Posted in Secret Love

2. Secret Love (end)

image

Kepalanya terasa pusing, seperti ada beban berat yang menduduki kepalanya. Sekilas suara bising orang mondar-mandir masuk kedalam indra pendengarnya. Matanya mulai mengerjap-ngerjap, siluet seorang pria berada dekat dengan jarak wajah ayu itu. Dapat Jiyeon rasakan hembusan nafasnya, wajah nya masih terlihat samar karena cahaya lampu yang begitu redup.

“Kau sudah sadar?”

Suara berat itu, suara yang begitu asing. Sesuatu yang kenyal dan lembut menempel dibibirnya.

“Syukurlah.” Lanjutnya kemudian.

Jiyeon masih mengerjap berusaha mengumpulkan nyawanya.

Saat mata nya mulai terasa jelas, saat itu juga dia sadar bahwa…

Pria tadi telah menciumnya.

“KYAAAAAAA CHO KYUHYUN!!! APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!”

DUAK!

Pria itu jatuh terjungkal akibat tendangan maut seorang Park Jiyeon.

Kyuhyun meringis sambil memegangi perutnya, sementara Jiyeon menatapnya waspada.

Ini gilaaa.

Itulah yang berada difikiran Jiyeon saat melihat dimana ia sekarang. Kamar bernuansa tradisional namun nyaman, kamar yang menjadi kamar Kaisar dan Permaisuri saat zaman Joseon. Persis seperti yang berada di drama yang sering ia tonton.

“AKU MAU PULANGGG!” Jiyeon menjerit histeris, disibakkan selimut secara asal dan bersiap lari.

Sayang, dia tidak menyadari bahwa bajunya kini telah terganti dengan baju yang biasa dikenakan Permaisuri.

BRUKKK

Jiyeon meringis malu, Kyuhyun dan beberapa pelayan menghampirinya khawatir.

Sial, kenapa dia begitu bodoh hingga menginjak ujung hanboknya sendiri. Muka Jiyeon sudah memerah, tidak sanggup menatap orang-orang disekitarnya.

                             Secret Love

             Author: @siskameliaaa
    Pairing: Choi Minho&Park Jiyeon
      Genre: Romance, fantasy, friendship
        Warning: Typo, abal, OOC, AU, dll.

Pagi yang sibuk, seluruh pekerja istana tampak repot untuk mempersiapkan pesta di istana. Para pengawal sudah bersiap berjaga-jaga untuk keamanan, banyak tamu penting yang akan menghadiri pesta kerajaan ini. Pesta yang diadakan karena sebuah kabar gembira.

Permaisuri tengah mengandung …

Tapi, apa jadinya jika Jiyeon -sang Permaisuri gadungan, mengetahui maksud dari acara tersebut?

Ugh! Berdoa saja istana tidak runtuh karena amukannya.

.
.
.
.
.

Panas teriknya matahari tidak membuat orang-orang merasa lelah. Justru saat ini raut wajah mereka tampak gembira, mengingat bahwa sang penerus kerajaan akan segera lahir ke dunia. Ya, walaupun harus menunggu 8 bulan 6 minggu lagi.

Para tamu mulai berdatangan, pesta ini cukup meriah karena bertepatan dengan festival yang berada di istana.

“KAISAR TIBA!!”

Semua membungkuk hormat saat sang Kaisar memasuki sebuah ruangan, disampingnya Jiyeon tampak berwajah masam. Matanya melotot sengit saat melihat Minho tengah duduk dengan pongah disertai senyum mengejek.

Sial. Jika ini bukan acara resmi, Jiyeon sudah pastikan untuk menjedotkan kepala itu ke tembok berkali-kali. Tangannya sudah gatal ingin melakukannya segera.

“Gwenchana?” Tanya Kyuhyun hati-hati.

Jiyeon hanya mendelik kesal lalu berjalan lebih dulu, Kyuhyun hanya bisa mengelus dada sabar dan yang lain hanya melotot tidak percaya melihat kelakuan sang Permaisuri, ditambah cara jalannya yang sangat besar-besar.

Oh, betapa tidak anggunnya Permaisuri ini.

Gadis yang dianggap Permaisuri itu mendudukkan dirinya kasar, “apa yang kau lihat, hah?” Jiyeon bertanya sengit dan dibalas Minho tidak kalah sengitnya.

“Anda tidak anggun sekali, Permaisuri.”

Jiyeon semakin menggeram kesal, dia sudah bersiap untuk meninju wajah menyebalkan Minho.

Andai saja Kyuhyun tidak menahannya,

Ya. Andai saja.

Eh? Bukankah ini seperti dejavu?

“Tenangkan dirimu, sayang.”

APA? SAYANG?

Jiyeon mengernyit jijik, sementara Minho mendelik kesal.

Apa-apaan dia? Tunggu, bukannya Jiyeon itu lesbi seperti yang Minho bilang. Hanya saja di panggil sayang sama orang yang tidak disuka itu sangat menggelikan.

Tidak suka ya?

Bagus! Rasanya Jiyeon sudah mendapatkan jawaban untuk sunbae nya itu.

Diam-diam Jiyeon menyeringai senang.

Tuk!

“Senyummu jelek.”

MASA BODO DEH DENGAN ETIKA KERAJAAN! Tapi, jika Jiyeon membalas jitakan Minho, itu sam a saja dia menjatuhkan harga diri Permaisuri yang asli, tapi salah sendiri kenapa permaisuri itu menghilang dan jadi Jiyeon yang kena sial. Eh tapi ‘kan selama Permaisuri yang asli itu belum ketemu berarti yang harus menanggung malu Jiyeon, ‘kan?. Tapi..tapi…

Ah kenapa banyak kata tapi sih?

Tapi, kalau kesalnya dipendam ada rasa tidak puas di hatinya.

TUHKAN ‘TAPI‘ LAGI!

“Bersulang untuk kehamilan Permaisuri.”

Jiyeon ikut mengangkat gelas yang berisikan sake dari beras, melihat wajah-wajah gembira orang-orang didepannya membuat Jiyeon bingung tidak mengerti. Ditambah melihat raut wajah Minho yang tampak terkejut. Apa yang dia lewatkan? Ah, saking asik dengan pikirannya sendiri Jiyeon jadi tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

“Sstt, kau hamil?”

