Posted in Tokyo Tower

7. Tokyo Tower : Truth

image

Poster by Ladyoong @
posterfanfictiondesign.wordpress.com

Author: @siskameliaaa
Pairing: Park Jiyeon&Choi Minho
Genre: angst, romance, family, drama, etc.
Warning: typo, abal, OOC, AU, dll.

MINJI MOMENT MINIM DI CHAPT INI!

                            Tokyo Tower

Jiyeon pov.

Kalian tau hal apa yang paling aku benci? Penghianatan dan kekalahan! Katakan aku egois, tapi aku sungguh membenci sebuah kekalahan, terlebih kekalahanku karena aku dihianati.

Brengsek! Aku rasanya ingin menonjok wajah menyebalkan pria yang duduk tenang disampingku. Dia pengecut! Andai saja tangan dan kaki ku tidak di borgol, sudah aku pastikan akan membuat wajah rupawan itu tersayat-sayat samurai kesayangan ku. Aku ingin meludahi wajah nya yang membuat batin ini nyeri, andai saja mulutku tidak disumpal sebuah kain.

Sial! Apa Minho termasuk komplotan dari mereka? Apa selama ini mereka menjebak ku? kalau iya, bisa ku pastikan mereka akan habis ditanganku.

Minho tidak tau apa-apa.

Aku menatap tajam pria disampingku ini, apa maksudnya? Apa dia bisa membaca fikiran ku? Ugh! Kenapa dada ku terasa ngilu saat pria ini menyebutkan nama yang begitu sakral untuk disebut disaat seperti ini?

Kemana perginya Haruma dan Keiko? Kenapa aku seperti idiot?

Ya Tuhan… maafkan aku karena tidak pernah beribadah. Apa ini balasan mu?

Aku pasrah..

Rasanya satu melawan ratusan orang itu… mustahil kan?

Ya, aku tidak ingin menjadi orang yang munafik. Aku kuat? Tentu. Tapi dengan keadaan dan kondisi seperti ini? Aku tidak yakin!

Setidaknya aku akan menghantui mereka setelah ini. Akan aku buat mereka menjerit ketakutan dengan wujud lain ku nanti. Hiiii rasanya aku tidak sabar.

“Sudah cukup kau bermain-main selama ini little lady,”

Aku mendelik tajam -Siwon, pria ini penuh misteri. Dia begitu berbahaya, aku tau itu!

“Aku selalu mengawasi mu, kau selalu saja membuat ku sport jantung tiap kali samurai kesayangan mu itu membunuh orang-orang tidak bersalah.”

Apa maksudnya? Apanya yang tidak bersalah? Jelas-jelas mereka ada hubungannya dengan kematian Ayah ku, dia tau apa? Sungguh! Aku ingin menggigit dan mencakarnya sekarang juga, bahkan saking gemasnya aku sampai menahan tangis.

A-apa ini? Kenapa dia mengelus rambut ku? Bahkan ia tersenyum? Oke, lelucon macam apa lagi ini? Aku seperti berada didalam dorama. Sial!

“Kau tidak salah, kau hanya di manfaatkan.”

SUDAH CUKUP BERMAIN TEKA-TEKI NYA!!! AKU MUAKKKKK!

.
.
.
.

Dua buah mobil Volvo hitam memasuki sebuah pekarangan rumah yang terlihat seperti sebuah taman yang berada di pusat kota. Indah, luas dan dipenuhi beragam bunga lily beraneka ragam warna.

Puluhan pria bertuxedo tampak membungkuk hormat begitu Siwon muncul dengan membawa seorang gadis berambut pirang dalam keadaan terborgol.

Ketika memasuki sebuah bangunan yang lebih layak disebut sebuah istana bergaya eropa, siap-siaplah terbelalak menyaksikan ratusan orang dengan bermacam-macam profesi. Tidak, mereka bukan orang-orang penting. Hanya seorang pekerja didalam istana megah ini. Jiyeon sudah melemaskan bahunya begitu tebakan yang ada diotaknya menjadi kenyataan, walaupun dia gadis kuat… hanya saja jiwa polos nya belum benar-benar hilang dari dirinya. Dia hanya seorang gadis yang bisa merasakan takut, dan memilih pasrah dari pada harus mengeluarkan keringat namun berakhir sama. -tewas!

