Posted in Tokyo Tower

5. Tokyo Tower : Nakama’s Family

 siskameliaaa-copy

Poster by Ladyoong @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Story by @siskameliaaa

Pairing: Park Jiyeon and Choi Minho

Genre  : Romance, Sad, Hurt, Action

Warning : Typo, abal, OOC, gaje, alur kecepetan,dll.

 

Mereka bertemu di Tokyo Tower. Sama-sama menyukai fotografi.. saling berbagi dan saling mengasihi. Tapi, disaat salah satu dari mereka menyatakan perasaannya..Takdir mempermainkan mereka. Akankah mereka mampu mengubah takdir?

 

Tokyo Tower

“pemirsa, lagi-lagi terjadi sebuah kericuhan di Wilayah Tōhoku. Kali ini Takeshi Nagato Menteri Perekonomian Jepang yang menjadi korbannya. Diduga pelaku merupakan orang yang sama seperti kejadian satu minggu yang lalu. Pihak polisi sedang menyelidiki khasus ini, menurut pihak kepolisian pelaku merupakan rekan bisnis beliau. Siang ini mayat Takeshi Nagato akan segera di makamkan”

KLIK

“cepat sekali beritanya”

Keiko menoleh kearah anak tangga, disana sudah ada Jiyeon dengan pakaian casual khas dirinya dan kamera DSLR menggantung di lehernya. Gadis itu berjalan santai seolah tidak terjadi apapun “kau fikir ini ulah siapa heh?!”sindir Keiko sarkastik

“aku tidak mungkin mengotori tanganku demi bandot tua sepertinya”

Gadis berketurunan Korea itu berjalan ke sisi sofa dan mengambil sebuah benda persegi panjang, jari lentiknya kemudian menekan tombol merah diujung benda itu.

KLIK

“lagi-lagi terjadi sebuah kericuhan di Wilayah Tōhoku, kali ini ini Takeshi Nagato Menteri Perekonomian Jepang yang menjadi korbannya. Polisi menemukan sebuah sidik jari dibagian leher beliau, diduga pelaku mencengkram leher beliau sebelum akhirnya mencabik-cabik perut nya menggunakan pisau belati”

KLIK

“see? Kau fikir siapa yang akan melakukan tindakan bodoh seperti itu?”kata Jiyeon angkuh, matanya memincing tajam sarat akan emosi “ah sepertinya aku tau”Keiko menyeringai lebar, agaknya sangat mudah untuk menebak siapa dalang dibalik ini semua.

“…”

“dan sekarang kau ingin pergi untuk mengacak-acak bukti itu?”

Jiyeon tersenyum kecut sambil sesekali membenarkan letak kamera nya “aku tidak ingin repot, biar saja anak ceroboh itu masuk penjara”ketus nya. Bahu Keiko terangkat dan matanya memutar angkuh “dan kau rela anak itu membocorkan tentang rahasia keluarga kita? Kau lupa jika ia memiliki mulut besar?”

Sepertinya kata-kata Keiko ada benar nya juga, terlihat kini Jiyeon langsung terdiam memikirkan nasib keluarganya. Sebenarnya ia tidak perduli sama sekali dengan keluarganya, hanya saja jika rahasia keluarganya terbongkar maka ia semakin susah untuk mencari tahu siapa orang yang membunuh Appa nya. Mengingat orang-orang yang dicurigai adalah orang-orang yang menjadi target nya saat ini, sampai saat ini ia masih belum menemukan titik terang. Itu berarti pelaku pembunuhan Appanya masih berkeliaran diluar sana.

“biarkan Eomma yang mengurus semua ini, lagipula ini tanggung jawabnya yang mengikut sertakan si ‘otak ayam’ itu dalam misi ini. Padahal ia tidak mempunyai keahlian apapun dasar pembawa sial”Jiyeon menggerutu sambil menghentakkan kakinya sebal, sementara Keiko hanya tersenyum tipis melihat kelakuan kekanakan Jiyeon.

“lalu kau mau kemana sekarang?”