BYURRRRRR

Yah, lupakan etika…

Semua mata tertuju kearahnya, melihat Permaisuri yang menyemburkan minumnya ke wajah Pangeran jelas membuat semuanya terbelalak tidak percaya.

“SIAPA YANG HAMIL BODOH?”

Minho ingin ditenggelamkan saja ke rawa-rawa.

Pada kenyataannya, Jiyeon memang tidak bisa menjaga kelakuannya. Terimakasihlah kepada Ibu nya yang tidak tahu mengidam apa saat hamil hingga menciptakan makhluk seperti ini.

“Cho Jiyeon!” Gertak Kyuhyun, kesabarannya sudah habis kini. Sejak kemarin Permaisurinya ini berkelakuan aneh, jika biasanya Permaisuri hanya diam dan patuh. Permaisurinya ini justru terlihat kasar dan susah diatur.

“Mwoh?” Sengit Jiyeon menjawab.

Heran, kenapa Jiyeon tidak ada takutnya sih? Minho saja sampai meneguk ludah saat melihat tatapan tajam Kyuhyun.

“Ikut aku!”

                              Secret Love

“Aku dengar Jiyeon berulah, ya?”

Minho mengangguk malas, kemudian yang ia dengar hanya desahan pasrah dari ketiga orang di dekatnya. Setelah Kyuhyun menyeret Jiyeon entah kemana, Minho jadi panik sendiri. Dia takut Jiyeon kenapa-kenapa.

Khawatir, eh?

Jika ada Jiyeon, pasti gadis itu sudah tertawa jahat melihat Minho kacau seperti ini.

“Kita harus kabur dari istana! Yang benar saja, masa aku harus menjadi pelayan Jiyeon.” Keluh Krystal.

“Aku juga sependapat dengan mu, kita harus pergi.” jawab Yoseop.

Taecyeon dan Minho hanya diam dengan pikiran mereka masing-masing. Kemudian Taecyeon angkat bicara, “bukankah ini bagus? Kita jadi bisa meneliti tentang kisah cinta Kaisar Cho secara langsung, ‘kan? Dan Jiyeon lah yang menjadi harapan kita.”

“Tidak bisa! Kita harus cepat pergi dari sini. Tidak ada yang bisa membantah! Tidak usah perdulikan hadiah bagi yang menang, kita bisa berjuang lewat test. Lagi pula, apa jaminan jika kita terbebas dari test nilai kita akan lebih tinggi dari yang mengikuti test?”

“Tapi, Minho… karena kita sudah terlanjur terdampar di zaman Joseon ini, kenapa kita tidak manfaatkan saja?”

Minho menatap tajam Taecyeon, “dan membiarkan Jiyeon terjebak dengan Kaisar jelek itu? Tidak akan!”

“Kenapa kau perduli? Bukankah selama ini kau dan Jiyeon tidak pernah akur?” Krystal ikut ambil suara, rasa-rasanya aneh melihat Minho seperti ini. Biasanya Minho tidak pernah perduli pada siapapun, tapi kenapa sekarang dia terlihat memperdulikan Jiyeon?

Minho tidak menjawab, pria jangkung itu kemudian berdiri dan berjalan membelakangi mereka bertiga, baru beberapa langkah Minho menghentikan kakinya dan menengok kebelakang tanpa menggerakan tubuhnya, “karena aku menyukainya.”

“NEH?”

.
.
.
.
.

“AKU KAN SUDAH BILANG JIKA AKU TIDAK HAMIL!” Jerit Jiyeon.

Kyuhyun mendesah kecewa, sejak tadi Jiyeon terus saja berteriak dan meyakinkan bahwa ia tidak hamil, akhirnya Kaisar muda itu memanggil seorang tabib agar Permaisurinya percaya. Tapi setelah sang tabib memeriksa, Jiyeon justru tidak hamil!

Jelas saja, dia kan Permaisuri gadungan.

“Kenapa bisa seperti ini?”

“Tuan! Dengar yah. Aku tidak bisa menghitung sudah berapa kali aku mengalami kesialan semenjak aku dilahirkan. Yang jelas, ini adalah kesialan yang paling parah! Aku? Hamil? Jangan bercanda! Bahkan aku masih perawan dan aku adalah murid Senior High School!” Jelas Jiyeon begitu ia mendengar Kyuhyun mendesah kecewa.

Mempunyai bayangan menikah saja belum, sekarang dia malah d ikira hamil. Yang benar saja?

Kenapa sekarang Jiyeon jadi berfikir untuk menjedotkan kepala Kyuhyun saja ya ke dinding? ‘Kan, kalau Kyuhyun hilang ingatan Kaisar itu tidak akan ingat dengan Jiyeon. Tapi, kasian Permaisuri yang asli kalo sampai Kaisar lupa dengan dirinya. Tapi, sekarang Permaisuri yang asli itu tidak tahu ada dimana ‘kan? Tapi, kalo tiba-tiba permaisuri yang asli datang di saat Kaisar hilang ingatan bagaimana?

TUHKAN ADA TAPI LAGI!!!

“Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan mu, apa kepalamu habis terbentur sesuatu? Apa perlu aku bentur lagi agar kau kembali ingat?”

Jiyeon menatap Kyuhyun sengit.

Sial! Yang harusnya dijedotkan itu Kyuhyun, bukan dia! Lagipula, apa Kaisar tega menjedotkan Permaisurinya sendiri agar ingatannya kembali pulih?

PERMAISURI YANG ASLI CEPATLAH KEMBALI!!!!!! Jiyeon semakin menjerit frustasi.

“Jangan perdulikan ingatanku. Yang jelas aku ini tidak hamil, ‘kan?”

Kyuhyun mendesah kecewa, Kaisar Cho itu kemudian meneliti wajah Jiyeon membuat yang diteliti menjadi gelagapan, “kalau seperti itu, ayo kita buat anak lagi?”

“MWOH? ANDWEEEEEEEE!!!!!!”

DUAGH!!!

Kyuhyun lagi-lagi jatuh tersungkur akibat tendangan Jiyeon. Namun kali ini Jiyeon sempat mengangkat ujung hanboknya sebelum berlari meninggalkan Kaisar Cho yang masih meringis menahan sakit.

Belajar dari pengalaman, eh?

                              Secret Love

“PERMAISURI DATANG!”

Seluruh Pelayan istana membungkuk hormat, bodoh! Jika situasinya tidak mendesak seperti ini Jiyeon pasti sudah tertawa keras. Melihat wajah mereka yang ketakutan seperti itu, membuatnya berasa seperti orang penting.

