Posted in School Life

1. School Life (New Vers)

image

Pairing: Choi Minho & Park Jiyeon and others.
Genre: friendship, school life, drama
Type: MC ( Multi Chapter)
Warning: typo(s), abal, OOC, gajenes, dll.

                        Rate M ( for save)

                             School Life

Ini hanya sebuah cerita sederhana tentang remaja yang beranjak dewasa. Banyaknya perbedaan tak lantas membuat mereka melupakan sebuah persahabatan.

Banyak sekali perbedaan karakter disini. Mulai yang berandal, kutu buku, hyperactive, friendly, anti sosial, bitchy dan banyak lagi. Siapa sangka jika perbedaan itulah yang menyatukan mereka, belajar memperbaiki diri dan memperdulikan sekitar.

Contohnya Bae Suzy, jika dilihat-lihat gadis ini cantik dan memiliki tubuh yang proposional,  dia sangat sexy. Tapi, tahu kah kalian apa kekurangannya? Yeah! She’s bitchy. Dia hanyalah gadis murahan yang bisa ditemukan di club setiap malam.

Lalu ada Ok Taecyeon. Well, badannya yang kekar bisa kita pastikan jika dia adalah seorang berandal. Berkelahi dan mencumbu wanita adalah hobi nya.

Ada juga Krystal Jung, wajah dinginnya membuat siapa saja enggan untuk mendekat. Dia sosok misterius yang susah didekati, kendati begitu ia selalu datang dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Dia salah satu orang yang patut di jauhi -begitu pikir teman sekelasnya.

Kemudian Lee Taemin, senyumnya menawan dan ia juga memiliki wajah yang imut. Tapi, dia selalu tersenyum palsu. Tau arti senyum palsu? Yeah, semacam senyum semu tanpa makna.

Lain mereka lain lagi Choi Sulli, sosok yang satu ini merupakan tipikal nona besar, dia anggun tapi memiliki sifat pemalu. Sayang, kelakuannya begitu buruk. Mungkin dia memang terlihat manis jika dilihat-lihat. Well, dibalik sifat pemalu itu dia juga memiliki sisi gelap sendiri, seperti pecandu mungkin?

Yang Yoseop, mungkin dia satu-satunya yang normal disini. Sosok pria hangat yang hyperactive namun kutu buku. Ia ramah dan pintar, kemana-mana selalu membawa buku dan kaca mata baca yang bertengger manis di matanya. Jadilah sebutan ‘kutu buku‘. Errr apa ini bisa dibilang normal?

Nah ini Park Jiyeon, gadis cantik dengan iris onyx yang mampu membuat siapa saja tenggelam akan pesonanya. Mungkin dia bisa dibilang diva sekolah karena kecantikannya. Tapi dia merupakan gadis angkuh yang selalu bertutur kata pedas. Ia tidak segan mencaci maki lawan bicaranya biarpun orang terpandang sekalipun. Intinya gadis ini memiliki tata krama yang tidak baik. Tapi tetap saja banyak sekali yang mengaguminya. Bukankah rupa bisa membutakan seseorang?

Kalau ini Choi Minho, ia juga seorang berandal brengsek yang suka mempermainkan wanita. Beda dengan Taecyeon, jika Taecyeon akan meniduri sembarang wanita tanpa memikirkan resikonya. Choi Minho justru lebih senang mempermainkan perasaan, ia seorang player yang seminggu bisa menggandeng 7 gadis berbeda, bisa dibilang sehari satu gadis -atau lebih.

Tapi, percayakah kalian ada hal lain yang membuat mereka berkelakuan sepertu itu selain pengaruh pergaulan bebas?

“Hey bitchy girl, pria paruh baya mana lagi yang kau tiduri semalam?”

Well, mempunyai sahabat macam Park Jiyeon harus mempunyai kesabaran yang cukup ekstrak. Untung saja Suzy sudah terbiasa dengan kata pedas nan ketus khas sahabat tercintanya itu.

“Tsk! Di club ku kedatangan seorang gadis lugu, jadi yeah.. mereka sibuk memperebutkan gadis itu demi mendapatkan keperawanannya.” Suzy mengangkat bahu acuh sembari menyilangkan kakinya diatas kasur queen size Jiyeon.