“hanya berjalan-jalan saja”kata Jiyeon angkuh, ekspresi wajah Keiko seketika berubah serius “kau harus hati-hati. Nyawa mu terancam bahaya, kau tau kan pihak keluarga dari korban-korban yang kau habisi itu itu tidak mungkin diam begitu saja?”

Jiyeon tersenyum tipis “kau lupa? Mungkin hanya keluarga Nagato saja yang menyimpan dendam karena target yang lain aku selalu melakukannya dengan rapih”

“lalu siapa target berikutnya?”

“keluarga Nakama”Keiko merasa persendian lututnya lemas, seharusnya ia sudah menduga sejak awal jika keluarga Nakama merupakan keluarga yang termasuk dalam target. Sejak dulu keluarga Kitagawa memang tidak pernah akur dengan keluarga Nakama.

“kau sudah siap akan segala konsekuensi nya?”tanya Keiko serius, matanya menatap dalam mata Jiyeon “untuk apa aku takut?aku hanya perlu menaklukan si otak keluarga Nakama agar semua berjalan lancar”

“…”

“kau harus terlibat dalam misi ini”

Seringai tampak jelas di bibir mungil Jiyeon, gadis itu cukup puas melihat reaksi terkejut Keiko. Ini akan jadi hal terberat untuknya, melawan kekasihnya sendiri. Melawan Osamu Mukai.

“kau keberatan Kitagawa-san? Kau tidak mungkin mengkhianati keluarga mu sendiri kan?”kata Jiyeon tajam, lutut Keiko semakin terasa lemas “kau juga harus ingat Osamu-kun tidak mungkin mengkhianati keluarga Nakama”katanya kemudian

“aku tau, maka dari itu aku membutuhkan bantuan mu”

Mulut Keiko terasa kaku, matanya sudah tidak bisa melihat jernih kedepan. Pandangannya buram, bahkan ia hanya bisa melihat samar-samar saat Jiyeon pergi meninggalkannya seorang diri.

“keluarga Nakama yah?”lirihnya.

Mungkin Jiyeon tidak tau jika yang mengganggu fikiran Keiko bukan Osamu Mukai, melainkan keluarga Nakama sendiri. Keluarga Nakama merupakan kunci atas jawaban yang dicarinya selama ini, ia tidak bisa membayangkan jika Jiyeon harus berhadapan dengan keluarga Nakama secepat ini.

oOo

Jiyeon melangkahkan kakinya di sekitar pinggir Kota, ia cukup beruntung karena kecerobohan Haruma kemarin ia sedikit terbebas dari manusia bodoh satu itu. Mungkin anak itu sekarang lagi mencari tempat persembunyian yang aman, dasar bodoh membayangkan nya saja membuat Jiyeon tersenyum geli sendiri. Tapi mengingat Haruma Jiyeon jadi ingat dengan insiden pemukulan Minho, ia masih tidak mengerti siapa yang melakukan ini semua. Hal yang masuk akal hanya Eommanya saja, tapi siapa yang melaporkan kedekatan Jiyeon dan Minho?

Otak Jiyeon berfikir keras, sepertinya memang ada yang mengikuti Jiyeon dan Minho. Tapi siapa? Apa mungkin Haruma? Anak itu walaupun bodoh dan ceroboh dia merupakan tipikal pengikut yang setia. Dan hal itu juga yang membuat Eomma nya begitu mempercayai anak itu. Sepertinya Jiyeon benar-benar harus waspada dengan si ‘otak ayam’ itu.

JEPRET

JEPRET

“hei gadis Korea”sapa seorang pria jangkung didepannya, Jiyeon lantas langsung menghentikkan kegiatan memotretnya dan menurunkan kamera DSLR itu perlahan. Matanya berbinar senang dan bibirnya tersenyum anggun “Siwon-ssi”katanya jenaka sambil melirik sana-sini.

“kau mencari Minho?”tanya Siwon menggoda

“eh?”