Jiyeon ‘kan memang orang penting, dia nya saja yang tidak peka.

“Dimana Krystal?” Tanya Jiyeon, ketua pelayan yang ditanya lantas mengernyit tidak mengerti.

“Ah! Maksud ku Pelayan Jung. He he he..” jawabnya disertai senyum canggung dan memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

“Pelayan Jung sedang berada di kolam belakang, mau saya antar?”

“Tidak usah!” Jawabnya mutlak.

Semua pelayan hanya bisa terheran melihat kelakuan Permaisurinya itu. Terlebih Permaisuri tidak didampingi para dayang, ia hanya jalan seorang diri seperti pekerja biasa.

.
.
.
.
.

“YAAAAA!!!”

Hampir saja jantung keempat remaja itu copot, terlebih Minho. Baru saja mengatakan kalimat rahasia, pria itu langsung dibuat tegang karena teriakan melengking dari seorang Park Jiyeon.

“Kita harus pergi dari sini. Palli!!!” Panik Jiyeon.

“Ada apa?” Tanya Krystal.

Jiyeon mengembungkan pipinya kesal, kemudian membuang muka yang sudah bersemu merah jambu, “aku tidak ingin Kaisar itu memperkosa ku.”

“NEH?”

Banyak sekali kejutan di hari ini. Coba cek kalender, adakah yang ulang tahun hari ini?

“A-a..apa maksud mu?” Tanya Krystal susah payah, semua mata kini memandang Jiyeon, tak terkecuali Minho yang mulai panik sendiri.

“Kaisar tau aku tidak hamil, dan dia meminta ku untuk membuat anak kembali.”

“MWOHHH?????”

Bencana! Krystal, Taecyeon dan Yoseop serempak menengok kearah Minho.

“EHH?”

Tanpa basa-basi Minho segera menarik tangan Jiyeon dan bersiap untuk berlari.

“Kajja kita pergi dari sini!”

“NEH?”

PLAAKKKK!!!

Sandal kayu sukses mendarat diatas kepala Yoseop sebagai wakil dari ketiga orang yang terus saja berteriak tidak jelas.

“KALIAN MAU MATI HAH? TERIAK SEKALI LAGI AKU PASTIKAN KEPALA KALIAN AKAN PISAH DENGAN BADAN KALIAN!” Teriak Minho marah, lantas ketiga remaja itu melotot ngeri dan siap berteriak kembali, namun segera melipat bibir mereka rapat-rapat saat Minho bersiap mengambil samurai dari belakang bajunya.

“AYO PERGIII!!!”

“PERMAISURI DAN PANGERAN KABUR DARI ISTANA!!!!”

“CEPAT CARI SAMPAI DAPAT!!!”

                               Secret Love

Suara hentakan suara sepatu kuda menyebabkan jalanan yang hening menjadi sedikit bersuara. Setidaknya Jiyeon bisa bernapas lega saat dirasa dirinya sudah jauh dari istana.

Setelah mencuri tiga kuda dari istana, mereka langsung menerobos gerbang dan berkuda memasuki hutan. Posisi Jiyeon yang berada didepan Minho mau tidak mau membuatnya berdebar, Minho terlihat sangat serius dengan jalan dide pannya. Keringat mengalir dengan sendirinya, membuat kesan maskulin sendiri. Suara detakan jantungnya yang kencang dapat Jiyeon dengar.

Ini seperti adegan favorit Jiyeon disebuah drama.

Eh! Bukan berarti Jiyeon senang yah berada diposisi seperti ini. Rasanya…….. abstrak.

“MINHO AWASSSSSS!”

BRUK!

Hari ini memang hari sial, Jiyeon sudah memejamkan matanya saat Minho mengangkat tali kuda tinggi-tinggi saat melihat seorang pria sedang mencari kayu bakar didepannya. Keseimbangannya goyah, membuatnya terjatuh ke tanah.

Tapi…. Jiyeon sama sekali tidak merasa sakit, dia merasa menindih tubuh seseorang dan merasakan sebuah tangan melingkar dipinggangnya.

Sebelah matanya terbuka mencoba mengintip, terlebih heningnya suasana membuat Jiyeon semakin curiga.

Jiyeon hanya bisa melihat baju khas Pangeran didepannya, aneh saat Jiyeon menusuk-nusuk benda itu, rasanya keras dan bidang. Seperti dada bidang seorang lelaki,

DADA BIDANG LELAKI?

Takut-takut Jiyeon mengangkat kepalanya ke atas, dan…. kedua mata onyx itu bertemu,

“KYAAAAA MESUUUUM!”

BUKBUKBUKBUK!

Jiyeon memukul keras-keras dada bidang Minho, gadis itu kemudian meloncat dan melipat tangannya didepan dada.

“Kau mencuri kesempatan, ‘kan?” Tanyanya sengit.

Jiyeon melihat kebelakang, kearah Krystal, Yosep dan Taecyeon yang sedang menahan tawa mereka. Pantas saja sepi! Mereka bukan menolong malah hanya ngeliatin. Teman tuh?

“Tsk! Aku hanya menolong mu, lagi pula dada mu benar-benar rata yah? Aku tidak merasakan tonjolan apapun tadi.”

Sial! Wajah Jiyeon memerah, apa Minho itu buta yah? Jelas-jelas dada Jiyeon itu tidak rata, ya sewajarnya ukuran dada anak SMA saja.

Tuh, ‘kan Jiyeon jadi memikirkan dada nya. Padahal selama ini dia cuek saja.

“TUTUP MULUT MU BO–”

“Permaisuri?”

Jiyeon melotot horror. Dibalikkan tubuhnya cepat keasal suara, begitupun yang lain.

“TAEMIIIINNNNN!”

Semua berteriak histeris, sementara Taemin menutup telinganya ngeri. Kemudian Minho mengguncang-guncang tubuh Taemin, “kau disini? Jinjja? Apa kau juga terperangkap karena buku sialan itu? Kenapa kau disini? Kenapa kau memakai pakaian kumuh ini? Kau tersesat? Kau tau jalan pulang? Kau–”

“MINHO STOP! KAU MEMBUAT KU PUSING.” Jerit Jiyeon sembari melepas paksa cengkraman Minho di bahu Taemin.

