Posted in Oneshot

Regret (Oneshot)

image

Author: @siskamelia
Pairing : Park Jiyeon&Choi Minho with Im Jaebum
Type: Oneshot
Genre: Hurt
Warning: typo, abal, OOC, AU dll

Sekedar peringatan, di ff ini akan banyak kata-kata kasar. Kalo gasuka silakan klik back:)

Ini kisah tentang Jiyeon dan Jaebum, dimana Orang Tua adalah dalang dibalik kenakalan mereka.

                            ☆☆☆

Suara dentuman musik DJ mengalun bagaikan melodi pengiring bagi para anak-anak remaja untuk meliuk-liukkan tubuh indah mereka di lantai club. Adegan panas khas seorang jalang bisa ditemukan dimana-mana. Disudut ruangan seorang gadis berhelai hitam panjang bergelombang mendecih saat sang DJ kembali mengalunkan nada pengantar para singa untuk menjamah kucing-kucing nakal.

Jari telunjuk nya bergerak membentuk lingkaran memutar di atas gelas berisi sebuah alkohol, sesekali bibir mungil nya menempel di ujung gelas tersebut tanpa mengalihkan kontak mata dengan seorang pria dibalik meja DJ

“Kau tidak ingin bergabung disana hey Jalang?”Jiyeon mendecih kesal, ditatap nya bartender itu tajam kemudian memutar mata jengah.

“Kau tau Aku tidak seperti mereka, Siwan

Bartender itu terkekeh “kau selalu saja sok suci”

“Siapa yang kau sebut sok suci?”

Siwan hanya mengangkat bahu acuh “kau tau maksut ku ‘kan?”

“Tsk! Image ku memang sudah rusak, tapi Aku still virgin jika kau ingin tahu. Aku bukan Jalang seperti mereka”

“Ya setidak nya Kakak mu itu tidak merusak mu lebih dari ini”Siwan menyeringai saat sosok pria di balik DJ mulai turun dan menghampiri mereka

“Hai Sweetheart, apa yang dibicarakan bajingan ini hm?”pria itu mencium sekilas pipi ranum Jiyeon sebelum akhirnya ikut meneguk habis segelas alkohol yang sudah tersedia.

“Seperti biasa, ikut campur urusan kita”

“Aku bilang apa heh? Jangan ganggu Adik ku”

“Aku tidak mengganggu nya, hanya memperingatkan. Bukan begitu sayang?”

“Dasar bajingan”

Siwan terkekeh mendengar umpatan kasar gadis di depannya. Sudah menjadi kebiasaan jika ia menggoda gadis tersebut.

Setiap malam gadis itu selalu datang bersama sang Kakak yang langsung menggila di meja DJ, duduk di bangku yang sama dan memesan jenis alkohol yang sama.

Siwan masih ingat pertama kali gadis itu datang dalam kondisi yang berantakan. Jejak-jejak air mata menghiasi pipi ranum nya, baju nya terlihat kusut dan rambut nya acak-acakan. Siwan tidak tau apa yang sebenar nya terjadi, yang jelas Jaebum langsung membawa adik nya keluar dengan tangan mengepal.

“Aku punya barang bagus untuk mu”

Jiyeon jelas sekali tidak suka dengan seorang pria yang baru bergabung bersama mereka, jelas sekali jika pria ini adalah teman Kakak nya selain Siwan yang sebenarnya pemilik club malam ini.

“Hey sayang, jangan menatap ku seperti itu. Kau ingin membuka lebar ke dua kaki mu untuk ku, hm?”pria itu menggigit bibir nya menggoda

“Dalam mimpi mu tuan”

oh sial~ bahkan si brengsek Jaebum ikut mentertawakan nya. Apa salah jika ia menjaga keperawanannya untuk suami nya kelak?ya Jiyeon tau wanita di sekitar Kakak nya itu memang hampir semua sudah merasakan yang namanya berhubungan intim.

Jaebum tersenyum palsu “Jadi apa dia masih virgin?”

“Yeah! Dan kau harus membayar mahal untuk itu”

Jiyeon harus siap-siap menutup gendang telinganya semalaman ini demi mendengarkan suara menjijikan yang akan keluar dari kamar apartment Kakak nya. Berterimakasih lah dengan gigolo satu ini.

“Kau keberatan Sweetheart? Oh ayolah Aku memiliki barang bagus untuk mu, aku yakin kau akan merasa melayang ke angkasa”

Tahukah kalian apa yang ia maksut?demi Tuhan Jaebum adalah Kakak terkeji yang pernah ada.

“Aku harap itu bukan barang bekas mu”

.
.
.
.

Jiyeon POV

Aku tau ini salah, tapi bisakah kalian mengerti bagaimana rasanya di campakkan orang-orang yang kau sayang?diabaikan? Ugh itu sakit sekali.

Si brengsek itu benar, benda ini memang membuat ku melayang. Jenis narkotika apa ini?sungguh aku tidak perduli, yang jelas aku merasa beban ku terangkat bersamaan saat menghirup aroma ini.

Masa bodo dengan suara di sebelah, aku tau dia gila. Tapi jangan salahkan Kakak tersayang ku ini, salahkan orang-orang yang sudah mengacuhkan kami, Aku dan Kakak ku.

Sejak kecil Aku dan Kakak ku diabaikan Ayah dan Ibu karena mereka lebih sayang dengan Kakak ku yang lain. Beliau selalu bilang jika Kakak ku itu adalah harta nya yang paling berharga di banding kami berdua. Kakak ku itu penyakitan, tapi dia pintar dan penurut sehingga bisa membanggakan beliau. Aku tidak ingat kapan terakhir kalinya kami bersenang-senang ber-5. Ayah-Ibu-Aku-Jaebum dan Jiyoung, tapi aku tidak suka dengan nama terakhir itu. Aku membenci nya, membenci dirinya karena sudah memonopoli kedua orang tua ku sehingga mengabaikan Aku seperti ini.

Aku mulai tertawa senang, ugh aku harus berterimakasih dengan Kakak tercintaku itu.

Kepala ku kembali pening mengingat bagaimana kejam nya mereka.

“Park Jiyeon! Berikan boneka mu untuk Jiyoung”

Jiyeon kecil menggelengkan kepala, ia menggenggam erat boneka rilakuma kesayangannya tidak ingin boneka itu di ambil siapa-siapa.

Jiyoung merengek “Ibu… Aku mau boneka itu”

“Kemarikan!”tangan nya menarik kasar boneka rilakuma dari dekapan Jiyeon sehingga bocah berumur empat tahun itu terjatuh dilantai yang dingin.

“Tidak mau!!!! Ibuuuuu itu boneka ku!!!!!!”

“Ini untuk mu sayang”seakan tuli wanita paruh baya itu mengelus lembut surai anak sulung nya, mengabaikan jeritan pilu anak berumur empat tahun.

Brengsek!!!! Aku banting botol kosong alkohol itu ke pintu, aku benci hidup ku. Jangan khawatir kan si Jaebum, ia tidak akan perduli dengan suara pecahan botol itu. Pria gila itu pasti sedang menikmati suara desahan si Jalang. Ugh Aku jadi mual, Aku butuh obat itu lagi untuk menenangkan diri. Brengsek! Terkutuk kalian semua.

                           ☆☆☆

Well, Aku mendengar suara keributan semalam. Apa kau coba bermain dengan benda mati di kamar mu?”

Aku mendelik tajam menahan hasrat ku untuk tidak menyilet mulut busuk nya. Ia mengangkat tangan nya pertanda menyerah.

“Calm Sweetheart, kau tau Aku hanya bercanda”

Sekali lagi Aku mendengus “lelucon mu tidak lucu Kak.

Ku perhatikan dia sedang sibuk dengan handphone nya, apa yang dia lakukan? Sibuk dengan salah satu jalang nya?Aku tidak perduli. Ah, Aku jadi ingat pagi-pagi sekali Aku sudah menyiram si jalang itu keluar dari sini dan lucunya ia langsung bangun tanpa sehelai benangpun, lari terbirit-birit sembari memakai baju nya. Menggelikan.

“Kau tidak sekolah?”Aku bertanya saat menyadari jika Kakak ku itu tidak memakai seragam, sekilas ia mengalihkan pandangan nya ke arah ku.

