Posted in Tokyo Tower

1. Tokyo Tower : Meeting

ImagePoster by Ladyoong @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Story by @siskameliaaa

Pairing: Park Jiyeon and Choi Minho

Genre  : Romance, Sad, Hurt

Warning : Typo, abal, OOC, gaje, alur kecepetan,dll.

 

Mereka bertemu di Tokyo Tower. Sama-sama menyukai fotografi.. saling berbagi dan saling mengasihi. Tapi, disaat salah satu dari mereka menyatakan perasaannya..Takdir mempermainkan mereka. Akankah mereka mampu mengubah takdir?

 

Tokyo Tower

 

Lampu kerlap kerlip menghiasi kota metropolitan Tokyo, jalanan padat di mana semua orang berlalu lalang menikmati suasana di malam hari. Beberapa orang ada yang memakai pakaian adat tradisional Jepang dan ada juga yang memakai baju modern masa kini. Berlomba-lomba untuk mengunjungi festival tahunan Tokyo.

JPRETT

BRUK

“Ah! Sumimasen”seorang gadis bersurai dark coklat membungkukan badannya berkali-kali sambil berusaha memunguti kertas yang berserakan di sisi jalan “arigatou”balas wanita paruh baya yang tadi ditabraknya “hai”

Gadis yang hanya mengenakan T-shirt hitam dan jeans hitam panjang itu kembali melanjutkan jalannya sambil sesekali jemari lentik tangannya kembali meng-klik tombol kecil kamera DSLR yang tergantung dilehernya. Matanya berbinar manakala hasil jepretannya menghasilkan pemandangan yang sangat indah.

Menara yang terletak di Taman Shiba, dengan tinggi keseluruhan 332,6 m dan merupakan bangunan menara baja tertinggi didunia yang tegak sendiri di permukaan tanah. Menara yang dirancang oleh Arsitek Nikken Sekki dan Tachu Naito ini di cat dengan warna oranye internasional dan warna putih di beberapa tempat. Bangunan sekelilingnya lebih rendah, sehingga Tokyo Tower bisa dilihat dari berbagai lokasi di pusat kota.

Gadis itu tersenyum lucu sebelum kakinya berlarian kecil menyusuri jalan setapak menuju Tokyo Tower. Sepanjang perjalanan ia selalu saja berdecak kagum, tidak lupa gadis asing berdarah Korea ini selalu mengabadikan tempat dengan kamera DSLR nya.

.

.

.

Dulu seorang wanita dan pria bertemu di depan Tokyo Tower. Kau tau? Saat itu sedang diadakan festival tahunan, pertemuan mereka dilatar belakangi dengan puncaknya kempang api. Pertemuan yang sangat indah bukan?

“yeoppo”gadis manis itu bergumam kecil

JPRETT

JPRETT

Tangannya tidak pernah berhenti bergerak barang sedetik pun, matanya serasa dimanjakkan dengan lampu yang berasal dari Tokyo Tower tersebut. Ia berjalan mundur sambil memutar-mutar lensa DSLR di genggamannya.

BRUK

Tidak lagi~

Rambut dark coklat panjang bergelombang itu mengibar seiring tubuh ramping sang pemilik ikut berputar, didepannya kini berdiri seorang pria jangkung, bermata besar dan berbibir tebal. Ah ia sangat tampan dan mempesona, jika dilihat-lihat sepertinya pria ini juga berasal dari Korea.

“Mianhae”sesal gadis itu disertai senyum polos memikat andalannya, pria itu untuk beberapa saat terpaku akan paras gadis cantik dihadapannya. Mereka sama-sama terdiam dan – sama-sama memegang kamera DSLR yang menggantung di leher.

Kedua mata mereka bertemu, untuk beberapa saat waktu terasa berhenti. Mengabaikan semua orang yang berlalu lalang disekitar mereka hingga sebuah suara – ah sepertinya acara puncak sudah dimulai.