Yoseop turun dari kuda diikuti Krystal yang duduk manis dibelakangnya, kemudian Taecyeon ikut menyusul, “kenapa kau berada disini?” Tanya Yoseop.

“EH! KALIAN DISINI?”

Dihutan ada pasir hisap tidak sih? Rasanya mereka ingin menendang Taemin saja ke pasir hisap.

“Kenapa kalian berkeliaran di sini? Harusnya ‘kan kalian bersembunyi di pondok! Bagaimana jika pengawal kerajaan berhasil menangkap kalian? Bukankah tugas mencari kayu bakar hari ini aku?” Kata Taemin panjang lebar.

“Kau tau kami kabur dari istana?” Tanya Jiyeon takjub.

Diotaknya kini berpikir, apa Taemin utusan Tuhan untuk membantunya ya?

“Tentu saja! Palli kita ke pondok.”

Keempat remaja itu hanya mengangguk patuh dan mengikuti jejak Taemin dalam diam.

.
.
.
.
.
.

“KAU!!!!!”

Ugh! Apa saat ini mereka sedang berada di dunia cermin? Saat tiba disebuah pondok kecil dipinggir hutan, Taemin terkejut saat dilihatnya sang Permaisuri sedang duduk sembari menyenderkan kepalanya di bahu Pangeran.

Pelayan Jung juga sedang menyiram tanaman, pengawal Ok dan pengawal Yang sedang mencangkul. Lalu, yang dibelakangnya saat ini siapa?

Teriakan kelima remaja itu membuat Taemin terlonjak kaget dan membuat semua menoleh kini.

“Eh?”

Begitulah reaksi Permaisuri, Pangeran, pelayan dan para pengawal saat melihat cerminan mereka berdiri dengan mata melotot ngeri.

                              Secret Love

“Jadi, kalian dari masa depan?” Jiyeon mengangguk aneh.

“Huh, sepertinya kita memang terikat takdir ‘kan?” Pangeran didepannya -wajahnya mirip Minho, tengah mengelus lembut pipi Permaisuri -mirip Jiyeon, lembut.

Jijik. Weks! Jiyeon jadi mual sendiri. Kalo melihat mereka seperti melihat dirinya dan Minho, aneh.

“Lalu, kenapa kalian kabur? Bukankah Permaisuri sedang mengandung?” Tanya Krystal, sesekali matanya melirik ke pelayan Jung yang wajahnya seperti dirinya, sangat persis malahan.

“Karena anak ini bukan anak Kaisar, tapi anak Pangeran.”

“MWOH???”

Wajah Jiyeon dan Minho memerah, bukan, -bukan malu karena Permaisuri hamil anak Pangeran. Tapi, mendengar hal itu, lantas membuat Jiyeon dan Minho berkhayal yang tidak-tidak. Wajah mereka ‘kan mirip, berarti Permaisuri dan Pangeran di zaman Joseon ini adalah Minho dan Jiyeon pada zaman dulu, ‘kan? Berarti sebelum ber-reingkarnasi mereka sempat melakukan ‘hubungan‘? Ini sih namanya bencana.

“Aku tidak mencintai Kaisar, hubungan kami hanya sebatas formalitas semata.”

Sedikit banyaknya Jiyeon mengerti, kisah cinta yang rumit. Dimulai dari perjodohan Kaisar dengan anak dari sang menteri karena Kaisar begitu memuja anak menteri tersebut, Permaisuri tidak bisa membantah saat itu. Dan disaat Permaisuri menginjak istana, disanalah ia bertemu Pangeran. Love a first sight!

Berhubungan diam-diam, dan bertemu di kolam saat malam menjelang. Hingga akhirnya sang Permaisuri mengandung anak Pangeran, mereka bertekad untuk kabur dari istana diikuti pelayan dan para pengawal setia.

“Apa kalian tau caranya agar kami bisa kembali?” Tanya Minho tidak sabar.

“Aku tau, bibi ku seorang cenayang. Dan aku pernah mendengar cerita seperti ini.” Kata pelayan Jung.

“Salah satu dari kalian harus berkorban, mati atau hidup. Hanya ada satu pilihan, hidup disini atau mati disana.”

Jiyeon mengernyit bingung, “apa maksud mu?” Tanyanya kemudian.

“Jika kami, sebagai diri kalian di zaman Joseon memilih hidup. Maka, kalian akan mati dan semua orang di zaman modern tidak ada yang pernah mengenal kalian. Dengan kata lain, kalian tidak akan terlahir di dunia itu.”

“MWOH?”

Pelayan Jung mendesah pasrah saat melihat reaksi berlebihan ke lima remaja itu, “tapi… dengan melihat kalian hidup seperti ini. Sepertinya bukan hal yang buruk untuk mengorbankan kami, bukan begitu Pangeran?”

Pangeran mengangguk yakin, “ya. Aku senang karena aku akan bersatu dengan Permaisuri walau bukan di zaman ini.”

BERSATU APANYA? mereka akan panik sendiri jika tau keadaan sebenarnya. Mereka akan jauh dari kata akur nanti, tapi melihat Minho yang melotot kearahnya seolah memberi kode untuk diam, Jiyeon segera menekuk wajahnya sebal.

Semoga saja mereka tidak tahu keadaan yang sebenarnya.

“Apa kalian juga menjalin hubungan?” Tanya Pelayan Jung kepada Krystal.

“Eh? Aku? Dengan dia?”

Krystal panik disertai rona merah, bertanya tidak percaya sembari menunjuk Yoseop, “ne! Karena aku dan pengawal Yang sendiri memiliki hubungan spesial.” Jawab pelayan Jung disertai senyum malu-malu, pengawal Yang sendiri hanya memijat tengkuknya halus.

“MWOH? YAK! KRYSTAL JUNG KAU HUTANG CERITA DENGAN KU!!!!!” Jiyeon menjerit murka.

Semua menatap horror Jiyeon kini, sementara Minho dan Taecyeon hanya menepuk jidat gemas.

Jika ada rantai, rasanya mereka ingin merantai Jiyeon saja. Dasar perusak suasana!

                             Secret Love

“Jadi setelah kalian mengalami eksekusi, tubuh kami akan menghilang perlahan?” Tanya Minho.

Pangeran mengangguk, “ne. Dan kalian akan kembali ke tempat asal kalian.”

