Posted in Two Direction Arrows Are Different

Two Direction Arrows Are Different

Author : @siskameliaaa
title : two direction arrow are different
Type : oneshot
genre : romance, sad
cast : park jiyeon, choi minho, bae suzy

Jiyeon

Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, kenapa aku bisa sampai sangat tergila-gila dengan lelaki sepertinya, lelaki dengan sejuta pesona lewat sebuah senyuman yang sangat meneduhkan hati. begitu sempurna dimataku, tapi yang aku tau dia adalah pria yang sangat dingin dan selalu berusaha menghindari semua yang berbau tentangku. dia -choi minho selalu menganggap aku -park jiyeon sebagai gadis bodoh. Segala kenangan masalalu yang sungguh pait terlintas begitu saja dibenakku

perlakuan kasar yang selalu menyayat hati ini, namun aku begitu bodoh yang hanya selalu diam dan tersenyum seakan tidak terjadi apapun. selalu optimis jika kisah cintaku akan berakhir happy ending seperti drama romansa yang sering aku lihat di layar televisi. Pemikiran bodoh!

“Oppa saranghae”
“Hh”

“Aku tidak perduli dengan fans-fans mu itu karena aku akan terus berjuang untuk mendapatkan cinta mu oppa”
“Bermimpilah selagi kau bisa”

“Oppa aku membuatkan syal untukmu, kau tau sudah tiga malam ini aku tidak tidur hanya untuk syal ini. terimalah”
“Aku tidak butuh syal jelek seperti itu, kha!”

bak kaset yang sedang rusak, memory itu kini terlintas didalam otakku secara kusut. Dan kini kaset itu menjadi benar-benar kusut dan hanya memutar-mutar ulang kejadian dimana dia mempermalukan ku didepan umum.

“kalian lihat gadis ini?dia adalah gadis yang sungguh tidak tau malu dan selalu mengemis cintaku”
“Huuu–”
“Ah gadis bodoh! Kau lihat gadis manis disamping ku ini? Perkenalkan dia adalah bae suzy kekasihku”

ada sebuah kisah dari yunani dimana sang dewa kecil mengarahkan dua anak panah yang berbeda ‘benci’ dan ‘cinta’ panah cinta diarahkan ke sang pria akibat ke angkuhannya dan panah benci diarahkan ke sang wanita guna membalas ke angkuhan sang pria.

Kini aku percaya akan kisah itu. aku sangat membenci pria Bernama choi minho itu karena ke angkuhannya dan perlakuannya terhadap ku selama ini. Tapi- apakah kini dia mencintaiku?hhh atas dasar apa dia mencintaiku? Tentu itu hanya sebuah pemikiran bodoh dari gadis bodoh sepertiku. satu tahun, ya satu tahun aku menghindar dari nya dan memutuskan pergi kejepang bersama oppa ku. bagaimana kabar nya sekarang?aku sungguh tidak perduli. Benarkah aku tidak perduli?
.
.
seorang gadis cantik dengan tubuh proporsional serta rambut panjang berwarna coklat madu bergelombang, ah- jangan lupakan tatapan mata tajam nya yang sungguh bisa menghipnotis siapa saja jika bertatapan langsung dengan iris mata tersebut. Kaki jenjangnya berjalan dengan anggun disebuah lorong universitas ternama korea ‘Seoul University’ semua tatapan mata mengarah ke arah nya, bagaikan melihat seorang barbie berjalan.

Menatap kagum akan kecantikan alami sang mahasiswi baru

Welcome back to our main character-park jiyeon

banyak perubahan yang terjadi selama gadis ini memutuskan untuk pergi, tanpa dia ketahui sang dewa kecil memang sudah mengarahkan ke dua anak panah yang berbeda kepadanya dan -seorang pria yang dianggap sangat angkuh.
Bagaimana jika mereka dipertemukan kembali? Seseorang yang sangat mencintai dan seseorang yang sangat membenci ah- atau kini seseorang yang sangat membenci dan seseorang yang sangat mencintai.
.
.

Minho

Kekanakan dan sangat hyper aktif, gadis yang tidak pernah pantang menyerah untuk mendapatkan ku.

Selalu bersikap aneh hanya untuk menarik perhatian ku dan bodoh nya aku selalu bersikap kasar terhadapnya.

Kini hanya tersisa sebuah penyesalan dalam hidupku, ketika dia pergi hidupku terasa ada yang kurang. Kosong tidak ada lagi yang selalu menggangguku dan tidak ada lagi yang selalu melakukan hal aneh untuk menarik perhatianku

Boleh kah aku berharap? Berharap untuk bisa memperbaiki semuanya, kini ia kembali. Dan yang aku tau aku kini mencintainya, akan aku lakukan segala cara untuk mendapatkannya. Tidak perduli jika aku harus melakukan hal-hal aneh untuk mendapatkan perhatiannya, bukankah itu yang ia lakukan dulu? aku percaya bahwa dunia itu seperti roda yang selalu berputar, dulu aku sangat membencinya, tapi kini aku sangat mencintainya.
.
.