Saat itu mereka sama-sama merasakan getaran hebat di tubuh saat kedua mata mereka bertatapan. Setelah itu mereka hanya dapat tersenyum canggung dan menikmati indahnya kembang api diatas sana masih dengan perasaan tidak menentu.

.

.

.

“jadi kau baru pindah ke Jepang?”tanya pria asing itu kepada gadis asing disampingnya

“ne, ada sesuatu yang mengharuskan kami pindah kesini”gadis yang masih asik menikmati gemerlapnya kota Tokyo itu tersenyum kecut, tidak ada yang menyadarinya karena sebuah rambut menghalangi wajah gadis itu.

“kalau boleh tau apa itu?” gadis itu menoleh, kedua manik matanya kembali bertatapan dengan kedua manik mata sang pria asing. Kembali dirasakan sensasi aneh yang bergemuruh dirongga dada mereka. “tradisi keluarga”singkatnya dan kembali menyibukkan diri

“Minho..”

“ya?”

“namaku Choi Minho, kau bisa memanggilku Minho” mata gadis itu berkedip lucu membuat Minho terkekeh gemas akan kepolosan sang gadis asing “kita sudah mengobrol banyak tapi belum tau nama masing-masing ‘kan?”

“namaku Park Jiyeon”

oOo

Jiyeon berdiri dibalkon kamarnya, tangannya sedari tadi tidak pernah berhenti memainkan sang kamera kesayangan. Sesekali garis lengkung terpatri diwajahnya disertai rona kemerahan menghiasi pipinya.

“apa yang kau lakukan disana? Kau bisa sakit sayang” Jiyeon terkesiap saat suara yang dikenalnya mulai mendekat, buru-buru gadis itu berbalik dan menyembunyikan kamera kesayangannya dibalik punggung.

Image“aku hanya sedang menikmati angin malam eomma”dustanya, wanita paruh baya yang memiliki garis keturunan Jepang itu mendekati Jiyeon. Perlahan tangannya menyentuh wajah sang anak, dielusnya lembut “apa yang sedang kau sembunyikan itu eemm?”

Wajah Jiyeon sudah merah sepenuhnya “a – ano bukan apa-apa” genggaman di kamera nya kian mengerat saat tangan eommanya mulai membelai rambutnya.

“kau tidak bisa berbohong sayang” Jiyeon sepenuhnya sadar bahwa dari kecil hingga besar ia memang sangat payah dalam hal berbohong. Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar dan memutar tubuhnya untuk melihat bintang-bintang dilangit.

“aku bertemu dengan seseorang tadi”matanya menerawang jauh, membuat gradiasi bintang berbentuk wajah Minho, garis lengkung dan rona merah kembali menghiasi wajahnya.

“dia sangat tampan, aku merasakan getaran aneh saat mata kami saling bertatapan”gadis itu terdiam, menunggu reaksi sang eomma yang hanya diam tanpa reaksi.

“aku –“

“Jiyeon, kau ingat tujuan awal kita berada disini ‘kan?” kata wanita paruh baya itu menatap penuh sesal

“ – menyukainya”

“Lupakan dia” Jiyeon menunduk dalam diam saat sang eomma berujar demikian, wanita paruh baya itu pergi begitu saja. Memecah harapan yang kian terwujud.

tapi, takdir tidak berpihak kepada mereka. Semua sudah selesai bahkan sebelum semua dimulai

.

.

.

“jadi seperti apa gadis itu?” seorang pria dewasa tersenyum menggoda kearah pria yang jauh lebih muda darinya, wajah pria muda itu sangat kalem meskipun terdapat ‘sedikit’ goresan merah di pipinya. Pria muda itu tetap memasang wajah stoic andalannya.

“dia cantik”singkatnya berharap sang pria dewasa bungkam

“oh ayolah apa dia sexy?” matanya mengerling nakal sambil memasang wajah ‘menggoda’ namun gagal

“hyung kau cocok menjadi Geisha” datar namun tajam. Itulah ciri khas pria berwajah stoic ini.

“CHOI MINHO!!!!”