“Anda sudah datang Choi-sama.” Siwon hanya melirik sekilas lalu melanjutkan jalannya menuju lantai tiga yang terdapat sebuah double door berbahan kayu jati dengan warna coklat kelam.

Batin Jiyeon makin was-was begitu melihat seorang gadis berambut merah sebahu sedang menatap tajam kearahnya disertai seringaian yang menakutkan, mata Jiyeon kembali terbelalak saat melihat Haruma sudah duduk membungkuk tidak berdaya di hadapan gadis itu, terlebih tatapannya kini seakan ingin membunuh saat melihat Keiko berdiri anggun tanpa luka sedikit pun.

Ini aneh, kenapa Keiko bisa terlihat baik-baik saja? Jiyeon bahkan masih bisa merasakan bagaimana tangannya dengan cekatan menusuk perut keiko.

“Terkejut, sayang?” Tanya gadis berambut merah sebahu itu.

Jiyeon menggeram kesal, kakinya yang sudah terbebas dari borgol sudah siap untuk menendang sosok gadis itu, andai s aja tangan Siwon tidak menghalangi.

“Bukankah aku lebih pintar darimu, adikku?”

Jiyeon mendelik tajam, tidak mengerti apa yang dibicarakan gadis didepannya ini. Sementara gadis itu makin mendekat, Jiyeon semakin waspada.

“Dia tidak akan menyakiti mu, percaya pada ku.”

Rasanya Jiyeon ingin tertawa sekeras-kerasnya begitu Keiko berbicara. Percaya pada Keiko? Hey! Jangan membuat leluhur Park bangkit hanya karena untuk mentertawakan kebodohannya.

Keiko fikir, Jiyeon adalah bocah umur lima tahun yang mudah percaya setelah dihianati?

Jiyeon memalingkan mukanya kasar saat tangan gadis berambut merah itu menyentuh halus permukaan wajahnya, ditatapnya penuh benci sosok gadis itu. Jiyeon ingat, gadis ini adalah gadis yang foto nya ia curi dari laci kamar Keiko.

Tapi… siapa dia? Siapa gadis ini? Dilihat dari penampilannya saja, dia seperti orang Korea.

“Kau membuat ku sedih..”

Gadis itu kemudian membuka sumpalan kain mulut Jiyeon dan dihadiahi air liur yang sengaja Jiyeon kumpulkan untuk meludahinya, lantas semua yang ada disana hanya diam membeku menunggu reaksi sang gadis.

“Siapa yang membuat adik manis ku seperti ini?” Tanya gadis itu, tersirat kesedihan saat ia menatap langsung mata Jiyeon.

“SIAPA KAU? APA MAU MU? JANGAN JADI PENGECUT!” jerit Jiyeon, nafasnya naik-turun saking kencangnya ia menjerit.

“Nan… Park Hyomin imnida.”

CETARRR

Bagaikan tersengat listrik jutaan volt saat nama itu tersebut, wajah Jiyeon mendadak pucat, mulutnya seketika kaku. Hyomin? Jiyeon tidak mungkin lupa akan nama itu, itu nama….

“G-otjimal.. KAU BUKAN KAKAK KU!!!” lirih Jiyeon diakhiri bentakan tidak terima.

Gadis itu merasakan borgol sudah terlepas dari tangannya, Siwon berbisik “dia Kakak kandung mu, Park Jiyeon.”

BRUKKKK

Lantas sebuah pukulan berhasil mengenai wajah gadis yang mengaku sebagai Hyomin. Amarah Jiyeon sudah di ambang batas, tangannya mengepal erat. Tidak ada yang berani menghalangi, semua hanya bisa menonton tanpa berani ikut campur.

“AKU KAKAK MU! KAU BODOH HAH? KAU TIDAK SADAR SELAMA INI HANYA DIJADIKAN BONEKA WANITA JALANG ITU?!”

