Posted in Tokyo Tower

4. Tokyo Tower : Puzzle

siskameliaaa-copy

Poster by Ladyoong @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Story by @siskameliaaa

Pairing: Park Jiyeon and Choi Minho

Genre  : Romance, Sad, Hurt, Action

Warning : Typo, abal, OOC, gaje, alur kecepetan,dll.

Mereka bertemu di Tokyo Tower. Sama-sama menyukai fotografi.. saling berbagi dan saling mengasihi. Tapi, disaat salah satu dari mereka menyatakan perasaannya..Takdir mempermainkan mereka. Akankah mereka mampu mengubah takdir?

Tokyo Tower

“dia teman sekelasku, dia hanya aku suruh untuk menemani Jiyeon berkeliling Jepang”kata Keiko, Masako menatap garang Keiko sementara Jiyeon hanya melotot tidak percaya jika Keiko membelanya

“benar begitu Jiyeon?”tanya Masako

“ne Eomma”kata Jiyeon setelah mendapat tatapan tajam Keiko, Keiko begitu memuji akting Jiyeon. sejak dulu gadis itu memang pintar sekali bersandiwara, berbagai karakter ia kuasai bahkan menjadi gadis manis nan baik sekalipun Jiyeon bisa saja melakoninya. Tidak ada yang bisa menebak apakah ekspresi nya berpura-pura atau tidak, bahkan mikro ekspresi sekalipun tidak bisa menebak nya. Hanya satu, yah hanya Ayah nya saja yang mengenal betul ekspresi macam apa yang sedang dilakoninya.

“aku harap kau tidak membohongiku, kau tau kan saat ini aku hanya ingin kau fokus dengan sampah-sampah kecil itu. Jangan sampai ada yang menghalangimu dan membuat mu kehilangan fokus, jika itu sampai terjadi kau tau apa yang akan terjadi dengan orang itu”

Jiyeon menahan geram saat dengan seenak jidat nya Masako mengancamnya, terlebih setelah bicara demikian Masako langsung pergi begitu saja. Yah, Jiyeon memang bonekanya dan itu semua karena Keiko. Karena Keiko yang tidak sudi menjadi ahli waris dan memilih mengambil arah yang sebaliknya.

Gadis berketurunan Jepang itu lebih memilih bersama kekasihnya, kekasih yang merupakan musuh abadi sang Eomma. Pria yang merupakan orang kepercayaan keluarga Nakama, pria yang dicurigai ada hubungannya perihal kematian Ayah nya. Yah ini semua Jiyeon lakukan untuk mencari tahu siapa dalang dibalik ini semua, dan satu-satu nya cara adalah dengan menuruti perkataan Eomma nya. Bergabung dengan perusahaan Kitagawa adalah kunci dari ini semua, tapi Jiyeon tidak tau jika keterlibatannya dengan perusahaan Kitagawa akan membuatnya terjebak dalam permainan takdir. Didepan sana akan ada rahasia besar yang terpendam selama puluhan tahun, rahasia besar yang menyebabkan Ayah nya meninggal ketika berhasil memecahkan puing-puing yang tersimpan rapih selama puluhan tahun tersebut.

“aku harap mulai sekarang kau menuruti semua perkataan ku”kata Keiko sarkastik, Jiyeon memandang dirinya. Matanya menatap tanpa arti “kenapa kau menolong ku?”lirih Jiyeon

“…”

“bukankah kau juga melarangku dekat-dekat dengan pria lain? Kau ingin aku fokus untuk membasmi sampah-sampah itu kan? Kau juga ingin memanfaatkan ku supaya kau bisa lari dari tanggung jawab sebagai keturunan murni Kitagawa. Iya kan!? Apa tujuan mu sebenarnya?”Jiyeon menggeram, sebisa mungkin ia menahan nada suaranya agar tidak bisa terdengar siapapun

“ada alasan kenapa aku melakukan ini semua. Terkadang manusia harus membuka matanya lebar-lebar dan belajar menjadi lebih jeli mana yang benar dan tidak. Aku harap kau tidak terjebak dengan hal yang tidak benar dan justru kau anggap benar. Aku tau sejak kecil kita memang tidak pernah akur, tapi kau itu tetap adik ku. Aku tau apa yang harus aku lakukan”kata Keiko menyisakan tanda tanya besar di otak Jiyeon. Gadis bersurai dark coklat itu hanya diam masih mencoba untuk mencerna setiap kata demi kata yang diucapkan Keiko