BRUK

BRUK

BRUK

“YAA!! HYUNG HENTIKAN!!!!” Minho berlarian didalam kamarnya guna menghindari serangan hyung nya. Namun hyung nya terus saja menyerang Minho dengan membabi buta.

“hyung kau bisa merusak bantalku!!!” teriak Minho frustasi, beruntung ia bisa merebut bantal nya dari tangan hyungnya.

“habis kau menyamakan ku dengan para Geisha”jawabnya mempoutkan bibir lucu, jauh sekali dengan badannya yang terlihat sangat kekar dan berotot. Sungguh penampilan luar bisa menipu siapa saja yang melihatnya barang sekilas.

“hn… dia mempunyai hobi yang sama dengan ku, sama-sama menyukai fotografi”

“hanya itu?”

“entahlah, yang jelas saat kedua mata kami bertemu jantungku berdetak tidak normal. Seperti saat aku menaiki rollercoaster”

“memangnya kau sudah pernah naik rollercoaster? Bukankah itu satu-satunya wahana yang kau takuti heh bocah?” Minho menatap tajam hyungnya sedangkan yang ditatap hanya menunjukkan deretan gigi tanpa bersalah.

“itu hanya sebuah perumpamaan. Aku heran berapa IQ mu sih?”

“tidak usah mengalihkan pembicaraan. Jadi intinya kau menyukainya? Love first sight?”

“sebenarnya yang mengalihkan pembicaraan itu siapa tsk!”

“jawab saja!!!”

“baiklah, baiklah. Hn sepertinya aku memang –“ muka hyungnya mendekat menunggu kelanjutannya penuh dengan keantusiasan yang tinggi, membuat Minho jijik melihatnya. Minho singkirkan wajah itu menjauh dengan tangan kanannya lalu matanya menerawang jauh.

“ – menyukainya

Satuhal yang kau harus tau, mereka sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama.

oOo

Musim semi telah tiba, sebagian orang ada yang lebih memilih tetap tidur dibalik selimut dan ada juga yang tetap melakukan aktifitas sehari-hari demi mencari nafkah sang istri dan anak. Ada juga anak remaja yang lebih memilih berkencan dan menikmati indahnya musim semi dengan sang kekasih hati.

Di balik sisi jalan tepatnya di bawah pohon sakura, seorang gadis dengan pakaian casual nya sedang asik memotret-motret pemandangan sekitar. Seperti sepasang kekasih yang saling menyuapi es krim, anak kecil yang sedang tertawa di gendongan sang ayah dan ibunya yang terus memberikan lelucon singkat, ada juga kakek-kakek sedang membersihkan bunga sakura yang jatuh di kepala sang nenek.

Cinta Abadi”gadis itu tersenyum kecut dan kembali menyusuri jalan setapak, pohon sakura memang selalu terlihat indah. Tidak heran kenapa sakura menjadi kebanggaan Jepang, seperti hal nya gadis bersurai dark coklat ini yang tidak pernah melepas DSLR nya untuk memotret sang objek utama.

BRUK

Ah sepertinya Jiyeon mengutuki kecerobohannya yang selalu saja menabrak orang.

“sumimasen”katanya sambil membungkuk berkali-kali

“gwenchana” Jiyeon segera mengangkat tubuhnya saat mendengar suara baritone itu berbicara Korea, matanya kembali berbinar manakala matanya menangkap siluit pria asing berwajah Korea. –lagi.

“from Korea?”kata pria itu tersenyum ramah

“ah yeah!” pria itu tidak kuasa untuk menahan senyum lebar saat Jiyeon mengangguk lucu. Ah gadis yang menarik, fikirnya. Kemudian matanya tertuju ke kemera DSLR yang menggantung cantik di leher Jiyeon

“kau suka fotografi?”tanya nya lagi dan hanya dibalas dengan anggukan singkat pertanda ‘ya’.

“kau mempunyai hobi yang sama seperti seseorang yang ku kenal, sepertinya ia akan senang jika aku mengenalkan mu dengannya. Tertarik?”

