendengar ocehan pria tua itu jika aku tidak datang.” Sekali lagi Sulli menjelaskan.

“Oh yaps! Kau lebih mementingkan pria bernama Yoseop itu dibandingkan sahabat mu sendiri?”

Tidak ada yang Krystal dapat lakukan selain melihat kedua gadis didepannya yang saling melempar tatapan tajam, seandainya ada Jiyeon.. mereka akan diam karena kata tajam gadis itu yang begitu menusuk.

Sulli mendecih gemas, mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut wanita itu membuatnya ingin tertawa terbahak. “Kau lupa? Siapa yang lebih memilih sex dibanding sahabatnya? Dimana kau saat Hara masuk rumah sakit? Bersetubuh dengan pria tua bangka, bitchy?” Suasana yang mulai panas membuat Krystal ikut gusar, dapat gadis itu rasakan tubuh Suzy mendadak lemas seakan menyadari kesalahannya. Jiyeon pergi salahnya.. lalu kalau Sulli memang memiliki kepentingan kenapa dia harus menghambat? Padahal Suzy tau jika Sulli tidak datang, maka gadis itu akan mendapat masalah besar. Memang harusnya Suzy yang bertanggung jawab akan kehilangan Jiyeon.

“Maafkan aku, kau pergi saja. Aku akan mencarinya sendiri.” Lirih Suzy, tangannya yang semula terkepal mendadak terbuka pasrah. Wanita itu menunduk seraya menatap aspal dibawah.

Grep!

Krystal tersenyum samar, selalu begitu. Bertengkar, tapi tidak lama akan berbaikan. Gadis itu menghela nafas lega saat Sulli memeluk Suzy hangat, “kau tau aku juga mencemaskan nya. Aku janji setelah acara itu selesai, aku akan menemui kalian untuk mencari Jiyeon.”

“Ya, aku minta maaf.. dan aku juga mengerti. Kau pergilah, jika Jiyeon sudah ketemu, aku akan segera mengabari mu.”

“Aku akan membantu Suzy,” Sulli mengangguk tak yakin, melihat Krystal tersenyum untuk meyakinkannya membuat perasaan kian hangat. Rasanya seperti ada satu beban yang terangkat walau sedikit.

“Bagaimana dengan Hara?” Kali ini Suzy yang bertanya, seakan Hara lah yang sangat di butuhkan Krystal untuk saat ini.

“Jangan khawatir, Hara sedang berada di rumah bibi kami.”

Setidaknya ini hanyalah sebuah masalah kecil, sebuah masalah yang belum ada artinya dibanding masalah yang akan dihadapi para remaja sekolah menengah atas itu. Sebuah masalah yang berawal dari masa labil ketika remaja. Sebuah masalah yang berujung dengan penyesalan tanpa arti.

                                School Life

“Minho tidak mengijinkan kita untuk ke apartemennya sekarang.”

Taecyeon menyesap aroma alkohol sebelum meminumnya dalam setegak, pria itu kemudian menyalakan sebatang rokok untuk dihisap kemudian. Suara dentuman instrumen musik sexy mengalun merdu mengiringi tarian-tarian nakal para wanita jalang. “Padahal aku ingin menawarkan seorang wanita untuk dia kencani, dan lagi si bodoh Yoseop itu lebih tertarik dengan gadis pilihan Ayah nya dari pada wanita-wanita sexy yang aku tawarkan.” Serunya dramatis.

“Kau tau sendiri, Minho tidak suka wanita bekas dirimu. Dan untuk Yoseop, apa yang harus kau banggakan dengan pria culun itu? Aku ragu dia tidak memiliki hormon layaknya pria dewasa.” Canda Taemin, sesekali pria itu mengeluarkan uap asap lewat mulut dan hidung.