Di sampingnya terlihat Sulli yang tengah menyuntikkan sesuatu ke tangannya, “tapi ruam kemerahan di sekitar paha mu terlihat baru…emmhhh” kata Sulli di sela kenikmatannya saat cairan didalam jarum suntik itu sudah masuk ke tubuhnya, setidaknya Sulli masih bisa lihat bercak merah merambat biru di paha sahabatnya yang hanya mengenakan rok sebatas paha itu.

Krystal meringis disela-sela kegiatan Jiyeon yang sedang mengobati luka lebam di wajahnya, pasalnya Jiyeon terlalu keras menekan sehingga luka nya terasa sakit. “Kau seperti tidak tahu saja, Suzy kan maniak sex.”

Suzy tertawa keras, “hahahaha kau memang yang mengerti ku, honey.”

“Menjijikan.” Jiyeon mendengus sebal saat Suzy mencium pipinya gemas.

So? Apa si tua bangka itu menyiksamu lagi?” Tanya Suzy, tatapannya berubah serius saat memandang Krystal yang masih meringis. Jiyeon yang baru selesai mengobati luka di wajah Krystal mendengus sebal, “kau mengalihkan pembicaraan nona.” Sahutnya sembari menyilangkan tangan didepan dada dan menatap Suzy pongah.

“Aku hanya mengkhawatirkan sahabat ku, apa salah?”

Skak!

Bahkan Krystal dan Sulli pun tengah menuntut jawaban akan gadis sexy itu, membuat Suzy mempoutkan bibirnya sebal.

“Baiklah, kau tau ‘kan? Semenjak saat itu aku menjadi pecandu? Aku hanya melampiaskannya ke seorang pria tua bangka mesum yang kutemui saat di gang sempit. Apa salah?”

“KAU GILA HAH?! DEMI TUHAN BAE SUZY! KAU BENAR-BENAR MURAHAN!!” Suzy meringis mendengar Jiyeon berteriak sembari mengusak rambutnya kasar. Suzy tau Jiyeon tidak terima dengan apa yang dilakukannya saat ini. Tapi, ini sudah menjadi sebagian hidupnya ‘semenjak saat itu’.

“Setidaknya carilah tempat yang elit.” Cibir Sulli.

Honey, saat itu aku benar-benar terbawa nafsu.” Sekali lagi Suzy meringis akibat cubitan beringas yang Jiyeon hadiahkan di pinggangnya.

“Sakit bodoh!”

“Pikirkan dirimu, kau tidak takut terkena AIDS, heh?”

Gadis -wanita, yang menjadi topik itu kini memandang langit-langit kamar dengan nanar. Pandangannya mengawang entah kemana, “dia yang sudah menghancurkan ku seperti ini.”

Bagaimanapun juga Suzy itu sahabat Jiyeon, dan Jiyeon sangat tau hal apa yang membuat sahabatnya seperti itu. Agak menyesal juga karena harus membuat sahabatnya itu mengingat kejadian dimasa lalu yang sangat kelam.

Sorry, darling.” Lirih Jiyeon, gadis itu kemudian memeluk Suzy diikuti Sulli dan Krystal.

Well, walaupun mereka berbeda-beda. Tetap saja yang namanya sahabat itu harus menerima satu sama lain ‘kan?.

                              School Life

PLAK!

“KAU BAJINGAN! INI ANAK MU SIALAN!” Maki seorang wanita seraya menunjuk-nunjuk bagian perutnya yang mulai membuncit. Untung saja keadaan lorong apartment nya sedang sepi sehingga tidak mengundang amarah dari tetangganya.

Taecyeon menyeringai, “kau yakin, heh? Bukankah kau tidur dengan banyak pria?”

Wanita itu bersiap melayangkan tamparan untuk yang kedua kalinya, namun Taecyeon segera melemparkan lembaran uang yang tidak bisa dibilang sedikit ke wajah wanita itu, pria jangkung itu bahkan tanpa perasaan menutup pintu apartmentnya dengan cukup keras, mengabaikan sang wanita yang terus berteriak minta pertanggung jawaban

“Sudah berapa wanita yang datang untuk minta pertanggung jawabanmu?” Tanya Taemin sarkastis.

Taecyeon mengangkat bahu acuh, “empat mungkin,” jawabnya disertai kekehan ringan.

Pria itu kemudian duduk disamping Yoseop yang tampak acuh dan lebih fokus dengan sebuah buku sejarah yang amat tebal. Taecyeon mendecih sesaat, “si bodoh ini, apa enaknya berkencan dengan buku?”