“sepertinya lain kali saja, hari ini aku harus bertemu dengan seseorang”

“well, gadis cantik seperti mu pasti sedang terburu-buru untuk berkencan ‘kan?” tidak ada tanggapan yang keluar selain ekspresi yang tidak bisa terbaca sama sekali oleh pria itu. Menyadari akan sebuah perubahan ekspresi gadis dihadapannya, pria tersebut malah tersenyum canggung.

“sorry!”

“no problem”

pria itu kemudian mengeluarkan dompetnya, mengambil sebuah kartu persegi yang mencantumkan sebuah nomor telfon.

“ini kartu nama ku, jika ada waktu kau bisa mengabariku”kata pria itu sambil menyodorkan kartu nama, Jiyeon mengulurkan tangannya menerima dengan senang hati kartu tersebut. Matanya memperhatikan seduktif tulisan demi tulisan yang tertera disana.

“Choi – Siwon?”

oOo

JPRET

JPRET

“apa kau tidak bosan selalu memotret kota Tokyo dari atas sini?”

Minho menoleh, diperhatikan hyungnya yang baru saja datang dan segera menjatuhkan tubuhnya ke sofa. Matanya memincing tajam manakala pria dewasa itu terus saja menunjukkan senyum menjengkelkan andalannya.

“apa yang ada difikiran mu?”tanyanya sambil berjalan mendekat “sepertinya kau akan menemukan partner yang cocok dalam hal fotografi”

“aku tidak mengerti maksud mu”

“aku baru saja bertemu dengan –“

DRRTTT

DRRTTT

DRRTTT

“moshi-moshi –ah ya benar! Kapan?baiklah lusa jam 4 sore di kedai coffe utada. Baiklah annyeong”

Mata itu berkilat nakal “ – seorang gadis”

.

.

.

“ayolah hyung sebaiknya kita pulang saja, aku sudah bilang aku tidak tertarik”kata Minho sembari matanya berputar bosan.

“tunggu saja dan kau tidak akan menyesal otouto” kembali mata Minho berputar bosan, pria bermata besar itu cukup bosan menunggu selama hampir 30 menit, sedangkan hyung nya sendiri justru terlihat senang, hayolah Minho ingin sekali mencongkel kedua mata hyung nya yang terus saja mengerling nakal kearah gadis-gadis remaja di dekatnya.

KRING

Suara bel kembali berbunyi, bertanda ada pengunjung baru. Mata Minho terfokus kearah luar jendela lain hal nya dengan sang- hyung. Pria dewasa itu melambaikan tangannya kearah seorang gadis berbalut dress putih gading diatas lutut, tidak lupa kamera DSLR yang menggantung dilehernya.

“Siwon-ssi mianhae aku telat”katanya membungkuk berkali-kali, Minho menoleh saat mendengar suara seorang gadis yang sangat ia rindukan.

“gwenchana, aku maklum gadis cantik seperti mu pasti sangat sibuk”kata Siwon, tangannya terjulur untuk menyentuh tangan Jiyeon “silahkan duduk”katanya kemudian.

Gadis berparas cantik nan anggun itu menganggukan kepalanya kikuk, duduk disamping pria yang sedari tadi terus menatap tanpa berkedip dirinya. Senyum Jiyeon belum luntur, ia masih saja tersenyum kearah Siwon yang duduk tepat didepannya, sepertinya ia belum menyadari kehadiran seseorang disampingnya dan itu cukup membuat Siwon ingin menangis karena menahan tawa.

“aku ingin mengenalkan mu dengan adikku”katanya

“kau punya adik? Dimana dia sekarang?”tanya Jiyeon antusias, matanya menatap sekeliling sembari tersenyum lucu “disamping mu”

Kepala itu perlahan memutar seiring senyum yang terus saja terkembang, mata itu kembali bertemu. Perlahan senyum manis itu pudar saat kedua iris matanya menangkap siluit orang yang harus dihindarinya.