Jiyeon rasanya ingin tertawa sekeras mungkin, melihat dua Minho berbicara berhadapan. Seperti melihat Minho berbicara sendiri dengan cermin. Andai saja Jiyeon bawa handphone nya, ingin rasanya merekam dan menyebarkan di internet.

Tuk!

“Yak!”

Jiyeon menatap Minho sengit, “apa-apaan kau, hah?”

“Kau tertawa seperti orang gila, bodoh.” Jawab Minho acuh.

“KAU YANG BODOH! DASAR IDIOT”

“MWOH? KAU YANG IDIOT DASAR RUBAH!!”

“KAU YANG RUBAH DASAR AYAM!”

“KAU –”

“STOP!”

Jiyeon serta Minho bungkam saat Pangeran berteriak.

“Kalian tidak akur?” Tanyanya kemudian, lantas Minho segera merangkul bahu Jiyeon dan Jiyeon memeluk pinggul Minho. Walau terkesa  kasar dan kaku, terlebih mereka tertawa aneh.

“kami akur, ini cara kami menunjukkan bagaimana kami saling mencintai. Bukan begitu, sayang?” Jawab Minho.

Ewh! Jiyeon ingin muntah rasanya.

“Ne. Kita kan beda zaman, kalau di zaman kami cara seperti ini merupakan cara untuk mengungkapkan betapa kami saling mencintai.”

Setelah kembali nanti, Jiyeon ingin mencuci mulutnya dengan deterjen sebanyak mungkin. Ini menjijikan, saling mencintai? ITU MUSTAHIL!

“Jeongmal?” Tanya Permaisuri tidak yakin, Minho dan Jiyeon mengangguk serempak.

Semoga mereka percaya..

Semoga mereka percaya..

Ini tidak seperti di drama, jadi mereka tidak ingin naif. Mereka justru berharap orang-orang itu cepat di eksekusi biar mereka bisa kembali ke Seoul yang nyaman dan tentram.

“Kalau seperti itu, kami pergi sekarang. Selamat tinggal.”

Akhirnya….

“Tunggu dulu…”

APA LAGI SIH? Kelima remaja itu mendadak gemas sendiri, padahal baru saja ingin tertawa jahat. Kenapa Permaisuri itu mendadak menghentikan niat mereka sih?

Tapi, sebenarnya Jiyeon merasa iba. Mau bagaimana pun Jiyeon pernah berada di posisi sang Permaisuri, tidak bisa bebas mencinta dan berakhir dengan di eksekusi. Pasti berat dan menakutkan, ugh! Jiyeon jadi ngilu sendiri membayangkannya, setitik air mata sudah jatuh dari sarangnya.

“Aku menyayangi mu sebagi diriku. Aku mohon, bersatulah dengan Minho. Apapun yang terjadi.” Kata Permaisuri sambil memeluk Jiyeon erat.

Saat mendengar sang Permaisuri terisak dipelukannya, hatinya merasa tercubit. Sekali lagi, dulu Jiyeon pasti merasa tersiksa seperti ini.

Jiyeon hanya bisa mengangguk kaku sebagai jawaban, yang lain juga ikut terjebak dalam situasi melankolis ini.

Taemin mendekat ke Minho, “hati-hati dengan teman mu yang bernama Taemin, sepertinya dia menyukai Jiyeon. Karena aku sangat mencintai Permaisuri.”

“Neh?”

Taemin terkekeh geli, Taemin tidak bodoh. Dia adalah seorang pengamat yang baik, dia juga tau ada yang tidak beres antara Minho dan Jiyeon. Tapi, melihat reaksi Minho seperti ini cukup untuk Taemin mengerti bahwa Minho menyukai Jiyeon. Dan mengenai dirinya yang mencintai Permaisuri bukanlah sebuah kebohongan, buktinya Taemin rela berkhianat demi melindungi Permaisuri. Tapi, dia cukup tahu diri dan mencintai dengan caranya sendiri.

.
.
.
.
.
.
.

“Jadi… kita hanya tinggal menunggu, ‘kan?” Tanya Jiyeon kepada Minho.

Pemandangan yang langka, dimana mereka duduk berdua berhadapan tanpa perang kata. Jiyeon sejak tadi hanya mendesah dan Minho melamun.

Yosep dan Krystal sedang terlibat percakapan seorang diri.

Hanya Taecyeon lah yang merasa ia hanya sebagai pelengkao cerita. Pria jangkung itu merebahkan dirinya diatas futon kayu dengan tangan sebelah kanan yang menutupi mata dan tangan kiri melingkar di perut.

Kasihan sekali.

“Aku.. ingin mengakui satu hal.” Kata Minho, setelah berperang dengan batinnya, Minho sudah bersiap untuk mengambil segala resiko.

“Tentang kejadian saat kita baru masuk sekolah dasar, saat kau mulai menjauhiku..”

Jiyeon jadi tegang, tidak mungkin Jiyeon lupa. Kejadian yang berawal menyakitkan dan menyebabkan mereka menjadi rival hingga sekarang.

“Sebenarnya aku juga menyukaimu….”

“Neh?”

Wajah Minho memerah, pria itu kemudian mengusap wajahnya kasar. “Dengarkan aku dulu, jangan di potong.” Katanya kemudian, Jiyeon lantas segera melipat bibirnya.

Tumben sekali Jiyeon menurut seperti ini, sepertinya Jiyeon juga butuh penjelasan akan kejadian tersebut.

“Saat kau dengan centil nya menyatakan cinta didepan kelas, aku merasa dipermalukan. Aku kesal, seharusnya aku yang menyatakan lebih dulu, bukan kau. Harga diriku sebagai seorang pria merasa di injak. Aku juga tidak ingin ditertawakan Siwon hyung karena kalah dengan mu. Akhirnya aku membuang bunga dan memakimu, mempermalukanmu didepan kelas dan mengatakan ‘kau menjijikan’. Saat melihat kau menangis, aku merasa sakit. Saat kau menjauhi ku aku merasa dunia ku hancur. Lucu sekali, padahal saat itu kita masih sangat kecil. Tapi setelah mendengar cerita Pangeran dan Permaisuri, aku jadi sadar. Bahwa, cinta ku sangat kuat, hingga saat pertama kali kau datang sebagai tetangga baru ku, jantung ku sangat berdebar. Aku selalu menjahili mu agar kau mau melihat aku, saat Kyuhyun sunbae menyatakan cintanya, aku merasa terbakar. Maafkan aku, aku…. mencintaimu.”