“jangan menilai seseorang dari sebelah mata, orang yang kau anggap baik bisa saja menusuk mu dari belakang. Begitupun sebaliknya, orang yang kau anggap buruk justru dialah yang selalu peduli padamu”kata Keioko lagi

Mata Keiko memincing tajam kesuatu arah sebelum akhirnya ia pergi tanpa permisi. Jiyeon memang anak jenius, tapi kata-kata Keiko tadi terlihat sangat ambigu. Otak nya seakan memberontak untuk memikirkan lebih, tapi nuraninya justru berkata jika ada sebuah kode tersendiri dalam kalimat itu

“sedang memikirkan apa nona Kitagawa!?”Jiyeon terlonjak kaget begitu mendengar suara baritone menggema ditelinganya. Gadis itu menoleh cepat kebelakang dan matanya melotot sedangkan orang itu malah tersenyum aneh

“OTAK AYAM!!!”

“kau itu kenapa sih selalu memanggilku otak ayam? Aku punya nama Kitagawa-san. Nama ku Haruma Miura!”katanya mengoreksi

Jiyeon memutar bola matanya malas, agak geram disaat mood buruk seperti ini ia harus bertemu dengan makhluk paling menyebalkan di dunia versi nya “what ever.. kau itu memang otak ayam, otak mu itu kecil seperti ayam. Punya otak hanya untuk pajangan saja, tidak guna!!”

“…”

“tunggu!! Kenapa kau disini? Kau ingin bertemu Eomma?”

“mulai sekarang aku akan tinggal disini, Okaa-san mu yang menyuruhku untuk terus mengawasi gerak-gerik mu”

“MWO?!!!!!!!!”

oOo

Jiyeon merebahkan asal tubuhnya disisi tempat tidur sambil tangannya memijat atau lebih tepatnya meremas pelipisnya. Ia belum selesai mencernai kata-kata Keiko dan tadi tiba-tiba saja ia mendapat kabar kalau Haruma diutus Eomma nya untuk mengawasi gerak-geriknya. Oh ayolah hal gila apalagi yang dilakukan Eommanya hingga mengutus orang kepercayannya untuk turun langsung mengawasi Jiyeon.

Pandangannya kini kembali serius, jika difikir-fikir alasan dirinya membenci Keiko karena sejak kecil ia memang tidak mengenal dekat Keiko. Dari kecil mereka hidup terpisah, Keiko dibesarkan di Jepang bersama Ojii-san nya sedangkan Jiyeon di Korea bersama Appa dan Eommanya. Jiyeon juga membenci sikap Keiko yang tidak pernah sopan kepada Appanya, Keiko juga sering sekali membantah Eommanya.

Wajar sih jika Keiko bersikap demikian, dari kecil perhatian orang tuanya lebih kepada dirinya. Tapi, Keiko harus tau jika Appa nya begitu menyayangi Keiko dan menganggapnya seperti anak kandung sendiri. Apa Jiyeon sudah keterlaluan?diam-diam ia juga mengagumi sikap Keiko yang tidak mau diatur. Gadis Jepang itu lebih memilih jalan hidupnya sendiri, ia juga tegas dan mandiri. Keiko juga sering memberikan perhatian lebih terhadapnya, mungkin Jiyeon mulai sekarang bisa bersikap lebih baik padanya dan menanyai maksud dari kata-kata Keiko.

Oh ya! Ada satu lagi kalimat Keiko yang masih teringat jelas di otak Jiyeon saat Jiyeon pertama kali pindah ke Jepang.

kau bukan seorang mesin pembunuh, jangan melukai orang-orang yang tidak bersalah. Buka matamu dan kau akan tau kebenaran dibalik ini semua. Jangan sampai kau melukai orang yang salah!’

“mesin pembunuh yah?cih!”

.

.

.

“KENAPA DIA JUGA SATU MOBIL DENGAN KITA?!!!”Jiyeon menjerit frustasi sementara Keiko hanya memandang datar dirinya.

“kan aku sudah bilang, jika aku harus terus mengawasi gerak-gerik mu”kata Haruma duduk santai disamping bangku supir. Mata Jiyeon terbelalak dan mulutnya terbuka lebar “oh ayolah!!! Kau tidak mungkin kan menjadi satpam siap siaga selama 24 jam?!”