“annyeong” Minho tersenyum begitu menawan, mengingatkan Jiyeon saat mereka pertama kali bertemu. Begitu memikat siapa saja yang melihatnya.

Tidak ada tanggapan dari bibir mungil Jiyeon, gadis tersebut masih diam berusaha menggerakkan anggota badannya yang tiba-tiba terasa keram. Atmosfir disana terasa sangat menegangkan, membuat kecanggungan antara satu sama lain.

“annyeong”bibir mungil itu akhirnya berucap disertai senyum penuh kecanggungan.

Suatu saat mereka kembali dipertemukan, menimbulkan perasaan yang kian membesar satu sama lainnya. Dan disanalah takdir mulai mempermainkan mereka.

 

Tbc

Sumimasen : semacam kata maaf yang bersifat formal, biasanya digunakan saat meminta maaf kepada seseorang yang baru dikenal atau atasan.

Arigatou : terimakasih

Hai : ya

Geisha : sebutan untuk wanita penghibur di Jepang

Moshi-moshi : halo

Otouto : adik laki-laki

 

Gatau kenapa aku lagi suka banget sama Jepang, jadilah cerita ini. Semoga engga ngebosenin yah 😀 comment please :3

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

28 thoughts on “1. Tokyo Tower : Meeting

  1. bagusssa thor(y)
    Jepang ~~ aku juga suka bgt sama Jepang terutama bunga sakuranya~~
    u,u betul takdir memang selalu memper main kan kita, dan
    apa yg bakal memisahkan mereka kira” ??
    ditunggu next nyaa^^)/

  2. jiyeon sama minho dipertemukan lg oleh siwon..masih penasaran apa yg membuat jiyeon pindah kejepang&knp ibu jiyi melarang anaknya menyikai minho/pria lain walau baru part satu tp ceritanya udah menarik..konfliknya dpt walau baru dikit”seneng akhirnya author comeback juga q tunggu yg beatiful target juga” next

  3. bagus cerita nya,
    jiyeon datang ke jepang ada maksud apa ya?
    eomma nya kenapa gak bolehin dia deket sama namja?
    ciee MinJi cinta pada pandangan pertama..
    next part 🙂

  4. Yaaa bala kuuu akhirnya di post juga nih? Udah ada modem yak? Hahaha:p seruuuu mennn.. keep kalem lah, minho so pasi akan bersatu sama jiyeon. Hahhh tinggal nunggu terjangannya nih wkwk. Jiyeon mau dijodohin kah? Hufet-,-

  5. keren bgetttt..
    feelnya dpet bgt.
    aduh ibunya jiyi jgn2 ngejdohin jiyi ama cwo lain deh
    ahhh andwaeeeeee
    d tnggu next partny thor
    FIGHTING 😀

  6. akhirx comeback jugaaa,pnasaran kenapa gak dibolehin eomax buat suka ama namja atau semua namja atau khusus minho.aja
    dtggu klnjtanx….

  7. Suka ff nya, itu knp sih sebenernya alasan jiueon pindah ke jepang, trus knp ibunya jiyeon ga ngebolehin jiyeon suka sama cowok
    Next part update soon!!! ^^

  8. MinJi LASF >< mantafffff dah
    Alasan jiyeon pindah ke jepang kenapa?? Tradisi?? Maksdnya?? Jiyeon mau dijodohin ya? Koq eomma jiyi blg jiyeon harus melupakan namja yg jiyeon sukai
    Kkkk minji maalah dipertemukan kembali lewat siwon aseekkk dahh
    Gimana tuh reaksi mereka??
    Next ya thorrr

  9. masih belum dapat pencerahan alx msh part awal,,,,
    tapi aku suka bingit alx ngambil latar jepang^^
    ditunggu lanjutan’a ^^

  10. rada bingung, msh blm paham ‘-‘

    kyaaaa siwon ny jd jail :v

    itu minho lg foto aku smpai nambrak ji eonni *ngayal tingkat dewa :’v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s