“Dia belum puber,”

Taemin mengeluarkan fake smile andalannya saat Taecyeon bergumam sebal. Memang di antara mereka, Yoseop lah yang hidup nya normal-normal saja.  Taemin bukan Taecyeon yang suka tidur dengan wanita jalang, dia juga bukan pria naif seperti Minho yang tidak ingin merasakan sex. Pria itu pernah melakukan sex, tapi tidak sesering Taecyeon. Taemin hanya suka melakukan sex jika dengan wanita yang menurutnya menarik, jika sudah tidak menarik maka akan ia tinggal begitu saja.

“Kenapa tidak kau ajarkan? Bukankah kau sangat ahli?”

Taecyeon menatap Taemin sengit, baru beberapa menit saja berduaan dengan pria fake smile tersebut sudah membuatnya berhasil merasakan pms, yang harusnya hanya dirasakan para gadis. “Lelucon mu tidak lucu, lagipula aku masih punya otak untuk tidak melakukan anal dengan pria macam si culun itu.”

Ow, tunggu.. maksud mu, jika melakukan anal dengan pria lain kau tidak keberatan?”

Taecyeon bersumpah bahwa Taemin adalah makhluk menyebalkan yang akan ia tulis dalam daftar list untuk dihindari. Pria berbadan kekar itu hanya melotot samar berusaha mengabaikan senyuman menggoda seorang Taemin.

Mengabaikan Taemin untuk sementara bukanlah hal buruk jika nyatanya pria itu akan diam, tapi nyatanya… Taemin bukanlah orang kebanyakan yang akan diam jika diabaikan, Taemin adalah Taemin. Jika diam, maka itu tandanya ia menang dan akan semakin senang mencari masalah.

“Aku punya beberapa kenalan gay yang tampan, aku rasa kau akan menyukai nya.”

Oh, berterimakasihlah dengan suara musik yang kecang sehingga tidak menimbulkan keributan berarti disaat Taecyeon menggebrak meja sangar.

Lucu,kan? Pria yang menganggap dirinya sudah dewasa saja masih bisa terpancing dengan hal kecil. Apa itu bisa dikatakan dewasa?

.
.
.
.
.

“Tidak ingin mengucapkan terimakasih?”

Jiyeon hanya memutar kedua bola matanya saat kalimat sindiran keluar dari bibir pria menyebalkan di hadapannya. Well, tidak sia-sia Jiyeon membuat Minho keropotan akan kelakuannya yang sengaja mengobrak abrik isi apartemennya dengan dalih dia sudah sehat dan ingin pulang. Menyeringai puas saat Minho melotot emosi dan berteriak marah saat Jiyeon kembali dengan sengaja mengacak-ngacak dapur indah miliknya dengan kecap dan saus,

Tapi. Yang tidak bisa dilupakan adalah saat wajah pasrah Minho tatkala Jiyeon tersenyum manis dan berkata ‘aku ingin pulang’ disertai mimik innocent khas anak tk. Minho yang gemas hanya bisa pasrah sembari menutupi semburat di kedua pipinya. Berusaha menyibukkan diri untuk membereskan apartement dan menyuruh Jiyeon untuk segera bersiap-siap jika tidak ingin Minho berubah pikiran.

Sweety, kau tidak mau berterimakasih disertai kecupan mesra di bibir?” Minho mengerucutkan bibirnya lucu, pria itu begitu manis jika bersikap manja seperti ini.

“Ini sudah malam, aku lelah. Sebaiknya kau buka kunci pintunya atau aku akan merusaknya tanpa ampun?”

“Memangnya kau bisa? Satu kecupan, maka kau akan dapatkan apa yang kau mau.”

Jiyeon melotot marah, “jangan bercanda bodoh! Aku tidak sudi mencium mu.”

“Aku bilang mengecup, bukan mencium. Jadi kau mau dicium?”