“itu mungkin saja. Ingat aku harus mengawasi gerak-gerik mu setiap saat.. setiap saat!!”

“EOMMA!!!!!!!”jerit Jiyeon sambil kakinya menendang kencang bangku Haruma

oOo

Jiyeon menggeram, didepan sana ada Minho yang sedang berkumpul dengan teman-temannya. Niatnya sih Jiyeon ingin sekali menghampirinya jika saja tidak ada lalat pengganggu yang selalu menempel didekatnya. Dan tunggu.. ada yang aneh dengan wajah Minho, walaupun jaraknya jauh tapi Jiyeon memiliki penglihatan yang cukup tajam. OH TIDAK!! Jiyeon tidak salah lihat, diwajah tampan itu memang terdapat luka-luka lebam dan mata sebelah kirinya juga terlihat bengkak seperti habis kena tinju. Jiyeon mengepalkan tangannya hingga membuat kuku-kuku jarinya memutih, lantas cepat-cepat ia menoleh kebelakang dan memandang tajam Haruma.

“sejak kapan Eomma menyuruh mu untuk mengikuti ku?”katanya dengan rahang mengeras, Haruma mengerutkan dahinya tidak mengerti “semalam”acuhnya menjawab, mata Jiyeon memincing tajam seolah tidak percaya dengan pengakuan pria tersebut.

“kau sudah tau aku menyukai seseorang, kau juga sempat memergoki ku bersama Minho. Jangan bercanda, hanya orang bodoh yang percaya dengan kata-kata mu. Jangan membual di pagi seperti ini Miura-san”Haruma semakin tidak mengerti, Jiyeon terlihat benar-benar marah bahkan Jiyeon tidak memanggilnya ‘otak ayam’ lagi, Jiyeon justru dengan formalnya menyebut nama keluarganya.

“kau kenapa sih!? Aku tidak mengerti”kata Haruma

“JIYEON-AH!!!”

Hampir saja Jiyeon ingin meledak jika suara Sulli tidak mengganggunya, Jiyeon masih menatap tajam Haruma sementara pria itu hanya menggidikkan bahu acuh. Bahkan sampai Sulli datang pun Jiyeon masih tidak bergeming. Jiyeon juga tidak sadar jika teriakan Sulli tadi berhasil mengalihkan perhatian Minho, mata pria itu memincing tidak suka saat melihat Jiyeon menatap jeli Haruma.

“kenapa masih disini!? Sebentar lagi bel masuk. Kajja kita ke kelas”

Dan Jiyeon kembali memainkan perannya dengan tersenyum amat manis dihadapan Sulli “eoh? Benarkah? Aigoo aku kira ini masih sangat pagi.. kajja”katanya sambil menggandeng tangan Sulli menuju kelas mereka

.

.

Sepanjang pelajaran Minho terlihat tidak fokus, otaknya terus berfantasi mengenai kedekatan Jiyeon dan pria yang didekatnya tadi. Ada saja hal-hal yang terlintas abstrak di otaknya. Seperti ‘mungkin itu hanya teman sekelasnya saja’ kembali otaknya berbicara ‘jika memang hanya teman sekelas, kenapa mereka tatap-tatapan begitu serius?bahkan Jiyeon sampai tidak berkedip’

KREK

Ups! Tanpa sadar tangannya sudah berhasil mematahkan pensil digenggamannya, memang benar kata orang, jika cinta bisa membuat otak menjadi gila.

“haahhhh Park Jiyeon pergi jauh-jauh dari fikiranku”

Minho mengacak-acak rambutnya asal, di depan sana ada seorang gadis memperhatikannya sangat serius. Ada lengkungan tipis begitu melihat kelakuan bodoh Minho. Tadi mematahkan pensil, sekarang mengacak rambutnya yang justru memberikan kesan maskulin sendiri untuk para kaum hawa sepertinya. Tapi tiba-tiba tatapannya kembali serius, ada rasa iba di ulu hatinya begitu melihat luka-luka lebam diwajah tampan Minho.

“semoga cinta kalian bisa bersatu”

Ya, gadis itu Keiko.. ia memang tidak berbohong tentang dirinya yang sekelas dengan Minho. Sejak masuk kelas tadi ia begitu terkejut melihat wajah Minho yang babak belur. Seingatnya semalam Okaa-san nya sudah tidak mempermasalahkan Minho lagi setelah ia dan Jiyeon sukses bersandiwara. Ia fikir Minho dihajar oleh preman biasa. Tapi, ia merasa ada yang tidak beres saat temannya ada yang bertanyai mengenai luka-luka lebam diwajah Minho dan Minho menjawab..

