Posted in Tokyo Tower

2. Tokyo Tower : School

siskameliaaa-copy                                                                     Poster by Ladyoong @ posterfanfictiondesign.wordpress.com                                                                                                                                                                                            

Story by @siskameliaaa

Pairing: Park Jiyeon and Choi Minho

Genre  : Romance, Sad, Hurt

Warning : Typo, abal, OOC, gaje, alur kecepetan,dll.

 

Mereka bertemu di Tokyo Tower. Sama-sama menyukai fotografi.. saling berbagi dan saling mengasihi. Tapi, disaat salah satu dari mereka menyatakan perasaannya..Takdir mempermainkan mereka. Akankah mereka mampu mengubah takdir?

Tokyo Tower

“jadi kalian sudah pernah bertemu?wah Minho, jangan-jangan gadis yang kau bicarakan itu Jiyeon eoh?”mata Minho sukses membulat, demi Tuhan Minho ingin menendang sosok manusia satu ini dari permukaan. Terlebih disamping-nya Jiyeon sedang memperhatikan penuh selidik.

“memang-nya apa yang dia bicarakan?”tanya Jiyeon

Mata Siwon mengerling nakal seringai mulai muncul disudut bibirnya, oh tidak ini pertanda buruk untuk Minho “hyung, kau tidak ingin memesaan makan?aku laparrr” Siwon dan Jiyeon serempak menengok kearah Minho, Jiyeon menatap dengan ekspresi lucu nan menggemaskan andalannya sementara Siwon semakin menunjukkan seringainya .

“tidak usah khawatir, aku sudah memesan kan makanan untuk kalian. Jadi, nona manis apa kau masih menunggu jawaban ku?”tanya Siwon mengabaikan tatapan tajam Minho, gadis itu mengangguk menunggu kalimat apa lagi yang akan terlontar dari mulut Siwon. Mata itu menatap tanpa berkedip, lucu sekali ekspresi-nya saat ini. Persis seperti anak kecil yang sedang memperhatikan mainan kesukaannya.

“hyung bukankah kau ada aca –“kata-kata Minho terputus saat Jiyeon menoleh kearah-nya dengan bibir mengerucut lucu. Mata itu menatap-nya kesal “jangan selalu memotong pembicaraan orang”kata-nya sukses membuat Minho bungkam, sementara sang kakak melipat sudut bibirnya menahan tawa.

“dia bilang… kau Cantik”kata Siwon setelah Jiyeon kembali menatap kearah-nya. Satu kalimat itu berhasil membuat Minho memalingkan wajah ke jendela dengan rona merah dipipinya, sedangkan Jiyeon hanya diam dengan mulut terbuka. Oh jangan lupakan rona merah yang ada di pipi gadis itu juga, mata-nya juga berkedip berkali-kali membuat Siwon tidak tahan untuk mencubit wajah menggemaskan didepan-nya. Dan… hari itu mereka menghabiskan waktu dengan membicarakan hal-hal yang tidak penting

oOo

“Jiyeon, okaa-san bilang kau sedang menyukai seseorang” Jiyeon mengangkat wajahnya, disampingnya ada seorang gadis Jepang yang sudah ikutan duduk di anak tangga, mata gadis itu menatap kosong telapak tangannya.keiko kitagawa 1

“ini bukan urusan mu”jawab Jiyeon, gadis disamping itu menoleh “tentu saja ini urusan ku, aku ini onee-chan mu dan kau itu imouto ku”

“aku tidak perduli, kau dan eomma sama saja. Suka mencampuri urusan ku, sampai kapan pun kau bukan kakak ku Kitagawa-san”kata Jiyeon, gadis itu berdiri meninggalkan Keiko seorang diri.

“kau juga seorang Kitagawa, Jiyeon!”Jiyeon menghentikan langkahnya, kepalanya menoleh sedikit menunggu kelanjutan kalimat yang akan diucapkan Keiko

“kau harus ingat tujuan awal mu kesini, jangan sampai pria itu membuat mu kehilangan fokus. Dan satu lagi. Kitagawa Jiyeon, itu nama mu”

“sampai kapanpun aku tidak sudi memakai marga itu!! Namaku Park Jiyeon bukan Kitagawa Jiyeon”

.

.

.

“woaaa Minho-kun kau hebat!!”sorakan bergemuruh terdengar di area lapangan sekolah Horikoshi Gakuen saat pemain sepak bola kebanggan sekolah berhasil mencetak gol kearah gawang. Walaupun hanya sekedar permainan iseng sambil menunggu bel masuk, tetap saja hal itu membuat seluruh murid perempuan berteriak histeris.