“Lama tidak berjumpa park jiyeon”ucap minho memulai pembicaraan setelah hampir 15 menit dilanda kesunyian
” I hope it doesn’t even meet you again minho-ssi”balas jiyeon sarkastik. ini baru awal! Awal dimana sang dewa menembakkan sebuah anak panah yang berbeda

~Two Direction Arrows Are Different~

“Hey! Sudah ku bilang berkali-kali bukan?jangan menguntit ku!”geram jiyeon “aku tidak menguntit mu, aku hanya ingin berjalan dibelakang mu”sungguh jiyeon ingin sekali memakan manusia ini hidup-hidup. Hey ayolah ini bukanlah seorang choi minho yang dia kenal, seorang penguntit heh?aazzhhh demi tuhan itu bukanlah seorang choi minho. Lalu seperti apa choi minho menurut jiyeon?selalu di untit kah?entahlah

“Oppa!!”suara seorang perempuan menggema di sudut koridor, membuat minho dan jiyeon terpaksa harus melihat. Bukan terpaksa juga tapi sebuah~ eerr sugesti.

“woman’s devotion you come”
“Haish”hanya gumaman kesal yang minho lontarkan untuk menjawab perkataan jiyeon

“Bukankah sudah aku bilang heh?kita sudah tidak ada hubungan apapun! Bahkan saat itu aku hanya memanfaatkan mu!!”bentak minho ke wanita yang tadi memanggilnya “dan sudah berapa kali aku katakan. Aku sangat mencintai mu oppa”
“Bae suzy!!! Berhenti menggangguku. Aku sungguh muak dengan sikap mu ini!!! Cih.”suzy hanya dapat tertunduk mendengar penghinaan yang terlontar dari mulut minho, ada satu pasang mata yang sedari tadi memperhatikan kedua manusia berlawanan jenis ini dengan senyuman sarkastik. Yah park jiyeon! Baginya ini adalah sebuah tontonan yang menarik. Dia sungguh ingat wajah wanita yang ada dihadapan minho itu, dia lah bae suzy kekasih- ralat mantan kekasih minho satu tahun yang lalu dan yang sangat dibanggakan minho ketika mempermalukannya didepan umum dulu.

“KHA!!!!”bentakan minho sukses membuat air mata suzy jatuh dari sarangnya
“Hey nona! Kau tuli hm?bukankah kau disuruh pergi olehnya?kenapa kau masih disini?mengemis cinta pemuda didepanmu ini ho?murahan”sungguh gwishin apa yang merasuki tubuh jiyeon sehingga wanita ini bisa berkata sekasar itu?bahkan choi minho hanya bisa menganga tidak percaya #abaikan

suzy hanya bisa terus menangis dalam diam sebelum akhirnya langkah kaki membawanya pergi menjauh dari hadapan minho dan jiyeon

“Apa hidup mu selalu seperti ini?menghina wanita yang sangat mencintaimu?”ucap jiyeon sinis”jiyeon-ah aku benar-benar sangat menyesal sungguh. Aku merasa dunia ku kosong saat kau pergi, aku-mencintai mu ji! Aku bahkan rela melakukan apa saja untuk mu”
“Omong kosong”
“Aku bersungguh-sungguh. Kau tau?aku sungguh menderita ketika mendapat kabar kau pindah ke jepang, aku seperti orang gila yang berlarian dikoridor sambil meneriaki namamu untuk tidak pergi”

Jiyeon hanya diam, jantungnya tiba-tiba saja seperti jatuh dari ketinggian rasanya-abstrak. Tapi mungkinkah?mungkinkah minho seperti itu?

“Kau sungguh ingin melakukan apa saja untukku?”
“Ya! Apa saja”
“Mati”
“MWO?!”
“Aku ingin kau mati dan menghilang dari dunia fana ini… selamanya”
“Ta-”
Belum selesai minho protes jiyeon sudah meninggalkannya sendiri
“Ahh shit!”

.
.