Tidak ada jawaban, tentu saja membuatnya sebal dan mengundang tawa Taemin. Sementara Yoseop acuh-acuh saja. Begitulah kebiasaannya jika sedang serius membaca, tidak akan memperdulikan sekitar, jika ada yang berani…. maka tamatlah riwayat kalian.

BLAMM.

Suara pintu yang terbuka dan tertup secara keras lantas menyita perhatian pria-pria tampan itu -minus Yoseop.

“Bagaimana kencan mu?” Tanya Taecyeon jenaka begitu dilihat sahabatnya datang dengan rawut wajah kacau.

Minho mendelik sinis, “membosankan.”

“Dan kalian putus?”

“Kau sudah tau jawabannya,” Taemin terkekeh dan Taecyeon menyeringai.

“Bodoh, harusnya kau menidurinya dulu baru kau buang.”

Minho mendelik tidak suka, “it’s you, not me.” Well, Minho memang seorang player yang terkenal suka berganti-ganti pasangan. Tapi, Minho bukan pria yang suka bersenang-senang lewat hubungan badan. Ia hanya suka mempermainkan perasaan seorang gadis.

“Kau harus mencobanya kawan.”

Tentu..

Taecyeon menyeringai puas, “dengan istri ku nanti.

BRAK!

Minho dan Taemin tertawa keras melihat wajah sebal Taecyeon, terlebih pria kekar itu menimpuk wajah Minho dengan sebuah bantal sofa.

Tatapan mereka kini teralih kearah Yoseop yang tampak tidak terganggu sama sekali.

“Dasar maniak,” sinis Minho.

                            School Life

Sekolah, satu kata kramat yang amat dihindari bagi remaja-remaja ‘gaul’, namun sangat berarti bagi anak-anak pintar. Salah sataunya Yoseop, walaupun teman satu sekolahnya, Minho tidak masuk dengan alasan ‘malas’ dan Taecyeon serta Taemin yang berbeda sekolah, tak lantas membuat Yoseop malas sekolah.

Pria itu justru sangat semangat, sepanjang jalan ia terus saja mengumbar senyum manis yang mampu membuat semua gadis menjerit gembira.

“Good morning, everybody.” Sapanya riang, yah walau sebenarnya tingkahnya itu bisa dibilang konyol dan kekanakan.

Tidak lupa ia mengedarkan pandangan kearah pojok belakang, kearah gadis bersurai panjang yang sedang duduk menyendiri dengan aura menyeramkan plus luka memar diujung gadis itu.

Selalu seperti itu, gadis itu -Krystal. Selalu menyendiri dan tidak pernah terbuka. Berhubung ketiga temannya berbeda sekolah. Jiyeon, Suzy, dan Sulli lebih memilih Anyang Art High School, berbeda dengannya yang lebih memilih Hannyoung High School. Itupun karena gadis itu lulus tes beasiswa.

Tapi, Yoseop dan seluruh murid Hannyoung High School tidak ada yang tau ‘kan? Bahwa gadis yang di kenal suram itu memiliki tiga orang sahabat yang begitu dicintainya. Karena mereka memang sudah akrab sejak Junior High School dan sudah tahu kejelekkan masing-masing. Sama halnya dengan Yoseop dan ketiga temannya yang sama-sama kenal sejak Junior High School.

Yoseop dan Minho lebih memilih Hannyoung High School, sedangkan Taemin dan Taecyeon memilih Anyang Art High School. Berbeda sekolah tidak juga membuat mereka putus tali persahabatannya.

Drrrtttt

Krystal mendelik kesal saat handphone nya bergetar, dengan malas ia mengecek sebuah pesan singkat dari salah satu sahabatnya.

Matanya melebar begitu isi pesan itu berisi sebuah kabar buruk yang menyangkut salah satu diantara mereka.

Sial!

Segera saja ia meraih tasnya dan berlari keluar dan menghiraukan sebuah tatapan tajam dari seisi kelas.

Bolos sehari tidak apa-apa ‘kan?

…..

“Sial! Apa yang terjadi dengan Sulli?” Nafas Krystal terengah-engah akibat berlari, ditatapnya Jiyeon penuh intimidasi.