“aku juga tidak mengerti, saat dalam perjalanan pulang tiba-tiba saja ada mobil yang berhenti didepanku. Ada tiga orang pria berpakaian serba hitam yang langsung menghajarku. Untung saja Hyung ku datang dan membantuku, jika tidak mungkin aku tidak akan selamat”

Ini ulah Okaa-san nya. Tidak salah lagi, tapi kenapa? Apa Okaa-san nya itu menyembunyikan sesuatu?

oOo

“berhenti mengikutiku!!”ketus Jiyeon

“ne! Kau itu kenapa sih selalu mengikuti kami berdua!?”tanya Sulli sembari menatap tajam Haruma. Pria itu hanya menatap datar Sulli “aku tidak mengikutimu. Tapi aku mengikuti Jiyeon”katanya kemudian.

“kalau mengikutiku kenapa secara terang-terangan sih? Dari jauh saja sana!!!”kata Jiyeon sengit

Sulli mengangguk mengiyakan “cara seperti itu sudah basi nona. Untuk apa sembunyi-sembunyi, kau fikir aku ini detektive yang sedang menyelidiki penjahat?”oh ayolah Jiyeon benar-benar mengutuk Haruma yang berotak ayam. Dia juga meragukan apa benar orang berotak dangkal ini benar-benar orang kepercayaan Eomma nya?rasanya seluruh dunia pun tidak akan percaya mengenai hal itu

“KAU MAU AKU BUNUH HAH?!!”

“a..ano emm ah yasudahlah tapi kau harus ingat jangan dekat-dekat dengan orang itu”kata Haruma gelagapan. Jiyeon memang seram jika sedang marah, dari pada ia kenapa-kenapa mending menyerah saja. Ini demi hidup dan matinya, ia tidak ingin mati konyol di usia muda seperti ini.

“KAU BERANI MENGATURKU HUH!?”

“BUKAN BEGITU”teriak Haruma, aura sekitar terasa menyeramkan. Nah kan Jiyeon sedang menatap garang dirinya lantas ia segera menutup mulutnya merutuki kebodohan mulutnya itu, sungguh Haruma benar-benar tidak ingin mati konyol

“Miura Haruma!!!”geram Jiyeon, rahangnya mengeras dan tangannya terkepal. “ ha ha ha Ji, sepertinya ada sesuatu yang tertinggal dikelas. Jaa ne”pamitnya dan langsung pergi melesat secepat kilat.

“BWAHAHAHAHAHAHA RASAKAN ITU”Sulli tertawa lebar saat melihat Haruma berlari sambil sesekali menabrak murid lain. Lucu sekali murid so cool sepertinya takut hanya dengan gertakan seorang wanita?konyol.

“ekheemm”

Sekarang Jiyeon yang ingin tertawa begitu melihat ekspresi bodoh Sulli saat Minho sudah berdiri di tengah-tengah dirinya dan Jiyeon.

“Senpai!!”jeritnya tertahan, ia menengok ke kanan dan kiri memastikan apakah ada orang selain dirinya dan Jiyeon. “kau mau lewat?”katanya ambigu, Minho mengernyitkan alisnya kemudian menggeleng “aniyo.”

“HUWAAAAAAA MINHO SENPAI!!!”jeritnya, Jiyeon mundur selangkah sembari menutup telinganya. Matanya membesar, agaknya teman baru nya ini begitu berlebihan. Tidak usah teriak juga kan? Memangnya Minho itu hantu?

“kau berbicara denganku? Kau menegurku? Jinjja!! Ya Tuhan ini sebuah keajaiban!!! JI CUBIT PIPI KU –AWW KENAPA KAU MENCUBIT PIPIKU?!!!”

“tadi kan kau yang menyuruh ku untuk mencubit pipi mu”jawab Jiyeon polos tak pelak membuat Minho terkekeh.

“aniyo, aku ingin meminjam teman mu sebentar boleh?”kata Minho, Sulli mengerjap tidak percaya. Jadi Minho ingin bertemu Jiyeon? mereka saling kenal? Ah pupus sudah harapan Sulli, padahal Sulli nge-fans berat sama Minho, selain ia atlet bola pria bermata besar itu juga merupakan orang Korea seperti nya.