Eerrrr, Jiyeon hanya mampu menahan rasa aneh yang menggelitik didadanya. Antara malu dan entahlah, hanya suatu perasaan semu yang tidak terdefinisikan. Disaat Jiyeon mati-matian berusaha mengusir sesuatu yang menyengat didadanya, Minho justru semakin tersenyum menang.

“Jangan harap!” Ketus gadis tersebut membuat pria maskulin itu semakin senang menggoda, “oh bahkan kau lupa kita sudah pernah berciuman sebelumnya..” Minho sengaja melepas safety belt nya untuk mendekatkan mulutnya kearah telinga Jiyeon, “..sangat mesra.” Lanjutnya yang mampu membuat bulu romanya merinding ngilu.

Cup.

Kecupan singkat yang mendarat dibibir atas Jiyeon mampu membuat gadis itu tegang, terlebih bibir Minho mulai nakal untuk menjelajah lebih dalam. Dilumatnya bibir bawah Jiyeon lama dan dalam. Membuat Jiyeon kehilangan akal dan terjebak dalam ciuman yang kian dalam. Persatuan antara lidah, suara kecapan bibir sehingga meneteskan sebulir saliva membuat kedua nya dimabuk nafsu duniawi.

Minho melepaskan ciuman panjang itu saat keduanya butuh oxygen. Pria itu kemudian menyeringai memperhatikan Jiyeon yang tengah terengah dengan rona merah di pipinya. Manis.

“Kau menikmatinya, sayang? Bahkan kau tidak sadar jika pintu nya sudah terbuka sejak tadi?”

Dan pria itu hanya terkekeh geli melihat reaksi berlebihan Jiyeon. Gadis itu melotot ngeri dan segera membuka pintu disertai kata-kata makian seperti brengsek.’

BRAKK.

Bahkan Minho tidak marah saat gadis itu dengan sengaja membanting pintu mobilnya sehingga menciptakan suara gebrakan yang cukup besar.

“Sama-sama, sweety.” Sindirnya sebelum melajukan mobil sedan kesayangannya dari gedung apartement Jiyeon.

                             School Life

Sunyi.. itulah kesan yang terdapat didalam sebuah apartemen bernomor 1012 tersebut. Hanya kebisuan dan tatapan tanpa makna yang dilakukan kedua sejoli itu. Jiyeon, memandang datar Baekhyun yang tengah berdiri disisi pintu kamarnya sembari menyilangkan tangan di depan dada.

“Jadi, bisa kau jelaskan darimana saja kau dua hari ini?”

“Kenapa kau bisa berada di apartement ku?”

Baekhyun mendengus benci seraya mengintimidasi Jiyeon dengan tatapannya yang menusuk, “tidak susah, kau masih sangat mencintai pria brengsek itu?” Rasa benci kian memuncak saat Baekhyun mengetahui bahwa adiknya mencantumkan tanggal kelahiran pria yang amat ia benci untuk dijadikan password apartement.

“Tutup mulut mu! Kau yang brengsek. Bodoh!” Jerit Jiyeon. Baekhyun kembali menunjukkan raut ketidaksukaannya saat Jiyeon mamaki dirinya, “bahkan di usia nya yang masih muda dia sudah berani mencumbu wanita lain disaat status kalian masih sebagai kekasih. APA ITU NAMANYA JIKA BUKAN BRENGSEK, HAH?!”

“KAU BOHONG!!! MYUNGSOO TIDAK SEPERTI ITU!”

“DIA SEPERTI ITU!!”

“TIDAK!!”

“Jiyeon…”

“MYUNGSOO TIDAK SEPERTI ITU!! KAU YANG BRENGSEK!”

PLAKKK!

Nafas Baekhyun naik turun begitu cepat menandakan ia tengah dilanda emosi. Matanya nyalang terselimut amarah, bahkan Jiyeon mulai terisak sembari memegang pipinya yang terkena tampar. Ia takut, takut melihat Baekhyun yang seperti ini. Baekhyun yang murka, yang sangat menyeramkan. Mengingatkan nya akan kejadian dua tahun silam yang mampu membuatnya mengalami depresi berat dan trauma berlebihan.