“Kau tau Aku sibuk. Hari ini Aku ada job, lumayan bayaran nya cukup untuk menghidupi mu hingga tua”

“Sialan kau Kak”

Jaebum tersenyum, terkadang Aku merasa kasihan dengan nya. Ia harus berjuang hidup untuk kebutuhan kami, Ayah dan Ibu selalu mengirimi kami uang untuk hidup. Tapi siapa yang perduli?kami bahkan tidak menyentuh uang itu sepeser pun, lebih baik mengemis dari pada menerima uang haram itu. Walaupun Aku tau uang itu lebih baik dari pada uang hasil Kakak ku, kalian pasti akan terkejut jika mengetahui profesi Kakak ku yang sebenarnya.

“Siapa lagi kali ini?Aku harap kau tidak melakukan untuk orang yang salah Kak”Aku memperingati nya dan dibalas seringai menyebalkan.

“Siapa yang perduli, yang penting Aku pulang dengan uang banyak”

“Dan habis untuk para Jalang mu”

Ia terkekeh, sial dikira ini lucu? “Tenang saja Sweetheart, kau akan lihat berita nya di koran besok pagi”

.
.
.

“Bye!”

Jiyeon mengecup sekilas pipi Jaebum, sebelum Jiyeon benar-benar pergi Jaebum kembali menarik Jiyeon ke pelukan nya. Dasar posesif!

“Dengarkan Aku, bagaimanapun usaha nya untuk mendapatkan mu. Abaikan dia, ingat dia salah satu tokoh antagonis di kehidupan kita” Jiyeon mengangguk di dalam pelukan Jaebum. Ia mengerti kenapa Kakak nya seperti itu, sangat mengerti.

“Jangan khawatir, aku bukan gadis lembek lagi Kak”

                                ☆☆☆

Jiyeon terus saja berjalan acuh, seragam nya acak-acakan. Baju yang ketat sehingga tidak perlu dimasukan, dua kancing teratas yang sengaja di lepas bahkan blazer nya sengaja hanya ia tenteng di atas bahu sambil mengunyah permen karet acuh. Rambut hitam panjang bergelombang nya diikat ala pony tail, tidak jauh dari sana ada sepasang mata beriris Onyx tengah menatap nya sendu.

Hey boy~ tengah menyesali masa lalu?

Apa yang akan kau lakukan jika satu-satu nya orang yang kau harapkan bisa menyayangi mu sepenuh hati ternyata hanya menjadikan mu sebagai bahan taruhan?miris sekali.

Iris Onyx itu masih memperhatikan sang gadis hingga punggung nya hilang di sisi koridor

PUK!

tepukan halus mendarat di bahu pria itu, diliriknya lewat ekor mata lalu mendelik seakan berkata ‘mau apa kau’

“Aku tau kau sungguh menyesal, maafkan Aku”

“Minho ayolah~ aku akan melakukan apa saja agar kau memaafkan Aku”

“Tidak ada yang bisa kau lakukan, semua sudah terlambat”

Demi apapun Krystal tidak suka tatapan putus asa Minho, iya ini memang salah nya karena sudah menjerumuskan orang yang ia cintai ke dasar jurang, tapi demi Tuhan Krystal hanya ingin bersenang-senang saat itu.

“Andai saja Aku tidak melakukan taruhan bodoh itu”

“Maafkan Aku Minho”

.
.
.

Jiyeon POV

Aku terus saja memperhatikan gerak-gerik pria di depanku. Apa yang dia lakukan?oh Tuhan Aku hanya berharap Jaebum tidak melihat ini, Aku tidak akan sanggup jika orang yang Aku cintai kembali sekarat karena ulah Kakak ku yang super ganas itu.

Tunggu? Cintai? Heh jangan membuat Kakak mu tertawa Park Jiyeon! Ingat apa yang telah ia lakukan untuk menghancurkan hidup mu yang sudah hancur?

“Aku tau Aku salah, sampai seribu kali Aku meminta maaf pun seperti nya tidak cukup untuk itu”

“Lalu untuk apa kau meminta maaf jika sudah tau jawaban apa yang akan kau dapat?”ketusku, tsk! Bahkan aku terkejut dengan suara ku yang errr super ketus, aku bersumpah aku tidak ingin berbicara seperti ini, tapi ego ku mengalahkan akal sehat ku.

“Aku mencintai mu sungguh, aku benar-benar menyesal”

Menyesal? Terlambat tuan. Kau bahkan sudah berhasil menorehkan luka ku lebih dalam.

“Omong kosong”lagi-lagi Aku terkejut dengan sikap dingin ku itu. Tapi masa bodo, Aku fikir ini pantas ia dapatkan.

Dan tanpa bisa ku cegah setetes liquid menetes ke permukaan wajah ku saat Aku berbalik untuk meninggalkan nya.

Hati ku perih saat tau sebuah kenyataan yang ternyata berhasil membuat ku jungkir balik ke dasar jurang, Aku tau Aku sangat mencintai nya. Sudah lama aku memperhatikan nya hingga rasanya aku di buat gila oleh pesona nya.

Aku hanya bisa menggigit kuku jariku saat tau ternyata Minho menyukai sahabat nya Krystal, aku merasakan pasokan udara mengendap di ulu hati ku hingga membuat ku sesak. Tapi, dua hari setelah aku mendapat berita itu tiba-tiba saja Minho berdiri di hadapanku dan memerintah dengan nada final bahwa aku adalah kekasihnya.

Aku senang?tentu saja. Saat itu Aku berfikir Minho pasti menyukai ku. Tuhan memang tidak adil, selama Aku berpacaran dengan nya dia selalu saja mengacuh kan ku. Bahkan saat kencan kami pun dia selalu sibuk dengan ponsel nya, mengabaikanku yang bicara panjang lebar. Saat Aku mencium kening nya untuk ucapan selamat malam, ia hanya melengos pergi tanpa menoleh kembali.

Dan sejak saat itu Aku sadar, bahwa dia tidak mencintai ku. Aku hampir saja bunuh diri saat tau ternyata Aku hanyalah sebuah bahan lelucun untuk nya dan sahabat yang dia cintai.

Bagaimana Aku bisa tau? Saat itu Aku tidak sengaja melihat ruang kelas Minho yang terbuka, saat hendak ingin melihat rasanya aku berhasil tersedak air liur ku sendiri. Krystal sedang duduk di pangkuan Minho sambil tangan nya melingkar di leher Minho. Hey! Dia kekasihku, saat itu Aku hampir saja ingin menjambak rambut panjang itu jika saja Minho tidak tertawa geli sambil tangannya memeluk pinggang Krystal. Tuhan cabut nyawaku!

“Dia memang bodoh. Berapa lama lagi Aku harus berpura-pura menjadi kekasih nya?”

A-APA?!

“Tunggu sampai dia benar-benar rela mengangkangkan kedua kaki nya untuk mu”

“Maksut mu Aku harus meniduri nya?”

BRENGSEK! MEREKA FIKIR AKU JALANG?

“Kau keberatan sayang?”

Hieks Aku jijik dengan nya. Cih

“Entahlah Aku hanya merasa tidak yakin”

“Kalau begitu kau pengecut”

KAU YANG PENGECUT JALANG!

“Kau menjatuh kan harga diri ku”

“Kalau begitu lakukan perintahku, jika tidak kau berarti kalah, dan harus mentraktir ku”

Aku mengerti sekarang. Ini semacam taruhan?keterlaluan kau Minho, mata ku sudah berkaca-kaca dan tangan ku sudah mengepal.

Aku tau Minho dan Krystal mulai menyadari kehadiran orang lain dan itu terbukti saat dia tersentak dan hampir menjatuhkan si nenek sihir itu, jika saja suasana nya tidak seperti ini, Aku akan pastikan jika Aku sudah tertawa saat itu juga.

“Aku fikir sudah saat nya kalian mengakhiri lelucon kalian. Itu sama sekali tidak lucu”

Sial~ kenapa suara ku mendengung? Aku sudah mencoba menggigit bibir ku untuk menghindari sesuatu yang basah agar tidak mengenai wajah ku, tapi memang ini hari sial ku. Tetesan liquid bening membasahi wajah ku, Aku harus tegar agar mereka tidak mentertawakan ku.