“jadi kau bukannya ingin menemui ku?! Huh bodoh sekali sih aku ini, yasudah sana pergi hush! Oiya teman ku bukannya barang yang bisa kau pinjam sesuka hati”Sulli menatap Minho garang, rupanya gadis itu juga mempunya kepribadian ganda

“kajja Ji”kata Minho sambil menarik tangan Jiyeon

“aku diabaikan?! YAK SENPAI!!!!”

.

.

.

“wajah mu kenapa Minho?”tanya Jiyeon begitu ia dan Minho sudah duduk dibawah pohon Sakura “hanya dipukul orang-orang iseng”batin Jiyeon mencelos, Jiyeon semakin yakin jika ini ulah Eommanya. Tapi kenapa? Apa benar ini ulah Haruma?! Orang itu satu-satunya utusan Eomma nya untuk mengikutinya. Tapi sepertinya tidak mungkin, orang itu kan bodoh. Buktinya ia mengikuti Jiyeon secara terang-terangan…. tunggu, Keiko kan bilang jangan mudah percaya dengan orang lain. bisa saja kan kepolosan Haruma itu hanya kedok untuk menutupi kelicikannya?

“Ji kau kenapa?”tanya Minho sembari menepuk halus pundak Jiyeon

“aniyo. Kau tidak apa-apa?”tanya Jiyeon, tangannya terulur untuk menyentuh luka lebam disudut bibir Minho

“aw.. sakit”rintih Minho

“ish! Kau itu lemah sekali sih disentuh begitu saja sudah sakit”keluh Jiyeon dan tangannya refleks memukul ringan luka lebam tersebut

“yak!!”

“ommo mianhae”sesal Jiyeon, ia segera mengusap-usap alus luka itu. Wajahnya sangat panik tersirat sekali sebuah penyesalan diraut wajahnya, hal itu sudah cukup membuat Minho tersenyum senang. Batin nya mulai membaik, setidaknya itu bisa disebut dengan ‘khawatir’ ‘kan?

“Ji..”

“eemmm?”

“pria yang tadi bersamamu itu siapa?”Jiyeon menegang tapi kemudian ia berhasil mengontrol diri sehingga Minho tidak bisa menangkap ketegangannya, gadis itu tersenyum menggoda “dia hanya teman sekelasku.. wae? Kau cemburu hmmm?”godanya sembari menaik turunkan alisnya

“a..aniyo”kilah Minho, terdapat rona kemerahan di pipinya dan Jiyeon menyadari itu. Senyum menggoda semakin ia tunjukkan “jeongmal?”bisiknya, wajahnya sengaja ia dekatkan kewajah Minho membuat wajah pria itu semakin memerah padam seperti tomat

“ne.. aish menyingkirlah!!”katanya, disingkirkannya wajah Jiyeon dengan telunjuknya “HAHAHAHA wajah mu lucu sekali”ledek Jiyeon

“…”

Jiyeon semakin tertawa geli karena tidak mendapat tanggapan apapun dari Minho. Pria itu hanya diam sambil memalingkan wajahnya. Imej nya sudah benar-benar hancur didepan Jiyeon, dalam hati Jiyeon begitu senang bisa melihat wajah merona Minho.

“maafkan aku.. aku janji apapun yang terjadi, aku akan selalu melindungimu”

DRRTTT

Lamunan Jiyeon buyar saat getaran handphone terasa di saku seragam sailor nya, gadis itu segera menekan angka-angka untuk membuka kunci. Mata nya menatap serius layar handphone, Jiyeon tidak sadar jika kegiatannya itu sudah mencuri perhatian Minho sedari tadi, matanya juga sedikit menggeser mencoba mencuri pandang untuk bisa melihat isi pesan tersebut. Namun gagal karena Jiyeon langsung mengantongi handphonennya itu.

Raut wajah Jiyeon juga langsung menegang saat membaca isi pesan tersebut

“Minho aku harus kembali ke kelas. Jaa ne”katanya

“tapi Ji..”

Ah Minho mengutuk siapapun yang memberikan pesan singkat untuk Jiyeon tadi, belum selesai Minho berbicara Jiyeon sudah pergi begitu saja, Minho jadi curiga jika pesan tadi dari pria yang tadi pagi dilihatnya. Jiyeon juga bilang harus kekelas kan?padahal bel belum berbunyi, pria tadi juga pasti sekelas dengannya. Tuh kan! Mulai lagi imajinasinya.