“dia ada di Apartment, kau pasti sudah tau kan kalau wajahnya babak belur?haha anak itu memang payah, melawan tiga pria saja tidak becus”

Jiyeon tersenyum aneh sementara Siwon tertawa senang hingga membuat matanya menyipit seperti bulan sabit. Matanya kini menatap Jiyeon “mau ikut ke Apartment bersama ku?”tawarnya kemudian

“mwo?”

“kajja!!”

.

.

.

Bibir itu mengerucut sebal, didalam hati ia menyumpah serapahi Siwon yang seenak jidat menarik dan membawa Jiyeon ke Apartmentnya. Bukannya apa-apa ia hanya merasa tidak enak saja jika harus masuk kedalam Apartment seorang pria, terlebih didalam Apartment itu ada dua orang pria dewasa. Bukannya takut, Jiyeon bisa saja menghajar kedua orang itu jika berani macam-macam. Jangan lupakan jika ia adalah Master beladiri Taekwondo, kelihaian nya dalam memegang samurai dan pistol juga jangan diragukan lagi. Tapi masalahnya Jiyeon sangat gugup, didalam sana ada Minho. Bagaimana jika Minho berfikiran jika Jiyeon itu gadis tidak tau malu yang seenaknya saja datang ke Apartment seorang pria. Salahkan Siwon kalau begitu.

“kajja..”kata Siwon setelah ia selesai menekan tombol angka-angka disamping pintu Apartmentnya

“ne”Jiyeon mengangguk, gadis itu kemudian berjalan dibelakang Siwon. Jantungnya semakin terasa dag dig dug seiring langkahnya mendekati ruang tamu. Matanya memperhatikan sekeliling, ia menghela nafas lelah begitu melihat pemandangan disekitarnya. Ini Apartment dua orang pria dewasa kan?jadi jangan heran jika Jiyeon melihat baju-baju kotor berserakan di atas kursi dan meja makan.

Piring-piring kotor juga sangat menumpuk di dapur, alat-alat tulis serta buku berserakan di rak tv. Matanya kini beralih ke arah sofa.. matanya melebar

“KYAAAAAA!!!!!”

BRUK

“yak! Hyung kenapa kau membawa gadis yang berisik sih?!!”Minho merangkak keatas sofa setelah sebelumnya ia sukses mendarat di karpet beludru di bawah sofa, matanya masih terpejam. Ia mengorek-ngorek daun telinganya dan kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa tersebut. Sementara Jiyeon masih menutup wajahnya dengan tangannya dan Siwon membekap mulutnya mencoba untuk meredamkan suara tawanya yang tertahan.

“CHOI MINHO PAKAI BAJUMUUUUUU!!!”

Sepertinya Minho merasa jika dirinya sedang bermimpi, ia baru saja mendengar suara jeritan Jiyeon. tapi mungkin itu hanya khayalannya saja, itu pasti hanya suara gadis yang dibawa Siwon entah gadis yang keberapa. Minho langsung saja meraba bantalan sofa didekatnya tanpa membuka mata. Ketika tangannya berhasil ia langsung melempar asal bantal itu “berisik!!”keluhnya.

Ow, Siwon angkat tangan.. ia tidak ingin terlibat, aura sekitarnya terasa seram ketika bantal tadi sukses mendarat di kepala Jiyeon.

“Mi..Minho, bu-buka matamu”kata Siwon gelagapan, pria bermata besar itu langsung menendang asal udara disekitarnya sambil menghentakkan tubuhnya untuk duduk. “APA LA –gi Hyung..Jiyeon?”matanya mengerjap lucu.

“MWO?!! PALLI PAKAI BAJU MU BODOH!!”

BRAK

BRUK

TAP

TAP

TAP

TAP

BLAM

“HAHAHAHAHAHAHA RASAKAN SURPRISE DARI KU MINHO”tawa Siwon menggelegar begitu Minho dengan paniknya terjatuh dan langsung berlari kekamarnya.