“Terimakasih untuk selama ini Minho-ssi, Aku mencintai mu”

Setelah itu yang Aku fikirkan Aku harus cepat-cepat sampai rumah agar tangis ku tidak pecah di tempat umum.

Tapi, sekali lagi ini memang hari sial ku! Saat itu Aku sedang kalut dan tanpa sengaja menabrak Kakak ku Jiyoung, sikut ku tidak sengaja mengenai ginjal nya. Ne, Kakak ku itu lemah karena dia hanya memiliki satu ginjal.

Sekali lagi Aku memohon kepada Tuhan agar menyabut nyawa ku saat itu juga.

“DASAR BODOH! TIDAK TAHU DIRI!! SUDAH BERAPA KALI AKU BILANG? JANGAN GANGGU KAKAK MU”

Aku semakin menjerit frustasi saat Ayah memaki ku dengan kata-kata kasar nya. Aku bisa melihat saat Jiyoung mengerang kesakitan dan Ibu yang memeluk nya khawatir. Ibu.. anak mu ini juga sedang sedih, bisakah kau memelukku?

“AYAH!! JANGAN MENERIAKI ADIK KU SEPERTI ITU”

Aku melihat Jaebum marah sembari berlari menghampiri ku, Kakak laki-laki ku ini segera menarikku ke belakang punggungnya.

“KAU DAN ADIK MU SAMA SAJA! TIDAK TAHU DIRI”

“KAU YANG TIDAK TAHU DIRI!!” Aku terperanjat kaget saat Jaebum berani membentak Ayah, Aku lihat Ayah melotot dan Ibu semakin menangis, kini pandangan ku tertuju ke manusia egois itu. Ia mulai baikan rupanya, dasar Aku jadi ragu jika tadi itu dia benar-benar sakit.

“Apa maksut mu?!”

“Apa maksut mu? Kau jelas tau apa maksut ku Tuan, bukankah kau selama ini hanya menganggap Aku dan Jiyeon serangga penggangu keluarga kalian? Cih! Baiklah mulai sekarang Aku dan Jiyeon aku keluar dari rumah ini”

“NE SILAHKAN SAJA KELUAR! AKU TIDAK PERDULI JIKA KALIAN MEMBUSUK DI LUAR SANA”

AKU MEMBENCI MU AYAH!!!

aku sungguh membenci mu. Aku dan Jaebum pergi dari neraka itu tanpa membawa barang sedikit pun. Setelah menginjakan kaki keluar rumah ini, Aku tau kami harus berjuang hidup sendiri

                               ☆☆☆

“Kau gila Kak?” Aku menjerit frustasi saat membaca berita pagi ini.

Aku tidak habis fikir apa yang ada di fikiran Jaebum, dia benar-benar gilaaaa.

“Dia memakan uang rakyat, Aku tidak suka”

Bolehkah aku menjambak rambut pirangnya itu?Aargghhhh Aku benar-benar bisa gila jika mengalami morning shock setiap pagi.

Wakil Presiden Korea Selatan Kim Soro di Temukan Tewas di  Kediamannya Sendiri

Lihat? Disaat Aku sedang dilanda panik, dia justru sengaja menyalakan sebatang rokok didepan wajah ku. Ugh sial! Aku terlihat seperti idiot sekarang.

“Aku tidak tau apa yang membuat mu takut Kak”kata ku sambil mengoleskan selai strawberry di roti ku, berdebat dengan si idiot itu membuat perut ku lapar.

“Aku takut jika kau meninggalkan ku”

Aku mencintaimu Kak!

“Aku juga takut jika kau meninggalkan ku”

Sial~ Aku ingin mengutuk mulut ku ini karena sudab berbicara seperti itu, Aku tau si brengsek itu sedang menyeringai. Masa bodo aku ingin segera menghabiskan sarapanku lalu pergi dari situasi melankolis ini. Ugh aku mual

                             ☆☆☆

Minho POV

Dia datang, tapi tidak sendiri. Kakak nya sudah mulai masuk sekolah, shit! Jika seperti ini aku tidak bisa mendekati Jiyeon.

Aku tau dia marah karena aku menyakiti saudara kembar nya, dan aku sunggung menyesal. Aku mengerti perasaan nya, terlebih mereka kembar ‘kan? Jika anak kembar dan salah satu nya ada yang tersakiti, maka yang satu nya lagi pun akan merasakan hal yang sama.

Tuhan… Aku mohon, kembalikan senyum gadis ku.

Walaupun Aku dan dia hanya menjalin hubungan selama satu bulan, tapi selama satu bulan itu aku sudah bisa mempelajari berbagai macam bentuk emosi yang Jiyeon keluarkan.

Marah

Sedih

Kecewa

Senang

Oh Tuhan.. betapa aku merindukan gadis ku.

Saat ia memergoki Aku dan Krystal di kelas, saat itu juga Aku merasa sesak begitu melihat dia menangis karena Aku…lagi.

Rasa penyesalan ku semakin bertambah saat tau betapa orang tua nya begitu kejam, berita Jiyeon dan Jaebum yang kabur dari rumah cepat sekali menyebar.

Aku tau ada yang tidak beres dengan gadis ku itu, mata nya sangat sayu dan muka nya terkadang pucat. Aku ingin merengkuh nya dalam dekapan ku.

Sekali lagi Aku menangis karena… dia.

.
.
.

Anak-anak di kelas XII – 4 begitu sibuk dengan dunia masing-masing akibat guru yang tidak hadir.

Ada yang bergosip, tidur, dengar musik, baca buku, nonton video, makan dan sebagai nya.

Seorang gadis bersurai hitam panjang bergelombang tampak meremas tangan nya gusar, dahi nya berkeringat mengeluarkan peluh. Sementara di samping nya sang Kakak sedang tidur telungkup di atas meja.

Peluh semakin membanjiri dahi nya, tubuh nya bergetar menahan dingin.

Kak..”

Jaebum mendongak perlahan saat suara lirih masuk ke indera pendengar nya. Pria blonde itu tersentak saat melihat kondisi sang adik tercinta. Ia buru-buru mengambil sesuatu di dalam tas nya, sesuatu yang di taro ditempat paling tersembunyi.

“Kajja”kata Jaebum sambil menarik pelan tangan Jiyeon.

                                ☆☆☆

“Eotthe?”tanya Jaebum

Jiyeon mengangguk lemah setelah dirinya menghirup bubuk yang di berikan Jaebum.

“Huh untung saja Aku bawa ini, jika tidak Aku tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi selanjut nya”

Gadis itu hanya menghela nafas lelah, mata sayu nya menerawang langit, selalu seperti ini. Mengumpat di balik gedung olahraga yang sudah tidak terpakai, memakai barang haram dan berakhir dengan penyesalan.

Mau bagaimana lagi?toh nasi sudah menjadi bubur. Hidup nya sudah ketergantungan dengan obat haram itu.

“Hari ini Aku tidak pulang, kau hati-hati dirumah. Jangan ke club tanpa ku”

“Wae? Kau mau kemana?”

“Aku ada urusan sebentar”

“Tugas?”

“Aniya”

Pada akhir nya Jiyeon hanya bisa menghela nafas pasrah. Mungkin ini sebuah privasi Jaebum, biarpun mereka kembar. Tatap saja dia tidak ada hak untuk mencampuri urusan pribadi Kakak nya.

                             ☆☆☆

Jiyeon POV

Bosan, Aku ingin sekali ke club. Rasanya aku merindukan kata-kata pedas Siwan, walaupun jika berbicara seenaknya, tapi Aku tau di orang yang baik.

Aku tau ini salah, tapi aku bosan. Kalau Kakak tau pasti Kakak marah, masa bodo siapa suruh Aku dikurung seperti burung.

Aku berhenti di balik pintu bercat putih gading, di depan nya tertulis sangat jelas ‘DANGER‘ . Begitu aku membuka pintu, aku tau aku dalam bahaya. Kalian tau kenapa?

TARA~

kapal pecah, selimut di lantai, baju kotor berserakan, kondom di mana-mana. Ups! Untuk yang itu aku tidak ingin berkhayal lebih lanjut. Hieks ini benar-benar bau, bau khas cairan orang yang habis bercinta.