Jiyeon menghela nafas gusar, “dia tiba-tiba saja pingsan dan berkeringat dingin. Aku tidak tau ada apa, tapi sepertinya ini pengaruh obat-obatan yang dia konsumsi. Beruntung aku dan Suzy segera melarikannya kerumah sakit sebelum ketauan para guru.” Jelasnya panjang lebar.

“Berbicara tentang Suzy, dimana wanita itu sekarang?”

“Sedang menyelesaikan sesuatu.”

“Dia salah minum obat pagi ini,” lanjutnya saat melihat raut wajah bingung Krystal.

“Dan harus segera melampiaskannya dengan cepat.” Tambahnya kemudian.

Cklek

“Dimana keluarganya?”

Jiyeon dan Krystal saling lirik penuh arti, “kami kakak nya,” jawab Jiyeon disertai anggukan setuju Krystal.

Dokter itu tampak menghela nafas sebelum berkata, “adik kalian operdosis obat, dia harus segera menjalani rehabilitasi.” Jelasnya, Jiyeon hanya mengangguk paham.

“Kami akan bicarakan dengan orang tua kami.” Jawab Krystal.

.
.
.
.

“Si bodoh itu harus berterimakasih pada kita nanti,” ketus Jiyeon sembari menatap Sulli yang masih terbaring lemah dengan selang infus ditangannya.

“Yaps! Setidaknya aku tidak ingin melihat dia mengamuk karena kita menjerumuskannya keruang rehabilitasi.”

“Tapi itu untuk kebaikannya Krystal Jung.”

“Dan tidak membawanya ke ruang rehabilitasi adalah kebaikan untuk kita.”

Jiyeon mendengus sebal, Sulli jika sedang murka memang menyebalkan. Walaupun dia terlihat seperti gadis pemalu, tapi gadis itu seperti serigala berbulu domba.

Cklek.

Kedua gadis itu menoleh kearah pintu, didapatinya Suzy tengah tersenyum lebar.

“Bagaimana keadaannya?” Tanyanya kemudian.

Keduanya menjawab serempak, “buruk.”

Suzy mengangguk paham, wanita itu kemudian memilih duduk di sofa yang tersedia. Jiyeon yang berada disampingnya seketika mengendus kearah Suzy seperti anjing pelacak, “bau mu menjijikan.” Kata Jiyeon seraya mengernyit jijik.

“Perutku benar-benar sakit, honey.”

Dan bunyi POOOPPFTT disertai aroma semerbak lantas membuat Suzy kembali berlari ke kamar mandi. Menyisahkan kedua sahabatnya yang bersiap muntah karena aromanya.

                            School Life

Bosan dirumah sakit, Jiyeon memutuskan jalan-jalan malam sebentar sembari membelikan ketiga sahabatnya makanan. Berhubung Sulli masih lemas dan makanan rumah sakit yang tidak enak, mau tidak mau Jiyeon harus memutar-mutar demi mencari makanan untuk sang sahabat.

Tadinya ia ingin mengajak Krystal, namun gadis itu harus merawat Sulli karena Suzy sedang tepar akibat gangguan pencernaannya.

Jiyeon segera memberhentikan mobilnya disebuah kedai makanan, suasananya cukup ramai dengan para remaja seusianya. Mungkin ini merupakan tempat tongkrongan.

Buru-buru Jiyeon turun dan memesan makanan, pandangannya terfokus dengan handphone nya karena sedang berbalas pesan dengan Krystal yang sedang menanyakan sudah dimana dirinya.

“Ini pesanannya nona.” Jiyeon mengangguk dan menyerahkan selembar uang.

Baru beberapa langka ia berjalan tiba-tiba seseorang menabraknya.

“Ck! Kalau jalan pakai mata.” Ketus Jiyeon, sementara seorang pria jangkung dengan mata jelaganya mengernyit alis bingung.

“Bukankah kau yang berjalan sambil bermain handphone, sweety?” Goda pria itu.

“Tutup mulut mu, brengsek!”

“Aw, itu panggilan sayang untukku?”

Jiyeon mengernyit jijik, pria itu tampan tapi kelakuannya begitu menjijikan dimata Jiyeon.

Duagh!

“Jaga bicara mu, boy!” Sinisnya, sementara Minho meringis memegangi perutnya yang terkenal sikutan keras Jiyeon.

Gadis itu kemudian berjalan angkuh tanpa perduli tatapan orang-orang.

..