“o –ow sepertinya aku harus membereskan kamarku dulu. Silahkan duduk adik ipar, anggap saja Apartment sendiri”katanya begitu merasakan aura menyeramkan disekitar Jiyeon belum memudar. Pria itu lalu berjalan cepat ke kamarnya menyisahkan Jiyeon seorang diri di ruang tamu.

“ya Tuhan..”gumamnya, ia menghempaskan asal tubuhnya diatas sofa tempat Minho tidur tadi. Gadis beriris mata coklat itu menusuk-nusuk pipinya dengan kedua jari telunjuk. Wajahnya memerah membayangkan tubuh sixpack Minho.

“mataku..”katanya lagi sambil mengusap frustasi wajahnya. Kembali ia membayangkan bentuk tubuh Minho, bodoh Minho terlihat sangat sexy dengan celana training putih tanpa baju alias telanjang dada seperti tadi. Rambutnya juga acak-acakkan dan wajahnya kusut khas pria yang baru bangun tidur, walaupun wajahnya babak belur tetap saja ia terlihat sangat tampan nan menggoda.

Jiyeon menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi “Park Jiyeon kau gila… sebaiknya aku membersihkan Apartment menjijikan ini saja”katanya kemudian, ditarunya kamera diatas meja. Kemudian tangannya berinisiatif memunguti tumpukan buku-buku yang ada dimeja kemudian menumpukkannya menjadi satu. Setelah dirasa beres ia lalu mengumpulkan baju-baju kotor yang berserakan disekitar.

Gadis itu kemudian menguncir asal rambutnya sehingga menunjukka leher jenjangnya. Ia menghela nafas berat lalu menggeleng-gelengkan kepalanya “sepertinya aku akan bekerja keras hari ini”

.

.

.

CEKLEK

Seorang pria baru saja keluar dari kamarnya, ia memakai celana boxer hitam dengan motif tengkorak dan t-shirt tipis berwarna putih polos, tangannya mengusap rambutnya yang basah menggunakan handuk putih yang bertengger manis dilehernya. Matanya menatap sekitar, buku-buku yang berserakan kini terlihat rapih di atas meja dan koleksi DVD nya juga sudah berjajar manis di rak khusus DVD. Baju-baju kotor miliknya dan Hyung nya juga tidak terlihat dimana-mana, walaupun masih ada saja barang-barang yang tidak duduk manis ditempatnya setidaknya itu membuat Minho menyimpulkan satu hal, ini pasti ulah Jiyeon.

 

Mata nya kemudian melirik-lirik kesekitar hingga sebuah suara air mengucur terdengar dari dapur, ia tersenyum manis ketika melihat Jiyeon sedang berkutat dengan piring-piring kotor didepannya, gadis itu sesekali menghapus peluh di wajah dengan tangan yang masih berlumur sabun pencuci piring sehingga wajahnya terkena busa sabun tersebut.

“perlu bantuan nona Park?”tawar Minho, mata Jiyeon mengerjap lucu saat Minho langsung merebut piring ditangannya, gadis itu menelan ludahnya susah payah saat aroma maskulin tercium begitu nyengat dihidungnya. Minho benar-benar tampan, apalagi bulir-bulir air masih ada yang sesekali menetes dari rambut pria bermata besar itu.

“aku tau aku tampan”kata Minho membuat Jiyeon buru-buru mengalihkan perhatiannya kearah lain.

“ish pede sekali”jawabnya berusaha mengalihkan pandangan kembali pada piring-piring di depannya, Minho sama sekali tidak mengalihkan pandangannya. Dalam hati ia memuji kecantikan alami Jiyeon, walaupun dari samping, Jiyeon tetap terlihat sangat cantik.

Diam-diam Minho mencolek sedikit busa sabun yang ada di piring, seringai tipis muncul di sudut bibirnya. “YA!!!”jiyeon menjerit histeris sementara Minho tersenyum lebar begitu ia berhasil menodai pipi Jiyeon dengan busa sabun tadi.

“kau ingin perang hah?!”tantangnya bertolak pinggang acuh

“memangnya kau berani?”