BRUUUKKKK

Kembali Jiyeon melayangkan pukulannya hingga membuat Hyomin terjatuh dilantai.

“Kenapa kau tidak melawan? WAE? KAU TAKUT?”

“PARK JIYEON BERHENTI!!”

BRUUUKKK

Seakan tuli, Jiyeon tetap memukul Hyomin tanpa ampun. Tidak perduli seberapa keras Siwon berteriak untuk menghentikannya.

“Gwenchana Siwon-ssi.” Jiyeon masih menatap nyalang gadis yang hampir tidak berdaya itu, suaranya terdengar lirih membuat Jiyeon merasakan sesak di dadanya.

“Kau ingat ini?” Hyomin mengeluarkan sebuah kalung krystal berbentuk persegi panjang dengan cairan berwarna biru didalamnya.

Lutut Jiyeon terasa lemas, tangannya gemetar saat menyentuh benda yang sama, benda yang selama ini bergantung dilehernya. Hanya saja milik Jiyeon berwarna hijau seperti batu emerald.

“Twinkle twinkle little star… uri Dino my star –“

— Twinkle twinkle little star… my eonni is big star!

Jiyeon tertawa disertai isak tangis saat ia melanjutkan lirik lagu yang dinyanyikan Hyomin.

Jiyeon ingat, itu lagi ciptaan mereka sendiri. Lagu itu sendiri merupakan lagu yang sering dinyanyikan sang Ibu dengan sebuah iringan piano. Karena saat itu mereka masih kecil, mereka membuat lagu itu berbeda dan mudah diingat.

Kakak…”

“Ya. Ini aku, aku kakak mu.”

“Tapi… kakak ku sudah meninggal akibat kecelakaan bersama Ibu ku.” Lirih Jiyeon, suaranya bahkan bergetar menahan tangis. Keiko yang sejak tadi memperhatikan sudah berlinang air mata, sedangkan Haruma hanya menatap sayu kedua kakak beradik itu.

“Itu sebabnya kau disini, aku akan menceritakan semuanya..”

                           Tokyo Tower

flashback on.

“Eomma aku takut….” lirih Hyomin kecil, saat ini mereka sedang mengalami kejar-kejaran dengan dua mobil dibelakangnya. Sekelompok yakuza hitam yang telah mencoba menyusul mobil Hyomin yang berisi dirinya serta sang Ibu.

Wanita paruh baya itu sesekali melirikan matanya ke kaca spion mobil, sementara Hyomin kecil yang duduk disampingnya terus memegang erat sabuk pengaman dan mempercayakan semua kepada Ibu-nya.

Yakuza hitam dan yakuza putih, mereka adalah musuh bebuyutan sejak jamannya. Di Jepang sendiri, Yakuza hitam merupakan orang-orang licik yang akan menghalalkan segala macam cara untuk membuat bisnis mereka maju, berbeda dengan Yakuza putih yang lebih memilih cara bersih untuk bisnis mereka.

Singkatnya, Yakuza putih adalah komplotan yang di lindungi polisi, sedangkan Yakuza hitam merupakan komplotan yang diincar polisi.

Nakama dan Kitagawa, merupakan klan paling tersohor di Jepang. Namun, keluarga Kitagawa harus mengalami bangkrut setelah meninggalnya sang anak sulung – Kitagawa Temujin. Menurut sang menantu, -Kitagawa Masako, keluarga Nakama lah yang membuat Temujin meninggal. Maka terjadilah perang besar anatara dua keluarga ini.

Sementara itu salah satu keturunan Nakama yang sudah merubah marganya menjadi Park karena telah menikah dengan warga asli Korea Selatan itu harus menanggung segala resikonya, niat awal ingin mengajak Hyomin menjemput adik dan Ayah nya di bandara justru harus mengalami hal mengerikan semacam ini.

Masako sendiri bukan tanpa alasan mengincar putri dari keluarga Nakama itu. Karena, dia lah yang mengetahui rahasia kematian Kitagawa Temujin..