“Kau gadis bodoh!! Bagaimana mungkin kau lebih membela pria yang jelas-jelas sangat brengsek?! Di usianya yang masih dini saja dia berani tidur dengan wanita lain! APALAGI JIKA DIA SUDAH BESAR NANTI? MAU JADI APA KALIAN, HAH?!” Suara Baekhyun begitu menyeramkan jika di dengar. Awalnya hanya sebuah penekanan disetiap kalimatnya, namun lama-kelamaan suaranya kian mengencang hingga berteriak histeris mengungkapkan semua fakta yang ada.

Sebuah fakta yang terus disangkal Jiyeon berkali-kali, fakta yang membuat retaknya hubungan persaudaraan mereka.

“Kau tau, hah? Bahkan si brengsek itu selalu mengolok-olok mu di depan teman-temannya.”

Jiyeon menggeleng lemah disertai isakan pilu, “tidak…engg, Myungsoo oppa tidak seperti itu..” lirihnya.

“Tau apa kau? Saat itu kau sedang dibutakan dengan cinta monyet!” Kesal Baekhyun, pria itu kemudian mengguncang bahu Jiyeon sembari meremasnya kencang membuat Jiyeon semakin meringis pilu.

“Sadar sayang, dia hanyalah pria brengsek yang tidak pantas kau tangisi.”

“TIDAK!!” Jiyeon menjerit histeris, gadis itu melepas kasar kedua tangan Baekhyun yang sempat meremasnya tadi. Matanya berkaca-kaca akibat tetesan air mata yang belum berhenti mengalir, jemari telunjuknya menekan-nekan dada bidang Baekhyun tanpa melepaskan tatapan mata mereka.

“Kau yang brengsek, kau yang tidak tau apa-apa, kau pembunuh!”

Degh.

Perasaan itu lagi, perasaan sesak dan ngilu. Perasaan yang selalu ia rasakan selama dua tahun ini. Antara sedih dan senang, sedih karena dibenci orang yang disayang, senang karena telah membuat pria yang telah menyakiti sang adik lenyap selama-lama nya. Hatinya kian kacau saat orang yang amat ia sayangi begitu membenci dan mencap nya sebagai seorang pembunuh.

“Pergi.. jangan kembali. Mati saja kalau perlu.”

Dan pria setegas Baekhyun pun rasanya tak mampu menahan setetes cairan bening yang jatuh dari pupil matanya.

“Aku membenci mu. Dan akan senang jika kau mati.”

Sakit, tangannya mengepal sebagai perantara penahan sakit. Matanya menyayu tanpa melepaskan tatapannya dari sang adik yang mulai beranjak pergi memasuki kamar. Terisak seorang diri di ruangan bernuansa putih gading dengan aksen minimalis.

Niat awalnya hanya ingin memastikan keadaan adiknya saat Siwon bilang Minho akan mengantar Jiyeon ke apartement. Memastikan sang adik dalam keadaan baik, berniat ingin memperbaiki hubungannya dan sang adik yang jauh dari kata baik.

Nyatanya, malam ini berakhir dengan tidak baik. Menciptakan dua anak manusia yang terisak didalam ruangan yang sama walau terhalang oleh sebuah pintu bercat dark coklat.

Malam panjang disertai jutaan air mata yang menemani, hingga keduanya terlelap lelah.

Tbc

A/N : minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir batin. Maaf ya kalau selama ini ada kata-kata yang menyinggung, hehe. Lama gak nunggunya? Maaf deh, aku baru selesai ngebolang soalnya wkwk. Oiya buat yang minta pw lewat sms maaf engga aku bales, pulsa abis😂 dan yang minta dikirim lewat email maaf juga, aku males buka email:'(. Kalau bisa lewat sosmed aja, atau dm aku aja di twitter. Kalo facebook aku gapunya:|

Oke, cukup sampe disini. See u next chapt and byebye!