Emosi Jiyeon sudah mencapai ambang batas, sepertinya pria itu memang menyebalkan dan pintar sekali membuatnya emosi. Diam-diam ia menyeringai lebar hingga…

“PARK JIYEON APA YANG KAU LAKUKAN”

“aku hanya menyanggupi tantangan mu wle!”ledeknya nyaris membuat Minho tersedak, baru saja Jiyeon menyiram wajah Minho menggunakan gelas yang diam-diam sudah diisi penuh gadis itu, dan sekarang Jiyeon malah bertingkah seperti anak kecil yang siap tempur dengan teman-teman sebayanya.

“kau!!”geram Minho tertahan

“mwoh?”

“rasakan ini”

“tidak kena hahahahahaha”

Minho menggeram, gadis didepannya itu memang sangat gesit, niat jahat untuk menyiram Jiyeon pupus sudah karena gadis itu sudah terlebih dahulu menutupi wajahnya menggunakan mangkuk kaca, gadis bersurai dark coklat itu tersenyum geli dari balik mangkuk begitu melihat ekspresi kesal Minho.

“Park Jiyeon…”

Senyum Jiyeon memudar seiring seringai Minho yang semakin melebar, agaknya ia mempunyai firasat buruk, pasti ada sesuatu dibalik senyum menakutkan itu.

“GYAHAHAHAHAHA MINHO HENTIKAN”

“tidak akan hahaha”

Minho terus saja menggelitik pinggang Jiyeon, gadis itu mau tidak mau menaruh mangkuk tadi ketempatnya untuk menangkap tangan Minho yang terus menggelitik sekitar area pinggangnya.

“Minho-ah hentikan..hahaha”katanyanya diiringi tawa geli

BYUR

“hahahaha kena kau Park Jiyeon”

Senyum Minho melebar begitu ia berhasil menyiram wajah Jiyeon, rupanya taktiknya untuk menarik perhatian Jiyeon cukup sukses, dasar licik.

“KAU CURANG!!!!”

Sementara itu Siwon yang sedang santai dikamar hanya bisa tersenyum aneh saat mendengar suara tawa dari dapur sambil matanya menatap langit-langit kamar.

“kau sudah besar Otouto”

oOo

“kau yakin tidak ingin aku antar?”tanya Minho di depan pintu Apartment.

Jiyeon menggeleng “aniyo, sebaiknya kau istirahat saja. Luka di wajah mu juga belum sembuh”

“kan aku sudah bilang, aku tidak apa-apa. Aku antarkan saja ne!?”

“kau itu keras kepala sekali sih!”

“aku antar?”

“Aniyo!!”

“pokoknya aku akan mengantar mu”

PLUK

“aawwwww… Park Jiyeon sakit!”

“tuh kan masih sakit, jadi tidak usah mengantar ku”

“TENTU SAJA SAKIT. KAU MEMUKUL LUKA KU!!”

Jiyeon menggidikkan bahunya acuh “sudah istirahat saja sana, lagi pula aku ingin menemui seseorang dulu”katanya santai, mata Minho memincing tajam sambil tangan kanannya menutupi luka lebam yang terkena pukulan Jiyeon tadi.

“nuguya?”tanya Minho

“bukun urusan mu”

“kalau begitu aku antar”katanya kemudian menarik paksa tangan Jiyeon,mata Jiyeon melebar manusia satu itu memang tidak punya sopan santun. Bisa-bisa nya ia menarik anak orang tanpa permisi.

“Minho!!!”

“…”

“MINHO”

“…”

“CHOI MINHO!!! KAU MAU MENGANTARKU MENGGUNAKAN BOXER HAH?!!”

Langkah pria itu seketika berhenti dan memperhatikan boxer yang ia gunakan “ck!”decaknya kesal, pria bermata besar itu kemudian membalikkan tubuhnya. Ia menatap tajam Jiyeon sementara gadis itu hanya tersenyum menyebalkan.

“tunggu disini, aku akan mengganti celana ku dulu. Ingat! Jangan berani-berani kabur”perintahnya dan berjalan kembali ke Apartmentnya.