“apa mau mu?”tanya jiyeon angkuh
“Aku cuma ingin memberi tahu mu satu hal park jiyeon”suzy menatap mata jiyeon tajam
“Minho oppa sangat mencintaimu, percayalah “tatapan tajam itu kini berubah sendu “apa maksud mu?”
“Kau ingat saat dia memperkenalkan aku sebagai kekasihnya?”
“……..”
“Itu hanya sebuah sandiwara yang dia buat”
“……..”
“Dia sungguh frustasi menghadapi sikap mu yang selalu menguntitnya, dia datang kepadaku dan memintaku untuk berpura-pura menjadi kekasihnya”
“Dan good! Kalian berhasil mempermalukanku”
“Ya! Kami memang berhasil mempermalukanmu dan membuat mu berhenti menjadi penguntit minho oppa, tapi percayalah ji. Minho oppa sangat menyesal, bahkan ketika kau berlari meninggalkan kami sambil menangis dia menunduk, menyesali perbuatannya”
“Mustahil~”
“Aku berani sumpah demi apapun itu park jiyeon-ssi. Kau harus lihat betapa bodoh nya dia saat kau memutuskan pergi ke jepang. Dia berlarian dikoridor sembari berkata ‘hajima park jiyeon hajima’ sangat memilukan melihat dia seperti itu”
“to the point bae suzy!! Apa maksud mu sebenarnya?”
“Aku ingin minho oppa bahagia, dan kebahagiaannya dia itu…. kau jiyeon-ssi”
“hn”
“Aku ingin kau memaafkannya dan mengulang semua dari awal”
“Kenapa tidak kau saja yang membahagiakannya?”
“Kalau aku bisa aku mau, tapi aku tidak bisa. hanya kau yang bisa”
“sok tau! mianhae aku tidak bisa”
.
.

“Jiyeon-ah ayolah kau yakin hanya ingin jika aku mati?”tanya minho, tatapannya sunggu sendu ketika bertanya seperti itu
“Ya!”
“Baiklah jika itu membuatmu bahagia.. saranghae”kata-kata terakhir kah?apa minho bersungguh-sungguh menanggapi omongan jiyeon?sebesar apa cinta minho terhadap jiyeon?entahlah yang jelas kini minho sudah menghilang dari pandangan jiyeon. Menyisakan dirinya yang hanya diam menunduk entah memikirkan apa. Menyesal?mungkin.

Jiyeon

ku ikuti kemana arah kaki ku berjalan, menyusuri jalanan seoul di sore hari. Membiarkan angin meniup sehelai demi sehelai rambutku, entah perasaan ku saja atau apa tapi kenapa jantung ini rasanya sesak?feeling ku sangat tidak enak seperti akan terjadi sesuatu, sesuatu yang buruk. Tuhan! Kenapa kau mempertemukan aku dengannya lagi?aku sangat yakin bahwa dewa kecil itu sudah menancapkan panah benci itu kearahku, tapi kenapa jantungku selalu memberontak setiap berhadapan langsung dengannya?mungkinkah panah itu kalah akan perasaan cintaku terhadap minho? Tapi kenapa kini minho terlihat sangat mencintaiku?ah! Apa dulu dia memang tidak terlalu membenciku sehingga pengaruh panah itu benar-benar avektif?konyol. Ah!kenapa sekarang justru aku melihat bayangannya?kenapa aku melihat minho?berdiri di tengah jalan yang ramai?itu gila.

Tunggu ini bukan bayangan! Ini nyata.

“YAA! CHOI MINHO!!”dia menoleh dan- tersenyum? GILA CHOI MINHO NEO MICCHESEO!!!
“PARK JIYEON SARANGHAE”jeritnya ditenga-tengah kendaraan yang berlalu lalang bahkan dia menghiraukan bunyi klakson yang sengaja di bunyikan sang pengemudi. Tidak ini tidak be- ah mobil!
“CHOI MINHO AWAS!!!!”jeritku ketika melihat mobil menuju arah minho. Gila dia benar-benar gila bukannya menghindar justru malah tersenyum. Lakukan sesuatu park jiyeon!

BRUUKKKKKK

“Hikkssss….hiiikkksssss pabbo!!! Kau sungguh bodoh choi minho”aku meracau frustasi dihadapannya. Beruntung aku tidak terlambat, aku berhasil mendorongnya kesisi jalan. Membiarkan air mata mengalir dengan lancar tidak perduli dengan semua tatapan mata yang mengarah ke arah kami, bahkan ada yang rela memberhentikan kendaraannya demi melihat apa yang terjadi. Dan kini ketika aku sedang meracau dia hanya tersenyum?choi minho kau itu manusia macam apa huh?!
“kenapa kau menolongku?sebentar lagi aku akan membuat mu bahagia park jiyeon”ucapnya
“Huh? Bahagia? Hiikss kau bodoh? Kau- hikkss hampir mati bodoh”aku memukul kepalanya agar dia sadar dari kebodohannya
“Bukankah kau bilang jika aku mati kau akan bahagia?kau lupa?”ommo dia benar-benar menganggap ucapanku serius?
“Aniyo!! Aku tidak ingin kau mati”ku peluk erat tubuhnya dalam posisi kami sama-sama terduduk di sisi jalan
“Wae?”
“Aku tidak ingin kehilangan mu minho-ah hikkkssss jangan tinggalkan aku”minho membalas pelukanku. Hangat ini terasa hangat
“Aku tidak akan meninggalkan mu jika itu yang kau mau. Tapi aku akan meninggalkan mu jika kau yang minta”Ku gelengkan kepala ini cepat-cepat tanda aku tidak ingin dia pergi dari ku
“Andwe!! Jangan pernah tinggalkan aku, dan jangan pernah berlaku bodoh seperti ini lagi. because- saranghae”
“Nado saranghae” dan kini hanya kericuhan yang dapat aku dengar. Ah aku lupa saat ini kami sedang menjadi pusat perhatian, aku sembunyikan wajahku yang memerah ini di dada bidang minho, minho membelai lembut rambutku sambil terkekeh kecil
“Semua lihat?yeoja ini mulai sekarang adalah milikku! didepan kalian aku berjanji tidak akan pernah meninggalkannya kecuali dia yang meminta. Siapapun yang berani menyentuh milikku, aku tidak segan-segan mematahkan tulangnya”