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

43 thoughts on “4. School Life (New Vers)

  1. ceritanya makin menarikk…ternyata perselisihan baekhyun sma jiyeon itu karna myungsoo..duh makin tegang nih…ckckck minho mulai yadong ketagihan tuh sma bibir jiyeonn..neexxxtt semoga part selanjutnya lebih banyakkk moment agresif + centilnya minho ke jiyi.. 😀

  2. Oh jadi cowoknya jiyeon dulu itu myungsoo.
    Myungsoo meninggal kenapa?
    Kok jiyeon gak pernah percaya sm baekhyun? Padahal maksud baekhyun baik gak pengen adiknya terluka. Malah jiyeon pengen baekhyun mati T.T
    Minho jahil banget sm jiyeon
    Update soon

  3. Yg di tngu2 akhr.a muncul juga.
    Bgus kok eonni. . Minji kya tom jerry. Minho yg smangt ya ngjar jiyi nya. .
    Next jngan lama2 & momen minji nya kurang thor tambahin ya yg lbih extrim

  4. tepok jidat lihat kelakuan minho..
    astaga jiyeon lebih percaya pacar daripada oppa sendiri,gak mungkin oppa kandung mau menghancurkan adik sendiri…
    jangan sampe baek mati ya,karna disumpahi jiyeon.
    lebih baik baek keluar negri aja deh,biarkan jiyeon dg kehidupan dan temannya yg berantakan..

  5. pantes aja baekhyun ngebunuh pacarnya jiyeon gara gara kelakuannya =_= bejat bgt tapi ya jangan sampe dibunuh juga sih….. minho jiyeon makin menjadi wkwkwj jiyeon ke enakan dapet ciuman dari minho wkwkwk nunggu moment jiyeon sulli krystal suzy >_< next thor yg cepet ya aku nunggu nya lama nih hahaha 😀

  6. Ciye Minho mainnya cium cium sekarang . Suka suka wkwk 😀 . Jadi mantannya Jiyeon itu Myungsoo, dan apa bener Myungsoo sebrengsek itu . Baekhyun juga seharusnya jangan ngebunuh meski alasannya demi kebaikan adiknya . Ehh sekarang Jiyeon jadi benci banget sama Baekhyun, mana disumpahin mati lagi 😦
    Wkwk taemin emang resek banget sama Taecyeon wkwk dasar 2Tae xD

  7. Udh kebongkar apa penyebab kakak beradik itu gak akur..d’chapt ini bnyk moment minho jiyeon,suka suka.next!

  8. Omooooo.. uri jiyi jgn bgt.. mdh2an minho bs bnt jiyi utk tegar lg ya.. baekhyin jg bs baikan sm jiyi jebal.. next dong.. next next.. huhuhu.m minho mdh2an sdr jiyi itu rapuh.. wah mrk bkn melting aja bcax.. kekekek

  9. Hahaha minppa yadong banget, udh cinta beneran ya bang, ama jiyeon 🙂 maju terus pantang mundur..

    Jangan blg klu baekyun yg ngebunuh myungsoo, krna si doi dulu pacarn sama jiyeon, dan malah tidur sama cewe lain ?!
    Makany jiyeon marah sama baekhyun trus hub. Adek kakak ini jdi renggang ? JIyeon kykny cinta banget sama myungsoo, smpe ngga prcy sama ucpn kakakny sndri 😦 trus pw apartemntny jga msih tgl lhir myung.