“kau fikir aku mau menuruti perintah mu?wle”ledek Jiyeon sambil menjulurkan lidah kearah pintu Apartment Minho. Gadis itu buru-buru berlari memasuki lift, begitu lift itu terbuka karena ada seseorang yang berhenti di lantai yang ia pijaki.

“bye Minho”katanya diiringi pintu lift yang tertutup

“kajj-eh?”kata-kata Minho terputus, ia mengedarkan pandangannya kesana kemari untuk mencari seorang gadis yang tadi ia tinggalkan. Menit berikutnya pria bermata besar itu mengacak asal rambutnya “aish!! PARK JIYEON AKU MENJADIKANMU DAGING CINCANG!!!”

“seharusnya aku tidak meninggalkan dan percaya dengan setan kecil itu. Iiissshhhh Park Jiyeon sebenarnya kau ingin bertemu dengan siapa eoh!?”

.

.

.

Gadis cantik bersurai dark coklat itu melangkahkan kakinya di balik keramaian kota metropolitan Tokyo tanpa beban, ia tidak perduli jika sekarang ada seorang pria menjerit frustasi karena tidak menemukannya. Sebenarnya alasan ia ingin menemui seseorang hanya sebuah alibi semata, Jiyeon hanya tidak ingin terganggu oleh siapapun saat akan bermain dengan musuhnya.

“Osamu Mukai, kau fikir aku tidak tau jika kau sedang menguntit ku?! Dasar tikus pengganggu”

Langkah Jiyeon semakin santai, tidak seperti film-film action yang ada di televisi. Dimana seorang peran utama sedang di untit musuhnya, disaat si peran utama menyadarinya maka ia akan berjalan cepat dan berusaha mengecok sang penguntit. Gadis bersurai dark coklat itu sepertinya tidak ingin menghindar justru ia sangat menikmatinya.

Sesekali gadis itu memotret pemandangan disekelilingnya, ia juga dengan iseng menoleh cepat kearah Osamu dan segera mometret nya. Kemudian ia akan terkekeh sendiri saat melihat hasil jepretannya yang menunjukkan ekspresi pria itu yang terlonjak kaget karena aksi gesit Jiyeon.

“Detective amatir”sinisnya.

Jiyeon masih saja membiarkan Osamu menguntitnya hingga akhirnya ia lelah sendiri karena bosan, otak licik nya segera mencari cara lain untuk bermain. Matanya berbinar begitu melihat sebuah supermarket, gadis itu langsung saja melangkah cepat kesana.

Benar dugaan Jiyeon, diatas supermarket itu terdapat kaca lebar dan besar sehingga bisa memperhatikan sudut-sudut supermarket dan bisa memperhatikan semua pengunjung dari atas sana. Jiyeon melangkahkan kakinya ke tempat majalah yang tersedia di sudut supermarket.

Sudah sepuluh menit Jiyeon didalam dan belum juga ada tanda-tanda kemunculan Osamu, apa pria itu sudah bisa menebak rencana licik Jiyeon?ah sepertinya Jiyeon juga tidak perduli hingga ia tetap didalam sampai targetnya masuk.

Akhirnya penantian Jiyeon berujung bahagia, pria itu masuk setelah Jiyeon berdiri selama satu jam. Agak pegal sih, bahkan ia juga mendapat tatapan sinis dari karyawan disana karena tidak kunjung keluar dan seenaknya saja membaca semua majalah tanpa membeli. Tapi Jiyeon tersenyum menang saat ia mengeluarkan sepuluh lembar won kepada pegawai itu, ekspresi wajahnya seketika memudar dan membiarkan Jiyeon membaca sepuasnya.

Mata Jiyeon terus saja memperhatikan kaca, disana ia bisa melihat Osamu yang sedang kebingungan mencarinya. Matanya juga sesekali menjelajah di kaca, Jiyeon semakin menyeringai saat mata Osamu sedikit lagi bisa menangkap kehadiran dirinya.