Ku langkahkan kaki ku lebih dalam, maaf Kak adik mu ini lancang. Aku bisa melihag dengan Jelas foto Ayah dan Ibu di atas meja, disitu sudah ada foto ku dan Jaebum yang sengaja ia tempel agar kami terlihat foto bersama. Miris sekali, aku tau Jaebum sangat menyayangi mereka, aku juga tau Jaebum sering menangis sendiri minta perhatian mereka. Aku tertawa begitu tidak menemukan foto Jiyoung. Ia tidak pantas hadir di tengah-tengah kami, dia lebih cocok hidup di tempat asal nya panti asuhan.

Ku buka laci yang ada di meja samping tempat tidur, mata ku terfokus ke amplop putih yang tersegel rumah sakit ternama di Seoul.

Hati ku bimbang antara buka dan tidak..

Maaf kan Aku Kak, Aku sunggung penasaran.

Ku buka perlahan lem yang melekat, hati-hati sekali karena takut ketahuan. Setelah terbuka, aku mengambil kertas putih yang ada di dalamnya, perlahan tangan ku membuka lipatan demi lipatan sampai kertas itu sudah ku buka lebar-lebar seperti hendak membacakan sebuah pengumuman.

Mata ku terus membaca isi nya, ini apa? Aku tidak mengerti bahasa medis.

EH TUNGGU!!

I..IGEO MWOYA?!!

aniya! Aku pasti salah baca, sial kapan terakhir Aku cek mata? Tidak pernah.

Brengsek kau Jaebum!! Berani sekali kau menutupi hal sepenting ini dari ku? Tidaakkkk kau bodoh!!!!

Tanpa sadar aku meremas baju depan ku, apalagi ini Tuhan? Dada ku sesak, Aku mohon semoga ini hanya lelucon yang Jaebum buat untuk membuat ku marah. Brengsek kau berhasil Kak!

.
.
.

Jaebum agak nya heran melihat apartment nya gelap gulita, biasanya sang adik sangat benci gelap. Kemana Jiyeon?

Pria berambut blonde itu lantas segera menghidupkan semua lampu apartment berharap tidak terjadi apa-apa dengan Jiyeon.

TAP

Lampu dapur kembali terang, di balik meja makan, Jaebum dapat melihat dengan jelas sang adik tengah duduk sembari kepala nya menunduk, mengakibatkan rambut panjang nya menutupi wajah Jiyeon.

“Ji..”panggil Jaebum hati-hati

Disentuh nya bahu sang adik perlahan, perasaan nya gusar begitu merasakan bahu sang adik bergetar.

“Wae? Ha ha ha Aku fikir kau tidak akan meninggalkan ku Kak”

“Apa maks –”

Mata Onyx itu terbelalak tidak percaya saat Jiyeon dengan kasar menunjukkan selembar kertas yang ia sengaja sembunyikan.

“Jiyeon..”

“APA MAKSUT NYA KAK? KAU TEGA MEMBOHONGI KU? KAU MENYIMPAN INI SEORANG DIRI? KAU ANGGAP AKU APA HAH?!!!” nafas Jiyeon tersengal sembari air mata kembali menggenang, Jaebum hanya menunduk pasrah, tidak tega melihat kondisi sang adik yang kian kacau.

“Sejak kapan?”

“Aku baru tau saat kita keluar dari rumah”

“Separah apa?”

“Hampir tidak bisa di selamatkan”

Sial!

Jiyeon mendongak, ditatap nya sang Kakak berusaha mencari ke bohongan di dalam nya, nihil. Yang ada Jaebum tengah menatap sendu diri nya.

“KAU MEMANG BRENGSEK!! BAJINGAN! MATI SAJA SANA. PERGI AKU TIDAK PERDULI!!!!! KHAAAAA PALLI KHAAAAAAAA BRENGSEK AKU TIDAK PERDULI” jerit Jiyeon, dia memukul Jaebum membabi buta. Jiyeon benar-benar kacau sekarang.

Pukulannya melemah, perlahan ia cengkram baju depan Jaebum kuat-kuat “Aku perduli Kak, Aku menyayangi mu hiksss”

Jaebum menarik Jiyeon kepelukannya, membiarkan sang adik memberontak sementara dia semakin mempererat pelukannya.

“Jika sudah tau kenapa kau tetap bermain dengan para Jalang itu Kak?wae?”

“Hn.”

“Itu sama saja kau memperparah penyakit mu”

Sekuat tenaga Jiyeon menggigit bibir nya hingga berdarah agar suara tangis nya kian berhenti.

“Mianhae”

“DEMI TUHAN AKU TIDAK BUTUH MAAF MU” Jaebum tersentak saat Jiyeon mendorong nya sekuat tenaga.

“Kau sungguh bodoh kak! Kau kena AIDS! INI AIDS KAK!!!! ini tidak main-main”

“Maaf –”

Teeetttt

“Sial! Aku buka pintu dulu”

.
.
.

“Nuguya?”tanya Jiyeon saat dirasa sang Kakak sangat lama.

OH TIDAK! APALAGI INI?

“semua bukti sudah kami tunjukkan, sekarang ikut kami ke kantor polisi”

“Tunggu!! Ada apa ini?”

“Maaf nona, pria ini terjerat kasus pembunuhan. Kami harus segera membawa nya ke kantor polisi”

Lutut Jiyeon rasanya lemas, kepala nya pening bukan main. Sementara, Jaebum hanya diam tanpa pembelaan.

BRUK

Cukup sudah pertahanan Jiyeon, gadis cantik itu jatuh terduduk di atas lantai. Hati nya ngilu melihat sang Kakak yang selalu melindungi nya di seret Polisi, belum lagi hukuman yang menanti Kakak nya membuat Jiyeon ingin di cabut nyawa nya saat itu juga.

BLAM!

“ANDWEEEEEEEEEEEEE”

                             ☆☆☆

Jiyeon POV

Hidup ku benar-benar hancur. Disekolah bahkan semua murid mulai mencemooh ku akibat berita Jaebum yang dipenjara kian menyebar, banyak pula yang membesar-besarkan berita. Bodoh! Kalian semua tidak tau apa-apa. Dia Kakak ku, dia orang yang sangat luar biasa.

Kini pandangan ku terarah ke gedung coklat yang ada di hadapan ku. Batin ku menangis saat membayangkan betapa malang nya Kakak ku yang berada di balik jeruji besi. Dia pasti kedinginan, besok aku akan membawakan nya selimut.

Aku melangkah hati-hati begitu seorang Polisi mengantarkan ku untuk bertemu Jaebum.

Astaga! Mata ku terbelalak perih saat melihat Jaebum sudah terkapar dengan luka lebam di mana-mana.

“BODOH!! KAU MEMALUKAN! KAU MENCORENG NAMA BAIK KU!! DASAR PEMBUNUH”

“BERHENTI!!!! KAKAKKKK”

Aku bawa raga tak berdaya itu kedalam dekapan ku. Aku akan melindungi mu Kak.

Aku tatap penuh dendam pria paruh baya di depan ku ini.

“Kau keterlaluan Tuan”desis ku marah, ku lihat tangan nya mengepal hendak memukul ku. Masabodo Aku tidak perduli, hey kalian para Polisi! Dibayar berapa kalian hingga tidak sanggup menghentikan amukan setan ini?!

“KAU FIKIR KARENA SIAPA JAEBUM SEPERTI INI HAH?!”

“TUTUP MULUT MU BOCAH”

PLAK!

ugh! Kau fikir ini sakit? Tidak! Aku sudah kebal dengan pukulan, bahkan hati ku pun sudah kebal seperti baja.

“Ayah…uhuk” Aku semakin mendekap erat kepala Kakak ku, Aku tau dia mencoba untuk membelaku. Diam Kak! Untuk kali ini saja, biarkan aku yang melindungi mu.

“Jika kau merasa malu melahirkan anak seperti kami untuk apa kalian melahirkan kami? Kenapa tidak kalian gugurkan saja kami sekalian? Kalian fikir kami senang? Kalian bahkan tidak pernah memperdulikan kami! Kalian lebih memilih wanita Jalang itu di banding kami. ANAK KANDUNG KALIAN

“TUTUP MULUT MU PARK JIYEON”

“maaf Nona Park, semenjak Aku dan Jaebum keluar dari rumah kalian maka semenjak saat itu juga kami bukan anak kalian”

“Kau bicara apa hah?! Kau itu anak kami!”