“berfikir positif Minho”

oOo

“Jiyeon.. Oji-san mu itu sudah benar-benar keterlaluan. Aku mendapat kabar jika ia bergabung dengan keluarga Nakama”kata Masako, saat pulang sekolah tadi ia langsung disuruh Eomma nya untuk ke kantor Kitagawa

“…”

“sepertinya dugaan ku benar jika Oji-san mu ada hubungannya dengan kematian Appa mu”

“aku tidak percaya Oji-san yang melakukannya, Oji-san akrab dengan Appa. Oji-san juga selalu membantu Appa jika ada masalah”

“dengarkan Eomma, musuh itu bukan hanya orang-orang yang terlihat jahat. Tapi musuh itu bisa saja orang-orang yang justru terlihat baik, mereka akan lebih mudah menghancurkanmu jika sudah memiliki kepercayaan penuh akan dirimu” dahi Jiyeon mengkerut

“Jiyeon, kericuhan di dermaga waktu itu sudah tercium awak polisi. Sebaiknya kau lebih berhati-hati lagi”kata Masako, Jiyeon hanya diam mendengarkan.

“orang-orang suruhan Nakama juga sudah mengetahui akan kehadiran mu di sini, jangan meremehkan mereka. Ingat! Mereka mempunyai Osamu Mukai, pria jenius yang selalu memiliki segala cara licik diotaknya”

Jiyeon menyeringai “dan kau harus ingat, dia kekasih anak mu E-o-mm-a”

“cih! Jangan membicarakan anak pembangkang itu lagi”

“…”

“malam ini ada tugas untuk mu di hutan dekat pesisir pantai timur”

.

.

Keiko menatap resah jam dinding dikamarnya, waktu sudah menunjukkan pukul dua malam, Jiyeon belum juga menunjukkan batang hidungnya. Ini sudah benar-benar keterlaluan, Okaa-san nya benar-benar sudah gila. Jiyeon juga begitu bodoh untuk menuruti perintah wanita gila itu, sebelumnya Jiyeon mendapat kabar dari mata-mata nya jika Jiyeon akan kembali melaksanakan tugas dari sang Okaa-san. Yang membuat Keiko frustasi adalah lawan yang Jiyeon hadapi ini tidak main-main. Jiyeon harus menghadapi orang-orang dari klan Nagato. Klan yang sangat berpengaruh di Jepang.

CKLEK

Keiko langsung menegang begitu mendengar suara pintu tertutup, sepertinya Jiyeon sudah pulang. Ia segera keluar sekedar untuk mengecek keadaan adik nya itu.

“kau baru pulang heh?”kata Keiko sarkastik, berbeda sekali dengan hatinya yang begitu resah menunggu kabar adik satu-satu nya itu. Jiyeon menoleh “sepertinya Eomma harus mengajarimu sopan santun untuk mengetuk pintu dulu sebelum memasuki kamar orang”kata Jiyeon dingin.

“sepertinya tidak ada luka apapun ditubuh mu”kata Keiko berusaha menormalkan suaranya. Hampir saja ia berteriak senang saat mengetahu kondisi Jiyeon.

“kau meragukan kemampuanku?mau mencoba teknik beladiri taekwondo ku? Atau mau mencoba menjadi sasaran dari samurai kesayanganku hmm?”

“ow ow ow tenang aku tidak mau mati konyol ditangan mu”kata Keiko. Adiknya benar-benar seram berbanding terbalik sekali saat disekolah. Adik nya begitu manis, Keiko juga tidak pernah melihat Jiyeon tertawa lebar jika dirumah. Anak itu cenderung menutup diri, beda saat Jiyeon bersama Minho. Adik nya itu begitu lepas dan terlihat sangat bahagia

“jika tidak mau menjadi sasaran samurai dan pistolku sebaiknya kau pergi, aku lelah dan ingin segera membersihkan diriku”

Keiko mendengus kesal “dasar iblis kecil”

“ya, iblis berwajah malaikat”

 

tbc

Ojii-san : kakek

Oji-san : paman

Berasa sinetron gasih ini? Oiya genre nya aku tambahin action soalnya nanti bakalan ada barentem2 nya. Maaf ya kalau ceritanya semakin rumit dan bikin bingung, perlahan-lahan bakal dijelasin kok tapi pelan-pelan ya. Disini juga masih banyak yang belum aku keluarin tokoh-tokohnya, masih banyak yang belum keungkap. Disini juga aku sengaja bikin Jiyeon lebih kuat dari Minho dan jadi sosok yang ngelindungi Minho, abis keseringan Minho terus yang ngelindungi Jiyeon wkwk. Maaf sekali lagi kalau ngebosenin xD

Komen plis?