Dan ketika mata itu berhasil menangkap keberadaan Jiyeon, seketika tubuhnya menegang karena bersibobrok dengan iris mata Jiyeon. Gadis itu tersenyum senang dan membentuk jarinya seperti pistol kemudian mengarahkan kearah Osamu sambil bergumam “dor”.

.

.

.

“dasar penguntit”kesalnya, saat insiden di supermarket tadi Osamu bukannya takut ia malah menantang balik. Saat Jiyeon keluarpun Osamu tetap mengikutinya tapi lebih terang-terangan. Jiyeon tidak diam saja, ia juga segera mencari celah untuk bisa kabur dan akhirnya ia bisa terlepas juga dari makhluk Alien itu.

“dia itu bodoh, bahkan otak liciknya saja tidak bisa menandingi otak licikku. Kenapa Keiko mau sih dengan pria dungu itu”Gadis itu terus saja menggerutu sepanjang jalan, bermain-main dengan Osamu memang sedikit merepotkan dan menguras tenaga.

“Appa apa pria itu adalah dalang dari kematian mu?! Sebenarnya kasus apa yang kau tangani sehingga membuat mu seperti ini!?”

BRUK

“oups! Sumimasen”lagi-lagi Jiyeon menabrak orang entah untuk kesekian berapa kalinya. Didepannya ada seorang wanita paruh baya dengan rambut sebahu mengenakan t-shirt merah tanpa lengan yang sedang memunguti kantung pelastik belanjaannya.

“Arigatou”kata wanita itu ketika Jiyeon membantu memunguti belanjaannya.

“maafkan aku Oba-san”

“tidak apa-apa”

“kalau begitu aku permisi dulu, Jaa ne”

Wanita itu mengangguk saat Jiyeon membungkuk untuk pamit “itterasshai”balas wanita itu tak ayal membuat Jiyeon mengangguk kaku

“itterasshai?memangnya siapa juga yang ingin bertemu dengannya lagi”gerutunya sepanjang jalan.

Wanita tadi tersenyum tanpa arti begitu Jiyeon pergi, tangannya segera merogoh sesuatu di balik kantong jeans nya. sebuah handphone flip, ia kemudian menekan angka 2 dan menaruh handphone flip itu ke telinganya.

“orang itu benar, ia memang Park Jiyeon”

 masami-nagasawa 1

tbc

Oba-san : bibi

Itterasshai : sampai ketemu lagi nanti

tadinya mau di protect tapi nanti aja deh di part2 tertentu. banyak banget siders aku jadi greget, buat yang mau minta password dm ke @siskameliaaa aja yah, syaratnya udah komen dari part awal terus pas mau minta password sertain id kamu pas komen. Arigatou^^

Huh next or delete nih?komen plis.

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

38 thoughts on “5. Tokyo Tower : Nakama’s Family

  1. minho di kadalin sama jiyeon hahaha jiyeon di sini sadis bgt suka ngebunuh(musuh) ehh siapa bibi yg di tabrak jiyeon jgn2 mata2 musuh..next thor
    NB: thor q gk py twiter bisa gk lewat email/fb buat minta PW yg diproctect gomawo

  2. next.ckckck jiyi datang ke apartemen minho malah beres2 hahaha.kasian.lucu moment minjinya bikin ngakak hahahaha.

  3. Aigooo jiyeon ngebunuh orang(?)
    Hahaha Minho Dikadalin sama jiyeon, Minji Momentnya So sweet bgt euyy ❤ Siwon oppa bikin kejutannya bener mengejutkan~~ wkwkwk
    ditunggu nextnya^^

  4. Eh siapa tu bibi yang di tabrak jiyeon??
    kok dia tau kalau itu jiyeon??
    semakin bikin penasaran aja..
    Next part thor..