“ORANG TUA MANA YANG TEGA MEMBUANG ANAK KANDUNG NYA SENDIRI HUH?! SEMENJAK KECELAKAAN ITU KALIAN LEBIH MEMENTINGKAN JIYOUNG YANG JELAS-JELAS HANYA ANAK ANGKAT KALIAN!!!! AKU DAN JAEBUM YANG ANAK KANDUNG KALIAN! KAMI YANG DARAH DAGING KALIAN! GEN KALIAN YANG MENGALIR DI TUBUH INI. BUKAN WANITA ITU”

Cukup nak, maafkan Ibu

“CUKUP KAU BILANG?! KAU LIHAT AKIBAT ULAH KALIAN HAH?! ANAK KANDUNG KALIAN SENDIRI RUSAK. DIMANA KALIAN SAAT KAMI BUTUH? KALIAN BAHKAN LEBIH MEMPERDULIKAN ANAK ORANG LAIN DARI PADA ANAK KALIAN SENDIRI”

“Maafkan kami nak”

Ku tepis kasar tangan pria paruh baya itu saat ingin mengelus rambut ku.

“Binatang sekalipun akan menyayangi anak kandungnya. KALIAN LEBIH HINA DARI BINATANG”

“Cu..kup eugh! sudah Ss-weetheart uhuk…”

Aku tidak percaya Jaebum masih membela mereka, jelas-jelas dia sekarat karena pria gila ini.

Dia menggeleng lemah sebelum akhirnya mata nya terpejam.

Aku panik! Aku tepuk pipi nya “Kak..”

Sial kenapa dia tidak mau bangun!

“KENAPA KALIAN DIAM SAJA? CEPAT BAWA KAKAK KU KERUMAH SAKIT!!!”

                              ☆☆☆

1

2

3

Sudah berapa jam dia didalam sana? Aku terus saja menjambak rambut ku frustasi. Masabodo dengan Ayah dan Ibu yang terus-terus saja meminta maaf. Aku tidak akan memaafkan mereka jika terjadi sesuatu dengan Kakak ku.

Ceklek!

“Bagaimana?”tanyaku tak sabaran begitu dokter yang menangani Kakak ku keluar sambil membuka masker hijau nya.

“Maaf”

Firasatku tidak enak “kami sudah berusaha, penyakit AIDS yang di deritanya sudah tidak bisa disembuhkan. Maaf”

Sial! Kau harus bangun Kak!!!! Ku dorong kasar dokter itu lalu dengan kasar aku buka pintu yang menjadi penghalang antara aku dan Jaebum.

“PARK JAEBUM! BANGUN KAU!! ATAU AKU BAKAR SEMUA DVD PORNO MU”

Aku marah, Aku kesal! Aku acuhkan tatapan para suster yang terkejut karena teriakan ku.

“BANGUN BRENGSEK”

“KAU DENGAR? BANGUUUUNNNNNN”

Aku semakin menjerit histeris sambil ku guncang raga tak bernyawa itu. Aku mohon Kak, bangun. Demi aku! Boleh aku berharap ini sedang di sebuah drama? Dimana dengan ajaib nya Kakak ku bangun akibat kebaikan sang malaikat yang memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri? Aku mohon kabulkan doa ku Tuhan.

“Kau bilang kau tidak akan meninggalkan ku. Kau bilang kau tidak ingin melihat Aku menangis. Kau bilang Aku sangat berharga sehingga kau tidak mungkin meninggalkan ku. Kau pembohong ulung Kak”jerit ku pilu. Ku tatap wajah damai Kakak ku, kau bahagia Kak? Bahagia melihat adik mu ini menderita? Kenapa tidak kau bawa saja Aku bersama mu?

Jaebum-ya.. ini Ibu nak

Kau senang sekarang Kak? Ibu sedang mengelus rambut mu seperti yang kau harapkan. Ayo bangun!

Hey jagoan Ayah, maafkan Ayah ne?

Ayah bahkan bilang kau adalah jagoannya. Apalagi yang kau tunggu? Palli bangun, ini impian mu Kak.

Kau bisa merasakan kecupan halus di kening mu?lihatlah Ibu sedang mengecup kening mu.

Kau bisa merasakan tangan mu di genggang oleh tangan besar? Coba buka mata mu, Ayah sedang menggenggam tangan mu.

Hangat Kak?

Nyaman?

Itu kah rasanya?

Aku iriiiii. Boleh aku saja yang terbaring kaku di atas sana? Kau jahat Kak.

Bawa Aku bersama mu Kak. Aku mohon…

.
.
.

Pagi itu hujan deras mengguyur Ibu Kota Seoul. Jejeran orang berpakaian serba hitam mengantri untuk mengucapkan salam perpisahan, semua nya mengucapkan bela sungkawa. Mata Minho menjelajah ke seluruh arah, setelah upacara pemakaman Jaebum selesai, gadis itu menghilang entah kemana.

Sejak tadi dada nya terasa sesak melihat Jiyeon yang tanpa henti menangis sambil memegang bingkai foto Jaebum. Mata dan hidung sudah bengkak akibat nangis seharian. Minho semakin membenci diri nya karena tidak bisa melindungi gadis yang ia cintai, setelah Jaebum pergi siapa yang akan melindungi Jiyeon? Siapa yang akan menghibur Jiyeon? Siapa yang akan mendengar keluh kesah Jiyeon? Selama ini mereka tumbuh bersama tanpa campur tangan orang lain. Mereka belajar berdua, mengenal ini itu berdua. Hanya berdua, lantas bagaimana sekarang?

“Kau dimana Jiyeon!?”

~

Sementara itu Nyonya Park tengah duduk termenung diatas tempat tidur ber bedcover Barca, Ibu dari Jaebum dan Jiyeon itu terus saja mencium harum tubuh Jaebum lewat kaos yang tergantung di kamar itu.

Sedangkan Tuan Park hanya diam sambil memperhatikan wajah Jaebum yang tengah tersenyum bersama Jiyeon di balik pigura kecil di kamar Jiyeon.

Mereka menyesal telah mengabaikan anak-anak mereka. Ya, selama ini mereka selalu mengutamakan anak pertama mereka Jiyoung. Sejak kecelakaan yang menimpa Tuan dan Nyonya Park bersama Jiyoung saat itu, dan mengakibatkan rusak nya satu ginjal akibat hantaman keras mobil, mengakibatkan Jiyoung harus di operasi dan hanya bisa hidup dengan satu ginjal. Penyesalan kian menyelimuti kedua pasangan suami istri itu, hingga perhatian mereka hanya terfokus ke Jiyoung -anak angkat mereka, ketibang Jiyeon dan Jaebum -anak kandung mereka. Ya, anak kembar yang lucu dan menggemaskan kini telah tumbuh menjadi dewasa tanpa pantauan orang tua kandung nya.

Betapa brengsek nya mereka ini.

Lalu dimana Jiyoung? Jangan tanyakan dia. Gadis itu tentu sedang bersenang-senang di L.A , apa dia tau tentang kematian Jaebum? Entahlah.

                              ☆☆☆

Sudah seminggu ini tidak ada yang tau dimana Jiyeon. Bahkan Nyonya dan Tuan Park tidak tahu lagi harus mencari kemana, semua orang kepercayaan nya pun tampak nya tidak cukup untuk mencari tahu keberadaan gadis itu.

“Jiyeon.. Chagiya, gadis kecil Ibu. Kau dimana nak?”lirih Nyonya Park.

.
.
.

Langkah kaki seorang gadis di dalam koridor seakan membuat seluruh murid terkena hipnotis, mata mereka kini terfokus ke arah gadis itu. Seorang gadis yang sudah seminggu ini menghilang, kini ia datang dengan tubuh kurus bak tengkorak, tatapan nya kosong dan wajah nya pucat pasi. Tidak ada yang tau kemana dia selama ini.

~

Sekali lagi Minho dibuat gusar, tadi dia mendengar temen-temannya sedang bergosip bahwa Jiyeon sudah kembali ke sekolah dan membuat nya tidak konsen belajar, maka ketika bell istirahat berbunyi Minho langsung bergegas ke kelas Jiyeon. Tapi nihil, tidak ada Jiyeon disana.