“Gadis itu anak sekolah mu?” Tanya Minho ke Taecyeon karena Jiyeon yang masih mengenakan seragam sekolah Anyang Art High School.

“Yeah. Dia mengagumkan, right?”

Minho menyeringai menyetujui, “dia cocok untuk menjadi milikku.”

Kali ini Taemin tertawa mengejek, “jangan harap.”

“Dia begitu susah didekati, bahkan Taecyeon pernah dibuatnya tersiksa selama seminggu karena kelaminnya bengkak akibat ditendang, karena nekat mengajak Jiyeon untuk melakukan sex.” Lanjut Taemin.

Yoseop tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya, sementara Taecyeon meringis malu.

“Jadi dia yang membuat mu tidak keluar selama seminggu? Hahahaha, amazing girl.” Kata Yoseop disela tawanya.

“Tapi aku tidak akan menyerah, aku ingin sekali meniduri gadis itu.” Kata Taecyeon percaya diri, sementara Minho hanya menyeringai penuh makna.

“Good luck, brother.” Dukung Yoseop.

Tbc.

A/N : AKU POTEK PARAH! HIKS:'( . Gatau kenapa aku gabisa terima dengan kabar dating itu dan nangis kejer sambil liat foto minji. (Lebay lo.) Tapi sumveh, aku nangis kejer HIKS:'( . Maaf ya kalo ada readers yang tersinggung dengan cerita diatas, bukan maksud buat menjelekkan bias kalian, tapi tuntutan cerita (PLAK)

Mau jujur deh, tapi jangan bully aku ya kakak-kakak^^ aku sempet kesel sama jiyeon, aku gapercaya aja jiyeon sama si om, abis yang aku tau jiyeon susah deket sama orang baru. Masa baru kenal sebulan udah ‘taken’ rasanya NYEZEK MAXIMAL! Jujur deh Jiyeon mending sama yesung atau hongbin. TAPI TETEP MINJI ZZANG! Awalnya aku mau hiatus aja sampe mereka putus dan …… yah you know what i mean, maybe. Gatau kenapa ada kilatan petir yang menyambar kalo liat jiyeon. Tapi akhirnya aku mutusin buat keep strong, dan melampiaskan ke ff. Buat minji shipper, semangat guys! Gaakan lama kok mereka (sotoy nih.) Jangan mau kalah sama shipper diluar sana yang masih keep strong (contoh: myungyeon)  SEMANGAT MINJI SHIPPER!!!

Oke cukup, mohon maaf jika ada salah kata, aku hanya sedang gegana berat guys:'(. Peace love and gaoel, salam sayang dari minji shipper yang sedang retak sampe ke akar. Mwah:*

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

72 thoughts on “1. School Life (New Vers)

  1. eh… ni semua punya trouble kecuali yeseob mungkin. haha tpi suka dgn persahbtn mrk, dan oh taecyeon plg brengsek kyk ny. wkwkwk, tpi suka smua karkter kok

  2. wah baru baca yg kek gini nih ..
    suka sama jalur cerita nya .. tapi apa mereka akn selalu dlm pergaulan seperti ini thor .. ? minta pw nya buat part 2 ya .. masa langsung baca part 3 si .. gk mungkin bngt kan .~~

  3. wah baru baca yg kek gini nih ..
    suka sama jalur cerita nya .. tapi apa mereka akn selalu dlm pergaulan seperti ini thor .. ? minta pw nya buat part 2 ya .. masa langsung baca part 3 si .. gk mungkin bngt kan .~~

    coment aku ada gk si ?

  4. Wahhhh mereka punya sifat dan permasalahan yg pelik bgt nih kyk nya

    Tp salut sih sama persahabatan mereka, walaupun masing2 punya sifat yg berbeda2 tp mereka ttp keliatan solid

  5. di situ yg paling parah sulli suzy dan Taecyeon :’v

    suka bgt sama karakter jiyeony (kek aku bgt) bhaaaaks 😀

    izn lanjut baca thor thor/? :’
    kkk ud lma gk bca ff school life , kek nya ini yg bnyk bad girl and bad boy ny

    kkk keep writing thor thor ^0^

  6. Walaupun mereka berbeda² tapi mereka tetap 1. Seneng lihat persahabatan mereka.
    Yg bikin suzy jadi kek gitu taecyeon kah?
    Minho tertarik ma jiyi tuh 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s