Jiyeon cengo, sebenarnya Jiyeon sejak dulu sudah bertekad untuk membenci Minho dan melupakan perasaannya kepada pria itu. Kenyataannya Minho selalu saja ada dimanapun Jiyeon ada. Saat di Junior High School, Jiyeon pikir bisa terbebas dari Minho. Ternyata Minho malah berada disamping kelasnya, dengan kata lain mereka satu sekolah namun beda kelas. Jadilah tiga tahun yang suram.

Saat Senior High School, Jiyeon kembali ketemu Minho dan yang lebih parahnya mereka satu kelas! Makin suram saja wajah Jiyeon saat melihat Minho tengah mengejek ke arahnya.

Tapi, Minho juga selalu ada disaat Jiyeon susah. Seperti saat Jiyeon sakit dan orang tua nya keluar negri, Minho lah yang merawatnya walau disertai pertengkaran kecil.

Mau tidak mau Jiyeon jadi susah move on. Menutupi perasaan sukanya dengan perasaan benci.

“K-kau?” Gagap Jiyeon bertanya.

Minho meraih tangan Jiyeon yang berkeringat, kemudian menciumnya tanpa menghilangkan kontak mata. “Hanya kau gadis yang aku inginkan di dunia ini. Park Jiyeon.. aku menyukai mu, aku menyayangi mu, aku mengagumi mu, dan aku sangat mencintaimu. Park Jiyeon, Permaisuriku… maukah kau menjadi kekasih ku?”

Wajah Jiyeon sudah merona sepenuhnya.

Duh, mati saja dia jika murid SHS melihat wajahnya yang seperti ini. Jiyeon jadi berpikir, ini bukan acara jebakan batman ‘kan? Apa ada kamera tersembunyi?

CHU~

Jiyeon semakin panik dan wajahnya benar-benar merah siap meledak. Bukan karena marah, tapi karena malu.

Kenyal, basah dan lembut…

Jarak mereka dekat, dan Jiyeon dapat melihat bulu mata Minho yang lentik sedang terpejam.

Akal sehatnya mendadak beku. Otaknya tiba-tiba kaku.

“Kau terlalu lama berpikir, kau kekasih ku sekarang!” Kata Minho mutlak.

Jiyeon hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar. Masih tidak bisa berkutik, ia mengutuk saraf-saraf tubuhnya yang mendadak kaku. Ia merasa lumpuh sesaat.

“Wae? Kau ingin aku cium lagi?” Tanya Minho disertai senyum licik.

“Neh?”

KENAPA MENDADAK AKWARD BEGINI SIH?

Lebih tepatnya, kenapa Jiyeon mendadak bodoh dan memalukan.

“Aku kekasih mu sekarang?” Tanya Jiyeon polos, raut wajahnya tidak jelas seperti apa.

“Aniya.”

“EH?”

“Kau calon istri ku!!”

“EEHHHHHHH?”

                               Secret Love

“LIHAT TUBUH KU MULAI MENGHILANG!!!” jerit Taecyeon.

Sial, sudah hanya menjadi pelengkap cerita, harus di eksekusi duluan pula.

Dan menghilanglah tubuh Taecyeon, turut berduka untuk pengawal Ok.

Jiyeon secara tidak sadar meremas tangan Minho, ia mulai merasa ketakutan kini. Minho yang melihat gadisnya seperti itu lantas segera membawanya kedalam dada bidang miliknya, dipeluk erat sang gadis untuk menenangkan.

Entah kenapa Yoseop dan Krystal biasa saja melihat Jiyeon dan Minho berpelukan. Mungkin karena mereka juga merasa takut jadi tidak memperdulikan hal seperti itu untuk saat ini.

“Yoseop!!! tubuh mu!!!” Jerit Krystal membuat Jiyeon semakin kuat mencengkram baju Minho.

“Tenanglah..” bisik Minho sambil mengusap lembut punggung Jiyeon.

Jiyeon takut membayangkan bagaimana jika setelah ini ia yang akan menghilang. Itu tandanya dirinya yang lain sedang merasakan sakit, terlebih Permaisuri sedang mengandung. Apa Kaisar tega? Tapi jika Kaisar tidak tega dan membiarkan Permaisuri tetap hidup maka dirinya tidak akan bisa kembali ke Seoul. Itu yang menyebabkan dia ketakutan, Jiyeon belum menjawab perasaan Minho. Jika ia mati disini, maka ia tidak akan bisa bertemu Minho lagi.

Jeritan Krystal yang mengatakan jika tubuhnya mulai transparan semakin membuat Jiyeon tegang. Setelah ini, siapa? Minho? Atau dirinya?

“Minho…” lirih Jiyeon

“Jangan takut.” Bisik Minho, Jiyeon semakin panik saat tubuh Minho lah yang mulai transparan.

“Kita akan bertemu kembali di Seoul..”

Mungkinkah? Bagaimana jika Kaisar tidak ingin membunuh permaisuri?

Maka Jiyeon akan mati di zaman Joseon ini. Jiyeon tidak akan terlahir kembali disana, Minho tidak akan bertemu dengan Jiyeon. Yang parahnya lagi, Minho akan menemukan pengganti Jiyeon.

“Aku mencintai mu..” Jiyeon terisak dalam diam, badan Minho semakin tidak terlihat, bahkan Jiyeon hanya bisa melihat bayangan Minho yang tersenyum dan menjawab, “aku lebih mencintai mu.” Suaranya kecil bagai bisikan angin.

Wush!

Jiyeon ambruk, sekarang i a tinggal sendiri.

“MINHOOOOOOO!!” Jeritnya tertahan.

“Aku mencintai mu Minho, maafkan aku.”

Begini saja? Kenapa Jiyeon tidak hilang?

Apa Kaisar benar-benar tidak membunuh Permaisuri?

“KAISAR AKU MOHON BUNUH AKU!!!!!” Jiyeon semakin menjerit pilu.

Tangisnya semakin histeris, bagaimana ini? Membayangkan Minho bertemu gadis lain selain dirinya rasanya sangat menyakitkan.

Sudah berapa menit? Kenapa ia tidak menghilang juga?

“KAISAR BODOHHHH!!!”