“Kau melihat Park Jiyeon?”tanya Minho untuk kesekian kali nya pada murid-murid yang lewat.

“Tadi aku melihat nya ke arah bekas gudang olahraga”

Minho segera berlari ke tempat yang di maksut, tidak perduli dengan teriakkan orang-orang yang di tabrak.

Kaki nya terus melangkah hingga sampai di bekas gudang olahraga. Tapi disana tidak ada seorang pun, Minho mencoba mengecek kedalam dan hasil nya tetap nihil.

Eughh

Suara lenguhan seseorang membuat Minho tegang. Mungkinkah itu suara Jiyeon? Ah suara nya berasal dari belakang gudang ini.

“PARK JIYEON APA YANG KAU LAKUKAN?!”teriak Minho marah, ia raih benda yang sedang di hirup Jiyeon. Jiyeon menatap nya sendu seolah memohon untuk mengembalikan bubum yang ada di tangannya.

“Tidak! Kau tunggu disini, Aku akan kembali”

Jiyeon meringkuk seperti orang ke dinginan. Mungkin inilah yang dimaksut dengan ‘sakaw‘ , dahi nya sudah berpeluh keringat dingin. Rasanya sakit sekali seperti terlindas sebuah truk. Ugh! Jiyeon benar-benar membutuhkan bubuk itu.

BYUURRRR

“Begitu lebih baik”kata Minho setelah ia menyiram Jiyeon dengan air dingin. Minho membuka blazer sekolahnya lalu ia sampirkan di bahu Jiyeon. Di usap nya lembut wajah yang sudah basah akibat ulah nya.

“Apa yang kau lakukan? Kau tau itu berbahaya ‘kan? Hey, dengarkan aku” Minho masih bersabar mengelus wajah Jiyeon, sementara Jiyeon sedang merapatkan blazer milik Minho untuk memperhangat tubuh nya.

“Masih ada aku disini, kau tau Aku sangat mencintai mu. Aku akan menggantikan Jaebum untuk menjagamu”

“Kau tidak akan bisa menggantikan Jaebum”lirih Jiyeon

“APA YANG KALIAN LAKUKAN? ASTAGA PARK JIYEON!”

                               ☆☆☆

“Maafkan putri saya, saya janji akan mengobatinya. Ini salah saya”

“Hhh. Sudah seharus nya Jiyeon melakukan rehabilitasi”

Sementara dua pria payuh baya itu sedang berbicara, Jiyeon hanya diam dalam tatapan kosong di pelukan sang Ibu yang sedang menciumi pucuk kepala nya sembari bergumam ‘mianhae’ berkali-kali.

“Kajja”

Bagai mayat hidup, Jiyeon hanya menurut tanpa ekapresi berarti.

.
.
.
.
.
.
.
.
.

“Bagaimana pengobatan hari ini sayang?” Nyonya Park dengan telaten menyisiri rambut panjang Jiyeon.

“Annyeong” Nyonya Park menoleh, dilihat nya seorang pria berseragam Senior High School datang dengan bunga lily putih di tangannya.

Sudah menjadi kebiasaan Minho selama satu minggu ini untuk datang berkunjung dan tidak pernah melupakan bunga lily putih untuk sang gadis tercinta.

“Kau sudah datang”

“Ne, Ahjumma”

“Aku titip putri ku ya, Aku mau mencari makanan sebentar”kata Nyonya park

Minho mengangguk pertanda ‘iya‘. Minho menaru bunga lily putih itu di tempat yang sebelum-sebelum nya, kemudian pria itu menghampiri gadis yang masih duduk di tepi ranjang sedang menatap hampa suasana di luar jendela.

“Hey. Krystal menitip salam untuk mu, dia bilang kau harus cepat sembuh kalau tidak mau aku direbut oleh nya”

Minho terkekeh, lalu ia peluk tubuh mungil Jiyeon sebelum dia ciumi berkali-kali pipi chubby Jiyeon.

Jelek, kau terlihat jelek jika seperti ini. Kau mau lihat festival kembang api tahun ini bersama ku?”

Minho menghela nafas maklum kerena Jiyeon sama sekali tidak menunjukkan respon. “Kau harus cepat sembuh kalau begitu, atau Aku akan pergi persama Krystal saja?”tanya Minho main-main.

Dipeluk nya kepala Jiyeon erat-erat. Sebelah tangan Minho berusaha menghapus air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Kepala nya mendongak ke atas langit-langit rumah sakit.

‘Kembalikan Jiyeon seperti dulu Jaebum-ah’

                               ☆☆☆

Sudah hampir dua bulan Jiyeon tidak menunjukkan respon yang berarti, tapi Ayah, Ibu, bahkan Minho masih tetap sabar menemani Jiyeon. Bahkan, orang tua Minho pun sempat berkunjung untuk menjenguk Jiyeon, mereka berbicara panjang lebar tentang betapa Minho begitu mencintai dirinya, tapi Jiyeon selalu acuh. Rasanya seperti mayat hidup, raganya ada tapi jiwa nya telah mati bersama Jaebum.

“Nah! Ayo kita pergi”

Minho memeluk pinggang Jiyeon posesif setelah dia selesai memakaikan syal dan baju hangat dibadan Jiyeon.

“Annyeong Minho-ssi, Jiyeon-ssi”

Minho tersenyum ramah saat salah satu suster yang sudah dikenalnya menyapa.

“Annyeong”jawab Minho, tangan nya kembali merapatkan Jiyeon ke tubuhnya. Sesekali tangan sebelahnya merapikan anak rambut Jiyeon yang turun ke wajah nya.

“Lihat, Seoul sedang di tutupi salju”

“Mau bermain lempar salju?”bisik Minho lembut, tangan kiri nya mengusap halus permukaan pipi Jiyeon yang sudah memerah akibat cuaca dingin, sementara tangan sebelah kanan nya masih memeluk pinggang Jiyeon posesif.

“Kita ke taman bermain saja ya?”

.
.
.
.
.

Didepan sana banyak sekali anak-anak kecil sedang bermain salju bersama keluarganya, sementara Minho dan Jiyeon hanya berdiri di balik pohon mapple memperhatikan mereka. Sesekali Minho terkekeh saat salah satu dari mereka ada yang terkena lemparan bola salju.

Kakak..”

Aku kangen Kak

Tangan Minho makin mempererat pelukannya, pria bermata onyx itu mencium ujung hidung Jiyeon kemudian berbisik lembut “keluarkan apa yang kau rasakan, sayang..”

“Aku merindukan Jaebum”kata Jiyeon disertai tetesan liquid yang membasahi kedua pipi nya

“Ayo kita bertemu Kakak mu”

~

“Apa kabar Kak? Aku buruk disini”

“Sial kau benar-benar berhasil membuat ku gila. Kau pasti sedang tertawa di atas sana”

“Kak, Aku merindukan mu. Sungguh!”

“Aku kangen omelan mu Kak, Aku bahkan merindukan mulut busuk mu itu saat mengejekku. Apa disana kau menemukan gadis-gadis cantik sampai melupakan Aku? Hey~ Aku bahkan lebih cantik dari mereka”

Minho tersenyum melihat Jiyeon mengeluarkan perasaan nya di depan pusara Jaebum. Minho hanya memperhatikan, tidak berniat mengganggu kegiatan Jiyeon.

“Jika difikir-fikir Aku benar-benar bodoh ya Kak? Ayah dan Ibu sudah benar-benar menjadi orang tua seperti yang kita mau, orang yang Aku cintai selalu menemani masa-masa sulit ku. Kau jangan tertawa! Kau bahkan lebih bodoh dari ku.”

Jiyeon menghela nafas pelan, ia sempat melirik Minho sebentar sebelum akhir nya kembali melihat ke pusara Jaebum.

“Jika kau sudah menemukan bidadari diatas sana, Aku juga sudah memiliki malaikat pelindungku disini. Kak, Aku ingin minta izin. Bolehkah Aku mencintai Minho sekali lagi? Kau bahkan tau Aku tidak pernah bisa berhenti mencintai nya”

Tubuh Minho menegang mendengar kata-kata Jiyeon tadi.

“Diam berarti iya ‘kan Kak? Yeay! Aku mencintaimu”

Chu~

setelah mencium batu nisan Jaebum, Jiyeon segera melangkah mantap ke arah Minho.