“Hyomin-ah, dengarkan eomma… eomma akan membanting stir ke pohon didepan. Setelah itu bersiaplah meloncat dari mobil karena mobil ini akan meledak.” Hyomin kecil hanya mengangguk seolah mengerti, sementara sang Ibu tetap fokus pada jalanan.

.
.
.
.
.

“SEKARANG HYOMIN!!!”

DUAAKKKKKK

BOOOOMMMMM

Benturan keras  menciptakan sebuah ledakan besar di pinggiran kota, Hyomin kecil menangis sesegukan akibat luka lecet yang dialaminya karena meloncat.

“EOMMAAAAAAA!!!” jeritnya pilu, gadis itu terus menangis menahan sakit, selain itu ketiadaan sang Ibu membuatnya makin menjerit ketakutan.

Hingga pandangannya melebar saat melihat seorang wanita berlumuran darah disekujur tubuhnya datang menghampiri dengan tergopoh-gopoh. Hyomin kecil hampir saja menjerit ketakutan jika sosok itu tidak segera membekap mulutnya dan membawanya bersembunyi dibalik semak belukar.

“Mobilnya terbakar habis, mustahil jika mereka selamat.”

Suara ramai pria yang berbicara semakin membuat Hyomin kecil bergetar dibalik bekapan wanita tadi, darah wanita itu menetes ke wajah Hyomin kecil sehingga Hyomin kecil menutup matanya begitu darah tersebut mengalir ke matanya.

“Ya. Setidaknya kita membawa kabar baik untuk Kitagawa-sama.

Ya….. setidaknya Kitagawa Masako bisa tidur nyenyak malam ini, karena saksi kematian penerus Kitagawa hitam telah lenyap terbakar akibat kecelakaan mobil.

Rahasia bahwa…… Kitagawa Masako lah yang membunuh suaminya sendiri.

Flashback off.

“Dan setelah kejadian itu aku dan eomma sengaja membuat berita palsu kematian kami atas perintah kakek..”

Jiyeon terdiam mencerna apa yang baru saja Hyomin ceritakan, banyak pertanyaan yang menumpuk di otaknya. Seperti,

Jadi selama ini Masako yang jahat?

Lalu apakah Masako juga yang telah membunuh Ayah nya?

Tapi, kenapa Keiko justru menghianati Ibu nya?

“Aku mengerti apa yang ada di otak mu, aku akan menjawan semuanya..” Hyomin tersenyum lembut.

“Ayah menikahi Masako karena wanita itu telah menjebak Ayah. Masako seolah-olah membuat Ayah telah tidur dengan wanita itu. Masako melakukan itu setelah dia tau bahwa kami masih hidup, ia menggunakan mu dan Ayah untuk menyakiti Ibu secara batin.”

Brengsek!

Tangan Jiyeon mengepal menahan marah, rasanya sangat menyakitkan bahwa selama ini ia membantu orang yang salah. Ia merasa di bodohi.

“Keiko dan pamannya memihak kami karena mereka ingin menjadi Yakuza putih, mereka telah mengetahui kejahatan Masako. Itu sebab nya Keiko menolak untuk menjadi penerus Kitagawa, karena jika Keiko menerima..  maka Masako lah yang akan menguasai perusahaan keluarga Kitagawa. Dan, Masako memanfaatkan mu untuk tetap mendapatkan hak waris.

“Kau harus tau satu hal adik manis, bahwa…. Masako lah yang telah membunuh Ayah.

Mata Jiyeon terbelalak sempurna, bibirnya kelu seakan terkena struk mendadak. Ada lem tak kesat mata yang melekat di bibirnya.

A..apa?” Tanyanya susah payah.

Hyomin tersenyum kecut, “Ayah telah mengetahui kejahatan Masako saat melakukan penyelidikan di Jepang. Saat itulah Ayah bertekat ingin memasukan Masako ke penjara dengan bukti-bukti yang telah didapatkan. Tapi, Masako berhasil menyabotase pesawat yang Ayah tumpangi sehingga terjadilah kecelakaan pesawat yang menyebabkan Ayah meninggal.”