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

35 thoughts on “4. Tokyo Tower : Puzzle

  1. itu jiyeon habis ngejalani misi apa’n??? sampai keiko khawatir dan menanyakan keadaan jiyeon..mungkinkah jiyeon suka betantem ky ninja gitu??? next thor penasaran bgt

    1. Jiyeon emang berantem tapi dia bukan ninja. nanti bakal ada part dimana jiyeon lagi berantem dan ketemu seseorang.. pokoknya nanti dijelasin kok, sabar yah 🙂

  2. trnyata keiko baik yaa sama jiyeon 😀
    si otak ayam konyol bgtt wkwkwk~
    dan misi apa yg jiyeon jalain(?)
    penasaran……
    ditunggu next nyaa thor^^

    1. iya dong keiko emang baik 😀 otak ayam kan emang begitu sesuai otaknya yang kaya ayam muehehehhe :3 penasaran yah?udah ada part5 nya kok tuh mari ditengok

  3. bener2 masih berbentuk puzzle,tapii knpa keiko pacaran ama musuh eommanya ya?aoakah mereka kerja sama juga.ada lucunya jg otak ayam.

  4. jiyeon habis ngelakuin apa sih?
    kok misterius banget..
    minho kasian banget dipukulin..
    yg ngelakuin itu siapa?
    keiko ternyata juga baik ama jiyeon..
    next part ><

    1. hayo abis ngelakuin apa?wah jangan-jangan tuh…. haha tenang kan ada super Jiyeon yang nolongin wkwk, kepo yah?kepo aja apa kepo banget?wkwk. part 5 udah ada tuh

  5. Makin seru nih, wah jiyeon jd cewek jagoan yah
    Ternyata keiko itu baik dan sayang bgt sama jiyeon cuma dia ga mau nunjukin aja
    Cie minho cemburu nih yee, ayo next partnya d tunggu ne fighting!!!

  6. Wah jiyeon jago berantem nich..
    As duh thor berarti minho dalan bahaya juga nich??
    byr sebenarnya apa sich masalahyang dihadapi sama jiyeon kik ayahnya bisa sampai meninggal gitu??
    next part thor..

  7. Sebenernya pekerjaan jiyeon dan keluarganya itu apa?
    Mereka yakuza ya? XD *asal nebak
    masih agak rumit sih, lom menemukan titik terang, masih banyak misteri kkkk
    Tapi bikin penasarannnn ><
    next lagi ya thorrr

  8. makin bingung…sbnar’a pekerjaan keluarga jiyeon itu apaan sich…sampe” mesti jd super women g2-.-

    keiko…walau ketus banget dpan jiyi, tapi aslix perhatian bangeet! ^^

  9. Masako , jgn jahat” ntar di pake masak sama ummaku d rumah ._.

    ohh pcarny keiko itu musuh ummany
    *mulai ngerti

    Otak Ayam , sini temenin aku d rumah aja dari pada d bentak” ji eonni :’v

    huhuhu apa bnr si otak ayam yg mukulin minho u.u

  10. Nohhhhh kan masa si Bang Haruma dipanggil otak ayam sabar ya bang tenang aja kamu bukan otak ayam kok kamu otak udang hehehe dan kocak ya Haruma disini jadi inget dia saat di film apa ya lupa Q pokok’a yg jadi cwe itu dipanggil sadako karena rambut panjang’a dan foto yg diambil di part 2 dari film itu duhhh pacar ku bener” minta di karungin nih

    Jiyi itu bisa main senjata api samurai dan jago berkelahi dan dia ngk bakal terluka duhh hebat banget ya dan Jiyi diutus kerjaan apaan ya entah ini menjadi teka teki di otak ku

    Menong jangan cemburu sama si Bang Otak Udang Haruma karena dia punya Q jadi tenang aja ye Kodok Jiyi masih aman buat kamu kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s