Terimakasih

“Terimakasih karena sudah sabar mencintaiku, mulai sekarang Aku akan kembali menjadi Jiyeon yang kau mau. Aku mencintaimu”

Chu~

Minho dapat melihat dengan jelas didepannya, bulu mata lentik tengah tertutup dan ada sesuatu yang lembab menyentuh bibir nya. Seakan tersadar Minho segera meraih tengkuk Jiyeon untuk membalas ciuman nya, tidak kasar. Ia membalas sangat lembut, menyalurkan kasih sayang untuk gadis nya ini.

“Aku lebih mencintai mu”balas Minho disela-sela ciumannya, mengakibatkan bibirnya bergesekan dengan bibir Jiyeon serta memunculkan sensasi aneh di ulu hati nya, kemudian Minho kembali mencium bibir Jiyeon yang terasa manis seperti, emmm cherry?

                              ☆☆☆

“Kau sangat menggemaskan, sayang”

Minho terkekeh begitu Jiyeon mengerucutkan bibir nya lucu. Setelah pulang dari makam tadi, tidak henti-hentinya Minho menggoda kekasih nya. Bahkan kini dia sedang tidur diatas kasur rumah sakit dengan Jiyeon yang ada di pelukannya.

“Berhenti menggodaku”Jiyeon merajuk lucu, membuat Minho gemas dan mencium bibir tipis milik kekasihnya.

“Oppa~”

CEKLEK

“Jiyeon?”

Seseorang dibalik pintu sana tampak mematung melihat Jiyeon sedang tertawa senang, sudah lama sekali dia tidak melihat Jiyeon seperti ini, bolehkah dia memeluk gadis kecil nya itu sekarang?

“Ibu..”

Jiyeon tersenyum tulus, hingga sang Ibu berlari kearahnya lalu memeluk dirinya posesif “maafkan Ibu sayang.. Ibu sungguh berdosa”isak Nyonya Park, Jiyeon mengelus punggung sang Ibu.

“Aku memaafkan mu bu, Aku juga sudah memaafkan Ayah”

Sesungguhnya manusia itu tidak pernah luput dari yang nama nya dosa.
Segala penyesalan selalu datang terlambat, tidak ada penyesalan di awal.

Kita hanya perlu belajar dari pengalaman, dimana kita harus menperbaiki kesalahan.

End.

OMAKE

Semilir angin sepoi-sepoi menjadi pengiring langkah kaki seseorang yang berjalan lurus kedepan, rontokan bunga kamboja bertebaran tertiup angin. Sesungguh nya ini benar-benar tempat peristirahatan yang tenang. Wanita berkepala dua namun masih terlihat modis itu membuka kaca mata hitamnya begitu tempat yang di tuju sudah dekat.

“Kau bosan ya melihat aku? Aku tau kau pasti senang ‘kan? hehe.. Aku selalu merindukan mu Kak. Aku membawakan bunga kesukaan mu. Hey jangan marah! Iya Aku tau kau tidak suka bunga. Ini bunga kesukaan ku, kau senang huh?”

Ibu…”

Wanita cantik itu menoleh, senyum nya mengembang saat bocah kecil berumur lima tahun sedang lari ke arah nya.

“Jangan lari seperti itu Yoogeunya

“Aku sebal, Ayah bilang dia tidak mau memberikan Aku mainan baru”

Gadis itu tersenyum sembari mengacak-acak rambut jagoan kecil nya. “Bagaimana jika kau adukan ke Paman? Paman pasti dengan senang hati memarahi Ayah mu”

Yoogeun tersenyum senang “ne!”

Paman… Ayah jahat, Ayah tidak mau membelikan Aku mainan. Bersediakah Paman memarahi Ayah?”

“Hey kau sedang mengadu huh?”tanya Minho namun di acuhkan Yoogeun.

“Tuhkan Paman, Ayah pasti akan memarahi Aku”

“Hyaaaa Pamannnn”

“Ssstt jangan berisik sayang”tegur Jiyeon

Tangan Jiyeon terulur untuk mengusap pipi chubby Yoogeun yang sedang berada di gendongan Minho

“Maaf bu”

“Jadi, kau mau membeli mobil balap heh?” Yoogeun mengangguk lucu

“Baiklah, kajja kita pergi”

“Kau serius, Ayah?”

“Tentu saja.”

“Aku mencintai mu”

Chu~

“Kau tidak mencintai Ibu, sayang?”

“Oh aku juga sangat mencintaimu, bu”

Chu~

Jiyeon tersenyum senang “Kak, Aku pulang dulu ya. Jangan sedih begitu, Aku akan mengunjungi mu lagi nanti”

“Dah Paman, Aku mau membeli mainan dulu”

“Hn. Kami pergi Hyung, sampai jumpa”

Keluarga kecil Minho pergi dengan posisi Yoogeun yang ia gendong menggunakan tangan kirinya, sementara tangan kanan nya memeluk pinggang Jiyeon. Sesekali dia mencium pipi Jiyeon dan Yoogeun bergantian.

“Ayah, aku ingin punya adik”

“Kau dengar, sayang? Aku akan membuatmu tidak bisa berdiri besok”

Blush~

“Ayah, wajah Ibu merah”

Ugh! Ingatkan Jiyeon untuk tidak mencincang Yoogeun setelah ini.

**

Glek! Apa ini?haha maaf ya TT nya belum di update, laptop aku rusak ditambah sibuk TO, UPRAK, PTN , dll apalagi aku mau US hieks aku pusing😭. Ini aku ngetik di HP loh, maaf kalo gaada feel. Ini pelepas stres dan rasa kangen aku sama dunia ff. Doain aku lulus PTN ya readers:3 hehe.

So, mind to review?

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

53 thoughts on “Regret (Oneshot)

  1. kehidupan nya jiyeon sama kakaknya bikin nangis T_T
    tp akhirnya kakaknya meninggal u,u
    minho akhirnya juga mencintai jiyeon, malahan sampai skrg udah punya anak >< mau bikin adek lagi pula kekeke
    keren ff nya XD

  2. keren banget ceritanya,secara keseluruhan dapat semua emosinya,terutama orang tua jiyeon,pihak tadi mau bilang kalau anak dicuekin gitu lebih baik gak usah punya anak,eh jiyeon udah bilang duluan.ortu yg aneh lebih sayang anak angkat dari pd anak kandung,merasa bersalah boleh tpi ni keterlaluan..eits tpi rada bingung tu minho dan kristal.knpa tu tiba2 minho benaran jadi mencintai jiyeon?

    1. Kan udah dijelasin. Selama sebulan bareng jiyeon minho tuh jadi tau beragam emosi yang jiyeo tunjukkin. Secara engga langsung dia merhatiin terus. Nah pas minho ketauan sama jiyeon, minho tuh merasa sakit banget. Okay aku suka komen kamu yang panjang, makasih ya:*

  3. daebak 😀
    jujur aku suka bnget sma jalan ceritanya,, menguras emosi dari minho jadiin jiyeon taruhan smpai pas jaebum meninggal yg bkin nangis bner2 sedih tpi semuanya tergantikan dengan sdarnya eomma + appanya jiyeon,,
    trus sma dengan penyesalan minho yg membuahkan hasil 😀
    ditunggu ff minji lainnya 🙂

  4. Keren bgt
    dibuat nangis pas jiyeon neriakin jaebum pas dia ninggal..
    Ya tuhan ff ini keren bgt, semoga ff selanjutnya lebih keren lagi

  5. aduuh banjir air mata deh,,, kasihan bgt sih mereka
    aku ga kaget sih kalo di kehidupan nyata ada yg kyk gitu, krn emg banyak, tapi mgkin krn ini dlm bentuk ff dan dikemas apik jadi ya terbawa suasana gitu deh

    dan oh iya, semangat ya yg kelas 12!! semoga lolos SNMPTN deh biar ga pusing2 lg mikir SBM, aku jg baru lulus thun kmren, jd ya masuk ptn.nya angkatan tahun ini

  6. Aku bingung mau komen apa, yg jelas ini feel nya unk aku dpet bngt emosi yg disampaikan itu dpt bngt.ini ff buat aku mewek abis,dan pasti besok mata aku bengkak.tp gak papa..ff ini benar2 daebak.