Jiyeon dapat merasakan lemas disekujur tubuhnya, sebuah tangan besar membuka wig yang ia gunakan, membuat rambut indahnya tergerai indah. Tangan itu kemudian melepas tempelan yang menempil di pipinya, sementara Jiyeon masih tetap diam dengan tatapan hampa. Ia benar-benar shock, masih percaya-tidak percaya bahwa selama ini orang yang dia cari ternyata ada didekatnya. Orang yang telah membunuh Ayah nya, orang yang telah menghancurkan keluarganya.

“Cukup bermain-mainnya little lady, saat nya membalaskan dendam mu.” Bisik Siwon disertai elusan sayang diatas kepala Jiyeon.

“Eomma…. dimana? Dia masih hidupkan?”

                           Tokyo Tower

Jiyeon pov.

Aku tidak percaya wanita yang sedang duduk di kursi roda itu Ibu ku? Tuhan, jika ini mimpi aku berharap tidak pernah bangun.

Mungkin ini jawaban atas semua keraguan ku terhadap Masako selama ini, dia wanita bermuka dua. Sepertinya aku akan mempercayai selogan yang selalu di katakan Luna, sahabat ku yang berada di Korea bahwa.. “two face everywhere”.

Ku langkahkan kaki ini hati-hati. Hyomin sengaja meninggalkan ku untuk meng-introgasi Haruma. Ck! Pria itu, entah kenapa aku ingin sekali tertawa melihat wajah nya yang sama terkejut nya seperti ku. Sepertinya aku bisa mempercayai pria itu.

Eomma..”

Aku berujar lirih, tidak percaya bahwa sosok yang selalu aku kagumi lewat sebuah pigura foto kini berada didepan ku. Aku mengelus wajahnya, berusaha membuatnya sadar jika aku ini anak nya, anak yang selalu dirindukannya, sosok yang membuatnya merawat banyaknya bunga lily, bunga ke sukaanku. Anak yang sangat ingin ia temui, sosok yang membuatnya depresi karena kelakuan ku yang dengan sadis membunuh banyak orang. Ia menyalahkan dirinya sendiri atas kelakuan ku, dapat ku pastikan Masako akan mendapat balasannya karena semua ini. Sial! Aku benar-benar telah dibodohi.

“Eomma.. ini aku, Park Jiyeon.”

Aku benci keadaan melankolis seperti ini, tapi saat Ibu mengenaliku dan mulai menyebut namaku berkali-kali. Aku segera memeluknya dan meyakinkan bahwa ini aku, aku ada disini.

.
.
.
.
.
.

“APA??? KALIAN GAGAL?????”

Jiyeon dan Haruma hanya menunduk ketika mengatakan mereka kalah telak.

Jiyeon tau, Masako sedang murka. Jika dulu ia takut melihat Masako yang seperti ini, maka bedahal nya sekarang. Jiyeon justru diam-diam menyeringai melihat Masako frustasi.

Haruma sendiri sudah menjadi pihak Nakama, ia pengikut setia Jiyeon. Sejak kecil Haruma sudah berjanji kepada Ayah Jiyeon untuk selalu menjaga putri kecil nya. Dan memang Haruma selalu melindungi Jiyeon, bahkan saat Haruma tau Masakolah yang membunuh Ayah Jiyeon, Haruma bertekad untuk membuat wanita itu merasakan yang namanya neraka.

“Maafkan aku bu, Keiko telah menghianati kita. Dia telah berada di pihak musuh.”

“BRENGSEK!!! ANAK TIDAK TAHU DIRIIIIIII!! AKAN AKU HABISI DIA.”

                           Tokyo Tower

“Minho tidak tau apapun soal ini. Dia tidak tau bahwa aku salah satu anak buah dari Yakuza.”

“Temanmu bukanlah temanmu.”

Selintas kalimat-kalimat peringatan yang keluar dari mulut Siwon membuat Jiyeon makin pening.

Dia harus bersyukur bahwa Minho tidak tahu apa-apa, dan pria itu tulus mencintainya.

Tapi, Jiyeon jelas tidak tahu apa maksud dari pernyataan Siwon yang mengatakan temanmu bukanlah temanmu.

Siapa?