Gelap, rasanya gelap. Jiyeon tidak sanggup lagi berteriak dan memaki. Kepalanya pusing, ia mengangkat tangannya, tapi tangannya tidak terlihat transparan. Apa Jiyeon akan mati disini?

Kenapa keadaan tidak pernah berpihak pada nya? Di zaman Joseon dia lah yang ditinggal mati Pangeran, di zaman modern Jiyeon lah yang meninggalkan Minho.

Jiyeon tersenyum kecut sebelum kesadarannya benar-benar menghilang.

.
.
.
.
.
.

“……yeon? Ji Yeon?”

Pusing, kepalanya benar-benar pusing. Telinganya samar-samar mendengar seseorang memanggil namanya, dirasakan pipinya di tepuk halus.

Gadis itu kemudian membuka matanya perlahan, silau.

“Syukurlah kau sudah bangun!”

Eh? Jiyeon marasa tubuhnya ditarik kedalam pelukan seseorang.

Ah! Jiyeon ingat, saat ia pingsan tadi. Ia sempat melihat bayangan sang Permaisuri yang membunuh dirinya sendiri dengan menusukkan samurai kearah perutnya, membuat Kaisar menjerit panik.

“Minho…” lirih Jiyeon, tangannya yang kaku segera ia gerakan untuk membalas pelukan Minho tidak kalah eratnya. Kepalanya ia tenggelamkan di lekukan leher dan bahu pria jangkung itu.

“Aku mencintai mu.” Kata Jiyeon, Minho mengangguk dan melepaskan pelukannya. Ditatapnya lembut Jiyeon dan mencium lama kening gadis itu, “aku lebih mencintaimu.”

“OWWWWW ROMANTIS SEKALI KALIAN!!”

Sepertinya Minho dan Jiyeon melupakan ketiga orang yang sedang menatap kagum mereka.

Bersiaplah untuk menggemparkan SHS.

End.

Maafkan aku karena telat update XD. Perlu perjuangan untuk menyesaikan chapter ini, hohoho. Malahan aku udah bikin setengah tapi akhirnya aku hapus lagi karena engga sesuai sama plot awal. Jadi ya gini deh hasilnya, maaf ya kalau mengecawakan. Huhuhuhu:(

So, mind to review?

Epilog.

BRILLIANT! BRILLIANT!!! Ini sempurna! Bagaimana kalian bisa memberi laporan sedetail ini? Daebak! Bahkan kalian memberikan bukti berupa surat kuno yang di tulis salah satu penulis kerajaan, tulisan ini berisikan kisah tragis percintaan antara Permaisuri, Kaisar dan Pangeran.”

Kelima remaja itu hanya tersenyum misterius.

“Kalian mendapat nilai sempurna untuk test pelajaran sejarah!”

Rasanya seperti menghirup udara surga begitu tahu kalian terbebas dari test pelajaran paling sulit, mendapat nilai sempurna pula.

.
.
.
.
.
.

“Jiyeon?” Jiyeon menoleh kesamping, dilihatnya Kyuhyun tengah tersenyum ramah kearahnya. Mendadak Jiyeon jadi jengkel, orang itu ‘kan yang menghalangi cinta Pangeran dan Permaisuri.

“Sunbae! Sepertinya tidak perlu menunggu sampai ujian selesai untuk menjawab pertanyaan mu.” Kata Jiyeon

Kyuhyun tersenyum antusias, “lalu apa jawaban mu?” Tanyanya kemudian.

Tiba-tiba saja Minho merangkul erat bahu Jiyeon dan sengaja mengecup singkat bibir Jiyeon di depan Kyuhyun, “jawabannya tidak! Karena Jiyeon milikku sekarang.”

“Eh?”

“Dulu kau memisahkan kami, tapi sekarang jangan harap! Aku tidak segan mematahkan leher mu jika berani mengganggu kami.”

Ancaman Minho lantas membuat Kyuhyun cengo. Apa maksudnya? Memisahkan mereka? Kapan?

“Ayo sayang,” kata Minho lembut, dirangkulnya erat bahu Jiyeon.

Sementara Kyuhyun masih cengo. Krystal, Yoseop dan Taecyeo yang berada dibelakangnya langsung tertawa jahat.

“AWWW!” Kyuhyun meringis ngeri saat Krystal menginjak keras kaki nya.

“Itu balasan karena telah mengeksekusi kami.” Dengusnya yang semakin membuat Kyuhyun frustasi tidak mengerti.

“CHOI MINHO BERKENCAN DENGAN PARK JIYEON!!!!!”

HOT NEWS!

KEDUA RIVAL ABADI SEKALIGUS IDOLA SEKOLAH TENGAH BERKENCAN! TERLIHAT MINHO YANG TANPA MALU MENCIUM JIYEON DIDEPAN UMUM DAN BERTERIAK BAHWA JIYEON MILIKNYA!

TIDAK ADA BANTAHAN! BAHKAN GADIS SEPERTI JIYEON TERLIHAT MALU-MALU SAAT MINHO KEMBALI MENCIUMNYA.

APAKAH INI SEBUAH TANDA KIAMAT?

APAKAH NERAKA TELAH BEKU?

YANG JELAS CAPSLOCK LAPTOP KU JEBOL SAAT MENGETIK BERITA INI.

BAIKLAH INI TIDAK ADA HUBUNGANNYA.

Berita yang terus menjadi perbincangan hangat hingga mereka semua lulus, menciptakan sejarah yang wajib di kenang, tak jarang murid-murid yang baru masuk ke SHS menjadi tahu tentang sejarah romantisme Choi Minho dan Park Jiyeon. Berawal dari rival menjadi pasangan paling romantis seantero sekolah yang dirangkum disebuah novel best seller karya Lee Jieun.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

33 thoughts on “2. Secret Love (end)

  1. Wkwkk akhirnya update juga:D
    Akhirnya minho jiyeon bersatu:D
    Sempat takut jiyeon dan minho akan berpisah
    Tapi takdir berkata lain,minho dan jiyeon bersama:D
    Wkwkwk haduh heboh banget kayaknya
    Minho jiyeon pacaran:D sampai dibuat jadi novel:D
    Lucu sekali Minji selalu gemesin:D
    Pokoknya ditunggu selalu tulisan” Eonnie Fighting&Hwaiting!!!

  2. keren.. tapi kadihan kyu yg di jaman modren gak tau apa-apa tpi kakinya malah diinjak krys hahah.. sabar ya oppa..