  7. banjirrrrr air mata 😥 yaaaampun kehidupan jiyeon&jaebum luarbiasa keras dan penuh penderitaan,, ditambah lagi minho yg nyakitin jiyeon 😥 yaampun bagian itu bener2 nyelekit dihati~
    untungnya happyend utk MinJi^^

  8. Nyeselxalu bc smbl brlinang air mt.. ksian hdp jiyi dan jaebum.. otg tuax bnr2 gila.. pnyslan slalu dtg di akhr.. anak udh di tanam br nyesal.. prcm prcmaa.. wlpn org tua klp kyk gt mending g pny org tua.. dan minhp bnr2 mnysal ya.. pdhl dlux dy mngcwkan.. ckckck.. sumpah nangis trs bc nih ff.. hikzz..

  9. woah..ceritanya D A E B A K jiyeon-jaebum kaya gitu gara-gara orangtuanya yg lebih mementingkan Jiyoung yg bukan anak kandungnya sedangkan anak kandungnya dibiarkan begitu saja, hingga mereka masuk ke dunia Hitam… Tapi kedua orang tuanya sadar pas jaebum meninggal… dan ceritanya bener-bener bikin nangis 😥

  10. nangis wakfu baca penderitaan si kembar yang di buang ortunya :” yaampun tega banget dah, untung jaebum sayang banget ssama jiyeon mesku akhirnya di tinggal u.u yang penting ada minho dan minji bersatu :” jagain jiyeon ya minho-ya

  11. ff x keren …. bnr2 sukses bikin nangis crita x….tragis bngt kisah hidup jiyi ma jaebum gr2 ktidak pedulian org tua mrubah mreka mnjadi seperti itu tp salut bngt sama rasa sayang yg mreka punya mreka saling mnjaga dan saling mnyayangi….. seburuk apapun klakuan mreka tp mreka saling mnyayangi bahkan ktika jaebum mninggal jiyi bisa jd kyk gtu…. sdih jg sih jaebum harus mninggal …mmm tp untung lh smua x brakhir bahagia….

  12. ampuun ceritanya bagus bgt.
    klo nggak ingat didepan ada dosen, meleleh ni air mata.
    kasian bgt ama sikembar itu org tua gitu banget, tapi syukurlah akhirnya happy ending

  13. Omegat!! Ini Keren Ceritanya!!
    Daebak Daebak!! Walau Baru baca sampai banget pesan dari cerita ini:”)
    Mengharukan,sedih,senang,semuanya jadi satu{} Love Love Buat Ff ini:)
    Jaebum Jiyeon Kakak beradik yang kembar:”) Mengahrukan sekali ceritanya:”)
    Akhirnya semula berakhir Happy Ending:)
    Minho dan Jiyeon Bersatu Kembali jiyeon sembuh dan mempunyai anak bersama Minho:)
    Aduh Pokoknya Daebak!!! Tulisan” nya bagus” banget:D!!!
    Pokoknya ditunggu Ff” yang Lain yah Fighting&Hwaiting!!

  14. meski happy ending tapi tetep rasanya nyesek, karena tak ada jaebum ditengah-tengah kebahagiyaan mereka, kenapa harus menunggu jaebum menjadi korban untuk bisa meraih kebahagiyaan ? 😥 bener2 dapet feelnya, btw kamu hebat banget kuat ngetik segini banyaknya di hp, keep writing ya thor, terutama ff minji

  15. Nangis baca ff ini.
    jaebum benar” sosok kk yg baik. meski caranya salah tp ia menyayangi jiyeon melebihi hidupnya.
    syukurlah kalo orang tua jiyeon dah sadar.. ya meskipun mereka sadar setelah jaebum pergi.
    kekurangan kasih sayang itu gk enak.. ini pasti berat buat jaebum dan jiyeon.
    Dan endingnya bikin senyum” karna ada sosok minho yg sangat mencintai jiyeon.

  16. Okeee mewekkk huweee..
    Gua suka cara kata2 kasarnyaa .
    Kerennn dahhh. Kasihann jaebum knpa haruss secepat itu dia pergi.. daebakk ga tau mo komen apa.. lanjutt truss yaa bikin ffnya beb…

  17. author jahat,jahat bgt.bikin cerita sad bgt bikin aku nangis,.kakak aq ngeliatin lagi.
    cerianya bagus author daebak (y).
    bikin ff jiyeon yg bnyak ya n fighting !.untung akhirnya happy ending

  18. YA ampunnn kehidupan jiyeon jaebum sedih bgt
    Kesian sih gegara kurang kasih sayanf ortu nih akhirny mereka malah kacau semua
    Jiyeon emang di tinggal mati jaebum tp akhirnya dy menemukan malaikat pelindung nya lagi
    Seneng akhirnya happy ending juga

  19. Hiks…..his….his…..
    Gila,,,,nangis Bombay baca nih ff. Disaat semuanya sudah terlambat penyesalan baru datang. Tetapi kesempatan kedua datang untuk jiyeon. Walaupun jaebum mesti dikorbankan. Jaebum benar” sayang ma jiyeon,,,sampai” penyakitnya disembunyikannya. Yg pasti ni ff beneran bagus.

  20. keren thor ceritanya 🙂
    nyampe buat banjir air mata bacanya.
    tega bgt sih orgtua jiyi ama jaebum padahal anak kandung nya mereka berdua tapi malah di cuekin dan gak di kasih kasih sayang yg semestinya.
    gmna jiyi gak ngerasa kehilangan bgt pas jaebum udah gak ada, selama ini mereka berdua terus nyampe tumbuh dewasa apalagi yg ngebiayain mereka berdua itu jaebum. pasti sedih bgt kalo jadi jiyi. 😥
    kristal sama minho jahat bgt ngejadiin jiyi taruhan, padahal jiyi bener2 cinta ama minho. minho udahnya nyesel kan setelah jiyi ninggalin dia. untung aja akhirnya minho sadar kalo dia cinta sama jiyi.
    akhirnya jiyi berakhir bahagia yaaayyy 🙂
    pokoknya keren thor cerita nya 🙂

  21. Entah emang karena Q pengin nangis tapi ngak ada objek buat ditangisin atau Q emang yg gampang nangis atau emang karena FF ini bener” sukses membuat Q nangis sampe batuk”

    Benar kata orang keluarga ada poin penting dalam pembentukan karakter seorang anak jika keluarga terutama orang tua acuh, cuek dan malah mengabaikan anak pasti anak itu akan mencari pelarian sendiri yg membuat mereka rusak walau tidak semua anak seperti itu

    Jaebum bener” sosok Oppa yg ngelindungi Jiyi, menyayangi Jiyi dan rela melakukan apapun demi Jiyi walau dia harus bearkhir dengan kematian karena penyakit HIV AIDS kasihan juga dia tidak bisa merasakan kasih sayang orang tua disaat orang tua’a sudah sadar tapi semua itu sudah terlambat

    Jiyi harus menjadi pecandu barang haram itu demi pelarian’a dari masalah hidup yg menimpa dan harus menanggung semua sakit mulai dari diacuhkan orang tua, dikhianati oleh Menong untung aja Jiyi masih bisa sembuh dan bebas dari barang haram itu dan bisa hidup bahagia dengan Menong

  22. Aaaaaaaaaaaaaaaa banjiiiiiirrrrrrr….
    Akhirnya happy end ❤ Seandainya jaebum gk meninggal yaaa.. Pasti kebahagiaannya lebih lengkap. Tp kl jaebum gk meninggal jg psti kejadiannya org tua mereka gk bakalan sadar. Hmmm
    Daebak, T_T

  23. Hiksss hiksss hiksss, jadi jiyi sakit banget ya, di tinggal kaka tersayang, orang tua ga perduli, namja nya malah buay dia sakit hati pula, tapi penyesalan emang selalu terakhir, hiksss hiksss daebak thor, jiyi di sini jadi pecandu dan jaebum jadi hyper sex oh my GOD

  24. wahh sedih bgt liat kehidupan nya si kembar , jaebum knapa ngbunuh yaa?
    jiyeon kosong bgt jiwa nya , sumpah kasian bgt org tua nya sih malah perhatian k anak angkat nya ..
    kerenn deh ni ff dpet bgt feel nya wktu ada ngomong kasar nya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s