    1. pada bingung:( *nangisdidadachanyeol* jadi gini loh kan diatas dijelasin kalau jiyeon itu lagi nyelidikin khasus kematian appanya. dia itu nurutin apapun perintah eommanya asalkan dia bisa tau siapa dalang dibalik itu semua. tapi sebenernya jiyeon gatau kalau apa yang dia lakuin itu salah melainkan sia-sia. nanti pada akhirnya bakal keungkap sesuatu yang sama sekali engga terduga. selama ini dia nyari kemana-mana tapi justru orang yang dia cari ada dideketnya sendiri. oke ini termasuk bocoran ga sih?yaudahlah aku rapopo:(

  5. MinJi ada moment nya >< nyuci piring sambil perang2an
    suka lihat mereka kayak gitu..hihi
    siwon hyung paling pengertian sama adek nya..hahaha
    next part 😀

  6. Sebenernya apa sih kerjaan yv d lakuin jiyi sama si otak ayam, masih rada bingung sih thor sama ceritanya, udh gitu juga klo ada bhs jepangnya aku ga ngerti meskipun d akhir ada terjemahannya
    Oke d tunggu sangat yaa next partnya

    1. kerjaannya itu kan udah dijelasin diatas. dia disuruh ibu nya buat nyari siapa yang ngebunuh appanya. tapi sebenarnya jiyeon gatau kalau apa yang dia lakuin itu salah dan malah nyeret dia ke sesuatu yang udah kesimpen selama puluhan tahun. ikutin terus aja yah nanti juga paham kok *AMIIIINNNNN*

  7. Aigoo Minho Jiyeon Sweet banget:^ Sukaa banget Moment Minji yang sweet Gini:* Siwon terus saja buat kjutan untuk adikmu Minho:D
    dtunggu ya Next Chapter Fighting&Hwaiting!!

  8. agak serem ya baca part ini … alx kasus pembunuhan’a sadis beuh *kykLaguAfgan -.- ^Lupakan^

    cast baru pada bermunculan, dan bikin saya penasaran thu siapa org dibalik kematian appa’a jiyeon, // next

  9. Minji so sweet banget ,, siwon kayaknya pengertiaan banget sama minho , serem juga ya jiyoen ngebunuh orang..

    Buat minta pw nya selain twitter bisa ga? Fb atau sms.. Soalnya udah gak buka twitter lagi

  10. Aku ngakak pas bagian minho mau nganterin jiyeon tp masih pake boxer wkwkwkwk minho minho smp segitu ga sabarnya mau nganterin jiyeon smp lupa pake celana panjang hahahahaaa
    bibi itu siapa? Aku juga jd gregetan nih thorrr ><
    Misteri nya masih banyak
    keluarga nakama itu ada hub nya sm kematian appa jiyeon?
    Keiko smp khawatir gt jiyeon ketemu sm keluarga nakama

    next lagi donkkkk

  11. ya ampun..
    jiyi jd pembunuh ya d sni..
    tpi keren jg sih..
    kepribadiannya bnyak.

    haha dan d partcini minho lucu banget

  12. ekhmm..
    ji eonni keren , hbs ngabisin nyawa orang kek gak ad beban ‘-‘

    aigoo ajarin aku taekwondo ny dong eonni .-.

    gak sabar , sngt penasaran syp pembunuh appany ji

  13. Haruma yg bunuh orang tinggi itu dan dia meninggalkan jejak pantes aja dia langsung bersembunyi dan membuat Jiyi lepas dari pengawasan’a dan selalu ngakak pas Jiyi manggil My Haruma dengan OTAK AYAM dia bukan otak ayam tapi OTAK UDANG Jiyi(?)

    Jiyi shock lihat Menong si Kodok Tiang topless kok Q yg sering lihat sepupu ku toples atasan’a biasa aja mungkin karena badan sepupu Q cungkringbeda sama badan Menong si Kodok Tiang hahaha dan Jiyi serasa jadi babu sehari baru juga pertama kali dateng ehh udah bersih” sabar ya Jiyi

    Menong si Kodok Tiang ditipu sama Jiyi hahaha emang enak maka’a bang sebelum narik tangan orang lihat dulu diri sendiri udah cucok belum biar ngak ditipu hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s