Minho tersenyum lebar, keringat mengucur dari dahi hingga dagu membuatnya kian terlihat semakin sexy. “kau hebat Minho”kata teman setimnya, Minho hanya menjawab lewat cengiran lebar khas andalannya. Walaupun tubuh dan cengirannya mengarah ke temannya, tapi mata itu terfokus kearah lain. Iris matanya seakan terhipnotis akan objek yang baru saja dilihat oleh sang netra mata                                                                           .61shinee minho

“tidak mungkin, itu hanya halusinasi saja! Choi Minho bodoh kau terlalu merindukannya”

.

.

.

“ohaiyo gozaimasu, watashi Park Jiyeon saya berasal dari Korea” guru itu mengernyit bingung saat Jiyeon memperkenalkan namanya “bukankah nama mu Kitagawa Jiyeon?”tanyanya

“terjadi sebuah kesalahan sensei, marga ku Park bukan Kitagawa”jawab Jiyeon tersenyum tipis

“oh baiklah, silahkan duduk ditempat mu”

Jiyeon mengangguk dan berjalan menuju bangku kosong yang tersedia, gadis beroriental Korea ini tersenyum ramah kesemua murid. Langkahnya terhenti di bangku paling pojok belakang kelas

“kau berasal dari Korea?”tanya seorang gadis berambut pendek yang duduk tepat didepan Jiyeon

“ne, kau juga berasal dari Korea?”tanya Jiyeon kembali

“ne, Choi Sulli imnida”gadis berambut pendek itu tersenyum antusias dan dibalas senyuman yang tak kalah antusiasnya dari Jiyeon. huh benar-benar kelakuan anak kecil

Disamping kanan Jiyeon ada seorang pria yang terpaku menatap tingkahnya, tapi setelah itu ia kemudian tertawa geli sendiri. Aneh!                                                                                                                      tumblr_n3iehzdl091sle12oo1_500

oOo

“aku senang sekali bisa bertemu orang Korea disini, habis rata-rata disini asli Jepang”kata Sulli dengan bibir mengerucut lucu.

“apa tidak ada murid asal Korea lagi selain dirimu?”

“tentu saja ada! Tapi kebanyakan mereka itu sunbae kita. Huh! Oiya aku akan mengajakmu berkeliling sekolah ini eotthe?”

“ne!”

.

.

.

“ini namanya dinding keberuntungan”kata Sulli membuat Jiyeon tercengang bingung. Didepannya hanya ada dinding biasa dan pohon besar disekelilingnya, memang tidak terlihat ada dinding jika dilihat dari jauh, pasalnya disekitar dinding itu ditumbuhi rumput-rumput liar.

“kau pasti bingung”kata Sulli lagi mengerti akan kediaman Jiyeon

“jika kau terlambat kau bisa memanjat lewat dinding ini, aku jamin kau tidak akan pernah ketauan. Dan, kalau kau ingin membolos kau juga bisa lewat sini”

“memangnya para sensei tidak ada yang mengetahui mengenai dinding ini?”

“kekeke mereka menyebut ini dinding kesialan, jadi tidak akan ada yang berani kesini”

“kenapa begitu?”

“haahhh kenapa sih manusia itu rasa ingin taunya besar sekali”keluh Sulli

“aku kan murid baru disini, jadi wajar saja kalau aku ingin tau. Dan satu lagi, kau juga manusia!”jawab Jiyeon sengit, bukannya takut Sulli malah ingin tertawa. Mau berwajah galak seperti apapun tetap saja wajah gadis ini selalu terlihat lucu.

“ya ya ya, jadi setiap ada sensei yang sedang melaksanakan tugas piketnya kesini. Sunbae kita yang lain selalu menakut-nakuti mereka lewat rekaman-rekaman suara makhluk halus, walaupun banyak yang tidak percaya dan malah menantang. Tetap saja para sunbae itu menakut-nakuti dengan hal lain. Seperti melempari batu, cicak, ulat bahkan ular pun pernah tapi yang sudah jinak tentu saja kekeke” Jiyeon bergidik ngeri “kalian menyeramkan”katanya

“Sulli-ah aku ke toilet dulu ne?”kata Jiyeon

“mau aku antar?”

“tidak usah, kau kan tadi sudah memberitahu letak toiletnya”

“baiklah hati-hati, semoga tidak nyasar yah”kembali Jiyeon melayangkan tatapan tajamnya dan dibalas cengiram lebar Sulli

.