    1. duh kepotong 😦
      sempat deg degan yg jiyeon gak akan kembali ke dunia modern tp akhirnya kembali juga
      MinJi bikin senyum2 sendiri XD

  3. kyuhyun oppa kasian banget….nggak tau apa- apa dimasa sekarang eh,, kena sama minho oppa….
    ye keren banget eon….

  4. untung ajh jiyeon dijama dulu bunuh diri.. kalo engga, jiyeon modern gk bisa pulang 😀 hohoho kisah cinta kaisar Cho tragis bgt uyy.. pukpuk buat Kyuhyun {} haha… MinJi jadi Best Couple~ ^^

  5. Hahaha kasihan kyuhyun di janan modern dia yg kena imbasnya 😀 :-D.
    Cinta minho dan jiyeon jd legenda di SHS 😀 :-D.

  6. lol banget… sumph ff nyaa epic gila, ketawa sampe ngakak ini, ah jdi itu rhasia cinta si kodok yang gamau dibilng cemen gara2 ditembaak jiyi,,, ah suka.. ditunggu cerita selanjutnya yg seru dg struktur kata yg kya gini.. i loVIEW authornim ❤

  7. Keren..keren… Jiyeon sama Minho akhirnya bersatu 🙂 dan Dikirain Jiyeon tidak bakal kembali lagi ke Seoul, dan Minho-Jiyeon cintanya ga ada yg ngalangin lagi

  8. Wkwkwk
    Kasian kyu yg gx tw apa” mlah hrus kena amukan minho cs
    Nasibmu kyu knpa dlu jd kaisar

    Cieee minho ama jiyeon jd bersatu dech
    Knpa gx dari awal aja ngaku’y minho
    Kn jd psgn’y lbih cpat jg
    Wkwkwk

  9. wkwkwkw si jiyeon mmg tukang berisik hehe
    walaupun mreka tidk bersatu di zaman dlu tpi pada zaman skrang akhirnya mreka bersatu yippppppi

  10. Woaaah.. Keren. Wkwkwk geli banget sama kelakuannya jiyeon, hahahaha bikin gemesin. Dan akhirnya minji bisa bersatu juga.
    Ditunggu ff lainnya fighting !!!

  11. kyuhyun jaman modern pasti kayak orang bego gitu ekspresinya,, haha.. ga tau apa2 eh dituduh misahin minho-jiyeon lha, eksekusi orang lah, apalah,, haha poor kyuhyun

  12. Wahhhh akhrnya post jg. Oooo jd bgtu toh kisah kekaisaran cho d masa dlu.. anehh jg. Jiyi jg kok bs bs nya bnr2 ganas urakan bgt ga f fe.inin nya. Yahhh kasian bang kyuhun jd sasaran emosi

  13. wkwkwk ini cerita komedy yg kagak jelas ..ckakaka :v duuh isiny triak2mulu dan kshan si epil dy biasanya yg jahiln skrang dsni djahln tp keren bgt dah

  14. Daebak 😀 suka bnget sama endingnya 😀
    akhirnya Minji Bersatu 😀
    bner2 bersyukur dengan adanya kyuhyun yg jadi kaisar di jaman jeoseon nyadari minho sma jiyeon klo mereka sebenarnya saling mecintai 😀
    ditunggu ff jiyeon lainnya

  15. haha daebak , tu jd berita terhangat d sekolahan . kerenn , deg.degan jg wktu jiyi gk ngilang2 trnyata permaisuri bunuh diri gk sia2 deh pengorbanan nya
    kyuhyun kasian bgt ckck
    keren deh siska …

  16. Kasian bgt kyuhyun oppa ,
    Yg sabar aj ya kyuppa,,
    Akhirnya mereka bisa kembali ke masa modern,,
    Dtunggu ff minji selanjutnya,
    Fighting 👍👍👍👍👍👍👍

  17. Hahah tuh kan bener minho emang cari perhatian jiyeon, tp aku baru tau ternyata awal permusuhan mereka itu karena minhi pernah mempermalukan jiyeon, dgn cara menolak jiyi d depan kelas

  18. Oooow ternyata itu penyebab minji jadi musuh bebuyutan
    Ada hikmah nya juga lah mereka kembali ke masa lalu
    Sebenernya kesian sih minji di zaman joseon akhir nya harus mati
    Tp kan di masa depan mereka bersatu kkkk

    Oh iyaaa yg kasian lagi itu kyuhyun di masa depan kkkk kesian dy, dy kan ga tau apa2 wkwkwk

  19. yeee. akhirnya minho dan jiyeon jadian. walaupun moment romance minho jiyeon dikit tapi seru….
    di tunggu ff minji berikutnya…

  20. Hahaha..keren.
    Krystal eonni kykx dendam bngt sma kyu,dia mah gak tau apa2..cuma cengo.wkwkwk.

  21. Wkwkkwk ga bs brhnti ngakak sumpah.. hahahah jiyi knp gt bngt.. trs ya di ms dpn lucu bngt kyunya.. kwkwwk ga tau apa2 tp mlh di gituin hahahahah paboo.. omo mrk bnr2 lucu aku ngakak ga brhnti2 smp skrg kwwkwk

  22. sempet sedih pas jiyeon gak ikut hilang, btw itu cerita tetinspirasi dari mana ? bukan sejarah asli kan ?

  23. satu yg kurang,gimana reaksi taemin..ohw minho hanya karna jiyeon duluan yg nyata in cinta sampe bicara kasar..
    seharusnya jiyeon bisa move on tapi minho muncul terus didepan jiyeon.untung aja jiyeon meladeni ya,coba dicuekin n jadian ama kyuhyun baru tahu rasa deh..

  24. Kyaaaaa dan aqhirnya mereka bersatu.. Cinta ma benci itt bedanya tipisssssss .. Jadi peuliss jgn benci2 holang

  25. Owh,, jadi grgr hal itu minji yg tadinya lengket bisa jd sangat gx akur,
    Klo minho gx masuk ke jaman joseon apa minho akan ngungkapin perasaannya juga….
    Keren”

  26. Duh kasian jg sm kyuhyundri jmn baheula ampe jmn modern cintanya tetap d tolak kkkkkkk yg lebi kasian lgi kyuhyun jmn modrn kena imbasnya
    Mmmmmh bagus ffnya
    Ini k 3 xnya aku bc mau comment g tau mau commen apa …star

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s