    Semoga aja minppa bisa ngebuat jiyeon lupa ama myung dan trauma yg dialaminy…

    Nextny d tunggu

  10. Duh itu minho bisa aja cium jiyeon mulu, ketagihan yah bang haha
    Oh jd ternyata begitu, ternyata mantannya jiyeon meninggal d bunuh sama baekhyun, tp kenapa jiyeon ga percaya sama baekhyun, duh semoga kakak adik itu cepet2 akur deh
    Next next d tunggu, oh iya aku udh sms kamu ga d bales huhu, aku udh wa kamu, bales yaa hehe

  11. hubungan ny Jiyeon baekhyun knp ga akur ?,apa gara2 myungsoo. myungsoo tyt dulunya pacar jiyeon . siapa yg Pembunuh ? jiyron kah ?,bunuh siapa dia ?
    aissh next part thor

  12. Aduhh lucunya lihat minho jiyeon:D
    Jiyeon malu” mau:p
    Minho mah gitu orangnya selalu saja sikapnya buat greget:3
    Kapan persaudaraan barkhyun jiyeon baik??
    Dan apa yg dikatakan baekhyun salah atau benar? Masih penasaran apa yang terjadi antara mereka:3
    Pokoknya dtunggu next chapter Fighting&Hwaiting!!

  13. Ohh jdi jiyeon ga akur ma oppa nya ,gara ” myungsoo.apa oppanya yang ngebunuh myungsoo? Aduh jiyeon and oppa nya sama ” kasihan..ahh minho bisa aja ,sarat nya,mulai ketagihan bibir jiyi ya,,

  14. Eoh jadi lelaki brengsek.a itu myungsoo.
    Aigo ini chap nunjukin bgt kl baekhyun sayang bgt sm jiyi.
    Bagus2 eon, seperti biasa ucapan terakhir.a adalah cepet2 di next chap eonni

  15. Aahhhhhh aku yakin baekhyun ngomong bener soal myungsoo kenapa jiyeon ga percaya sii??! Baekhyun ngelindungin dia tapi malah kena semprot jiyeon hi kesel :(( jiyeon kali2 terima dikit ucapan baekhyun kenapa/? Wkwk tapi kalo ternyata yg bener jiyeon ya aku bisa apa-_- yaudahlah yang penting jiyeon sama minho cepet bersatu aja wkwk ucul banget moment minji couple wkwk XD wayoloh udah berapa kali kisseu kisseu kalian wkwk. Minho cepetan lah naksir jiyeon beneran/? Suka banget persahabatan si cewe2 wkwk lanjuttt XD

  16. , apa minho bisa ngembli’n sifat ceria jiyi? aduch mkin penasaran aja, next jgn lma2,
    minal aidzin wal faidzin ^^

  17. see you, saeng..
    next chap jangan lama lama yaaa.

    ouh, jadi ex nya jiyi myung tohh..
    emang baekhyun apain sih kok bisa dead gitu si myung..
    tetap semangat saeng ^^

  18. minho suka banget bibir nya jiyeon :-*
    jiyeon belum ada tanda2 suka sama minho nih..
    jadi baekhyun yg bunuh pacar nya jiyeon krn dia tau kelakuan busuk pacar nya jiyeon??

  19. jadi memang fakta klau myung itu brengsek.tapi kenapa jiyeon ngk percaya juga.
    apa yang dilakuin baekhyun ke myung sampai myung mati gitu

  20. Jadi karna myungsoo toh yg buat 2 bersaudara itu perang dingin..
    Semoga dengan kehadiran nya minho bisa buat jiyeon lupa sama myungsoo

  21. Ooow ternyata myungsoo toh, jadi baekhyun bener2 ngebunuh myungsoo?? Lalu jiyeon smp depresi dan trauma itu karena baekhyun ngebunuh myungsoo apa baekhyun juga ngelakuin sesuatu yg menyakiti jiyeon??
    Duhhh aku langsung ke next part nya aja deh udh kepo beratttt

  22. MinJi bisa saling menakhlukan nih,, dan kadang kek tom&jerry 😆
    Mungkin cara baekhyun yg salah jadi jiyi malah benci,,,
    Sulli yoseob di jodohin toh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s