.

.

“harusnya aku tidak menuruti perintah eomma, hah!! Aku malas bertemu si otak ayam itu”kata Jiyeon sambil merapikan seragamnya dan menatap dirinya lewat pantulan cermin di toilet, tatapannya kini berubah sendu mengingat kembali peristiwa apa yang terjadi sebelum ia ke Jepang.

“appa, aku merindukanmu. Andai kau ada disini, hidupku tidak akan serumit ini”

Terjadi sebuah kecelakaan pesawat Japan Airlines dengan tujuan Jepang – Korea. Diduga kecelakaan tersebut bukan alami sebuah kecelakaan melainkan kecelakaan berencana, sampai saat ini pihak polisi masih mencari bukti mengenai hal tersebut. Salah satu dari korban tewas nya adalah detektif Park Yoochun, dugaan sementara motif yang dilakukan pelaku terkait dengan kasus yang sedang beliau tangani saat ini.

“aku ingin menjadi detektif seperti mu saja, aku tidak ingin menjadi ahli waris perusahaan Kitagawa”

.

.

.

BRUK

“hais”jiyeon mengacak rambutnya frustasi, disaat sedang mood swing seperti ini saja dia masih bisa-bisanya menabrak seseorang

“Sumimasen”katanya membungkuk cepat, gadis bersurai dark coklat itu menutup matanya takut-takut kena marah orang yang ditabraknya. Bisa saja kan ia menjadi korban ‘Bully’ setelah ini apalagi Jiyeon kan merupakan murid baru.

“ternyata aku memang tidak salah lihat, kau itu selalu saja ceroboh”

Eh? Jiyeon membuka matanya sedikit, berniat mengintip dan meyakinkan diri semoga ia tidak salah mendengar suara. Dan oh mata indah itu membulat sempurna

“Minho!!”jeritnya sambil menunjuk tepat di wajah Minho, gadis itu kemudian menusuk-nusuk pipi Minho membuat pria itu tersenyum sangat lebar tanpa berniatan menepis tangan Jiyeon

“daebak ternyata ini memang kau! Akhirnyaaaaaa aku bisa bertemu dengan mu la – oops!”Jiyeon menutup mulutnya merutuki kebodohan mulutnya yang dengan seenaknya kelepasan bicara tanpa bisa dikontrol. Sementara Minho menaik nurunkan alisnya sambil memasang senyum menggoda

“Minho! Kajja kita kekelas”kata seorang pria beroriental Jepang yang tiba-tiba datang merusak suasana

“eh siapa gadis ini? Apa dia murid baru itu?”tanyanya kemudian, sementara Jiyeon memincingkan matanya bingung

“apa maksud mu ‘murid baru itu’? memangnya setiap ada murid baru selalu menjadi perbincangan hangat disekolah ini?”tanya Jiyeon

“ne, terlebih murid baru ini sangat cantik dan manis. Mereka bilang ‘kau tidak akan bosan jika bertatapan selama apapun dengannya’ dan ternyata mereka benar kau itu me –“Minho menarik kerah temannya dan menatapnya sengit

“jangan banyak bicara, kau bilang ingin kekelas kan? Kajja!”katanya sambil menyeret temannya itu pergi

“padahal aku baru bertemu sebentar, tapi sudah ditinggal pergi lagi. Semua gara-gara si rambut emo itu”keluh Jiyeon

“emm Ji” Jiyeon tersadar dari lamunannya, tubuhnya menegang karena Minho kini berdiri didepannya sambil mengusap tengkuk

“n-ne?”tanya Jiyeon

“ini nomor telfon ku”jawab Minho, diulurkannya sebuah kertas selembar lengkap dengan deretan-deretan angka didalamnya

“kenapa kesini lagi bodoh”tiba-tiba teman Minho yang tadi datang lagi dan kini ia yang menarik kerah Minho “Jiyeon Ja, ne”pamitnya menyisakan Jiyeon yang masih diam sambil menatap bingung kertas tadi, sementara dari jauh Minho melipat ketiga jari ditengah menyisahkan jari jempol dan kelingki yang masih berdiri kokoh, kemudian ia memiringkan tangannya dan menempelkan ke telinga sambil menggumamkan kalimat tanpa suara ‘telfon aku’

Pipi Jiyeon sudah merona karenanya.