Sulli?

Saat ini hanya Sulli lah temannya. Jiyeon paham, dia tidak boleh mempercayai siapapun kini.

Haruma juga sudah mengatakan bahwa bukan dialah yang menguntit dirinya saat Jiyeon pergi pertama kali dengan Minho dan menyebabkan luka lebam di wajah pria tampan itu. Dengan kata lain, ada sosok lain yang mengetahui kedekatan mereka berdua selain Haruma, Keiko dan Siwon.

“Hey nona Park, kenapa wajah mu suram sekali?” Tanya Sulli saat Jiyeon sudah d uduk di bangkunya.

Jiyeon hanya mempoutkan bibirnya tanda ia sedang kesal, “kencaku kemarin tidak seru.”

“Jeongmal? Wuahhh ceritakan padaku.. palli!!!!”

Haruma melirik sinis Sulli, bukan hanya Jiyeon yang mendapat peringatan dari Siwon. Tapi Haruma juga mendapatkannya. Mulai saat ini mereka tidak boleh lengah, musuh dimana-mana.

Sekali lagi Haruma melirik sinis saat Jiyeon dengan serunya menceritakan kencannya dengan Minho kemarin.

Sandiwara dimulai, heh?

Rasanya ini saatnya istirahat, masa bodo dengan kegiatan para gadis itu. Haruma ingin mengistirahatkan matanya barang sejenak setelah tidak tidur semalaman, ditambah luka lebam di sekujur wajahnya membuat dirinya kehabisan banyak tenaga.

.
.
.
.
.

“Ke kantin bersama ku?”

Jiyeon tidak bisa menutupi keterkejutannya saat suara Minho berada di tengkuknya, membuat nafas pria itu sangat terasa di tengkuknya. Tangan besarnya dilingkarkan di bahu mungil Jiyeon.

Seulas senyum tercipta, perasaan hangat saat melihat Minho muncul merayap kehatinya. Rasanya Jiyeon tidak ingin membuat Minho terbawa dalam bahaya karena dirinya, Jiyeon akan berusaha melindungi Minho. Ya, itu adalah resiko yang Jiyeon ambil ketika dirinya dengan berani mencintai sosok pria jangkung ini.

“Tentu, Appa!

“YAAAAAAA!”

Tbc.

Fiuh. Maaf ya moment minjinya dikit(banget) huhu. Aku sengaja ingin menjelaskan tentang keluarga Jiyeon dulu. Udah ke ungkapkan siapa keluarga nakama itu? Yooo dikit lagi akan masuk ke pokok masalahnya.

so, mind to comment?

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

16 thoughts on “7. Tokyo Tower : Truth

  1. Wah ternyata selama ini jiyeon hanya dimanfaatkan oleh masako,agar dia py hak waris.
    Next nunggu moment minji’y

  2. ternyata musuh nya Jiyeon di dekat nya
    masako jahat -,- ternyata dia yg bunuh appanya jiyeon
    ditunggu moment MinJi nya yg banyak XD

  3. woahh daebak , cerita nya dpt bgt thor .
    ngebaca nya td disimak betul2 bgt hehe gk mau ada yg ketinggalan critanya
    jiyeon bner2 d peralat ma masako aja ishh nyesek wktu jiyeon mukul hyomin trus hyomin gk nglawan
    huh keren ..
    next dtunggu ne . fighting ,,

  4. Fiuhhhh syukurlah siwon bkn musuh
    😁😁😁

    Jiyeon pst benci bgt skrg sama si masako
    Ckckck ternyata jiyeon di manfaatkan
    Tp bgslah skrh jiyeon tau yg sebenernya

    Next yaaa

  5. arra aku ud ngerti

    hyomin eonni ny ji ??
    oh kebayang mv day by day

    makin suka sm jln crita ny ^^

    oh ya pngn tau juga saat jiyeon nunjukin klu dy melindungi minho ._.

  6. Ahhhhh akhir’a terbongkar juga sapa yang membunuh Appa Jiyi dan bener” gilaa itu si Masako atau Sadako membuat Jiyi menjadi mesin pembunuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s