“Wuuuuu-”
Ah pria ini benar-benar membuatku malu. Dia melepaskan pelukannya dan beralih menatap mataku, seakan tersihir kini aku memejamkan mataku ketika melihat dia memejamkan matanya. Kurasakan bibir tebalnya menempel di bibirku, menghisap sudut bibir atasku secara lembut, penuh perasaan. Kini hisapannya beralih kebibir bawah dan saat ia ingin memperdalam ciuman ini..

“Hey! Anak muda sebaiknya kalian lanjutkan saja ditempat sepi”ah ini masih di depan umum. Kembali aku menyembunyikan wajahku didada bidang minho sungguh memalukan.
“Mianhae”kekeh minho, kemudian ia berdiri dan tidak lupa juga membantuku berdiri. Melingkarkan lengannya dipinggangku kemudian membungkukan badannya sebagai tanda meminta maaf.
“Saranghae”bisiknya kemudian mengecup bibirku
“Yaa!!”
.
.

Kini aku tau, walaupun raja dewa sekalipun yang menancapkan panah itu kearah kami. Walau benci,cinta,dengki atau apapun itu tidak akan berpengaruh karena perasaan itu tumbuh dengan sendirinya, dan hanya tuhanlah yang menumbuhkan perasaan itu. Semua berjalan sesuai takdir, jika takdir kita mencintainya maka kita akan mencintainya dan begitupun sebaliknya. Sekarang takdir ku dan takdir minho itu ‘saling mencintai’

Fin

Advertisements

Author:

If you Jiyeon fans, you must stay here. but, if you hate my fav idol..you must go on without drama. thx

33 thoughts on “Two Direction Arrows Are Different

  1. weee happy ending..
    MinJi bersatu :3
    minho gak tau malu nih..nyium jiyeon di depan umum,,hahaha

    chingu wp nya kalo dibuka hp kok berat banget ya??hehee
    ditunggu ff MinJi yg lainnya 😀

  2. Woooo author… akhirnya saya baca juga wkwkwk keren keren, minji bersatu!! Kasian ya si suzy. Kalo temen kamu baca dia bakal marah2 gak ya? Gak lah ya, suzy disini kan masih punya hati ahahaha next our project

  3. hmmmm
    story_ny bgus mnarik….. 🙂
    tpi alur_ny terllu cpat mnrut q
    terlalu singkat
    tau”ending ja,,
    itu mnrut q loch…
    mian law q slah… 🙂

  4. keren,
    ikutan sedih ngebayangin minho lari disepanjang koridor sambil teriak manggil jiyeon supaya jgn pergi

  5. akhirnya berbalik juga,ah tapi gak.lihat kekonyolan minho buat ngejar jiyeon,hanya jadi penguntit..walau buatnya di hp dan sebelum tidur tapi keeeyeeen..

  6. Perasaan risih dan terganggu saat ada orang yg selalu mmperhatikn kita tpisaat orng itu pergi dan menghilng itu jauh lebih mengganggu merindukan seseorng tanpa bs melampiaskn kerinduan itu lebh mnyakitkn

  7. ahhh… so sweet banget minhoo.. biarpun awalnya nyebelin ngehina jiyi tp akhirnya dia sadar jg… semoga langgeng yah minji couple..

  8. wohoo minji , emg gk bisa dipisahin wlopun dewa cinta yg bertindak keke
    minho emg gk segan2 udah bikin ribut d tengah jalan , dpinggir jalan pun main cium anak org di depan byk org jg lagi .. wahh keren deh chingu

  9. cerita nya keren banget,, nyesek baca nya sedih,,tapi ceritanya happy ending ….
    memang takdir minji bersatu,,walau di awal minho nolak cinta jiyeon dan merasa risih diikuti jiyeon,,tapi setelah ditinggalkan minho baru menyadari kehadiran jiyeon itu berarti untuknya ,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s