“jadi itu pria yang kau sukai” Jiyeon menoleh, disampinya sudah ada seorang gadis yang sangat ingin dihindari nya

“bukan urusan mu Keiko”kata Jiyeon datar

“aku akan terus mengawasi gerak-gerik kalian”

Mata Jiyeon berputar bosan, sedangkan Keiko menatapnya tajam

“aku saja tidak pernah mengurusi hubungan mu dengan pria jalang itu”

“TUTUP MULUT MU!!”jerit Keiko, beruntung saat ini seluruh murid sudah memasuki kelas masing-masing sehingga tidak menimbulkan keributan.

“kau harus ingat, eomma sangat membenci hubungan kalian”

“kalian tidak berhak mengatur ku”

“dan kau pun tidak berhak mengatur ku”

Kedua mata itu saling menatap tajam namun dengan artian yang berbeda-beda.

 

tbc

okaa-san : ibu

onee-chan : kakak perempuan

imouto : adik perempuan

-san : panggilan untuk orang yang baru kenal atau belum akrab

ohaiyo gozaimasu : selamat pagi

watashi : saya

sensei : guru

ja, ne : sampai jumpa

untuk yang nanya Jiyeon dijodohin apa engga, emm gimana ya liat alur aja deh aku gamau jawab nanti jadi engga seru dong haha. Oiya yang masih engga ngerti sama jalan ceritanya nanya langsung aja deh engga ngertinya dimana jujur aku juga bingung jelasinnya XD. Comment plis?:9

                                                                             

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

22 thoughts on “2. Tokyo Tower : School

  1. bingung sih thor, knp jiyeon gak boleh pacaran sama minho?
    terus ttg mereka yg pindah ke jepang?
    tp ak suka kala minho sama jiyeon ketemu, pasti ada aja cerita yg bkin senyum2. hehehe
    author fighting ^ ^

  2. si otak ayam ug dimksud jiyeon keiko-kah ato ada yg lain*?*
    terusss knpa eomma jiyi ganti marga’a jiyeon jd kitagawa-.-
    msh bingung sih, tapi mudah”an dipart” berikut’a lbh dapat pencerahan^^

  3. makin seru aja ada keiko kotagawa sama Haruma Miura lagi benar ga… ters knpa keiko sama jiyeon eonni bsa jdi saudara, jdi penasaran nih

  4. makin seruuuu…cieee minho udah mlai suka sama jiyi….semoga end nya happy….pleaseee jangan terlalu sad yhc eonnni critanya…lbih baik comedy romentic ajh yhc….:-D 😀 😀 😀

  5. itu siapa cowok yg senyum jeli pas saat jiyeon berbincang dg sulli..minho malu2 push ..itu knp ibu&kakak jiyi pngen bgt jiyi jd ahli waris sih?? next thor

    1. bt nya masih di proses sama risa.. tenang aja itu masih tetep lanjut kok, kalau mau dapet kepastian update nya kapan tanya risa aja, dia yang bikin part ini soalnya hehe

  6. Cie minji ketemu lagi, emang jodoh deh haha
    Kenapa jiyi benci sama keiko? Trus knp jiyi ga mau ngakuin keiko sebagai kakaknya
    Jgn2 tujuan jiyi ke jepang itu untuk mencari tahu siapa yg ngebunuh ayahnya

  7. Masih bingung sih, tp justru itu yg bikin penasaran kkkk
    sebenernya tujuan jiyeon pindah ke jepang tuh apa? Trus knp eomma nya ga setuju jiyeon deket sama minho??
    Ff nya bikin penasaran akut ><

  8. emg tujuan jiyeon k jepang apa,? jd ahli waris? pnasaran , atau balas dendam kmatian appa nya?
    keiko ma jiyeon kyk nya .. oke no comment
    next ne ..

  9. cieee yg 1 sekolah :’

    oh ya pacar keiko , nugu ?? ‘-‘

    otak ayam , saoloh kasar banget ji eonni :’v

    huhuhu appany meninggal krna kecelakaan pesawat
    sabar ne ji eonni u.u

  10. Wowww MinJi satu sekolahan jadi makin sering ketemu donggg cieeeee

    Duhhh ada My Love Haruma Miura disini apalagi di foto itu saat dia main film apa ya judul’a pokok’a film lama dan dia bener” baik banget disana arghhhh jadi semangat deh kalo ada cameo’a si tampan Haruma Miura coba aja pict’a saat di film Fly To Sky Q makin gilaa *kok malah bahas si Haruma dasar sedeng/?

    Jiyi itu sikap’a susah ditebak kadang manis dan polos tapi saat ketemu kakak’a berubah dingin dan ketus penuh misteri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s